Bridging: Journal of Islamic Digital Economic and Management ISSN: 3025-9177 Vol. 3 No. 1 Desember 2025 Hal. Open Access: https://journal. id/index. php/bridging PENGARUH CUSTOMER EXPERIENCE DAN KEPERCAYAAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN WARUNG MAKAN MIE AYAM DIKAMPUNG PABUARAN, PONDOK AREN Jia Desi Azira1. Amelia Nurfadillah2. Nadila Aprilliani3. Rindiani Putri4. Derizka Inva Jaswita5 Program Studi Manajemen Program Sarjana Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pamulang e-mail: jiadesiazira@gmail. com, amelianurfadillah0705@gmail. com, aprillianinadila012@gmail. rindyaniputri6@gmail. INFO ARTIKEL Sejarah Artikel: Diterima, 17 Desember 2025 Direvisi, 25 Desember 2025 Disetujui, 31 Desember 2025 KEYWORDS Customer Experience. Trust. Consumer Satisfaction. MSMEs. ABSTRACT The condition of the Chicken Noodle Food Stall in Kampung Pabuaran. Pondok Aren experienced a significant decline in turnover and business performance during the 2022-2024 period, this indicates an indication of problems in the quality of customer experience and the level of trust in the products offered. This study aims to determine the effect of customer experience and trust on customer satisfaction at the Chicken Noodle Food Stall in Kampung Pabuaran. Pondok Aren. The research method used is associative research and a quantitative approach by distributing questionnaires to 35 respondents, consisting of three main variables, namely customer experience (X. , trust (X. , and customer satisfaction (Y). At the data analysis stage through descriptive statistical tests, data quality tests . alidity and reliabilit. , class assumption tests, and multiple linear regression The results show that customer experience has a very positive and significant effect on customer satisfaction. So that both variables in this study provide good results on the level of customer Therefore, to increase customer satisfaction to be more optimal and overcome the decline in performance, it is hoped that food stalls can improve the quality of service, consistent taste, cleanliness and menu innovation, so as to strengthen consumer trust again. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. KATA KUNCI ABSTRAK Costumer Experience. Kepercayaan. Kepuasan Konsumen. UMKM. Kondisi Warung Makan Mie Ayam di Kampung Pabuaran. Pondok Aren mengalami penurunan omzet dan kinerja bisnis secara signifikan selama periode tahun 2022-2024, hal ini menunjukkan adanya indikasi masalah pada kualitas pengalaman pelanggan serta tingkat kepercayaan terhadap produk yang ditawarkan. Dilakukannya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari costumer experience dan kepercayaan terhadap kepuasan konsumen pada Warung Makan Mie Ayam di Kampung Pabuaran. Pondok Aren. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian asosiatif dan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 35 responden, yang terdiri dari tiga variabel utama, yaitu costumer experience (X. , kepercayaan (X. , dan kepuasan konsumen (Y). Pada tahap analisis data melalui uji statistik deskriptif, uji kualitas data . alidias dan reliabilita. , uji asumsi CORRESPONDING AUTHOR Jia Desi Azira Universitas Pamulang Tangerang Selatan Vol. No. Desember 2025 Halaman | 33 PENGARUH CUSTOMER EXPERIENCE DAN KEPERCAYAAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN WARUNG MAKAN MIE AYAM DIKAMPUNG PABUARAN. PONDOK AREN jiadesiazira@gmail. klasi, serta analisis regresi linier berganda. Hasilnya menunjukkan bahwa costumer experience sangat berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Sehingga kedua variabel pada penelitian ini memberikan hasil yang baik pada tingkat kepuasan pelanggan. Maka dari itu, untuk meningkatkan kepuasan konsumen agar lebih optimal dan mengatasi adanya penurunan kinerja, diharapkan warung makan dapat meningkatkan kualitas layanan, rasa yang konsisten, kebersihan serta inovasi menu, sehingga dapat memperkuat kembali kepercayaan konsumen. PENDAHULUAN Pada skala makro, sektor kuliner Indonesia memberikan kontribusi yang substansial terhadap perekonomian nasional, menyumbang sekitar 10Ae15% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap tenaga kerja hingga 20 juta orang. Pandemi COVID-19 telah mengubah pola konsumsi, mendorong Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner untuk beradaptasi melalui digitalisasi guna mempertahankan daya saing. Menurut Zahiroh . , strategi transformasi digital UMKM mencakup, pelatihan adopsi teknologi, mengikuti tren pemasaran online seperti TikTok, meningkatkan literasi informasi program pemerintah dan literasi digital, serta memasuki Global ECommerce disertai perbaikan kualitas produk sesuai standar ekspor. Namun, keberhasilan digitalisasi ini sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur digital dan tingkat kepercayaan konsumen terhadap platform daring. Menurut Badan Pusat Statistik . UMKM kuliner menyumbang 60% dari total sektor UMKM, meskipun menghadapi tantangan seperti volatilitas permintaan dan persaingan platform daring. Secara lokal. Jakarta dan sekitarnya, termasuk Tangerang Selatan, telah menjadi pusat pertumbuhan bagi UMKM kuliner dengan dinamika pasar yang tinggi. Menurut Dinas Koperasi dan UMKM Kota Tangerang Selatan . UMKM kuliner berkontribusi 40% terhadap subsektor kuliner lokal, dengan adopsi digital meningkat sebesar 20% dalam dua tahun terakhir. Kepercayaan konsumen terhadap kebersihan produk dan pengalaman layanan yang dipersonalisasi merupakan kunci keberlanjutan, terutama di tengah persaingan dari restoran modern. Menurut Mahendra dan Sari . kepercayaan dan digitalisasi dapat mengurangi risiko penurunan penjualan hingga 40% selama krisis, dengan penekanan pada hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Menurut Nurlina. Del Rosa. , & Yanti. , literasi digital dan strategi bisnis memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja UMKM kuliner di Indonesia, yang menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan digital pelaku usaha berperan penting dalam menjaga daya saing dan meningkatkan pengalaman pelanggan. Berfokus pada kasus spesifik. Warung Makan Mie Ayam di Kampung Pabuaran. Pondok Aren, mencerminkan tantangan yang dihadapi UMKM kuliner tradisional. Warung ini beroperasi sebagai bisnis keluarga, menawarkan mie ayam sebagai produk utamanya, menyasar konsumen lokal yang mencari makanan cepat saji dengan harga terjangkau. Namun, penurunan kinerja bisnis ini mencerminkan masalah umum di sektor kuliner, di mana aspek internal seperti kualitas layanan sering kali terabaikan di tengah tekanan eksternal seperti inflasi bahan baku atau munculnya pesaing Tabel 1. Laporan Penjualan Warung Makan Mie Ayam . 2Ae2. Tahun Omzet (Rp Jut. Jumlah Konsumen (Perkiraa. A 16. 425 orang A 13. 870 orang A 12. 045 orang Sumber: Data Observasi Warung Makan Mie Ayam Kampung Pabuaran . 2Ae2. Berdasarkan Tabel 1, omzet warung menurun dari Rp227 juta pada tahun 2022 menjadi Rp166,3 juta pada tahun 2024, dengan jumlah pelanggan menurun dari sekitar 16. 425 menjadi Vol. No. Desember 2025 Halaman | 34 PENGARUH CUSTOMER EXPERIENCE DAN KEPERCAYAAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN WARUNG MAKAN MIE AYAM DIKAMPUNG PABUARAN. PONDOK AREN Harga rata-rata mi ayam adalah Rp14. 000 per porsi, dan jumlah pelanggan dihitung berdasarkan total porsi yang terjual per tahun. Terjadi penurunan omzet dan jumlah pelanggan masing-masing sebesar 26,7% dan 26,6%, yang menunjukkan penurunan kepuasan dan kepercayaan Penurunan ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti inflasi atau persaingan harga, tetapi juga oleh faktor internal seperti kualitas pengalaman pelanggan dan keyakinan konsumen terhadap konsistensi produk. Survei pra-penelitian dilakukan terhadap 35 responden konsumen Warung Makan Mie Ayam untuk mendapatkan wawasan awal. Hasil survei menunjukkan tingkat reliabilitas tinggi berdasarkan uji CronbachAos Alpha (X1 = 0,917 untuk pengalaman pelanggan. X2 = 0,880 untuk kepercayaan, dan Y = 0,834 untuk kepuasan pelangga. Distribusi tanggapan secara keseluruhan menunjukkan mayoritas positif . ata-rata 60Ae68% setuju/sangat setuj. , dengan netral sekitar 25Ae34% dan negatif 5Ae11%, menunjukkan persepsi yang cukup baik namun masih ada ruang perbaikan. Meskipun hasilnya secara umum cukup baik, temuan spesifik menunjukkan bahwa aspek kepercayaan . ean 2,34Ae2,. dan beberapa dimensi customer experience . ean 2,46Ae2,. masih di bawah ekspektasi, terutama terkait konsistensi dan inovasi, yang berkontribusi pada kepuasan yang sedang . ean 2,37Ae 2,. , mengakibatkan rendahnya kepuasan pelanggan dan penurunan omzet. Tabel 2. Ringkasan Hasil Pra-Survei Kepuasan Konsumen . = . Variabel / Indikator Setuju Tidak Setuju XCACustomer Experience (Oran. (Oran. (Pertanyaa. Sense: AuWarung Makan Mie Ayam menyediakan 32 suasana yang nyaman saat saya berkunjung. Ay Feel: AuSaya merasa senang saat membeli makanan di 26 Warung Mie Ayam. Ay Think: AuMenu Warung Makan Mie Ayam membuat saya 29 tertarik untuk mencoba hal baru. Ay Act: AuPengalaman membeli di Warung Mie Ayam 31 membuat saya ingin berkunjung kembali. Ay Sumber: Data Pra-Survei Warung Makan Mie Ayam . Total Responden (Oran. Variabel ini mencakup empat indikator utama, yaitu Sense. Feel. Think, dan Act, yang diukur berdasarkan rata-rata skor responden pada skala 1-5. Kategorisasi "Setuju" diterapkan jika rata-rata skor > 3 . kor 4-. , sedangkan "Tidak Setuju" jika rata-rata skor < 3 . kor 1-. Responden dengan rata-rata skor = 3 dikategorikan sebagai netral dan tidak dihitung dalam total responden. Hasil menunjukkan bahwa indikator Sense memiliki tingkat kesetujuan tertinggi . responden setuju, 0 tidak setuju, 3 netra. , diikuti oleh Act . setuju, 0 tidak setuju, 4 netra. Feel . setuju, 1 tidak setuju, 8 netra. , dan Think . setuju, 3 tidak setuju, 3 netra. Persentase kesetujuan tertinggi pada Sense . ,4%) menunjukkan pengalaman sensorik yang kuat, sedangkan Think memiliki persentase terendah . ,9%) menunjukkan kebutuhan inovasi menu. Netral dominan pada Feel . ,9%), menandakan keraguan responden terhadap aspek emosional. Secara keseluruhan, variabel XCA menunjukkan kecenderungan positif, dengan total kesetujuan 118 responden dari 122 yang valid, namun variasi antar indikator perlu diperhatikan untuk peningkatan layanan. Tabel 3. Ringkasan Hasil Pra-Survei Kepercayaan Konsumen . Variabel / Indikator XCC Kepercayaan Setuju Tidak Setuju Total (Pertanyaa. (Oran. (Oran. Responden (Oran. Kredibilitas: AuSaya percaya Warung Makan Mie Ayam 33 menggunakan bahan makanan yang segar dan Ay Vol. No. Desember 2025 Halaman | 35 PENGARUH CUSTOMER EXPERIENCE DAN KEPERCAYAAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN WARUNG MAKAN MIE AYAM DIKAMPUNG PABUARAN. PONDOK AREN Integritas: AuWarung Makan Mie Ayam jujur dalam 30 memberikan informasi produk. Ay Keandalan: AuWarung Makan Mie Ayam menjaga cita 29 rasa makanan secara konsisten. Ay Sumber: Data Pra-Survei Warung Makan Mie Ayam . Variabel ini terdiri dari tiga indikator, yaitu Kredibilitas. Integritas, dan Keandalan, yang dievaluasi berdasarkan skor responden pada skala 1-5. Kategorisasi "Setuju" berlaku jika skor Ou 4, "Tidak Setuju" jika skor O 2, dan netral . kor = . tidak dihitung dalam total. Data menunjukkan bahwa Kredibilitas memiliki tingkat kesetujuan tertinggi . responden setuju, 2 tidak setuju, 0 netra. , diikuti oleh Integritas . setuju, 5 tidak setuju, 0 netra. , dan Keandalan . setuju, 6 tidak setuju, 0 netra. Persentase kesetujuan berkisar 82,9% hingga 94,3%, menunjukkan kepercayaan yang kuat secara umum, terutama pada kredibilitas bahan makanan. Tidak ada responden netral, yang menandakan keputusan yang tegas. Namun, peningkatan pada Keandalan diperlukan karena memiliki persentase kesetujuan terendah, yang dapat memengaruhi konsistensi pengalaman Artinya variabel XCC mencerminkan fondasi kepercayaan yang solid, dengan total kesetujuan 92 responden, mendukung hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Tabel 4. Ringkasan Hasil Pra-Survei Kepuasan Konsumen . Variabel / Indikator Setuju Tidak Setuju Y Kepuasan Konsumen (Oran. (Oran. (Pertanyaa. Kesesuaian Harapan: AuProduk dan pelayanan Warung 30 Makan Mie Ayam sesuai harapan saya. Ay Minat Beli Ulang: AuSaya berniat membeli kembali 31 makanan di Warung Mie Ayam. Ay Word of Mouth / Rekomendasi: AuSaya akan 32 merekomendasikan Warung Mie Ayam kepada teman atau keluarga. Ay Sumber: Data Pra-Survei Warung Makan Mie Ayam . Total Responden (Oran. Variabel ini meliputi tiga indikator, yaitu Kesesuaian Harapan. Minat Beli Ulang, dan Word of Mouth, yang diukur dengan skor 1-5. Kategorisasi "Setuju" untuk skor Ou 4, "Tidak Setuju" untuk skor O 2, dan netral . kor = . tidak dihitung. Hasil menunjukkan Word of Mouth memiliki kesetujuan tertinggi . responden setuju, 3 tidak setuju, 0 netra. , diikuti oleh Minat Beli Ulang . setuju, 4 tidak setuju, 0 netra. , dan Kesesuaian Harapan . setuju, 5 tidak setuju, 0 netra. Persentase kesetujuan antara 85,7% hingga 91,4%, menandakan kepuasan yang tinggi, terutama dalam rekomendasi. Tidak ada responden netral, yang menunjukkan opini yang jelas. Kesesuaian Harapan dengan persentase terendah . ,7%) menyarankan fokus pada pemenuhan ekspektasi untuk meningkatkan loyalitas. Artinya variabel Y menunjukkan kepuasan konsumen yang positif, dengan total kesetujuan 93 responden, yang mendukung potensi pertumbuhan bisnis melalui ulangan dan promosi mulut ke mulut. Hasil survei ini menunjukkan bahwa persepsi konsumen terhadap pengalaman dan kepercayaan pelanggan cukup baik, tetapi belum optimal. Dimensi Think . ognitif & inovas. dan Kepercayaan . redibilitas, integritas, keandala. merupakan kelemahan utama, yang mencerminkan kesenjangan antara harapan konsumen dan pengalaman nyata. Distribusi tanggapan responden diilustrasikan lebih lanjut pada Tabel 5. Tabel 5. Distribusi Tanggapan Responden Berdasarkan Variabel Penelitian . = . Jenis Keluhan / Indikator Pertanyaan (Oran. (Oran. (Oran. Makanan tidak enak . asa kurang konsiste. Vol. No. Desember 2025 Halaman | 36 PENGARUH CUSTOMER EXPERIENCE DAN KEPERCAYAAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN WARUNG MAKAN MIE AYAM DIKAMPUNG PABUARAN. PONDOK AREN Kebersihan kurang . empat kotor, pelayanan tidak higieni. 80 Harga mahal . idak sesuai kualita. Sumber: Data Pra-Survei Warung Makan Mie Ayam . Data ini mengungkap kesenjangan antara potensi pasar dan realitas penurunan kepuasan, di mana ekspektasi konsumen akan layanan cepat dan kepercayaan tinggi tidak terpenuhi, sehingga menimbulkan ketidakpuasan yang berdampak pada pendapatan. Kesimpulan ini selaras dengan skor kepuasan rata-rata sebesar 2,46, yang menunjukkan tingkat sedang hingga rendah. Secara teoritis, temuan ini selaras dengan Expectation Disconfirmation Theory (EDT), yang menyatakan kepuasan muncul ketika performa aktual melampaui ekspektasi, atau sebaliknya, ketidakpuasan terjadi jika performa di bawah ekspektasi. EDT menjelaskan pembentukan ekspektasi konsumen berdasarkan pengalaman sebelumnya, informasi eksternal, atau janji pemasaran, kemudian perbandingan dengan pengalaman nyata. Dalam konteks ini, jika pengalaman pelanggan dan kepercayaan di warung tidak memenuhi ekspektasi, kepuasan menurun, seperti tercermin dalam data penjualan dan survei. Model ini dapat diuji melalui analisis regresi dalam penelitian kuantitatif untuk mengukur hubungan kausal. Berdasarkan tinjauan literatur, hubungan antara pengalaman pelanggan, kepercayaan, dan kepuasan konsumen telah terbukti empiris. Pengalaman pelanggan secara signifikan memengaruhi kepuasan di UMKM kuliner Greater Jakarta sebesar 38% (Hidayat et al. , 2. Trust dan satisfaction pada layanan pengiriman makanan online dipengaruhi secara signifikan oleh E-WOM dan kualitas layanan, serta trust berperan sebagai mediasi antara E-WOM dan Service Quality terhadap Satisfaction (Qadri et al. , 2. Persepsi kepercayaan dan kebersihan di vendor makanan kecil berkontribusi pada kepuasan konsumen (Kurniawan & Rahman, 2. EDT diterapkan dalam literatur ini untuk menjelaskan disonansi antara ekspektasi dan performa, seperti dalam studi Kusumawardhani & Rahman . , yang menguji teori tersebut pada UMKM kuliner pasca-pandemi. Penelitian ini difokuskan pada analisis pengaruh pengalaman pelanggan dan kepercayaan terhadap kepuasan konsumen di Warung Makan Mie Ayam Kampung Pabuaran. Pondok Aren, menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengisi kesenjangan pengetahuan tentang faktor spesifik penurunan penjualan. Temuan diharapkan memberikan rekomendasi strategis bagi pemilik usaha untuk meningkatkan kualitas layanan, mempertahankan pangsa pasar di industri kuliner kompetitif, dan menghubungkan langsung ke rumusan masalah tentang pengaruh variabel tersebut. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian asosiatif, yang menurut Sugiyono . bertujuan untuk mengetahui pengaruh atau hubungan antara dua variabel atau lebih. Dengan pendekatan ini, penelitian asosiatif memungkinkan pembangunan teori yang dapat menjelaskan, meramalkan, dan mengontrol gejala tertentu dalam konteks bisnis kuliner. Dalam hal ini, penelitian ini difokuskan pada analisis hubungan antara customer experience dan kepercayaan sebagai variabel independen dengan kepuasan konsumen sebagai variabel dependen di Warung Makan Mie Ayam Kampung Pabuaran. Pondok Aren. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, sebagaimana dijelaskan oleh Sugiyono . , yang berlandaskan pada filsafat positivisme. Pendekatan ini melibatkan pengujian hipotesis melalui pengumpulan data dari populasi atau sampel tertentu, dengan teknik pengambilan sampel yang umumnya dilakukan secara random. Data dikumpulkan menggunakan instrumen penelitian seperti kuesioner, dan analisis dilakukan secara kuantitatif atau statistik untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Metode ini dipilih karena sesuai dengan tujuan penelitian untuk mengukur pengaruh variabel secara empiris, seperti yang telah diterapkan dalam studi terkait UMKM kuliner pasca-COVID-19 (Adiwibowo & Suryadi, 2022. Ahmad & Ismail, 2. Dengan demikian, penelitian kuantitatif asosiatif ini memberikan landasan kuat untuk menghasilkan temuan yang dapat diandalkan dan dapat direplikasi dalam konteks serupa. Vol. No. Desember 2025 Halaman | 37 PENGARUH CUSTOMER EXPERIENCE DAN KEPERCAYAAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN WARUNG MAKAN MIE AYAM DIKAMPUNG PABUARAN. PONDOK AREN Tempat dan Waktu Penelitian Tempat dan waktu penelitian merupakan bagian penting dalam sebuah riset untuk memberikan gambaran jelas tentang lokasi pengumpulan data dan periode pelaksanaan, sehingga memastikan bahwa penelitian ini dilakukan secara sistematis dan dapat diverifikasi. Menurut Sugiyono . , tempat penelitian merujuk pada sasaran ilmiah untuk memperoleh data dengan tujuan dan kegunaan tertentu tentang hal yang objektif. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Warung Makan Mie Ayam Kampung Pabuaran, yang terletak di Jalan Raya Kampung Pabuaran. Pondok Aren. Kota Tangerang Selatan. Banten. Lokasi ini dipilih karena merupakan objek utama penelitian, di mana data dikumpulkan langsung dari konsumen yang berkunjung ke warung tersebut, memungkinkan observasi langsung terhadap interaksi pelanggan dengan layanan yang ditawarkan. Waktu Penelitian Waktu penelitian ini berlangsung selama kurang lebih 2 bulan, dimulai dari bulan September 2025 hingga Oktober 2025. Periode ini mencakup tahapan mulai dari observasi awal, pengumpulan data survei, hingga penyusunan laporan akhir, yang memungkinkan pengamatan mendalam terhadap dinamika kepuasan konsumen di tengah kondisi pasca-pandemi. Penelitian ini dilaksanakan di Warung Makan Mie Ayam Kampung Pabuaran. Pondok Aren. Kota Tangerang Selatan. Banten, dengan waktu pelaksanaan yang dimulai dari September 2025 sampai Oktober 2025. Rentang waktu ini mencakup seluruh proses penelitian, mulai dari persiapan instrumen hingga analisis data, untuk memastikan temuan yang akurat dan relevan dengan konteks UMKM kuliner di wilayah tersebut. Populasi dan Sampel Populasi Menurut Sugiyono . , populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek dengan kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Dari definisi tersebut, populasi merupakan keseluruhan karakteristik atau sifat subjek atau objek yang bisa dijadikan sampel. Dalam penelitian ini, populasi adalah seluruh konsumen yang berkunjung ke Warung Makan Mie Ayam Kampung Pabuaran selama tahun 2024, 045 orang, berdasarkan catatan penjualan warung yang tercatat dalam Tabel 1. Data ini didukung oleh tren UMKM kuliner pasca-COVID dari BPS . dan Dinas Koperasi UMKM Kota Tangerang Selatan . Sampel Sampel adalah sebagian subjek dalam populasi yang diteliti dan mampu mewakili populasi secara representatif. Menurut Sugiyono . , sampel adalah jumlah dan karakteristik yang dimiliki populasi tersebut. Sedangkan menurut Hidayat et al . , sampel adalah bagian atau wakil populasi yang diteliti. Dalam penelitian ini, sampel diambil dari survei kuesioner kepada 99 konsumen yang berkunjung dalam enam bulan terakhir, menggunakan skala Likert 5 poin dengan 12 pertanyaan. Teknik sampling adalah purposive sampling, dengan kriteria responden telah berkunjung minimal dua kali. Teknik Sampling Menurut Saputra et al . , teknik sampling adalah metode pengambilan sampel untuk Untuk mendapatkan sampel representatif, penulis menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%, sebagai berikut: ycA ycu= 1 ycA. 2 Vol. No. Desember 2025 Halaman | 38 PENGARUH CUSTOMER EXPERIENCE DAN KEPERCAYAAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN WARUNG MAKAN MIE AYAM DIKAMPUNG PABUARAN. PONDOK AREN Keterangan: n: Ukuran sampel N: Jumlah populasi . 045 konsume. e: Tingkat kesalahan . % atau 0,. Perhitungan: ycu= 1 12045. ycu= 1 120,45 ycu= 121,45 ycu OO 99,18 ycu= Berdasarkan perhitungan tersebut, diperoleh jumlah sampel sebanyak 99 responden. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data adalah proses mendapatkan informasi yang diperlukan untuk mengukur variabel penelitian. Menurut Sugiyono . , metode pengumpulan data adalah cara ilmiah untuk memperoleh data valid, yang bisa dibuktikan, dikembangkan menjadi pengetahuan, dan digunakan untuk memecahkan serta mengantisipasi masalah. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan melalui sumber primer dan sekunder untuk memastikan keakuratan dan relevansi dengan fokus pada customer experience, kepercayaan, dan kepuasan konsumen di Warung Makan Mie Ayam Kampung Pabuaran. DISKUSI DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Karakteristik Responden Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 35 responden yang merupakan konsumen Warung Makan Mie Ayam di Kampung Pabuaran. Pondok Aren. Tujuan penyajian karakteristik responden adalah untuk mengetahui profil konsumen secara umum sehingga hasil penelitian dapat diinterpretasikan dengan lebih akurat dan kontekstual. Karakteristik yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari jenis kelamin, usia, dan frekuensi pembelian per minggu. Pemilihan ketiga karakteristik tersebut dianggap relevan karena dapat menggambarkan perilaku konsumen terhadap pengalaman pembelian serta rasa percaya terhadap warung makan tersebut di era digital saat ini. Total Total Tabel 6. Karakteristik Responden Jenis Kelamin Jumlah Persentase Laki-laki 37,1% Perempuan 62,9% 35 Responden Kelompok Usia Jumlah Persentase < 20 tahun 22,9% 20Ae25 tahun 54,3% 26Ae30 tahun 11,4% > 30 tahun 11,4% 35 Responden Frekuensi Pembelian Jumlah Persentase 1 kali 45,7% Vol. No. Desember 2025 Halaman | 39 PENGARUH CUSTOMER EXPERIENCE DAN KEPERCAYAAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN WARUNG MAKAN MIE AYAM DIKAMPUNG PABUARAN. PONDOK AREN Total 2 kali 3Ae4 kali > 4 kali 35 Responden 22,9% 20,0% 11,4% Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen Warung Mie Ayam didominasi oleh perempuan . ,9%), yang mengindikasikan peran dan preferensi perempuan yang lebih tinggi dalam keputusan pembelian makanan. Mayoritas responden berada pada rentang usia 20Ae25 tahun . ,3%), yaitu kelompok usia yang aktif, adaptif terhadap teknologi, dan memiliki mobilitas tinggi, sehingga relevan dengan pemanfaatan media digital dalam pengalaman pembelian, sementara konsumen usia di bawah 20 tahun juga cukup signifikan . ,9%). Dari sisi frekuensi pembelian, sebagian besar responden melakukan pembelian satu kali dalam seminggu . ,7%), namun terdapat pula pelanggan yang membeli lebih dari empat kali dalam seminggu . ,4%), yang menunjukkan adanya pelanggan tetap serta pengalaman dan tingkat kepercayaan yang positif terhadap produk dan pelayanan warung tersebut. Uji Instrumen Penelitian Uji Validitas Pengujian validitas bertujuan untuk memastikan bahwa setiap pernyataan dalam kuesioner dapat mengukur variabel yang dimaksud secara akurat. Proses ini melibatkan perbandingan antara nilai r hitung yang diperoleh dari output SPSS pada kolom Corrected Item-Total Correlation dengan nilai r tabel. Nilai r tabel dihitung menggunakan rumus df = n Ae 2 (Ghozali, 2. , di mana n adalah jumlah responden. Dengan n = 35, maka df = 33, dan pada tingkat signifikansi 5%, r tabel adalah 0,334. Kriteria validitas yang digunakan adalah sebagai berikut: Jika r hitung > r tabel, maka pernyataan dinyatakan valid. Jika r hitung < r tabel, maka pernyataan dinyatakan tidak valid. Berikut adalah hasil pengujian validitas untuk masing-masing variabel. Item Pernyataan X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. Item Pernyataan X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. Tabel 7. Hasil Uji Validitas r Hitung r Tabel 0,666 0,334 0,599 0,334 0,551 0,334 0,685 0,334 0,613 0,334 0,596 0,334 0,645 0,334 0,607 0,334 0,729 0,334 0,583 0,334 0,567 0,334 0,477 0,334 r Hitung r Tabel 0,642 0,334 0,824 0,334 0,528 0,334 0,641 0,334 0,764 0,334 0,687 0,334 0,619 0,334 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Vol. No. Desember 2025 Halaman | 40 PENGARUH CUSTOMER EXPERIENCE DAN KEPERCAYAAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN WARUNG MAKAN MIE AYAM DIKAMPUNG PABUARAN. PONDOK AREN X2. 0,690 0,334 X2. 0,549 0,334 Item Pernyataan r Hitung r Tabel 0,641 0,334 0,602 0,334 0,527 0,334 0,634 0,334 0,584 0,334 0,556 0,334 0,690 0,334 0,609 0,334 0,622 0,334 Sumber: Output SPSS 29 . ata diola. Valid Valid Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan hasil uji validitas, seluruh indikator pada variabel Customer Experience (X. yang terdiri dari 12 pernyataan, variabel Trust (X. dengan 9 pernyataan, serta variabel Kepuasan Konsumen (Y) yang juga terdiri dari 9 pernyataan menunjukkan nilai r hitung lebih besar dari r tabel, sehingga seluruh item pernyataan dinyatakan valid dan layak digunakan dalam penelitian. Uji Reliabilitas Pengujian reliabilitas bertujuan untuk menilai konsistensi instrumen dalam memberikan hasil yang stabil dari waktu ke waktu. Dalam penelitian ini, reliabilitas diukur menggunakan nilai CronbachAos Alpha dari output SPSS. Menurut Ghozali . , instrumen dianggap reliabel jika nilai CronbachAos Alpha Ou 0,60, yang menunjukkan bahwa hasil pengukuran akan konsisten jika dilakukan Hasil pengujian reliabilitas untuk masing-masing variabel ditampilkan dalam tabel berikut. Variabel Customer Experience (X. Trust (X. Kepuasan Konsumen (Y) Tabel 8. Hasil Uji Reliabilitas CronbachAos Alpha 0,894 0,893 0,869 Sumber: Output SPSS 29 . ata diola. Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Berdasarkan tabel di atas, semua variabel menunjukkan nilai CronbachAos Alpha yang melebihi 0,60, sehingga instrumen penelitian dinyatakan reliabel dan dapat digunakan untuk pengumpulan data. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah residual dalam model regresi menyebar secara normal. Residual yang berdistribusi normal menjadi syarat penting agar estimasi regresi bersifat tidak bias. Pada penelitian ini uji normalitas dilakukan menggunakan One Sample KolmogorovAeSmirnov Test melalui SPSS. Tabel 9. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Normal Parametersa,b Mean Unstandardized Residual Vol. No. Desember 2025 Halaman | 41 PENGARUH CUSTOMER EXPERIENCE DAN KEPERCAYAAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN WARUNG MAKAN MIE AYAM DIKAMPUNG PABUARAN. PONDOK AREN Most Extreme Differences Test Statistic Asymp. Sig. -taile. c Monte Carlo Sig. -taile. d Std. Deviation Absolute Positive Negative Sig. 99% Confidence Interval Lower Bound Upper Bound Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Lilliefors' method based on 10000 Monte Carlo samples with starting seed 2000000. Sumber: Hasil Output SPSS 29 Interpretasi Nilai Asymp. Sig. -taile. = 0,009, yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa residual tidak berdistribusi normal secara statistik. Namun demikian, dalam analisis regresi, ketidaknormalan residual bukan pelanggaran berat selama jumlah data di atas 30 (N=. , karena berdasarkan Teorema Limit Pusat (Central Limit Theore. , model regresi tetap dapat digunakan selama asumsi lain terpenuhi . ultikolinearitas & heteroskedastisita. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan untuk memastikan bahwa antar variabel independen tidak memiliki hubungan yang terlalu kuat. Model regresi yang baik adalah ketika antar variabel bebas tidak saling memengaruhi secara berlebihan. Indikator yang digunakan: A Tolerance > 0,10 Ie tidak terjadi multikolinearitas A VIF < 10 Ie tidak terjadi multikolinearitas Tabel 10. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Collinearity Statistics Model Tolerance VIF total_x1 total_x2 Dependent Variable: total_y Sumber: Hasil Output SPSS 29 Interpretasi : Nilai Tolerance sebesar 0,278 (> 0,. dan VIF sebesar 3,592 (< . pada kedua variabel independen (X1 dan X. menunjukkan bahwa: Tidak terdapat masalah multikolinearitas. Model regresi layak dilanjutkan karena variabel independen tidak saling memengaruhi secara berlebihan. Uji Heteroskedastisitas (Glejse. Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui apakah terdapat ketidaksamaan varians residual pada setiap nilai prediksi. Pengujian dilakukan dengan metode Glejser, yaitu meregresikan nilai residual absolut (ABS_RES) dengan variabel independen. Kriteria: A Sig. < 0,05 Ie terjadi heteroskedastisitas Vol. No. Desember 2025 Halaman | 42 PENGARUH CUSTOMER EXPERIENCE DAN KEPERCAYAAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN WARUNG MAKAN MIE AYAM DIKAMPUNG PABUARAN. PONDOK AREN A Sig. > 0,05 Ie tidak terjadi heteroskedastisitas Tabel 11. Hasil Uji Heteroskedastisitas (Glejse. Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. total_x1 total_x2 Dependent Variable: total_y Sumber: Hasil Output SPSS 29 Sig. Collinearity Statistics Tolerance VIF Interpretasi Variabel: total_x1 memiliki Sig. = 0,003 (< 0,. total_x2 memiliki Sig. = 0,002 (< 0,. Hal ini menunjukkan bahwa: Model mengalami heteroskedastisitas berdasarkan uji Glejser. Namun heteroskedastisitas tidak selalu membatalkan model, karena dapat ditangani dengan: transformasi data . og, square roo. , atau memakai regresi robust (Huber-Whit. Karena penelitian sosial dengan skala likert sering mengalami pola ini, kondisi tersebut masih dapat diterima selama scatterplot tidak menunjukkan pola tertentu. Uji Scatterplot Heteroskedastisitas Ghozali . menyatakan bahwa pendeteksian heteroskedastisitas juga dapat dilakukan melalui scatterplot. Dasar Penilaian Jika titik-titik membentuk pola tertentu . elombang, corong melebar/menyempi. Ie Jika titik menyebar acak di atas dan bawah sumbu Y Ie tidak terjadi heteroskedastisitas Gambar 1. Hasil Uji Scatterplot Heteroskedastisitas Vol. No. Desember 2025 Halaman | 43 PENGARUH CUSTOMER EXPERIENCE DAN KEPERCAYAAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN WARUNG MAKAN MIE AYAM DIKAMPUNG PABUARAN. PONDOK AREN Sumber: Hasil Output SPSS 29 Interpretasi Berdasarkan scatterplot, terlihat bahwa: Titik-titik menyebar secara acak Tidak terlihat pola tertentu yang teratur Penyebaran residual berada di atas dan bawah garis 0 Sehingga secara visual: Tidak terdapat indikasi heteroskedastisitas berdasarkan scatterplot. Meskipun uji Glejser signifikan, scatterplot menunjukkan pola residual yang acak sehingga model regresi masih layak digunakan. Analisis Data (Uji Statisti. Uji Regresi Linear Sederhana Analisis Regresi Linear Sederhana Customer Experience (X. terhadap Kepuasan Konsumen (Y). Tabel 12. Output Regresi Linear Sederhana Customer Experience (X. Terhadap Kepuasan Konsumen (Y) Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. (Constan. Customer_Experience 905 <. Dependent Variable: Kepuasan Sumber: Hasil Output SPSS 29 Berdasarkan hasil perhitungan regresi pada tabel di atas, maka dapat diperoleh persamaan regresi sebesar Y = 3. 676 X1. Dari persamaan di atas maka dapat disimpulkan sebagai Nilai konstanta sebesar 3. 225 diartikan bahwa jika variabel Customer Experience (X. tidak ada atau konstan atau bernilai nol maka telah terdapat nilai Kepuasan Konsumen (Y) sebesar 3. Nilai koefisien regresi Customer Experience (X. 676 dan bertanda positif, diartikan apabila konstanta tetap dan tidak ada perubahan pada variabel Kepercayaan (X. maka setiap peningkatan 1 unit pada variabel Customer Experience (X. akan mengakibatkan terjadinya perubahan pada Kepuasan Konsumen (Y) sebesar 0. 676 point. Tabel 13. Output Regresi Linear Sederhana Kepercayaan (X. Terhadap Kepuasan Konsumen (Y) Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. (Constan. Kepercayaan 032 <. Dependent Variable: Kepuasan Sumber: Hasil Output SPSS 29 Berdasarkan hasil perhitungan regresi pada tabel di atas, maka dapat diperoleh persamaan regresi sebesar Y = 2. 899 X2. Dari persamaan di atas maka dapat disimpulkan sebagai Nilai konstanta sebesar 2. 598 diartikan bahwa jika variabel Kepercayaan (X. tidak ada atau konstan atau bernilai nol maka telah terdapat nilai Kepuasan Konsumen (Y) sebesar 2. 598 point. Vol. No. Desember 2025 Halaman | 44 PENGARUH CUSTOMER EXPERIENCE DAN KEPERCAYAAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN WARUNG MAKAN MIE AYAM DIKAMPUNG PABUARAN. PONDOK AREN Nilai koefisien regresi Kepercayaan (X. 899 dan bertanda positif, diartikan apabila konstanta tetap dan tidak ada perubahan pada variabel Customer Experience (X. , maka setiap peningkatan 1 unit pada variabel Kepercayaan (X. akan mengakibatkan terjadinya peningkatan pada Kepuasan Konsumen (Y) sebesar 0. 899 point. Analisis Regresi Linear Berganda Uji regresi berganda ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel X1, dan X2 terhadap variabel Y. Dalam penelitian ini adalah Customer Experience (X. dan Kepercayaan (X. serta Kepuasan Konsumen (Y). Berikut ini hasil olahan data regresi dengan SPSS yang dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 14. Output Regresi Linear Berganda Customer Experience (X. Dan Kepercayaan (X. Terhadap Kepuasan Konsumen (Y) Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Collinearity Statistics Model Std. Error Beta Sig. Tolerance VIF (Constan. Customer_ . Experienc Kepercaya . Dependent Variable: Kepuasan Sumber: Hasil Output SPSS 29 Berdasarkan hasil perhitungan regresi pada tabel di atas, maka dapat diperoleh persamaan regresi sebesar Y = 0. 359 X1 0. 495 X2. Dari persamaan di atas maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Nilai konstanta sebesar 0. 325 diartikan bahwa jika variabel Customer Experience (X. dan Kepercayaan (X. tidak ada atau konstan atau bernilai nol maka telah terdapat nilai Kepuasan Konsumen (Y) sebesar 0. 325 point. Nilai 0. 359 diartikan apabila konstanta tetap dan tidak ada perubahan pada variabel Kepercayaan (X. , maka setiap peningkatan 1 unit pada variabel Customer Experience (X. akan mengakibatkan terjadinya peningkatan pada Kepuasan Konsumen (Y) sebesar 0. 359 point. Nilai 0. 495 diartikan apabila konstanta tetap dan tidak ada peningkatan pada variabel Customer Experience (X. , maka setiap perubahan 1 unit pada variabel Kepercayaan (X. akan mengakibatkan terjadinya peningkatan pada Kepuasan Konsumen (Y) sebesar 0. 495 point. Analisis Koefisien Korelasi (R) Analisis koefisien korelasi digunakan untuk mengetahui tingkat kekuatan hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen, baik secara parsial maupun simultan. Untuk menginterpretasikan nilai korelasi, digunakan kriteria pada tabel berikut: Tabel 15. Interpretasi Koefisien Korelasi Nilai Korelasi Tingkat Hubungan 0,00 Ae 0,199 Sangat rendah 0,200 Ae 0,399 Rendah 0,400 Ae 0,599 Sedang 0,600 Ae 0,799 Kuat 0,800 Ae 1,000 Sangat kuat Sumber: Sugiyono . Vol. No. Desember 2025 Halaman | 45 PENGARUH CUSTOMER EXPERIENCE DAN KEPERCAYAAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN WARUNG MAKAN MIE AYAM DIKAMPUNG PABUARAN. PONDOK AREN Tabel 16. Hasil Analisis Koefisien Korelasi Secara Parsial Customer Experience (X. Terhadap Kepuasan Konsumen (Y) Correlations Customer_Experience Kepercayaan Kepuasan Customer_Experience Pearson Correlation Sig. -taile. Kepercayaan Pearson Correlation Sig. -taile. Kepuasan Pearson Correlation Sig. -taile. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Sumber: Hasil Output SPSS 29 Berdasarkan tabel di atas, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0. 865, yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara variabel Customer Experience (X. dan Kepuasan Konsumen (Y) dengan tingkat hubungan sangat kuat. Tabel 17. Hasil Analisis Koefisien Korelasi Secara Parsial Variabel Kepercayaan (X. Terhadap Kepuasan Konsumen (Y) Correlations Customer_ Experience Kepercayaan Kepuasan Customer_Experience Pearson Correlation Sig. -taile. Kepercayaan Pearson Correlation Sig. -taile. Kepuasan Pearson Correlation Sig. -taile. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Sumber: Hasil Output SPSS 29 Dari tabel tersebut, nilai koefisien korelasi variabel Kepercayaan (X. terhadap Kepuasan Konsumen (Y) adalah 0. 868, yang berarti terdapat hubungan positif dengan tingkat hubungan sangat Tabel 18. Hasil Analisis Koefisien Korelasi Secara Simultan Variabel Customer Experience (X. Dan Kepercayaan (X. Terhadap Kepuasan Konsumen (Y) Model Summary Change Statistics Adjusted R Std. Error of Sig. Model R Square Square the Estimate R Square Change F Change df1 df2 Change 2 32 <. Predictors: (Constan. , total_x2, total_x1 Vol. No. Desember 2025 Halaman | 46 PENGARUH CUSTOMER EXPERIENCE DAN KEPERCAYAAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN WARUNG MAKAN MIE AYAM DIKAMPUNG PABUARAN. PONDOK AREN Sumber: Hasil Output SPSS 29 Nilai korelasi simultan sebesar 0. 901 menunjukkan bahwa Customer Experience (X. dan Kepercayaan (X. secara bersama-sama memiliki hubungan positif yang sangat kuat terhadap Kepuasan Konsumen (Y). Koefisien Determinasi (RA) Koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa besar pengaruh variabel Customer Experience dan Kepercayaan terhadap Kepuasan Konsumen, baik secara parsial maupun Rumus yang digunakan adalah: KD = RA y 100% Tabel 19. Hasil Koefisien Determinasi Secara Parsial Variabel Customer Experience (X. Terhadap Kepuasan Konsumen (Y) Model Summary R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Customer_Experience Sumber: Hasil Output SPSS 29 Nilai R Square sebesar 0. 748 berarti Customer Experience memberikan pengaruh terhadap Kepuasan Konsumen sebesar 74. 8%, sedangkan sisanya 25. 2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti (Sugiyono, 2021:. Tabel 20. Hasil Koefisien Determinasi Secara Parsial Variabel Kepercayaan (X. Terhadap Kepuasan Konsumen (Y) Model Summary R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Kepercayaan Sumber: Hasil Output SPSS 29 Nilai R Square sebesar 0. 753 menunjukkan bahwa Kepercayaan berpengaruh terhadap Kepuasan Konsumen sebesar 75. 3%, sedangkan 24. 7% dipengaruhi oleh variabel lain di luar Tabel 21. Hasil Koefisien Determinasi Secara Simultan Variabel Kualitas Pelayanan (X. Dan Kepercayaan (X. Terhadap Kepuasan Konsumen (Y) Model Summary Std. Error of the Model R Square Adjusted R Square Estimate Predictors: (Constan. Kepercayaan. Customer_Experience Sumber: Hasil Output SPSS 29 Nilai R Square sebesar 0. 812 menunjukkan bahwa Customer Experience dan Kepercayaan secara simultan berpengaruh terhadap Kepuasan Konsumen sebesar 81. 2%, sedangkan 18. dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian (Sugiyono, 2021:. Pengujian Hipotesis Secara Parsial . Untuk pengujian pengaruh antara variabel Customer Experience (X. dan Kepercayaan (X. terhadap Kepuasan Konsumen dapat dilakukan dengan uji statistik t . ji secara parsia. Dalam Vol. No. Desember 2025 Halaman | 47 PENGARUH CUSTOMER EXPERIENCE DAN KEPERCAYAAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN WARUNG MAKAN MIE AYAM DIKAMPUNG PABUARAN. PONDOK AREN penelitian ini digunakan kriteria signifikansi 5% . dengan membandingkan t hitung dengan t tabel yaitu sebagai berikut: Jika t hitung < t tabel : berarti H0 diterima dan H1 ditolak ( = 5%) . Jika t hitung > t tabel : berarti H0 ditolak dan H1 diterima ( = 5%) Adapun untuk menentukan besarnya t tabel dicari dengan menggunakan rumus berikut ini: t tabel = t. df (Taraf Alpha x Degree of Freedo. = taraf nyata 5% df = . , maka diperoleh . = 32 t tabel = 2. Pengaruh Customer Experience (X. Terhadap Kepuasan Konsumen (Y) Menentukan rumusan hipotesisnya adalah : H0 : = 0 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara Customer Experience terhadap Kepuasan Konsumen secara parsial. H1 : O 0 : Terdapat pengaruh yang signifikan antara Customer Experience terhadap Kepuasan Konsumen secara parsial. Adapun hasil pengolahan data menggunakan program SPSS, dengan hasil sebagai berikut: Tabel 22. Hasil Uji t Customer Experience (X. Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Collinearity Statistics Model Std. Error Beta Sig. Tolerance VIF 1 (Constan. Customer_Ex . Kepercayaan . Dependent Variable: Kepuasan Sumber: Hasil Output SPSS 29 Dari tabel di atas dikatakan positif karena diperoleh nilai t hitung > t tabel . 160 > 2. untuk itu H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan 003 < 0. 05 secara parsial antara Customer Experience terhadap Kepuasan Konsumen. Pengaruh Kepercayaan (X. Terhadap Kepuasan Konsumen (Y) Menentukan rumusan hipotesisnya adalah: H0 : = 0 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara Kepercayaan terhadap Kepuasan Konsumen secara parsial. H1 : O 0 : Terdapat pengaruh yang signifikan antara Kepercayaan terhadap Kepuasan Konsumen secara parsial. Adapun hasil pengolahan data menggunakan SPSS dengan hasil berikut: Tabel 23. Hasil Uji t Variabel Kepercayaan (X. Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. 1 (Constan. Customer_Ex . Kepercayaan . Dependent Variable: Kepuasan Sumber: Hasil Output SPSS 29 Collinearity Statistics Tolerance VIF Vol. No. Desember 2025 Halaman | 48 PENGARUH CUSTOMER EXPERIENCE DAN KEPERCAYAAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN WARUNG MAKAN MIE AYAM DIKAMPUNG PABUARAN. PONDOK AREN Dari tabel di atas dikatakan positif diperoleh nilai t hitung > t tabel . 286 > 2. untuk itu H0 ditolak dan H1 diterima, hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan sebesar 002 < 0. 05 secara parsial antara Kepercayaan terhadap Kepuasan Konsumen. Uji Hipotesis Secara Simultan (Uji F) Sebagai pembanding untuk melihat pengaruh signifikan, maka digunakan kriteria signifikan 5% . dan membandingkan antara F hitung dengan F tabel dengan ketentuan sebagai Jika F hitung < F tabel : berarti H0 diterima dan H1 ditolak ( = 5%) Jika F hitung > F tabel : berarti H0 ditolak dan H1 diterima ( = 5%) Adapun untuk menentukan besarnya F tabel dicari dengan ketentuan : taraf nyata 5%, df = . -k-. , maka diperoleh . -2-. = 32. F tabel = 3. Adapun hasil pengolahan data pengujian F menggunakan program SPSS, dengan hasil sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Pengolahan Data Pengujian F Simultan ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: Kepuasan Predictors: (Constan. Kepercayaan. Customer_Experience Sumber: Hasil Output SPSS 29 Sig. Dari tabel di atas dikatakan positif diperoleh nilai F hitung = 69. 025 > 3. 32 atau (F hitung > F tabe. sehingga H0 ditolak dan H1 diterima dan terdapat pengaruh signifikan 0. 000 < 0. 05 secara simultan antara Customer Experience dan Kepercayaan terhadap Kepuasan Konsumen. Pembahasan Penelitian Pengaruh Customer Experience (X. Terhadap Kepuasan Konsumen (Y) Berdasarkan hasil perhitungan regresi pada tabel di atas, maka dapat diperoleh persamaan regresi sebesar Y = 0. 359 X1. Koefisien korelasi sebesar 0. 865 artinya kedua variabel mempunyai tingkat hubungan yang Sangat Kuat. Nilai determinasi atau kontribusi pengaruh Customer Experience (X. terhadap Kepuasan Konsumen (Y) adalah sebesar 74. 8% sedangkan sisanya sebesar 25. 2% dipengaruhi oleh faktor lain. Uji hipotesis diperoleh nilai t hitung > t tabel atau . 160 > 2. , hal ini diperkuat dengan probability significancy 0. 003 < 0. 05 dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima artinya terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara Customer Experience terhadap Kepuasan Konsumen pada Warung Makan Mie Ayam di Kampung Pabuaran. Pondok Aren. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Felix & Rembulan . menunjukkan bahwa Customer Experience berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen dalam industri ecommerce di Indonesia. Pengaruh Customer Experience terhadap kepuasan konsumen memiliki nilai t hitung yang signifikan. Dengan nilai koefisien regresi yang positif. Pengaruh Kepercayaan (X. Terhadap Kepuasan Konsumen (Y) Berdasarkan hasil perhitungan regresi pada tabel di atas, maka dapat diperoleh persamaan regresi sebesar Y = 0. 495 X2. Koefisien korelasi sebesar 0. 868 artinya kedua variabel mempunyai tingkat hubungan yang Sangat Kuat. Nilai determinasi atau kontribusi pengaruh Kepercayaan (X. terhadap Kepuasan Konsumen (Y) adalah sebesar 75. 3% sedangkan sisanya 7% dipengaruhi oleh faktor lain. Uji hipotesis diperoleh nilai t hitung > t tabel atau . > 2. , hal ini diperkuat dengan probability significancy 0. 002 < 0. 05 dengan demikian H0 ditolak Vol. No. Desember 2025 Halaman | 49 PENGARUH CUSTOMER EXPERIENCE DAN KEPERCAYAAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN WARUNG MAKAN MIE AYAM DIKAMPUNG PABUARAN. PONDOK AREN dan H1 diterima artinya terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara Kepercayaan terhadap Kepuasan Konsumen pada Warung Makan Mie Ayam di Kampung Pabuaran. Pondok Aren. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Kurniadi . menunjukkan bahwa Kepercayaan berpengaruh positif terhadap Kepuasan Konsumen. Kepercayaan terhadap Kepuasan Konsumen memiliki nilai t hitung sebesar signifikan. Dengan nilai koefisien regresi yang positif. Pengaruh Customer Experience (X. dan Kepercayaan (X. Terhadap Kepuasan Konsumen (Y) Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa Customer Experience (X. dan Kepercayaan (X. berpengaruh positif terhadap Kepuasan Konsumen dengan diperoleh persamaan regresi Y = 0. 359 X1 0. 495 X2. Nilai koefisien korelasi atau tingkat pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat diperoleh sebesar 0. 901 artinya variabel Customer Experience (X. dan Kepercayaan (X. mempunyai tingkat hubungan yang Sangat Kuat terhadap Kepuasan Konsumen (Y). Nilai koefisien determinasi atau kontribusi pengaruh secara simultan sebesar 81. sedangkan sisanya sebesar 18. 8% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dilakukan penelitian. Uji hipotesis diperoleh nilai F hitung > F tabel atau 69. 025 > 3. 32, hal ini juga diperkuat dengan A value < Sig. 05 atau . 000 < 0. Dengan demikian H0 ditolak dan H3 diterima. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara Customer Experience dan Kepercayaan terhadap Kepuasan Konsumen pada Warung Makan Mie Ayam di Kampung Pabuaran. Pondok Aren. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Saputra et al. menunjukkan bahwa Customer Experience dan Kepercayaan berpengaruh positif terhadap Kepuasan Konsumen. Customer Experience dan Kepercayaan terhadap Kepuasan Konsumen memiliki nilai F hitung sebesar Dengan nilai koefisien regresi yang positif. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis mengenai pengaruh Customer Experience (X. dan Kepercayaan (X. terhadap Kepuasan Konsumen (Y) pada Warung Makan Mie Ayam di Kampung Pabuaran. Pondok Aren, dapat dirangkum beberapa poin berikut: Customer Experience terbukti memberikan pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap tingkat Kepuasan Konsumen. Hal ini terlihat dari hasil uji t yang menunjukkan bahwa nilai t hitung . lebih besar daripada t tabel . dengan nilai signifikansi 0,003 yang berada di bawah batas 0,05. Koefisien regresi yang bernilai positif juga menegaskan bahwa semakin baik pengalaman yang dirasakan pelanggan, maka tingkat kepuasan mereka akan semakin Kepercayaan konsumen juga memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap Kepuasan Konsumen. Hasil uji t menunjukkan bahwa t hitung . melebihi t tabel . , dengan nilai signifikansi 0,002 < 0,05. Koefisien regresi positif mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kepercayaan pelanggan, semakin tinggi pula tingkat kepuasan yang mereka rasakan. Variabel Customer Experience dan Kepercayaanberpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Konsumen. Hal tersebut diperkuat oleh nilai F hitung . yang jauh lebih besar daripada F tabel . dengan nilai signifikansi 0,000. Kedua variabel ini secara kolektif memberikan kontribusi sebesar 81,2% terhadap Kepuasan Konsumen, yang menunjukkan bahwa keduanya memiliki peran penting dalam membentuk kepuasan pelanggan di warung makan tersebut. REFERENSI