Penerapan target costing dengan pendekatan activity-based costing pada UD. Monicha Jaya Angelica Gabriela Tiow Corresponding author: tiowangelica@gmail. Sam Ratulangi University - Indonesia Meily Y. Kalalo Sam Ratulangi University - Indonesia Syermi S. Mintalangi Sam Ratulangi University - Indonesia DOI 58784/mbkk. Keywords target costing activity-based costing cost control JEL Classification D24 M11 Received 22 February 2025 Revised 10 March 2025 Accepted 12 March 2025 Published 12 March 2025 ABSTRACT Target costing is a method used to encourage various departments involved in product design and production to find more efficient ways to achieve superior product Meanwhile, from a managerial perspective, activity-based costing provides information on all activities related to product manufacturing and their associated costs. With this information, management can focus on activities that offer opportunities for cost This study aims to examine the application of target costing using the activity-based costing approach in the cakalang floss business. UD. Monicha Jaya, and to compare different methods of determining production costs as an alternative for cost control. The research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and The results indicate that the activitybased costing method provides a significantly more efficient calculation of production costs compared to traditional methods. A2025 Angelica Gabriela Tiow. Meily Y. Kalalo. Syermi S. Mintalangi This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. Pendahuluan Pada situasi ekonomi modern saat ini, untuk dapat tetap bertahan maka perusahaan harus memiliki kemampuan bersaing. Kemampuan bersaing bukan hanya ditentukan oleh kualitas produk saja, harga yang ditawarkan pada konsumen juga merupakan hal Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. yang penting. Kualitas produk bukan hanya bicara soal sumber daya terbaik, proses terbaik menghasilkan harga yang mahal tetapi kualitas produk dipandang dari segi kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan produk yang bisa memenuhi kebutuhan konsumen sesuai segmen pasar yang dituju. Segmen pasar yang dituju akan menentukan pemilihan proses, material maupun sumber daya untuk menghasilkan produk. Hal ini berdampak pada harga jual yang berbeda untuk segmen pasar yang berbeda. Target costing adalah penentuan biaya maksimum yang dimungkinkan bagi pembuatan sebuah produk dan kemudian merancang prototipe yang menguntungkan dengan kendala biaya maksimum yang sudah ditetapkan. Biaya ini dapat menghasilkan tingkat profitabilitas yang maksimal, volume yang diharapkan, harga penjualan, kualitas dan fungsionalitas suatu produk. Metode Activity Based Costing (ABC) adalah suatu metode perhitungan yang sederhana untuk menentukan harga pokok produk/jasa dengan dasar bahwa aktivitaslah yang menyebabkan biaya itu timbul, bukan dari produk tapi produklah yang mengonsumsi aktivitas. Manfaat menggunakan Metode ABC adalah penyajian biaya produk lebih inovatif, yang mengarah pada pengukuran profitabilitas produk terhadap keputusan strategi tentang harga jual, lini produk, pasar dan pengeluaran modal perusahaan. Kombinasi konsep antara Target Costing dengan ABC sangat diperlukan untuk mengantisipasi kondisi persaingan yang semakin kompetitif. Perusahaan dapat menggunakan metode Target Costing dan ABC dalam mengendalikan biaya produksi. Penentuan biaya menggunakan Target Costing didasari oleh harga jual dan laba yang diinginkan, dalam penerapan metode ini perusahaan tidak melihat biaya yang sebenarnya dikeluarkan untuk memproduksi suatu produk karena pada target costing biaya ditentukan sebelum terjadinya desain dan proses produksi. Sedangkan, activity based costing dapat meninjau pemakaian biaya per aktivitas yang berhubungan dengan produksi per unit, sehingga dengan metode ini perusahaan dapat melihat biaya yang sebenarnya dikeluarkan untuk setiap unit yang diproduksi. UD. Monicha Jaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dengan berbagai macam produk tetapi peneliti hanya akan berfokus pada produk yang berupa Abon Cakalang. UD. Monicha Jaya saat ini masih menggunakan metode tradisional untuk menghitung biaya produksi. Metode tradisional yang diterapkan perusahaan memiliki kekurangan dalam hal efisiensi dan kontrol. Oleh karena itu, penerapan Metode ABC dan Target Costing sangatlah diperlukan. Penerapan metode ini adalah langkah penting bagi UD. Monicha Jaya untuk meningkatkan efisiensi, kontrol biaya produksi, dan profitabilitas. Dengan menerapkan Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. metode ini. UD. Monicha Jaya dapat mencapai tujuannya dan menjadi perusahaan yang lebih kompetitif di pasar. Tinjauan Akuntansi manajemen Thomas et al. mengatakan bahwa akuntansi adalah sistem informasi yang mengukur aktivitas bisnis, memproses data menjadi laporan keuangan dan mengomunikasikan hasilnya kepada para pengambil keputusan. Menurut Bhimani et al. akuntansi manajemen digunakan untuk mengukur, menganalisis dan melaporkan informasi keuangan dan informasi non-keuangan yang dimaksudkan untuk membantu manajer dalam memenuhi tujuan organisasi. Menurut Rahmi . akuntansi manajemen adalah bidang yang membutuhkan informasi dalam menjalankan usahanya yang tujuannya mengendalikan suatu kegiatan dalam Akuntansi biaya Biaya . adalah suatu pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang, untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan akan memberikan manfaat baik sekarang maupun yang akan datang (Santi 2. Menurut Mulyadi . akuntansi biaya adalah sebuah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk atau jasa dengan metode tertentu, serta interpretasi terhadap biaya. WiJaya et al. 2:43-. berpendapat bahwa akuntansi biaya adalah proses pencatatan, pengklasifikasian, peringkasan, dan penyajian informasi terkait biaya dari proses produksi hingga akhir, penjualan barang dan jasa melalui metode tertentu dan dalam waktu berbeda. Menurut Boyd . akuntansi biaya adalah proses memproduksi atau memasok produk atau jasa. Sebuah analisis yang membantu mengurangi biaya dan mungkin menghilangkannya. Biaya yang lebih rendah tentu saja memungkinkan untuk dapat meningkatkan keuntungan. Efisiensi produksi Ramdhani et al. , . 0: . biaya produksi adalah total nilai dari input dalam kegiatan produksi untuk menghasilkan suatu produk baik barang atau jasa. Activity Based Costing Activity Based Costing System (ABC Syste. adalah suatu sistem akuntansi yang terfokus pada aktivitas-aktivitas yang dilakukan untuk menghasilkan produk atau jasa. ABC System menyediakan informasi perihal aktivitas-aktivitas dan sumber daya yang dibutuhkan untuk melaksanakan aktivitas-aktivitas tersebut (Rizqi Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. et al. , 2022: . Definisi lain ABC System adalah suatu informasi yang dapat menyajikan secara akurat dan tepat waktu mengenai pekerjaan atau aktivitas yang mengkonsumsi sumber biaya aktivitas untuk mencapai tujuan. (Rizqi et al. , 2022:. Deviesa . menjelaskan bahwa aktivitas adalah suatu kegiatan yang dapat menimbulkan biaya dalam rangka menghasilkan barang atau jasa. Kelompok biaya aktivitas (Activity Cost Poo. , yaitu proses pengelompokan biaya aktivitas yang sama. Pemicu biaya (Cost Drive. adalah faktor yang memicu terjadinya biaya yang memiliki hubungan sebab akibat dengan sumber daya yang dikonsumsi. Deviesa . juga menjelaskan bahwa secara garis besar, aktivitas yang terjadi dapat diklasifikasikan dalam 4 kategori, yaitu Unit-level activities Aktivitas yang dilakukan untuk setiap unit produksi sehingga biaya yang terjadi harus proposional dengan jumlah unit yang Sebagai contoh: aktivitas menjahit . erkaitan dengan tenaga kerj. yang untuk menjahit satu sepatu membutuhkan 2 jam tenaga kerja Aktivitas pressing . erkaitan dengan mesi. untuk menekan satu buah sol sepatu membutuhkan 0,5 jam mesin. Batch-level activities Aktivitas yang dilakukan untuk setiap kelompok . unit Sebagai contoh: aktivitas order pembelian, yaitu order pembelian untuk sejumlah produk dan dalam 1 hari berapa banyak order yang dilakukan. Aktivitas set-up mesin, yaitu mesin dilakukan set-up setelah sejumlah produk diproduksi dan dalam suatu hari berapa kali set-up dilakukan. Product-level activities Aktivitas yang dilakukan dalam mendukung aktivitas produksi secara keseluruhan, tetapi tidak dapat ditentukan dalam unit ataupun batch atas produk yang diproduksi. Sebagai contoh: aktivitas merancang produk baru dengan dasar berapa banyak rancangan produknya serta aktivitas perubahan proses produksi dengan dasar berapa kali perubahan yang terjadi. Facility-level activities Aktivitas yang terjadi untuk mendukung proses produksi secara Sebagai contoh: aktivitas pemanas pabrik, aktivitas pembersihan kantor, dan aktivitas penyediaan jaringan komputer yang baru. Keunggulan Activity Based Costing System Menurut Faisal dan Astuti . , keunggulan Activity Based Costing System dalam penentuan biaya produksi adalah sebagai Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Penentuan biaya produk yang lebih realistis Mempermudah menelusuri biaya overhead ke produk ABC System mengakui bahwa aktivitaslah yang menyebabkan biaya bukanlah produk, dan produklah yang mengkonsumsi ABC System mengidentifikasi aktivitas yang tidak menambah nilai terhadap produk. Pemicu biaya terhadap kompleksitas dari difersitas produk adalah berbasis transaksi dari pada berbasis volume produk. ABC System lebih fleksibel dalam menelusuri biaya ke proses, pelanggan, area tanggungjawab manajerial dan juga biaya Penerapan Activity Based Costing Penerapan ABC mengakomodir berbagai masalah biaya dan penganggaran. ABC juga bisa digunakan sebagai atribut pengawasan terhadap aktivitas operasional bisnis. ABC berkontribusi pada pemeriksaan terhadap efektifitas dan efisiensi kegiatan, hal ini tidak bisa dilakukan oleh metode akuntansi tradisional (Mikki dan Sharma, 2. Deviesa . 9: . mengatakan sistem ABC memiliki tahapan yang dapat memudahkan pengalokasian biaya overhead, yaitu: Mengidentifikasi dan mengklasifikasi aktivitas yang terjadi dalam memproduksi suatu produk dan menentukan dengan tepat biaya overhead yang terjadi untuk masing-masing aktivitas dalam kelompok biaya (Cost Poo. Menentukan pemicu biaya untuk masing-masing aktivitas yang memiliki korelasi sangat erat dengan akumulasi biaya yang ada pada kelompok biaya dan menentukan konsumsi yang dibutuhkan untuk tiap produk. Menghitung overhead rate untuk masing-masing pemicu biaya Membebankan biaya overhead untuk masing-masing kelompok biaya pada produk dengan menggunakan overhead rate. Target costing Target costing adalah penetapan biaya berdasarkan harga, yaitu selama fase desain dan pengembangan, kebutuhan untuk membaca pasar untuk menetapkan harga bagi pelanggan, mengurangi margin keuntungan yang di inginkan untuk mengungkapkan biaya target dan kemudian membandingkan dengan biaya saat ini untuk mengungkapkan kesenjangan biaya (Drury 2021: . Target costing adalah suatu sistem untuk mendukung proses pengurangan biaya dalam tahap pengembangan dan perencanaan produk tertentu, perubahan modal secara penuh ataupun perubahan modal secara teratur menurut Aripin . 1: . Krismiaji . 9: . Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. mengemukakan bahwa target costing adalah proses penentuan biaya maksimum yang dimungkinkan bagi pembuatan sebuah produk baru dan kemudian merancang prototipe yang menguntungkan dengan kendala biaya maksimum yang telah ditetapkan. Tujuan utama target costing adalah mengurangi biaya karena sekali target cost telah dicapai, maka suatu target cost yang baru lebih rendah Karakteristik target costing Menurut Aripin dan Negara . Terdapat tiga karakteristik yang dimiliki target costing sebagai berikut: Target costing merupakan perencanaan biaya yang berujung pada pengurangan biaya, bukan pengendalian biaya. Target costing lebih cocok digunakan oleh perusahaan yang berorientasi pada perakitan yang membuat beraneka ragam produk dalam jumlah sedang dan sedikit dibandingkan dalam industri berorientasi pada proses yang ditandai dengan produksi yang terus menerus dan bersifat massal. Target costing digunakan untuk pengendalian spesifikasi desain dan teknik produksi. Oleh karena itu, target costing lebih banyak berorientasi pada manajemen serta akuntansi. Penerapan target costing Ada 3 langkah dalam penerapan target costing menurut Zaenal Aripin . 1: . Menetukan Allowable Cost Untuk menerapkan target costing, langkah awal yang dilakukan adalah menentukan allowable cost. Allowable cost adalah biaya yang diperkenankan oleh perusahaan yang didapat dari selisih antara harga jual dengan laba yang diinginkan oleh perusahaan. Allowable Cost Target Selling Price-Target Profit Margin Di mana: Target Selling Price: harga jual produk yang diterima Harga ini diperoleh oleh manajemen berdasarkan analisis pasar. Target Profit Margin: laba yang diinginkan oleh perusahaan, manajemen biasanya menentukan laba berdasarkan pengembalian yang diharapkan dari modal yang ditanamkan oleh perusahaan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi. Menentukan Drifting Cost Setelah Allowable Cost diketahui besarnya, langkah selanjutnya adalah menghitung drifting cost. Drifting Cost adalah penjumlahan dari biaya bahan baku, biaya proses, dan biaya lain-lain yang diperkirakan akan terjadi untuk memproduksi produk yang bersangkutan. Drifting Cost merupakan biaya yang Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. diestimasi berdasarkan biaya produk yang sedang berjalan. Untuk menghitung biaya taksiran ini, harus dihitung pula semua biaya yang akan dikeluarkan untuk produk tersebut, baik biaya produksi maupun biaya non produksi. Biaya yang timbul mulai dari pembuatan produk sampai dengan pemasaran dan administrasi yang berhubungan dengan penjualan dan produksi. Melakukan Value Engineering Perekayasaan nilai (Value Engineerin. merupakan upaya untuk mengevaluasi apakah biaya komponen dalam suatu produk dapat dikurangi tanpa mengurangi fungsi atau kualitas produk Tujuan dari value engineering ini adalah untuk mengurangi jumlah drifting cost sampai dapat menyamai atau bahkan kurang dari allowable cost. Metode Jenis penelitian yang digunakan penulis pada penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif. Pada metode ini memaparkan semua informasi yang didapatkan untuk mendeskripsikan data hasil wawancara dan dari data-data yang telah diperoleh dari UD Monicha Jaya. Sumber data penelitian ini diperoleh dari wawancara dengan informan dan dokumentasi berupa data terkait dokumen biaya produksi. Proses analisis dari penelitian ini adalah: Menentukan komponen-komponen biaya produksi. Menentukan harga pokok produksi. Menerapkan metode Target Costing dan Metode ABC. Membuat perbandingan antara metode ABC dan metode tradisional perusahaan. Hasil dan Hasil UD. Monicha Jaya merupakan perusahaan manufaktur yang menghasilkan produk Abon Cakalang dengan berbagai biaya yang terlibat dalam proses produksi. Biaya ini meliputi biaya bahan baku, overhead pabrik, biaya tenaga kerja langsung, serta biaya operasional Biaya bahan baku. UD. Monicha Jaya tidak menggunakan bahan tambahan lain dalam produksi Abon Cakalang, sesuai dengan permintaan dari konsumen. Perusahaan fokus pada penyediaan bahan baku utama seperti ikan cakalang dan minyak kelapa untuk proses pengolahan. Biaya tenaga kerja langsung. Biaya ini dikeluarkan untuk membayar karyawan yang terlibat langsung dalam proses produksi Abon Cakalang. Biaya ini mencakup gaji atau upah bagi para pekerja yang terlibat langsung dalam tahapan pembuatan produk, mulai dari pengolahan bahan baku hingga Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. produk akhir. Biaya overhead pabrik. Biaya ini mencakup pengeluaran yang tidak secara langsung terkait dengan pembuatan produk. Biaya ini berbeda dari biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung, yang berhubungan langsung dengan produk. Tabel 1 menyajikan data produksi selama tahun 2023 dari UD. Monicha Jaya yang terdiri dari jumlah produksi setahun, biaya bahan baku, biaya tenaga kerja tidak langsung, dan overhead pabrik. Tabel 1. Data produksi tahun 2023 Produksi (Kemasan 15. Bahan baku Tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Sumber: UD. Monicha Jaya, 2024 Pembahasan Penerapan Target Costing pada UD. Monicha Jaya. Target biaya untuk pembuatan sebuah produk dihitung dengan cara mengurangi harga jual dengan laba yang diinginkan. Berdasarkan hasil wawancara diperoleh data bahwa laba yang diharapkan UD. Monicha Jaya adalah 25% dari harga jual produk abon cakalang yaitu Rp. Adapun penerapan target costing pada UD. Monicha Jaya adalah sebagai berikut: Perhitungan Penerapan Target Costing pada Abon Cakalang Biaya Target = Harga Jual - Laba yang diinginkan = Rp 35. 000 - . % x Rp 35. = Rp 35. 000 - Rp Per unit = Rp 26. Per tahun = Rp 26. 250 x 12. 000 unit = Rp 315. Penerapan Activity Based Costing pada UD. Monicha Jaya Prosedur Tahap Pertama Tahap pertama menentukan biaya produksi berdasarkan ABC adalah menelusuri biaya dari sumber daya ke aktivitas yang Tahap ini terdiri dari: Mengidentifikasi dan menggolongkan aktivitas Aktivitas UD. Monicha Jaya dapat digolongkan menjadi empat level aktivitas. Rincian penggolongan aktivitas-aktivitas dapat dilihat dari tabel 2 sebagai berikut: Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Tabel 2. Klasifikasi biaya ke dalam aktivitas Level aktivitas Komponen biaya overhead Level unit Biaya listrik Biaya Gas LPG 3kg Level batch Biaya tenaga kerja tidak langsung Level Produk Biaya Pengiriman Total Sumber: Data olahan, 2024 Jumlah (R. Penentuan tarif kelompok (Pool Rat. Tarif kelompok (Pool Rat. adalah tarif biaya overhead pabrik per unit Cost Driver yang dihitung untuk suatu kelompok aktivitas. Tarif kelompok dihitung dengan rumus total biaya overhead pabrik untuk kelompok aktivitas tertentu dibagi dengan dasar pengukur aktivitas kelompok tersebut. Pool rate aktivitas level unit pada UD. Monicha Jaya tahun 2023 dapat dilihat ditabel 3 berikut ini: Tabel 3. Pool rate aktivitas level unit pada UD. Monicha Jaya Tahun Cost Pool Elemen BOP Jumlah Cost Pool 1 Biaya Gas Rp 4. Biaya Air Rp 4. Total Jumlah Unit Produksi Pool Rate 1 Cost Pool II Biaya Listrik Total Jumlah Kwh Pool Rate 2 Sumber: Data olahan, 2024 Rp 9. 240 unit Rp 2. Rp 2. 2035 Kwh Pool Rate aktivitas level batch pada UD. Monicha Jaya tahun 2023 dapat dilihat dari tabel 4 berikut: Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Tabel 4. Pool rate aktivitas level batch pada UD. Monicha Jaya Tahun Cost Pool Elemen BOP Jumlah Cost Pool i Biaya Tenaga Kerja Rp 19. Tidak Langsung Total Rp 19. Jam Inspeksi 920 jam Pool Rate 3 Sumber: Data olahan, 2024 Pool rate aktivitas level produk pada UD. Monicha Jaya 2023 dapat dilihat di Tabel 5 berikut: Tabel 5. Pool rate aktivitas level produk pada UD. Monicha Jaya Tahun 2023 Cost Pool Elemen BOP Jumlah Cost Pool IV Biaya Pengiriman Rp 24. Total Rp 24. Jumlah Unit 000 unit Produk Pool Rate 4 Rp 2. Sumber: Data olahan, 2024 Prosedur tahap dua Berdasarkan pembebanan biaya overhead pabrik yang telah dilakukan, maka perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan activity based costing pada UD. Monicha Jaya tahun 2023 dapat disajikan pada Tabel 6 berikut. Tabel 6. Perhitungan Harga Pokok Produksi dengan Activity Based Costing System pada UD. Monicha Jaya tahun 2023. Keterangan Abon Cakalang Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Overhead Pabrik Harga Pokok Produksi Jumlah Unit Produk Harga Pokok Produksi Per Unit Sumber: Data olahan, 2024 Perbandingan Biaya Produksi Menggunakan Sistem Target costing. Activity Based Costing Penggunaan Target Costing dalam menghitung biaya produksi UD. Monicha Jaya, dilakukan dengan mengurangi harga jual dengan laba yang diinginkan, hasil perhitungan biaya produksi Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. dengan menggunakan Target Costing untuk Abon Cakalang adalah sebesar Rp 315. Perhitungan biaya produksi dengan menggunakan ABC pada UD. Monicha Jaya dilakukan dengan dua Tahap pertama adalah menelusuri biaya dari sumber daya ke aktivitas yang mengkonsumsinya, dan tahap kedua adalah membebankan tarif kelompok berdasarkan cost driver. Biaya overhead pabrik ditentukan berdasarkan tarif kelompok dan cost driver yang digunakan, sehingga biaya produksi UD. Monicha Jaya dengan menggunakan ABC adalah sebesar Rp174. Tabel 7 Perbandingan Biaya Produksi UD. Monicha Jaya Dengan Sistem Tradisional dan Activity based costing pada Tahun 2023 Jenis Produk Tradisional Acitvity Based Costing Abon Cakalang Sumber: Data sekunder yang telah diolah Penghematan Biaya Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian penerapan Target Costing dengan pendekatan Activity Based Costing pada UD. Monicha Jaya dapat disimpulkan bahwa, penerapan Target Costing menghasilkan biaya target sebesar Rp26. 250 per unit atau Rp315. 000 per tahun, yang dihitung dengan mengurangi harga jual Rp35. 000 dengan margin laba yang diinginkan sebesar 25%. Sedangkan perhitungan dengan Activity Based Costing menghasilkan biaya produksi sebesar Rp174. 000 per tahun atau Rp14. 551,5 per unit, metode ini membagi aktivitas ke dalam beberapa level . nit, batch, dan produ. dengan menggunakan Cost Driver yang spesifik untuk setiap Perbandingan ketiga metode perhitungan biaya produksi menunjukkan bahwa Metode tradisional Rp 341. Target Costing Rp 315. 000 dan Activity Based Costing sebesar Rp Penggunaan Activity Based Costing membantu UD. Monicha Jaya mengidentifikasi peluang penghematan biaya sebesar Rp167. 000 dibandingkan metode tradisional, sambil tetap memenuhi target biaya yang ditetapkan melalui Target Costing. Daftar Aripin. , & Negara. Akuntansi manajemen. Cetakan Deepublish. Bhimani. Horngren. Datar. , & Rajan. Management and cost accounting. 7th edition. Pearson. Boyd. Cost accounting for dummies. 2nd edition. John Wiley & Sons. Inc. Deviesa. Akuntansi manajemen: Strategis & praktis. Andi. Drury. & Tayles. Management and cost accounting student manual. 11th edition. Cengage Learning. Faisal. , & Astuti. Pengantar akuntansi manajemen. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. IAIN Parepare Nusantara Press. Krismiaji. , & Aryani. Akuntansi manajemen. Edisi UPP STIM YKPN. Mikki. , & Sharma. Evolution of activity-based costing (ABC) - A bibliometric analysis. Journal of Business Thought, 13, 57Ae70. https://doi. org/10. 18311/jbt/2022/29878 Mulyadi. Akuntansi biaya. Unit Penerbitan dan Percetakan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN. Rahmi. Mengenal dasar ilmu akuntansi. LPPM Universitas Bung Hatta. Ramdhani. Merida. Hendrani. , & Suheri. Akuntansi biaya: Konsep dan implementasi di industri manufaktur. Markumi. Rizqi. Hurriyaturrohman. Suradi. Rahim. Triyani. Doloan. Nugroho. Rumiasih. Pertiwi. Dali. Riani. Asmin. Suhartono. Sulaiman. Indupurnahayu. Prasetia. Sutisman. Nurhayati. Jasiyah. Prasetianingrum. Akuntansi manajemen: Pendekatan konseptual. CV. Media Sains Indonesia. Santi, rahma dewi. Akuntansi Biaya. Jawa Timur: UMSIDA Press. Thomas. Tietz. Harrison. Jr. , & Horngren. Financial accounting. 12th edition. Pearson Education. Wijaya. Santoso. Yulia. Haerany. Wati. Doloksaribu. Kunda. Sari. Dewi. Akuntansi biaya. Global Eksekutif Teknologi Indonesia.