Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022, 171 - 176 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Penerapan Metode Debat Aktif (Active Debat. Pada Pembelajaran Al-Quran Hadist Di Madrasah Rafdi Al Wafi1 . Rafika Andini Saragih2* Sisca Fadillah3. Sisca Yunita Putri4. Sela Anjelia5. Sindi Pratiwi6 Abstrak Seringkali kita sebagai tenaga pendidik yang masih baru merasakan keheningan dalam kelas, sehingga kelas berjalan dengan monoton, maka dari itu penulis ingin menerapkan salah satu metode pembelajaran yaitu metode debat aktif . ctive debat. Metode debat aktif adalah metode yang membantu anak didik menyalurkan ide, gagasan dan pendapatnya dengan cara bertanya. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Dengan menerapkan dan mengembangkan metode pembelajaran debat aktif . ctive debat. dapat membuat siswa lebih meningkatkan kemampuan bertanya dan menjawab dalam mengikuti pembelajaran yang berlangsung. Tujuannya adalah untuk mengetahui langkah-langkah penerapan metode debat aktif pada pembelajaran Al-QurAoan Hadist di madrasah. Berdasarkan pembahasan yang dilakukan, maka penerapan debat aktif dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut, dimulai dari menyiapkan sebuah pertanyaan, membagi kelas dalam dua tim, menyiapkan argumentasi, kemudian memulai metode debat aktif, lalu mengidentifikasi argumen yang paling baik menurut para siswa. Kata Kunci: Al-Quran hadis pada Madrasah, metode debat aktif, kemampuan bertanya PENDAHULUAN Rasa ingin tahu seorang anak memang tidak bisa dibendung, rasa keingintahuan siswa di sekolah biasanya akan ditanyakan pada guru ketika pembelajaran berlangsung, namun pada kenyataannya tidak seperti itu. Banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menyampaikan pertanyaan pada guru atau berpendapat dalam tidak bisa dibendung, namun muncul permasalahan ketika anak berstatus sebagai siswa di bangku sekolah. Rasa keingintahuan seorang menanggapi suatu materi, dan penyebabnya dapat dari faktor internal siswa, juga faktor eksternal siswa. Faktor internal siswa berasal dari dalam diri siswa itu sendiri, seperti kurang percaya diri, tidak berani, takut dan malu, sedangkan faktor eksternalnya adalah lingkungan siswa, yaitu guru dan siswa Kemudian, bertanya masih menjadi sesuatu yang tabu pada anak-anak, terkadang kita sebagai tenaga pendidik karena ketidaktahuan kita malah yang membatasi anak-anak dalam bertanya dan menghilangkan rasa percaya diri pada peserta didik, stigma jika bertanya akan dianggap bodoh, mengganggu pembelajaran, menentang pernyataan, perhatian, dan mencari nilai semata STAI Syekh H. Abdul Halim Hasan Al-Ishlahiyah Binjai, rafdialwafi66@gmail. *Corresponding Author : Rafdi Al Wafi Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022, 171 - 176 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt masih dialami oleh siswa. Ditambah dengan kurangnya kepercayaan diri siswa, serta rasa takut dan malu pada akhirnya akan membuat menjadi pesimistis sehingga mengurungkan niatnya untuk bertanya. Stigma-stigma seperti itulah yang seharusnya dihilangkan dari benak siswa agar siswa termotivasi untuk Padahal bertanya adalah sesuatu yang bagus untuk menggali informasi, bahkan ada pepatah mengatakan Aumalu bertanya sesat di jalanAy. Menurut Brown . 7: 10-. dalam kegiatan belajar dan mengajar, guru akan bertanya pada siswa untuk memastikan apakah siswa sudah paham atau belum dengan materi yang telah disampaikan. Tak jarang Guru yang merasa bingung ketika siswa tidak ada yang bertanya dan tak bisa menjawab jika siswa diberi pertanyaan. Menurut Brown . 7: . , sebagian besar jenis pertanyaan siswa sekolah dasar lebih bersifat prosedural, seperti AuJam berapa kita pulang ke rumah?Ay, dibanding dengan AuApa yang terjadi jika . ?Ay. Mayoritas pertanyaan siswa SD bersifat percakapan atau konversasional, dan belum mengandung sisi penalaran dan kognitif siswa, sedangkan siswa SMP sudah mulai melibatkan sisi kognitifnya. Santrock . alam Agoes Dariyo, 2004: . berpendapat bahwa siswa SMP sudah mampu berpikir abstrak, idealistik dan logika, sehingga dapat dikatakan siswa dapat memecahkan masalah-masalah abstrak dengan menghubungkan dan menganalisis berbagai ide, pemikiran, dan konsep yang ada. Kesulitan dalam bertanya tidak hanya dialami oleh siswa yang masih duduk di bangku sekolah saja, bahkan di perguruan tinggi pun banyak kita temui mahasiswa yang pasif dalam mengikuti pembelajaran. Ada banyak cara yang dapat kita terapkan untuk membuat siswa lebih aktif lagi dalam mengikuti pembelajaran, salah satunya adalah dengan cara membangkitkan rasa ingin tahu yang lebih dengan cara menanyakan segala sesuatu yang berkaitan dengan pembelajaran yang berlangsung. Namun sering sekali kita sebagai Guru tidak ada persiapan dalam membawakan pembelajaran sehingga memendam potensi para siswa untuk berkembang. Dari uraian permasalahan yang telah dijabarkan, diharapkan para Pendidik lebih punya persiapan dalam menjalankan pembelajaran Al-Quran Hadis pada Madrasah dengan menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan urgensi yang ada di peserta didik dan mampu meningkatkan kemampuan berbicara serta berpikir kritis di dalam kelas maupun di luar kelas. Dalam kegiatan pembelajaran, banyak metode pembelajaran yang dapat kita terapkan, seperti metode ceramah, jigsaw, metode kartu, debat aktif ,dll. Namun di artikel ini kami akan mengulas lebih dalam mengenai penerapan metode pembelajaran debat aktif pada siswa madrasah untuk mata pelajaran Al-Quran Hadis pada Madrasah. Tujuannya adalah untuk mengetahui langkah-langkah penerapan metode debat aktif pada pembelajaran Al-QurAoan Hadist di madrasah. METODE PENELITIAN Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yang di mana pendekatan kualitatif adalah suatu pendekatan yang berfokus pada orientasi pada gejala-gejala yang bersifat alamiah, maka sifatnya adalah naturalistik dan mendasar atau bersifat kealamiahan serta tidak bisa dilakukan di laboratorium, melainkan harus terjun ke lapangan. Oleh sebab itu penelitian ini disebut field study. (Nazir, 1986: . Sedangkan menurut Moleong . 7: . penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022, 171 - 176 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan secara holistik dan dengan cara deskriptif dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang ilmiah. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas yang merupakan bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan rasional dari tindakantindakan yang dilakukan, serta untuk memperbaiki kondisi-kondisi di mana praktikpraktik pembelajaran tersebut dilakukan. (Soedarsono: 2001: . Model penelitian tindakan kelas dalam penelitian ini menggunakan model Kemmis & Mc Taggart yang terdiri dari empat tindakan, yaitu . perencanaan atau planning, . tindakan atau action, . pengamatan atau observing, dan . refleksi atau reflecting (Suharsimi Arikunto, 2010: 131-. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Debat Aktif Melvin L. Silberman . 3: . berpendapat bahwa debat bisa menjadi metode untuk meningkatkan pemikiran dan perenungan, terutama jika siswa diharapkan untuk mengemukakan pendapat yang bertentangan dengan diri mereka sendiri. Menurut M. Ridwantoro . 2: . Metode debat aktif adalah metode yang membantu anak didik menyalurkan ide, gagasan dan pendapatnya. Kelebihan metode ini adalah pada daya membangkitkan keberanian mental anak didik dalam berbicara dan bertanggung jawab atas pengetahuan yang didapat melalui proses debat, baik di kelas maupun di luar kelas. Proses debat aktif menurut Deni Kristiyanto . 7: . adalah suatu bentuk retorika modern yang pada umunya tercirikan oleh adanya dua pihak atau lebih melangsungkan komunikasi dengan bahasa dan saling berusaha mempengaruhi sikap dan pendapat orang pihak lain agar mau melaksanakan, bertindak, mengikuti atau sedikitnya mempunyai kecenderungan sesuai dengan apa yang didinginkan oleh pembicara atau penulis, dengan melihat jenis komunikasinya lisan atau tulisan. Dalam hal ini, debat yang dimaksud adalah bukan debat yang menimbulkan kegaduhan, melainkan debat yang bertujuan untuk menyampaikan argumen yang benar dengan mempertahankan argumen atau beradu argumen berdasarkan bukti fakta atau contoh yang terjadi di lapangan. Pembelajaran Al-QurAoan Hadist di Madrasah Al QurAoan Hadis merupakan salah satu bagian/unsur dari mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang ada di madrasah yang menunjang pencapaian tujuan pendidikan nasional yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. (Sri Andri Astuti, 2019 : . Hadis dapat dijadikan pegangan dalam menetapkan kebijakan dan menyelesaikan persoalan yang muncul di masyarakat. (Hemawati, dkk, 2022 : . Langkah-langkah Penggunaan Metode Debat Aktif (Active Debat. pada Al-Quran Hadis pada Madrasah Sebagian besar siswa sudah menyampaikan pertanyaan sesuai topik dan siswa dapat memahami pertanyaan yang disampaikan dengan baik. Tingkat kepercayaan diri yang dimiliki siswa berbeda-beda, ada yang sudah cukup Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022, 171 - 176 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt percaya diri ketika berbicara di kelas, dan banyak yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah. Dan tugas Guru adalah terus memberi semangat dan motivasi pada mereka yang masih kurang percaya diri pada kemampuannya. Dari penjabaran penjelasan pada poin-poin di atas, terdapat beberapa poin penting, yaitu: Pertama, agar debat dapat berjalan dengan baik terdapat beberapa aspek yang perlu diketahui, yaitu setting debat. Selama metode debat dilaksanakan, siswa dikondisikan duduk berkelompok dan terdapat dua kubu, yaitu kubu pro dan kubu kontra. Terpisahnya posisi kubu tim pendukung dan tim penentang dimaksudkan agar siswa lebih mudah untuk berdiskusi dalam menghadapi tim Selain itu, kelompok yang mendapat giliran berdebat berada pada posisi di depan anggota timnya agar lebih terfokus pada mereka sebagai pembicara Dapat disimpulkan bahwa pengaturan posisi duduk siswa di kelas memang memiliki pengaruh terhadap aktivitas belajar siswa dalam memberikan feedback pada guru. Topik yang dipilih dalam suatu sangat perdebatan juga memiliki pengaruh yang tinggi, apalagi jika peserta debat adalah siswa sekolah. Faktor yang harus diperhatikan dalam pemilihan topik adalah jangkauan antara topik dengan siswa. Topik yang dipilih harus disesuaikan dengan tingkatan siswa, dapat diibaratkan seperti materi pelajaran. Topik debat yang membahas hal-hal, kejadian atau kasus yang sedang terjadi di masyarakat akan lebih menarik bagi siswa, dan harus disesuaikan dengan porsinya. Sesuai dengan Ismail . yang mengemukakan bahwa sebuah kasus atau isu kontroversial yang akan digunakan sebagai topik SK/KD/Indikator. Argumentasi dan sanggahan merupakan salah satu unsur yang penting dalam debat. Siswa sebagai pembicara berusaha menyampaikan argumennya agar seluruh timnya setuju dengannya, baik itu kontra . Hal yang tidak kalah penting yaitu moderator. Guru sebagai moderator menjadi pemegang kendali bagaimana debat berjalan. Mengatur jalannya debat agar sesuai dengan langkah-langkah metode debat aktif dan tidak keluar jalur. Moderator juga memberikan motivasi dan stimulus pada siswa agar siswa tidak kehabisan kecermatan topik dari diperlukan. Kedua, keberanian merupakan salah satu sikap yang dapat ditumbuhkan melalui metode debat aktif. Menurut Linda dan Richard E. 7: . , keberanian adalah berbuat sesuatu yang sulit tetapi benar dan merupakan pilihan terbaik untuk jangka panjang. Meningkatkan suatu keberanian memang tidak mudah, diperlukan dukungan dan motivasi dari orang-orang di sekitar siswa, baik di sekolah maupun di rumah. Ketiga, kegiatan belajar yang bersifat aktif akan mendorong siswa untuk berupaya melakukan suatu aktivitas pembelajaran, seperti siswa yang mencari yang memerlukan informasi untuk memecahkan suatu permasalahan, dan siswa yang berusaha mengerjakan tugas yang diberikan (Melvin L. Silberman, 2013: 27-. Keaktifan siswa dalam debat terlihat dari penyampaian argumentasi dan pertanyaan, keikutsertaan siswa dalam diskusi, memperhatikan jalannya debat, dan pengumpulan lembar penugasan. Secara sederhana, teknik pelaksanaan metode ini sebagai berikut: Siapkan sebuah pernyataan yang kontroversial. Bagi kelas dalam dua tim . ro dan kontr. dapat dikembangkan menjadi lebih dari dua sub kelompok. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022, 171 - 176 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt . Minta setiap juru bicara masing-masing kelompok untuk memaparkan argumentasinya . rgumentasi pembuk. Setelah argumentasi pembuka, hentikan debat dan kembali ke sub Setiap sub kelompok memilih jubirnya dan usahakan bergantian . Lanjutkan kembali debat yang lain dapat memberikan catatan untuk mendukung argumentasi kelompoknya. Pada saat yang tepat akhiri debat. Tidak perlu menentukan kelompok mana yang menang. Minta pada peserta didik untuk mengidentifikasi argumen yang paling baik menurut mereka. Secara umum, hal yang lebih penting untuk berpendapat. Berargumen berarti bukan terletak pada frekuensi bertanya siswa, melainkan kualitas pertanyaan siswa. Sejauh mana tingkat analisis dan pemikiran siswa dalam menghadapi suatu kasus permasalahan dapat dilihat berdasarkan pertanyaan Pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki siswa juga berpengaruh terhadap kualitas siswa. KESIMPULAN Metode debat aktif adalah metode yang membantu anak didik menyalurkan ide, gagasan dan pendapatnya. Mengatur jalannya metode debat, mengangkat topik yang menarik dengan sedemikian rupa dapat mendorong kemampuan bertanya siswa. Topik yang dipilih harus disesuaikan dengan tingkatan siswa, dapat diibaratkan seperti materi pelajaran. Topik debat yang membahas hal-hal, kejadian atau kasus yang sedang terjadi di masyarakat akan lebih menarik bagi siswa, dan harus disesuaikan dengan porsinya. Argumentasi dan sanggahan merupakan salah satu unsur yang penting dalam debat. Siswa sebagai pembicara berusaha menyampaikan argumennya agar seluruh timnya setuju dengannya, baik itu kontra . Kegiatan belajar yang bersifat aktif akan mendorong siswa untuk berupaya melakukan suatu aktivitas pembelajaran, seperti siswa yang mencari yang memerlukan informasi untuk memecahkan suatu permasalahan, dan siswa yang berusaha mengerjakan tugas yang diberikan. DAFTAR PUSTAKA