JURNAL AWILARAS ISSN: 2407-6627 E-ISSN 2988-4098 Beranda Jurnal: https://jurnal. id/index. php/awilaras/index Desember 2023 Volume 10 Nomor 2 Eksistensi Kesenian Angklung Betot di Kampung Kalapadua Desa Margaluyu Kecamatan Manonjaya. Tasikmalaya Eza Sahal Mahpud. Asep Wasta. Wan Ridwan Husen Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya Email: ezasahamahpud@gmail. ABSTRAK Penelitian ini berjudul AuEksistensi Kesenian Angklung Betot di Kampung Kalapadua Desa Margaluyu Kecamatan ManonjayaAy. Angklung Betot ini adalah kesenian yang tumbuh dan berkembang di Kampung Kalapadua Desa Margaluyu Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. Angklung Betot ini diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Kesenian Angklung Betot sering digelar untuk acara arak-arakan, khitanan, penyambutan, bahkan acara-acara penting lainnya. Maka dari itu peneliti membatasi permasalahan pada penelitian dari melalui beberapa rumusan masalah yakni meliputi: . Bagaimana bentuk kesenian Angklung Betot di Kampung Kalapadua Desa Margaluyu Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya, . Bagaimana eksistensi dan upaya pelestarian kesenian Angklung Betot di Kampung Kalapadua Desa Margaluyu Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya Tujuan Penelitian ini adalah . Mendeskripsikan bentuk kesenian Angklung Betot di Kampung Kalapadua Desa Margaluyu Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya, . Untuk mendeskripsikan eksistensi dan upaya pelestarian kesenian Angklung Betot di Kampung Kalapadua Desa Margaluyu Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan pendekatan Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah Teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Kata Kunci: Eksistensi. Kesenian. Angklung Betot. ABSTRACT This research is entitled "The Existence of Angklung Betot Art in Kalapadua Village. Margaluyu Village. Manonjaya District". Angklung Betot is an art that grows and develops in Kalapadua Village. Margaluyu Village. Manonjaya District. Tasikmalaya Regency. Angklung Betot is passed down from generation to generation. The art of Angklung Betot is often held for processions, circumcisions, receptions, even events other important things. Therefore, the researcher limits the problem to research using several problem formulations, namely: . what is the form of Angklung Betot art in Kalapadua Village. Margaluyu Village. Manonjaya District. Jurnal Awilaras | 173 Tasikmalaya Regency, . how are existences and efforts to preserve the Angklung Betot art in Kalapadua Village. Margaluyu Village. Manonjaya District Tasikmalaya Regency . The aims of this research are . to describe the Angklung Betot art form in Kalapadua Village. Margaluyu Village. Manonjaya District. Tasikmalaya Regency. To describe existences and efforts to preserve the Angklung Betot art in Kalapadua Village. Margaluyu Village. Manonjaya District. Tasikmalaya Regency. The method used in this research is descriptive analysis with a qualitative The techniques used in data collection are observation, interviews, documentation and literature study techniques. Keyword: Existence. Art. Angklung Betot PENDAHULUAN Jawa Barat merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan keragaman seni dan budayanya, dari berbagai ragam kesenian yang terdapat di Jawa Barat mempunyai ciri khas dan karakter tersendiri yang sesuai dengan kreativitas para seniman Jawa Barat. Beberapa hal yang menjadi cerminan dari kesenian serta identitas suatu etnis daerahnya yaitu keadaan ekonomi masyarakat, letak geografis, dan pola kegiatan kesehariannya. Kesenian menjadi salah satu unsur dari kebudayaan yang menjadi sarana untuk mengekspresikan rasa dari dalam jiwa manusia serta merupakan wujud ekspresi jiwa dan budaya penciptanya. Berbicara mengenai kesenian Jawa Barat tentu banyak sekali kesenian khas tradisi daerah masing-masing, secara umum khazanah Sunda yang sangat kaya, budaya Sunda menciptakan beragam seni dan terus mengalami dinamika hingga kini musik, sastra, seni rupa, seni pertunjukan terus bertambah bahkan Pendapat Masunah . 3, . yaitu: AuPerkembangan kesenian Jawa Barat ini sebagai hasil proses kreatif yang memanipulasi bagan manusia di dalam waktu dan ruang, sebagai suatu cara untuk memformulasikan kesenian-kesenian yang dimaksud dengan perkembangan saat ini. Ay Salah satu kesenian Jawa Barat yang sampai saat ini masih ada dan masih sangat kental adat budaya tradisinya. Seperti halnya budaya tradisi erat kaitannya dengan kesenian daerah adalah unsur Jurnal Awilaras | 174 kesenian yang menjadi bagian hidup masyarakat dalam suatu kaum/suku/bangsa Salah satu kesenian Jawa Barat yang sampai saat ini masih ada dan masih sangat kental adat budaya tradisinya, yaitu kesenian Angklung. Ketika awal penggunaannya angklung masih sebatas kepentingan kesenian lokal atau Tetapi Saat ini kesenian angklung sering dipakai untuk penyambutan tamu-tamu agung atau dalam perayaan khitanan. Angklung adalah salah satu alat musik yang tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat Sunda alat musik ini terbuat dari bahan baku bambu. Namun tidak semua jenis tanaman bambu dapat digunakan sebagai bahan baku utama. Sebab untuk membuat angklung terdapat beberapa spesifikasi jenis bambu yang dapat digunakan untuk pembuatan angklung terutama jenis bambu hitam, bambu bombing, atau bambu temen. Angklung dimainkan dengan cara digoyang, bunyi yang dihasilkan terjadi karena benturan yang terjadi antara tabung sora . abung bambu yang vertika. Dengan tabung dasar . abung bambu yang Dalam hal ini kesenian angklung terdapat berbagai macam bentuk kesenian Angklung yaitu Angklung Padaeng. Angklung Sered. Angklung Landung, dan Angklung Betot. Angklung Betot merupakan salah satu jenis kesenian yang berkembang di Kampung Kalapadua Desa Margaluyu Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. Berdasarkan hasil penelusuran dapat diketahui bahwa tokoh yang mengembangkan kesenian tersebut adalah salah satu seniman asal Manonjaya yang bernama Apep Suherlan. Sosok Apep Suherlan merupakan seorang pengrajin, pengembang dan seniman aktif yang masih mempertahankan nilai budaya warisan peninggalan dari nenek moyang dan orangtua dari dulu hingga saat ini. Apep Suherlan merupakan seniman yang kreatif sehingga mengubah Angklung dengan berbagai bentuk. Dengan kreativitasnya. Apep Suherlan dikenal sebagai inisiator Angklung Landung dan Angklung Betot. Jurnal Awilaras | 175 Jika Angklung Landung merupakan angklung yang cara memainkannya sama dengan angklung pada umumnya meskipun cenderung lebih tinggi. Angklung Betot justru memiliki keunikan tersendiri. Angklung Betot berbeda dengan angklung pada umumnya dari mulai cara memainkannya hingga bentuk dan ukurannya. Jika dilihat dari bentuk fisik. Angklung Betot memiliki tiang penyangga untuk penyimpanan angklung. Angklung Betot ini berbentuk sama namun disimpan di atas yaitu pada ujung tiang kemudian dimainkannya dengan cara ditarik dengan bantuan tali Panjang kiri dan kanan yang berfungsi untuk menarik atau membunyikan Angklung Betot tersebut. Berdasarkan fungsinya dalam masyarakat. Angklung Betot biasa dimainkan pada berbagai acara secara iring-iringan atau arak-arakan dengan posisi berdiri dan berjalan mengikuti rute yang sudah ditentukan. Dalam penyajian lagu, kesenian Angklung Betot biasa memainkan dua jenis lagu yang menjadi ciri khas yaitu lagu Rigig dan Kacang Buncis. kendati begitu, terdapat beberapa repertoar lagu lainnya yang biasa dimainkan Angklung Betot khususnya lagu yang tengah populer dan hits di masyarakat. Dengan berbagai hal menarik yang ditemukan pada kesenian angklung, penulis memiliki ketertarikan untuk menggali lebih jauh tentang bentuk pertunjukan Angklung Betot dan eksistensi kesenian tersebut di masyarakat saat METODE Penelitian ini dilakukan di Kampung Kalapadua Desa Margaluyu Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya yaitu sebuah daerah yang berada di sebelah timur dari kota Tasikmalaya. Kecamatan Manonjaya berbatasan di sebelah timur dengan Kecamatan Ciamis. Pada penelitian lapangan ini, peneliti langsung datang ke lokasi penelitian dengan meneliti langsung kesenian yang ada di Desa Margaluyu yaitu kesenian Angklung Betot. Kesenian tersebut biasanya sering diselenggarakan pada setiap tahunnya. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Jurnal Awilaras | 176 Agustus sampai bulan November 2023. Sebuah penelitian memiliki beberapa kegunaan tergantung pada tujuan mengapa sebuah penelitian dilaksanakan, serta bagaimana peneliti dalam proses pengumpulan data dan analisis informasi data Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini juga bisa disebut penelitian naturalistik sehingga dalam bentuk penelitian peneliti tidak memanipulasi setting penelitian, kondisi dan objek sesuai dengan kejadian, komunitas, dan interaksi secara ilmiah. Peneliti merupakan instrumen utama dalam penelitian karena peneliti tidak hanya meneliti tetapi juga terlibat langsung dalam penelitian. , mengobservasi serta menganalisis sebuah fenomena yang terjadi kemudian menyimpulkan sebuah penelitian. Moleong . 0: hlm. menyatakan bahwa : AuPenelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena apa yang diambil oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi. Tindakan, dll. Secara holistic, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan Bahasa, pada suatu konteks khususnya yang ilmiah dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiahAy. Penelitian berlangsung kemudian yaitu menafsirkan berbagai gejala yang terjadi pada saat penelitian atau Menyusun fakta untuk kemudian dapat menarik kesimpulan. Metode pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi Pustaka. Berdasarkan telusuran dari berbagai sumber bahwa terdapat banyak kesenian di kampung kalapadua seperti sanggar pamitran, rajah pamolah, sabda pangrumat dan sanggar lainnya. Jumlah sumber data yang diperoleh dari Bapak Apep tersebut belum dapat menjelaskan secara keseluruhan masalah yang sedang Penelitian ini melibatkan beberapa tokoh masyarakat sebagai bagian dari sumber informasi bagi peneliti menyangkut Angklung Betot yang dikembangkan di Desa Margaluyu ini tokoh Masyarakat yaitu peneliti mendapatkan informasi dari bapak Karmen, beliau merupakan pewaris dan merupakan turunan kesenian Jurnal Awilaras | 177 Angklung generasi ke-3. Selain Bapak Karmen peneliti juga mendapatkan narasumber atau informan yaitu Bapak Agus dan Bapak Iyus, mereka merupakan pemain sekaligus pewaris pada generasi ke-5. Peneliti memilih kesenian Angklung Betot karena kesenian tersebut lahir dan berkembang di kalangan masyarakat kemudian pernah dijadikan alat informasi pada jaman penjajahan, namun seiring perkembangan zaman Angklung Betot tersebut sudah menjadi sarana hiburan dan sebagai seni pertunjukan yang telah berkembang hingga di kancah nasional. HASIL DAN PEMBAHASAN Kesenian di Jawa Barat sangat beragam dan memiliki kekhasan antar Salah satunya angklung yang dikenal sebagai kesenian buhun yang masih bersifat tradisional dan dilestarikan juga dikembangkan oleh masyarakat Jawa Barat hingga saat ini. Secara garis besar ada dua jenis angklung yang berkembang di Jawa Barat yaitu angklung buhun . ang masih bersifat tradisional dan mempertahankan nilai juga kearifan lokalnya di masyaraka. yang biasanya menggunakan tangga nada pentatonis salendro, dan angklung Padaeng . yaitu angklung yang dikembangkan oleh Daeng Soetigna menjadi bersifat lebih modern dengan tangga nada diatonis kromatis. Dari jenis angklung buhun, diketahui ada beberapa jenis yang masih bertahan dan hidup hingga saat ini. Dari berbagai jenis angklung yang ada. Angklung Betot menjadi salah satu angklung yang menarik untuk dibahas lebih lanjut. Adapun uraian pembahasan secara lebih spesifik pada angklung betot adalah sebagai berikut: Bentuk Penyajian Kesenian Angklung Betot Dalam penyajiannya, kesenian Angklung Betot biasa disajikan secara iring-iringan atau arak-arakan dengan posisi berdiri dan berjalan mengikuti rute yang sudah ditentukan. Angklung Betot merupakan perkembangan dari jenis angklung terdahulu, yakni Angklung Buncis dan Angklung Landung yang berada di bawah naungan sanggar Putra Pajajaran. Tentang aspek-aspek karawitan yang ada di dalam pertunjukan seni Angklung Betot Jurnal Awilaras | 178 seperti iringan angklung, dogdog, dan tarompet. Tentang bentuk dan struktur pertunjukannya diketahui bahwa bentuk pertunjukan Angklung Betot berupa helaran, sementara struktur pertunjukannya terbagi atas tiga tahapan yakni: tahap persiapan, pertunjukan, dan penutupan. Mengingat prospek perkembangannya di masa depan, maka kepada pihak-pihak terkait disarankan agar menaruh kepedulian terhadap seni Angklung Betot. Upaya Pelestarian Kesenian Angklung Betot Di tengah gempuran globalisasi di segala aspek kehidupan masa kini, masih ada beberapa jenis seni tradisi yang berhasil bertahan. Ada yang terus berkembang atau dikembangkan, ada juga yang kemudian beralih fungsi menjadi seni hiburan. Dalam konteks kesenian Angklung Betot, kebertahanannya di lingkungan masyarakat Manonjaya. Tasikmalaya tak lain merupakan hasil berbagai upaya sadar masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa usaha masyarakat dan pemerintah dalam hal mengatur keberlangsungan AngklungBetot tetap lestari. Pemerintah Daerah Tasikmalaya selaku pemangku kebijakan diketahui telah membantu pembuatan rumah angklung sebagai sentra pelestarian selain itu, diketahui saat ini juga terdapat berbagai kegiatan rutin dalam rangka menggalakan cinta angklung dengan diadakannya pertunjukan angklung di berbagai daerah secara rutin. Tak cukup sampai disitu, pemerintah daerah juga merambah dunia pendidikan dengan cara menginput materi angklung pada kurikulum sekolah sebagai pelajaran Mulok (Muatan Loka. Seni Budaya hingga mendukung angklung dikenalkan pada dunia pendidikan sebagai pelajaran ekstrakurikuler. Di sisi lain, masyarakat sebagai subjek utama juga secara tidak langsung telah melakukan upaya pelestarian dengan cara membuka peluang perkembangan, perubahan hingga inovasi pada kesenian Angklung Betot. Seperti contoh, repertoar lagu yang biasa dimainkan yang biasanya sangat Jurnal Awilaras | 179 terbatas pada jenis lagu tertentu . agu buhu. yang kurang diminati masyarakat kemudian ditambah dengan repertoar lagu lain yang cenderung lebih populer dan kekinian. Hal tersebut secara tidak langsung telah meningkatkan minat masyarakat sehingga frekuensi pertunjukan kesenian Angklung Betot dalam berbagai acara ikut meningkat juga. Namun demikian sebagai konsekuensi upaya pelestarian yang dilakukan masyarakat dan pemerintah ini tentu telah terjadi pergeseran fungsi pada kesenian Angklung Betot yang kini menjadi sarana hiburan dalam berbagai acara ataupun pertunjukan dengan format arak-arakan atau helaran khususnya dalam perayaan khitanan ataupun acara-acara besar daerah Upaya tersebut senantiasa tetap dipertahankan untuk menjaga eksistensi dari pelestarian angklung. Lebih spesifik pada upaya yang dilakukan masyarakat, selanjutnya dapat diketahui bahwasanya itu semua tidak terlepas dari kiprah seorang tokoh sekaligus seniman pimpinan sanggar yaitu Apep Suherlan yang turut melakukan upaya pelestarian melalui organisasi yang dipimpin. Adapun teknik pengelolaan organisasi seni angklung disini sudah baik dan layak Hasil analisis tentang bagaimana pengelolaan angklung dalam upaya pelestariannya adalah sebagai berikut: Tetap mempertahankan pembuatan angklung secara manual demi mempertahankan kearifan lokal dalam segi teknik pembuatan dan pemilihan bahan yang mempertimbangkan berbagai nilai tradisi Selalu siap memenuhi kebutuhan pasar dalam hal hasil tangan . nstrumen angklun. sebagai souvenir untuk memperkenalkan Jurnal Awilaras | 180 c. Siap sedia untuk tampil di berbagai acara besar dengan tujuan membantu penyebaran dan memperluas eksistensi angklung di Promosi yang terus menerus lewat berbagai jejaring sosial. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan tentang Eksistensi Kesenian Angklung Betot Di Kampung Kalapadua Desa Margaluyu Kecamatan Manonjaya dapat diketahui bahwa kesenian ini disinyalir mulai ada sejak tahun 2000-an. Angklung Betot ini merupakan sarana hiburan yang sering dipentaskan dalam acara penyambutan tamu atau acara khitanan dan acara lainnya yang biasanya dipentaskan dalam bentuk pertunjukan helaran atau arak-arakan. Di balik eksistensinya saat ini. Angklung Betot sebagai bagian dari seni tradisi masyarakat mengalami perjalanan panjang. Berbagai inovasi yang ada, dari mulai inovasi teknik permainan hingga repertoar lagu dan bentuk petunjukan telah menjadi alasan kenapa kesenian Angklung Betot hingga saat ini masih ada. Adapun tujuan akhir dan alasan dari adanya berbagai inovasi itu tidak lain adalah bermaksud untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian tradisional agar lebih menarik dan menambah khasanah kesenian tradisional Sunda khususnya di wilayah Tasikmalaya. DAFTAR PUSTAKA