JPMB (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO) -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 4 NOMOR 2 DESEMBER 2020 (Halaman 129-. Diterima: Februari 2019 Dipublikasikan: Desember 2020 PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA KEPITING BAKAU DI TAMBAK TRADISIONAL DESA LIAGU KABUPATEN BULUNGAN Development Aquaculture Of Mud Crab In Traditional Pond, of Liagu Village. Bulungan District Abdul Jabarsyah Ibrahim1*. Heppi Iromo2 Jurusan Manajemen Sumberdaya Perikanan. FPIK Univ. Borneo Tarakan Jurusan Akuakultur. FPIK Univ. Borneo Tarakan Jl. Amal Lama No. 1 Ae Kotak Pos No. 77123 Ae Tarakan 20221 * Penulis Korespodensi : jabarsyah@borneo. ABSTRAK Kepiting bakau merupakan salah satu komoditas andalan bagi masyarakat si Kabupaten Bulungan. Meningkatnya permintaan terhadap kepiting bakau menyebabkan semakin tingginya penangkapan kepiting di alam. Jika tidak diimbangi dengan usaha budidaya yang ramah lingkungan maka dimasa mendatang akan terjadi penurunan populasi. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menghidupkan usaha budidaya kepiting bakau yang berkelanjutan di Kalimantan Utara. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Liagu Kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan. Kegiatan pengabdian masyarakat meliputi: 1. Diskusi dengan stageholder tentang potansi lokal dan kegiatan pengembangan usaha kepiting bakau yang sedang Sosialisasi teknologi pengembangan diversifikasi usaha budidaya kepiting bakau. Pada Desa Liagu, sistem budidaya yang ada hanya kegiatan pembesaran kepiting dengan sistem tradisional di tambak dengan budidaya tanpa pemberian pakan. Potensi usaha yang dapat di kembangkan di desa ini antara lain. pembesaran dan budidaya kepiting soka. Kata Kunci: usaha budidaya, kepiting bakau. Desa Liagu ABSTRACT Mud crab is one of the mainstay commodities for the people of Bulungan Regency. The increasing demand for mud crabs has resulted in increased fishing in the wild. If it is not balanced with environmentally friendly cultivation, there will be a decline in population in the future. The purpose of this community service implementation is to revive a sustainable mud crab cultivation business in North Kalimantan. This community service activity was carried out in Liagu Village. Sekatak District. Bulungan Regency. Community service activities include: 1. Discussions with stageholders about local potential and cultivation mub crab business development activities. Dissemination of technology for the development of mud crab cultivation diversification. In Liagu Village, the existing cultivation system is only crab rearing activities with the traditional ponds with cultivation without feeding. Business potential that can be developed in this village, among others. fattening, rearing and cultivation of soft-shell crabs. Keywords: cultivation business, mud crab. Liagu Village Abdul J. Heppi I. PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYAA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JPMB (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO) . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. PENDAHULUAN Kepiting bakau merupakan salah satu komoditas perikanan yang menjadi andalan di Provinsi Kalimantan Utara. Petani petambak di Provinsi Kalimantan Utara menjadikan kepiting bakau sebagai salah satu komoditi tangkapannya. Kepiting bakau yang dulunya hanya sebagai hama di dalam tambak tradisional, saat ini telah menjadi salah satu komoditas andalan bagi masyarakat petani tambak di Kaltara. Tingginya harga kepiting memberikan berkah bagi peningkatan ekonomi petani Keadaan ekonomi masyarakat tambak di Kaltara dapat dikatakan membaik nasibnya sejak meningkatnya harga pembelian kepiting bakau. Penangkapan kepiting secara umum dilakukan di dalam tambak tradisional dan disekitar tambak yang masih banyak pohon bakaunya. Tingginya permintaan terhadap induk kepiting bakau menyebabkan semakin tingginya penangkapan kepiting di alam. Jika tidak diimbangi dengan usaha peningkatan budidayanya dan usaha yang ramah lingkungan maka dimasa mendatang akan terjadi penurunan populasi. Desa Liagu Kabupaten Bulungan merupakan daerah yang berpotensi untuk pengembangan budidaya kepiting. Wilayahnya yang masih memiliki hutan mangrove yang lebat dan masyarakat nelayan yang mulai berbudidaya kepiting merupakan modal dasar untuk segera dikembangkan. Usaha budidaya kepiting sudah ada di desa tersebut yaitu dengan memanfaatkan tambak tradisional. Namun permasalahan manajemen dan teknologi budidaya masih menyelimuti usaha mereka. Melihat permasalahan tersebut maka dibutuhkan pendampingan kepada pelaku usaha budidaya kepiting bakau untuk tetap mengembangkan usahanya namun tetap berpegang pada VOLUME 4 NOMOR 2 DESEMBER 2020 (Halaman 129-. aturan yang ada dan tetap menjaga keberlangsungan usaha. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian msyarakat ini adalah untuk menghidupkan usaha budidaya kepiting bakau yang berkelanjutan di Kalimantan Utara. Diharapkan pengabdian masyarakat ini dapat dijadikan acuan dalam Pengelolaan Sumberdaya Kepiting Bakau di Kaltara sehingga sumberdaya kepiting yang berlimpah tersebut tetap dapat dimanfaatkan dan dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di pesisir Kaltara. METODE Ruang Lingkup Wilayah Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Liagu Kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan. Di daerah ini pengembangan budidaya kepiting bakau. Hal ini dikarenakan sebagian besar masyarakat merupakan nelayan tangkap yang kegiatan hariannya menangkap ikan dan kepiting yang tinggal di daerah pesisir Ruang Lingkup Substansi pengabdian masyarakat ini mencakup kegiatan sebagai berikut: . Diskusi dengan stageholder tentang potansi lokal dan kegiatan pengembangan usaha kepiting bakau yang sedang berlangsung. Sosialisasi diversifikasi usaha budidaya kepiting bakau. Pendekatan dan metodologi yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini ini adalah dengan dengan wawancara, lain-lain. Tehnik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2. Jumlah sampel yang Abdul J. Heppi I. PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYAA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JPMB (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO) . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 4 NOMOR 2 DESEMBER 2020 (Halaman 129-. dijadikan sebagai responden sebanyak 6 orang dari 2 kelompok masyarakat pelaku usaha kepiting yang terdiri dari. pemilik tambak, dan pembudidaya pelaku Tahapan kegiatan yang akan dilakukan sesuai dengan keluaran yang diharapkan terdiri dari: Tahap pendahuluan Tahap pendahuluan merupakan tahap persiapan dari penyusunan pekerjaan ini. Kajian literatur terkait sektor Kajian kebijakan pembangunan dan pengembangan sektor perikanan. Identifikasi awal kondisi nelayan penangkap kepiting di Desa Liagu Kecamatan Sekatak. Penyusunan rencana kerja. Tahap antara, terdiri dari : Kegiatan pengumpulan data dan Analisis potensi dan permasalahan. Kunjungan ke lokasi pengabdian dan diskusi dengan masyarakat lokal Tahap akhir, terdiri dari: Hasil akhir kajian. Selatan. Malaysia, dan beberapa negara Eropa seperti Belanda dan Inggris. Sejauh ini. Amerika Serikat masih merupakan pasar utama tujuan ekspor kepiting Indonesia. Komoditas kepiting tersebut diekspor dalam bentuk segar, beku, kering, maupun dalam Penjualan Kepiting mengalami Tren positif ditunjukkan dalam kurun waktu 3 tahun sejak 2015 hingga 2017. Rata-rata meningkat hingga sebesar 20,4 persen setiap tahunnya dengan nilai peningkatan rata-rata mencapai Rp6,2 miliar. Prosentase pasar ekspor sebesar 31,3 persen dengan tujuan utama adalah China. Singapura dan Malaysia. Permintaan sangat meningkat terus disebabkan karena permintaan pasar ekspor yang sangat tinggi, khususnya ke Fuzhou dan Guangzhou. China. Kendala yang dihadapi dalam usaha budidaya kepiting antara lain kurangnya minat para investor menanamkan modal karena biaya operasionalnya yang tinggi, risiko kerugian dianggap besar, serta ketersediaan teknologi yang belum Namun usaha budidaya ini sangatlah potensial dan menguntungkan mengingat terus menurunnya kualitas dan Penyusunan rekomendasi terkait dengan jumlah kepiting hasil tangkap. pengelolaan sumberdaya kepiting bakau di Sektor merupakan sektor yang potensial untuk Desa Liagu Kecamatan Sekatak Kab. Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. dikembangkan secara optimal. Provinsi Kalimantan Utara merupakan provinsi yang terletak berseberangan dengan negara HASIL DAN PEMBAHASAN Kepiting bakau di dalam negeri tergolong tetangga, yaitu Malaysia dan Brunei sebagai salah satu komoditi perikanan Darusalam. Oleh karena letaknya yang dengan harga jualnya tinggi. Di pasar berhadapan langsung dengan negara internasional, harga kepiting Indonesia tetangga dan merupakan daerah perbatasan merupakan salah satu yang paling tinggi. dengan negara lain, maka perlu perhatian Hal ini disebabkan komoditas kepiting yang khusus terutama pada sektor kelautan dan diekspor merupakan komoditas dengan grade yang lebih baik. Pasar produk kepiting Provinsi Kalimantan Utara sebagai salah Indonesia telah memasuki beberapa negara satu provinsi yang mempunyai wilayah yaitu Amerika Serikat. RRC. Jepang. Korea pesisir, pulau-pulau kecil dan juga Abdul J. Heppi I. PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYAA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JPMB (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO) . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 4 NOMOR 2 DESEMBER 2020 (Halaman 129-. mempunyai DAS . aerah aliran sunga. dengan berbagai macam fungsi yakni fungsi serta perairan umum lainnya yang cukup fisik, biologi dan ekonomi atau produksi Panjang garis pantai yang ada di (Naamin, 1. Fungsi fisik dari ekosistem Provinsi Kalimantan Utara adalah 3. 995 km, mangrove adalah menjaga garis pantai agar hal tersebut menggambarkan bahwa tetap stabil, melindungi pantai dan tebing Provinsi Kalimantan Utara memiliki sungai, mencegah terjadinya erosi pantai, wilayah pesisir yang panjang. Panjang garis sebagai perangkap bahan pencemar dan pantai tersebut kurang lebih 0,5% dari limbah, perlindungan bagi tata guna lahan di panjang garis pantai Indonesia . 000 k. wilayah pantai dari badai dan tsunami. Selain memiliki pesisir yang cukup panjang, pencegahan terhadap intrusi garam. Provinsi Kalimantan Utara juga memiliki pemurnian alami perairan pantai terhadap wilayah perairan laut yang memiliki potensi polusi, serta suplai detritus dan zat hara untuk perairan pantai di dekatnya. berdasarkan data WPP 716. Potensi tersebut Sedangkan fungsi biologi ekosistem dapat dimanfaatkan secara maksimal mangrove adalah sebagai daerah asuhan apabila dapat dikelola secara optimal. bagi larva dan individu muda, tempat Kabupaten Bulungan memiliki jumlah bertelur, tempat mencari makan serta habitat produksi perikanan laut tertinggi diantara alami berbagai jenis biota, yang beberapa kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan diantaranya memiliki nilai komersial. DaunUtara, yaitu mencapai 5013 ton. Kabupaten daun mangrove yang berjatuhan dan ini memiliki banyak pulau-pulau kecil hanya berakumulasi pada sedimen mangrove yang dimanfaatkan sebagai lokasi tambak sebagai lapisan sisa-sisa daun . eaf litte. Salah satu pulaunya yaitu Desa mendukung kehadiran sejumlah besar Liagu. komunitas organisme detrital. Organisme ini Salah satu produk anggalan daerah ini bertindak sebagai pengurai detritus, dan adalah kepiting bakau yang berasal dari mengubahnya menjadi energi yang dapat penangkapan di sekitar hutan mangrove dan dimanfaatkan oleh sejumlah spesies tambak tradisional. Ekosistem mangrove termasuk kepiting bakau dan jenis krustasea merupakan produsen primer melalui serasah lainnya, ikan, moluska, reptilia, mamalia yang dihasilkannya. Serasah mangrove serta burung (Dahuri, 1. setelah melalui proses dekomposisi oleh Diperkirakan perkembangan sejumlah mikroorganisme, menghasilkan perdagangan kepiting bakau dimasa detritus yang meningkatkan kesuburan mendatang akan terus meningkat antara lain dengan adanya indikasi: . peluang pasar fitoplankton dapat hidup dan berkembang. ekspor terbuka luas dengan sedikitnya ada Fitoplankton selanjutnya dimanfaatkan oleh 11 negara konsumen, . potensi lahan konsumer primer yang terdiri dari bakau yang merupakan habitat hidupnya zooplankton, ikan dan krustasea, sampai cukup besar dan belum digali secara akhirnya dimangsa oleh manusia sebagai optimal, . pengetahuan budidaya yang konsumer utama (Sumarna, 1. Vegetasi mangrove juga merupakan pembenihan maupun pembesaran. Peluang pendaur ulang zat hara tanah yang pasar yang cukup besar dengan harga tinggi diperlukan bagi tanaman. Mangrove menyebabkan bisnis kepiting semakin merupakan suatu ekosistem yang unik Abdul J. Heppi I. PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYAA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JPMB (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO) . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 4 NOMOR 2 DESEMBER 2020 (Halaman 129-. Budidaya kepiting bakau perlu digiatkan satu lokasi ke lokasi lainnya. Pada untuk menjaga kelestarian kepiting bakau di pesisirnya juga dibuka lahan mangrove yang Kegiatan ini dapat menyediakan dialih fungsikan sebagai tambak tradisional. Rumahnya terbuat dari kayu selayaknya pendapatan nelayan secara berkelanjutan. rumah nelayan yang tinggal dipesisir dan di Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Lahan daratnya hanya Perikanan (DKP) Kaltara, ada sebanyak diperuntukan sebagai lahan bangunan desa, 604 pembudidaya di tambak tradisional. rumah ibadah dan perkebunan. Karena lahan Dari jumlah itu, total lahan budidaya berupa yang kurang subur dan karakteristik nelayan tambak sekitar 149. 958 hektare. Namun, yang masih senang tinggal di dekat perairan tidak semua lahan budidaya tersebut menyebabkan lahan yang ada di darat masih statusnya milik masyarakat, karena masih kurang optimal pemanfaatnya. Berdasarkan ada tambak budidaya yang lokasinya berada hasil diskusi dengan masyarakat setempat di kawasan Hutan Produksi (HP) dan Hutan tentang kondisi tanah di daratan, bahwa Produksi Konversi (HPK). Kalimanta Utara lahan banyak mengandung pasir sehingga memiliki tambak tradisional yang status tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. lahannya berbeda-beda. Ada sekitar 78. Tambak tradisional yang ada di Desa hektare tambak tradisional statatusnya Liagu umumnya mempunyai bentuk yang adalah Area Penggunaan Lain (APL), tidak beraturan dan petakan yang luas sama sehingga, masyarakat bisa memiliki seperti tambak tradisional pada umumnya. sertifikat atas lahan tersebut. Sementara Design tambak tradisional untuk kepiting sisanya, 70. 707 ha masuk kawasan HP dan Design yang tidak beraturan tersebut 659 ha masuk kawasan HPK. cenderung di sebabkan oleh usaha petambak Pulau-pulau kecil di sekitar Tarakan ada dalam membuat tambak yang selalu yang digunakan sebagai lahan tambak menyesuaikan kondisi geografis lahan. tradisional dan ada yang digunakan sebagai Akibatnya terbentuklah petakan tambak tempat pemukiman penduduk yang sebagian tradisional yang dibuat selalu dalam ukuran besar berprofesi sebagai nelayan. Salah satu yang besar. Petak yang tidak beraturan ini dari pulau kecil yang banyak penduduknya tentu saja menimbulkan arus yang tidak yaitu Desa Liagu Kecamatan Sekatak beraturan pada masing-masing sisinya. Kabupaten Bulungan. Tim berkunjung ke Selain itu akan menimbulkan kesulitan pada desa tersebut untuk melakukan pengabdian saat panen. Secara umum design tambak tradisional berukuran sangat luas sehingga pengembangan budidaya kepiting bakau. terasa sulit untuk proses perawatan dan Diskusi dilakukan secara terbatas sesuai dengan kondisi saat ini, dengan beberapa Masyarakat nelayan di daerah ini pamong desa di kantor Desa Liagu dan memiliki ketergantungan yang tinggi kemudian survey ke sekitar lokasi terhadap kepiting yang bersumber dari pengembangan budidaya kepiting di penangkapan di alam yang disediakan oleh Desa Liagu merupakan pulau kecil ekosistem mangrove . cosyetem service. yang dihuni oleh nelayan-nelayan dan telah Hutan mangrove di daerah tersebut masih menetap disitu. Nelayan mendirikan rumah sangat lebat, bahkan di daerah tersebut juga disekitar pesisir pantai dan membangun sedang dikembangkan usaha pembibitan jembatan antara sebagai penghubung dari pohon mangrove. Saat ini kepiting bakau di Abdul J. Heppi I. PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYAA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JPMB (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO) . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 4 NOMOR 2 DESEMBER 2020 (Halaman 129-. wilayah ini telah menjadi salah satu Riset ini merupakan upaya komoditas hasil perikanan yang mempunyai memanfaatkan pakan non ekonomis untuk nilai ekonomi yang tinggi baik untuk pasar budidaya kepiting bakau. Pakan non lokal dan pasar ekspor. Sebagian besar dari ekonomis berasal dari alam yang banyak masyarakat telah menjadikan kepiting bakau terdapat di sekitar tambak dan hasil sebagai sumber mata pencaharian. Saat ini sampingan penangkapan yang tidak usaha mereka tidak hanya menangkap dari Pakan alami yang berasal alam tetapi juga mengembangkan kepiting dari tambak yaitu. kerang temberungun dan di dalam tambak tradisional. ikan mujair, sedangkan ikan non ekonomis Di Desa Liagu ada sekitar 9 tambak dari penangkapan adalah ikan layur dan ikan tradisional yang dimanfaatkan untuk budidaya kepiting bakau. Budidaya yang Hasil dilakukan hanya berupa pengemukan dan membuktikan bahwa usaha pengelondongan pembesaran kepiting. Metode ini sangat kepiting bakau dapat dilakukan untuk skala sederhana, yaitu dengan menebarkan bibit laboratorium dan dapat dikembangkan di berbobot 80-100 gr/ekor yang berasal dari tambak tradisional. Usaha ini perlu hasil penangkapan dengan alat tangkap dikembangkan untuk membantu petani Kepiting bakau hasil penangkapan budidaya kepiting soka dalam memenuhi di daerah hutan mangrove diseleksi terlebih kebutuhannya atas bibit. Jika usaha ini dapat Kepiting yang berukuran besar dan tumbuh dengan baik maka keberlangsungan betina bertelur diambil untuk langsung budidaya dapat dijamin dan kelestarian dijual ke pos pembelian kepiting, sedangkan sumberdaya kepiting di alam dapat terjaga. kepiting kecil yang berbobot 80-100 gr di Budidaya pengembangan bibit kepiting tebar dalam tambak tradisional. bakau perlu digiatkan untuk menjaga Usaha budidaya kepiting dengan metode kelestarian kepiting bakau di alam. Usaha pembesaran di tambak tradisional di Desa ini akan dapat menyediakan lapangan kerja Liagu belum optimal. Hal ini diduga karena dan menciptakan pendapatan nelayan secara kepiting yang dibudidaya tidak diberi pakan dan lahan kurang dikelolah dengan baik. Pakan yang dapat digunakan dalam Mereka hanya mengandalkan pakan alami. budidaya kepiting berupa pakan alami atau Namun dari pengamatan peneliti dilokasi, pakan segar dari bahan non ekonomis bahwa hasil dari budidaya di sana belum rendah seperti ikan mujair, keong bisa di andalkan karena kurangnya hasil temberungun dan udang Ae udangan. Hal ini diduga karena kurangnya Menurut Iromo . , kepiting bakau pakan alami di dasar tambak dan tidak adalah makhluk hidup dengan kebiasaan adanya suplai pakan tambahan saat makan jenis omnivora, artinya tipikal budidaya sehingga kepiting bersifat kanibal. pemakan segala. Di samping mengonsumsi Hasil riset pengembangan budidaya kepiting daging hewan laut, kepiting juga dapat bakau skala laboratorium dan di tambak memakan tumbuhan, seperti ubi, jagung dan tradisional telah disosialisasikan kepada Dalam kehidupan di alam, kepiting masyarakat di Desa Liagu. Teknologi yang lebih sering memakan ikan, siput, cacing dan bangkai, artinya cenderung sifat pengelondongan bibit kepiting dan makannya ke arah karnivora. Wijaya . , pemanfaatan pakan alami lokal untuk menyatakan bahwa kepiting bakau termasuk Abdul J. Heppi I. PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYAA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JPMB (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO) . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. golongan hewan yang aktif pada malam hari (Nokturna. Kepiting sepanjang malam untuk mencari pakan bahkan dalam semalam kepiting ini mampu bergerak mencapai 219 Ae 910 meter, dalam mencari makan kepiting bakau lebih suka Kepiting lebih menyukai makanan alami berupa algae, bangkai hewan, dan udang-udangan. Pemeliharaan kepiting bakau perlu didukung dengan pemberian pakan yang Komponen dan komposisi pakan menentukan kualitas dari pakan. Komponen tersebut yaitu lemak, protein, vitamin, mineral, dan karbohidrat. Jika kekurangan dari komponen tersebut maka akan menyebabkan terganggunya pertumbuhan kepiting bakau. Kisaran kebutuhan protein untuk pertumbuhan kepiting bakau meliputi kisaran komposisi dalam pakan kepiting yakni protein 30-40% (Serang et al. Pakan merupakan salah satu faktor yang penting untuk menghasilkan produksi yang maksimal dalam budidaya kepiting telur. Pakan tersebut harus memenuhi persyaratan antara lain, penyediaannya, pengolahannya, kandungan gizinya, maupun pertimbangan sesuai tidaknya dengan pola kebiasaan makan kepiting bakau (Tridjoko et al. Usaha yang dapat dikembangkan di tambak tradisional Desa Liagu adalah: Pembesaran Kepiting Bakau Usaha ini dilakukan dengan diawali pengolaan lahan tambak dengan baik, yaitu pencucian tambak dengan memanfaatkan pasang surut air laut. Pencucian dilakukan secara berulang untuk meningkatkan pH tanah dan menghilangkan racun pada dasar Selanjutnya pemupukan lahan untuk menumbuhkan pakan alami. Pengemukan Kepiting Bakau VOLUME 4 NOMOR 2 DESEMBER 2020 (Halaman 129-. Usaha meningkatkan nilai jual kepiting Kepiting yang dibudidaya dipelihara di tambak dan diberikan pakan alami agar cepat gemuk. Budidaya Kepiting Soka Usaha ini dapat dilakukan dengan penangkapan di alam menjadi kepiting soka di tambak tradisional di Desa Liagu. Hilirisasi teknologi ini merupakan pengembangan budidaya kepiting bakau di tambak tradisonal. Jika pengolahan lahan dilakukan dengan baik dan pakan alami diberikan sesuai kebutuhan maka dimasa mendatang budidaya kepiting yang ada di Desa Liagu akan memberikan hasil yang PENUTUP Budidaya kepiting bakau di Desa Liagu belum optimal karena hanya mono kegiatan yaitu pembesaran kepiting bakau. Budidaya kepiting bakau berpotensi dikembangan menjadi beberapa usaha antara lain. pengembangan kepiting soka. DAFTAR RUJUKAN Hamasaki. Suprayudi. Takeuchi, , 2002. Mass mortality during metamorphosis to megalops in the seed production of mud crab. Scylla (Crustacea. Decapoda. Portunida. Fish. Sci. 68: 1226Ae1232. Harahap. Muhammad Syarif, 2014. Karakteristik Bioakustik dan Tingkah Laku Ikan Mujair (Oreoochromis mossambicu. Terhadap Perubahan Salinitas. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Abdul J. Heppi I. PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYAA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JPMB (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO) . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. Holme. Zeng. Southgate. The effect of supplemental dietary cholesterol on growth, development and survival of mud crab Scylla serrata, megalopa fed semipurified diets. Aquaculture 261: 1328Ae1334. Hubatsch H. Lee S. Meyneeke J. Diele K. Nordhaus I. Wolff M. Life-history, movement, and Habitat use of Scylla serrate (Decapoda. Portunida. : Current Knowledge and Future Challengs. Journal Hydrobiologia . 763:5-21. Hutagalung. Rusliadi & Niken AP. Pengaruh Pemberian Jenis Pakan Berbeda Terhadap Jumlah. Pertumbuhan dan Kelulusanhidupan Kepiting Bakau (Scylla serrat. yang Bertelur. Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelutan Universitas Riau Pekanbaru. Iromo H. Azis. Amien MH. Cahyadi J. Budidaya udang windu di tambak UB press. 152 hal. Iromo H. Zairin MJ. Suprayudi MA. Manalu Effectivity of thyroxine hormone suplementation in the ovarian maturation of female mud crab (Scylla serrat. Pakistan Journal of Biotechnology 11. Iromo H. Pengembangan Budidaya Kepiting Bakau di Kaltara. Deep Publish Press. Yogyakarta. 67 hal. John S. Sivadas P. Morfological changes in development of the ovary in the eyestalk ablated estuarine crab. Scylla serrata (Forska. Mahasagar 11: 57-62. Keenan C. Mud crab aquaculture and biology. ACIAR proceedings. ACIAR. Canberra. 48 Ae 58. Karim. Kinerja pertumbuhan kepiting bakau betina (Scylla serrata Forsska. pada berbagai salinitas media dan evaluasinya pada salinitas optimum dengan kadar protein berbeda . Bogor: Program Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. VOLUME 4 NOMOR 2 DESEMBER 2020 (Halaman 129-. Millamena OM. Quinitio ET. Reproductive performance of pondsourced Scylla serrata fed various broodstock diets. In Keenan. Blackshaw (Eds. Mud crab aquaculture and biology. Proceeding of an International Scientific Forum Heldin Darwin. Australia, 21-24 April ACIAR Proceedings. 78: 114117. Quinitio ET. Parado-Estepa F. Alava V. Development of hatchery techniques for the mud crab Scylla serrata: 1. comparison of feeding In: Mud Crab Aquaculture and Biology . Keenan and A. Blacksha. ACIAR Proceedings No. Australia: 125-130. Tridjoko. Ismi dan K. Suwirya. Perbaikan Mutu Telur dengan Suplemen Vitamin E pada Pakan. Prosiding Seminar Riptek Kelautan Nasional. 28 hl. Trino. Millamena. , & Keenan, , 2001. Pond Culture of Mud Crab Scylla (Forska. Fed Formulated Diet With or without Vitamin Supplements. Proccedings of the International Forum on the Culture of Portunid Crabs. Asian Fisheries Society. Manila. Philippines. Asian Fisheries Science, 14: 191-200. Watanabe T. Fish Nutrition and Mariculture. JICA. The General Aquaculture Course. Dept of Agriculture Bioscience. Tokyo University. Abdul J. Heppi I. PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYAA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb