PUBLIPRENEUR POLIMEDIA: JURNAL ILMIAH JURUSAN PENERBITAN POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF Vol. No. Dec 2021 hal. Submitted: 16 Nov 2021 Accepted: 10 Dec 2021 PENGEMBANGAN DESAIN TEKSTIL SERAT DAUN NANAS UNTUK PRODUK FASHION Rachmawaty Politeknik Negeri Media Kreatif E-mail: rachmawaty. dm@polimedia. ABSTRACT Pineapple leaf fiber textile as a fashion product visually did not experience significant changes, the existence of artificial pineapple leaf fiber textiles, cheap textile prices, and the saturation of textile designs made people's interest in this textile decreased which impacted on textile sales and the productivity of craftsmen. This study seeks to develop textile designs to obtain an alternative to pineapple leaf fiber textiles that are more innovative and have a high selling value. For this purpose, this research was conducted using experimental methods and community empowerment approaches through training. From the experimental analysis, it is known that pineapple leaf fiber has the ability to be twisted into yarn of various sizes. The combination of pineapple leaf fiber yarn with silk, voscose, and cotton plus the application of silver yarn adds an exclusive impression. As for the motifs, the insertion technique on the special plain woven is able to produce a unique and innovative fabric texture. Pineapple leaf fiber textile can be used as an elegant fashion product and has high selling value. Keywords : Pineapple leaf fiber. Textile. Fashion product ABSTRAK P4MP berperan membantu Direktur dalam menjamin mutu pendidikan di Politeknik Negeri Media Kreatif. Dalam menjalankan peran tersebut. P4MP melakukan survei pemahaman civitas academica dan para pemangku kepentingan terhadap Visi. Misi. Tujuan, dan Strategi (VMTS) Polimedia. Survei ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan pemahaman dosen, tendik, mahasiswa, para pejabat fungsional dan struktural terhadap VMTS Polimedia. Peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan purposive random Berdasarkan olah data survei, diketahui 96,9% dosen mengetahui dan 87,8% dosen memahami VMTS Polimedia. Selanjutnya, 96,1% tendik mengetahui dan 84,3% tendik memahami VMTS Polimedia. Untuk mahasiswa, sebanyak 73,86% mahasiswa mengetahui dan 62,2% mahasiswa memahami maksud VMTS Polimedia. Responden mengetahui VMTS Polimedia dari 45,6% laman Polimedia, 25,3% media sosial Polimedia, 17% papan pengumuman di kampus, 7,4% buku peraturan akademik, dan 4,7% dari media lainnya. Kata kunci: pemahaman, visi, misi, tujuan, sasaran Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. December 2021 hal. PENDAHULUAN Melihat perkembangannya di Indonesia, tekstil serat daun nanas sebagai produk fesyen secara visual tidak mengalami Perubahan yang terjadi hanya Disamping itu beberapa pengrajin lainnya yang ingin meraih tekstil serat daun nanas tiruan hampir sama. Dengan harga yang jauh lebih murah, dengan desain tekstil yang kurang baik ditambah kurang memiliki wawasan dan pengetahuan mengenai tekstil serat daun nanas. Hal ini turut masyarakat sebagai konsumen yang berakibat pada penurunan penjualan tekstil serat daun nanas di pasaran serta berimbas kepada Hasil wawancara pengetahuan tentang pengolahan serat daun nanas di Kabupaten Subang, juga terjadi di Kota Majalaya sebagai kota yang terkenal dengan tekstilnya. Hasil survey yang dilakukan terhadap pengrajin tenun di Majalaya menunjukkan belum pernah menggunakan serat daun nanas sebagai material tekstil. hanya pada pemberian motif atau corak, tetapi pada keseluruhan desain, baik itu desain busana, desain tekstil dan juga pada masyarakat tentang tekstil serat Diharapkan masyarakat dengan mengenal tekstil serat daun nanas, dengan desain tekstil yang lebih inovatif bila diterapkan pada busana yang lebih modern dan elegan mampu meningkatkan kembali produktifitas pengrajin tekstil serat daun nanas baik mulai dari tahap ekstraksi hingga pada pembuatan tekstil dan produk jadi . eady to wea. Berdasarkan penelitian ini menitik beratkan tekstil serat daun nanas melalui pemberdayaan dengan pelatihan dari hasil eksperimen yang telah dilakukan sebelumnya guna masyarakat tentang tekstil daun tekstil serat daun nanas kembali berdampak kepada peningkatan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat pengrajin. Penelitian ini bertujuan . mengembangkan desain tekstil pengembangan produk tekstil melalui pelatihan guna mengatasi Sebaiknya produk fesyen dari tekstil serat daun nanas diperlukan tidak e-ISSN 2723-6323 p-ISSN 2338-5049 Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. December 2021 hal. masyarakat tentang tekstil serat daun nanas. Sehingga dengan pengembangan desain tekstil serat daun nanas diharapkan munculnya karya-karya inovatif dari tekstil serat daun nanas yang mampu menambah bentuk baru dalam dunia pertekstilan di Indonesia. Proses pemberdayaan kecenderungan, yaitu pertama memberikan atau mengalihkan sebagian kekuasaan, kekuatan masyarakat agar lebih berdaya . urvival of the fitte. , dan kedua menstimulus, mendorong atau mempunyai kemampuan (Harry Hikmat, 2006:. Proses melalui pelatihan pengolahan serat daun nanas diharapkan pengetahuan tentang tekstil dan menjadi peluang usaha tingkat . ome industr. sehingga muncullah pengusaha-pengusaha baru. narasumber, materi pustaka, observasi langsung dan rekaman Sumber data terdiri dari sumber primer yaitu sumber yang berasal dari lapangan mengenai kondisi geografis, demografi dan Kabupaten Subang dan Majalaya serta hal-hal mengenai serat daun Data tambahan diperoleh dari literatur, lembaga/instansi pembudidayaan dan pengolahan serat daun nanas, seperti Balai Besar Tekstil. Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Badan Standar Nasional. Badan Pusat Statistik. Departemen Industri. Departemen Pertanian. Langkah yang dilakukan untuk memperoleh data dilakukan survey/observasi penghasil dan pengrajin serat daun nanas di Kabupaten Subang serta pengrajin tenunan di Majalaya. Pencatatan terhadap hasil pengamatan dan wawancara dengan narasumber dilakukan disertakan dengan perekaman visual berupa foto. Pencatatan juga dilakukan saat proses hingga struktur, desain dan teknik. Analisa yang digunakan dalam Bentuk . aterial, ide, dan pembentuk yang lainny. dan Cara . truktur dan kombinas. METODE PENELITIAN Penelitian masyarakat melalui pelatihan pengolahan serat daun nanas dari Dalam eksperimen terdapat data-data yang harus diukur kualitatif Sumber data diperoleh dari e-ISSN 2723-6323 p-ISSN 2338-5049 Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. December 2021 hal. TANAMAN NANAS KABUPATEN SUBANG Berdasarkan hasil wawancara dengan ketua kelompok tani kecamatan Jalancagak, bibit nanas jenis smooth cayenne dibawa ke Subang sekitar tahun 1959 sebagai tanaman pekarangan rumah. Awalnya buah nanas sebatas untuk oleh-oleh dari suatu keluarga, karena banyaknya permintaan akan buah nanas, dalam bentuk perkebunan sekitar tahun 1970-an. Pada awal abad 21 kelompok tani nanas. Kelompok koordinasi seluruh petani yang kini menyebar dan menjadi mata pencaharian utama masyarakat Subang. Disamping kelompok tani juga didirikan kelompok Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang bergerak dibidang pengolahan buah nanas menjadi berbagai jenis sudah cukup maju, masyarakat lebih memilih pekerjaan yang lebih cepat menghasilkan uang tanpa harus berkreatifitas tinggi. Hingga kini pengolahan serat daun nanas di kedua desa tersebut hanya dilakukan oleh satu kelompok tani. Selain itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sehingga para petani enggan untuk mengolah serat daun nanas. Informasi mengenai pengolahan serat daun nanas juga belum merata keseluruh petani. Pengolahan serat daun nanas yang ada baru sebatas pada pemisahan serat dari daun dengan cara mekanik, yaitu dengan mesin dekortikator. MAJALAYA SEBAGAI KOTA PENENUN Kegiatan menenun di Majalaya merupakan tradisi turun-temurun yang dimulai pada tahun 1930-an. Industri tekstil yang telah menjadi tumpuan hidup masyarakat itu, secara perlahan tapi pasti kian Gejala mulai tampak sejak awal tahun 70-an dan hingga kini belum menunjukkan tandatanda perbaikan meskipun sisasisa kejayaan itu masih bisa disaksikan dari gemuruh mesin tenun tradisional di sebagian rumah penduduk. Mereka adalah pengrajin tenun generasi kedua atau ketiga yang tetap setia menekuni usaha warisan orang tua, meski dengan kondisi Desa Tambakan dan Desa Tambak Mekar adalah wilayah yang paling banyak terdapat tanaman nanas. Limbah daun nanas pernah dibudidayakan untuk diambil seratnya menjadi tekstil, namun tidak mengalami Penyebabnya adalah pemasaran yang kurang serta sumber daya manusia yang perekonomian masyarakat yang e-ISSN 2723-6323 p-ISSN 2338-5049 Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. December 2021 hal. Masuknya pengaruh dari warga asing, banyak industri tenun rumahan mulai tergeser dan bangkrut karena tidak mampu bersaing dengan produk yang dihasilkan oleh ATM pada industri berskala menengah dan Beberapa kegiatan usaha yang sangat Sekitar tahun 1970-an banyak pabrik-pabrik pribumi yang dijual terhadap pengusaha asing atau WNI non-pribumi, karena persaingan yang ketat dengan industri menengah dan besar yang menggunakan ATM dengan kapabilitas yang besar pula, sebagian kecil masyarakat masih mempertahankan usaha tenun ATBM dengan strategi dan pangsa pasar yang berbeda dengan industri besar. Jenis tekstil yang dihasilkan adalah tekstil yang hanya bisa dilakukan dengan ATBM dan tidak mampu dibuat oleh ATM. Disini, butuh strategi khusus untuk mensiasati persaingan yang ketat e-ISSN 2723-6323 p-ISSN 2338-5049 Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. December 2021 hal. PENGEMBANGAN TEKSTIL SERAT DAUN NANAS Proses pengembangan tekstil serat daun nanas dilakukan melalui eksperimen guna mencari alternatif pemecahan masalah. Adapun eksperimen pengolahan serat menjadi benang hingga menjadi Dari eksperimen yang telah dilakukan pengolahan serat daun nanas menjadi benang dimulai dari proses ekstraksi. Ekstraksi yaitu pemisahan serat dari lapisan kambium daun. Serat yang dekortikator memiliki beberapa pengerjaan lebih cepat, kuantitas yang lebih besar, kehalusan serat yang lebih, namun tingkat kekakuan dan kekasaran masih lebih tinggi. Tenun Bukan Mesin (ATBM). Struktur anyaman polos istimewa diterapkan dengan teknik sisipan benang serat daun nanas yang berukuran lebih besar, sehingga menghasilkan motif yang unik dan elegan. Proses ekstraksi dengan mesin dekortikator masih menyisakan lignin dan kotoran lainnya, oleh karena itu sebelum ketahap pembersihan . dengan Natrium Hydroxid (NaOH) serta pemutihan dengan Hydrogen Perioksida (H2O. supaya warna serat lebih tampak lebih bersih dan cerah. Kemudian serat yang telah bersih dan kering siap diuraikan untuk dipintal/digintir menjadi benang. Benang serat daun nanas kemudian ditenun bersama benang sutera dan benang katun menggunakan Alat Gambar 1. Proses dekortikasi Sumber : Dokumentasi Pribadi Hasil eksperimen dianalisa untuk mengetahui keunggulan dan masing-masing. Kemudian dari tahapan tersebut masuk ketahap perancangan desain tekstil berdasarkan trend warna, detail struktur, motif dan teknik yang digunakan dan juga dengan pertimbangan dari segi bahan baku, sumber daya manusia, waktu pengerjaan dan biaya yang dikeluarkan. e-ISSN 2723-6323 p-ISSN 2338-5049 Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. December 2021 hal. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN SERAT DAUN NANAS Proses pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui pelatihan guna masyarakat mengenai tekstil serat Minimnya pengetahuan tekstil serat daun nanas inilah yang disinyalir menjadi salah satu penyebab penurunan popularitas tekstil serat daun nanas. Untuk itu, didaerah yang memiliki potensi alam yang dinilai sangat baik dan juga diwilayah yang memiliki sumber daya manusia yang handal dalam bidang pertenunan. Proses pemberdayaan dimulai memperkenalkan kembali serat daun nanas sebagai material tekstil, kemudian memberikan pelatihan pengolahan serat daun nanas menjadi benang, pelatihan pengolahan benang daun nanas membuat produk jadi yang dilakukan oleh masyarakat guna menghasilkan produk siap jual, dan terakhir pelatihan pemasaran yang dialokasikan sesuai dengan Tantangan yang muncul adalah ketika pendistribusian bahan baku dari perkebunan ke pelosok transportasi yang menunjang karena sulitnya kendaraan umum Disisi lain untuk memperoleh bahan penunjang dan peralatan pendukung lainnya dari kampung ini sangat jauh menjadi tinggi. Pemberdayaan dilakukan terhadap ibu-ibu pada usia produktif . -50 tahu. dan remaja putus sekolah atau kesehariannya tidak jauh dari Warga diberdayakan setelah terlebih pengolahan serat daun nanas. Hasil yang mereka kerjakan dihargai dengan pertimbangan jumlah berat yang diperoleh dan/atau perhari mereka bekerja. Akses informasi antara rukun tetangga dan rukun warga cukup baik, terbukti ketika akan diadakan pelatihan, masyarakat yang berminat tidak hanya datang dari satu kampung saja tetapi juga dari kampung lain disekitarnya. Namun, akses informasi tentang pasar penjualan produk-produk kerajinan masih terbatas pada wilayah Kabupaten Subang saja. Disini membutuhkan perluasan jaringan dan akses informas merekan kedepannya. Terakhir Dari pelatihan dan pemberdayaan inilah diketahui bahwa terjadi relasi kemitraan yang terjalin antara masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam menetapkan prioritas pada tingkat daerah menjamin sumber daya alam e-ISSN 2723-6323 p-ISSN 2338-5049 Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. December 2021 hal. organisasi lokal belum tercipta dengan sempurna, baru sebatas koordinator pelaksana. Disini membutuhkan organisasi yang tiap-tiap waktu dan biaya. serta dari unsur struktur tesktil dan motif latar. Berdasarkan analisa tersebut dibuat rancangan/sketsa desain Sketsa desain tekstil kembali dianalisa berdasarkan trend warna, detail struktur, motif dan teknik pembuatannya untuk dipilih desain terbaik. Desain Konsep Desain Konsep desain yang utama adalah mengangkat kembali potensi Kabupaten Subang untuk mengolah limbah Majalaya sebagai potensi tenunan A Tema Pengembangan desain tekstil penelitian ini bertemakan Auback to cityAy. Maksudnya memberdayakan potensi alam yang ada dengan sentuhan sederhana yaitu memadukan elemen tradisional dan modern. Menghidupkan kembali keahlian kerajinan tangan sebagai tradisi yang menunjang keunikan dan tingkat kemampuan yang tinggi baik dalam proses maupun modern dan elegan. Ada empat sub tema yaitu: White on White, dengan menonjolkan keaslian baik dari kemampuan atau keterampilan Gambar 2. Pelatihan kepada Sumber : Dokumentasi pribadi RANCANGAN DAN EVALUASI PRODUK Dalam mendesain busana tidak hanya dalam lingkup mendesain atau merancang sebuah pakaian tetapi dimulai dari konsep gagasangagasan yang dimunculkan dari hasil pengamatan pasar, survey wilayah serta analisa serat daun Tekstil serat daun nanas yang pernah diproduksi dianalisa berdasarkan bahan baku. SDM, e-ISSN 2723-6323 p-ISSN 2338-5049 Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. December 2021 hal. Black and White, identik pengembara yang menggunakan struktur bongkar pasang. Stripe in color, perspektif kontur memberikan inspirasi pada tekstur yang menarik. Stripetnic, bahan-bahan tradisional menjadi inspirasi desain yang menarik dan terlihat kontemporer melalui pola abstrak Poinciana. Daffodil. Skydriver. A Warna Berdasarkan sejumlah warna yang diprediksi trend tahun 2022, salah satunya adalah poinciana yang terinspirasi dari perasaan yang dialami masyarakat ketika skala aktifitas dibatasi dengan Daffodil, merupakan salah satu jenis bunga terinspirasi dari hobi berkebun yang muncul disaat masa Skydriver, meruapakan nuansa warna yang elegan bagi mereka yang terlihat lebih Adapun skema warna yang diterapkan adalah : untuk detail motif dan struktur dari masing-masing sub tema ditentukan sebagai berikut : Stripethnic Snow white. Coca Mocha. Harbor blue Gambar 3. Skema warna Sumber : Dokumentasi pribadi & com/gayahidup/20210910110014-277692394/tren-warna-nyfw-2022pantone-hijau-basil-biru-masker-medis. Detail Tekstil . truktur dan Memberdayakan tradisional yang masih menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) perlu manusia, bahan baku, waktu pengerjaan dan biaya yang dikeluarkan, maka Gambar 4. Desain tekstil dan detail motif untuk tema stripetnic. Sumber : Dokumentasi pribadi Dengan mengambil motif garis-garis. Benang berukuran besar yang kasar dari serat daun nanas yang kusut dan tidak beraturan diberi coletan aneka warna. Benang tersebut ditenun anyaman polos dengan variasi kerapatan sedang, rapat dan renggang sehingga menghasilkan motif secara vertikal. Nomor sisir yang digunakan pada anyaman ini adalah 40 Benang e-ISSN 2723-6323 p-ISSN 2338-5049 Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. December 2021 hal. disisipkan secara acak menghasilkan Penampilan sedikit diberi kesan kilau dengan pemberian benang perak yang ditwis atau digintir secara sembarang. Benang lusi menggunakan katun warna Sedangkan untuk pengunci menggunakan benang nanas pintal putih dan benang katun putih masingmasing sebanyak dua ketek, sehingga memberikan jarak yang cukup baik antar benang nanas kasar. Strip in color. Gambar 6. Desain tekstil untuk tema Strip in color. Sumber : Dokumentasi pribadi Sama dengan pola tenunan sebelumnya berdasarkan panjang kain sampel ini menggunakan perhitungan yang sama untuk pembagian lebar kainnya, yang membedakan adalah jenis benang pakan dan perhitungan benang dan jarak yang digunakan. Benang pakan yang digunakan adalah benang pintal serat daun nanas yang berukuran kecil/halus, sebanding dengan ukuran benang sutera. Benang pakan tambahan untuk membuat variasi adalah sutera dan katun pada lusi. Adapun ketentuannya adalah : 3 ketek untuk benang nanas 4 ketek untuk sutera sebanyak 5 kali, kemudian 1 ketek untuk nanas perak. Gambar 5. Desain tekstil untuk tema Strip in color Sumber : Dokumentasi pribadi Pada tema ini tekstur kain dibuat bermotif garis-garis menggunakan benang pintal dari serat daun nanas yang berukuran sedang atau diameter Ditenun menggunakan ATBM dengan anyaman polos dibuat variasi kerenggangan rapat dan sedang. Sehingga memberikan motif garis tidak hanya secara horizontal tetapi juga vertikal. Benang lusi digunakan benang katun. Jarak antara sisipan benang nanas dibuat tenunan sutera dengan anyaman polos sebanyak tiga ketek. Kemudian dibuat dua kelompok barisan sisipan benang nanas yang terdiri dari lima dan tiga Jarak antara kelompok benang tersebut sebanyak 15 ketek sutera atau sekitar satu sentimeter. White on white. Gambar 7. Desain tekstil bertemakan White On White. Sumber : Dokumentasi pribadi Pada menggunakan teknik sisipan dan sisipan melajur yang dikombinasikan sehingga membentuk suatu motif yang secara struktur tampak timbul. Motif e-ISSN 2723-6323 p-ISSN 2338-5049 Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. December 2021 hal. geometris dibuat sesuai desain dengan perhitungan jumlah helai benang yang akan disisipkan benang pintal dari serat daun nanas yang berukuran sedang atau berdiameter sekitar satu milimeter. Anyaman polos istimewa dipakai dengan dasar tenunan menggunakan benang pakan yaitu : 3 ketek benang pintal halus dari serat daun nanas 3 ketek benang viscose sebanyak 5 kali, kemudian 1 ketek benang pintal dari serat daun nanas yang ditwis dengan benang perak. Kelima desain tekstil diatas berdasarkan kuantitas benang pintal serat daun nanas jauh lebih hemat. Proses pengerjaan terbilang mudah kecuali untuk tema White on White karena untuk membuat motif sisipan butuh Kemudahan penggunaan waktu yang relatif lebih dikeluarkan juga lebih ringan. Black and white. A Trend Busana Muslim Berdasarkan trend fashion 2021/2022, busana muslim masih mendominasi dibandingkan jenis busana lainnya. Busana muslim selain berfungsi sebagai penutup aurat, penanda identitas, serta media pencitraan status sosial, juga sebagai media mengekspresikan diri sebagai mahluk spiritual. Busana muslim merupakan pakaian berikut gaya pemakaian, gerak-gerik dan sikap pemakai yang sesuai dengan etika dan kaidah sebagaimana diajarkan agama Islam. Etika berbusana muslim sangat terkait dengan konsepsi Islam tentang kesucian dan kehormatan primordial manusia, kriteria dan fungsi pakaian, serta akhlak berpakaian. Gambar 8. Desain Tekstil untuk tema Black and White. Sumber : Dokumentasi pribadi Tema white and black mengangkat unsur dua warna yang harmonis dan kontras yaitu hitam dan putih. Dengan tenunan polos menggunakan benang ukuran yang besar dan kasar dipadukan dengan benang sutera sebagai pengunci sebanyak tiga ketek. Sisipan benang menghasilkan motif abstrak seperti terdapat noda-noda hitam. Benang lusi memakai benang katun warna putih yang dicucukan pada sisir nomor 40 sehingga jarak benang lusi lebih Karena ukuran benang yang cukup besar jadi untuk benang lusi dibuat rangkap supaya hasil tenunan lebih kuat. Segmentasi Pasar Segmentasi untuk membidik pasar yang ditentukan yaitu : Wanita muslimah usia 25-35 Pada umumnya untuk terlihat menarik disuatu acara pesta seorang wanita bersedia tampil beda dari cara atau gaya Tingkat Tingkat intelektual menjadi sangat penting karena dengan e-ISSN 2723-6323 p-ISSN 2338-5049 Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. December 2021 hal. pengetahuan yang cukup, maka pengguna dari produk ini berarti memiliki tingkat kesadaran yang tinggi terhadap produk-produk berinsiatif dalam melibatkan dirinya melakukan langkah peduli terhadap produk-produk lokal bertaraf internasional. Secara ekonomi didasarkan pada pengeluaran perbulannya, untuk kelas ekonomi menengah keatas dengan jumlah pengeluaran diatas Rp. 000 per bulan Secara konsumen merupakan seseorang yang bergaya hidup artistik yang menyukai produk lokal bertaraf Dan juga mereka yang senang dengan produk bermaterial organik ekslusif yang berbasis eco-fashion. Stripetnic, penempatan tenunan serat daun nanas pada busana three piece, tekstil yang tebal dan kasar sebagai busana luaran cocok bila dikenakan untuk acara formal maupun semi formal. Berupa coat semi tailoring dipadupadankan dengan blus polos lengan panjang warna jingga tua tanpa kerah dari kain katun ima. Untuk bawaan menggunakan rok A-line dengan variasi lipatan dan potongan asimetris warna coklat tua sepanjang mata kaki. Strip in color, berupa three pieces, penempatan tekstil yang kaku dibuat blus polos warna jingga dari tenunan serat daun nanas dipadupadankan dengan rompi potongan pendek dan lengan pendek yang memakai potongan kerah membentuk hati. Potongan sederhana sangat baik untuk menonjolkan tekstur kain yang Bawahan berupa rok pias warna biru nila dari kain satin velvet untuk menambah kesan mewah dan halus. White White, mengurangi motif dari tekstur serat daun nanas dibuat busana berupa tunik dengan belahan dimuka yang dipadupadankan dengan blus sepanjang lutut dan celana panjang pipa dari bahan satin velvet warna senada. Black and White, tekstur kain yang dengan potongan yang pendek berlengan setali dari tenunan A Desain Busana Berdasarkan penempatan motif, estetika dan keempat sub tema yang telah dijelaskan sebelumnya, ditentukan empat desain busana muslim dengan unsur busana sebagai berikut: Gambar 9. Sketsa Desain Sumber : Dokumentasi pribadi e-ISSN 2723-6323 p-ISSN 2338-5049 Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. December 2021 hal. serat daun nanas. Padanan blus dari katun ima berwarna abu-abu tua berlengan panjang. Bawahan mengembang berwarna hitam dengan panjang semata kaki Material pendukung Material pendukung yang dibutuhkan untuk proses produksi pembuatan produk adalah : kain katun Ima, kain satin velvet, restleting, vliselin, vuring dan aksesoris. Proses Produksi Proses pengambilan daun nanas untuk diekstraksi sehingga menghasilkan Serat dibersihkan . dan diputihkan . Serat kemudian ditenun. Kain yang sudah jadi dimasukkan ke pembuatan busana hingga menjadi produk fashion. Gambar 10. Produk fashion dari serat daun nanas. Sumber : Dokumentasi pribadi Setelah melalui proses produksi yang tergolong cukup memakan waktu dengan keterampilan tangan tingkat tinggi, maka produk fashion ini tergolong eksklusif untuk segmen menengah keatas sangatlah sesuai untuk memposisikan produk ini Sudah banyak produk busana muslim yang beredar dipasaran tetapi keunikan dari produk ini yakni terbuat dari serat daun nanas murni tanpa adanya campuran material lain dibenangnya yang dikombinasikan memberikan tekstur yang berbeda. Pembuatan busana dimulai dari tekstil menjadi produk fashion atau busana Langkah-langkah pembuatan busana diantaranya : Mendesain. pembuatan desain busana Pembuatan pola. Peletakan pola diatas kain. Pemotongan. Menjahit. Finishing. Evaluasi Produk Desain tekstil dan desain busana dengan sentuhan yang modern dan aktraktif memberikan suasana baru dalam diversifikasi produk fashion. Dalam proses pembuatan produk segala e-ISSN 2723-6323 p-ISSN 2338-5049 Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. December 2021 hal. kelemahan yang ada harus mampu menjadi peluang untuk mendapatkan ide baru guna menghasilkan karya yang alami dan terkesan tidak memaksakan. Permukaan tekstil yang kaku, kasar dan cukup kilau menginsiprasikan untuk membuat desain busana luaran yang Kekusaman warna natural yang dihasilkan dapat memberikan tambahan efek kilau dari twis benang Dari parameter dampak terhadap lingkungan, merupakan suatu langkah lingkungan, yakni dengan mengolah limbah daun nanas untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku tekstil yang memiliki nilai komoditi atau potensi lokal yang dapat dikembangkan kebutuhan terutama sandang. disamping itu dalam penelitian inipun membuktikan bahwa serat daun nanas memeiliki daya tahan yang baik terhadap panas ketika akan diseterika. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan analisa dari pemberdayaan masyarakat dapat disimpulkan bahwa masyarakat pedesaan lebih antusias atau termotivasi setelah diberikan pelatihan untuk diberdayakan sebagai pengrajin serat daun nanas. Sasaran pemberdayaan yang tepat adalah kebawah, khusunya ibu-ibu muda dan sekolah/pengangguran. Dalam proses kegiatan tentunya membutuhkan waktu serta tingkat ketelitian dan ketelatenan Berdasarkan eksperimen diketahui bahwa : Penggunaan mesin dekotikator menghasilkan serat daun nanas dalam jumlah yang lebih banyak. Proses supaya serat lebih bersih dan lebih halus. Pewarnaan serat menggunakan zat warna reaktif selain dinilai cukup praktis, ketahanan warna baik, hasil warna kuat dan tajam. Pemintalan serat daun nanas dapat dilakukan dari beberapa helai serat yang diberi gintiran secara manual. Proses ini sangat membutuhkan alat penunjang mempercepat kinerja pengrajin sehingga mampu menghasilkan kualitas benang yang baik dan kuantitas yang besar. Putiran mengeluarkan sifat kilau serat Skala produksi termasuk dalam skala kecil dan sulit untuk ditemukan keterbatasan proses pemintalan yang membutuhkan keterampilan tangan tingkat tinggi serta waktu yang cukup Biaya bahan baku yang relatif murah dan mudah didapat di kawasan Desa Tambak Mekar, menghasilkan serat yang bernilai jual tinggi bila dapat diproduksi untuk Sumber daya manusia dengan kemampuan dan keterampilan yang tinggi sangat dibutuhkan, hal ini sebagai bukti bahwa tekstil serat daun nanas dapat dijadikan adi busana Kekuatan/daya dari serat daun nanas sudah terbukti dari berbagai penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, e-ISSN 2723-6323 p-ISSN 2338-5049 Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. December 2021 hal. DAFTAR PUSTAKA