JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 181-190 PESAN EDUKASI PROMOSI KESEHATAN PADA IKLAN LAYANAN MASYARAKAT DI MEDIA SOSIAL Rini Riyantini Unversitas Pembangunan Nasional "Veteran". Jakarta. Indonesia. rinihoriyantini@gmail. Abstract The purpose of this study is to analyze the video content of the public service advertisement (PSA) for the covid-19 vaccine of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia uploaded on YouTube. quantitative approach using the content analysis method was used in this study to describe message content based on the concept of educational messages from the development communication theory, communication, information and education model. The research object consists of 3 . videos with a 30 seconds each duration and 64 scenes. The analysis was carried out by coding educational messages consisting of verbal and nonverbal messages by 2 coders. The results showed that the PSA video covid 19 vaccine of Indonesian Ministry of Health's contains educational messages with dominant elements of encouraging learning for lyrical and written for verbal messages, while nonverbal educational messages of music and expression are dominated by elements of attitude formation. Construct validity is used to guarantee measuring instruments by deriving the theory of health communication into a concept of verbal and nonverbal messages with interactive, encouraging learning, forming attitudes, and strengthening experiences indicators, while the intercoder reliability test is carried out using the Scott formula with a result of 1 for verbal messages because there is no difference in coding between coders, while the reliability level for nonverbal messages is 0. 97 with there differences in coding between coders on the elements of action and expression. Keywords: education. PSAs. covid 19 vaccine. social media Abstrak Tujuan penelitian ini menganalisis isi pesan iklan layanan masyarakat (ILM) vaksin covid 19 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam bentuk video yang diunggah di youtube. Pendekatan kuantitatif dengan metode analisis isi digunakan pada penelitian ini untuk menggambarkan isi pesan berdasarkan konsep pesan edukasi dari model komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) komunikasi Objek penelitian terdiri atas 3 . buah video yang berdurasi masing-masing 30 detik dan 64 scene. Analisis dilakukan dengan membuat koding terhadap pesan edukasi yang terdiri atas pesan verbal dan nonverbal oleh 2 orang koder. Hasil menunjukkan bahwa video ILM vaksin covid 19 Kemenkes RI mengandung pesan edukasi dengan dominasi unsur mendorong pembelajaran untuk pesan verbal lirik dan tulisan, sedangkan pesan edukasi nonverbal musik dan ekspresi didominasi unsur pembentukan sikap. Validitas konstruk digunakan untuk menjamin alat ukur dengan menurunkan teori komunikasi Kesehatan menjadi konsep pesan verbal dan nonverbal dengan indikator interaktif, mendorong pembelajaran, membentuk sikap, dan menguatkan pengalaman, sedangkan uji reliabilitas antarkoder dilakukan dengan menggunakan formula Scott dengan hasil sebesar 1 untuk pesan verbal karena tidak terdapat perbedaan koding antarkoder, sedangkan tingkat reliabilitas untuk pesan nonverbal sebesar 0,97 dengan terdapat perbedaan koding antarkoder pada unsur tindakan dan ekspresi. Kata Kunci: edukasi. ILM. vaccine covid 19. media sosial PENDAHULUAN Kasus Corona tertinggi di Indonesia nyaris menyentuh 1 juta, dengan laporan akumulatif terakhir sebanyak 999. 256 kasus dan Indonesia berada pada posisi ke 19 (Sagita K, 2. Pemerintah Indonesia telah Submitted: February 2023. Accepted: March 2023. Published: March 2023 ISSN: 2614-8153 . ISSN: 2614-8498 . Website: http://journal. id/index. php/pustakom JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 181-190 melakukan berbagai strategi penanganan diantaranya strategi pemulihan ekonomi maupun peningkatan kapasitas sistem Intervensi sistem kesehatan dilakukan dengan memberlakukan protokol kesehatan 3M . encuci tangan, menjaga jarak dan menggunakan maske. juga dengan program vaksin. Program vaksin selain intervensi kesehatan juga sekaligus sebagai strategi pemulihan ekonomi karena vaksin memiliki cost efective dibandingkan tindakan kuratif dan rehabilitasi jika sudah terjadi Keberhasilan pelaksanaan seluruh program pemerintah yang merupakan strategi pencegahan dan penanganan pandemi covid 19 perlu didukung oleh semua pihak baik pelaksana, penyedia maupun penerima dalam ini masyarakat. Salah satu upaya pencegahan yang merupakan program pemerintah adalah dengan pemberian vaksin Covid 19. Pelaksanaan program vaksin covid 19 di lapangan menemui beberapa kendala yang menyebabkan lambatnya target capaian penyelesaian vaksin covid 19 tidak sesuai Permasalahan masyarakat yang tidak berani melakukan vaksin karena kurangnya pemahaman terhadap informasi tentang vaksin covid 19 yang didukung dengan data, diantaranya hasil survey Indikator Politik Indonesia (IPI) menyatakan bahwa hanya 45,1% dari kelompok usia 22-25 tahun yang bersedia Tiga alasan utama kelompok tersebut tidak atau kurang bersedia divaksinasi adalah kekhawatiran akan efek samping vaksin, anggapan bahwa vaksin membutuhkan vaksin karena badannya sehat, semakin muda usia responden semakin cenderung tidak bersedia menerima vaksin. Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menyajikan data proporsi anak muda yang menyatakan tidak/kurang percaya pada vaksin di DKI Jakarta 63,6% dan di Yogyakarta sebesar 55,6%. Sensus Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020 menunjukkan bahwa lebih dari setengah penduduk Indonesia sebanyak 28% adalah kaum muda, generasi milenial dan generasi Z yang sangat tinggi mobilitas dan interaksinya (Anugrah, 2. Dari berbagai program penanganan pandemi, selama pelaksanaan protokol kesehatan sangat berdampak terhadap kondisi sosial ekonomi sehingga perlu upaya untuk menciptakan herd immunity, yang diharapkan aktivitas ekonomi dapat kembali normal dengan pengendalian virus yang harus tetap terjaga. Vaksin merupakan alternatif upaya untuk mengatasi penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Untuk mendukung keberhasilan program vaksin ini diperlukan dukungan dan sinkronisasi dari berbagai Tiga faktor kunci yang harus dibangun dan dilaksanakan terintegrasi secara holistik (Biruni, 2. yang meliputi vaksin covid 19, tenaga kesehatan dan peran serta masyarakat. Vaksin covid 19 sebagai faktor kunci yang pertama terdiri atas tahapan riset, penyediaan dan distribusi. Riset menghasilkan vaksin sekaligus sebagai uji klinik memastikan bahwa keamanan dan respon imun vaksin COVID-19 memenuhi persyaratan efikasi dan imunogenisitas (Biruni, 2. Upaya pemenuhan kebutuhan vaksin, sekitar 426 juta dosis untuk alokasi penerima vaksinasi nasional berdasarkan kriteria inklusif 15% buffer stock sesuai ketentuan WHO (Sekretaris Kabinet, 2. Tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam pelaksanaan program vaksin memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi terhadap publik tentang kemanfaatan vaksin sehingga terbangun kepercayaan masyarakat untuk melaksanakan program ini dengan penuh Faktor kunci yang ketiga adalah peran serta masyarakat dalam mendukung seluruh program pencegahan dan penangan covid 19, terutama pelaksanaan vaksin yang sampai saat ini masih banyak persepsi, opini bahkan gerakan penolakan terhadap vaksin. Komunikasi kesehatan telah memperluas cakupannya dari intervensi biomedis pada tingkat pribadi ke komunikasi yang lebih berbasis konteks tentang kesehatan, yang PESAN EDUKASI PROMOSI KESEHATAN PADA IKLAN LAYANAN MASYARAKAT DI MEDIA SOSIAL Rini Riyantini JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 181-190 mencakup aspek sosial dan lingkungan yang berdampak pada kesehatan individu (Servaes Untuk menumbuhkan kepercayaan dan keyakinan masyarakat diperlukan strategi komunikasi kesehatan yang tepat oleh pemerintah dengan pemberdayaan masyarakat maupun pemimpin informal. Kementerian Kesehatan pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan (Ditpromkes Pema. berupaya mengedukasi masyarakat melalui iklan layanan masyarakat (ILM) dalam bentuk video yang diunggah pada media sosial youtube agar dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat serta untuk mengimbangi berita ho-aks yang beredar saat ini. Youtube dijadikan media pembelajaran alternatif karena situs ini mudah dan menarik untuk diakses serta mudah dibagikan melalui fitur Pesan edukasi menurut Potter dan Perry sebagai proses penyampaian pesan interaktif yang mendorong terciptanya pembelajaran, yang merupakan upaya menambah pengetahuan baru membentuk sikap serta keterampilan melalui penguatan pengalaman tertentu (Ihsani & Santoso. Studi empiris sebelumnya terkait vaksin covid 19 antara lain analisis wacana vaksin dengan metode Latent Dirichlet Allocation (LDA) di media twitter dengan hasil kata-kata yang bersentimen positif sebesar 30% dan respon negative sebesar 26% (Rachman & Pramana, 2. , perspektif kebijakan ekonomi politik negara dalam program vaksin covid 19 (Akbar, 2. , dan potensi penerimaan vaksin (Lazarus et al. , 2. Selain itu dinyatakan masyarakat mengenai fakta dan mitos penting untuk menangkal hoaks (Puji et al. , analisis ho-aks media dengan menggunakan studi literatur social judgment theory terhadap ho-aks di Indonesia juga telah dilakukan (D. Udhany & Sylvia, 2. Berdasarkan penelitian terdahulu tentang vaksin covid 19 sebagian besar membahas persepsi, penilaian serta sikap masyarakat terhadap program vaksin covid 19 sebagai salah satu upaya pemerintah dalam penanganan pandemi. Metode penelitian yang banyak digunakan adalah kualitatif, namun belum ada penelitian yang menggunakan subjek penelitian yang mendalami aspek isi pesan yang disampaikan dalam memberikan pemahaman vaksin covid 19 dengan metode kuantitatif. Penelitian ini menganalisis isi pesan edukasi yang tersurat dalam tayangan video ILM Ditpromkes Pemas Kemenkes RI yang dirancang sebagai salah satu diseminasi informasi tentang vaksin covid 19. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi gambaran unsur-unsur pesan edukasi kesehatan tentang vaksin covid 19 yang meliputi penjelasan tentang tata cara dan prosedur pemberian vaksin covid 19, termasuk tujuan dan manfaatnya. ILM ini menjadi pesan pertama yang dikeluarkan Kemenkes pemahaman serta kepercayaan masyarakat terhadap vaksin sebagai salah satu upaya penanggulangan pandemi covid 19 dengan pertanyaan penelitian apakah tayangan video ILM pada media sosial mengandung unsurunsur pesan edukasi? Pesan ILM dikemas dalam bentuk video . udio visua. pendek yang berisi gambaran vaksinasi covid 19 secara verbal . irik/lagu dan tulisa. maupun nonverbal . usik, gambar, ekspresi. Pesan edukasi diukur berdasarkan pembelajaran, membentuk sikap serta penguatan pengalaman. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan jenis penelitian analisis isi yaitu salah satu jenis penelitian isi pesan media yang tersurat baik verbal maupun nonverbal pada setiap scene tayangan ILM Ditpromkes Pemas Kemenkes RI, bukan berdasarkan yang tersirat dan bersifat interpretatif atau pemaknaan pesan yang tersirat (Eriyanto, 2. Populasi penelitian adalah 3 buah tayangan video yang diunggah di youtube dengan durasi setiap PESAN EDUKASI PROMOSI KESEHATAN PADA IKLAN LAYANAN MASYARAKAT DI MEDIA SOSIAL Rini Riyantini JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 181-190 video 30 detik yang terdiri atas . Video alur vaksin sebanyak empat belas scene, . Video lagu vaksinasi terdiri atas dua puluh empat scene dan . Video menunggu 30 menit setelah vaksin terdiri atas enam belas scene, sehingga jumlah seluruhnya enam puluh empat scene. Teknik sampel yang digunakan adalah total sampel yaitu pengambilan sampel dari seluruh populasi penelitian (Eriyanto, 2. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen terhadap video ILM Kemdikbud RI yang diunggah di Teknik analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif melalui tahapan . tabulasi jumlah unit analisis yang terdapat pada isi pesan video yang berjumlah 64 scene berdasarkan unsur-unsur pesan verbal dan nonverbal, . tabulasi lembar koding yang sudah diuji validitas konstruknya oleh dua orang koder yaitu peneliti dan koder pembanding yang mengerti tentang isi media. Koder pembanding dilakukan oleh alumni program studi komunikasi. Pesan verbal dan nonverbal sebagai dimensi unsur isi pesan terdiri atas unsur lirik/lagu dan tulisan, unsur musik, tindakan, ekspresi dan gerakan, . menghitung distribusi frekwensi dan persentase dari setiap koder, . menghitung nilai kesepakatan antarkoder dengan skor rata-rata, serta . menghitung nilai reliabilitas antarkoder dengan menggunakan formula Scott (Eriyanto, 2. dengan rumus sebagai berikut: ycEycn = % ycyyceycycyceyc ycaycoycaycycaycu Oe % ycyyceycycyceyc Eaycaycycaycyycaycu 1 Oe % ycyyceycycyceyc Eaycaycycaycyycaycu Persetujuan harapan adalah: jumlah hasil perhitungan proporsi tiap unit yang kemudian dikuadratkan. Uji validitas menjamin bahwa temuantemuan penelitian harus diambil secara serius dalam membangun teori-teori ilmiah maupun membuat keputusan mengenai masalah praktis, reliabilitas menjamin data yang diperoleh independen dari peristiwa, instrumen, ataupun orang yang mengukurnya (Eriyanto, 2. Validitas yang digunakan pada penelitian ini adalah validitas konstruk yaitu konsep yang digunakan untuk menyusun lembar koding berdasarkan teori konsep edukasi yang diturunkan dari teori komunikasi informasi dan edukasi (KIE) dari (Servaes, 2. dengan indikator interaktif, mendorong pembelajaran, membentuk sikap dan menguatkan pengalaman. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian pesan edukasi promosi kesehatan Kemenkes dari ke 3 video yang berjumlah 64 scene disajikan pada tabel 1 berisi jumlah populasi . , sampel dan unit analisis penelitian yang terdiri atas pesan verbal yaitu lirik/lagu dan tulisan/capture serta nonverbal yang terdiri atas musik. Penggambaran pesan edukasi verbal dalam bentuk distribusi frekwensi dan persentase berdasarkan unsur-unsur pesan disajikan pada tabel 2, sedangkan penggambaran distribusi frekwensi dan persentase pesan edukasi nonverbal sesuai unsur-unsur pesan terdapat pada tabel 3. Pi = Reliabilitas Antarkoder. Persetujuan amatan adalah: jumlah keseluruhan yang disetujui oleh para koder . embagi unit analisis yang disetujui dengan seluruh jumlah uni. Video Tabel 1. Populasi. Sampel dan Unit Analisis Penelitian n = 64 Unsur Pesan Jumlah Verbal Nonverbal Scene Lirik/ Tulisan Musik Gambar Ekspresi Tindakan PESAN EDUKASI PROMOSI KESEHATAN PADA IKLAN LAYANAN MASYARAKAT DI MEDIA SOSIAL Rini Riyantini JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 181-190 Lagu Alur Vaksin Lagu Vaksin Menunggu 30 menit Jumlah Sumber: Hasil Penelitian, 2022 Tabel 2. Pesan Edukasi Verbal Video Youtube Kemedikbud RI Lagu/lirik Tulisan Pesan Verbal n=56 n=25 n=81 Indikator Interaktif Mendorong pembelajaran 80,00 Membentuk sikap Menguatkan pengalaman 12,00 Jumlah Pesan Edukasi 94,64 92,00 Jumlah Non Edukasi 5,36 Sumber: Hasil Penelitian, 2022 Tabel 3. Pesan Edukasi Non Verbal Video Youtube Kemedikbud RI Indikator Musik Interaktif 33,33 Mendorong Membentuk 66,67 Menguatkan Jumlah Pesan 100 Edukasi Jumlah Non Edukasi Sumber: Hasil Penelitian, 2022 20,00 35,71 35,71 17,86 Pesan NonVerbal n=135 20,00 19,64 10,00 26,79 50,00 50,00 Gambar n=20 Tabel 1 menggambarkan jumlah scene sebanyak 64 dari 3 buah video pesan edukasi yang terdiri atas pesan verbal dan nonverbal dengan unit analisis didominasi oleh video ke 2 lagu vaksin yaitu sebanyak 51 unit analisis dalam bentuk kata-kata/lirik dan 9 dalam bentuk tulisan, dan pesan nonverbal didominasi oleh unsur ekspresi dan tindakan masing-masing sebanyak 56 unit analisis. Video yang kedua dan ketiga yaitu alur Ekspresi n=56 Tindakan n=56 vaksin dan menunggu 30 menit menyajikan pesan dalam bentuk symbol dan musik, hanya sedikit yang berbentuk tulisan sehingga mendominasi unit analisis unsur gambar yang hanya menampilkan simbol dan dan tanda petunjuk. Tabel 2 menyajikan hasil tabulasi penggambaran pesan verbal antarkoder dalam bentuk persentase yang terdiri atas lirik/lagu dan tulisan berdasarkan indikator PESAN EDUKASI PROMOSI KESEHATAN PADA IKLAN LAYANAN MASYARAKAT DI MEDIA SOSIAL Rini Riyantini JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 181-190 membentuk sikap serta menguatkan pengalaman dengan hasil bahwa video mengandung unsur pesan edukasi dengan persentase berkisar antara 92 persen Ae 94,64 persen dengan urutan lagu/lirik dan tulisan. Koder 1 dan koder 2 tidak terdapat perbedaan dalam memberikan koding secara Indikator mendorong pembelajaran memiliki persentase tertinggi berturut-turut pada tulisan dan lirik, sedangkan membentuk sikap memiliki nilai persentase terendah dalam lirik/lagu, bahkan untuk tulisan tidak mengandung pesan untuk pembentukan sikap. Tabel 2 juga menunjukkan hasil koding antarkoder pesan verbal berdasarkan unit analisis didominasi oleh unsur tulisan sebesar 80 persen dan lagu/lirik sebesar 50 persen mengandung unsur pesan edukasi indicator mendorong pembelajaran. Tidak ada perbedaan hasil koding antarkoder karena pesan verbal tulisan dan lagu/ lirik jelas tersurat pada tayangan video tersebut sesuai dengan karakter analisis isi kuantitatif adalah pesan yang tersurat (Eriyanto, 2. Unsur edukasi indikator pembentukan sikap memperoleh persentase penilaian terendah antarkoder yaitu sebesar 12,5 persen untuk lirik/lagu dan 0 persen untuk tulisan, sesuai dengan target pesan edukasi yang pertama pada level kognisi yaitu pemberian informasi tentang prosedur serta jaminan keamanan vaksin dengan tujuan menangkal hoaks bahaya vaksin. Perbedaan persentase hasil koding setiap unsur berdasarkan persentase koding antarkoder untuk pesan nonverbal untuk setiap indikator. Namun persentase hasil koding video pembelajaran mengandung pesan edukasi tidak terdapat perbedaan antarkoder seperti tercantum pada Hasil penelitian pada tabel 1 menunjukkan bahwa pesan edukasi vaksin yang ditayangkan oleh Kemenkes melalui media sosial youtube lebih banyak menyajikan unsur pesan nonverbal. Hal ini sesuai dengan bentuk pesan dan media yang digunakan dalam bentuk youtube. Proporsi tersebut sesuai dengan penggunaan media video serta format pesan musik dengan logo dan warna yang kontras sehingga lebih menarik untuk ditonton dan lebih mudah untuk dipahami mengingat video ini adalah produk pertama Kemenkes setelah vaksin dilakukan sehingga pengemasan pesan ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat dengan segmentasi khalayak yang berbeda. Data permasalahan penolakan vaksin berada pada usia milenial sehingga bentuk pesan dalam format musik lebih sesuai. Selain itu pesan dirancang dan pertimbangan pemilihan media biasanya berhubungan dengan situasi sosial saat itu, dimana kasus covid 19 sedang tinggi, masyarakat dan tenaga medis sebagai garda terdepan dalam kondisi panik dan stress karena beban kerja yang melebihi kapasitas karena tidak seimbang antara kasus, tenaga medis maupun fasilitas Kesehatan. Pesan dalam bentuk video dan tampilan musik dan lagu dengan pelaku para tenaga yang ekspresif dan bersemangat dalam menyanyikan lagu vaksin dengan gambaran keramahan dan pembelajaran untuk mengurangi keraguraguan masyarakat untuk vaksin. Media sebagai sarana yang menghubungkan khalayak dengan peristiwa memiliki fungsi penjajakan, edukasi, informasi serta hiburan. Keterpaparan informasi hoaks vaksin Covid-19 berkaitan dengan keputusan mengakses informasi di media digital (Handini et al. , 2. , sehingga perlunya edukasi pembelajaran untuk membangun pola pikir dan meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya vaksinasi melawan covid 19 (Puji et al. , 2. Unsur edukasi pada pesan nonverbal seperti tercantum pada tabel 3 menunjukkan perbedaan hasil koding antarkoder pada unit analisis gambar, ekspresi dan tindakan, sedangkan pada unsur musik tidak terdapat Persamaan koding pada unsur musik disebabkan oleh genre yang populer. PESAN EDUKASI PROMOSI KESEHATAN PADA IKLAN LAYANAN MASYARAKAT DI MEDIA SOSIAL Rini Riyantini JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 181-190 dan riang. Perbedaan koding pada unsur gambar, ekspresi dan tindakan tidak menyebabkan perbedaan yang signifikan karena proporsi unsur pesan edukasi secara keseluruhan tidak terdapat perbedaan hasil koding antarkoder. Perbedaan koding antarkoder tertinggi pada pesan nonverbal terdapat pada unsur tindakan yang terdiri atas mendorong pembelajaran, membentuk sikap dan menguatkan pengalaman. Tindakan pada video ditunjukkan secara ekspilit melalui perilaku orang pada saat menyanyikan lagu vaksin dengan berbagai aktivitas sehingga terdapat perbedaan hasil visualisasi aktivitas antarkoder. Unsur interaktif terlihat pada aktivitas yang dilakukan dan dapat sekaligus menjadi proses pembelajaran secara teknis, juga dapat memberikan gambaran pengalaman yang dilakukan oleh aktor pada video tersebut sehingga sekaligus menjadi pendorong sikap khalayak untuk meyakini vaksin covid 19 dan mendorong perilaku berani untuk melakukan vaksin covid 19. Kondisi ini sangat memungkinkan karena posisi ke 2 koder sudah divaksin. Proporsi perbedaan terbesar antarkoder pada unsur penguatan pengalaman sebesar 8,93 persen, sementara untuk interaktif, mendorong pembelajaran dan membentuk sikap masing-masing sebesar 5,36 persen, 3,57 persen dan 8,93 persen. Perbedaan koding antarkoder untuk unsur ekspresi dalam membentuk sikap hanya sebesar 1,78 persen, sementara untuk unsur gambar sebagai pendorong pembelajaran sebesar 5 persen dan membentuk sikap sebesar 5 Bentuk pesan memiliki kontribusi terhadap tujuan pesan sehingga dalam merancang pesan harus menjadi perhatian. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa unsur pesan gambar yang ditampilkan melalui video hanya memiliki pesan edukasi sebesar 50 persen, karena tayangan video lebih menempatkan pada aspek ekspresi, tindakan dan musik, sesuai karakter stimulus yang diperoleh sebagai audio visual secara bersamaan. Gambar pada video tersebut berupa logo dari Kemenkes yang tidak disertai audio pada tayangan video tersebut sehingga hanya menjadi latar ketika dipersepsi oleh koder dengan melakukan koding. Analisis isi kuantitatif tidak cukup hanya menjelaskan perbedaan hasil koding antarkoder yang meskipun koder memliki pemahaman terhadap objek penelitian tetapi persepsi penilaian atas visualisasi dan audio sangat dipengaruhi oleh faktor internal koder, seperti penelitian yang dilakukan dengan menjelaskan bahwa individu menilai pesan dimulai saat membaca, mendengarkan atau menanggapi pesan sesuai dengan teori penghakiman social . ocial judgement theor. (D. Udhany & Sylvia, 2. , sehingga perlu pembuktian secara empiris dengan menggunakan uji reliabilitas dengan menggunakan formula Scott yaitu metode untuk menguji apakah perbedaan koding yang dihasilkan ini menunjukkan kehandalan dengan tidak tergantung pada besar kecilnya sampel (Eriyanto, 2. Rumus uji reliabilitas formula Scott untuk pesan verbal adalah sebagai berikut: ycEycn = % ycyyceycycyceyc ycaycoycaycycaycuOe% ycyyceycycyceyc Eaycaycycaycyycaycu 1Oe% ycyyceycycyceyc Eaycaycycaycyycaycu 1Oe0,26 ycEycn = 1Oe0,26 Tidak terdapat perbedaan koding antarkoder terhadap pesan verbal, sehingga reliabilitas cukup tinggi yaitu 1. Pesan nonverbal memiliki hasil koding yang berbeda antarkoder, sehingga dapat dihitung nilai reliabilitas antarkoder sebagai berikut. ycEycn = 0,98Oe0,27 1Oe0,27 = 0,97 Nilai reliabilitas antarkoder untuk pesan nonverbal juga cukup tinggi yang berarti terdapat kesepakatan yang cukup tinggi antarkoder dalam menilai pesan edukasi berdasarkan unsur interaktif, mendorong pembelajaran, membentuk sikap dan Hal PESAN EDUKASI PROMOSI KESEHATAN PADA IKLAN LAYANAN MASYARAKAT DI MEDIA SOSIAL Rini Riyantini JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 181-190 menunjukkan bahwa sebagai media edukasi awal untuk sosialisasi keamanan vaksin, proses pemberian vaksin dengan antisipasi efek samping vaksin, video ILM Kemenkes RI telah memenuhi kriteria pesan edukasi dengan nilai pesan edukasi hasil koding antarkoder sebesar 93,83 persen untuk pesan verbal dan 100 persen untuk pesan Hasil koding antarkoder pesan verbal berdasarkan indikator secara berurutan adalah mendorong pembelajaran, menguatkan pengalaman, interaktif dan membentuk sikap yang mendorong pembelajaran terdapat pada tulisan yang muncul pada ke 3 video dengan isi pesan tata cara melakukan vaksin, jaminan keamanan atas efek samping yang diisukan dengan tampilan gambar yang menarik dan animasi sehingga memudahkan khalayak untuk Pesan verbal pembelajaran lain disampaikan dalam bentuk lirik lagu dengan genre musik gembira dapat memberikan semangat untuk tidak takut divaksin, sehingga yang tidak melihat pesan secara visual dapat mendengarkan secara audio. Pesan nonverbal yang disampaikan pada pembelajaran, pembentukan sikap yang disampaikan melalui musik dan ekspresi para medis yang tampil menyanyikan lagu vaksin dengan ekspresif bersemangat dan berbahagia serta ekspresi presiden ketika menerima vaksin dengan tersenyum dapat memberikan pelajaran dalam menyikapi vaksin sesuai dengan hasil penelitian (Vergara et al. , 2. bahwa Pendidikan publik yang lebih 'terlokalisasi' dan pemodelan peran dari pejabat publik dan otoritas kesehatan dapat banyak membantu dalam membangun kepercayaan publik. Lembaga swasta pun turut berperan dalam penanganan pandemi covid 19 ini dengan penggalangan beberapa institusi yang menyelenggarakan vaksin massal, seperti dilakukan oleh PT Grab Indonesia berkolaborasi dengan beberapa perusahaan lain sehingga mempercepat penanganan vaksin (Damayanti & Dewi, 2. Masyarakat ditempatkan sebagai subjek utama menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam proses induksi nilai (Akbar, 2. Edukasi vaksin yang dilakukan oleh Kemenkes RI merupakan salah satu penanggulangan pandemi covid 19 di tingkat pusat, karena peran pemerintah dapat memengaruhi persepsi orang dan kerentanan di antara individu seperti status pekerjaan dan usia (Idris & Zaleha, 2. Tingkat daerah dilakukan oleh dinas bekerja sama dengan pemerintah daerah seperti yang dilakukan oleh Kota Tegal melalui pendekatan strategi komunikasi kepada seluruh lapisan masyarakat (Sutjiatmi et al. yang dilakukan secara langsung. SIMPULAN Pesan promosi Kesehatan ILM yang ditayangkan Ditjenpromkes Kemenkes RI pada media youtube ketiganya mengandung pesan edukasi yang dibuktikan dengan hasil koding antarkoder dengan nilai reliabilitas tinggi yaitu 1 untuk pesan verbal dan 0,97 untuk pesan nonverbal. Unsur komunikasi edukasi yang dominan pada ketiga video ILM untuk pesan verbal adalah indikator mendorong pembelajaran sebesar 59,26 persen, dengan unsur komunikasi yang dominan tulisan sebesar 80 persen dan lirik sebesar 50 Dominasi pesan nonverbal video ILM pada unsur interaktif dan membentuk sikap sebesar 36,00 persen dan 36,80 persen, dengan dominasi unsur musik, ekspresi dan Validitas konstruk dapat dibuktikan dengan penelusuran konsep dari teori komunikasi kesehatan dengan indikator membentuk sikap serta menguatkan Setiap hasil penelitian limitasi secara metodologis sehingga diperlukan klarifikasi variasi metode yang lain dalam mengukur keberhasilan pesan edukasi serta kontribusi praktis hasil PESAN EDUKASI PROMOSI KESEHATAN PADA IKLAN LAYANAN MASYARAKAT DI MEDIA SOSIAL Rini Riyantini JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 181-190 penelitian ini dapat dijadikan literasi diimplementasikan sebagai alternatif solusi dalam menangani isu yang berkembang. DAFTAR PUSTAKA