Journal of Sustainable Community Development Vol. 8 No. 1 (May, 2. e-ISSN: 2747-0040 | p-ISSN: 2715-5080 Vol. 8 | No. 1 (May, 2. Literasi Creative Art sebagai Strategi Penguatan Ekonomi Kreatif dan Kepedulian Lingkungan Masyarakat Liena Prajogi1*. Bernadetta Kwintianna2. Arief Yulianto3. Intan Dewi Sukmawangi4. Mutia Putri Azizah5 1235 MNC University. Jakarta, 11520, 4Serambi Kreasi Foundation ABSTRACT ARTICLEINFO Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) LIMITLESS CREATIVITY FROM RECYCLED PRODUCTS: AuOptimalisasi Creative Art Article History: dari Botol Plastik dan Tutup Botol Menjadi Karya Inovatif serta Produk Revised : 10 Ae 05 Ae 2026 KreatifAy dilaksanakan sebagai respon terhadap tingginya limbah plastik sekali pakai yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh Accepted : 21 Ae 05 Ae 2026 Rendahnya literasi pengelolaan limbah, keterampilan creative art, serta pemahaman nilai ekonomi limbah plastik menjadi Received : 29 Ae 04 Ae 2026 Published : 29 Ae 05 Ae 2026 Keywords: permasalahan utama yang dihadapi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi creative art, kesadaran lingkungan, dan literasi creative art. daur ulang limbah kapasitas masyarakat dalam mengolah botol plastik dan tutup botol menjadi produk kreatif yang fungsional dan bernilai tambah. Metode ekonomi kreatif. pemberdayaan masyarakat. pelaksanaan menggunakan workshop dan pendampingan berbasis praktik yang melibatkan kolaborasi lintas keilmuan antara Program Studi Manajemen. Desain Komunikasi Visual, dan Ilmu Komputer. Kegiatan dilaksanakan dalam dua batch pada Januari 2026 di MNC University dengan melibatkan 100 peserta dari berbagai latar Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kreativitas, keterampilan teknis, serta kesadaran peserta terhadap pengelolaan JEL: Z10. O15. Q56 *Corresponding Author E-mail: ppm@gmail. limbah plastik berkelanjutan. Peserta mampu menghasilkan berbagai karya creative art berbahan daur ulang dengan potensi nilai ekonomi. Program ini sejalan dengan pencapaian SDGs 8, 9, 12, dan 17, serta berpotensi menjadi model pengabdian masyarakat berbasis ekonomi kreatif dan keberlanjutan. Copyright A 2026 Authors. This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution License (CC-BY-SA 4. which permits use, distribution and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited & ShareAlike terms followed. - 127 - Prajogi et al. , / Literasi Creative Art sebagai Strategi Penguatan Ekonomi Kreatif dan Kepedulian Lingkungan Masyarakat / 127 - 134 INTRODUCTION Pendekatan literasi creative art dipandang efektif sebagai media edukasi karena mengintegrasikan pembelajaran berbasis praktik dan pengalaman Monroe et al. menegaskan bahwa pendidikan lingkungan yang bersifat partisipatif dan experiential learning mampu meningkatkan kesadaran, sikap positif, serta keterlibatan aktif peserta dalam aktivitas ramah lingkungan. Dalam pendekatan workshop dan pendampingan berbasis praktik memungkinkan peserta untuk tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mengaplikasikan secara langsung keterampilan pengolahan limbah plastik menjadi produk kreatif. Permasalahan limbah plastik masih menjadi isu lingkungan yang serius di Indonesia, khususnya limbah plastik sekali pakai seperti botol plastik dan tutup botol. Tingginya konsumsi plastik dalam aktivitas sehari-hari tidak diimbangi dengan sistem pengelolaan limbah yang memadai, sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan dan degradasi ekosistem. Jambeck et al. menyebutkan bahwa Indonesia termasuk negara dengan kontribusi signifikan terhadap limbah plastik yang mencemari lingkungan laut akibat lemahnya sistem pengelolaan dan rendahnya tingkat daur ulang. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengelolaan limbah plastik masih memerlukan pendekatan alternatif yang lebih berkelanjutan dan berbasis partisipasi masyarakat. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Program pengabdian yang dirancang secara partisipatif dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat dinilai lebih efektif dalam meningkatkan kapasitas dan keberlanjutan dampak kegiatan (Wibowo & Suryono, 2. Melalui kolaborasi lintas keilmuan, perguruan tinggi dapat menghadirkan pendekatan yang komprehensif, mulai dari penguatan kreativitas pemanfaatan teknologi digital sederhana. Di sisi lain, limbah plastik sejatinya memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku produk kreatif apabila didukung oleh literasi, keterampilan, dan pola pikir yang tepat. Pendekatan kreativitas dan inovasi sebagai sumber utama penciptaan nilai tambah (Howkins, 2. Melalui pengolahan limbah plastik menjadi karya creative art yang fungsional dan estetis, permasalahan lingkungan dapat diintegrasikan dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, rendahnya literasi pengelolaan limbah dan keterampilan creative art menyebabkan potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal oleh Berdasarkan kondisi tersebut. Universitas Media Nusantara Citra menyelenggarakan Program Pengabdian kepada Masyarakat LIMITLESS CREATIVITY FROM RECYCLED PRODUCTS: AuOptimalisasi Creative Art dari Botol Plastik dan Tutup Botol Menjadi Karya Inovatif serta Produk KreatifAy. Program ini dirancang melalui kolaborasi lintas keilmuan antara Program Studi Manajemen. Desain Komunikasi Visual, dan Ilmu Komputer, dengan pendekatan workshop dan pendampingan berbasis praktik. Selain penguatan keterampilan creative art, kegiatan ini juga marketplace sederhana berbasis non-coding sebagai ekosistem pembelajaran dan publikasi karya kreatif peserta. Pengembangan ekonomi kreatif berbasis daur ulang limbah plastik juga sejalan dengan konsep ekonomi sirkular yang menekankan prinsip reduce, reuse, dan recycle. Sari et al. menyatakan bahwa pemanfaatan limbah plastik sebagai produk kreatif tidak hanya berkontribusi pada pengurangan beban lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, terutama bagi kelompok masyarakat seperti pelaku UMKM dan ibu rumah tangga. Oleh karena itu, kegiatan edukatif yang mengombinasikan kesadaran lingkungan dan keterampilan kreatif menjadi penting untuk mendorong perubahan persepsi masyarakat terhadap limbah plastik dari barang tidak bernilai menjadi sumber daya produktif. Pelaksanaan program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goal. , khususnya SDGs 8 (Decent Work and Economic Growt. SDGs 9 (Industry, - 128 - Journal of Sustainable Community Development Vol. 8 No. 1 (May, 2. Innovation, and Infrastructur. SDGs 12 (Responsible Consumption and Productio. , serta SDGs 17 (Partnerships for the Goal. (United Nations, 2015. UNDP, 2. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan mengevaluasi hasil kegiatan Literasi Creative Art berbasis daur ulang botol plastik dan tutup botol sebagai model pengabdian kepada masyarakat yang integratif, berkelanjutan, dan berorientasi pada penguatan ekonomi kreatif. potensi nilai ekonomi apabila dikemas secara estetis dan fungsional, serta didukung oleh narasi Pemanfaatan botol plastik dan tutup botol sebagai bahan creative art juga sejalan dengan konsep upcycling, yaitu proses peningkatan nilai guna material limbah menjadi produk dengan kualitas dan nilai lebih tinggi. Menurut Sung . , praktik upcycling berkontribusi terhadap pengurangan limbah sekaligus membuka peluang inovasi desain Namun, keberhasilan praktik ini sangat bergantung pada keterampilan teknis dan kreativitas pelaku, yang pada umumnya masih terbatas di tingkat masyarakat. LITERATURE REVIEW 1 Limbah Plastik dan Tantangan Lingkungan Limbah permasalahan lingkungan global yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan konsumsi produk plastik sekali pakai. Jambeck et al. menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan limbah plastik akibat keterbatasan sistem daur ulang dan rendahnya kesadaran masyarakat. Indonesia, pengelolaan limbah plastik masih didominasi oleh pendekatan pembuangan akhir, sehingga diperlukan strategi alternatif yang lebih berkelanjutan dan berbasis partisipasi masyarakat. 3 Literasi Creative Art sebagai Pendekatan Pemberdayaan Masyarakat Literasi creative art tidak hanya mencakup kemampuan teknis dalam menghasilkan karya, tetapi juga pemahaman konseptual mengenai desain, estetika, dan nilai guna produk. Pendekatan literasi ini dinilai efektif dalam kegiatan mengintegrasikan pembelajaran kognitif dan praktik langsung. Monroe et al. menyatakan bahwa pendekatan experiential learning dalam pendidikan lingkungan mampu meningkatkan keterlibatan peserta dan menghasilkan perubahan sikap yang lebih berkelanjutan dibandingkan metode ceramah konvensional. Pendekatan edukatif melalui literasi lingkungan dinilai efektif dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan limbah. Menurut Monroe et al. , pendidikan lingkungan yang dikombinasikan dengan praktik langsung mampu meningkatkan kesadaran, sikap positif, dan keterlibatan masyarakat dalam aktivitas ramah lingkungan, termasuk daur ulang dan pemanfaatan kembali limbah. Dalam konteks pengabdian kepada masyarakat, kegiatan workshop dan pendampingan berbasis praktik memberikan ruang bagi peserta untuk belajar melalui pengalaman langsung. Penelitian oleh Widiastuti et al. menunjukkan bahwa program pelatihan kreatif yang dilaksanakan kepercayaan diri, kreativitas, dan kemampuan produksi peserta, khususnya pada kelompok masyarakat non-formal seperti pelaku UMKM dan ibu rumah tangga. 2 Creative Art dan Ekonomi Kreatif Berbasis Daur Ulang Creative art merupakan bagian dari ekonomi kreatif yang menekankan pemanfaatan ide, kreativitas, dan keterampilan sebagai sumber utama penciptaan nilai (Howkins, 2. Pengolahan limbah plastik menjadi karya creative art tidak hanya berfungsi sebagai solusi lingkungan, tetapi juga sebagai sarana penguatan ekonomi kreatif berbasis komunitas. Penelitian oleh Pratama dan Hidayat . menunjukkan bahwa produk kreatif berbahan limbah memiliki 4 Peran Perguruan Tinggi dan Kolaborasi Lintas Keilmuan Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif dan keberlanjutan lingkungan melalui pelaksanaan - 129 - Prajogi et al. , / Literasi Creative Art sebagai Strategi Penguatan Ekonomi Kreatif dan Kepedulian Lingkungan Masyarakat / 127 - 134 Pengabdian kepada Masyarakat. Kolaborasi lintas keilmuan memungkinkan integrasi berbagai perspektif dan keahlian dalam menjawab permasalahan kompleks di masyarakat. Menurut Wibowo dan Suryono . , kegiatan pengabdian menghasilkan solusi yang lebih komprehensif dan RESEARCH METHOD 1 Metode Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode workshop dan pendampingan berbasis praktik . ractice-based learnin. Pendekatan ini dipilih karena sesuai dengan tujuan kegiatan, yaitu meningkatkan literasi creative art, kesadaran lingkungan, serta keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah botol plastik dan tutup botol menjadi karya inovatif dan produk kreatif yang bernilai tambah. Kolaborasi antara bidang manajemen, desain, dan teknologi informasi menjadi relevan dalam pengembangan produk kreatif berbasis limbah Bidang manajemen berperan dalam penguatan nilai ekonomi dan kewirausahaan, desain komunikasi visual mendukung aspek estetika dan identitas produk, sementara teknologi informasi berfungsi sebagai sarana pendukung publikasi dan pemasaran digital. Pendekatan ini sejalan dengan temuan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif . yang menekankan pentingnya ekosistem kreatif terpadu dalam 5 Pengabdian kepada Keterkaitan dengan SDGs Masyarakat 2 Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Kegiatan dilaksanakan di Lobby Hall MNC University. Jakarta, pada tanggal 14 dan 21 Januari 2026. Pelaksanaan kegiatan dibagi ke dalam dua batch, masing-masing batch dilaksanakan selama satu hari penuh. Pembagian batch dilakukan untuk memastikan efektivitas proses pendampingan, keterlibatan aktif peserta, serta optimalisasi penggunaan alat dan bahan creative art. 3 Metode dan Tahapan Pelaksanaan Program pengabdian berbasis daur ulang dan ekonomi kreatif memiliki keterkaitan erat dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG. United Nations . menekankan bahwa konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDGs . serta penciptaan lapangan kerja layak (SDGs . merupakan kunci pembangunan Selain itu, inovasi berbasis komunitas dan kolaborasi lintas sektor mendukung pencapaian SDGs 9 dan SDGs 17 (UNDP, 2. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan sebagai berikut: Tahap Persiapan Tahap ini meliputi koordinasi tim pengabdian lintas keilmuan (Manajemen. Desain Komunikasi Visual, dan Ilmu Kompute. , penyusunan modul materi, penyiapan alat dan bahan creative art berbasis botol plastik dan tutup botol, serta pengaturan teknis pelaksanaan kegiatan. Selain itu, dilakukan sosialisasi kegiatan kepada calon Berdasarkan kajian literatur tersebut, dapat disimpulkan bahwa literasi creative art berbasis daur ulang limbah plastik melalui pendekatan workshop dan pendampingan memiliki potensi besar sebagai model pengabdian kepada Integrasi kreativitas, dan ekonomi kreatif menjadikan LIMITLESS CREATIVITY FROM RECYCLED PRODUCTS relevan secara akademik dan kontekstual, serta berkontribusi terhadap Tahap Pelaksanaan Workshop Tahap ini diawali dengan penyampaian materi mengenai kesadaran lingkungan, permasalahan limbah plastik, serta konsep ekonomi kreatif berbasis daur ulang. Selanjutnya, peserta diberikan pelatihan creative art yang mencakup pengenalan desain produk, teknik pengolahan botol plastik dan tutup botol, serta aspek estetika - 130 - Journal of Sustainable Community Development Vol. 8 No. 1 (May, 2. dan fungsional produk. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif untuk mendorong partisipasi aktif peserta. Kegiatan Pengabdian Masyarakat LIMITLESS CREATIVITY FROM RECYCLED PRODUCTS dilaksanakan secara tatap muka dalam dua batch pada bulan Januari 2026 di Media Nusantara Citra University. Kegiatan berjalan sesuai dengan tahapan yang telah dirancang dalam proposal, meliputi penyampaian materi, workshop creative art, praktik pembuatan produk, serta pendampingan penggunaan website marketplace non-coding. Selama pelaksanaan kegiatan, peserta menunjukkan tingkat kehadiran dan partisipasi yang tinggi, khususnya pada sesi praktik dan diskusi interaktif. Tahap Praktik dan Pendampingan Peserta melakukan praktik langsung pembuatan karya creative art berbahan botol plastik dan tutup botol dengan pendampingan dari tim Pendampingan dilakukan secara intensif untuk membantu peserta dalam mengembangkan ide, teknik produksi, dan penyelesaian produk. Pada tahap ini juga diperkenalkan penggunaan website marketplace sederhana berbasis non-coding sebagai sarana pembelajaran, publikasi karya, dan pengenalan pemasaran digital produk kreatif. Keterlibatan aktif peserta terlihat dari antusiasme dalam mengikuti setiap sesi, mulai dari pengenalan permasalahan limbah plastik hingga praktik pengolahan botol plastik dan tutup botol menjadi karya creative art. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan workshop dan pendampingan berbasis praktik efektif dalam mendorong partisipasi dan keterlibatan peserta, sejalan dengan pendekatan experiential learning yang direkomendasikan dalam kegiatan pengabdian Tahap Evaluasi dan Refleksi Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi kegiatan, dan kuesioner kepuasan peserta. Observasi digunakan untuk workshop dan praktik, dokumentasi digunakan untuk merekam proses dan hasil karya creative art, sedangkan kuesioner digunakan untuk peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan manfaat kegiatan. Data yang diperoleh dianalisis menggambarkan pelaksanaan dan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Peningkatan Literasi Kesadaran Lingkungan Creative Art Hasil observasi dan kuesioner menunjukkan mengenai permasalahan limbah plastik dan Sebelum kegiatan, sebagian peserta memandang botol plastik dan tutup botol sebagai limbah yang tidak memiliki nilai guna. Namun setelah mengikuti rangkaian kegiatan, peserta mulai memahami potensi limbah plastik sebagai bahan baku karya creative art yang memiliki nilai estetika dan fungsi. 4 Indikator Keberhasilan Kegiatan Keberhasilan kegiatan diukur berdasarkan beberapa indikator, antara lain: . tingkat partisipasi aktif peserta selama kegiatan, . kemampuan peserta menghasilkan karya creative art berbahan botol plastik dan tutup botol, . peningkatan kesadaran lingkungan dan literasi creative art, serta . pemahaman awal peserta terhadap potensi pemanfaatan platform digital sebagai pendukung ekonomi kreatif. Peningkatan literasi creative art juga tercermin dari kemampuan peserta dalam mengembangkan ide desain dan mengaplikasikan teknik pengolahan limbah plastik. Peserta mampu mengombinasikan aspek kreativitas, fungsi, dan estetika dalam karya yang dihasilkan. Temuan ini sejalan dengan pendapat Monroe et al. yang menyatakan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman mampu meningkatkan kesadaran dan keterampilan peserta secara lebih efektif dibandingkan metode RESULTS AND DISCUSSION Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat - 131 - Prajogi et al. , / Literasi Creative Art sebagai Strategi Penguatan Ekonomi Kreatif dan Kepedulian Lingkungan Masyarakat / 127 - 134 pembelajaran pasif. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini didukung oleh kolaborasi lintas keilmuan antara Program Studi Manajemen. Desain Komunikasi Visual, dan Ilmu Komputer. Kolaborasi memungkinkan integrasi antara aspek kreativitas, nilai ekonomi, dan pemanfaatan teknologi digital dalam satu rangkaian kegiatan. Peserta komprehensif, tidak hanya mengenai teknik pembuatan produk, tetapi juga potensi pengembangan dan pemasaran karya. Hasil Karya Creative Art Berbahan Botol Plastik dan Tutup Botol Selama sesi praktik, peserta berhasil menghasilkan berbagai produk creative art berbahan botol plastik dan tutup botol, seperti aksesori, elemen dekoratif, serta produk fungsional sederhana. Variasi karya menunjukkan bahwa peserta mampu beradaptasi dengan bahan yang tersedia dan mengembangkan kreativitas masing-masing. Hasil dokumentasi kegiatan memperlihatkan bahwa sebagian karya memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai produk kreatif bernilai ekonomi. Temuan ini sejalan dengan Wibowo dan Suryono yang menekankan bahwa kolaborasi masyarakat mampu meningkatkan kualitas program dan memperluas dampak kegiatan secara Keberhasilan peserta dalam menghasilkan karya creative art mendukung konsep upcycling yang menekankan peningkatan nilai guna material Hal ini sejalan dengan temuan Sung . yang menyatakan bahwa upcycling dapat menjadi solusi inovatif dalam pengelolaan limbah sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru berbasis Implikasi terhadap Pencapaian SDGs Kegiatan LIMITLESS CREATIVITY FROM RECYCLED PRODUCTS berkontribusi terhadap pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG. Peningkatan keterampilan creative art dan pemahaman nilai ekonomi produk daur ulang mendukung SDGs 8 (Decent Work and Economic Growt. Pemanfaatan inovasi kreatif berbasis limbah plastik sejalan dengan SDGs 9 (Industry. Innovation, and Infrastructur. , sementara pengelolaan limbah dan praktik daur ulang mendukung SDGs 12 (Responsible Consumption and Productio. Kolaborasi lintas keilmuan dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan mencerminkan implementasi SDGs 17 (Partnerships for the Goal. Pendampingan dan Pengenalan Marketplace Sederhana Selain penguatan keterampilan creative art, kegiatan ini juga memperkenalkan website marketplace sederhana berbasis non-coding sebagai ekosistem pembelajaran dan publikasi Peserta memperoleh pemahaman awal mengenai pemanfaatan platform digital untuk menampilkan dan mempromosikan produk kreatif. Meskipun belum seluruh peserta memiliki pengalaman dalam pemasaran digital, pengenalan marketplace ini memberikan wawasan baru informasi dalam mendukung ekonomi kreatif berbasis komunitas. Secara keseluruhan, hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan literasi creative art berbasis daur ulang botol plastik dan tutup botol efektif sebagai model pengabdian kepada masyarakat yang integratif dan berkelanjutan. Pendekatan non-coding dipilih agar mudah diakses oleh peserta dengan latar belakang non-teknis. Hasil diskusi menunjukkan bahwa peserta menilai platform tersebut sebagai sarana yang relevan dan aplikatif untuk mendukung keberlanjutan kegiatan creative art setelah program pengabdian selesai. CONCLUSION AND RECOMMENDATION 1 Kesimpulan Program Literasi Creative Art berbasis daur ulang botol plastik dan tutup botol yang dilaksanakan oleh MNC University melalui Business Clinic telah berjalan dengan baik dan memberikan manfaat Peran Kolaborasi Lintas Keilmuan - 132 - Journal of Sustainable Community Development Vol. 8 No. 1 (May, 2. nyata bagi peserta. Kegiatan ini mampu meningkatkan kreativitas dan keterampilan peserta dalam mengolah limbah plastik menjadi produk kreatif yang memiliki nilai estetika serta potensi nilai ekonomi. Selain itu, program ini juga berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya pengelolaan limbah plastik dan penerapan prinsip keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari. dikembangkan ke dalam seri lanjutan dengan variasi tema dan tingkat kesulitan yang disesuaikan dengan kemampuan peserta. Penguatan Materi dan Fasilitas Perlu disediakan modul atau panduan praktik tertulis sebagai bahan pembelajaran lanjutan bagi peserta, serta peningkatan kelengkapan dan fungsi alat praktik agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih optimal. Pendekatan partisipatif melalui workshop interaktif, praktik langsung, dan pendampingan terbukti efektif dalam mendorong keterlibatan aktif peserta dari berbagai latar belakang. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan peserta berada pada kategori baik hingga sangat baik, yang mencerminkan kesesuaian materi, kualitas narasumber, serta relevansi kegiatan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, program Creative Art dapat dipandang sebagai model pengabdian kepada masyarakat yang lingkungan, pengembangan kreativitas, dan penguatan ekonomi kreatif secara berkelanjutan. Pengembangan Nilai Ekonomi Kegiatan lanjutan dapat diarahkan pada aspek pengemasan produk, pemasaran, dan digital branding guna memperkuat potensi ekonomi kreatif dari produk hasil daur ulang plastik. Kolaborasi dan Kemitraan Disarankan adanya kolaborasi yang lebih luas dengan pelaku industri kreatif, komunitas lingkungan, serta UMKM untuk memperluas dampak kegiatan dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis daur ulang. 2 Rekomendasi