Zona Komputer ISSN 2087 - 7269 Volume 15. Nomor 03 ( Desember 2. IMPLEMENTASI SISTEM PENGADUAN MASYARAKAT BERBASIS WEB UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK DI DESA NAMBO UDIK Naufal Afaf Ekayana1. Ahmad Tabrani2 Teknik Informatika. Fakultas Sains & Teknologi. Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Jalan Syech Nawawi Al-Bantani. Kelurahan Sukawana. Kecamatan Curug. Kota Serang. Banten. Indonesia naufalafaf09@gmail. com1, ahmad. tabrani@uinbanten. Abstrak Pelayanan publik yang efektif merupakan hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi oleh pemerintah Desa Nambo Udik masih menggunakan sistem pelaporan keluhan secara manual dari mulut ke mulut yang mengakibatkan lambatnya respon dan kesulitan dalam memprioritaskan penanganan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan Smart Complaint Management System (SCMS) berbasis web yang dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan pengaduan masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model waterfall. Sistem dibangun menggunakan teknologi React untuk frontend. Supabase sebagai backend, dan TailwindCSS untuk styling. Fitur utama meliputi registrasi warga dengan NIK, pengajuan pengaduan dengan foto bukti, kategorisasi (Infrastruktur. Sosial. Kebersihan. Keamanan. Pelayanan Publi. , prioritisasi (Tinggi. Sedang. Renda. , tracking status real-time (Pending. In Progress. Solve. , dan sistem diskusi antara warga dan admin. Hasil pengujian black box menunjukkan bahwa seluruh fitur berfungsi dengan baik. Implementasi sistem berhasil mengurangi waktu respon rata-rata dari 7 hari menjadi 2 hari, meningkatkan transparansi, dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa. Kata Kunci: E-Government. Sistem Pengaduan Masyarakat. Web Application. Desa Digital. React Abstract Effective public services are a basic right that must be fulfilled by village governments. Nambo Udik Village still uses a manual complaint reporting system through word of mouth, resulting in slow responses and difficulties in prioritizing issue resolution. This research aims to design and implement a web-based Smart Complaint Management System (SCMS) to improve the efficiency of public complaint management. The research method uses a Research and Development (R&D) approach with a waterfall model. The system is built using React for the frontend. Supabase as the backend, and TailwindCSS for styling. Key features include citizen registration with ID numbers, complaint submission with photo evidence, categorization (Infrastructure. Social. Cleanliness. Security. Public Servic. , prioritization (High. Medium. Lo. , real-time status tracking (Pending. In Progress. Solve. , and a discussion system between citizens and administrators. Black box testing results show that all features function properly. System implementation successfully reduced average response time from 7 days to 2 days, increased transparency, and strengthened public trust in village government. Keywords: E-Government. Complaint Management System. Web Application. Digital Village. React Pendahuluan Transformasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan desa menjadi prioritas utama dalam era Society 5. Pelayanan publik yang efektif dan responsif merupakan hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi oleh kesejahteraan masyarakat. Digitalisasi sistem administrasi dan pelayanan publik tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemerintahan desa. Zona Komputer ISSN 2087 - 7269 Desa Nambo Udik masih menggunakan sistem pelaporan keluhan masyarakat secara manual dari mulut ke mulut yang mengakibatkan Sistem manual ini memiliki beberapa kelemahan signifikan, antara lain: tidak adanya dokumentasi terstruktur atas berdasarkan tingkat urgensi, minimnya transparansi proses penanganan pengaduan, dan tidak adanya mekanisme tracking status yang memungkinkan warga memantau perkembangan laporan mereka. Kondisi ini mengakibatkan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap responsivitas pemerintah desa dalam menangani permasalahan publik. Penelitian Smart Complaint Management System (SCMS) berbasis web sebagai solusi digitalisasi sistem pelaporan keluhan masyarakat. Sistem ini menyediakan platform terintegrasi yang memfasilitasi proses pengaduan dari tahap pelaporan hingga penyelesaian. Fitur-fitur utama meliputi kategorisasi pengaduan berdasarkan jenis masalah (Infrastruktur. Sosial. Kebersihan. Keamanan, dan Pelayanan Publi. , prioritisasi berdasarkan tingkat urgensi (Tinggi. Sedang. Renda. , upload foto sebagai bukti pendukung, tracking status secara realtime (Pending. In Progress. Solve. , serta sistem diskusi yang memfasilitasi komunikasi dua arah antara warga dan aparat desa. Penggunaan teknologi web modern seperti React dan Supabase memastikan sistem yang responsif, scalable, dan mudah diakses melalui berbagai perangkat. Tujuan penelitian ini adalah: . merancang dan mengimplementasikan sistem pengaduan masyarakat berbasis web yang user-friendly dan responsif, . meningkatkan kecepatan respon pemerintah desa terhadap keluhan masyarakat, . memfasilitasi komunikasi dua arah antara warga dan aparat desa untuk . menyediakan dashboard analitik untuk membantu pengambilan keputusan dalam prioritisasi penanganan masalah. Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah terciptanya sistem pelayanan publik yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel, serta meningkatnya kepercayaan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Volume 15. Nomor 03 ( Desember 2. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan pendekatan waterfall dalam pengembangan perangkat Model waterfall dipilih karena kebutuhan sistem telah teridentifikasi dengan jelas dan tidak memerlukan perubahan spesifikasi yang signifikan selama proses Penelitian dilaksanakan di Desa Nambo Udik. Kecamatan Cikande. Kabupaten Serang, pada bulan Agustus hingga November 2025. Tahapan penelitian dimulai dengan analisis kebutuhan sistem melalui observasi langsung ke kantor desa dan wawancara mendalam dengan aparat desa serta masyarakat untuk mengidentifikasi permasalahan dalam sistem pelaporan yang ada. Data yang dikumpulkan mencakup jenis-jenis keluhan yang sering dilaporkan, rata-rata waktu respon, dan kendala-kendala dalam sistem manual. Tahap menggunakan use case diagram untuk memodelkan interaksi antara aktor dan sistem, serta entity relationship diagram (ERD) untuk merancang struktur basis data. Perancangan antarmuka pengguna (UI/UX) dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip usability dan accessibility untuk memastikan sistem mudah digunakan oleh berbagai kalangan Implementasi sistem dilakukan menggunakan teknologi web modern. Frontend dibangun dengan React sebagai library JavaScript untuk membangun user interface yang interaktif dan TypeScript digunakan untuk menambahkan type safety yang meningkatkan maintainability kode. TailwindCSS dipilih sebagai framework CSS untuk styling yang Backend menggunakan Supabase sebagai Backend-as-aService PostgreSQL, sistem autentikasi berbasis JWT. Row Level Security (RLS) untuk keamanan data, dan cloud storage untuk penyimpanan file Integrasi Supabase dengan React dilakukan melalui Supabase JavaScript Client yang menyediakan real-time subscription untuk fitur tracking status. Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode black box testing untuk memastikan fungsionalitas setiap fitur berjalan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Zona Komputer ISSN 2087 - 7269 Skenario pengujian mencakup registrasi pengguna, proses login dan autentikasi, pembuatan pengaduan dengan berbagai variasi input, upload foto dengan berbagai format dan ukuran file, perubahan status pengaduan oleh admin, serta fitur diskusi. Setiap skenario diuji dengan input valid dan invalid untuk memvalidasi penanganan error. Evaluasi dilakukan dengan mengukur waktu respon sistem, tingkat keberhasilan operasi, dan user acceptance melalui kuesioner kepada pengguna Tinjauan Pustaka 1 E-Government E-Government pemerintahan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan partisipasi masyarakat. Implementasi e-government berbagai aspek seperti e-administration untuk otomasi proses administrasi internal, e-citizen untuk layanan kepada masyarakat, dan eservices untuk penyediaan layanan publik secara online. Implementasi e-government di tingkat desa telah terbukti meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat proses Beberapa manfaat strategis egovernment transparansi dan akuntabilitas, kemudahan akses informasi dan layanan 24/7, pengurangan birokrasi, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan. 2 Sistem Pengaduan Masyarakat Sistem pengaduan masyarakat merupakan salah satu aplikasi e-government yang memfasilitasi komunikasi dua arah antara pemerintah dan Sistem ini berperan penting dalam memperkuat akuntabilitas publik. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa sistem pengaduan berbasis web dapat meningkatkan aksesibilitas layanan, transparansi proses penanganan, dan kepuasan masyarakat. Komponen esensial dalam sistem pengaduan meliputi mekanisme pelaporan yang mudah diakses, sistem kategorisasi dan prioritisasi untuk efisiensi penanganan, tracking status untuk transparansi, dan feedback mechanism Volume 15. Nomor 03 ( Desember 2. untuk komunikasi dua arah. Implementasi sistem pengaduan online juga memungkinkan pemerintah untuk menganalisis pola keluhan masyarakat dan mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan. 3 Teknologi Web Modern Penggunaan teknologi web modern seperti React Supabase pengembangan aplikasi yang responsif, scalable, dan mudah dimaintain. React adalah library JavaScript yang dikembangkan oleh Facebook untuk membangun user interface component-based Kelebihan React meliputi Virtual DOM untuk performa yang optimal, reusable components untuk efisiensi pengembangan, dan ekosistem yang luas dengan berbagai library pendukung. Supabase adalah opensource Backend-as-a-Service PostgreSQL, autentikasi, storage, dan real-time subscription dalam satu platform terintegrasi. Penggunaan Supabase mempercepat proses pengembangan backend dan mengurangi kompleksitas infrastruktur server. 4 Penelitian Terkait Beberapa penelitian sebelumnya telah mengembangkan sistem pengaduan masyarakat di berbagai daerah dengan pendekatan teknologi yang bervariasi. Penelitian mengenai implementasi sistem pengaduan online menunjukkan bahwa digitalisasi proses pelaporan dapat mengurangi waktu respon hingga 60% dan meningkatkan kepuasan masyarakat secara signifikan. Penelitian lain mengeksplorasi penggunaan teknologi mobile untuk meningkatkan aksesibilitas sistem pengaduan, menunjukkan bahwa mobile application dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melaporkan permasalahan Namun, penelitian-penelitian tersebut belum mengintegrasikan fitur prioritisasi otomatis berdasarkan tingkat urgensi dan tracking status real-time yang memungkinkan warga memantau perkembangan pengaduan mereka secara langsung, seperti yang dikembangkan dalam penelitian ini. Hasil dan Pembahasan 1 Analisis Sistem Zona Komputer ISSN 2087 - 7269 Volume 15. Nomor 03 ( Desember 2. Berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan melalui observasi dan wawancara, sistem dirancang dengan dua level akses utama: parat des. Masyarakat dapat melakukan registrasi menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai identifier unik, membuat laporan pengaduan dengan deskripsi detail, melampirkan foto bukti hingga 5 MB per file, memilih kategori masalah yang berdasarkan urgensi, melakukan tracking status pengaduan secara real-time, menambahkan komentar atau informasi tambahan, serta menerima notifikasi perubahan status. Administrator memiliki akses penuh untuk mengelola semua pengaduan yang masuk, mengubah status dari Pending ke In Progress atau Solved, memberikan tanggapan dan solusi, menganalisis statistik pengaduan berdasarkan kategori dan prioritas, serta menghasilkan laporan periodik untuk evaluasi kinerja. 2 Perancangan Sistem Perancangan use case mengidentifikasi dua aktor utama yaitu Warga dan Admin dengan use case masing-masing. Use case untuk Warga meliputi: Registrasi dengan NIK dan data diri. Login menggunakan NIK dan password. Buat Pengaduan dengan form lengkap. Upload Foto sebagai bukti pendukung. Pilih Kategori dari lima opsi yang tersedia. Tentukan Prioritas berdasarkan urgensi masalah. Lihat Status pengaduan yang pernah dibuat, dan Tambah Komentar untuk diskusi dengan admin. Use case untuk Admin meliputi: Login sebagai administrator. Lihat Semua Pengaduan yang masuk dengan filter dan pencarian. Ubah Status pengaduan sesuai progress penanganan. Balas Pengaduan dengan memberikan tanggapan atau solusi. Lihat Data Warga untuk verifikasi identitas, dan Lihat Statistik untuk analisis pola Gambar 1. Use Case Diagram SCMS Perancangan basis data menggunakan Entity Relationship Diagram (ERD) dengan entitas utama: Users . enyimpan data warga dan admi. Complaints . enyimpan data pengadua. Comments . enyimpan diskus. , dan Categories . enyimpan jenis kategor. Relasi antar entitas dirancang sebagai berikut: Users memiliki relasi one-to-many dengan Complaints . atu user dapat membuat banyak pengadua. Complaints memiliki relasi manyto-one dengan Categories . anyak pengaduan dapat memiliki satu kategor. Complaints memiliki relasi one-to-many dengan Comments . atu pengaduan dapat memiliki banyak komenta. , dan Comments memiliki relasi many-to-one dengan Users . anyak komentar Zona Komputer ISSN 2087 - 7269 Volume 15. Nomor 03 ( Desember 2. dibuat oleh satu use. Setiap entitas memiliki primary key dan foreign key yang sesuai untuk menjaga integritas referensial data. Gambar 3. Halaman Utama SCMS Gambar 4. Halaman Beranda Warga SCMS Gambar 2. Entity Relationship Diagram SCMS 3 Implementasi Sistem Implementasi menggunakan pendekatan mobile-first design dengan TailwindCSS untuk memastikan tampilan yang responsif dan optimal di berbagai perangkat mulai dari smartphone hingga desktop. Sistem menyediakan mode gelap . ark mod. yang dapat diaktifkan oleh pengguna untuk kenyamanan penggunaan di malam hari. Desain antarmuka mengikuti prinsip usability dengan navigasi yang intuitif, form input yang jelas dengan validasi real-time, feedback visual untuk setiap aksi pengguna. Penggunaan Lucide React untuk icon set memastikan konsistensi visual dan performa yang optimal. Gambar 5. Halaman Form Pengaduan Warga 1 Gambar 6. Halaman Form Pengaduan Warga 2 Zona Komputer ISSN 2087 - 7269 Gambar 7. Dashboard Admin Sistem menyediakan lima kategori pengaduan yang telah disesuaikan dengan jenis permasalahan yang umum dilaporkan di Desa Nambo Udik, yaitu: Infrastruktur untuk masalah jalan, jembatan, drainase, dan fasilitas Sosial untuk isu kemasyarakatan, konflik, dan kegiatan sosial. Kebersihan untuk masalah sampah, sanitasi, dan lingkungan. Keamanan untuk gangguan keamanan, pencahayaan jalan, dan ketertiban. Pelayanan Publik untuk administrasi dan layanan pemerintah desa. Setiap pengaduan dapat diklasifikasikan berdasarkan tiga tingkat prioritas: Tinggi untuk masalah yang memerlukan penanganan segera seperti jalan rusak parah atau gangguan keamanan. Sedang untuk masalah yang perlu ditangani dalam waktu dekat, dan Rendah untuk masalah yang dapat ditangani secara bertahap. Klasifikasi prioritas ini membantu aparat desa dalam menentukan urutan penanganan dan alokasi sumber daya. Fitur upload foto memungkinkan warga melampirkan bukti visual untuk memperkuat laporan dengan batasan ukuran file maksimal 5 MB dan format yang didukung meliputi JPEG. PNG, dan WebP. Foto yang diupload disimpan di Supabase Storage dengan nama file yang dihash untuk keamanan dan organisasi. Status pengaduan dikelola dalam tiga tahap yang dapat dipantau secara real-time oleh pelapor: Pending untuk pengaduan baru yang belum ditindaklanjuti. In Progress untuk pengaduan yang sedang dalam proses penanganan oleh aparat desa, dan Solved untuk pengaduan yang telah selesai ditangani. Perubahan status secara otomatis memicu notifikasi kepada pelapor melalui sistem notification yang terintegrasi. Sistem diskusi memfasilitasi komunikasi dua arah antara warga dan admin untuk klarifikasi masalah, permintaan informasi tambahan, atau pemberitahuan progress penanganan. Setiap komentar dicatat dengan timestamp dan author Volume 15. Nomor 03 ( Desember 2. untuk transparansi. Fitur ini meningkatkan kolaborasi dan memastikan bahwa penanganan masalah dilakukan dengan informasi yang lengkap dan akurat. Dashboard admin menyediakan statistik komprehensif meliputi jumlah pengaduan berdasarkan status, pengaduan per bulan, dan rata-rata waktu Statistik pemerintah desa dalam mengidentifikasi pola masalah, mengalokasikan sumber daya secara efisien, dan mengevaluasi kinerja pelayanan Backend diimplementasikan menggunakan Supabase yang menyediakan database PostgreSQL dengan fitur Row Level Security (RLS) untuk memastikan setiap pengguna hanya dapat mengakses data sesuai dengan hak Autentikasi berbasis JWT (JSON Web Toke. memastikan keamanan session Policies RLS dikonfigurasi untuk membatasi akses: warga hanya dapat melihat dan mengedit pengaduan yang mereka buat sendiri, sedangkan admin memiliki akses penuh ke semua data. Storage untuk file foto dikonfigurasi dengan bucket policy yang memastikan hanya user yang terautentikasi yang dapat mengupload file, dan file yang diupload hanya dapat diakses oleh pemilik pengaduan dan admin. Real-time subscription digunakan untuk fitur live update status pengaduan tanpa perlu refresh halaman, meningkatkan user experience dengan notifikasi instan. 4 Pengujian Sistem Pengujian dilakukan terhadap semua fitur utama sistem menggunakan metode black box testing yang berfokus pada validasi struktur internal kode. Setiap fitur diuji dengan berbagai skenario input untuk memastikan sistem dapat menangani kasus normal maupun edge cases. Pengujian mencakup validasi input, penanganan error, dan verifikasi output sesuai dengan spesifikasi. Fitur Diuji Skenario Pengujian Hasil Diharapk Stat Registra Input NIK valid, nama Akun Vali Zona Komputer ISSN 2087 - 7269 Fitur Diuji Skenario Pengujian Penggun Login Volume 15. Nomor 03 ( Desember 2. Hasil Diharapk Stat Input NIK yang benar Berhasil login dan Vali Buat Pengadu Submit Data Pending Vali Upload Foto Upload file jpg ukuran File Supabase Storage Vali Update Status Pengadu Admin status dari Pending ke In Progress Status dan user Vali Tambah Koment User Komentar muncul di Vali Filter Pengadu Admin n kategori Hanya n dengan Vali Dark Mode User an dark Tema ke dark Vali Tabel 1. Hasil Pengujian Black Box Testing SCMS Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fitur utama sistem berfungsi sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dengan tingkat keberhasilan 100%. Tidak ditemukan bug kritis yang menghambat penggunaan sistem. Beberapa minor issues terkait validasi input telah diperbaiki selama fase pengujian. Performa sistem juga diukur dengan hasil ratarata response time untuk operasi CRUD adalah 200-500ms, yang masih dalam batas acceptable untuk web application. 5 Evaluasi dan Pembahasan Implementasi Smart Complaint Management System (SCMS) menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengelolaan pengaduan masyarakat di Desa Nambo Udik. Berdasarkan observasi dan data yang dikumpulkan selama periode uji coba sistem, beberapa indikator kinerja menunjukkan improvement yang Waktu respon rata-rata terhadap pengaduan berkurang dari 7 hari pada sistem manual menjadi hanya 2 hari pada sistem digital, yang merepresentasikan peningkatan efisiensi sebesar 71%. Pengurangan waktu respon ini disebabkan oleh beberapa faktor: . notifikasi real-time kepada admin saat ada pengaduan baru, . fitur prioritisasi yang memungkinkan penanganan masalah urgent lebih cepat, dan . aksesibilitas sistem 24/7 yang memungkinkan admin memantau dan merespon pengaduan kapan saja. Fitur kategorisasi membantu aparat desa dalam mengidentifikasi jenis masalah yang paling sering dilaporkan. Berdasarkan data selama masa uji coba, kategori Infrastruktur mendominasi dengan 45% dari total pengaduan, diikuti oleh Kebersihan . %). Pelayanan Publik . %). Sosial . %), dan Keamanan . %). Informasi ini sangat valuable untuk perencanaan program dan alokasi anggaran desa di tahun berikutnya. Fitur prioritisasi memungkinkan aparat desa menangani masalah darurat dengan lebih cepat, dimana 30% pengaduan dikategorikan sebagai prioritas tinggi dan rata-rata ditangani dalam waktu 1 hari. Sistem transparansi dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa karena warga dapat memantau perkembangan laporan mereka secara real-time tanpa perlu datang langsung ke kantor desa. Fitur diskusi memfasilitasi komunikasi yang lebih efektif, dimana rata-rata setiap pengaduan memiliki 2-3 komentar untuk klarifikasi atau update progress. Hal ini mengurangi miskomunikasi dan memastikan Zona Komputer ISSN 2087 - 7269 bahwa penanganan masalah dilakukan dengan informasi yang lengkap. Dashboard statistik memberikan insight yang berguna bagi kepala desa dalam evaluasi kinerja pelayanan publik dan identifikasi area yang memerlukan perhatian khusus. Feedback dari pengguna menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap sistem. Berdasarkan survey singkat kepada 30 warga yang telah menggunakan sistem, 87% menyatakan sistem mudah digunakan, 90% merasa lebih puas dengan respon pemerintah desa, dan 93% akan merekomendasikan sistem kepada warga lain. Namun demikian, masih implementasi, terutama terkait literasi digital sebagian masyarakat yang masih memerlukan pendampingan dalam menggunakan sistem. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan sosialisasi intensif dan pelatihan penggunaan sistem kepada masyarakat, terutama untuk kelompok usia lanjut. Kesimpulan dan Saran 1 Kesimpulan Penelitian ini berhasil mengembangkan Smart Complaint Management System (SCMS) berbasis web untuk Desa Nambo Udik yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengaduan masyarakat. Sistem yang dibangun menggunakan teknologi React. Supabase, dan TailwindCSS fitur-fitur komprehensif meliputi kategorisasi pengaduan, prioritisasi berdasarkan urgensi, upload foto bukti, tracking status real-time, dan komunikasi dua arah antara warga dan aparat desa. Hasil pengujian black box menunjukkan bahwa semua fitur berfungsi dengan baik dengan tingkat keberhasilan 100%. Implementasi sistem berhasil mengurangi waktu respon ratarata terhadap pengaduan masyarakat dari 7 hari menjadi 2 hari, meningkatkan transparansi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah Dashboard Daftar Pustaka . Nugroho. dan Rusdianto. Implementasi E-Government dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik di Era Digital. Jurnal Administrasi Publik. : 156-170. Volume 15. Nomor 03 ( Desember 2. pemerintah desa dalam mengidentifikasi pola masalah dan membuat keputusan berbasis data untuk alokasi sumber daya yang lebih efisien. 2 Saran