GENTA MULIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan eissn: 25806416 pISSN: 23016671 PENGARUH KEAKTIFAN SISWA DALAM MENGIKUTI KEPENGURUSAN OSIS TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DI SMAN 21 BANDUNG Heni Cahyani1. Nurvadila Olivia I. S2. Salwa Afifatuzzahro3. Cheppy Risnandar Angga Widjaya4 1,2,3,4 Pendidikan Agama Islam. Universitas Islam Nusantara Bandung Email: henicahyani402@gmail. ABSTRAK Kepengurusan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang memiliki peran penting dalam pengembangan kepemimpinan dan keterampilan sosial siswa. Keaktifan siswa dalam mengikuti kepengurusan OSIS dapat berpengaruh terhadap motivasi belajar mereka. Namun, belum banyak penelitian yang mengkaji pengaruh keaktifan siswa dalam mengikuti kepengurusan OSIS terhadap motivasi belajar di SMAN 21 Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh keaktifan siswa dalam mengikuti kepengurusan OSIS terhadap motivasi belajar di SMAN 21 Bandung. Penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya keaktifan siswa dalam kepengurusan OSIS sebagai faktor yang dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Untuk menganalisis data dilakukan teknik pengambilan data kuesioner terbuka melalui Google Form yang ditujukan kepada anggota OSIS. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara keaktifan dalam berorganisasi terhadap motivasi belajar siswa di SMAN 21 Bandung. Kata-kata kunci: Pengaruh keaktifan, organisasi, pengurus OSIS, motivasi belajar, eissn: 25806416 pISSN: 23016671 GENTA MULIA- JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN Pengaruh Keaktifan Siswa Dalam Mengikuti Kepengurusan Osis Terhadap Motivasi Belajar Di Sman 21 Bandung Heni Cahyani PENDAHULUAN Salah satu persoalan krusial yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah rendahnya kualitas Pendidikan. Padahal, kita tahu bahwa pendidikan merupakan faktor penting dalam perkembangan individu dan masyarakat. Menurut data Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi (Kemdikbudriste. , pada tahun ajaran 2020/2021 ada sekitar 83,7 ribu anak putus sekolah di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut meliputi anak putus sekolah di tingkatan SD. SMP. SMA, dan SMK baik negeri maupun swasta. Secara spasial anak putus sekolah paling banyak berada di Jawa Barat . , sedangkan paling sedikit ada di Bali . Menurut Rustiyana. Kepala Bidang Pembinaan SMP dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat. Provinsi Jawa Barat, ada banyak faktor yang menyebabkan pelajar mengalami putus sekolah. "Anak putus sekolah ini macam-macam faktornya. Ada karena ekonomi, ada juga yang senang main hingga enggak mau sekolah, atau memilih kerja dan menikah dini," ujar Rustiyana, dilansir TribunJabar. Selasa . /8/2. Adapun tinggi rendahnya kualitas pendidikan disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya yaitu kuangnya jumlah guru yang berkualitas, kurangnya buku sebagai penunjang kegiatan belajar, dan kurangnya minat serta motivasi siswa dalam belajar. Siswa adalah salah satu unsur yang penting dalam meningkatkan kualitas Banyak faktor yang dapat menentukan keberhasilan siswa dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya adalah motivasi belajar. (Satar, 2. Motivasi memiliki kedudukan yang penting dalam mendukung kegiatan belajar mengajar terutama untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Adanya motivasi akan memberikan semangat sehingga siswa akan mengetahui arah belajarnya. (Emda, 2. Dengan adanya motivasi maka energi yang dikeluarkan dalam diri seseorang akan menggapai . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Pengaruh Keaktifan Siswa Dalam Mengikuti Kepengurusan Osis Terhadap Motivasi Belajar Di Sman 21 Bandung Heni Cahyani tujuan yang lebih besar. Dimana hal itu ditandai dengan timbulnya perasaan atau reaksi untuk mecapai suatu tujuan tersebut. Kenyataan yang sering terlihat saat ini, motivasi siswa untuk belajar cenderung rendah. Ketika jam pelajaran dimulai, banyak siswa yang kurang memperhatian guru, bermalas-malasan, mengantuk karena bergadang main, dan lain sebagainya. Ketika bel pulang sekolah berbunyi siswa tidak langsung pulang, melainkan langsung menghabiskan waktu bersama temannya, sekedar ngobrol atau bermain game online. Seumuran anak SMA/MA pada dasarnya mereka memiliki rasa ingin tahu yang menggebu, sehingga butuh pantauan dari pihak sekolah saat mereka berada di sekolah dan pantauan orang tua sendiri saat siswa pulang sekolah. Sekolah sebagai manajemen siswa yaitu usaha pengaturan terhadap siswa mulai dari siswa masuk sekolah sampai dengan lulus sekolah haruslah berkontribusi dalam mengatur pemanfaatan waktu luang siswa ke arah positif. Manajemen siswa tersebut digunakan untuk mengatur kegiatan-kegiatan yang menunjang proses belajar mengajar di sekolah dapat berjalan lancar, tertib, dan teratur sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan pendidikan. Sekolah dapat memfasilitasi dengan mengaktifkan kegiatan organisasi seperti OSIS. Ekstrakurikuler, dan lain sebagainya sehingga saat jam sekolah berakhir siswa tetap aktif, dan terhindar dari kegiatan negatif lain yang merugikan dirinya sendiri. Kegiatan organisasi di sekolah merupakan serangkaian kegiatan siswa di luar jam sekolah. Kegiatan organisasi dapat mewadahi siswa tetap berada di lingkungan aktif sekolah dan siswa dapat mengasah kemampuannya meskipun di luar jam sekolah. Sehingga, mencegah siswa melakukan tindakan yang menjurus kepada hal-hal negatif. Kegiatan organisasi seperti OSIS merupakan wadah bagi siswa untuk mengembangkan soft skill, mampu mengelola sikap dan emosi, . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Pengaruh Keaktifan Siswa Dalam Mengikuti Kepengurusan Osis Terhadap Motivasi Belajar Di Sman 21 Bandung Heni Cahyani mengasah keterampilan kepemimpinan, kerjasama, dan tanggung OSIS memiliki peran yang signifikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aktif dan mendukung perkembangan siswa di sekolah. Keaktifan siswa dalam mengikuti kepengurusan OSIS dapat memberikan pengalaman berharga dalam kepemimpinan, kerjasama tim, dan pengambilan keputusan. Namun, kelelahan usai mengikuti suatu kegiatan memang kerap kali terjadi, terutama dalam kegiatan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), banyaknya agenda, dan kegitaan mengharuskan siswa terus berperan aktif di dalam dan di luar jam pelajaran. Setelah siswa melakukan kegiatan belajar di dalam kelas selama 7-8 jam dilanjutkan dengan kegiatan organisasi atau ekstrakurikuler yang cukup padat dan menyita waktu. Keterkaitan masalah siswa yang mengikuti Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) adalah pada kondisi pembelajaran, dimana siswa yang mengikuti organisasi sekolah memiliki agenda, tugas dan kewajiban sebagai anggota sesuai dengan peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 tahun 2008, sehingga psikis dan fisik pelajar yang mengikuti organisasi akan terganggu apabila tidak pandai dalam mengatur waktu. Dan hal tersebut bisa jadi akan berdampak pada motivasi belajar siswa. Hal tersebut mungkin juga terjadi di SMAN 21 Bandung. SMAN 21 Bandung adalah salah satu sekolah menengah atas yang memiliki kegiatan OSIS yang aktif. Kepengurusan OSIS di SMAN 21 Bandung melibatkan siswa dalam berbagai kegiatan seperti pengorganisasian acara sekolah, pembinaan talenta siswa, dan partisipasi dalam kegiatan sosial. Penelitian sebelumnya tentang motivasi belajar siswa telah banyak dilakukan, namun hanya sedikit yang secara khusus mengkaji pengaruh keaktifan siswa dalam kepengurusan OSIS terhadap motivasi belajar. Oleh karena itu, . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Pengaruh Keaktifan Siswa Dalam Mengikuti Kepengurusan Osis Terhadap Motivasi Belajar Di Sman 21 Bandung Heni Cahyani terdapat kekosongan penelitian yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut dalam konteks SMAN 21 Bandung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi, menguji dan menganalis pengaruh keaktifan siswa dalam mengikuti kepengurusan OSIS terhadap motivasi belajar siswa di SMAN 21 Bandung. Dengan memahami hubungan antara keaktifan siswa dalam kepengurusan OSIS dan motivasi belajar, diharapkan dapat ditemukan strategi yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di sekolah. Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut: Memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang hubungan antara keaktifan siswa dalam kepengurusan OSIS dalam motivasi belajar mereka di SMAN 21 Bandung. Memberikan rekomendasi bagi sekolah dan pihak terkait dalam meningkatkan keaktifan siswa dalam kepengurusan OSIS untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Menambah kontribusi dalam pengetahuan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa di tingkat SMA. Memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pengaruh keaktifan siswa dalam mengikuti kepengurusan OSIS terhadap motivasi belajar di SMAN 21 Bandung. Menjadi dasar untuk pengembangan program dan kegiatan di sekolah guna meningkatkan motivasi belajar siswa. Memberikan kontribusi pada bidang pendidikan dan psikologi, khususnya dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi motivasi belajar siswa di lingkungan sekolah. Landasan teori penelitian ini melibatkan konsep motivasi belajar dan hubungan antara keaktifan siswa dalam kepengurusan OSIS serta motivasi belajar mereka. Teori motivasi belajar akan mencakup faktor-faktor seperti kebutuhan psikologis, dorongan . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Pengaruh Keaktifan Siswa Dalam Mengikuti Kepengurusan Osis Terhadap Motivasi Belajar Di Sman 21 Bandung Heni Cahyani intrinsik dan ekstrinsik, serta lingkungan pendidikan yang mendukung motivasi belajar siswa. Berdasarkan uraian tersebut peneliti tertarik untuk meneliti AuPengaruh Keaktifan Siswa Dalam Mengikuti Kepengurusan OSIS Terhadap Motivasi Belajar di SMAN 21 BandungAy METODE Dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data melalui Penelitian ini dilakukan di SMAN 21 Bandung. Partisipan dalam penelitian ini adalah anggota OSIS SMAN 21 Bandung yang berjumlah 16 orang, yang diambil pada tanggal 29 Mei 2023. Untuk menganalisis data dilakukan teknik pengambilan data kuesioner terbuka melalui Google Form yang ditujukan kepada anggota OSIS. Setelah itu data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Kemudian data direduksi yakni memilih dan membuang bagian data yang tidak perlu, kemudian digolongkan sesuai dengan jenis datanya masing-masing. HASIL DAN PEMBAHASAN Keaktifan Siswa Sebagai Pengurus OSIS Keaktifan dapat diartikan sebagai tingkat keterlibatan dan partisipasi seseorang dalam berbagai kegiatan atau lingkungan. Sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh Reyna Hana Fadhilah dan Dhikrul Hakim pada tahun 2023 menyebutkan bahwa keaktifan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan baik secara fisik maupun non fisik. Keaktifan siswa dapat diartikan sebagai suatu hal dimana siswa bisa aktif dalam berorganisasi, salah satunya menjadi pengurus OSIS. (Pendidikan et al. , n. Siswa yang menjadi pengurus OSIS cenderung memiliki tingkat keaktifan yang lebih tinggi daripada siswa pada umumnya. Sebagai . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Pengaruh Keaktifan Siswa Dalam Mengikuti Kepengurusan Osis Terhadap Motivasi Belajar Di Sman 21 Bandung Heni Cahyani pengurus OSIS, siswa memiliki tanggung jawab dalam memimpin dan mengelola kegiatan-kegiatan di sekolah. Mereka berperan dalam mengorganisir acara-acara sekolah, seperti seminar, lomba, kegiatan sosial, dan festival sekolah. Keaktifan siswa sebagai pengurus OSIS dapat meliputi partisipasi aktif dalam rapat dan diskusi. Siswa pengurus OSIS biasanya harus hadir dalam rapat rutin OSIS untuk membahas rencana dan koordinasi kegiatan. Mereka memberikan masukan, berbagi ide, dan berpartisipasi aktif dalam pembuatan Sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan bahwa terdapat 81,3% siswa yang selalu menjalankan tugas-tugasnya sebagai pengurus OSIS dengan baik dalam kegiatan yang diadakan. Kemudian terdapat juga 50% siswa yang aktif menyumbangkan ide gagasan ataupun tanggapan terhadap permasalahan yang dibahas ketika rapat OSIS berlangsung. Dengan demikian, siswa yang menjadi pengurus OSIS harus aktif dan bertanggungjawab dalam mengikuti seluruh kegiatan yang diadakan. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Amazar Yulianto pada tahun 2015 menyebutkan bahwa siswa dikatakan mengikuti kegiatan organisasi di sekolah apabila siswa tersebut aktif dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh organisasi tersebut dan memiliki kedudukan serta tanggungjawab dalam organisasi yang diikuti. (Suarez, 2. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Nasaruddin dan Rezki Amaliyah AR pada tahun 2017 di SMAN 1 Campalagian mengatakan juga bahwa keaktifan siswa dalam organisasi termasuk dalam kategori aktif yaitu sebesar 51,72%. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor yang mendukung pelaksanaan kegiatan organisasi OSIS di SMAN 1 Campalagian, sehingga pelaksanaan kegiatan OSIS berjalan dengan baik dan siswa semakin tertarik untuk aktif mengikuti kegiatan OSIS. (Nasaruddin & AR, 2. Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa siswa yang menjadi pengurus OSIS GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Pengaruh Keaktifan Siswa Dalam Mengikuti Kepengurusan Osis Terhadap Motivasi Belajar Di Sman 21 Bandung Heni Cahyani cenderung memiliki keaktifan yang tinggi dibandingkan siswa pada Motivasi Belajar Motivasi belajar merupakan sesuatu keadaan yang terdapat pada diri seorang individu dimana ada suatu dorongan untuk melakukan sesuatu guna mencapai tujuan. Motivasi belajar dapat diartikan sebagai sesuatu yang menimbulkan dorongan atau semangat belajar atau dengan kata lain sebagai pendorong semangat belajar. (ARIANTI, 2. Menurut John W. Santrock, motivasi belajar adalah kecenderungan individu untuk mencari dan mengambil bagian dalam situasi pembelajaran, serta usaha mereka untuk mempertahankan keterlibatan dan mencapai tujuan belajar. Motivasi belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya. Semakin tinggi motivasi dalam diri siswa tentunya berdampak pada efektivitas dan efisiensi (Nofianti, 2. Motivasi ini menjelaskan mengapa orang melakukan suatu tindakan. Hal ini berpengaruh terhadap tindakan misalnya seorang pemimpin dalam memberikan motivasi bawahan dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi sebagai kunci sukses atau kunci keberhasilan dalam meraih keberhasilan organisasi. (Cleopatra, 2. Pemberian motivasi belajar sangat penting dan berpengaruh khususnya dalam menunjang hasil belajar. Subjek penelitian merupakan siswa yang terbukti mampu mengambil hikmah dari setiap motif-motif yang didapatkan sehingga menimbulkan motivasi belajar baik secara intrinsik maupun (Nurfaliza & Hindrasti, 2. Dengan demikian pembelajaran motivasi merupakan salah satu aspek dinamis yang sangat penting. (Emda, 2. Hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswi yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Pengaruh Keaktifan Siswa Dalam Mengikuti Kepengurusan Osis Terhadap Motivasi Belajar Di Sman 21 Bandung Heni Cahyani tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. Hal itu mempunyai peran besar terhadap keberhasilan seseorang dalam belajar. (Azhar, 2. Keberhasilan belajar siswa dapat ditentukan oleh motivasi yang dimilikinya. Siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi cenderung prestasinya pun akan tinggi. Sebaliknya, motivasi belajarnya rendah akan rendah pula prestasi belajarnya. (Rahman, 2. Dalam hal ini motivasi sangat penting dalam hubungannya dengan kegiatan belajar, bagaimana menciptakan kondisi atau suatu proses yang mengarahkan siswa itu melakukan aktivitas belajar. Memberikan motivasi kepada seorang siswa, berarti menggerakkan siswa untuk melakukan sesuatu atau ingin melakukan sesuatu. Dalam motivasi terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan, dan mengarahkan sikap serta perilaku pada individu. (Andriani & Rasto, 2. Seseorang melakukan aktivitas didorong oleh adanya faktor-faktor kebutuhan biologis, instrinsik, unsur-unsur kejiwaan yang lain serta adanya pengaruh perkembangan budaya manusia. Dengan demikian, dapat ditegaskan bahwa motivasi akan selalu berkaitan dengan soal kebutuhan. Sebab seseorang akan terdorong melakukan sesuatu apabila merasa ada suatu kebutuhan. Hal ini sesuai dengan teori Morgan dan ditulis kembali oleh Sardiman, dikatakan bahwa manusia hidup itu memiliki berbagai kebutuhan yaitu: kebutuhan untuk berbuat sesuatu, kebutuhan untuk menyenangkan orang lain, kebutuhan untuk mencapai hasil dan kebutuhan untuk mengatasi (Husna, 2. Sama halnya dengan siswa SMAN 21 Bandung yang mengikuti kegiatan OSIS di sekolahnya, mereka memiliki kebutuhan untuk mencapai sebuah hasil yang diinginkan, seperti menambah pengalaman baru ataupun menambah relasi di sebuah organisasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terdapat 81,3% siswa GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Pengaruh Keaktifan Siswa Dalam Mengikuti Kepengurusan Osis Terhadap Motivasi Belajar Di Sman 21 Bandung Heni Cahyani yang mengikuti kepengurusan OSIS dengan tujuan menambah pengalaman dalam berorganisasi. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi adanya motivasi tersebut di antaranya yaitu adanya tujuan dan harapan pribadi, pengakuan dan penghargaan, serta lingkungan yang mendukung. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar harus dimiliki oleh seorang siswa agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Pengaruh Keaktifan Siswa Sebagai Pengurus Osis Terhadap Motivasi Belajar di SMAN 21 Bandung Berdasarkan hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara keaktifan siswa dalam berorganisasi terhadap motivasi belajar di SMAN 21 Bandung. Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan bahwa sebanyak 62,5% siswa yang menjadi pengurus OSIS selalu antusias dalam mengikuti kegiatan belajar di kelas. Kemudian, sebanyak 62,5% juga siswa yang menjadi pengurus OSIS selalu fokus memperhatikan guru ketika sedang menyampaikan materi. Bahkan sebanyak 37,5% siswa selalu memenuhi nilai KKM dalam setiap mata pelajaran. Dengan demikian, keaktifan siswa dalam kepengurusan OSIS dapat meningkatkan motivasi dalam belajar. Hasil penelitian ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Ali Imron yang menyebutkan bahwa keikutsertaan siswa dalam kepengurusan OSIS merupakan wadah untuk siswa mengembangkan prestasi kognitif, pengalaman, dan keterampilan dengan lingkungan yang Ini menunjukkan bahwa dari banyaknya hal yang mempengaruhi motivasi belajar, salah satunya yaitu adanya keaktifan siswa dalam kepengurusan OSIS. Hal tersebut dikarenakan konsep belajar yang lengkap terdiri atas belajar ilmu, teknologi dan keterampilan, dan untuk mencapai motivasi belajar yang baik guna mencapai hasil belajar yang optimal dapat melalui kegiatan sekolah . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Pengaruh Keaktifan Siswa Dalam Mengikuti Kepengurusan Osis Terhadap Motivasi Belajar Di Sman 21 Bandung Heni Cahyani di luar pembelajaran yaitu dengan mengikuti kegiatan OSIS. (Satar, 2. Penelitian ini juga didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Resya Iskandar pada tahun 2016 yang menyatakan bahwa keaktifan berorganisasi siswa di sekolah berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa kelas X dan XI SMA Negeri 1 Kartasura. Agar siswa menjadikan keaktifan berorganisasi sebagai kebutuhan sekolah maka dari pihak sekolah diharapkan dapat menyalurkan siswanya yang aktif dalam berorganisasi untuk diikutkan dalam acara-acara organisasi sekolah yang ada di luar seperti seminar dan diskusi belajar, sehingga dapat dimanfaatkan oleh siswa untuk menambah pengetahuan ataupun menambah motivasi siswa dalam proses belajar. (Resya Iskandar A 210110123, 2. Hal ini sejalan juga dengan penelitian yang dilakukan oleh Muh. Yusuf yang menyatakan bahwa keikutsertaan siswa pada kegiatan organisasi sekolah atau ekstrakurikuler dapat meningkatkan semangat atau motivasi belajar siswa. Hal ini dikarenakan siswa yang ikut dalam kegiatan organisasi itu mempunyai pengalamanpengalaman dan mental untuk menghadapi apapun karena mempunyai jiwa kepemimpinan dan rasa tanggung jawab serta selalu ingin mencoba hal-hal yang membuat dirinya merasa Jika dikaitkan dengan proses pembelajaran siswa yang ikut organisasi itu mempunyai semangat yang cukup baik untuk belajar guna mencapai suatu tujuan yang maksimal seperti nilai yang Hal yang sering membuat siswa merasa tertantang ialah tugas yang diberikan oleh guru, hal yang menantang tersebut sudah merupakan hal yang biasa dirasakan bagi siswa yang berorganisasi ketika sedang melaksanakan sesuatu hal di luar sekolah seperti Maka dari tugas yang diberikan guru tersebut dapat menimbulkan motivasi atau semangat siswa untuk belajar guna memperoleh hasil yang baik dari tugas tersebut. (Yusuf, 2. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Pengaruh Keaktifan Siswa Dalam Mengikuti Kepengurusan Osis Terhadap Motivasi Belajar Di Sman 21 Bandung Heni Cahyani PENUTUP Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara keaktifan siswa dalam berorganisasi terhadap motivasi belajar siswa di SMAN 21 Bandung. Hal tersebut ditunjukkan dengan hasil 62,5 % siswa yang berorganisasi selalu antusias dalam kegiatan pembelajaran. Dengan demikian motivasi yang ada dalam diri siswa tersebut sudah tertanam dengan baik. DAFTAR RUJUKAN Andriani. , & Rasto. Motivasi belajar sebagai determinan hasil belajar siswa. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, 4. , 80. https://doi. org/10. 17509/jpm. ARIANTI. Peranan Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa. DIDAKTIKA : Jurnal Kependidikan, 12. , 117Ae https://doi. org/10. 30863/didaktika. Azhar. Scanned by CamScanner AsaA. A Psicanalise Dos Contos de Fadas. Traduyyo Arlene Caetano, 466. Cleopatra. Pengaruh Gaya Hidup dan Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar Matematika. Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA, 5. , 168Ae181. https://doi. org/10. 30998/formatif. Emda. Kedudukan Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran. Lantanida Journal, 5. , https://doi. org/10. 22373/lj. Husna. BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI MTs NEGERI 2 KOTA MALANG. 1, 61Ae70. Nasaruddin. , & AR. Pengaruh Keaktifan dalam Organisasi terhadap Motivasi Belajar Matematika Siswa SMA Negeri Campalagian. Saintifik, 3. , 153Ae160. https://doi. org/10. 31605/saintifik. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Pengaruh Keaktifan Siswa Dalam Mengikuti Kepengurusan Osis Terhadap Motivasi Belajar Di Sman 21 Bandung Heni Cahyani Nofianti. Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa. Jurnal Dinamika Manajemen Pendidikan, 2. , https://doi. org/10. 26740/jdmp. Nurfaliza. , & Hindrasti. Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Daring. Tunjuk Ajar: Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan, 4. , 96. https://doi. org/10. 31258/jta. Pendidikan. Prestasi. Di. Aliyah. Jombang. Fadhilah. , & Hakim. At-Tarbiyah: Jurnal Pendidikan, kebudayaan dan Keislaman. 1Ae25. Rahman. Pentingnya Motivasi Belajar Dalam Meningkatkan Hasil Belajar. Merdeka Belajar Dalam Menyambut Era Masyarakat 5. November, 289Ae302. Resya Iskandar A 210110123. Satar. Pengaruh Keaktifan Siswa Dalam Kepengurusan Organisasi Siswa Intra Sekolah (Osi. Terhadap Motivasi Belajar Di Sma/Ma Negeri Sekecamatan Wates. Journal of Materials Processing Technology, 1. , 1Ae8. http://dx. org/10. 1016/j. 001http://dx. org/10. 1016/j. 055https://doi. org/10. 006https://doi. org/10. 1016/j. 024https://doi. org/10. 1016/j. 127252ht tp://dx. Suarez. No oEAuECeEauIoAIAAO AcCU AunAUNoAnAoCUIOIiUAOIaTitle. 1, 1Ae27. Yusuf. Pengaruh Kegiatan Organisasi Siswa Disekolah (Ekstrakurikule. Terhadap Motivasi Belajar Sosiologi Siswa Kelas Xi IPS SMA Negeri 5 Makassar. Jurnal Sosialisasi Pendidikan Sosiologi-FIS UNM, 330Ae334. https://ojs. id/sosialisasi/article/view/2327 . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan