Jurnal Akar Volume 2 Nomor 2 Edisi Oktober 2023 ANALISIS PENDAPATAN PETANI AGROFORESTRI DI DESA BANUH RAYA KECAMATAN RAYA KAHEAN KABUPATEN SIMALUNGUN Income analysis of agroforestry farmers in banuh raya village, raya kahean sub-district, simalungun district. Juliardo J. Damanik. Rozalina. Hut. Si 2. Dr. Benteng H. Sihombing. Hut. P 3 Email: rozalina. lubis@gmail. 1Mahasiswa Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Simalungun 2Dosen Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Simalungun Abstrak: Analisis Pendapatan Petani Agroforestri di Desa Banuh Raya Kecamatan Raya Kahean Kabupaten Simalungun di bawah bimbingan Rozalina. Hut. Si sebagai ketua pembimbing dan Dr. Benteng H. Sihombing. Hut. P sebagai anggota pembimbing. Penelitian ini bertujuan untuk yang pertama mengetahui karakteristik petani agroforestri di Desa Banuh Raya, yang kedua untuk mengetahui jenis tanaman di lahan petani agroforestri di Desa Banuh Raya dan yang ketiga untuk mengetahui seberapa besar penerimaan dan pengeluaran petani agroforestri di Desa Banuh Raya Kecamatan Raya Kahean Kabupaten Simalungun. Peneitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara. Objek penelitian ini adalah petani agroforestri di Desa Banuh Raya. Karakteristik petani agroforestri di Desa Banuh Raya, memiliki jumlah anggota keluarga yang minim akibatnya peningkatan hasil produksi yang sedikit sebab kondisi lahan yang sempit . idak lua. Jenis tanaman di lahan petani agroforestri di Desa Banuh Raya, adalah 10 jenis tanaman berbuah . lpukat, durian, petai, jengkol, kelapa, kemiri, aren, pisang, kakao dan melinj. , 1 jenis tanaman berkayu . ayu mani. , 2 jenis tumbuhan hortikultura . agung dan cabai mera. dan 2 jenis tumbuhan rempah . unyit dan jah. Rata-rata penerimaan perbulan petani dari hasil panen tanaman agroforestri adalah Rp. 282,64 dan jumlah rata-rata pengeluaran yang dikeluarkan petani adalah Rp. 169,43 berupa biaya benih, pupuk, pestisida dan biaya tenaga kerja. Kata Kunci : Analisis Pendapatan. Profil Agroforestri Abstract: Income Analysis of Agroforestry Farmers in Banuh Raya Village. Raya Kahean District. Simalungun Regency under the guidance of Rozalina. Hut. Si as the chief supervisor and Dr. Benteng H. Sihombing. Hut. P as a supervising member. This study aims to first determine the characteristics of agroforestry farmers in Banuh Raya Village, second to determine the type of plants on the land of agroforestry farmers in Banuh Raya Village and third to determine how much revenue and expenses of agroforestry farmers in Banuh Raya Vill age. Raya Kahean District. Simalungun Regency. This research uses observation and interview methods. The object of this research is agroforestry farmers in Banuh Raya Village. The characteristics of agroforestry farmers in Banuh Raya Village, have a minimum number of family members as a result of increasing production yields are small because of the narrow land conditions . ot extensiv. The types of plants on the land of agroforestry farmers in Banuh Raya Village are 10 types of fruiting plants . vocado, durian, petai, jengkol, coconut, candlenut, palm, banana, cocoa and melinj. , 1 type of woody plant . , 2 types of horticultural plants . orn and red chil. and 2 types of spice plants . urmeric and ginge. The average monthly income of farmers from the harvest of agroforestry plants is Rp. 4,949,282. 64 and the average amount of expenditure incurred by farmers is Rp. 2,040,169. 43 in the form of seed costs, fertilizers, pesticides and labor costs. Keywords: Income Analysis. Agroforestry Profile PENDAHULUAN sumber daya alam hayati yang didominasi komunitas alam lingkungannya yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Dalam jangka panjang, hutan dapat berfungsi sebagai penyangga sistem kehidupan (Live Latar Belakang Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi Jurnal Akar Volume 2 Nomor 2 Edisi Oktober 2023 Supporting Syste. kontributor penyedia pangan (Forest For Food Productio. Oleh sebab itu menjadi kewajiban manusia untuk selalu berfikir menjaga kelestarian hutan, agar bisa memberikan kontribusi yang positif bagi 2 Indonesia memiliki Hutan sebagai sumber kekayaan alam yang merupakan salah satu modal dasar bagi pembangunan nasional yang dipergunakan untuk meningkatkan kemakmuran rakyat telah dijelaskan dalam pasal 33 ayat . Undang Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa Aubumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesarbesarnya kemakmuran rakyatAy. Luas hutan Indonesia sebesar 98. 072,7 juta Ha atau 52,2% luas wilayah Indonesia. Apabila hutan tersebut dikelola dan sebaik-baiknya memberikan dampak positif dalam menunjang pembangunan bangsa dan Perusakan itu terjadi tidak hanya di hutan produksi, tetapi juga telah merambah ke hutan lindung ataupun hutan konservasi. Perusakan hutan telah berkembang menjadi suatu tindak pidana kejahatan yang berdampak luar biasa dan terorganisasi serta melibatkan banyak pihak, baik Nasional maupun Internasional. Kerusakan yang ditimbulkan telah mencapai tingkat yang sangat mengkhawatirkan bagi kelangsungan hidup bangsa dan negara. Oleh sebab itu, penanganan perusakan hutan harus dilakukan secara luar biasa. Persoalan yang paling mencolok di bidang kehutanan adalah maraknya praktek pembalakkan liar atau illegal logging. Departemen Kehutanan, menegaskan yang disebut dengan illegal logging adalah tindak aktivitasnya dengan mengacu pada Undang Undang Nomor 41 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2004 yang meliputi kegiatan menebang atau memanen hasil hutan di dalam kawasan hutan tanpa memiliki hak atau ijin yang berwenang, serta menerima, memberi atau menjual, menerima tukar, menerima titipan, menyimpan, mengangkut, menguasai, atau memiliki hasil hutan yang tidak dilengkapi dengan surat sahnya hasil hutan. Menurut Prof. Nair, agroforestri telah menjembatani kesenjangan ekonomi dan ekologi. Agroforestri merupakan sebuah bentuk pengelolaan pohon/tanaman dengan hewan ternak yang berinteraksi untuk sejumlah tujuan. AuAgroforestri muncul di daerah tropis pada 1970-an dan 1980-an sebagai pendekatan untuk mengatasi masalah dalam pengelolaan lahan, seperti penggundulan hutan, degradasi lahan, makanan, pakan ternak dan kekurangan kayu bakar. Ay ungkap Prof. NairAy. Prof. Nair mengungkapkan, bahwa agroforestri terutama dalam tataran Saat ini telah muncul beberapa program pendidikan dan publikasi ilmiah terkait agroforestri ini. Maka dari itu, saya melakukan agroforestri di Desa Sibirah Raya. Kecamatan Raya Kahean. Kabupaten Simalungun. Rumusan Masalah Bagaimana agroforestri di Desa Banuh Raya. Apa saja jenis tanaman di lahan petani agroforestri di Desa Banuh Raya. Seberapa besar penerimaan dan pengeluaran petani agroforestri di Desa Banuh Raya. Kecamatan Raya Kahean Kabupaten Simalungun. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk: Untuk mengetahui karakteristik petani Agroforestri di Desa Banuh Raya. Untuk mengetahui jenis tanaman di lahan petani agroforestri di Desa Banuh Raya. Untuk mengetahui seberapa besar penerimaan dan pengeluaran petani agroforestri di Desa Banuh Raya. Kecamatan Raya Kahean. Kabupaten Simalungun. Manfaat Penelitian Sebagai bahan masukan kepada masyarakat dan pemerintah setempat. Jurnal Akar Volume 2 Nomor 2 Edisi Oktober 2023 mengenai agroforestri di Desa Banuh Raya Sebagai relasi pendapatan petani agroforestri di Desa Banuh Raya. Kecamatan Raya Kahean. Kabupaten Simalungun. Salah satu syarat untuk memperoleh Gelar Sarjana Kehutanan pada Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Simalungun. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari - Maret 2023 di Desa Banuh Raya. Kecamatan Raya Kahean. Kabupaten Simalungun. Metode Pengumpulan Data Dalam penelitian ini dikumpulkan data primer dan data sekunder. Data primer yang dikumpulkan antara lain: data sosial ekonomi, praktek dan pola budidaya pengelolaan agroforestri. Sedangkan data sekunder yang dikumpulkan antara lain: kondisi umum lokasi penelitian atau data umum lain yang ada pada instansi pemerintahan, baik di desa, kecamatan, maupu kabupaten. Sampel Jumlah sampel dalam penelitian ini ditetapkan 30 responden berdasarkan metode pengambilan sampel purposive sampling . ecara sengaj. yang mana terdapat pada Desa Banuh Raya. Kecamatan Raya Kahean. Kabupaten Simalungun, yaitu petani agroforestri. Sebagaimana dikemukakan oleh Baley dalam Mahmud . 1, hlm. yang menyatakan bahwa untuk penelitian yang menggunakan analisis data statistik, ukuran sampel paling minimum adalah 30 (Permana et al. , 2. lapangan yang dilakukan dengan metode observasi dan wawancara. Dalam penelitian ini data yang terkumpul ditabulasi dan mendapatkan hasil yang menjadi dasar dalam pengambilan kesimpulan. ANALISIS DATA Kondisi Umum Penelitian Desa Banuh Raya adalah salah satu Desa yang berada di Kecamatan Raya Kahean. Kabupaten Simalungun. Provinsi Sumatera Utara dengan luas daerah 438. Ha. Banuh Raya merupakan salah satu Desa yang berada di Kecamatan Raya Kahean, yang terletak pada ketinggian 2,457 mdpl. Desa Banuh Raya dipimpin oleh seorang kepala Desa dan memiliki Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Secara umum. Desa Banuh Raya memiliki iklim dingin dan sejuk. Mayoritas penduduk Desa Banuh Raya adalah suku Batak Simalungun dan Mayoritas penduduk memeluk agama Kristen. Karakteristik Responden Berdasarkan hasil inventarisasi data responden melalui kegiatan wawancara dengan 30 responden dapat disajikan informasi karakteristik responden yang meliputi antara lain: Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin. Metode Analisis Data Penelitian ini merupakan penelitan Seluruh data diperoleh melalui pengumpulan data di Sumber: Data Primer Karakteristik responden petani yang bertani di Desa Banuh Raya yang digolongkan kepada kategori berdasarkan jenis kelamin yaitu, sebagai berikut. Tabel 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah (Jiw. Persentase (%) Laki Ae laki 46,67 Perempuan 53,33 Total Berdasarkan data tabel 1 di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar petani adalah . ,67%) laki-laki dan selebihnya adalah . ,33%) perempuan. Hal ini menjukkan Jurnal Akar Volume 2 Nomor 2 Edisi Oktober 2023 bahwa petani agroforestri di Desa Banuh Raya lebih banyak perempuan dibandingkan lakilaki. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Jumlah (Jiw. Persentase (%) Tamat SD 30,00 10,00 Tamat SMP Tamat SMA/Sederajat 56,67 Sarjana 3,33 Total 100,00 Persentase (%) 35 Ae 45 43,33 56 Ae 65 10,00 66 Ae 75 3,33 100,00 Tempat Tinggal Desa Huta Banuh Raya Luar Desa Banuh Raya Total Sumber: Data Primer Jumlah (Jiw. Persentase (%) 90,00 10,00 100,00 Berdasarkan data tabel 4 di atas dapat diketahui bahwa lebih besar responden . %) bertempat tinggal di sekitar Desa Banuh Raya, artinya sebagian besar responden bertempat tinggal di Desa Banuh Raya. Sementara itu, . %) responden bertempat tinggal diluar Desa Banuh Raya. Dari tabel 4 di atas juga terdapat kemungkinan bahwa perbedaan jarak dari tempat tinggal ke lahan menyebabkan perbedaan pengelolaan lahan sebab responden yang tinggal di luar Desa Banuh Raya tidak mempunyai lebih banyak waktu dan terkendala dalam jarak tempuh yang diperlukan dalam mengelola kebun Berbeda dengan responden yang tinggal di Desa Banuh Raya, mereka lebih Karakteristik responden petani yang bertani di Desa Banuh Raya yang digolongkan kepada kategori berdasarkan umur dapat disajikan pada tabel 3 berikut Tabel 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Jumlah (Jiw. Tabel 4. Karakteristik Responden Berdasarkan Tempat Tinggal Adapun responden yang sudah mencapai pendidikan tingkat sarjana . ,33%), tidak otomatis pengetahuan pertanian mereka lebih tinggi dari responden lainnya yang berpendidikan lebih rendah dari sarjana. Hanya saja responden yang sudah memiliki tingkat pendidikan sarjana dapat beradaptasi dengan pengetahuan pertanian lebih baik. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Umur (Tahu. 43,33 Karakteristik responden petani yang bertani di Desa Banuh Raya yang digolongkan kepada kategori berdasarkan tempat tinggal dapat disajikan pada tabel 4 berikut ini. Sumber: Data Primer Berdasarkan tabel 2 di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden berpendidikan SMA/Sederajat . ,67%) dan antara yang tamat SD dan SMP hampir sebanding sehingga dapat dipastikan bahwa berdasarkan tingkat pendidikan yang ada maka secara umum responden memiliki pengetahuan pertanian yang dianggap sudah memadai tetapi masih merupakan warisan pengetahuan pertanian dari orang tua yang mempunyai keluarga dalam mengelola lahan kebun campuran. Sumber: Data Primer Berdasarkan tabel 3 di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden yang mengelola kebun campuran lebih didominasi responden yang berusia antara 35 - 55 tahun . ,67%). Berdasarkan kondisi ini dapat disimpulkan bahwa pengelolaan lahan lebih produktif sebab tidak keterbatasan tenaga yang diperoleh responden dalam mengelola lahan yang berada di Desa Banuh Raya. Karakteristik Responden Berdasarkan Tempat Tinggal Tabel 2. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Pendidikan 46 Ae 55 Total Karakteristik responden petani yang bertani di Desa Banuh Raya yang digolongkan kepada kategori berdasarkan tingkat pendidikan dapat disajikan pada tabel 2 berikut ini. Jurnal Akar Volume 2 Nomor 2 Edisi Oktober 2023 pekerjaan dapat disajikan pada tabel 6 berikut mempunyai banyak waktu dan peluang yang diperlukan dalam mengelola kebun campuran sehingga responden di sekitar kebun campuran lebih mempunyai pendapatan yang lebih tinggi. Tabel 6. Karakteristik Responden berdasarkan jenis pekerjaan sampingan. Dari beberapa data yang diperoleh dari responden diketahui bahwa lahan yang ada di Desa Banuh Raya yang dikuasai oleh responden merupakan lahan warisan dari orang tua responden. Karakteristik Responden Berdasarkan Luas Lahan Karakteristik responden petani yang bertani di Desa Banuh Raya yang digolongkan kepada kategori berdasarkan luas lahan dapat disajikan pada tabel 5 berikut ini. Tabel 5. Karakteristik responden berdasarkan luas lahan. Keteran Lahan Sempit Lahan Sedang Lahan Luas Luas Lahan 0,2 0,4 0,5 0,8 0,9 Ae Jumlah (Jiw. Persenta se (%) 76,67 16,67 6,67 Total 100,00 Jumlah (Jiw. Persentase (%) 66,67 Wiraswasta Perangkat Desa 20,00 13,33 Total 100,00 Pekerjaan Tidak Memiliki Sumber: Data Primer Berdasarkan data tabel 6 di atas dapat diketahui bahwa pekerjaan responden yang paling umum atau tidak memiliki pekerjaan sampingan yaitu sebagai petani . ,67%), sedangkan responden yang berprofesi sebagai wiraswasta hanya . %) dan berprofesi sebagai perangkat Desa . ,33%). Dari data ini dapat diketahui bahwa umumnya pendapatan responden berasal dari usaha tani baik berupa pertanian padi sawah dan lain-lain. Karakteristik Responden berdasarkan jumlah tanggungan Karakteristik responden petani yang bertani pada Desa Banuh Raya yang digolongkan kepada kategori berdasarkan jumlah tanggungan dapat disajikan pada tabel 7 berikut ini. Tabel 7. Karakteristik Responden berdasarkan jumlah tanggungan Sumber: Data Primer Berdasarkan data tabel 5 di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden . ,67%) responden merupakan responden yang memiliki lahan pada Desa Banuh Raya. Kab. Simalungun yang pendapatan responden pada status kecil. Selanjutnya, . ,67%) responden masuk kedalam kategori atau golongan berlahan sedang dan hanya . ,67%) responden yang memiliki lahan yang masuk dalam kategori Sayogyo mengelompokkan petani di Jawa kedalam tiga kategori, yaitu : petani skala kecil dengan luas lahan usahatani <0,5 Ha, skala menengah dengan luas lahan usahatani 0,5 1,0 Ha dan skala luas dengan luas lahan usahatani >1,0 Ha. Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Pekerjaan Jumlah Tanggungan Jumlah (Jiw. Persentase (%) 1Ae2 3Ae4 16,67 5Ae6 23,33 100,00 Total Sumber: Data Primer Berdasarkan data tabel 7 di atas dapat diketahui bahwa responden lebih banyak mempunyai tanggungan 1 - 2 orang . %), sedangkan . ,33%) responden memiliki tanggungan keluarga 5 Ae 6 orang dan . ,67%) responden memiliki tanggungan 3 Ae 4 orang dan jika dikaitkan dengan umur responden yang tidak memiliki tanggungan adalah sebagian besar Karakteristik responden petani yang berladang pada Desa Banuh Raya yang digolongkan kepada kategori berdasarkan jenis Jurnal Akar Volume 2 Nomor 2 Edisi Oktober 2023 responden yang berumur di atas dari 50 Data di atas juga memperlihatkan bahwa dengan rata-rata tangungan 3 pendapatan pada tingkat tertentu agar bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Oleh sebab itu, maka lahan di Desa Banuh Raya semakin penting untuk menambah pendapatan terutama bagi responden yang memiliki lahan pertanian yang sempit di luar kebun campuran atau yang tidak memiliki lahan selain lahan di Desa Banuh Raya. Komposisi Jenis Tumbuhan Berdasarkan inventarisasi yang dilakukan di lapangan, maka didapat data tentang komposisi jenis tumbuhan di Desa Banuh Raya. Tabel 8. Komposisi Jenis Tumbuhan No. Komoditi Tumbuhan yang Menghasilkan Buah Alpukat Durian Petai Jengkol Kelapa Kemiri Melinjo Aren Pisang Kakao Tanaman Berkayu Kayu Manis Tanaman Holtikultura Jagung Cabai merah Tanaman rempah Kunyit Jahe Kahean. Kabupaten Simalungun adalah tanaman hortikultura seperti cabai merah dan jagung. Hal ini disebabkan tanaman hortikultura merupakan tanaman yang menghasilkan dalam umur yang relatif cepat, sehingga petani menanam untuk menambah penghasilan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Hasil observasi tanaman di Desa Banuh Raya. Kabupaten Simalungun menunjukkan bahwa petani belum agroforestri di lahan mereka, hal ini dapat dilihat dari kombinasi dan jumlah tanaman agroforestri yang masih kurang diterapkan petani di Desa Banuh Raya. Kabupaten Simalungun. Alasan masyarakat menanam tanaman yang menghasilkan buah adalah masyarakat mendapatkan dua keuntungan, yaitu keuntungan secara ekonomis sebab tanaman berbuah dapat memberikan penghasilan dari buah yang dijual dan keuntungan konservasi tanah dan air. Arsyad . menyatakan bahwa membangun dapat juga bersifat merusak. Manusia dapat mengubah tanah menjadi lebih baik atau lebih buruk, tergantung dari penggunaan dan pengolahannya. Pola tataguna lahan di Desa Banuh Raya. Kabupaten Simalungun pencerminan kegiatan manusia di atasnya. Pengusahaan lahan tergantung pada tingkat penggunaan teknologi, tingkat pendapatan, hubungan antara masukan dan keluaran pemilikan lahan dan penguasaan lahan. Oleh sebab itu penelitian yang saya lakukan menunjukkan bahwa perlakuan pengolahan tanah oleh manusia sangat nyata disebabkan pengolahan tanah yang salah dapat memperbesar laju erosi yang terjadi. Penerimaan Petani Berdasarkan Jenis Tumbuhan Nama Latin Persea Durio zibethinus Murr Parkia spesiosa Hassk Archidendron Cocos nucifera Aleurites Gnetum gnemon Arenga pinnata Musa acuminate Theobroma Cinnamomum Zea mays Capsicum Curcuma longa Zingiber Sumber: Data Primer Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa tanaman yang umum ditanami petani di Desa Banuh Raya. Kecamatan Raya Penerimaan petani yang dimaksud dalam penelitian ini adalah penerimaan yang Jurnal Akar Volume 2 Nomor 2 Edisi Oktober 2023 diterima petani berdasarkan jenis tumbuhan yang ada di lahan kebun campuran di Desa Banuh Raya. terhadap petani. Dari 15 jenis tumbuhan petani, penerimaan terbesar yaitu, cabai merah yaitu Rp. 00 perbulan, disebabkan rata-rata petani menanam cabai merah di lahannya, sedangkan rata-rata penerimaan terendah yaitu, tanaman jangkol sebesar Rp. 673 perbulan disebabkan kurang minat petani menanam jankol di lahannya. Biaya Produksi Petani di Desa Banuh Raya Adapun biaya produksi petani di Desa Banuh Raya. Kabupaten Simalungun mencakup biaya pupuk, pestisida dan biaya tenaga kerja seperti yang tercantum pada tabel 10 berikut. Tabel 10. Biaya Rata-rata Produksi Petani di Desa Banuh Raya Berdasarkan data hasil wawancara langsung di lapangan atas 30 petani pengelola kebun campuran di Desa Banuh Raya diperoleh informasi penerimaan petani berdasarkan jenis tumbuhan yang ada di lahan petani sebagaimana disajikan pada tabel 9 berikut ini: Tabel 9. Rata-rata Penerimaan Perbulan Petani Berdasarkan Jenis Tumbuhan Komoditi Alpukat (Persea Durian (Durio zibethinus mur. Petai (Parkia spesiosa hass. Jengkol (Archidendron Kelapa (Cocos nucifera . Kemiri (Aleurites Melinjo (Gnetum Aren (Arenga Pisang (Musa Kakao (Theobroma cacao Kayu Manis (Cinnamomum Cabai Merah (Capsicum annum Penerimaan Ratarata Hasil Panen/Bulan Total Rata-rata Sumber: data primer Uraian Jumlah/Bulan Biaya Benih Biaya Pupuk 673,800 Biaya Pestisida Biaya tenaga kerja Total Sumber: Data Primer Biaya produksi petani di Desa Banuh Raya mencapai Rp. Biaya produksi responden tertinggi adalah sebesar Rp. 000,00 perbulan dengan pola tanaman seperti durian dan alpukat. Tingginya biaya produksi disebabkan biaya pupuk serta produktivitas tanaman sangat langka. Harga pasaran pupuk dan pestisida sangat mahal sehingga petani cenderung kewalahan dalam mengelola tanaman di Desa Banuh Raya. Kabupaten Simalungun. Biaya produksi mencakup pemupukan dan pestisida digunakan umumnya pada Tanaman kehutanan seperti durian, jengkol dan petai tidak dilakukan pemupukan. Oleh sebab itu, biaya produksi umumnya hanya digunakan untuk tanaman Pendapatan Petani di Desa Banuh Raya Kabupaten Simalungun Jagung (Zea may. Kunyit (Curcuma Jahe (Zingiber No. Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa dari 15 jenis tumbuhan yang ada di lahan kebun campuran tidak semua tumbuhan memberikan pendapatan Jurnal Akar Volume 2 Nomor 2 Edisi Oktober 2023 Tot Rat Berdasarkan penerimaan dan biaya produksi dari 30 responden di Desa Banuh Raya, menurut sumber penerimaan dari lahan kebun campuran . asil pertanian dan kebun misalnya dari hasil pemanenan buah kakao, pisang, jagun. maka didapatkan pendapatan bersih setiap petani pengelola kebun campuran. Adapun pendapatan bersih dan pendapatan rata-rata petani di Desa Banuh Raya. Berdasarkan rumus analisis pendapatan (Pd = TR - TC) dan data hasil wawancara. pendapatan bersih petani agroforestri sebagaimana disajikan pada tabel 11 berikut: Tabel 11. Pendapatan Petani di Desa Banuh Raya No. Peneriam an / Bulan Biaya Produksi/ Bulan Pendapatan Bersih/Bulan Sumber: Data Primer Berdasarkan tabel 11 di atas juga diketahui bahwa ada 18 petani yang memiliki pendapatan di bawah rata rata dan 12 petani memiliki pendapatan di atas dari pendapatan rata-rata. Untuk petani yang memiliki tanggungan Ou 2 pendapatan ini dikategorikan masih rendah. Luas lahan dan jenis tanaman berpengaruh terhadap pendapatan petani, hal ini sesuai dengan pendapat Rangkuti . mengingat kebutuhan primer, sekunder dan tersier masyarakat saat ini cukup tinggi. Berdasarkan dikumpulkan, range penerimaan bulanan yang terendah yaitu, responden ke 8 dengan biaya penerimaan bulanan Rp. dan range penerimaan bulanan yang tertinggi yaitu, responden ke 27 dengan biaya penerimaan bulanan Rp. rata-rata Rp. 282,64 pengeluaran biaya yang terendah yaitu, responden ke 4 dengan biaya pengeluaran Rp. 000 dan range pengeluaran tertinggi yaitu, responden ke 28 dengan biaya pengeluaran Rp. 833,3 dengan rata-rata pengeluaran Rp. 169,3 dan range pendapatan bersih yang terendah yaitu, responden ke 29 dengan biaya pendapatan bersih Rp. 775 dan range pendapatan bersih yang tertinggi yaitu, responden ke 8 dengan biaya pendapatan bersih Rp. 08,3 dengan rata-rata pendapatan bersih Rp. Analisis R/C (Revenue Cost Rati. R/C (Revenue/Cost Rati. atau dikenal sebagai perbandingan antara penerimaan dan biaya. Menurut Rahim dan Hastuti . , analisis R/C (Revenue Cost Rati. merupakan perbandingan . atio/nisba. antara penerimaan . dan biaya . Secara garis besar dapat diketahui keuntungan apabila penerimaan lebih besar Jurnal Akar Volume 2 Nomor 2 Edisi Oktober 2023 dibandingkan dengan biaya usaha. Tabel 12. Perbandingan total penerimaan dan total biaya Jenis Data Penerimaan Biaya R/C untuk benar-benar menjaga tanaman terutama pada musim buah, sebab potensi buah yang ditanami sangat tinggi tetapi tidak dilakukan penjagaan. Untuk mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi, diharapkan petani lebih menerapkan pola kebun campuran yang didukung oleh pihak penyuluh dan instansi terkait. Total 2,42 Sumber: Data Primer Dari tabel analisis ratio di atas dapat dilihat bahwa Ratio (R/C) sebesar 2,42 yang diperoleh dari pembagian jumlah total penerimaan dengan jumlah total biaya produksi petani agroforestri di Desa Banuh Raya. Dengan demikian usaha tani yang dilakukan petani agroforestri di Desa Banuh Raya. Kecamatan Raya Kahean. Kabupaten Simalungun, menguntungkan petani dan layak untuk dikembangkan. DAFTAR PUSTAKA