238 INSIGHT: Indonesian Journal of Social Studies and Humanities Vol. No. 2, 2025 The Effect of Implementing an Accounting Information System on Financial Performance Reski Wardani1. Iien Rohmatun Nisa2. Rahayu Wiliana3 Akuntansi Syariah. STAIN Majene1 Ekonomi Pembangunan. Universitas Sembilanbelas November Kolaka2 Perbankan Syariah. IAIN Manado3 *Email: reskiwardani@stainmajene. Abstrak. The study purpose was determine effect of the implementation of accounting information systems on financial performance at the Investment and Integrated Services (DPMPTSP) Pinrang District. The object of research is the Office of Investment and Integrated Services (DPMPTSP) Pinrang District. The analytical tool used is multiple linear regression The data analysis method used in this research to test the hypothesis is the multiple linear regression analysis method using SPSS 25. 0 (Statistical Package for Social Scienc. The results showed that the implementation of accounting information systems can improve financial performance. Indicators of the implementation of accounting information systems namely the use of accounting information systems, the quality of information systems, and convenience of information systems have effect simultaneously on financial performance. Based on the calculation results, it was found that the Accounting Information System Implementation variable had an effect on the Financial Performance at the Investment and Integrated Services (DPMPTSP) Pinrang. The implementation of an accounting information system can improve financial performance, this is in accordance with the results of the F Test which shows that the indicators for Accounting Information System Utilization. Accounting Information System Quality, and Information System Ease have a simultaneous effect on Financial Performance. Kata Kunci: Implementation of Accounting Information Systems. Financial Performance This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. International License. The Effect of Implementing an Accounting Information System 239 PENDAHULUAN Akuntansi Sektor Publik di Indonesia terbagi menjadi beberapa bidang, salah satunya adalah Akuntansi Keuangan (Pemerinta. Daerah yang semenjak reformasi tahun 1998 telah mendapat perhatian besar dari berbagai pihak. Hal tersebut dikarenakan pemerintah Republik Indonesia yang mengeluarkan kebijakan baru yang mereformasi berbagai hal termasuk pengelolaan keuangan daerah. Reformasi tersebut awalnya dilakukan dengan mengganti Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di Daerah dengan UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah, dan UU Nomor 25 Tahun 1999 yang menggantikan UU Nomor 32 Tahun 1956 mengenai keuangan negara dan daerah. UU Nomor 22 Tahun 1999 juga disebut UU Otonomi Daerah karena UU tersebut berisi mengenai perlunya dilaksanakan otonomi daerah. Otonomi daerah merupakan sebuah wewenang yang dimiliki untuk mengatur dan mengurus masyarakatnya menurut kehendak sendiri dan berdasarkan pada aspirasi masyarakat, sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dengan adanya UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah tersebut, maka dalam pengelolaan daerah terjadi perubahan yang cukup mendasar, termasuk manajemen keuangan atau biasa juga disebut pengelolaan keuangan daerah. Hal tersebut disebabkan karena manajemen keuangan daerah merupakan sebuah alat untuk mengurus dan mengelola rumah tangga pemda (Halim. Kinerja keuangan pemerintah daerah menggambarkan kemampuan suatu daerah dalam menggali dan mengelola sumber-sumber keuangan asli daerah dengan tujuan untuk mengatasi dan memenuhi segala kebutuhan rumah tangga daerah dan tidak bergantung kepada pemerintah pusat. Organisasi yang dibentuk dengan tujuan untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya disebut dengan organisasi sektor Adapun biaya yang digunakan untuk pelayanan masyarakat, bersumber dari dana publik dimana pemerintah tidak hanya menyampaikan laporan pertanggungjawaban tetapi juga melakukan transparansi kepada masyarakat karena hal itu sangat diperlukan dalam pengukuran kinerja dengan tujuan menilai strategi pemerintahan (Hamzah, 2. Salah satu hal yang dapat mempengaruhi kinerja instansi pemerintah daerah adalah pemanfaatan teknologi informasi. Dalam perkembangan teknologi informasi, banyak organisasi yang merespon dengan positif yaitu dengan mendesain sistem informasi berbasis teknologi komputer atau juga disebut website. Sistem informasi yang didukung oleh Teknologi Informasi tentunya akan memberikan nilai tambah bagi organisasi jika hal tersebut didesain menjadi sistem informasi yang efektif. Penguasaan teknologi informasi bagi karyawan tentunya akan menjadi hal yang sangat berpengaruh bagi kinerja organisasi, karena dari aplikasi teknologi tersebut organisasi akan menngalami perubahan sistem manajemen. Pemanfaatan Sistem Informasi Akuntansi Keuangan Daerah Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 56 tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) menyebutkan bahwa SIKD merupakan suatu sistem yang 240 INSIGHT: Indonesian Journal of Social Studies and Humanities Vol. No. 2, 2025 mendokumentasikan, mengadministrasikan, serta mengolah data pengelolaan keuangan daerah dan data terkait lainnya menjadi informasi yang disajikan kepada masyarakat dan sebagai bahan pengambilan keputusan dalam rangka perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan pertanggungjawaban pemerintah daerah. Sedangkan Informasi Keuangan Daerah adalah segala informasi yang berkaitan dengan keuangan daerah yang diperlukan dalam rangka penyelenggaraan Sistem Informasi Keuangan Daerah. Berdasarkan penjelasan diatas, penerapan sistem informasi akuntansi tentunya sangat berpengaruh terhadap kinerja pemerintah itu sendiri terutama terkait dengan kinerja keuangan pemerintah tersebut. Seperti penelitian yang pernah dilakukan oleh Yuliah . dengan judul Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja Keuangan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. Hasil dari penelitian memberikan hasil bahwa sistem informasi akuntansi berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap kinerja keuangan pada Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. Penelitian Frista dan Tineke . membuktikan bahwa penerapan sistem informasi akuntasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pada Badan Pengelola Keuangan dan Pajak Daerah kota Surabaya. Pemanfaatan sistem informasi akuntansi sangat membantu organisasi baik dalam segi pemenuhan maupun penyediaan informasi yang bermanfaat sebagai dasar pengambilan keputusan oleh pihak berkepentingan serta memenuhi tujuan dari pelaporan keuangan pemerintah daerah ((Wardani, 2. Hal tersebut juga didukung dari hasil penelitian Eva . yang memberi bukti bahwa pemanfaatan sistem informasi akuntansi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pinrang merupakan bagian dari penyelenggara pemerintahan daerah dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan dalam melaksanakan koordinasi kebijakan daerah dalam urusan pemerintahan bidang penanaman modal dan pelayanan perizinan usaha dan non usaha yang berada dibawah dan tentunya bertanggung jawab kepada Bupati. Sistem informasi akuntansi pada DPMPTSP sudah diterapkan sejak tahun 2015 dan dikenal dengan aplikasi berbasis akrual. Aplikasi tersebut diterapkan sebagai alat untuk membantu DPMPTSP dalam meningkatkan efektivitas dan kinerja dari pemerintah daerah dibidang pengelolaan keuangan daerah. Dari hasil capaian kinerja DPMPTSP Kabupaten Pinrang Tahun 2014-2018 yang tertera pada Rencana Strategis DPMPTSP Tahun Ajaran 2019 memberikan informasi bahwa kinerja dinilai baik dan ditandai dengan meningkatnya realisasi di bidang penanaman modal, serta pelaksanaan program dan kegiatan lainnya. Beberapa program telah dilakukan untuk meningkatkan kinerja DPMPTSP. Program dan kegiatan yang dapat dilihat yakni upaya untuk melakukan penguatan kelembagaan PTSP, pendelegasian kewenangan, penyederhanaan perizinan, sosialisasi perizinan, capaian realisasi penanaman modal, dan penghargaan-penghargaan yang telah dicapai pada periode 2014-2019 (RENSTRA DPMPTSP, 2. The Effect of Implementing an Accounting Information System 241 Berdasarkan pengalaman peneliti saat melaksanakan magang pada DPMPTSP Kabupaten Pinrang tahun 2020, penerapan sistem informasi akuntansi dinilai belum Hal tersebut disebabkan karena ketika ada transaksi yang terjadi, transaksi tersebut tidak langsung diinput kedalam sistem SIKD. Kelemahan dari sistem tersebut terletak pada jadwal penginputan transaksi . roses akrua. dimana transaksi keuangan yang terjadi harus dikumpulkan dan disimpan dengan baik sampai jadwal penginputan kembali terbuka dan barulah transaksi-transaksi keuangan tersebut diinput kedalam sistem SIKD. Peneliti tertarik untuk menguji kembali pengaruh penerapan sistem informasi akuntansi terhadap kinerja keuangan namun dengan menggunakan objek penelitian yang berbeda yaitu DPMPTSP Kabupaten Pinrang. Seperti yang diketahui bahwa hampir semua aktivitas di DPMPTSP telah menggunakan sistem informasi akuntansi. Diantara sistem informasi yang digunakan selain dari Microsoft Office adalah aplikasi Sistem Informasi dan Aplikasi Perizinan Berbasis Online Single Submission (SIAP BOSS) dan Gerai Perizinan (RAJIN). SIAP BOSS merupakan aplikasi yang dapat membantu masyarakat dalam melakukan serta menelusuri proses permohonan perizinan ataupun non perizinan yang dilakukan di DPMPTSP Kabupaten Pinrang. Gerai Perizinan (RAJIN) merupakan aplikasi perizinan di tingkat Desa dan Kelurahan yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Perizinan (SIP) DPMPTSP Kabupaten Pinrang. Dengan menerapkan aplikasi yang ada tersebut, dinilai sangat membantu kinerja keuangan dalam melaksanakan tugas-tugas yang sesuai dengan Peraturan Pemerintah. TINJAUAN PUSTAKA Teori TAM (Technology Acceptance Mode. Salah satu teori tentang penggunaan sistem teknologi informasi yang dianggap sangat berpengaruh dan umum digunakan unuk menjelaskan penerimaan terhadap pengguna sistem teknologi informasi adalah model penerimaan teknologi Technology Acceptance Model (TAM) diperkenalkan pertama kali oleh Fred D. Davis pada tahun 1986, sebagai adaptasi dari Technology of Reason Action (TRA) yang dikembangkan dari Theory of Reasoned Action (TRA). Tujuan dari Teori TAM adalah untuk memberikan dasar penelusuran pengaruh faktor eksternal terhadap kepercayaan, sikap dan tujuan Model TAM berasumsi bahwa seseorang mengadopsi suatu teknologi pada umumnya ditentukan oleh proses kognitif dengan tujuan untuk memuaskan pemakainya ataupun memaksimalkan kegunaan teknologi itu sendiri. Dengan kata lain kunci utama penerimaan teknologi informasi oleh penggunanya adalah evaluasi kegunaan teknologi tersebut (Slamet dan Rustanto, 2. Technology Acceptance Model (Teori berketerimaan teknolog. memberikan pengertian bahwa pemakai akan cenderung menggunakan suatu sistem apabila sistem tersebut mudah digunakan dan tentunya tidak memerlukan usaha yang keras untuk Agar terciptanya suatu efektivitas maka suatu sistem informasi tersebut dapat dilihat dari persepsi perilaku pengguna sistem terhadap penerimaan teknologi sistem informasi itu sendiri. Efektivitas teknologi sistem informasi akuntansi merupakan suatu ukuran yang dimana memberikan gambaran sejauh mana target 242 INSIGHT: Indonesian Journal of Social Studies and Humanities Vol. No. 2, 2025 dapat dicapai dari suatu kumpulan sumber daya yang diatur untuk mengumpulkan, memproses, dan menyimpulkan data elektronik, kemudian mengubahnya menjadi sebuah informasi yang berguna serta menyediakan laporan formal yang dibutuhkan dengan baik secara kualitas maupun waktu (Dewa dan Ida, 2. Sistem Informasi Akuntansi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang akan menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan akuntansi. Sistem informasi akuntansi harus memenuhi tiga prinsip yaitu cepat, aman dan murah. Cepat yaitu sistem informasi akuntansi harus menyediakan informasi yang pastinya diperlukan dengan cepat dan tepat waktu serta dapat memenuhi kebutuhan dan kualitas yang Aman yaitu sistem informasi harus dapat membantu menjaga keamanan harta milik perusahaan. Murah yang berarti bahwa biaya untuk menyelenggarakan sistem informasi akuntansi tersebut harus dapat ditekan sehingga relatif tidak mahal. Sistem informasi akuntansi tidak hanya mengolah data keuangan saja, melainkan juga data non keuangan. Dalam pengambilan keputusan tentunya tidak hanya informasi keuangan saja yang diperlukan, tetap juga informasi non keuangan tentang suatu kondisi dan keadaan juga dapat dipergunakan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan (Kandouw, 2. Pemanfaatan Sistem Informasi Akuntansi Pemanfaatan sistem informasi akuntansi dapat dilakukan pada aktivitas perusahaan yang terbagi ke dalam beberapa subsistem dari sistem informasi akuntansi (Hall dalam Suhud, 2. Sistem pemrosesan transaksi (Transaction Processing System-TPS). Sistem buku besar atau pelaporan keuangan (General Ledger or Financial Reporting System-GL/FRS). Sistem pelaporan manajemen (Management Repor. Hasil yang didapat dari pemanfaatan sistem informasi akuntansi adalah sebuah Informasi yaitu data yang telah diatur dan diproses dengan tujuan untuk memberikan arti. Pemanfaatan sistem informasi akuntansi tentu dapat diketahui dari adanya komputer, software, serta jaringan internet yang digunakan dari sebuah Proses akuntansi dapat didukung oleh bantuan software akuntansi yang ada pada komputer perusahaan, dimana hal ini menjadi komponen awal dalam penerapan sistem informasi akuntansi yang terkomputerisasi di dalam perusahaan. Proses akuntansi kemudian melalui komputer, software, dan internet, proses akuntansi dilakukan, contohnya adalah proses transaksi dan pencatatan laporan keuangan. Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Kualitas sistem informasi akuntansi mengarah pada kualitas software yang digunakan di perusahaan. Keberadaan software ini tentunya dipercaya dapat mempermudah proses akuntansi sebagai pelengkap penggunaan komputer. Software yang mudah dimengerti serta dapat meningkatkan relevansi, akurasi, keringkasan, kelengkapan, dan ketepatan waktu bagi laporan perusahaan adalah kriteria software yang dapat digunakan pada perusahaan. The Effect of Implementing an Accounting Information System 243 Kemudahan Sistem Informasi Akuntansi Teori tentang penggunaan teknologi sistem informasi dikenal dengan nama Technology Acceptance Model (TAM) yang mengasumsikan bahwa penggunaan sistem pada kenyataannya ditentukan oleh niat perilaku pengguna yang didasarkan pada persepsi kebermanfaatan dan kemudahan penggunaan. TAM menyatakan bahwa secara keseluruhan, perilaku manusia dapat dijelaskan dengan mempertimbangkan Hal ini dapat dikatakan bahwa seorang individu akan cenderung menggunakan teknologi sistem informasi dengan baik apabila sistem tersebut mudah digunakan serta menghasilkan manfaat dan menguntungkan dalam peningkatan kinerjanya (Davis dalam Eva, 2. Sistem yang sering digunakan mengindikasikan bahwa sistem tersebut telah efektif dan diterima oleh para pengguna yang akan berdampak baik pada kinerja perusahaan. Kinerja Keuangan Kinerja . menurut kamus akuntansi manajemen dikatakan sebagai aktivitas terukur dari suatu entitas selama periode tertentu sebagai bagian dari ukuran keberhasilan pekerjaan. Pengukuran kinerja diartikan sebagai suatu sistem keuangan dan non keuangan dari suatu pekerjaan yang dilaksanakan atau hasil yang dicapai dari suatu aktivitas, suatu proses, atau suatu unit organisasi. Kinerja keuangan pemerintah daerah adalah kemampuan suatu daerah untuk menggali dan mengelola sumbersumber keuangan asli daerah dalam memenuhi kebutuhannya dengan tujuan mendukung berjalannya suatu sistem pemerintahan, pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan daerah dengan tidak bergantung sepenuhnya kepada pemerintah pusat dan mempunyai kebebasan dalam menggunakan dana-dana untuk kepentingan masyarakat daerah dalam batas-batas yang ditentukan peraturan perundangundangan (Susantih, 2. Metode Penelitian Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini untuk menguji hipotesis adalah metode analisis regresi linear berganda dengan menggunakan software SPSS 25. 0 (Statistical Package for Social Scienc. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Persamaan Regresi Linear Berganda Uji Persamaan Regresi Linear Berganda bisa dilihat pada tabel berikut: Tabel 1. Model Persamaan Regresi Linear Berganda Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Beta Error (Constan. 24,319 2,856 PEMANFAATAN SIA -0,476 0,134 -0,689 KUALITAS SIA 0,186 0,188 0,241 244 INSIGHT: Indonesian Journal of Social Studies and Humanities Vol. No. 2, 2025 KEMUDAHAN SIA 0,282 0,104 0,422 Dependent Variable: KINERJA KEUANGAN Dari tabel di atas, maka persamaan regresi yang terbentuk pada uji regresi ini Y = 24,319 (-0,. X1 0,186X2 0,282X3 Hasil dari pengujian yang diperoleh di atas adalah sebagai berikut: Nilai konstanta () yang diperoleh sebesar 24,319 artinya jika Pemanfaatan SIA. Kualitas SIA, dan Kemudahan SIA bernilai 0 maka besarnya tingkat Kinerja Keuangan yang terjadi adalah sebesar 24,319. Koefisien regresi X1 = -0,476 artinya jika Pemanfaatan SIA naik sebanyak 1 satuan, maka Kinerja Keuangan turun sebesar -0,476. Koefisien regresi X2 = 0,186 artinya jika Kualitas SIA naik sebanyak 1 satuan, maka Kinerja Keuangan naik sebesar 0,186. Koefisien regresi X3 = 0,282 artinya jika Kemudahan SIA naik sebanyak 1 satuan, maka Kinerja Keuangan naik sebesar 0,282. Uji Statistik F Pengujian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah semua variabel independen mempunyai pengaruh yang sama terhadap variabel dependen. Dengan kriteria pengujian tingkat kepercayaan yang digunakan adalah 95% atau taraf signifikansi 5% (=0,. Jika taraf signifikansinya > 0,05 H ditolak dan jika taraf signifikansinya < 0,05 H diterima. Hasil pengujiannya sebagai berikut : Tabel 2. Model Persamaan Regresi Linear Berganda ANOVA Sum Mean Model Squares Square Sig. 1 Regression 75,117 25,039 9,677 Residual 155,242 2,587 Total 230,359 Dependent Variable: Kinerja Keuangan Predictors: (Constan. Pemanfaatan SIA. Kualitas SIA. Kemudahan SIA Pengujian signifikan bertujuan untuk mengetahui signifikansi korelasi Pemanfaatan sistem informasi akuntansi, kualitas sistem informasi akuntansi, dan kemudahan sistem informasi akuntansi secara bersama-sama berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan. Uji signifikansi dilakukan dengan menggunakan uji F. Berdasarkan hasil uji diperoleh F hitung . > F tabel . dan nilai signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Kesimpulannya berarti bahwa indikator dari Penerapan Sistem Informasi Akuntansi yaitu Pemanfaatan Sistem Informasi Akuntansi. Kualitas Sistem The Effect of Implementing an Accounting Information System 245 Informasi Akuntansi, dan Kemudahan Sistem Informasi Akuntansi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan. Pembahasan Hasil Penelitian Dari hasil analisis, maka pembahasan tentang hasil penelitian ini adalah mendukung hipotesis dari penelitian ini bahwa indikator dari variabel penerapan sistem informasi akuntansi yaitu pemanfaatan sistem informasi akuntansi, kualitas sistem informasi akuntansi, dan kemudahan sistem informasi akuntansi secara simultan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan yang berarti penerapan sistem informasi akuntansi dapat meningkatkan kinerja keuangan. Hal ini dibuktikan dengan melihat nilai f hitung . > F tabel . dan nilai signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Kesimpulannya berarti bahwa pemanfaatan sistem informasi akuntansi, kualitas sistem informasi akuntansi, dan kemudahan sistem informasi akuntansi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja keuangan yang berarti penerapan sistem informasi akuntansi dapat meningkatkan kinerja keuangan. Hasil penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh Frista dan Tineke . yang menyatakan bahwa penerapan sistem informasi akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Dengan adanya pemanfaatan sistem informasi akuntansi, tentunya hal itu sangat membantu pihak pengambil keputusan dalam pemenuhan dan penyediaan informasi yang akan dijadikan dasar pengambilan keputusan dan memenuhi tujuan dari pelaporan keuangan pemerintah KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh bahwa variabel Penerapan Sistem Informasi Akuntansi berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pinrang. Penerapan sistem informasi akuntansi dapat meningkatkan kinerja keuangan, hal tersebut sesuai dengan hasil Uji F yang menghasilkan bahwa Indikator Pemanfaatan Sistem Informasi Akuntansi. Kualitas Sistem Informasi Akuntansi, dan Kemudahan Sistem Informasi berpengaruh secara simultan terhadap Kinerja Keuangan. Hal ini dibuktikan dengan melihat nilai f hitung . > F tabel . dan nilai signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Hipotesis yang menyatakan bahwa Penerapan Sistem Informasi Akuntansi dapat meningkatkan kinerja keuangan. Setelah diteliti bahwa penerapan sistem informasi akuntansi berpengaruh, maka diharapkan para staff dapat memperhatikan penggunaan sistem informasi akuntansi menggunakan indikator pemanfaatan sistem informasi akuntansi, kualitas sistem informasi akuntansi, dan kemudahan sistem informasi akuntansi agar semakin meningkat kinerja keuangan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pinrang. DAFTAR PUSTAKA