JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 DETERMINASI WORK LIFE BALANCE DAN KINERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN KARGO INTERNASIONAL DI JAKARTA Esti Liana1. Supardi2. Primadi Candra Susanto3 Institut Transportasi dan Logistik Trisakti. Jakarta. Indonesia. estimrshartono@gmail. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Jakarta. Indonesia. supardi@dsn. Institut Transportasi dan Logistik Trisakti. Jakarta. Indonesia. primstrisakti@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh resilience, mentoring dan counseling terhadap kinerja karyawan melalui work life balance pada Perusahaan Kargo XYZ dan ABC yang nantinya dapat digunakan pada penelitian selanjutnya dalam lingkup manajemen sumber daya manusia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian literature review ini yaitu kuantitatif deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini data primer, yang diperoleh dari kuesioner dengan skala pengukuran skala likert 1-5 . angat tidak setuju-sangat setuj. , yang diisi oleh seluruh karyawan pada Perusahaan Kargo XYZ dan ABC. Populasi penelitian ini sebanyak 127 karyawan pada perusahaan kargo XYZ dan ABC. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan Sampling Jenuh. Total sampel pada penelitian ini sebanyak 127 karyawan. Alat anylisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu SmartPLS 4. Data yang diperoleh kemudian di analisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan berdasarkan atas data-data primer yang diperoleh. Data akan di sajikan dalam bentuk angka-angka yang kemudian di interprestasikan. Hasil penelitian berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan menunjukkan bahwa: . Resilience tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Work Life Balance. Mentoring berpengaruh positif dan signifikan terhadap Work Life Balance. Counseling berpengaruh positif dan signifikan terhadap Work Life Balance. Resilience tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Mentoring tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Counseling berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Work Life Balance tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Resilience tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan melalui Work Life Balance. Mentoring tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan melalui Work Life Balance. Counseling tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan melalui Work Life Balance. Keywords: Kinerja Karyawan. Work Life Balance. Resilience. Mentoring. Counseling Abstract This research aims to see the effect of resilience, mentoring and counseling on employee performance through work life balance at XYZ and ABC Cargo Company which can later be used in further research in the scope of human resource management. The approach used in this literature review research is descriptive quantitative. The data used in this study are primary data, obtained from a questionnaire with a Likert scale measurement scale of 1-5 . trongly disagree-strongly agre. , which was filled in by all employees at XYZ and ABC Cargo Company. The population of this study were 127 employees at XYZ and ABC cargo company. The sampling technique is using Saturated Sampling. The total sample in this study was 127 employees. The analysis tool used in this research is SmartPLS 4. The data obtained is then analyzed with quantitative descriptive analysis techniques based on the primary data obtained. The data will be presented in the form of numbers which are then interpreted. The results of the study based on the results of the data analysis conducted show that: . Resilience has no positive and insignificant effect on Work Life Balance. Mentoring has a positive and significant effect on Work Life Balance. Counseling has a positive and significant effect on Work Life Balance. Resilience has no positive and insignificant effect on Employee Performance. Mentoring has no positive and insignificant effect on Employee Performance. Counseling has a positive and significant effect on Employee Performance. Work 1 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 Life Balance has no positive and insignificant effect on Employee Performance. Resilience has no positive and insignificant effect on Employee Performance through Work Life Balance. Mentoring has no positive and insignificant effect on Employee Performance through Work Life Balance. Counseling has no positive and insignificant effect on Employee Performance through Work Life Balance. Keywords: Employee Performance. Work Life Balance. Resilience. Mentoring. Counseling PENDAHULUAN kehidupan kerja yang lebih baik. Kinerja karyawan merupakan salah Resiliensi seseorang untuk bangkit kembali dari kesulitan keberhasilan bisnis apa pun, termasuk dan beradaptasi dengan perubahan. Dalam lingkungan kerja yang dinamis seperti industri Dalam konteks industri pengiriman barang, di mana kecepatan dan efisiensi menjadi kuncinya, isu-isu mengatasi stres dan tantangan dengan lebih karyawan dapat memiliki dampak yang Penelitian yang dilakukan oleh Aprilia, . menunjukkan bahwa karyawan yang kepuasan pelanggan (Susanto et al. , 2. resilien dapat meningkatkan kinerjanya dalam Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja menghadapi tekanan yang tinggi. Oleh karena karyawan adalah keseimbangan kehidupan itu, penting bagi Perusahaan Kargo XYZ dan Ketidakseimbangan ini sering kali ABC program yang dapat meningkatkan resiliensi penurunan motivasi, yang pada gilirannya berdampak negatif pada kinerja karyawan. Mentoring Menurut survei yang dilakukan oleh merupakan dua aspek penting yang dapat Ali et al. , . , sekitar 76% karyawan membantu karyawan mencapai keseimbangan merasa berada di bawah tekanan yang kehidupan kerja yang lebih baik. Program berlebihan di tempat kerja, sering kali disebabkan oleh tuntutan pekerjaan yang kepada karyawan untuk mengembangkan tinggi tanpa dukungan yang memadai dari keterampilan dan pengetahuan yang mereka Dalam konteks Perusahaan butuhkan untuk menghadapi tantangan dalam Kargo XYZ dan ABC, di mana karyawan pekerjaan mereka. Menurut penelitian Yandi & sering menghadapi tenggat waktu yang ketat Bimaruci Hazrati Havidz, . , karyawan dan beban kerja yang tinggi, penting untuk yang terlibat dalam program mentoring memahami bagaimana faktor-faktor seperti memiliki tingkat kepuasan kerja yang lebih resiliensi, pendampingan, dan konseling tinggi dan cenderung berkinerja lebih baik. dapat berkontribusi pada keseimbangan Sementara itu, konseling dapat memberikan 2 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 ruang bagi karyawan untuk membicarakan Di mana diperoleh bahwa faktor yang masalah yang mereka hadapi baik di dalam mempengaruhi kinerja karyawan dan work life balance paling dominan yaitu Resilience membantu mereka untuk mengelola stres dengan nilai 92 . ebagai variabel X. , dengan lebih baik. Mentoring nilai 90 . ebagai variabel X. dan Mempertimbangkan semua faktor di atas, penting bagi Perusahaan Kargo XYZ ABC Penelitian terutama bagi perusahaan kargo XYZ dan mengimplementasikan strategi yang dapat ABC, di mana untuk mengetahui pengaruh meningkatkan kinerja karyawan melalui faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan pengembangan resiliensi, pendampingan, dan dan work life balance. Tujuan penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi informasi meningkatkan kinerja individu, tetapi juga positif bagi Kinerja karyawan dan Work Life Balance Perusahaan Kargo XYZ dan ABC. Hal Counseling nilai 88 . ebagai variabel X. perusahaan secara keseluruhan. Pada bab ini, kami akan membahas data dari pra-survei KERANGKA TEORI terhadap 127 karyawan di Perusahaan Kargo Kinerja Karyawan XYZ dan ABC untuk mengidentifikasi faktor-faktor dan produktivitas seorang karyawan dalam terhadap kinerja karyawan dan keseimbangan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya kehidupan kerja. sesuai dengan standar yang telah ditetapkan Hasil Kinerja karyawan mengacu pada hasil pra-survei oleh organisasi. Kinerja yang baik biasanya responden di Perusahaan Kargo XYZ dan mencerminkan kemampuan karyawan dalam ABC untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan dan menunjukkan komitmen terhadap tujuan keseimbangan kehidupan kerja. Dalam survei ini, responden diminta untuk memberikan terhadap pencapaian hasil yang optimal. penilaian terhadap sepuluh faktor yang Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja menurut mereka karyawan antara lain lingkungan kerja, konseling, dukungan manajemen, lingkungan waktu yang baik (Aziz et al. , 2. Indikator atau dimensi yang terdapat Berdasarkan hasil pra riset yang mereka, termasuk resiliensi, mentoring, kerja, dan lain-lain. pada variabel Kinerja Karyawan meliputi: . Kuantitas Mengukur Perusahaan Kargo XYZ dan ABC terkait pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam fenomena kinerja karyawan dan work life jangka waktu tertentu. Hal ini mencerminkan 3 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 produktivitas karyawan dalam hal volume kerja yang fleksibel. Keterlibatan . Kualitas Kerja: Mengukur sejauh Keluarga: Mengukur kemampuan karyawan mana hasil kerja memenuhi standar yang untuk mencurahkan waktu dan perhatian telah ditetapkan, termasuk ketepatan dan pekerjaan (Badrianto & Ekhsan, 2. Efisiensi Waktu: Mengukur kemampuan karyawan untuk Variabel Work Life Balance relevan menyelesaikan tugas dalam atau sebelum dengan penelitian yang dilakukan oleh: (Novianto, 2. dan (Hasan et al. , 2. (Latuconsina et al. , 2. Resilience Variabel Kinerja Karyawan relevan Resiliensi dengan penelitian yang dilakukan oleh: seseorang untuk bangkit kembali dan tetap (Widodo, 2. , (Fauzi et al. , 2. produktif setelah mengalami tekanan, stres, (Silitonga & Widodo, 2. atau situasi sulit. Karyawan yang resilien cenderung lebih cepat bangkit dari kegagalan. Work Life Balance Keseimbangan beradaptasi dengan perubahan, dan tetap fokus pada tujuan meskipun menghadapi merupakan kemampuan individu untuk Dalam lingkungan kerja yang menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dengan dinamis, kemampuan untuk tetap tangguh dan kehidupan pribadi, keluarga, dan aktivitas fleksibel adalah kualitas penting yang dapat lain di luar pekerjaan. Keseimbangan ini membantu karyawan mempertahankan kinerja dan kesejahteraan mereka (Laurenza, 2. meningkatkan kepuasan kerja, dan menjaga Indikator atau dimensi yang terdapat kesehatan mental dan fisik (Yunita et al. Resilience Kemampuan beradaptasi: Mengukur seberapa Indikator atau dimensi yang terdapat cepat karyawan dapat menyesuaikan diri pada variabel Work Life Balance meliputi: dengan perubahan atau tantangan di tempat . Fleksibilitas Waktu: Mengukur kebebasan . Pengendalian Emosi: Mengukur karyawan untuk mengatur jadwal kerja yang kemampuan karyawan dalam mengelola stres dan emosi negatif ketika dihadapkan pada menyeimbangkan waktu antara pekerjaan Kegagalan: Dukungan Pemulihan Mengukur Perusahaan: Mengukur karyawan dapat bangkit dan melanjutkan hidup setelah mengalami kegagalan atau kebijakan untuk mendukung keseimbangan kesalahan (Rahardi et al. , 2. kehidupan kerja, seperti cuti dan jadwal 4 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 Variabel Resilience relevan dengan Variabel Mentoring relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh: (Zainal et penelitian yang dilakukan oleh: (Widodo, , 2. dan (Trieu et al. , 2. dan (Amanillah, 2. Mentoring Counseling Mentoring merupakan proses di mana Konseling merupakan proses interaksi individu yang lebih berpengalaman, atau antara konselor dan karyawan atau individu mentor, memberikan bimbingan, saran, dan lain yang membutuhkan dukungan emosional dukungan kepada individu yang kurang dan psikologis. Tujuan konseling adalah untuk membantu individu mengatasi masalah pengembangan karier atau pribadi. Melalui mentoring, mentee mendapatkan wawasan memengaruhi kinerja, kesejahteraan mental, (Budiharjo & Nur, 2. keterampilan, membuat keputusan karier Indikator atau dimensi yang terdapat yang lebih baik, dan mengatasi tantangan di tempat kerja. Mentoring juga memperkuat Mendengarkan hubungan antara karyawan dan organisasi, mendengarkan dengan empati dan tanpa menghakimi permasalahan karyawan. jangka panjang (Didin Sjarifudin & Zahara Identifikasi Masalah: Mengukur keefektifan Tussoleha Rony, 2. Indikator atau dimensi yang terdapat pada variabel Mentoring meliputi: Pengembangan Karier: Mengukur Counseling Aktif: Mengukur dan . Problem Solving: Mengukur kemampuan konselor dalam memberikan strategi atau solusi yang relevan untuk keterampilan dan mencapai tujuan karir. membantu karyawan mengatasi masalah Umpan Balik: Mengukur seberapa sering mereka (Riyanti, 2. dan konstruktif mentor memberikan umpan Variabel Counseling relevan dengan balik kepada mentee untuk meningkatkan penelitian yang dilakukan oleh: (Rahman et , 2. dan (Hidayati, 2. Dukungan Motivasi: Mengukur sejauh mana mentor memberikan dukungan emosional dan motivasi kepada (Jumawan et al. , 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Strategi ini dipilih karena 5 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 mengeksplorasi dan memahami fenomena menggunakan uji Validitas. Reliabilitas. Inner Model. Outer Model, dan Uji Hipotesis. yang terkait dengan kinerja karyawan dan work life balance. Pengumpulan dan analisis HASIL DAN PEMBAHASAN data kuantitatif deskriptif memungkinkan Pada penelitian ini, hasil penelitian peneliti untuk menyesuaikan metodologi meliputi pengujian outer model dan inner mereka dengan persyaratan penelitian dan karakteristik orang yang diteliti. Survei ini Outer Model Uji Validitas melibatkan 127 responden, yang keseluruhan Convergent Validity merupakan karyawan pada perusahaan Kargo Jika koefisien korelasi > 1 atau = 1. XYZ dan ABC. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu sampel dibawah ini merupakan hasil uji outer model convergen validity (Santosa, 2. dijadikan sampel penelitian. Dengan ukuran Perusahaan Kargo XYZ dan ABC. dianggap tinggi. Berdasarkan output olah data, bahwa keseluruhan variabel yang digunakan dalam penelitian ini bisa dinyatakan valid, karena Data primer yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari kuesioner yang diisi memperoleh nilai loading factor > 0. 60, maka oleh karyawan pada Perusahaan Kargo XYZ dapat dinyatakan indikator setiap variabel dan ABC. Data primer dari kuesioner memenuhi syarat untuk diteliti. dikumpulkan melalui Google Form, yang AVE (Average Variance Extracte. Variabel laten dapat menjelaskan rata- Untuk mendukung penelitian rata lebih dari setengah varian dari indikator- tentang kinerja karyawan dan work life Berdasarkan penelitian sebelumnya dari artikel jurnal menggunakan Smart PLS, diperoleh nilai AVE akademik terkemuka, termasuk Thomson dari variabel Resilience 0. Mentoring Reuters Journal. Springer. Taylor & Francis, 698. Counseling 0. Work Life Balance Scopus. Emerald. Sage. Web of Science. Sinta 652 dan Kinerja Karyawan 0. Hal Journal. DOAJ, dan EBSCO, serta platform tersebut menunjukkan bahwa keseluruhan seperti Publish or Perish dan Google Scholar, variabel dalam penelitian ini memperoleh nilai buku, dan dokumen relevan lainnya, untuk lebih dari (>) 0. 5, artinya setiap variabel memiliki validitas diskriminan yang baik. karyawan dan work life balance. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Outer Model Uji Reliabilitas SmartPLS Composite Reliability Penelitian 6 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 Uji reliabilitas ini ditujukan untuk koefisien jalur sebesar -0. 183 dengan nilai t mengukur seberapa relevan dan konsisten statistik sebesar 1. 896 dan nilai P Values 0. seorang responden di dalam menjawab atau Nilai tersebut lebih kecil (<) dari nilai t tabel mengisi kuisioner, berkaitan dengan kuisioner . dan nilai P Values lebih besar (>) 0. yang diberikan. artinya tidak berpengaruh positif dan tidak Berdasarkan menggunakan Smart PLS, diperoleh nilai Maka Resilience tidak berpengaruh cronbachAos alpha variabel Resilience sebesar positif dan tidak signifikan terhadap Work Life 856, nilai cronbachAos alpha Mentoring Balance (H1 Ditola. cronbachAos Counseling sebesar 0. 838, nilai cronbachAos Pengaruh Mentoring terhadap Work alpha Work Life Balance sebesar 0. 867 dan Life Balance nilai cronbachAos alpha sebesar 0. Hal Hasil tersebut menunjukkan bahwa keseluruhan menunjukkan pengaruh Mentoring terhadap Work Life Balance. Hasil analisis uji hipotesis keseluruhan variabel dinyatakan reliabel. memperoleh nilai (O) yang di mana koefisien jalur sebesar 0. 371 dengan nilai t statistik Analisis Model Struktural (Inner Mode. Pengujian tersebut lebih besar (>) dari nilai t tabel . bertujuan untuk melihat adanya hubungan dan nilai P Values lebih kecil (<) 0. 05, artinya berpengaruh positif dan signifikan. 659 dan nilai P Values 0. Nilai signifikan dan R Square. Hasil Pengujian Maka Mentoring berpengaruh positif dan Hipotesis (Uji Signifikans. signifikan terhadap Work Life Balance (H2 Diterim. Pengujian output path coefficients dan indirect effect: Pengaruh Counseling terhadap Work Tujuan dari pengujian bootstrapping ini untuk Life Balance meminimalisir ketidaknormalan pada data Hasil Berikut menunjukkan pengaruh Counseling terhadap Work Life Balance. Hasil analisis uji hipotesis Pengaruh Resilience terhadap Work memperoleh nilai (O) yang di mana koefisien Life Balance jalur sebesar 0. 432 dengan nilai T statistik Hasil pengujian hipotesis pertama 412 dan nilai P Values 0. Nilai menunjukkan pengaruh Resilience terhadap tersebut lebih besar (>) dari nilai t tabel . Work Life Balance. Hasil analisis uji dan nilai P Values lebih kecil (<) 0. 05, artinya hipotesis memperoleh nilai (O) yang di mana berpengaruh positif dan signifikan. 7 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 Maka Counseling berpengaruh positif dan signifikan terhadap Work Life Balance (H3 Diterim. Pengaruh Counseling terhadap Kinerja Karyawan Hasil menunjukkan pengaruh Counseling terhadap Pengaruh Resilience terhadap Kinerja Karyawan Kinerja Karyawan. Hasil analisis uji hipotesis memperoleh nilai (O) yang di mana koefisien Hasil pengujian hipotesis keempat jalur sebesar 0. 993 dengan nilai T statistik menunjukkan pengaruh Resilience terhadap 496 dan nilai P Values 0. Nilai Kinerja Karyawan. Hasil analisis uji hipotesis tersebut lebih besar (>) dari nilai t tabel . memperoleh nilai (O) yang di mana koefisien dan nilai P Values lebih kecil (<) 0. 05, artinya jalur sebesar 0. 011 dengan nilai T statistik berpengaruh positif dan signifikan. 685 dan nilai P Values 0. Nilai Maka Counseling berpengaruh positif tersebut lebih kecil (<) dari nilai t tabel dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan (H6 . dan nilai P Values lebih besar (>) Diterim. 05, artinya tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan. Pengaruh Work Life Balance terhadap Maka Resilience tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan (H4 Ditola. Kinerja Karyawan Hasil menunjukkan pengaruh Work Life Balance terhadap Kinerja Karyawan. Hasil analisis uji Pengaruh Mentoring terhadap Kinerja Karyawan Hasil hipotesis memperoleh nilai (O) yang di mana koefisien jalur sebesar -0. 007 dengan nilai T statistik sebesar 1. 026 dan nilai P Values 0. menunjukkan pengaruh Mentoring terhadap Nilai tersebut lebih kecil (<) dari nilai t tabel Kinerja Karyawan. Hasil analisis uji hipotesis . dan nilai P Values lebih besar (>) 0. memperoleh nilai (O) yang di mana koefisien artinya tidak berpengaruh positif dan tidak jalur sebesar 0. 004 dengan nilai T statistik 287 dan nilai P Values 0. Nilai Maka Work Life Balance tersebut lebih kecil (<) dari nilai t tabel berpengaruh positif dan tidak signifikan . dan nilai P Values lebih besar (>) terhadap Kinerja Karyawan (H7 Ditola. 05, artinya tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan. Pengaruh Resilience terhadap Kinerja Maka Mentoring tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan (H5 Ditola. Karyawan melalui Work Life Balance Hasil pengujian hipotesis kedelapan menunjukkan pengaruh Resilience terhadap Kinerja Karyawan melalui Work Life Balance, 8 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 sebagaimana dilihat pada tabel 6. Hasil Kinerja Karyawan melalui Work Life Balance. analisis uji hipotesis memperoleh nilai (O) Hasil analisis uji hipotesis memperoleh nilai yang di mana koefisien jalur sebesar 0. (O) yang di mana koefisien jalur sebesar -0. dengan nilai T statistik sebesar 0. 825 dan nilai dengan nilai T statistik sebesar 0. 341 dan nilai P Values 0. Nilai tersebut lebih kecil (<) P Values -0. Nilai tersebut lebih kecil (<) dari nilai t tabel . dan nilai P Values dari nilai t tabel . dan nilai P Values lebih lebih besar (>) 0. 05, artinya tidak berpengaruh besar (>) 0. 05, artinya tidak berpengaruh positif positif dan tidak signifikan. dan tidak signifikan. Maka Resilience tidak berpengaruh Maka Counseling tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan melalui Work Life Balance (H8 Karyawan melalui Work Life Balance (H10 Ditola. Ditola. Pengaruh Mentoring terhadap Kinerja PEMBAHASAN Karyawan melalui Work Life Balance Studi tentang determinasi work-life Hasil pengujian hipotesis kesembilan balance dan kinerja karyawan pada perusahaan menunjukkan pengaruh Mentoring terhadap kargo internasional di Jakarta menunjukkan Kinerja Karyawan Life bahwa keseimbangan antara kehidupan kerja Balance. Hasil dan pribadi memiliki pengaruh signifikan memperoleh nilai (O) yang di mana koefisien terhadap produktivitas dan kepuasan kerja jalur sebesar -0. 003 dengan nilai T statistik Dalam lingkungan perusahaan 948 dan nilai P Values -0. Nilai kargo yang dinamis, tekanan pekerjaan dan tersebut lebih kecil (<) dari nilai t tabel tuntutan waktu sering kali menjadi tantangan . dan nilai P Values lebih besar (>) utama bagi karyawan. Namun, penerapan 05, artinya tidak berpengaruh positif dan kebijakan seperti fleksibilitas waktu kerja, tidak signifikan. dukungan manajemen terhadap kesejahteraan Work Maka Mentoring tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja kehidupan kerja dapat meningkatkan performa Karyawan melalui Work Life Balance (H9 individu dan organisasi secara keseluruhan. Ditola. Dengan menciptakan lingkungan kerja yang Pengaruh Counseling perusahaan tidak hanya mampu meningkatkan Kinerja Karyawan melalui Work Life kepuasan karyawan tetapi juga menjaga daya Balance Temuan Hasil pengujian hipotesis kesepuluh menegaskan pentingnya strategi yang holistik menunjukkan pengaruh Counseling terhadap dalam mengelola sumber daya manusia di 9 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 industri yang berorientasi pada hasil dan KESIMPULAN Berdasarkan rumusan masalah, hasil dan pembahasan di atas, maka kesimpulan dari penelitian ini yaitu: . Resilience tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Work Life Balance. Mentoring berpengaruh positif dan signifikan terhadap Work Life Balance. Counseling berpengaruh positif dan signifikan terhadap Work Life Balance. Resilience tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Mentoring tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Counseling berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Work Life Balance tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Resilience tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan melalui Work Life Balance. Mentoring tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan melalui Work Life Balance. Counseling tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan melalui Work Life Balance. DAFTAR PUSTAKA