Jurnal Kesehatan Perintis 11 . 2024: 60-66 Contents list available at JKP website Jurnal Kesehatan Perintis Journal homepage: https://jurnal. id/index. php/JKP Pijat Oksitoksin terhadap Produksi ASI pada Ibu Nifas 2-7 Hari Triveni Triveni*. Sri Ramadhani Fitri. Zikra Afri Rahayu Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Perintis Indonesia. Sumatra Barat. Indonesia Article Information : Received 17 May 2024. Accepted 29 June 2024. Published online 30 June 2024 *Corresponding author: trivennivenni@rocketmail. ABSTRAK Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik untuk bayi yang baru lahir dan merupakan satu Ae satunya makanan sehat yang diperlukan bayi pada awal Ae awal kehidupannya. Pengeluaran ASI merupakan rangsangan yang sangat kompleks antara saraf dan bermacammacam hormone. Agar produksi ASI berjalan dengan lancar, maka diperlukan pengetahuan ibu nifas tentang pijat oksitosin dalam kelancaran ASI. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat oksitoksin terhadap pengeluaran ASI di Klinik Smile Mom and Baby Spa Kota Padang Panjang. Study ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain one group pretest and posttest terhadap 18 orang ibu post partum yang dipilih secara purposive. Intervensi dilakukan pada bulan Agustus 2022 Ae April 2023 di Klinik Smile Mom and Baby Spa. Analisis data yang digunakan adalah paired T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pijat oksitoksin berpengaruh bermakna terhadap produksi ASI ibu postpartum dengan nilai P = 0. Rerata nilai peningkatan produksi ASI adalah 8,25 cc. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pijat oksitoksin terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas. Kata Kunci : Pijat oksitoksin, produksi ASI, massage ABSTRACT Mother's milk (ASI) is the best food for newborn babies and is the only healthy food that babies need at the beginning of their life. The release of breast milk is a very complex stimulation between nerves and various hormones. In order for breast milk production to run smoothly, postpartum mothers need knowledge about oxytocin massage to ensure smooth The general aim of this research is to determine the effect of oxytocin massage on breast milk production at the Smile Mom and Baby Spa Clinic. Padang Panjang City. This study is a quasi-experimental research with a one group pretest and posttest design on 18 post partum mothers who were selected purposively. The intervention will be carried out in August 2022 Ae April 2023 at the Smile Mom and Baby Spa Clinic. The data analysis used is paired T-Test. The results of the study showed that oxytocin massage had a significant effect on postpartum mothers' breast milk production with a value of P = 0. The average value of increasing breast milk production was 8. 25 cc. It can be concluded that there is an effect of oxytocin massage on increasing breast milk production in postpartum mothers. Keywords: oxytocin massage, breast milk production, massage A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 11 . 2024: 60-66 PENDAHULUAN Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang paling direkomendasikan untuk bayi sedikitnya pada 6 bulan pertama Ketidak cukupan berat badan bayi yang adekuat, sehingga hal tersebut menjadikan menyusui merupakan hal yang dapat menimbulkan stress bagi seorang ibu postpartum (Kemenkes, 2. Pemberian ASI secara eksklusif selama 6 bulan dan diteruskan sampai usia 2 tahun di samping pemberian Makanan Pendamping ASI (MP ASI) secara adekuat terbukti merupakan salah satu intervensi efektif dapat menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB). Target nasional untuk pemberian ASI Eksklusif adalah 80%, sedangkan untuk saat ini masih banyak yang tidak memenuhi target yang telah ditentukan oleh Kemenkes (Roesli, 2. Air Susu Ibu mengandung zat gizi lengkap yang dibutuhkan oleh seorang bayi dan sangat mudah dicerna oleh perut bayi yang kecil dan sensitif. Hanya memberikan ASI saja sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan zat gizi bayi di bawah usia enam bulan. Pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia < 6 bulan dapat mengurangi risiko untuk mengalami masalah gizi termasuk stunting (Amir. Hasneli and Erika. Menyusui adalah keterampilan yang dipelajari ibu dan bayi, dimana keduanya membutuhkan waktu dan kesabaran untuk pemenuhan nutrisi pada bayi selama enam Penurunan produksi ASI pada hari hari pertama setelah melahirkan dapat disebabkan oleh kurangnya rangsangan hormon prolaktin dan oksitosin yang tidak dapat mengalir lancar. Sehingga banyak ibu memberikan susu formula pada bayinya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada bayi tersebut. Susu formula ini juga mebantu ibu dalam memberikan makan pengganti saat ASI ibu tidak lancar. Bagi ibu susu formula sangat praktis dan gampang untuk di dapatkan. UNICEF menegaskan bahwa bayi yang diberi susu formula memiliki kemungkinan Gizi Buruk pada bulan pertama kelahirannya dan kemungkinan bayi yang diberi susu formula terjadinya angka Gizi Buruk adalah 25 kali lebih tinggi daripada bayi yang disusui oleh ibunya secara eksklusif (Roesli, 2. Data dari World Health Organization , bayi yang diberi ASI eksklusif memiliki kemungkinan 14 kali lebih kecil meninggal dunia dibandingkan bayi yang tidak diberi ASI. Pemberian ASI eksklusif pada bayi berusia 0-6 bulan dengan prevelensi 41% bayi berusia 0- 6 bulan yang disusui secara Target yang telah ditetapkan negara-negara anggota WHO untuk meningkat menjadi setidaknya 50% pada Cakupan ASI eksklusif pada usia bayi kurang dari 6 bulan di Indonesia 564 bayi mendapatkan ASI eksklusif atau sekitar 66,1%. Capaian indikator persentase bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif sudah memenuhi target tahun 2020, yaitu sebesar 40%. Berdasarkan distribusi provinsi, sebanyak 32 provinsi telah mencapai target yang diharapkan dan masih terdapat 2 provinsi yang tidak mencapai target yaitu Papua Barat . %) dan Maluku . ,2%), sementara provinsi dengan capaian tertinggi adalah Nusa Tenggara Barat . ,3%). Cakupan ASI eksklusif di Provinsi Sumatera Barat yaitu sebesar 77,8%. Data Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang, pemberianASI Eksklusif tahun 2012 sebesar 45%. Jumlah ini belum sesuai dengan target yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 20102014 yaitu sebesar 65 % bayi mendapatkan ASI Eksklusif. UPTD Puskesmas Kebun Sikolos terletak di Kecamatan Padang PanjangBarat. Berdasarkan data yang diperoleh dari laporan tahunan program Gizi dan KIAUPTDPuskesmas Kebun Sikolos pada tahun 2012, salah satu masalah pada programGizi danKIA adalah rendahnya capaian ASI Eksklusif yaitu hanya 14,9% (Estiasih et al. , 2. Pijat oksitosin ini merupakan solusi yang baik untuk mengarasi ketidaklancaran pada ASI. Pijat oksitosin adalah pemijatan pada sepanjang tulang belakang . sampai tulang costae kelima - keenam dan merupakan usaha untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin setelah. Pijatan ini berfungsi untuk meningkatkan hormon oksitosin yang dapat menenangkan ibu, sehingga ASI pun otomatis keluar. Pijat oksitosin ini dilakukan untuk merangsang A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 11 . 2024: 60-66 refleks oksitosin atau refleks let down. Dengan dilakukannya pemijatan ini ibu akan merasa rileks, kelelahan setalah melahirkan akan hilang, sehingga dengan begitu hormon oksitosin keluar dan ASI pun cepat keluar (MasAoadah and Rusmini, 2. Selain itu untuk merangsang reflek let down manfaat pijat oksitosin adalah memberikan kenyamanan pada ibu, mengurangi bengkak . , sumbatan ASI, merangsang pelepasan produksi ASI saat ibu dan bayi sakit (Kristiyanasari, 2. Menurut penelitian (Ludviyah et al. didapatkan hasil rata2 produksi ASI ibu post partum sebelum diberikan tindakan pijat oksitoksin adalh 0,3 cc, sedangkan rata-rata produksi ASI setelah tindakan pijat oksitoksin adalah 1 cc. berdasarkan uji Wilcoxon terdapat perbedaan signifikan pada produksi ASI ibu post partum sebelum dan setelah dilakukan pijat oksitoksin di RSUD Panembahan Senopati Bantul dengan nilai p value 0,000 . <0,. Hasil penelitian lain juga menunjukkan bahwa uji wilcoxon menunjukkan produksi ASI setelah dilakukan pijat oksitoksin meningkat pada seluruh resonden. Jenis penelitian yang digunakan adalah pra eksperimen dengan menggunakan one group pretest posttest design terhadap ibu postpartum hari ke 4-10 yang mengalami produksi ASI sedikit jumlah responden sebanyak 35 responden sesuai dengan nilai p = 0,000 sehingga ada pengaruh pijat oksitoksin dengan produksi ASI pada ibu postpartum di TPMN Edeh Patmawati. (Edeh Patmawati, 2. Sedangkan pada penelitian ini jenis penelitian yang digunakan yaitu quasi eksperimen dengan desain one group pretest and posttest terhadap 18 orang ibu post partum dengan kriteria ibu post partum 2-7 hari yang dipilih secara purposive. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pijat oksitoksin terhadap produksi ASI METODE PENELITIAN Study ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain one group pretest and posttest terhadap 18 orang ibu post partum dengan kriteria ibu post partum 2-7 hari yang dipilih secara purposive. Intervensi dilakukan pada bulan Agustus 2022 Ae April 2023 di klinik Smile Mom and Baby Spa. Pijat ini dilakukan pada hari ke 27 hari postpartum selama 15-30 menit Kemudian dibandingkan jumlah kenaikan produksi ASI sebelum dan setelah dilakukan pijat Analisis data menggunakan uji TTest. Penelitian ini telah mendapatkan Ethical Approval dari Komite Etik Penelitian Keperawatan Universitas Perintis Indonesia Nomor surat etik : 633/KEPK. F1/ETIK/2024, Nomor protocol 24-04-985. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1 Perubahan produksi ASI sebelum dan sesudah di berikan pijat oksitoksin terhadap ibu nifas Produksi ASI Sebelum Sesudah Mean Min-Mak 17,75 Tabel 1 menunjukkan bahwa rata-rata volume ASI ibu postpartum sebelum dilakukan pijat oksitosin adalah 17,75 cc, dan setelah diberikan pijat menjadi 26 cc. Artinya, terjadi peningkatan volume ASI sebanyak 8,25 cc setelah dilakukan pijat Air susu ibu adalah makanan alami yang pertama untuk bayi. ASI sebagai sumber nutrisi dapat memberi perlindungan kepada bayi melalui berbagai komponen zat ASI mengandung nutrisi esensial yang cukup untuk bayi walaupun ibu dalam kondisi kurang gizi sekalipun dan mampu mengatasi infeksi melalui komponen sel fagosit . dan imunoglobulin . (Cipta, 2. Hormon prolaktin dan oksitosin sangat perlu untuk pengeluaran dan pemeliharaan ASI selama menyusui. Bila ASI tidak berkurangnya sirkulasi darah kapiler yang menyusui dan berkurangnya rangsangan oleh bayi, seperti isapan yang kurang serta singkatnya waktu menyusui. Hal ini berarti pelepasan prolaktin yang cukup diperlukann untuk mempertahankan pengeluaran ASI A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 11 . 2024: 60-66 (DELVINA. Kasoema and Fitri. Penurunan produksi ASI pada harihari pertama setelah melahirkan dapat disebabkan oleh kurangnya rangsangan hormon prolaktin dan oksitosin yang sangat berperan dalam kelancaran produksi ASI. Apabila bayi tidak menghisap puting susu pada setengah jam setelah persalinan, hormon prolaktin akan turun dan sulit merangsang prolaktin sehingga ASI baru keluar pada hari ketiga atau lebih (Paramata. Wulansari and Bolota, 2. Dampak pengeluaran ASI dapat menyebabkan masalah pada ibu maupun bayi, maka hal tersebut perlu mendapatkan perhatian karena 24 jam pertama post partum akan memengaruhi keberhasilan 2 dalam ASI Keterlambatan dalam pemberian ASI hingga 2 x 24 jam post partum dapat menurunkan respon prolaktin (Sundari dan Ruri, 2. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. tahun 2018, dari 33 Provinsi di Indonesia, rata-rata bayi yang mendapatkan ASI Ekslusif di Indonesia baru sebanyak 37,3%. Pencapaian program pemberian ASI ekslusif di Provinsi Lampung sendiri baru mencapai 28% (Zuraida, 2. Untuk pengeluaran ASI tersebut dapat dilakukan beberapa cara, yaitu secara farmakologis dan nonfarmakologis. Secara farmakologis dapat dilakukan dengan pemberian obatobatan Untuk ASI dilakukanbeberapa cara, yaitu secara farmakologis dan nonfarmakologis. Secara farmakologis dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatanseperti oksitosin intravena dan pemenuhan gizi dengan mengkonsumsi vitamin A dosis tinggi . 000 IU) (Anik, 2. Sedangkan manajemen laktasi dalam membantu ibu mencapai keberhasilan menyusui bayinya dapat dilakukan dengan kompres hangat, breast care, metode speos dan juga metode Beberapa metode pijat yang sering dilakukan di Indonesia yaitu teknik marmet, dan juga pijat oksitosin(MasAoadah and Rusmini, 2. Teknik non farmakologi yang dapat ASI diantaranya perawatan payudara, kompres hangat dan dingin. Namun menurut beberapa penelitian pijat oksitosin dinilai lebih efektif dalam pengeluaran ASI. Berdasarkan penelitian (Yulianti, 2. dibandingkan dengan perawatan payudara, didapatkan hasil p-value =. Nilai rata-rata produksi ASI sesudah dilakukan pijat oksitoksin pada ibu nifas di Klinik Smile Mom And Baby Spa adalah 26 Saat melakukan pemijatan pada tulang neurogenik yang mempercepat kerja saraf parasimpatis untuk menyampaikan perintah ke otak bagian belakang. Akaibat sinyal stimulatorik, lalu ada proses potensial aksi oksitoksin dilepaskan ke dalam dara sistemik dari hipofisis posterior. Lalu dalam aliran darah, oksitoksib disampaikan ke sel miopitel alveoli dan uterus sehingga oksitoksin akan merangsang sel tersebut yang mengakibatkan kantung alveoli dan mengakibatkan kantung alveolus tertekan dan duktus memendek serta melebar. Pijat oksitosin adalah pemijatan pada tulang belakang yang dimulai dari tulang belakang servikal . ervical vertebra. sampai tulang belakang torakalis dua belas (Latifah et al. , 2. Pijat oksitosin merangsang medulla oblongata kemudian mengirim pesan ke hypothalamus di hypofise posterior untuk mengeluarkan oksitosin sehingga ASI dapat keluar dengan sendirinya (Putri et al. , 2. Pijat oksitosin merupakan salah satu cara non-farmakologi dalam menstimulus pengeluaran ASI. Penelitian (Purnamasari, tentang Pengaruh Pijat Oksitosin terhadap Waktu Pengeluaran Kolostrum pada Ibu Post Partum Di Wilayah Kerja Puskesmas Boja. Rancangan yang digunakan quasi eksperimen dengan jenis post test only with control group design. Populasi penelitian yaitu semua ibu nifas primipara 2 jam post Sampel yang diambil menggunakan Axcidental Sampling. Hasil didapatkan waktu pengeluaran kolostrum pada ibu post partum yang dilakukan intervensi adalah 1,5 hari. Sehingga A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 11 . 2024: 60-66 Tabel 3 Pengaruh Pijat Oksitoksin terhadap Peningkatan Produksi ASI Ibu Nifas Variabel Perbedaan produksi ASI sebelum dan sesudah pijat oksitosin disimpulkan ada pengaruh pijat oksitosin terhadap waktu pengeluaran kolostrum pada ibu post partum. Pijat oksitosin merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidaklancaran ASI. Pijat oksitosin adalah pemijatan pada sepanjang tulang belakang . sampai tulang costae kelima-keenam dan merupakan usaha untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin setelah melahirkan (MasAoadah and Rusmini, 2. Berdasarkan (Yanti Rahayuningrum, 2. tentang pengaruh pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI pada ibu post operasi sectio caesarea di RS Tk. i dr. Reksodiwiryo Padang, dengan jumlah responden sebanyak 16 responden, berdasarkan penelitian tersebut didapatkkan hasil p- value=0,000 . O0,. yang berarti ada pengaruh antara pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI. Hasil analisis dari penelitian pijat ASI menunjukkan ada pengaruh bersifat positif dan signifikan. Penelitian ini sesuai yang dilakukan oleh (Nilamsari, 2. tentang pengaruh perawatan payudara terhadap kelancaran ekskresi ASI ibu post partum. Hasil penelitian menjelaskan bahwa perawatan payudara efektif dilakukan untuk mengeksresikan ASI. Penelitian lain dari (Faiza. Rachmawati and Mujito, 2. bahwa kebiasaan melakukan perawatan payudara pada ibu menyusui dapat memperlancar produksi ASI sebesar 36 kali lebih besar dibandingkan dengan ibu menyusui yang tidak melakukan perawatan Gerakan pada perawatan payudaradengan teknik memijat dianjurkan dengan tangan dan jari karena lebih praktis, efektif, efisien dan mempunyai keuntungan tekanan lebih baik yang bermanfaat merangsang reflek pengeluaran ASI selain meningkatkan volume ASI. Tabel 3 menunjukan bahwa terdapat pengaruh pemberian pijat oksitoksin Mean Pvalue 8,250 2,712 0,959 0,000 terhadap produksi ASI ibu nifas yakni dengan nilai p value = 0,000. Rata- rata peningkatan produksi ASI ibu nifas berdasarkan Uji T dependen berpasangan sebelum intervensi adalah 17,75 cc. pemijatan jumlah produksi ASI rata-rata jumlah produksi ASI ibu nifas adalah 26 cc. hasil pengukuran jumlah produksi ASI pada ibu nifas menggambarkkan bahwa rata-rata jumlah produksi ASI menunjukkan relevansi bahwa rerata seksresi ASI pre-test dan posttest dalam kelompok eksperimen adalah 25 cc, sehingga dapat dinyatakan terdapat peningkatan dari pijat oksitoksin dalam meningkatkan sekresi ASI ibu nifas. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Azizah &(Azizah & Yulinda, 2. menunjukkan bahwa pvalue = 0,012 sehingga ada pengeluaran ASI pada ibu post partum di BPM Pipin Heriyanti Yogyakarta. Kemudian berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh(Husanah, 2. ditemukan p-value adalah 0,001. Pengeluaran ASI dipengaruhi oleh dua hal yaitu produksi dan pengeluaran. Produksi ASI dipengaruhi oleh hormon Penurunan produksi dan pengeluaran ASI setelah melahirkan dapat disebabkan oleh kurangnya rangsangan hormon prolaktin dan oksitosin yang sangat berperan kelancaran produksi dan pengeluaran ASI (Nurhaeni, 2. Peneliti berasumsi bahwa dalam penelitian ini ditemukan ada pengaruh sebelum dan sesudah pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI pada ibu postoksitosin terhadap pegeluaran ASI pada ibu post partumpartum. Hal ini dikarenakan ibu yang belum diberikan pijat oksitosin lebih banyak tidak ada mengalami pengeluaran ASI. Namun ibu yang telah dilakukan pijat pengeluaran ASI. Dalam hal ini menurut A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 11 . 2024: 60-66 pengeluaran ASI pada ibu post partum rangsangan hormon prolaktin dan oksitosin yang sangat berperan dalam kelancaran produksi dan pengeluaran ASI. Oleh karena itu, pijat oksitosin merupakan salah satu cara untuk mengatasi masalah pengeluaran ASI karena dapat merangsang timbulnya hormon prolaktin dan hormon oksitosin yang berperan dalam produksi dan pengeluaran ASI pada ibu post partum. KESIMPULAN Pijat oksitoksin dapat membantu meningkatkan produksi ASI bagi ibu nifas. REFERENSI