Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Nomor 3. Volume 1. Tahun 2023 Jurnal Pendidikan Sultan Agung JP-SA Volume 3 Nomor 1. Februari Tahun 2023 Hal. 26 Ae 32 Nomor E-ISSN: 2775-6335 SK No. 27756335/K. 4/SK. ISSN/2021. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sultan Agung Semarang Jl. Kaligawe Raya KM. 4 Kecamatan Genuk Semarang 50112 Jawa Tengah Indonesia Alamat website: http://jurnal. id/index. jpsa/index ========================================================================= STUDI KOMPARASI HASIL PEMBELAJARAN LURING DAN PEMBELAJARAN DARING PADA MATA KULIAH BAHASA ARAB Resi Agustien Institut Agama Islam Bakti Negara (IBN) Tegal E-mail: agustienresi@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil pembelajaran luring dan daring berdasarkan analisis hasil perolehan nilai belajar mahasiswa pada mata kuliah bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif. Pengumpulan data dilakukan setelah proses pembelajaran luring dan daring selesai dilaksanakan di semester yang berbeda. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa prodi PAI FITK IBN Tegal tingkat satu tahun akademik 2019/2020 berjumlah 51 mahasiswa dan mahasiswa tingkat satu tahun akademik 2020/2021 yang berjumlah 37 mahasiswa. Total sampel 88 mahasiswa. Data penelitian yang dikomparasikan adalah hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah bahasa Arab 1 yang mencakup empat komponen penilaian yaitu nilai kehadiran, tugas. UTS, dan UAS yang diperoleh selama pembelajaran daring tahun akademik 2019/2020 dan pembelajaran luring tahun akademik 2020/2021. Data nilai yang ada lalu dianalisa dengan teknik analisa uji normalitas, homogenitas dan uji-t. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan perolehan nilai hasil pembelajaran luring dan daring dengan selisih nilai 06,58. Berdasarkan pada hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran secara luring menghasilkan nilai mata kuliah bahasa Arab yang lebih tinggi dibandingkan pembelajaran daring. Kata kunci: Pembelajaran daring, pembelajaran luring, studi komparasi Abstract This study aims to find out the misconceptions experienced by students of Class XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Gombong on the subject of derivatives of algebraic functions to find out the causes of misconceptions experienced by students of class XI on the material of derivatives of algebraic functions. This type of research is descriptive qualitative research. Data collection technique using purposive. The subjects in this study were 6 students in class XI. The data collection method used is by using a four-tier test, interviews, and documentation. The results of this research show that students with high ability experience positive misconceptions about the definition of the derivative of an algebraic function. Students with moderate abilities experience positive misconceptions about the definition of derivatives of algebraic functions and the application of relationships between concepts. Students with low abilities experience misconceptions about the elements in a derived concept and positive misconceptions about the definition of an algebraic The causes of misconceptions among students with high abilities are pre-conceptions . nitial concept. that are still weak and a lack of doing similar problem exercises. Meanwhile, the causes of misconceptions among students with moderate and low abilities are preconceptions . nitial concept. of students who are still weak, students who do not practice similar questions, and students who are not active enough to ask the teacher. Keywords: Online learning, offline learning, comparative study Resi Agustien. Studi Komparasi A (JP-SA Vol. 3 No. Feb 2. PENDAHULUAN Wabah virus corona (Covid-. pernah melanda hampir seluruh negara yang ada di dunia termasuk Indonesia. Sejak saat itu. Indonesia mengalami beberapa permasalahan termasuk di bidang Pendidikan. Hampir semua peseta didik di Indonesia tidak dapat belajar secara tatap muka di sekolah. Hal ini tentunya menjadi tugas pemerintah atau kementerian pendidikan dan kebudayaan untuk mencari alternatif agar proses pembelajaran tetap dapat dilaksanakan meskipun dalam keadaan pandemi mengingat pentingnya pendidikan bagi setiap manusia dalam pembentukan karakter bangsa dan peningkatan potensi sumber daya manusia yang berkualitas. Berawal dari kebutuhan ini, akhirnya pada tanggal 24 Maret 2020. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan surat edaran nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat pencegahan penyebaran covid-19, yaitu proses pembelajaran dilaksanakan secara daring . alam jaringa. Maka selama pandemi berlangsung setiap lembaga pendidikan melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan model dalam jaringan sebagai upaya untutk mengurangi resiko penyebaran virus corona. Pembelajaran daring merupakan proses pembelajaran formal yang diselenggarakan oleh sekolah yang guru dan peserta didiknya berada di lokasi yang berbeda dan terhubung melalui sistem telekomunikasi interaktif (Subron, 2. Secara umum format media daring hanya bisa diakses melalui internet yang berisikan teks, foto, video, dan suara sebagai sarana komunikasi secara daring (Romli, 2. Model pembelajaran daring ada dua jenis, yaitu tatap muka virtual dan learning management system (LMS). Tatap muka virtual dilakakukan melalui video conference, teleconference, dan diskusi dalam grup media sosial. Sedangkan LMS dapat melalui google classroom, kelas maya rumah balajar, ruang guru, zenius, dan lain sebagainya (Kemendikbud, 2. Ada banyak keuntungan yang diperoleh dari pembelajaran daring, diantaranya pengajar dapat dengn mudah memberikan materi kepada peserta didik baik materi dalam bentuk foto maupun Selain itu model pembelajaran daring memudahkan pengajar dalam membuat soal dari mana saja dan kapan saja. Namun dibalik keuntungan atau kelebihan yang ada, pembelajaran daring juga memiliki beberapa kekurangan, diantaranya kurangnya interaksi antar pegajar dan peserta didik atau antar peserta didik dengan peserta didik lainnya, peserta didik tidak mempunyai semangat belajar yang tinggi, dan tidak semua peserta didik memiliki fasilitas internet yang baik (Dewi Salam, 2. Sebelum berlakunya peraturan tentang pembelajaran daring pada masa pandemi, proses pembelajaran di Indonesia dilaksanakan dengan tatap muka atau luring. Pembelajaran tatap muka merupakan model pembelajaran konvensional yang mempertemukan pendidik dan peserta didik dalam suatu ruangan untuk belajar yang terencana, yang berorientasi pada tempat, dan adanya interaksi sosial (Bonk dan Graham, 2. Untuk tahapan strategis pencapaian kompetensi, kegiatan pembelajaran tatap muka perlu didesain dengan baik dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai maksimal (Depdiknas, 2. Dengan adanya peralihan model pembelajaran dari tatap muka ke daring tentunya menjadi masalah baru dalam proses pembelajaran. Apalagi peralihan sistem ini terkesan mendadak tanpa persiapan yang matang. Hal ini tentunya mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Menurut Rusman, ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Faktor-faktor tersebut bersumber dari dalam diri peserta didik . aktor interna. dan bersumber dari luar diri peserta didik . aktor eksterna. Faktor internal meliputi motivasi belajar, kecerdasan, ketekunan, sikap, minat dan perhatian serta kondisi fisik dan kesehatan peserta didik. Sedangkan faktor eksternal bersumber dari keluarga, sekolah, dan masyarakat (Ibrahim M Jamil, 2. Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Nomor 3. Volume 1. Tahun 2023 Model pembelajaran tatap muka atau luring dan pembelajaran daring juga pernah diterapkan di Institut Agama Islam Bakti Negara (IBN) Tegal. Adapun tujuan penelitian ini dilaksanakan yaitu untuk membandingkan hasil belajar mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan pada mata kuliah bahasa Arab. Lalu data hasil belajar mahasiswa dianalisis menggunakan uji perbandingan dua sampel yang saling berkolerasi. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian komparatif. Pengumpulan data dilakukan setelah proses pembelajaran daring dan luring selesai dilaksanakan di semester yang berbeda. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa prodi PAI FITK IBN Tegal tingkat satu tahun akademik 2019/2020 berjumlah 51 mahasiswa dan mahasiswa tingkat satu tahun akademik 2020/2021 yang berjumlah 37 mahasiswa. Total sampel 88 mahasiswa. Mahasiswa yang dijadikan sampel penelitian adalah mahasiswa tingkat satu karena mata kuliah yang dijadikan objek penelitian berada di tingkat satu. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tertulis bentuk uraian bebas dan terbatas. Adapun hasil tes yang akan dikomparasikan adalah hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah bahasa Arab 1 yang mencakup empat komponen penilaian yaitu nilai kehadiran, tugas. UTS, dan UAS yang diperoleh selama pembelajaran daring tahun akademik 2019/2022 dan pembelajaran luring tahun akademik 2020/2021. Data nilai yang ada lalu dianalisa dengan teknik analisa uji normalitas, homogenitas dan uji-t. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Hasil Pembelajaran Bahasa Arab Semester I dengan Model Luar Jaringan (Lurin. Pembelajaran dengan medel luring dilaksanakan secara tatap muka langsung di dalam kelas. Pembelajaran luring ini dilaksanakan sebelum pandemi covid-19 mewabah atau sebelum dikeluarkannya surat edaran Kemendikbud tentang proses pembelajaran daring, tepatnya di bulan September sampai dengan Desember 2019. Berikut perolehan nilai bahasa Arab yang menggunakan model luring atau tatap muka. Tabel 1. Rata-rata Nilai dengan Pembelajaran Luar Jaringan (Lurin. No. Aspek Penilaian Kehadiran Tugas UTS UAS Nilai Akhir Nilai Rata-rata 96,81 83,53 80,63 63,73 77,72 Aspek penilaian pada proses pembelajaran luring dan daring sama yaitu penilaian pada aspek kehadiran, tugas. UTS, dan UAS. Namun yang membedakan adalah teknik penilaiannya. Nilai kehadiran pada saat tatap muka diperoleh dari kehadiran dan keaktifan mahasiswa di dalam Nilai tugas diperoleh dari pengerjaan tugas yang dikerjakan mahasiswa. Nilai UTS dan UAS diperoleh dari nilai hasil Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester yang teknis Resi Agustien. Studi Komparasi A (JP-SA Vol. 3 No. Feb 2. pengerjaannya dikerjakan langsung di dalam kelas dan diawasi langsung oleh petugas pengawas Deskripsi Hasil Pembelajaran Bahasa Arab Semester I dengan Model Dalam Jaringan (Darin. Pembelajaran dengan medel daring dilaksanakan secara online melalui jaringan internet. Pembelajaran daring ini dilaksanakan setelah pandemi covid-19 mewabah dan setelah dikeluarkannya surat edaran Kemendikbud tentang proses pembelajaran daring. Pembelajaran daring pada mata kuliah bahasa Arab 1 dilaksanakan pada bulan September sampai dengan Desember 2020. Berikut perolehan nilai bahasa Arab yang menggunakan model daring. Tabel 2. Rata-rata Nilai dengan Pembelajaran Dalam Jaringan (Darin. No. Aspek Penilaian Kehadiran Tugas UTS UAS Nilai Akhir Nilai Rata-rata 91,72 83,00 66,76 59,30 71,14 Aspek penilaian pada pembelajaran daring sama seperti aspek penilaian pada pembelajaran luring, yaitu penilaian yang meliputi kehadiran, tugas. UTS dan UAS yang membedakan adalah proses atau teknik penilaiannya. Pada pembelajaran daring, nilai kehadiran diperoleh dari kehadiran dan keaktifan mahasiswa pada saat proses pembelajaran berlangsung. Presensi dilakukan melalui google form dan proses pembelajaran dilaksanakan melalui aplikasi google meet dan whatsApp. Nilai tugas diperoleh dari pengerjaan tugas yang dikerjakan mahasiswa. Tugas dibuat dalam format video yang dishare ke media sosial seperti youtube, reels facebook, tiktok dan instagram. Nilai UTS dan UAS diperoleh dari nilai hasil Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester yang teknis pengerjaannya dikerjakan secara online. Komparasi Hasil Pembelajaran Bahasa Arab melalui Model Luring dan Daring Adapun komparasi hasil perolehan nilai pembelajaran dengan model pembelajaran luring dan daring dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3. Selisih Perolehan Rata-rata Nilai Kelas Luring dan Daring No. Aspek Penilaian Kehadiran Tugas UTS UAS Nilai Akhir Nilai Rata-rata 05,09 00,53 13,87 04,43 06,58 Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata kehadiran mahasiswa pada saat pembelajaran luring 96,81 lebih besar daripada pembelajaran daring dengan nilai rata-rata 91,72. Untuk nilai rata-rata tugas. UTS, dan UAS pada pembelajaran luring juga lebih besar daripada pembelajaran daring dengan selisih 00,53 untuk nilai tugas, 13,87 untuk nilai UTS, 04,43 untuk nilai UAS, dan selisih 06,58 untuk nilai akhir. Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Nomor 3. Volume 1. Tahun 2023 Hasil Uji Normalitas. Homogenitas, dan Independent T-Test terhadap Hasil Belajar Mahasiswa pada Pembelajaran Luring dan Daring dalam Satu Semester. Tabel 4. Deskripsi Data Descriptive Statistics Kelas Luring Kelas Daring Minimum Maximum Mean Std. Deviation 77,80 7,874 70,97 6,173 Data di atas menjelaskan bahwa jumlah subjek kelas luring dan daring berbeda. Jumlah subjek kelas luring sebanyak 51 mahasiswa dan jumlah subjek kelas daring sebanyak 37 Nilai terendah, tertinggi, dan rata-rata juga berbeda. Nilai terendah kelas luring 60 sedangkan kelas daring 62. Nilai tertinggi kelas luring 95 sedangkan kelas daring 89. Untuk nilai rata-rata kelas luring 77,80 sedangkan kelas daring 70. Namun keduanya masih berada di rentang rata-rata Aukategori baikAy. Tabel 5. Uji Normalitas. Homogenitas Independent T-Test terhadap Hasil Belajar No. Hasil Pengujian Simpulan Std. Deviation Kelas Luring 7,874 Kategori Baik Kelas Daring 6,173 Test of Normality Kelas Luring Sig. 0,069922 Normal Kelas Daring Sig. 0,139218 Test of Homogenity Sig. 0,00446 Homogen Independent Sample Test Sig. 1,987934 Ada perbedaan Hasil uji data di atas dilakukan dengan menggunakan excel yang datanya diperoleh berdasarkan hasil belajar model pembelajaran luring dan daring dalam satu semester. Dari data di atas dijelaskan bahwa standar deviasi pada kelas luring 7,874 dan daring 6,173. Keduanya berada di rentang standar deviasi kategori baik karena hasil standar deviasi kedua kelompok data tersebut lebih kecil daripada mean atau rata-rata. Selanjutnya uji normalitas data dua kelompok. Untuk data X . asil belajar luring/L hitun. yaitu 0,069922 dengan L tabel 0,124 dan data Y . asil belajar daring/L hitun. yaitu 0,139218 dengan L tabel 0,145. Kedua data ini berdistribusi normal karena L hitung lebih kecil dati L tabel. Resi Agustien. Studi Komparasi A (JP-SA Vol. 3 No. Feb 2. Tabel 6. Uji Normalitas Kelas Luring dan Daring Normality Test Kelas Luring (Variabel X) Mean Kelas Daring (Variabel Y) 7,874 6,713 L hitung 0,069922 0,139218 L tabel 0,124 0,145 Std. Deviasi Uji selanjutnya yaitu homogenitas. Uji ini dilakukan untuk menguji rata-rata dua kelompok data apakah memiliki varian yang sama atau tidak. Uji homogenitas pada tabel di atas menunjukkan nilai sig. 0,00446 < 0,60534 (F tabe. maka dapat diartikan asumsi homogenitas terpenuhi, yaitu data hasil belajar secara luring dan daring memiliki varian yang sama . Tabel 7. F-Test Two-Sample for Variances Variable 1 77,80392 62,00078 0,004458 0,605344 Mean Variance Observations P(F<=. one-tail F Critical one-tail Variable 2 90,13514 13908,45 Setelah data teruji normal dan homogen, selanjutnya akan dilakukan pengujian independent t-test untuk mengetahui komparasi kedua kelompok data. Pengembilan keputusan berdasarkan signifikasi yang diawali dengan menentukan hipotesis nol dan hipotesis alternatif terlebih dahulu. H0 = Tidak ada perbedaan hasil belajar model pembelajaran luring dan daring Ha = Ada perbedaan hasil belajar model pembelajaran luring dan daring Adapun hasil uji independent t-test sebagai berikut: Tabel 8. t-Test: Two-Sample Assuming Equal Variances Mean 77,80392157 Variance 62,00078431 Observations Pooled Variance 55,17456033 Hypothesized Mean Difference t Stat 4,25849548 P(T<=. one-tail 2,6172E-05 t Critical one-tail 1,662765449 P(T<=. two-tail 5,2344E-05 t Critical two-tail 1,987934206 70,97297297 45,69369369 Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Nomor 3. Volume 1. Tahun 2023 Data di atas menjelaskan bahwa t-hitung . yaitu 4,2585 lebih besar daripada t-tabel . critical two-tai. yaitu 1,9878. Jika berdasarkan pada kriteria pengambilan keputusan yaitu tolak H0 jika t-hitung lebih besar daripada t-tabel. Maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran luring dan daring atau hipotesis alternatif SIMPULAN Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kehadiran mahasiswa dalam proses pembelajaran luring lebih banyak daripada pembelajaran daring dengan selisih rata-rata 05,09. Indeks keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran luring hampir sama pada saat proses pembelajaran daring jika dilihat dari hasil pengumpulan tugas dengan selisih rata-rata nilai 00,53 lebih besar luring. Rata-rata hasil nilai UTS lebih besar jika dilaksanakan melalui proses pembelajaran luring yaitu selisih rata-rata nilai 13,87 dibandingkan daring. Rata-rata nilai UAS yang diperoleh mahasiswa lebih besar hasil pembelajaran luring daripada pembelajaran daring dengan selisih rata-rata nilai 04,43 dan rata-rata nilai akhir yang diperoleh mahasiswa lebih besar dilaksanakan secara luring daripada daring dengan selisih rata-rata nilai 06,58. Berdasarkan hasil analisa dua kelompok data di atas maka terdapat perbedaan perolehan nilai hasil pembelajaran luring dan daring. Hasil pembelajaran dengan model luring lebih tinggi daripada pembelajaran yang dilakukan secara daring. DAFTAR PUSTAKA