Mistina, & Maruanaya / Jurnal Akademi Perikanan Kamasan, 6. , 2025 Jurnal Perikanan Kamasan, 6 . , 2025, 35-46 https://doi. org/10. 58950/jpk. Available online at: https://jurnalperikanankamasan. com/index. php/jpk/index Analisis Model Budidaya Ikan Nila Merah (Oreochromis sp. ) dan Strategi Pengembangannya di Kampung Legari. Distrik Makimi. Kabupaten Nabire AuAnalysis of the Red Tilapia (Oreochromis sp. ) Aquaculture Model and Development Strategy in Legari Village. Makimi District. Nabire RegencyAy Rahayu Septyaning Mistina1*, & Yan Maruanaya2 1*Program Studi Budidaya Perairan. Fakultas Perikanan Dan Kelautan Universitas Satya Wiyata Mandala. Nabire. Papua Tengah 2Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan. Fakultas Perikanan Dan Kelautan Universitas Satya Wiyata Mandala. Nabire. Papua Tengah Email: ayumistina92@gmail. ABSTRAK INFO ARTIKEL Ikan nila merah (Oreochromis sp. ) memiliki nilai ekonomis tinggi dan berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan perikanan budidaya. Kabupaten Nabire, khususnya Kampung Legari. Distrik Makimi, merupakan salah satu kawasan yang berpotensi untuk pengembangan budidaya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem budidaya ikan nila merah di Kampung Legari serta merumuskan strategi pengembangannya guna mendukung pertumbuhan ekonomi Penelitian dilaksanakan pada 9 JuniAe21 Juli 2025 Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya ikan nila merah di Kampung Legari masih menggunakan kolam tanah dengan teknologi tradisional. Peningkatan produksi relatif rendah karena keterbatasan pakan komersial dan ketergantungan pada pakan alami. Selain itu, rantai pasok dan distribusi ketergantungan pada tengkulak, yang membatasi potensi keuntungan dan pengembangan usaha. Model pengelolaan budidaya yang memperhatikan aspek teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan secara terpadu berpotensi meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan produksi. Strategi pengembangan difokuskan pada penguatan potensi lokal, pemanfaatan peluang eksternal, serta pencapaian tujuan kolektif secara terukur. ABSTRACT Red tilapia (Oreochromis sp. ) possesses high economic value and considerable potential for development as a leading aquaculture Nabire Regency, particularly Legari Village in the Makimi District, represents one of the key areas with promising prospects for red tilapia cultivation. This study aims to examine the existing aquaculture practices of red tilapia in Legari Village and to Copyright A 2025. Authors Article History: Received 20/07/2025 Revised 19/08/2025 Accepted 5/09/2025 Published 30/09/2025 Kata Kunci: A Budidaya Ikan. A Ikan Nila Merah. A Strategi Pengembangan. A Ekonomi Lokal Key Words: A Aquaculture. A Fishing Gear. A Development Strategy. A Local Economy Mistina, & Maruanaya / Jurnal Akademi Perikanan Kamasan, 6. , 2025 formulate strategic recommendations to enhance local economic The research was conducted from June 9 to July 21, 2025, employing a descriptive quantitative and phenomenological The findings reveal that red tilapia farming in the study area primarily utilizes earthen ponds and traditional cultivation Production growth remains limited due to constraints in the availability of commercial feed and dependence on naturally occurring feed sources. Additionally, the post-harvest supply chain and distribution systems face structural barriers, particularly the reliance on intermediaries, which restrict profitability and business An integrated cultivation management model that incorporates technical, economic, social, and environmental dimensions is deemed essential to improve production efficiency and sustainability. The proposed development strategy emphasizes strengthening existing local potential, leveraging external . pportunities, and achi eving measurable collective objectives. PENDAHULUAN Kabupaten Nabire, dengan luas wilayah sekitar 12. 075 kmA (BPS, 2. , memiliki potensi besar untuk pengembangan budidaya ikan air tawar. Potensi ini didukung oleh ketersediaan sumber daya alam seperti air sungai, air tanah, dan air hujan yang cukup melimpah sepanjang tahun. Pemanfaatan sumber daya tersebut secara optimal dan berkelanjutan dapat menjadi pilar utama dalam mendukung ketahanan pangan lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Seiring dengan penetapan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2022 tentang Pembentukan Provinsi Papua Tengah, dengan Kabupaten Nabire sebagai ibu kota provinsi, terjadi peningkatan jumlah penduduk yang berdampak langsung terhadap peningkatan kebutuhan konsumsi ikan sebagai sumber protein hewani utama Produksi perikanan tangkap di Kabupaten Nabire pada tahun 2021 mencapai 64,20 ton, sedangkan produksi perikanan budidaya sebesar 277 ton (Badan Pusat Statistik Kabupaten Nabire, 2. Jumlah ini masih belum mampu memenuhi kebutuhan ikan masyarakat yang terus meningkat. Kondisi tersebut menuntut pengembangan sektor budidaya air tawar secara lebih intensif dan berkelanjutan. Secara nasional, kontribusi budidaya air tawar terhadap total produksi perikanan baru mencapai 10,1% (Gustiano, 2009. mujalifah et al. , 2. , yang menunjukkan bahwa peluang pengembangan sektor ini masih terbuka luas, termasuk di wilayah timur Indonesia seperti Nabire. Ikan nila merah (Oreochromis sp. ) merupakan salah satu komoditas unggulan budidaya air tawar di Indonesia karena memiliki laju pertumbuhan cepat, kemampuan adaptasi lingkungan yang tinggi, serta nilai gizi yang baik dengan kadar lemak rendah (Angriani et al. , 2. Nila merah juga memiliki prospek ekonomi tinggi karena permintaan pasar yang stabil dan harga jual yang kompetitif. Penelitian (Ashuri, 2. Mappa & Sodiq, . menyatakan bahwa pengembangan budidaya nila merah berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani ikan di Jawa Barat melalui sistem budidaya kolam tanah dengan manajemen pakan yang efisien. Sementara itu, penelitian Mendrofa & Zebua, . menunjukkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan budidaya nila Copyright A 2025. Authors Mistina, & Maruanaya / Jurnal Akademi Perikanan Kamasan, 6. , 2025 merah meliputi kualitas air, ketersediaan pakan, dan penerapan teknologi sederhana yang sesuai dengan kondisi lingkungan lokal. Penelitian lain oleh Suryadi . di Sulawesi Selatan menemukan bahwa strategi pengembangan budidaya nila merah yang efektif harus mempertimbangkan aspek teknis, sosial, ekonomi, dan lingkungan secara terpadu untuk mencapai keberlanjutan produksi. Temuan tersebut sejalan dengan hasil kajian Gustalika et al. , . yang menekankan pentingnya penguatan kapasitas pembudidaya melalui pelatihan dan akses terhadap teknologi tepat guna sebagai faktor penentu keberhasilan usaha. Namun, di wilayah Nabire, khususnya di Kampung Legari. Distrik Makimi, penelitian serupa masih sangat terbatas, padahal daerah ini memiliki kondisi lingkungan yang mendukung dan peluang pasar yang Meskipun memiliki potensi tinggi, kegiatan budidaya ikan nila merah di Kampung Legari masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan teknologi budidaya, ketersediaan pakan komersial, serta sistem distribusi hasil panen yang belum efisien dan masih bergantung pada tengkulak. Permasalahan tersebut menghambat peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha, serta membatasi kontribusi sektor ini terhadap perekonomian lokal. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis model budidaya ikan nila merah yang diterapkan di Kampung Legari. Distrik Makimi, serta merumuskan strategi pengembangan yang berkelanjutan guna memperkuat pertumbuhan ekonomi lokal dan ketahanan pangan daerah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat praktis bagi pembudidaya dalam meningkatkan efisiensi usaha, menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam penyusunan kebijakan pengembangan perikanan budidaya, serta memberikan kontribusi ilmiah bagi pengembangan kajian budidaya ikan air tawar di wilayah Papua Tengah. METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Legari. Distrik Makimi. Kabupaten Nabire. Provinsi Papua Tengah. Lokasi ini dipilih karena merupakan salah satu sentra pengembangan budidaya ikan nila merah (Oreochromis sp. ) yang tengah berkembang pesat dan menjadi sumber penguatan ekonomi masyarakat setempat. Kampung Legari juga merupakan wilayah transmigrasi dengan ketersediaan sumber air yang melimpah dari aliran Sungai Legari, sehingga mendukung kegiatan budidaya ikan air tawar secara berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan selama 9 Juni 2025 hingga 21 Juli 2025. Peta lokasi penelitian disajikan pada Gambar 1. Copyright A 2025. Authors Mistina, & Maruanaya / Jurnal Akademi Perikanan Kamasan, 6. , 2025 Gambar 1. Lokasi penelitian Jenis dan Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang didukung dengan pendekatan fenomenologis. Pendekatan ini digunakan untuk menggambarkan secara objektif kondisi faktual di lapangan sekaligus memahami pengalaman para pembudidaya dalam mengelola usaha budidaya ikan nila merah serta strategi pengembangannya. Desain penelitian ini memungkinkan analisis terhadap aspek teknis budidaya, sosial-ekonomi, dan potensi pengembangan secara komprehensif melalui pengumpulan data numerik dan deskriptif yang kemudian diolah secara statistik dan kualitatif. Subjek Penelitian Subjek penelitian meliputi pembudidaya ikan nila merah di wilayah Satuan Pemukiman (SP) 2. Kampung Legari. Para pembudidaya mengelola kolam tanah sistem terbuka dengan sumber air berasal dari drainase bendungan Sungai Legari yang memiliki debit air cukup tinggi dan stabil sepanjang tahun. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak delapan . keluarga pembudidaya aktif, yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan keterlibatan langsung mereka dalam usaha budidaya ikan nila merah sebagai sumber pendapatan utama keluarga. Prosedur Pengumpulan Data Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, serta dokumentasi dan pencatatan data produksi. Observasi langsung dilakukan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai sistem budidaya ikan nila merah yang diterapkan oleh para pembudidaya, meliputi kondisi kolam, teknik pemeliharaan, pemberian pakan, pengelolaan kualitas air, hingga proses panen. Wawancara semi-terstruktur dilakukan dengan pembudidaya terpilih untuk menggali informasi yang lebih mendalam terkait aspek sosial-ekonomi, kendala yang dihadapi dalam usaha budidaya, serta aspirasi mereka terhadap pengembangan kegiatan budidaya ikan nila merah di masa mendatang. Selain itu, dokumentasi dan pencatatan data dilakukan untuk mengumpulkan data kuantitatif mengenai volume produksi, biaya operasional, harga jual, dan pendapatan usaha pembudidaya. Semua data yang diperoleh kemudian diseleksi. Copyright A 2025. Authors Mistina, & Maruanaya / Jurnal Akademi Perikanan Kamasan, 6. , 2025 diklasifikasikan, dan dikompilasi untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi faktual kegiatan budidaya ikan nila merah di Kampung Legari. Analisis Data Data yang terkumpul dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi dianalisis menggunakan pendekatan Analisis SOAR yang terdiri atas empat komponen utama, yaitu Strengths . , . Aspirations . , dan Results . Analisis ini dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan internal pembudidaya, seperti ketersediaan sumber daya air, keterampilan teknis, dan dukungan lingkungan. peluang eksternal berupa potensi pasar, dukungan kebijakan pemerintah daerah, dan kemungkinan pengembangan usaha. serta menggali aspirasi para pembudidaya terhadap penguatan ekonomi keluarga dan pengembangan sektor perikanan berbasis masyarakat. Hasil dari analisis ini digunakan untuk merumuskan strategi pengembangan budidaya ikan nila merah yang realistis, partisipatif, dan berkelanjutan. Pendekatan SOAR dipilih karena berfokus pada kekuatan dan potensi positif yang dimiliki masyarakat, berbeda dengan analisis SWOT yang lebih menekankan aspek kelemahan dan ancaman. Dengan demikian, hasil analisis ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi strategis bagi peningkatan produksi dan penguatan ekonomi lokal di Kampung Legari (Fuadi, 2020. Stavros & Hinrichs. Suryadi, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Profil dan Sistem Budidaya di Kampung Legari Hasil observasi menunjukkan bahwa sistem budidaya ikan nila merah di Kampung Legari. Distrik Makimi, dilakukan dengan menggunakan kolam tanah bersumber air dari drainase Bendungan Legari. Kegiatan budidaya tergolong skala kecil dan dikelola secara mandiri oleh pembudidaya bersama anggota keluarga. Pemilihan kolam tanah didasari oleh biaya konstruksi yang relatif rendah dan kemampuannya mendukung pertumbuhan ikan secara alami. Namun demikian, sistem ini memiliki keterbatasan dalam produktivitas karena masih mengandalkan teknologi tradisional dan pakan alami yang tersedia di kolam. Hasil wawancara mengindikasikan bahwa penggunaan pakan komersial sangat terbatas akibat harga yang tinggi, sehingga para pembudidaya bergantung pada pakan alami. Kondisi ini berdampak pada pertumbuhan ikan yang cenderung lambat. Menurut Nasution, . biaya pakan dapat mencapai 60Ae70% dari total biaya produksi, sehingga efisiensi pakan menjadi faktor penentu keberlanjutan usaha. Beberapa studi menunjukkan bahwa substitusi sebagian pakan komersial dengan bahan organik seperti maggot dan azolla mampu meningkatkan pertumbuhan ikan secara signifikan (Darmianawati, 2021. Gunawan et al. , 2. Meskipun keterbatasan pakan menjadi kendala utama, ketersediaan air di lokasi penelitian terjaga dengan baik. Debit air yang tinggi dan aliran drainase yang stabil menjaga kualitas air dan mendukung pertumbuhan fitoplankton sebagai pakan alami. Hal ini menjadi keunggulan ekologis dalam budidaya di Kampung Legari. Temuan ini sejalan dengan pernyataan Djarijah . bahwa ikan nila merah memiliki toleransi lingkungan tinggi dan Copyright A 2025. Authors Mistina, & Maruanaya / Jurnal Akademi Perikanan Kamasan, 6. , 2025 laju pertumbuhan cepat, menjadikannya komoditas unggulan bagi pembudidaya kecil. Selain itu, kandungan protein dan asam amino pada ikan nila merah menjadikannya sumber pangan bergizi tinggi (Sholihah, 2. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan budidaya di Kampung Legari memiliki prospek baik karena permintaan ikan nila merah di Nabire cukup tinggi, sementara pasokannya masih terbatas. Kondisi ini membuka peluang bagi pengembangan sistem budidaya yang lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan, dengan dukungan teknologi sederhana serta kebijakan pemberdayaan masyarakat lokal. Analisis Rantai Pasok dan Distribusi Pasca Panen Hasil wawancara menunjukkan bahwa rantai pasok ikan nila merah di Kampung Legari masih sederhana dan belum efisien. Pembudidaya melakukan panen manual ketika ikan mencapai ukuran konsumsi . Ae500 g/eko. dan menjual hasil panen langsung kepada tengkulak atau pengepul. Keterbatasan akses pasar menyebabkan harga jual ikan lebih banyak ditentukan oleh pengepul, bukan oleh pembudidaya. Kondisi ini mempersempit margin keuntungan dan membatasi peluang ekspansi usaha. Temuan ini sejalan dengan Primalasari et al. , . yang menyatakan bahwa rantai pasok ikan nila di Indonesia cenderung lemah karena ketergantungan tinggi terhadap perantara, biaya distribusi besar, dan karakteristik produk yang tidak tahan lama. Rantai pasok yang efektif semestinya memperhatikan aliran produk, informasi, dan keuangan yang efisien dari produsen hingga konsumen (Handfield & Ernest L. Nicholas, 2002. Setiadi et al. Oleh karena itu, penguatan kapasitas kelembagaan ekonomi lokal, dukungan infrastruktur rantai dingin . old chai. , dan diversifikasi saluran distribusi menjadi kunci peningkatan daya saing budidaya nila merah di Nabire. Secara praktis, pembentukan koperasi atau kelompok usaha bersama dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap tengkulak, sekaligus memperkuat posisi tawar pembudidaya dalam menentukan harga jual. Penguatan rantai pasok tidak hanya meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha, tetapi juga menjamin ketersediaan ikan segar berkualitas bagi konsumen. Model Budidaya Ikan Nila Merah di Kampung Legari Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem budidaya ikan nila merah (Oreochromis ) yang dikembangkan di Kampung Legari. Distrik Makimi. Kabupaten Nabire, umumnya dilakukan oleh pembudidaya skala kecil dengan menggunakan kolam tanah. Kondisi geografis dan sumber daya air yang melimpah menjadi faktor pendukung utama keberhasilan budidaya di wilayah ini. Ketersediaan air sepanjang tahun berasal dari sistem drainase primer dengan debit yang stabil, sehingga mampu memenuhi kebutuhan air bagi kolam budidaya tanpa ketergantungan pada musim. Pola tersebut menunjukkan potensi pengembangan budidaya air tawar yang berkelanjutan di tingkat lokal (Gambar . Copyright A 2025. Authors Mistina, & Maruanaya / Jurnal Akademi Perikanan Kamasan, 6. , 2025 Gambar 2. Model budidaya ikan nila merah di Kampung Legari Model budidaya yang diterapkan mengandalkan teknologi sederhana dan padat karya dengan memanfaatkan tenaga kerja keluarga. Penggunaan kolam tanah memberikan keuntungan ekonomi karena biaya konstruksi dan operasional relatif rendah, serta memungkinkan tumbuhnya pakan alami yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap pakan komersial. Meskipun demikian, keterbatasan dalam ketersediaan pakan buatan dan manajemen pakan masih menjadi kendala dalam peningkatan produktivitas. Kondisi ini sejalan dengan hasil penelitian Gunawan et al. , . yang menyatakan bahwa efisiensi pakan merupakan faktor penentu keberhasilan budidaya nila merah di tingkat pembudidaya Analisis hasil lapangan juga memperlihatkan bahwa produktivitas budidaya di Kampung Legari belum optimal karena sebagian besar pembudidaya belum menerapkan manajemen kualitas air dan padat tebar yang terukur. Namun, tingkat kelangsungan hidup ikan . urvival rat. tergolong tinggi karena kondisi lingkungan yang relatif stabil dan kualitas air yang masih baik. Hal ini menunjukkan bahwa dengan penerapan manajemen teknis sederhanaAiseperti pengaturan aerasi, sirkulasi air, serta pemberian pakan alami tambahanAiproduksi dapat ditingkatkan secara signifikan tanpa meningkatkan biaya operasional secara besar. Dari sisi ekonomi, kegiatan budidaya ikan nila merah di Kampung Legari berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan konsumsi ikan lokal serta mendukung ketahanan pangan masyarakat setempat. Peningkatan permintaan pasar di wilayah Nabire akibat pertumbuhan penduduk menjadi peluang bagi pengembangan usaha ini. Temuan ini memperkuat hasil studi Mashur et al. , . , yang menyebutkan bahwa sektor perikanan budidaya air tawar berkontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi rumah tangga dan pemberdayaan masyarakat perdesaan. Selain itu, hasil observasi lapangan menunjukkan adanya struktur distribusi hasil panen yang masih bergantung pada tengkulak. Ketergantungan ini berdampak pada rendahnya margin keuntungan yang diterima pembudidaya. Permasalahan serupa juga diungkap oleh Primalasari et al. , . , bahwa rantai pasok ikan nila di Indonesia masih menghadapi hambatan struktural pada tingkat pemasaran. Oleh karena itu, diperlukan Copyright A 2025. Authors Mistina, & Maruanaya / Jurnal Akademi Perikanan Kamasan, 6. , 2025 model kelembagaan lokal seperti koperasi pembudidaya untuk memperkuat posisi tawar dan meningkatkan efisiensi distribusi. Secara konseptual, model budidaya ikan nila merah di Kampung Legari dapat digolongkan sebagai sistem community-based aquaculture yang menekankan kemandirian, efisiensi sumber daya, serta adaptasi terhadap kondisi ekologis lokal. Model ini berpotensi menjadi praktik perikanan berkelanjutan di tingkat rumah tangga, karena mampu menciptakan keseimbangan antara manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan Aziz . , yang menegaskan bahwa pendekatan partisipatif dan pemanfaatan sumber daya lokal merupakan kunci keberhasilan pengembangan akuakultur berkelanjutan di kawasan perdesaan. Secara ilmiah, hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa peningkatan produksi ikan nila merah di Kampung Legari dapat dicapai melalui integrasi antara aspek teknis . engelolaan air dan paka. , ekonomi . fisiensi biaya dan penguatan pasa. , sosial . eterlibatan keluarga dan kelompok tan. , serta lingkungan . emanfaatan sumber daya air secara lestar. Secara praktis, model ini dapat dijadikan acuan bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha perikanan dalam merancang strategi pengembangan budidaya air tawar berbasis masyarakat di wilayah lain yang memiliki karakteristik serupa. Strategi Pengembangan Budidaya Ikan Nila Merah Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan budidaya ikan nila merah (Oreochromis sp. ) di Kampung Legari memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan perikanan air tawar. Strategi pengembangannya perlu diarahkan pada peningkatan produktivitas, efisiensi ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan. Sebagaimana disampaikan oleh Amri et al. , . , strategi pembangunan budidaya ikan air tawar berperan penting dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pembudidaya melalui pendekatan berbasis potensi lokal. Dalam konteks ini, pendekatan SOAR (Strengths, opportunities. Aspirations. Result. digunakan untuk merumuskan strategi pengembangan yang bersifat partisipatif dan berorientasi pada potensi. Analisis SOAR menekankan pada optimalisasi kekuatan dan peluang daerah guna mencapai aspirasi pembudidaya dalam jangka panjang. Pembudidaya memiliki peran sentral dalam menentukan pemanfaatan sumber daya, peningkatan efisiensi produksi, serta penguatan ekonomi keluarga dan masyarakat lokal. Hal ini dapat dilihat dari SOAR Copyright A 2025. Authors Mistina, & Maruanaya / Jurnal Akademi Perikanan Kamasan, 6. , 2025 Gambar 3. Hasil analisis SOAR berkaitan dengan budidaya ikan nila merah Hasil analisis menunjukkan bahwa kekuatan utama . budidaya nila merah di Kampung Legari meliputi ketersediaan sumber air yang melimpah dan stabil, kemampuan adaptasi ikan terhadap kondisi lingkungan, serta permintaan pasar yang terus meningkat. Peluang (. yang dapat dimanfaatkan antara lain dukungan kebijakan pemerintah terhadap sektor perikanan air tawar, potensi pengembangan pasar domestik, serta peluang kemitraan dengan sektor swasta untuk memperkuat rantai pasok. Dari sisi aspirasi . , pembudidaya berharap dapat mengembangkan usaha yang lebih produktif dan mandiri melalui penerapan teknologi tepat guna dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Hasil yang diharapkan . adalah meningkatnya produksi ikan nila merah secara berkelanjutan, terbentuknya kelembagaan ekonomi pembudidaya, serta terciptanya lapangan kerja baru di tingkat lokal. Pendekatan SOAR ini terbukti relevan untuk pengembangan perikanan rakyat karena berorientasi pada kekuatan dan peluang, berbeda dengan pendekatan SWOT yang cenderung menyoroti kelemahan dan ancaman (Kamkankaew, 2023. Stavros & Hinrichs, 2. Dengan demikian, strategi pengembangan yang berbasis SOAR dinilai lebih adaptif terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat perdesaan dan mampu menumbuhkan semangat kolaboratif antar-stakeholder. Secara ilmiah, hasil ini memperkuat temuan penelitian Amri et al. , . yang menekankan pentingnya strategi pembangunan berbasis masyarakat untuk meningkatkan Copyright A 2025. Authors Mistina, & Maruanaya / Jurnal Akademi Perikanan Kamasan, 6. , 2025 pendapatan dan ketahanan pangan keluarga. Secara praktis, hasil analisis ini menunjukkan bahwa penguatan potensi lokal, optimalisasi peluang pasar, dan pencapaian aspirasi kolektif yang terukur menjadi dasar utama dalam perencanaan pengembangan budidaya ikan nila merah di Kampung Legari. Dengan demikian, strategi pengembangan yang dihasilkan melalui pendekatan SOAR tidak hanya mendorong peningkatan produksi dan efisiensi ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan, kemandirian ekonomi masyarakat, serta keberlanjutan ekosistem perikanan di wilayah Kabupaten Nabire dan sekitarnya. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa performa budidaya ikan nila merah (Oreochromis sp. ) dengan sistem kolam tanah di Kampung Legari masih tergolong rendah dibandingkan sistem budidaya modern. Hal ini disebabkan oleh penggunaan teknologi yang masih bersifat tradisional serta ketergantungan tinggi pada pakan alami akibat mahalnya harga pakan komersial. Kondisi tersebut berdampak pada efisiensi produksi dan pertumbuhan ikan yang kurang optimal. Selain itu, rantai pasok dan distribusi pascapanen masih menghadapi kendala struktural, terutama keterbatasan akses pasar dan ketergantungan pada perantara, yang menghambat peningkatan nilai ekonomi bagi Model budidaya yang diterapkan mencerminkan karakteristik perikanan rakyat berbasis kemandirian, efisiensi sumber daya, dan adaptasi terhadap kondisi lokal sebagai bentuk praktik perikanan berkelanjutan. Melalui analisis SOAR, strategi pengembangan yang direkomendasikan berfokus pada penguatan potensi lokal, optimalisasi peluang eksternal, serta pencapaian aspirasi kolektif yang terukur untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan ekonomi daerah. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar pengembangan budidaya ikan nila merah diarahkan pada peningkatan kapasitas teknologi melalui pelatihan dan penyuluhan bagi pembudidaya, penyediaan akses terhadap pakan komersial yang terjangkau, serta pembentukan jaringan pemasaran langsung untuk mengurangi ketergantungan pada Secara teoretis, hasil penelitian ini dapat memperkaya kajian tentang model pengelolaan perikanan rakyat yang adaptif dan berkelanjutan. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan dilakukan kajian lebih mendalam terkait analisis finansial, efisiensi teknis sistem budidaya yang berbeda, serta dampak sosial-ekonomi pengembangan budidaya nila merah terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Rektor Universitas Satya Wiyata Mandala atas bantuan dan dukungan yang diberikan dalam pelaksanaan penelitian ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Dekan dan para dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan yang telah memberikan masukan serta ide berharga dalam penyusunan naskah ini. Penghargaan khusus ditujukan kepada para pembudidaya ikan nila merah di Kampung Legari SP1 atas kesediaan mereka memberikan informasi dan kerja sama yang baik, sehingga penelitian ini dapat terlaksana dengan lancar. Copyright A 2025. Authors Mistina, & Maruanaya / Jurnal Akademi Perikanan Kamasan, 6. , 2025 DAFTAR PUSTAKA