CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj VOL. 01 NO. DESEMBER TINGKAT PENGETAHUAN KESIAPSIAGAAN BENCANA TERHADAP TANGGAP DARURAT KEBAKARAN PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR UNIVERSITAS X Mochammad Farhan Dio Santosa 1. Edwina Rudyarti A Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja . Universitas Medika Suherman. Indonesia Email: edwina@medikasuherman. Received: November 8, 2022. Revised: December 15, 2022. Accepted: December 15, 2022 ABSTRACT Preparedness is a series of activities carried out to anticipate disasters. Disaster conditions cannot be predicted easily, so emergency response is one of the activities carried out immediately when a disaster occurs. This study aims to determine the level of knowledge of disaster preparedness for fire emergency response in the final students of X University. Methods: This type of research is descriptive quantitative with quantitative survey analysis research design. The sample in this study were final year students at the X University as many as 128 students with the sampling technique of Random Sample. The analysis used is bivariate analysis in the form of Chi Square test. This study shows that there is a relationship between knowledge of disaster preparedness and fire emergency response with a value of 17,345 and P . < . Conclusion: There is an effect between knowledge of disaster preparedness on fire emergency response in final year students at X University. Keywords: Preparedness. Disaster. Emergency Response. Fire ABSTRAK Kesiapsiagaan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana. Kondisi bencana tidak dapat diprediksi dengan mudah maka tanggap darurat salah satu kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan kesiapsiagaan bencana terhadap tanggap darurat kebakaran pada mahasiswa akhir Universitas X. Jenis penelitian ini bersifat Deskriptif Kuantitatif dengan desain penelitian Analisis Survei Kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir pada Universitas X sebanyak 128 mahasiswa dengan Teknik pengambilan sampel yaitu Random Sample. Analisis yang digunakan yaitu analisis bivariat berupa uji Chi Square. Hasil: Penelitian ini menunjukan bahwa adanya hubungan antara pengetahuan kesiapsiagaan bencana terhadap tanggap darurat kebakaran dengan nilai value 17. 345 dan P . < . Terdapat pengaruh antara pengetahuan kesiapsiagaan bencana terhadap tanggap darurat kebakaran pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas X. Kata kunci: kesiapsiagaan, bencana, tanggap darurat, kebakaran PENDAHULUAN Bencana merupakan gangguan serius terhadap berfungsinya sebuah komunitas atau masyarakat yang menyebabkan kerugian manusia, material, ekonomi atau lingkungan yang meluas yang melebihi kemampuan masyarakat atau masyarakat yang terkena dampak untuk mengatasi penggunaan sumber dayanya sendiri. Bencana merupakan sebuah kerugian dalam populasi masyarakat yang E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4474 | 1 CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj Menurut Peraturan Gubernur Prov. DKI Jakarta No. 43 Tahun 2018 tentang pembentukan, organisasi dan tata kerja pusat pendidikan dan pelatihan penanggulangan kebakaran dan penyelamatan, definisi kebakaran secara umum adalah suatu peristiwa atau kejadian timbulnya api yang tidak terkendali, yang dapat membahayakan keselamatan jiwa maupun harta Peristiwa oksidasi yang melibatkan unsur yang harus ada yaitu, bahan bakar yang mudah terbakar, oksigen yang ada dalam udara, dan sumber energi atau panas yang berakibat menimbulkan kerugian harta benda, cedera bahkan kematian. Dalam Jurnal National Fire Protection Association Fire Analysis and Research menyebutkan bahwa kasus kebakaran di Amerika Serikat dari tahun 2012 sampai 2014 mengalami fluktuatif kenaikan. S Fire Department memperkirakan pada tahun 2012 000 kasus kebakaran. (Karter, 2. Daerah perkotaan . erutama kawasan dengan pemukiman padat pendudu. merupakan daerah yang rentan terhadap terjadinya bencana Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PEMDA Jawa Barat, kebakaran yang terjadi di Jawa Barat selama tahun 2021 adalah sebanyak 400 kasus. dengan kerugian mencapai Rp 34 miliar lebih. di Provinsi DKI Jakarta, bencana kebakaran yang terjadi bahkan mencapai angka rata-rata 3. 156 pada tahun 2020 atau sekitar 675 kasus per bulan selama tahun 2020. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa masalah kebakaran di perkotaan perlu mendapat perhatian serius. Universitas X adalah Universitas yang berdiri di Daerah Cikarang Kabupaten Bekasi. Universitas memiliki gedung yang digunakan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar, namun sangat disayangkan dalam setiap gedung masih sangat minimnya proteksi kebakaran seperti Fire Detector. Smoke Detector. Heat detector. Flame Detector. Gas Detector. Hydrant dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), dengan kurangnya proteksi kebakaran maka potensi terjadinya kebakaran semakin besar, maka kesiapsiagaan merupakan sikap dan antisipasi terhadap kejadian yang akan timbul, dalam VOL. 01 NO. DESEMBER kesiapsiagaan terdapat sebuah pengetahuan mengantisipasi dan mencegah suatu bencana, maka kesiapsiagaan sebuah kemampuan yang harus dimiliki setiap orang. Mahasiswa sebagai agen of chance yang akan berperan sebagai edukator kesiapan bencana, siap diterjunkan kepada masyarakat, dan mampu memberikan intervensi yang tepat pada saat bencana terjadi. Oleh karena itu penting bagi mahasiswa Universitas X memiliki pengetahuan kebencanaan serta kesiapan bencana yang baik. Pendidikan kebencanaan belum terintegrasi pada seluruh program studi yang ada di Universitas X. Hanya pada program studi sarjana terapan keselamatan dan kesehatan kerja saja terdapat mata kuliah yang mempelajari kesiapsiagaan tanggap darurat. Hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan oleh Kurniawati & Suwito . dengan uji t dan uji koefisien determinasi Pengaruh Pengetahuan Kebencanaan Terhadap Sikap Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Bencana Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Kanjuruhan Malang, terdapat pengaruh positif antara pengetahuan kebencanaan terhadap sikap kesiapsiagaan mahasiswa dalam menghadapi Hal ini dapat dinyatakan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan kebencanaan maka akan semakin tinggi pula sikap kesiapsiagaan mahasiswa dalam menghadapi Hal ini juga didukung Penelitian yang dilakukan Yari et al. dengan judul Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Dengan Kesiapsiagaan Bencana Banjir Pada Mahasiswa Kesehatan di DKI Jakarta, diketahui hasil dari penelitian tersebut menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan kesiapsiagaan bencana pada mahasiswa. Pengetahuan dengan kesiapsiagaan didapatkan nilai . , sikap dengan kesiapsiagaan didapatkan nilai . value 0,004 < 0,. Hasil Penelitian juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Tahlil . yang berjudul Hubungan Pengetahuan. Sikap Bencana Dan Keterampilan Basic Life Support Dengan Kesiapsiagaan E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4474 | 2 CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj Bencana Gempa Bumi Pada Mahasiswa Keperawatan Poltekkes Banda Aceh menyatakan bahwa terdapat hubungan bermakna . =0,. antara variabel pengetahuan bencana dengan kesiapsiagaan dan antara variabel sikap dengan kesiapsiagaan serta tidak terdapat hubungan bermakna . =0,. Seluruh mahasiswa tingkat akhir Universitas X secara individu maupun kelompok mengidentifikasi jenis-jenis bencana, penyebab terjadinya bencana, potensi kebencanaan dan penanganan kebencanaan. Pada penelitian ini akan dilakukan pada mahasiswa tingkat akhir Universitas X yang nantinya akan melanjutkan perjalanan di berbagai jalan hidup serta berbau dengan masyarakat. Hal ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat pengetahuan dan kesiapsiagaan mahasiswa tingkat akhir Universitas X sebelum mereka akan terjun ke Berdasarkan penelitian. Universitas X dilihat dari kesiapsiagaan tanggap darurat bencana kebakaran masih sangat rendah, karena tingkat pengetahuan dan sikap yang masih rendah, maka peneliti ingin melanjutkan penelitian yang sudah ada untuk dikaji lebih dalam terkait pengetahuan kesiapsiagaan bencana terhadap tanggap darurat bencana kebakaran pada mahasiswa tingkat akhir Universitas X (Rudyarti, n. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan kesiapsiagaan dan tanggap darurat bencana kebakaran di Universitas X. VOL. 01 NO. DESEMBER METODE Desain penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah bersifat Deskriptif Kuantitatif, pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini adalah Analisis Survei Kuantitatif yaitu untuk mengetahui tingkat pengetahuan kesiapsiagaan bencana terhadap tanggap darurat kebakaran pada mahasiswa tingkat akhir Universitas X. Populasi dalam penelitian saat ini adalah mahasiswa semester akhir Universitas X dengan jumlah 128 orang. Sampel penelitian ini diambil secara Random Sampling menggunakan rumus slovin dengan taraf kesalahan 5% sebagai berikut sehingga diperoleh hasil sampel responden 98 orang. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Univariat . Umur Tabel 5. 1 Umur Responden Umur (Tahu. < 20 20 Ae 40 Jumlah No. Jumlah Frekuensi Presentase (%) Berdasarkan Tabel di atas dapat dilihat bahwa dari 98 responden, 11 responden . %) memiliki umur kurang dari 20 tahun, 87 responden . %) memiliki 20 Ae 40 tahun. Program Studi Tabel 5. 2 Program Studi Responden No. Program Studi S1 Keperawatan S1 Kebidanan S1 Adm Kesehatan S1 Farmasi S1 Gizi D3 Keperawatan STK3 Jumlah Frekuensi Presentase (%) E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4474 | 3 CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj VOL. 01 NO. DESEMBER Jumlah Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa dari 128 responden, 34 responden . %) memiliki pendidikan S1 Keperawatan, 12 responden . %) memiliki pendidikan S1 Keidanan, 11 responden memiliki pendidikan S1 ADM Kesehatan . %), 25 responden . %) memiliki Pendidikan S1 Farmasi, 1 responden . %) memiliki Pendidikan S1 gizi, 11 responden . %) memiliki Pendidikan D3 Keperawatan dan 4 responden . %) memiliki Pendidikan D4 Keselamatan dan Kesehatan kerja. Jenis Kelamin Tingkat pengetahuan responden yang terdapat pada tebel di atas dilihat bahwa 98 responden, dristibusi pengetahuan responden mengenai kesiapsiagaan sebanyak 23 responden . %) termasuk kedalam kategori tinggi, 75 responden . %) termasuk dalam kategori Tabel 5. 5 Tanggap Darurat No. Tabel 5. 3 Jenis Kelamin Responden No. Jenis Kelamin Laki-laki Perempua Jumlah Jumlah Presentase (%) Frekuensi Tabel 5. 4 Pengetahuan kesiapsiagaan Pengetahuan Tinggi Rendah Jumlah Jumlah (%) Tingkat tanggap darurat responden yang terdapat pada tabel di atas terbagi menjadi 2 kategori yaitu rendah dan tinggi. Kategori rendah merupakan responden dengan rentang skor 0-7 poin, kategori tinggi merupakan responden dengan rentan skor 8-15. Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa 98 responden, distribusi responden mengenai tanggap darurat sebanyak 48 responden . %) termasuk kedalam kategori tinggi, 50 responden . %) termasuk dalam kategori rendah. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa dari 16 responden . %) yaitu laki-laki dan 82 responden . %) yaitu perempuan. No. Tanggap Darurat Tinggi Rendah Jumlah Hasil Analisis Bivariat Jumlah (%) Analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui pengetahuan kesiapsiagaan bencana terhadap tanggap darurat kebakaran. Analisis bivariat ini dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 5. 6 Analisis Kesiapsiagaan Kesiapsiagaan Pengetahuan Tinggi Rendah Total p-value Tinggi Rendah Total 0,000 E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4474 | 4 CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj Berdasarkan Tabel diatas dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 48 responden . %) yang memiliki tingkat pengetahuan tinggi, terdapat 20 responden . %) yang memiliki tingkat kesiapsiagaan tinggi dan 28 responden . %) memiliki tingkat kesiapsiagaan rendah. Sementara dari 50 responden . %) yang memiliki tingkat pengetahuan rendah, terdapat 3 responden . %) yang memiliki tingkat kesiapsiagaan tinggi dan 47 responden . %) memiliki tingkat kesiapsiagaan rendah. Tingkat Pengetahuan Kesiapsiagaan Bencana Terhadap Tanggap Darurat Kebakaran Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Universitas X Berdasarkan hasil analisis uji Chi Square antara tingkat pengetahuan terhadap tanggap darurat kebakaran diperoleh nilai value 0,000. Hasil ini menunjukan bahwa nilai value kurang dari 0,005 maka kesimpulan dalam penelitian ini ada hubungan antara tingkat pengetahuan kesiapsiagaan bencana terhadap tanggap darurat kebakaran pada mahasiswa tingkat akhir Universitas X. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Rusiyah, 2. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan siswa dengan kesiapsiagaan bencana gempa Tingkat pengetahuan siswa bagus karena sebelum penelitian dilakukan mendapatkan Pendidikan mitigasi bencana Auanak siaga bencanaAy yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi dalam rangka kegiatan pengabdian Penelitian yang sejalan dilakukan oleh Syihabuddin Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan tentang kesiapsiagaan memiliki hubungan penting dengan kesiapsiagaan kebakaran. Ini karena pekerja terlatih dan simulasi dalam manajemen darurat kebakaran yang memiliki berbagai kemampuan, keterampilan, dan pengalaman khusus untuk meningkatkan kinerja karyawan ketika keadaan darurat kebakaran terjadi selama kegiatan kerja yang sedang berlangsung, karena mempengaruhi persiapan pekerja itu sendiri. Berdasarkan pernyataan Prasilica . , proses VOL. 01 NO. DESEMBER pembentukan persepsi persiapan dimulai dengan proses pembelajaran di mana individu akhirnya merespons sesuai dengan penilaian masingmasing dan membentuk persepsi tentang apa yang mereka terima. Bencana dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa dapat diprediksi akan menimpa siapa dan dimana, tak terkecuali mahasiswa pada saat aktivitas berlangsung. Begitupun dengan bencana kebakaran, bencana kebakaran merupakan bencana yang paling dekat dengan mahasiswa, karena setiap mahasiswa yang melakukan kegiatan belajar mengajar pada gedung atau ruangan kelas dapat potensi bencana kebakaran akan tetap ada. Maka dari itu perlu adanya suatu perencanaan yang matang dari mahasiswa untuk menghadapi bencana kebakaran yang sewaktuwaktu dapat terjadi, sehingga kerugian dan korban jiwa dapat diminimalisir semaksimal Mahasiswa yang mempunyai perencanaan matang dalam menghadapi bencana disebut sebagai mahasiswa yang memiliki tingkat Kesiapsiagaan tinggi. Untuk memiliki tingkat Kesiapsiagaan tinggi terdapat beberapa parameter yang digunakan, seperti pengetahuan mahasiswa mengenai bencana, kesiapsiagaan mahasiswa menghadapi bencana, rencana tanggap darurat yang dapat dilakukan mahasiswa, sistem peringatan dini yang perlu disiapkan pada seluruh mahasiswa tingkat akhir. Berikut Analisis dari masing-masing parameter tingkat pengetahuan kesiapsiagaan bencana pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas X terhadap tanggap darurat kebakaran. Analisis Kesiapsiagaan Bencana Pengetahuan adalah proses pembelajaran mahasiswa melalui lembaga pendidikan . erguruan pengalamannya sendiri menemukan sesuatu hingga menjadi konsep atau konsep. Pengetahuan dan pengetahuan mahasiswa Universitas X tentang kesiapsiagaan kebakaran merupakan pondasi yang harus dimiliki banyak mahasiswa karena tidak lepas dari penggunaan peralatan listrik dan elektronik. Dalam mengukur E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4474 | 5 CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj tingkat pengetahuan mahasiswa menggunakan mahasiswa tentang bencana kebakaran, cara merawat instalasi listrik dan alat elektronik, serta pengetahuan tentang kerentanan bencana dalam penggunaan alat tersebut. Sehingga dari hasil indikator tersebut dapat mengukur tingkat pengetahuan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa akhir Universitas X yang menghadapi kesiapsiagaan bencana kebakaran termasuk dalam kategori "siap". Tingkat pengetahuan mahasiswa yang siap dibentuk sehingga dapat memahami dan memahami bagaimana merawat dan memelihara peralatan listrik dan elektronik secara akurat dan akurat sesuai standar. Pengetahuan tersebut pengalaman sehari-hari ataupun petunjuk yang disediakan ketika pembelian barang elektronik Hanya saja pengetahuan mahasiswa tentang penyebab terjadinya bencana kebakaran masih kurang. Secara umum, beberapa mahasiswa tidak memiliki pemahaman yang baik tentang bahan bangunan mana yang tahan api atau tidak tahan api, dan beberapa mahasiswa terbiasa dengan cara menghadapinya jika terjadi kecelakaan kebakaran, sementara yang lain tidak siap untuk menghadapi situasi seperti itu, yang setara dengan pengetahuan siswa tentang penyebab Dalam memadamkan api memiliki cara-cara penangan yang berbeda sesuai dengan sumber api. Secara umum mahasiswa hanya melakukan penyiraman api menggunakan air. Langkah tersebut sangat kurang tepat apabila percikan api berasal dari konsleting kabel tanpa mematikan pusat aliran listrik terlebih dahulu. Kemudian kerentanan bencana yang diketahui mahasiswa masih sangat minim, umumnya mahasiswa tidak mengetahui apa maksud dari kerentanan Hasil yang didapatkan sangat berbanding terbalik dengan pengetahuan mahasiswa mengenai definisi bencana dan kebakaran yang baik. Analisis Tanggap Darurat Kebakaran Hasil penelitian parameter tanggap darurat kebakaran mahasiswa Universitas X VOL. 01 NO. DESEMBER dalam menghadapi keadaan bencana kebakaran dapat disimpulkan dengan hasil yang Aukurang SiapAy siaga. Karena dalam parameter 4 indikator yang digunakan untuk mengetahui tingkat sikap kesiapsiagaan mahasiswa yaitu memiliki motivasi untuk menyusun rencana keamanan hanya beberapa mahasiswa saja. Kepekaan untuk berbagi informasi satu sama lain sebagian besar mahasiswa tidak dapat memberikan informasi karena kurangnya pengetahuan tentang tanggap darurat dari kebakaran dan memiliki sedikit minat dalam pengelolaan lingkungan dari bahaya Secara umum, mahasiswa tidak memiliki keinginan untuk menjaga ruang kelas tetap aman dan belajar bangunan dari bencana Hal tersebut terlihat dari sikap mahasiswa yang kurang bertanggung jawab. Analisis Kesiapsiagaan Bencana Terhadap Tanggap Darurat Kebakaran Hasil dari analisa penelitian ini dengan pengaruh tingkat pengetahuan kesiapsiagaan bencana terhadap tanggap darurat kebakaran didapatkan nilai A = 0,000 (A = 0,. sehingga terdapat pengaruh antara kedua variabel. Selain itu bisa dikatakan apabila tingkat pengetahuan baik maka tingkat kesiapsiagaan bencana akan baik dan sebaliknya apabila tingkat pengetahuan kurang baik maka kesiapsiagaan juga kurang Dalam survei ini, 71% responden dengan pengetahuan rendah tentang kesiapsiagaan bencana untuk menanggapi daur ulang kebakaran memiliki tingkat kesiapsiagaan yang lemah atau rendah, sementara 29% responden lainnya dengan tingkat pengetahuan yang rendah tentang kesiapsiagaan bencana untuk menanggapi daur ulang kebakaran memiliki tingkat kesiapan yang baik atau tinggi. Pengetahuan merupakan salah satu elemen kunci dari kesiapsiagaan bencana. Pengalaman bencana yang pernah melanda beberapa daerah di Indonesia sudah menjadikan sebuah pelajaran yang berarti tentang betapa pentingnya pengetahuan bencana. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Ayu & Ratriwardhani, 2. Yan berjudul Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Santri Terhadap Kesiapsiagaan dalam Penanggulangan Bencana E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4474 | 6 CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj Kebakaran di Pondok Pesantren X di Kota Surabaya yang menyatakan bahwa hasil dari uji statistik menggunakan uji chi square menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan . dan sikap . kesiapsiagaan bencana kebakaran di Pondok. Kota Manado Kesimpulan dari kegiatan penelitian ini bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap santri terhadap kebakaran di pondok pesantren. Pencegahan bencana merupakan tahap lanjutan dari Mahasiswa adalah masa depan yang melakukan tugas profesionalnya di masyarakat. Profesi mahasiswa yang fleksibel dan mencakup semua kondisi yang diperlukan untuk mempersiapkan bencana serta lingkungan rumah sekitar. Kewaspadaan dan keadaan respons normal sudah sangat berbeda, sehingga mahasiswa harus dapat mengatasi situasi ini dengan terampil dan teknis. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Dianita, 2. Dengan judul Analisis Tingkat Pengetahuan Pekerja Cleaning Service Terhadap Penerapan Sistem Proteksi Kebakaran di Universitas Darussalam Gontor. Yang menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden terhadap penerapan sistem proteksi kebakaran yaitu memiliki tingkat pengetahuan yang cukup. Pada penelitian ini mendukung bahwa untuk terhadap tanggap darurat harus diiringi dengan sistem proteksi yang memadai. Hasil penelitian ini menunjukkan banyak dari pekerja cleaning service yang belum memahami pengetahuan terkait kebakaran dan terkait penerapan sistem proteksi kebakaran, sehingga kategori dari tingkat pengetahuan pekerja cleaning service di Universitas Darussalam Gontor adalah cukup. Hal yang sama dijelaskan oleh (Mahmasshony, tentang penelitian di atas adalah tingkat penyelesaian sistem proteksi kebakaran umumnya dengan binatu khusus di pabrik PT Unilever Indonesia Tbk Lunkot Surabaya termasuk dalam kategori yang cukup dapat dijelaskan Sebagian besar komponen sistem. VOL. 01 NO. DESEMBER Menurut Faqih & Ferianto . Pada penelitian ini salah satu Penyebab kurang tahunya remaja tentang perilaku kesiapsiagaan bencana kebakaran karena kurangnya peran aktif kelurahan tentang bencana, kemudian kurangnya sosialisasi tentang kebencanaan dari pihak yang memahami yaitu BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daera. bagaimana cara pengurangan risiko bencana dan penanggulangan bencana tentang kebakaran. Oleh karena itu, upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana kebakaran harus adanya sosialisasi dan simulasi tanggap darurat tentang kesiapsiagaan pengetahuan tentang kesiapsiagaan merupakan serangkaian kegiatan yang harus diketahui untuk mengantisipasi situasi bencana secara cepat dan tepat agar dapat mengurangi dampak buruk setelah terjadinya kebakaran. Jika kesiapsiagaan rendah maka akan berdampak buruk terhadap lingkungan yang terkena bencana kebakaran seperti angka korban jiwa yang sangat tinggi, banyaknya korban yang kehilangan harta dan benda kemudian dapat menimbulkan penyakit stres pada korban. Untuk itu salah satu tindakan yang dapat dilakukan dalam memaksimalkan perilaku kesiapsiagaan bencana kebakaran dengan memberikan pelatihan serta simulasi budaya sadar bencana kepada remaja yang dapat mempengaruhi perkembangan sumber daya manusia dalam melaksanakan tindakan sebelum terjadinya bencana kebakaran maupun saat terjadi bencana kebakaran, sehingga remaja pengetahuan yang dimiliki kepada masyarakat yang lain khususnya di Kelurahan Gedongombo mengenai tindakan apa saja yang wajib dilakukan sebelum terjadi bencana kebakaran dan saat terjadi bencana kebakaran agar seluruh masyarakat mampu mengantisipasinya Selain itu, dengan adanya pengetahuan maka akan mempengaruhi sikap dan kepedulian terkait bencana terlebih pada beberapa daerah yang rawan bencana (LIPI, 2. Faktor lain yang mempengaruhi tingkat pengetahuan adalah pengalaman tanggap bencana, yang dapat meningkatkan kesadaran tentang bagaimana mencegah peristiwa dan kerugian bencana. E-ISSN 2985-4237 P-ISSN 2985-4474 | 7 CAKRAWALA MEDIKA: JOURNAL OF HEALTH SCIENCES https://publikasi. id/inde php/cmj Mayoritas pengalaman menanggapi bencana seperti gempa bumi, dan beberapa memiliki pengalaman menangani banjir dan kebakaran. (Hamid, 2. VOL. 01 NO. DESEMBER peningkatan kesiapsiagaan bencana terhadap tanggap darurat kebakaran mahasiswa. DAFTAR PUSTAKA