P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Pengaruh Thin Capitalization dan Assets Mix Terhadap Agresivitas Pajak (Pada Perusahaan Manufaktur Subsektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2020-2. Darryll Sinaga1. Valentine Siagian2 Universitas Advent Indonesia E-mail: aldryandarryl@gmail. com1, valentine@unai. ABSTRAK Agresivitas Pajak merupakan tindakan yang dilakukan suatu perusahaan untuk mengurangi kewajiban perpajakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Thin Capitalization dan Assets Mix terhadap Agresivitas Pajak. Purposive sampling merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dan metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari BEI. Populasi yang dipilih dan memenuhi kriteria penelitian ini adalah 24 perusahaan. Analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS 25. Hasil pengujian tersebut menyatakan bahwa Thin Capitalization berpengaruh positif terhadap Agresivitas Pajak dan Assets Mix berpengaruh negatif terhadap Agresivitas Pajak. Kata kunci : Kapitalisasi Tipis. Bauran Aset, dan Agresivitas Pajak ABSTRACT Tax Aggressiveness is the actions taken by a company to reduce its tax obligations. This research aims to determine the effect of Thin Capitalization and Assets Mix on Tax Aggressiveness. Purposive sampling is a data collection technique used in this research and the method used is a quantitative method. The data used in this research is secondary data originating from the BEI. The population selected and which met the criteria for this research were 24 companies. The data analysis used is multiple linear regression using SPSS 25. The results of this test state that Thin Capitalization has a positive effect on Tax Aggressiveness and Assets Mix has a negative effect on Tax aggressiveness. Keywords: Thin Capitalization. Assets Mix. Tax Aggressivenes Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 PENDAHULUAN Saya tertarik mengambil judul ini dan khususnya pada subsektor industri barang konsumsi karena saya sebagai mahasiswa tidak mungkin terlepas dalam hal membeli barang-barang untuk keperluan saya, untuk mendukung aktivitas saya di kampus. Tahun yang saya ambil yaitu dari tahun 2020-2022, menunjukkan seberapa keingintahuan saya terhadap tingkat perkembangan konsumtif masyarakat di Indonesia dari pasca covid di tahun 2020, yang artinya apakah terjadi penurunan atau sebaliknya terjadi peningkatan yang lebih besar. Baik secara individu maupun secara kelompok, setiap manusia pasti pernah berhutang atau memberikan pinjaman kepada orang lain dengan tujuan dan maksud yang berbeda-beda, seperti halnya. untuk kebutuhan pribadi atau juga yang sering kita dengar untuk kepenuhan usaha kita baik dari segi komunitas, organisasi, bisnis pribadi, dan yang jangkauannya lebih luas yaitu dari segi perusahaan. Menurut (Novianti & Budiasih, 2. pajak adalah beban yang akan mengurangi profit dari Maka dari itu, pajak dianggap perusahaan sebagai beban atau biaya, maka perusahaan ingin mengajukan upaya dan prosedur untuk aksesibilitas berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan oleh Aksesibilitas yang digunakan oleh perusahaan untuk meminimalkan beban pajak tersebut dengan melakukan agresivitas pajak. Secara umum dalam istilah pajak, pajak merupakan iuran yang harus kita bayar sebagai wajib pajak kepada negara dan bersifat wajib. Pajak yang kita setor kepada negara digunakan untuk mensejahterakan dan memakmurkan rakyat. Ini membuktikan bahwa pajak, merupakan kewajiban. Dan kebanyakan orang mencari celah untuk membayar pajak seminim mungkin, oleh karena kepentingan pribadi atau bisa dilihat dari sisi yang besar yaitu kepentingan perusahaan. Agresivitas pajak merupakan kegiatan untuk merepresentasikan perbedaan penanganan aktivitas untuk mengurangi pajak penghasilan yang dibayarkan dan dapat melanggar peraturan yang berlaku maupun tidak (Onyali & Okafor, 2. Baik legal maupun ilegal, individu atau di dalam perusahaan, mereka harus bisa menyesuaikan dengan undang undang yang berlaku dan taat kepada pembatasan dalam mengurangi pajak penghasilan Adapun kegiatan agresivitas pajak terjadi pada PT. Ades Alfindo. Hasil pencarian menunjukkan setiap triwulan tingkat penjualannya semakin tinggi berkisar 0,6-3,9 juta galon dibandingkan dengan tingkat Lalu ketidakkonsistenan pada laporan keuangan periode 20012004 yang dilakukan oleh manajemen lama. Pada tahun 2002, selisihnya mencapai Rp 45 miliar, sedangkan tahun 2003 sebesar Rp 55 miliar. https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. triliun selama periode 2009-2014. Badan usaha ini memanfaatkan skema pajak khusus untuk memindahkan uang dan keuntungan. Tindakan ini dianggap ilegal karena perusahaan dalam negeri dan lokal tidak bisa melakukan hal serupa, sehingga Komisi Persaingan Usaha Uni Eropa menganggapnya sebagai keuntungan ilegal. Assets mix dibagi menjadi 2 komponen yaitu capital intensity dan inventory intensity. Capital intensity merupakan kegiatan investasi yang dikerjakan oleh perusahaan lalu dihubungkan dengan investasi dalam bentuk aset tetap atau yang sering kita sebut fixed asset. Sedangkan inventory intensity adalah pengukuran seberapa besar persediaan yang di investasikan pada perusahaan. Dalam perbandingan antara aset dalam bentuk persediaan dan juga aset tetap. Penelitian yang dilakukan ini bermaksud untuk melihat Pengaruh Thin Capitalization. Assets Mix, terhadap Agresivitas Pajak pada perusahaan manufaktur Subsektor Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sejak tahun 2020-2022. Studi ini dinantikan memberikan dedikasi mengenai efek kapitalisasi tipis (Thin Capitalizatio. , bauran aset (Assets Mi. (Tax Aggressivenes. secara segmental dan simultan. Adapun penelitian yang dilakukan ini mampu informasi dan wawasan baru di ruang lingkup pengembangan ilmu pengetahuan. Tentu secara praktik di dalam kegiatan bisnis yaitu pada perusahaan, penelitian ini dinantikan menjadi tambahan atau masukan serta pijakan mengenai kapitalisasi tipis (Thin Capitalizatio. dan bauran aset (Assets Mi. , yang memengaruhi tax Bagi investor, manajer, dan pembuat keputusan, penelitian ini dimampukan untuk menginformasikan thin capitalization serta assets mix yang berdampak kepada tax aggressiveness, yang akan dijadikan referensi pengambilan keputusan dalam aktivitas bisnis. LANDASAN TEORI Kerangka Pemikiran Gambar 1: Model Penelitian Perumusan Hipotesis Aktivitas agresivitas pajak yang lain di Thin Capitalization terhadap Agresivitas Pajak Indonesia contohnya pada perusahaan IKEA. Berawal dari Uni Eropa yang menduga kantor itu menghindari Dalam 328 sebesar 1 miliar dolar AS atau Vol 6sekitar No 3 . Vol 6 No 3 November 2023 Rp 15,9IKRAITH-EKONOMIKA berkembang termasuk Indonesia di mana P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. sumber dana investasi sebagian besar melalui hutang memberikan risiko dan dapat menimbulkan persoalan BEPS (Base Erosion and Profit Shiftin. Dan melalui cara ini dapat mengurangi penghasilan kena pajak mereka. Dapat disimpulkan bahwa perusahaan akan membayar pajak lebih kecil. Menurut penelitian yang dijalankan oleh (Falbo & Firmansyah, 2. dan (Jumailah & Mulyani, penghindaran pajak. H1: Thin Capitalization berpengaruh positif terhadap agresivitas pajak. Assets Mix terhadap Agresivitas Pajak Dari penelitian (Khomsatun dan Martani, 2. memberikan bukti yang valid dan empiris bahwa assets mix yang dinvestasikan berupa persediaan/inventory intensity memiliki pengaruh negative terhadap penghindaran pajak. Hasil dari analisis menjelaskan bahwa Inventory intensity tidak terdapat hubungan kepada agresivitas pajak. Dari hasil penelitian ini terlihat bahwa perusahaan yang memiliki bauran asset yang lebih banyak pada persediaan/Inventory relative lebih sedikit/banyak bukan menjadi factor penentu dalam menentukan besar kecilnya pajak (Tanoto & Soepriyanto, 2. H2: Assets Mix berpengaruh negatif terhadap agresivitas pajak. Thin Capitalization dan Assets Mix terhadap Agresivitas Pajak Thin capitalization digunakan dalam aktivitas penghindaran pajak karena bunga utang dapat menjadi pengurang penghasilan kena pajak atau yang sering disebut deductible expense. Penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Siciliya . bahwa intensitas persediaan berpengaruh pada tingkat agresivitas wajib pajak Kedua hipotesa yang sudah dipaparkan, membuktikan bahwa masih ada kemungkinan dalam melakukan praktik penghindaran pajak yang bersifat H3: Thin Capitalization dan Assets Mix berpengaruh positif terhadap agresivitas pajak. berupa laporan keuangan tahunan perusahaan subsektor barang konsumsi pada tahun 20202. Adapun yang menjadi kriteria sampel Perusahaan sektor industri barang konsumsi yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia 2020-2022 Perusahaan sektor industri, barang & konsumsi yang memiliki laporan keuangan dan tahunan lengkap pada periode 2020-2022 Adapun 24 dari 58 perusahaan yang memiliki data yang lengkap dari tahun 2020-2022. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Statistik Deskriptif Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS 25 Dari Hasil Uji Deskriptif diatas, dapat kita simpulkan bahwa distribusi data yang didapat oleh penulis adalah: Thin Capitalization (X. , berdasarkan yang ada di atas nilai minimum 0, nilai maksimum sebesar 39, nilai rata-rata sebesar 0,92 dan standar deviasi adalah 0,767. Assets Mix (X. , berdasarkan data di atas nilai minimum yang didapat 0, nilai maksimum 54, nilai rata-rata 15,73 dan standar deviasi 12,891. Agresivitas Pajak (Y), disimpulkan bahwa nilai minimum -7 sedangkan nilai maksimum 4, nilai rata-rata ,21 dan standar deviasi 0,988. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan data secara kuantitatif. Dimana sumber data yang digunakan menggunakan numerik atau angka. Sumber data yang digunakan berupa data sekunder, yaitu dalam bentuk angka dan data yang akan dianalisis Sugiyono . Studi ini menggunaan desain penelitian korelasional, dimana berpusat menguji dugaan-dugaan dan mengukur hubunganhubungan pada dua atau lebih variabel. Studi ini menganalisis hubungan dan pengaruh dari variabel bebas X1, thin capitalization, variabel bebas X2 assets mix, dan variabel terikat Y yaitu agresivitas Pada studi ini, sampel telah dikumpulkan dari data sekunder di Bursa Efek Indonesia (BEI. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS 25 Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS 25 Hasil non-parametrik Kolmogorov-Smirnov yang dapat diketahui bahwa signifikansinya adalah 0,000 yang berarti 0,000 O 0,05. Hal tersebut membuktikan bahwa data uji normalitas Kolmogorov-Smirnov diatas adalah tidak normal karena tidak memenuhi kriteria dari pengujian yang dilakukan yaitu dengan nilai signifikansinya diatas 0,05. Uji Autokorelasi Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS 25 Tampilan output SPSS pada tabel 4. di atas melalui uji multikolinearitas menunjukkan bahwa nilai VIF thin capitalization dan assets mix 1. 023<10, yang artinya tidak terjadi gejala multikolinearitas pada model regresi dan uji diterima. Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas adalah uji pada model regresi, kesamaan/ketidaksamaan model regresi yang variansi dari residual antar pengujian yang lain (Sugiyono & Susanto, 2. Uji ini digunakan metode pola gambar scatterplots. Adapun yang menjadi kriteria tidak terjadinya gejala heteroskedastisitas adalah. titik yang ada pada grafik tersebar di atas, di bawah, atau di sekitar angka 0 serta tidak Hasil pengujian yang dilakukan, dibuktikan nilai Durbin-Watson adalah 1,718 dan tabel Durbin Watson diketahui bahwa nilai dU-nya adalah 1,7054 dapat diketahui bahwa nilai dari 4-dU adalah 2,295. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai DW yang didapatkan berada di antara dU hingga 4-dU, . ,7054 < 1,718 < 2,. dan berarti bahwa tidak terjadi autokorelasi karena nilai DW berada diantara nilai dU dan 4-dU. Uji Multikolinieritas Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS 25 Hasil uji heteroskedastisitas dapat dilihat Uji multikolinearitas dilakukan untuk melalui grafik bahwa titik-titik data menyebar menguji terdapat atau tidak terdapat korelasi yang dan tidak membentuk pola, yang artinya tidak sempurna . ubungan kua. pada variable-variable terjadi gejala heteroskedatisitas. independen di model regresi. Adapun model regresi yang baik tidak ada korelasi diantara variable Analisis Regresi Berganda independennya (Ghozali, 2. Adapun yang menjadi syarat pengambilan Melalui regresi linear berganda akan keputusan pada uji multikolinearitas menurut diperoleh arah dan seberapa besar pengaruh Ghozali . dengan memantau hasil dari angka yang ditimbulkan oleh variabel independent Metode lainnya dapat juga dilakukan kepada variabel dependen (Ghozali, 2. dengan mengamati hasil dari angka VIF (Variance Inflation Facto. Studi ini menggunakan berpusat pada Variance Inflation Factor. Adapun yang menjadi pertimbangan dalam menentukan uji serta pengambilan keputusan adalah, nilai VIF pada tabel<10, maka dapat disimpulkan tidak adanya multikolinearitas pada data. tetapi sebaliknya, apabila nilai VIF pada tabel>10 maka dinyatakan Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS 25 Y = Vol A1. A2. Vol 6 No 3 . IKRAITH-EKONOMIKA 6 No 3 November P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Keterangan: Y: Agresivitas Pajak : Konstanta A1. A2: Koefisien Regresi x1: Thin Capitalization x2: Assets Mix Sehingga dari hasil regresi linier berganda Konstanta () Angka yang didapat -0,827, yang merupakan nilai Nilai yang negatif dapat diartikan dengan nol sehingga dalam penelitian ini dinyatakan tidak terdapat variabel bebas dalam penelitian ini. Koefisien Regresi Variabel Thin Capitalization (DER) Nilai 0,375, menunjukkan bahwa X1 ini memiliki hubungan yang signifikan terhadap agresivitas pajak, dapat disimpulkan X1 mempengaruhi agresivitas pajak sebesar 0,375. Koefisien Regresi Variabel Assets Mix (INT) Angka 0,017 membuktikan bahwa ada hubungan yang positif pada agresivitas pajak, dapat disimpulkan X2 mempengaruhi agresivitas pajak sebesar 0,017. Dapat dikatakan untuk melihat apakah satu variabel independen dihubungkan satu variabel terikat terdeteksi hubungan atau Uji t parsial ini akan melihat apakah variable thin capitalization (X. memiliki pengaruh terhadap agresivitas pajak (Y) dan menguji apakah variable assets mix (X. berpengaruh terhadap agresivitas pajak (Y). Adapun pengambilan keputusan pada uji parsial t dengan melihat nilai signifikansinya. Jika nilai signifikansi < 0. 05 maka kesimpulannya ada pengaruh variable independent (X1 atau X. terhadap variable dependen atau dapat dikatakan hipotesis diterima, jika nilai signifikansi >0. 05 maka kesimpulannya tidak ada pengaruh variable independent (X1 atau X. terhadap variable dependen atau dapat dikatakan hipotesis ditolak. Hasil Pengujian Hipotesis Uji Koefisien Determinasi Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS 25 Koefisien determinasi (R squar. digunakan sebagai alat ukur kemampuan model dalam menjelaskan pengaruh variable independen secara Bersama . memengaruhi variable dependen yang ditunjukan oleh nilai Adjusted R Square (Ghozali, 2. Dengan kata lain uji ini digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh dari variable-variabel yang digunakan. Sumb Hasil Peng olahan Data SPSS 25 Nilai koefisien determinasi (R Squar. yaitu 090 atau 9. 0% . idapatkan dari pengkuadratan nilai koefisien korelasi atau R sebesar 0. Hasil nilai Adjusted R Square . oefisien determinas. 0,090 artinya tidak memiliki pengaruh yang besar terhadap variabel (X) dan (Y). Output SPSS, data menunjukkan di atas, dapat diketahui nilai signfikansi dari variable independent, thin capitalization 013 maka kesimpulan yang bisa diambil adalah thin capitalization memiiliki hubungan terhadap agresivitas pajak atau dapat dikatakan hipotesis pertama diterima. Sementara pada variable assets mix, nilai kesimpulan yang dapat diambil adalah agresivitas pajak tidak mempengaruhi assets mix atau dapat dikatakan hipotesis dua Uji Signifikansi (F) Uji signikansi (Uji F) merupakan uji yang dipakai untuk melihat pengaruh variable independent secara simultan terhadap variable dependen (Sugiyono, 2. Uji ini digunakan untuk mencari apa variable independent, yaitu thin capitalization dan Uji Parsial (T) assets mix secara bersamaan memengaruhi variable dependen, yaitu agresivitas pajak. Uji parsial . merupakan uji yang Adapun pengaruh variable-variabel Vol 6 No 3 . IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 kesimpulan berdasarkan 331 independent terhadap variable dependen (Ghozali. P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. adalah dengan melihat nilai sig. pada tabel. Apabila nilai sig. pada tabel < 0. maka kesimpulannya ada pengaruh variable independent (X1 dan X. terhadap variable dependen atau dapat dikatakan hipotesis diterima, jika nilai sig. pada tabel >0. 05 maka kesimpulannya tidak ada pengaruh variable independent (X1 dan X. terhadap variable dependen atau dapat dikatakan hipotesis ditolak. Sumbe Hasil Pengol ahan Data SPSS 25 Berdasarkan tabel 8. output SPSS di atas, dapat dilihat bahwa hasil uji signifkansi f , pada signifikansi (Sig. ) menunjukkan angka Nilai 0. 015< 0. 05 yang artinya ada pengaruh thin capitalization dan assets mix terhadap agresivitas pajak atau dapat dikatakan terjadi penerimaan hipotesis. PEMBAHASAN Pengaruh Thin Capitalization terhadap Agresivitas Pajak Lewat beberapa tes kepada sektor penelitian yang diambil, hasil menunjukkan nilai signifikansi 013 pada uji t parsial. Sebagai konsekuensinya, dapat diambil makna bahwa thin capitalization memilliki hubungan terhadap kemungkinan melakukan penghindaran pajak yang Argumen dari penelitian Roza et al. adalah dalam struktur modal perusahaan akan mengurangi utang yang dapat menimbulkan risiko biaya yaitu financial distress serta adanya peraturan tentang pembatasan beban bunga. Pengaruh Assets Mix terhadap Agresivitas Pajak Pengujian telah dilakukan pada industri sektor industri barang konsumsi, hasil menunjukkan nilai signikansi sebesar 0. 056 pada uji t parsial. Sebagai kesimpulan yang dapat ditarik adalah agresivitas pajak tidak berpengaruh terhadap assets Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Maskanah & Islahuddin . dan Stamatopoulosa, et al . hasil penelitiannya intensitas aset tetap berpengaruh negatif terhadap tingkat agresivitas pajak. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang ada diatas dapat disimpulkan bahwa. capitalization memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap variable agresivitas pajak. Artinya adalah semakin tinggi struktur permodalan perusahaan yang bersumber pada penghindaran pajak yang dilakukan oleh perusahaan melalui pemanfaatan insentif pajak berupa bunga pinjaman. Dan asset mix yang dihubungkan dengan inventory intensity tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak. Artinya banyak sedikitnya bauran asset berupa penghindaran pajak, karena penyimpanan asset dalam bentuk persediaan banyak resiko yang harus diambil seperti risiko kadaluarsa, pemeliharaan dan keamanan serta biaya yang harus dikeluarkan untuk menyimpan persediaan juga akan meningkat. DAFTAR PUSTAKA