Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Volume 3. Issue 5. December 2025. E-ISSN: 3025-6704 DOI: https://doi. org/10. 5281/zenodo. Kolaborasi Guru Mata Pelajaran dan Guru BK Dalam Mengembangkan Karakter Siswa Aena Nissa Fajri Awaliah1. Nadiya Devinda2. Naylla Fahhad3. Sulastri Rizqi Apriliani4 Bimbingan dan Konseling. Universitas Pendidikan Indonesia ABSTRACT This study aims to systematically examine the form, role, challenges, and effectiveness of collaboration between subject teachers and guidance and counseling teachers in developing student character. Character education is an important part of the educational process because it Keywords relates not only to academic aspects, but also to the social, emotional, and Teacher collaboration, guidance and moral aspects of students, thus requiring the integrated involvement of counseling, character education, various parties in the school. This study uses a literature review method student character. by examining relevant national journal articles obtained through online databases such as Google Scholar. GARUDA, and SINTA. The selected articles were analyzed based on their relevance to the focus of the study, particulary regarding collaboration patterns and their impact on This is an open access article under the CC BY-SA student character development. The result of the study show that collaboration between subject teachers and guidance counselors plays an Copyright A 2025 by Author. Published by Yayasan Daarul Huda important role in strengthening student character, especially in terms of discipline, responsibility, religiosity, and social behavior. However, this collaboration still faces obstacles in the form of time constraints, differences in teachers perspectives, and the lack of a structured collaboration system. Therefore, institutional support is needed so that collaboration can run optimally and sustainably. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis bentuk, peran, tantangan, serta efektivitas kolaborasi antara guru mata pelajaran dan guru BK dalam mengembangkan karakter siswa. Pendidikan karakter merupakan bagian penting dalam proses pendidikan karena berkaitan tidak hanya dengan aspek akademik, tetapi juga aspek sosial, emosional, dan moral siswa, sehingga memerlukan keterlibatan terpadu dari berbagai pihak di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan menelaah artikel-artikel jurnal nasional yang relevan yang di peroleh melalui basis data daring seperi Google Scholar. GARUDA, dan SINTA. Artikel yang terpilih dianalisis berdasarkan kesesuaianya dengan fokus kajian, khususnya terkait pola kolaborasi dan dampaknya terhadap pengembangan karakter siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa kolaborasi guru mata pelajaran dan guru BK berperan oenting dalam memperkuat karakter siswa, terutama pada aspek kedisiplinan, tanggung jawab, religius, dan perilaku sosial. Meskipun demikian, kolaborasi ini masi menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu, perbedaan perspektif guru, serta belum adanya sistem kolaborasi yang terstruktur. Oleh karena itu, diperlukan dukungan institusional agar kolaborasi dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. Article history: Received November 05, 2025 Revised 10 November 2025 Accepted 25 November 2025 Available online 16 December 2025 PENDAHULUAN Pendidikan karakter sekarang diperlukan bukan hanya untuk anak usia dini hingga remaja, tetapi juga usia dewasa. yang berarti Mutlak untuk kelangsungan hidup Bangsa ini (Omeri,2. Hal ini juga sejalan dengan Prioritas pembangunan nasional yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional Tahun 2005 Ae 2025 (UU No. Tahun 2. antara lain, dalam mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab berdasarkan falsafah PancasilaAy. Makkawaru . menyebutkan Hasil penelitian di Amerika menunjukkan bahwa sekitar 90 persen kasus pemecatan karyawan dipicu oleh perilaku negatif, seperti kurangnya rasa tanggung jawab, ketidakjujuran, serta lemahnya kemampuan menjalin hubungan interpersonal. Selain itu, penelitian lain mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen keberhasilan individu dalam kehidupan *Corresponding Author Email: aenanissa15@upi. edu, nadiyadevinda9@upi. edu, nayllafahhad@upi. sulastriapriliani1206@upi. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 5 Tahun 2025, bermasyarakat dipengaruhi oleh kecerdasan emosional . motional quotien. maka dari itu karakter adalah kunci keberhasilan individu. Ranam et al. , . menyatakan terdapat dua faktor yang menjadi tantangan dalam membentuk karakter siswa, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal mencakup insting, kebiasaan, latar belakang, keinginan berasal dari dalam diri siswa. Sementara itu, faktor eksternal meliputi pengaruh pergaulan, penggunaan gawai, paparan konten media sosial, serta peran lingkungan keluarga dan sekolah yang seringkali tidak sesuai dengan nilai-nilai karakter yang Menurut Rahmadhea . , guru BK berperan membantu siswa dalam mengelola aspek emosional dan sosial, sementara guru mata pelajaran berfokus pada peningkatan kompetensi Oleh karena itu, kedua peran tersebut bersifat komplementer dan membutuhkan kolaborasi yang terstuktur agar intervensi pendidikan dapat dilaksanakan secara efektif. Sophiah et al. menyoroti pentingnya kolaborasi aktif antara guru mata pelajaran dan guru pembimbing di sekolah untuk mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan karakter serta strategi Sejumlah penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kolaborasi antara guru mata pelajaran dan guru BK berperan penting dalam pengembangan karakter siswa. Rahmawati et al. mengungkapkan bahwa kolaborasi formal dan informal melalui pertukaran informasi serta tindakan preventif mampu memperkuat karakter siswa. Hal ini ditegaskan juga oleh Oktaria et al. bahwa kolaborasi yang dilakukan secara fleksibel melalui komunikasi rutin, penyelesaian masalah bersama, dan pembiasaan perilaku positif berdampak pada pengembangan karakter siswa secara holistik. Namun, kajian-kajian tersebut masih bersifat penelitian lapangan sehingga diperlukan kajian literatur yang merangkum dan menganalisis temuan-temuan tersebut secara sistematis. Kebaruan artikel ini terletak pada upaya untuk menyajikan kajian literatur yang disusun secara sistematis mengenai kolaborasi guru mata pelajaran dan guru BK dalam mengembangkan karakter siswa, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih menyuruh mengenai bentuk, peran dan efektivitas kolaborasi tersebut berdasarkan hasil penelitian sebelumnya. Berdasarkan latar belakang tersebut, permasalaan dalam kajian ini mencakup bagaimana bentuk, tantangan, peran kolaborasi tersebut dalam mengembangkan karakter siswa. Oleh karena itu, diperlukan kajian yang mampu menganalisis hasil penelian terdahulu untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai bentuk, tantangan, peran, dan efektivitas kolaborasi guru mata pelajaran dan guru BK dalam mengembangkan karakter siswa. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah literature review. Literature review adalah istilah yang merujuk pada metode penelitian tertentu, yang dilakukan untuk mengumpulkan dan mengevaluasi penelitian yang berhubungan dengan tema atau topik tertentu (Wahyudin & Rahayu, 2. Literature review dilakukan dengan menggunakan metode pencarian informasi dari beberapa artikel yang beredar secara daring . (Tamsuri, 2. Sumber informasi dapat diperoleh melalui buku, jurnal, serta artikel penelitian (Rizky & Sugiarti. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data yang diperoleh dari hasil studi yang sudah pernah dilakukan sebelumnya. Pencarian artikel dalam penelitian ini dilakukan melalui study literature dengan menggunakan kata kunci Au Kolaborasi guru Mata Pelajaran dan guru BK mengembangkan karakter siswaAy pada beberapa jurnal nasional, seperti Google Scholar. Garuda. SINTA. Artikel yang diperoleh kemudian diseleksi berdasarkan kesesuaian isi dengan fokus dan tujuan penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Penulis Socius E-ISSN: 3025-6704 Tabel 1. Penelitian Terdahulu Judul Metode Temuan Utama Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 5 Tahun 2025. Rohman. Sinergi Guru Pendidikan Agama Islam dan Bimbingan Konseling dalam Meningkatkan Efikasi Diri Siswa di MAN 3 Bantul Kualitatif Deskriptif Penelitian ini bahwa sinergitas antara guru PAI dan guru BK di MAN 3 Bantul telah berhasil melalui berbagai kolaboratif, seperti diskusi WhatsApp. BIMTAQ. Madrasah Diniyah, keagamaan, dan Achievement Motivation Training (AMT). Terbukti efektif dalam penguatan karakter siswa, efikasi diri siswa, tanggung jawab, dan kemandirian. Sari. Kolaborasi Guru PAI dan Guru BK dalam Disimplin Siswa Studi Pustaka Kolaborasi guru PAI dan guru BK berperan efektif siswa melalui integrasi nilai-nilai moral dan keagamaan dengan layanan konseling. Kerja sama ini perilaku siswa secara holistik, konsisten, serta sekolah dan orang tua dalam karakter disiplin Rahmawati. Izazi. Muna. Bentuk Kolaborasi Guru Bimbingan dan Konseling dengan Kualitatif Guru BK di SMAN 3 Kediri bekerja sama dengan guru Hendrawana Nur Dengi Lalang/ Kolaborasi Guru Mata Pelajaran Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 5 Tahun 2025. NiAomah. , & Fawzi, . Guru Mata Pelajaran dalam Mengatasi Permasalahan Peserta Didik Arifin. , & Ramadhani. Kolaborasi guru PAI bersama guru BK dalam mengatasi peserta didik di jenjang SMP. Kualitatif Guru BK dan guru PAI di SMPN 2 Waru dalam menangani siswa pada aspek spiritual, personal, dan sosial melalui informasi, layanan konseling, dan . isalnya terkait keterlambatan dan akhlakul karimah dan karakter disiplin siswa Frensilia. Nurahmawati. , & Ansori. Kolaborasi Guru PAI dan Guru BK dalam Meningkatkan akhlakul Karimah Siswa SMPN 21 Kota Jambi Kualitatif Kolaborasi Guru PAI dan Guru BK di SMP Negeri 21 Kota Jambi berjalan sinergis dalam membina akhlakul karimah siswa melalui masalah akhlak, bimbingan dan konseling, serta Socius E-ISSN: 3025-6704 PAI secara informal dan Kerja sama ini dilakukan melalui pertukaran tindakan preventif, serta penguatan karakter siswa melalui kegiatan mingguan dan sholat dhuha Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 5 Tahun 2025, keagamaan yang nilai-nilai religius. Agustinawati. Kolaborasi Guru Bimbingan Konseling dan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menangani Siswa bermasalahan di MTs Hidayatul Ummah Malahayu Kabupaten Brebes Kualitatif Kolaborasi Guru BK dan Guru PAI di MTs Hidayatul Ummah Malahayu dilakukan melalui koordinasi dan bersama terhadap siswa bermasalah. Kolaborasi ini didukung oleh kesiswaan dan kemauan siswa untuk berubah, namun terhambat oleh kurangnya peran orang tua dan pengaruh negatif dari Rahmadhea. Kolaborasi Guru Bimbingan dan Konseling dengan Guru Mata Pelajaran dalam Mendukung Proses Belajar Siswa Studi Pustaka Kolaborasi guru BK dan guru PAI berdampak positif dalam membentuk karakter religius dan disiplin siswa melalui kegiatan seperti sholat istighosah, dan pembelajaran fikih yang terintegrasi dengan bimbingan Nurhayani. , & Simanungkalit. Kolaborasi Guru Bidang Studi Akidah Akhlak dan Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Membina Karakter Peserta Didik di MAN 1 Medan Kualitatif Deskriptif Kolaborasi guru Akidah Akhlak dan guru BK di MAN 1 Medan tergolong cukup baik dan positif terhadap karakter siswa. Kolaborasi dilakukan sesuai bidang masingmasing, bersifat informal, dengan Hendrawana Nur Dengi Lalang/ Kolaborasi Guru Mata Pelajaran Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 5 Tahun 2025, dukungan fasilitas sekolah, serta berfokus pada Oktaria. Nita. , & Adison. Kolaborasi Guru BK dan Guru Mata Pelajaran dalam Membangun Karakter Peserta Didik (Studi Kualitatif di SMPN 3 Lubuk Sikapin. Kualitatif Deskriptif Kolaborasi antara guru BK dan guru mata pelajaran karakter siswa, dilakukan melalui komunikasi dua arah secara rutin, informasi siswa, masalah siswa bersama, dan perilaku positif kepada siswa seperti disiplin, jujur, dan Implikasinya bahwa kolaborasi yang fleksibel dan saling percaya karakter siswa secara holistik Hasibuan. Hasibuan. , & Mahidin. Good Character: the Descriptive role of counseling Qualitative teacher in establishing student discipline character in Kolaborasi guru mata pelajaran dan guru BK efektif dalam membentuk karakter disiplin siswa melalui keteladanan, dan kerja sama dengan orang tua, meskipun masih Socius E-ISSN: 3025-6704 Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 5 Tahun 2025, beberapa kendala Bentuk Kolaborasi Guru Mata Pelajaran dan Guru BK dalam Mengembangkan Karakter Siswa Berdasarkan hasil analisis terhadap penelitian tedahulu, ditemukan bahwa bentuk kolaborasi antara guru mata pelajaran dan guru BK dalam mengembangkan karakter siswa tidak terbatas pada kerja sama administratif, melainkan berkembang ke arah kolaborasi yang lebih signifikan dan berkelanjutan. Kolaborasi ini di wujudkan melalui berbagai program pembinaan karakter yang terintegrasi antara pembelajaran, kegiatan keagamaan, dan layanan konseling. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan karakter siswa dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan aspek spiritual, sosial, dan psikologis siswa (Rohman, 2. Bentuk kolaborasi serupa juga ditemukan pada kerja sama antara guru mata pelajaran Akidah Akhlak dan guru BK. Nurhayati & Simanungkalit . menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut bersifat informal, di mana guru Akidah Akhlak berperan menanamkan nilai-nilai karakter melalui pembelajaran agama, sementara guru BK mengawasi perkembangan siswa dan melakukan pembinaan lanjutan. Apabila ditemukan pelanggaran aturan oleh siswa, guru Akidah Akhlak akan menyerahkan penanganannya kepada guru BK untuk dilakukan pembinaan lebih Pola kolaborasi ini menunjukkan adanya pembagianperan yang jelas dan saling melengkapi dalam pengembangan karakter siswa. Lebih lanjut, bentuk kolaborasi tersebut dapat berlangsung secara informal maupun Secara informal, guru BK dan guru PAI saling bertukar informasi mengenai kondisi dan permasalahan siswa tanpa perencanaan tertulis, namun dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya pencegahan terhadap munculnya permasalahan perilaku siswa. Sementara siswa, kolaborasi formal diwujudkan dalam kegiatan yang terencana dan terprogram sebagai bagian dari kebijakan sekolah, seperti pelaksanaan istighosah mingguan dan salat dhuha harian sebagai sarana penguatan karakter religious siswa (Rahmawati et al. Secara keseluruhan, bentuk kolaborasi guru mata pelajaran dan guru BK dalam pengembangan karakter siswa mencakup komunikasi intensif, pertukaran informasi, pelaksanaan program keagamaan dan konseling terpadu, serta pembagian peran yang sinergis. Kolaborasi yang bersifat fleksibel namun terarah ini memungkinkan sekolah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi pembentukan karakter siswa secara holistik dan Tantangan Kolaborasi Guru Mata Pelajaran dan Guru BK dalam Mengembangkan Karakter Siswa Dalam pelaksanaan kolaborasi antara guru mata pelajaran dan guru BK, sejumlah tantangan masih ditemukan. Oktaria, et al. mengemukakan salah satu kendala utama yang sering muncul adalah keterbatasan waktu, yang di sebabkan oleh padatnya jadwal mengajar dan tanggung jawab administrasi masing-masing guru. Kondisi ini berdampak pada minimnya kesempatan untuk melakukan koordinasi secara terencana dan berkelanjutan. Selain itu belum tersedianya forum resmi kolaborasi menyebabkan komunikasi dan diskusi antar guru lebih banyak dilakukan secara informal dan insidental. Sehingga belum optimal dalam mendukung pengembangan karakter siswa. Hal lain juga di ungkapkan oleh Sari . selain kendala teknis, tantangan lain yang dihadapi adalah perbedaan persepsi dan pendekatan dalam membina karakter siswa. Perbedaan cara pandang antara guru mata pelajaran, khususnya guru PAI dan guru BK dalam menangani permasalahan siswa berpotensi menimbulkan ketidak sinkronan dalam tindakan pembinaan. Oleh karena itu, kolaborasi yang efektif menuntut adanya komitmen bersama, komunikasi terbuka, serta sikap saling memahami agar perbedaan tersebut dapat disikapi secara positif dan diarahkan pada tujuan bersama dalam membentuk karakter, terutama kedisiplinan siswa. Namun demikian, beberapa guru mata pelajaran mengungkapkan bahwa keterbatasan waktu dan beban kerja yang tinggi sering kali menjadi penghambat bagi kolaborasi yang lebih Tantangan seperti ini sering muncul ketika kolaborasi belum menjadi budaya Hendrawana Nur Dengi Lalang/ Kolaborasi Guru Mata Pelajaran Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 5 Tahun 2025, institusional yang terintegrasi secara sistematis, kendala utama dalam kolaborasi meliputi kurangnya pemahaman teentang peran masing-masing pihak, keterbatasan waktu untuk pertemuan bersama, dan tidak adanya panduan kolaborasi yang terstruktur. (Rahmadhea, 2. Peran Kolaborasi Guru Mata Pelajaran dan Guru BK dalam Mengembangkan Karakter Siswa Kolaborasi antara guru mata pelajaran dan guru BK memiliki peran penting dalam mengembangkan karakter siswa, khususnya pada aspek akhlak dan kedisiplinan. Frensilia et al. mengungkapkan bahwa guru PAI dan guru BK melakukan koordinasi terkait permasalahan akhlak yang dialami siswa. Hasil koordinasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh guru BK melalui layanan Bimbingan dan Konseling yang selanjutnya diintegrasikan ke dalam program layanan BK dan dilaksanakan secara rutin di sekolah. Selain itu, peran kolaboratif juga terlihat dalam penanganan perilaku disiplin siswa. Guru BK berperan dalam menyediakan layanan konseling bagi siswa yang terlambat atau membolos berdasarkan informasi dari tim tata tertib atau wali kelas. Melalui layanan konseling tersebut, guru BK berupaya mengidentifikasi akar permasalahan dan memberikan penanganan yang Sementara itu, guru PAI berperan dalam menanamkan nilai kedisiplinan melalui pembelajaran yang mengacu pada keteladanan sifat-sifat Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya, sehingga pennguatan karakter dilakukan tidak hanya melalui konseling, tetapi juga melalui proses pembelajaran di kelas (Arifin & Ramadhani, 2. Sejalan dengan temuan tersebut. Hasibuan et al. menegaskan bahwa kolaborasi antara guru mata pelajaran dengan guru BK berkontribusi signifikan dalam pengembangan karakter disiplin siswa, kolaborasi ini diwujudkan melalui pemberian layanan Konseling, keteladanan guru, pembiasaan perilaku positif di lingkungan sekolah, serta kerja sama dengan orang tua. Dengan demikian, kolaborasi guru mata pelajaran dengan guru BK menjadi strategi yang efektif dalam membangun karakter siswa secara holistik dan berkelanjutan. Efektivitas Kolaborasi Guru Mata Pelajaran dan Guru BK dalam Mengembangkan Karakter Siswa Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara guru mata pelajaran dan guru BK efektif dalam mengembangkan karakter siswa. Rahmadhea . menyatakan bahwa kolaborasi antara guru mata pelajaran dan guru BK, khususnya guru PAI memberikan dampak yang positif terhadap pembentukan karakter religius dan disiplin siswa. Efektivitas kolaborasi ini terlihat melalui pelaksanaan aktivitas keagamaan seperti shalat berjamaah, istigosah, dan pembelajaran fikih yang dipadukan dengan layanan bimbingan kelompok, sehingga nilai-nilai karakter dapat ditanamkan secara berkelanjutan dalam kehidupan para siswa. Temuan ini sejalan dengan pendapat Agustinawati . yang menyatakan bahwa kerja sama antara guru mata pelajaran PAI dan guru BK di MTs Hidayatul Ummah Malahayu berhasil dalan menanamkan dan menumbuhkan rasa percaya diri siswa. Bentuk efektivtas terlihat dari perubahan perilaku sosial siswa, di mana siswa menjadi lebih percaya diri dan mampu bersosialisasi dan berinteraksi dengan lebih baik. Selain itu kolaborasi ini juga menciptakan saluran komunikasi yang lebih efektif antara siswa dan orang tua dalam mendukung pengembangan karakter siswa. Selanjutnya. Oktaria et al. menegaskan bahwa kolaborasi antara guru mata pelajaran dan guru BK memberikan dampak positif pada karkater siswa secara menyeluruh. Siswa menunjukkan peningkatan dalam kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab, serta dapat menciptakan suasana kelas yang lebih mendukung. Hubungan yang lebih terbuka dan nyaman juga membantu proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Secara keseluruhan, temuan temuan ini meunjukkan bahwa kolaborasi antara guru mata pelajaran dan guru BK merupakan strategi yang eektif dalam mendukung pengembangan karakter siswa. SIMPULAN Berdasarkan hasil kajian literatur yang telah dilakukan, kolaborasi antara guru mata pelajaran dengan guru BK berperan sangat krusial dalam membangun karakter siswa. Kolaborasi ini tercermin dari komunikasi yang aktif, berbagi informasi mengenai perkembangan siswa, pembagian peran yang saling mendukung, serta penerapan program belajaran dan layanan Socius E-ISSN: 3025-6704 Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 5 Tahun 2025, konseling yang terpadu. Sejumlah studi membuktikan bahwa kolaborasi ini sangat berpengaruh dalam membentuk karakter siswa, terutama dalam aspek kedisiplinan, moralitas, rasa tanggung jawab, akhlakul karimah, dan kemandirian. Namun demikian, implementasi kolaborasi ini masih terkendala oleh beberapa hal, seperti minimnya waktu, perbedaan pendapat antara guru, serta ketiadaan sistem atau panduan kolaborasi yang baku. Oleh karena itu, dibutuhkan kesepakatan bersama dan dukungan penuh dari pihak sekolah agar kolaborasi anatara guru mata pelajaran dan guru BK dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan dalam mendukung pengembangakan karakter siswa. REFERENSI