Jurnal Administrasi Publik : Public Admnistration Journal, 9 . Juni 2019 ISSN 2088-527X (Prin. ISSN 2548-7787 (Onlin. DOI: 10. 31289/jap. Jurnal Administrasi Publik : Public Administration Journal Available online http://ojs. id/index. php/jap Persepsi Masyarakat terhadap Kinerja Pelayanan dalam Program Percepatan Peningkatan Cakupan Kepemilikan Dokumen Kependudukan di Kabupaten Klungkung Community Perceptions of Service Performance in the Acceleration Program for Increasing the Coverage of Population Document Ownership in Klungkung Regency I Putu Dharmanu Yudartha* & Komang Adi Sastra Wijaya Program Studi Ilmu Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik . Universitas Udayana. Indonesia Diterima: Januari 2019. Disetujui: Maret 2019. Dipublish: Juni 2019 Abstrak Kabupaten Klungkung sebagai salah satu kabupaten di Bali yang memiliki wilayah daratan dan kepulauan maka permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya cakupan kepemilikan dokumen kependudukan. Oleh karena itu. Dinas kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Klungkung mengimplementasikan Program Percepatan Peningkatan Cakupan Kepemilikan Dokumen Kependudukan, kebijakan tersebut menjadi langkah inovatif dalam mengatasi pelayanan kependudukan di Kabupaten Klungkung. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dalam penelitian ini ingin menganalisis Persepsi masyarakat terhadap Kinerja Pelayanan dalam P3CKDK di Kabupaten Klungkung. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah mix methods yaitu menggunakan metode kuantitatif dalam persepsi masyarakat kemudian dilanjutkan dengan metode kualitatif untuk mengeksplorasi data yang ada. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja pelayanan yang memperoleh respon masyarakat tertinggi . enderung sangat setuj. adalah indeks emphaty. Sedangkan indeks lainnya dalam kinerja pelayanan juga mendapat respon yang positif dari masyarakat. Selanjutnya, persepsi masyarakat terkait kinerja program dari berbagai indeks cenderung sangat Indeks yang memperoleh penilaian tertinggi adalah indeks akses program. Korelasi antara kinerja pelayanan dengan kinerja program menghasilkan korelasi positif artinya jika salah satu indikator meningkat indikator terkait juga akan meningkat. Berdasarkan uji yang dilakukan menunjukkan bahwa responsitivas pelayananan dengan kinerja program menghasilkan korelasi tertinggi, sedangkan korelasi terendah adalah assurance dengan kinerja program. Keywords : Pelayananan. Kependudukan. Kabupaten Klungkung. Abstract Klungkung Regency as one of the regencies in Bali that has land and islands, the problem faced is the low coverage of ownership documents. Therefore, the Klungkung Regency Population and Civil Registry Service implements the Program to Accelerate Increasing Scope of Population Document Ownership, the policy being an innovative step in overcoming population services in Klungkung Regency. Based on these problems, in this study we want to analyze community perceptions of service performance in the P3CKDK in Klungkung Regency. The method used in this study is the mix methods, namely using quantitative methods in public perception then proceed with qualitative methods to explore existing data. Based on the results of the analysis show that the service performance that gets the highest public response . ends to strongly agre. is the empathy index. While other indices in service performance also received a positive response from the public. Furthermore, public perceptions related to program performance from various indices tended to strongly agree. The index that gets the highest rating is the program access index. Correlation between service performance and program performance results in a positive correlation which means that if one indicator increases the associated indicator will also increase. Based on the tests conducted, it shows that service responsiveness with program performance produces the highest correlation, while the lowest correlation is assurance with program performance. Keywords: Service. Population. Klungkung Regency. How to Cite: Dharmanu. & Wijaya. Persepsi Masyarakat terhadap kinerja pelayanan dalam Program Percepatan Peningkatan Cakupan Kepemilikan Dokumen Kependudukan di Kabupaten Klungkung. Jurnal Administrasi Publik : Public Administration Journal. : 1 - 8. *Corresponding author: ISSN 2549-1660 (Prin. ISSN 2550-1305 (Onlin. E-mail: p. dharmanu@gmail. I Putu Dharmanu Yudartha & Komang Adi Sastra Wijaya. Persepsi masyarakat terhadap kinerja PENDAHULUAN Pelayanan publik menjadi salah satu hal penting dalam pola hubungan negara dengan masyarakat. Hal tersebut juga berlaku dalam penerapan desentralisasi hingga ke level desa yang bertujuan mendekatkan pelayanan publik dan meningkatkan efektivitas pelayanan publik dalam mewujudkan kepuasan masyarakat. Kewenangan dan anggaran yang besar dari pemerintah pusat kepada daerah menjadi ruang yang tepat dalam meningkatkan cakupan pelayanan publik. Realitas saat ini pelayanan publik identik dengan prosedur yang berbelit-belit, tidak ada kepastian jangka waktu penyelesaian, tidak jelas besar/kecilnya dibayarkan, persyaratan yang tidak jelas, tidak transparan, sikap petugas yang tidak ramah, kurang responsif dan lain-lain (Hardiyansyah, 2. Permasalahan yang dulunya terdapat pada pemerintah pusat cenderung terdesentralisasi hingga ke pemerintah daerah. Salah satu pelayanan publik yang mencakup seluruh masyarakat yaitu administrasi kependudukan. Mulai dari kelahiran hingga kematian seseorang saat membutuhkan proses pelayanan administrasi sebagai bentuk pendataan warga negara yang nantinya berkaitan dengan berbagai hal. Lemahnya pendataan warga negara tentunya akan berimplikasi besar terhadap kebijakan di sebuah negara karena setiap kebijakan harus diberikan kepada warga yang berhak jika pendataan tidak sesuai maka cenderung akan terjadi penyelewengan dan ketidakadilan. Kabupaten Klungkung menjadi salah satu daerah dengan kerawanan daerah yang tinggi yaitu daerah daratan dan . usa Kondisi menyebabkan cakupan dalam pelayanan tantangan besar di Klungkung. Selain itu administrasi menjadi masalahan lainnya yang perlu diatasi. Permasalahan tersebut yang terjadi di klungkung, yaitu minimnya masyarakat yang tertib administrasi penuntasan perekaman e-KTP baru bisa dilaksanakan di 2018 (Balipost, 2. Masalah lainnya yang ditemukan dalam pelayanan administrasi kependudukan yaitu belasan ribu masyarakat Kabupaten Klungkung terindikasi memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganda. Hal ini mempengaruhi kevalidan data di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapi. (Balipost,2. Hal tersebut perlu diatasi dengan baik, salah satu metode dalam memperluas cakupan pelayanan administrasi kependudukan adalan menciptakan inovasi yang sesuai kebutuhan dan keinginan publik. Pemerintah Kabupaten (Pemka. Klungkung melalui Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapi. Pertama. Program tersebut adalah Program Belananda atau penerbitan akta kelahiran yakni begitu lahir anak mendapatkan akta kelahiran. Kedua. Program Kawi Smara, penerbitan akta pelaksanaan upacara perkawinan. Ketiga. Program Pitra Bakti yaitu pelayanan terintegrasi untuk Penerbitan Akta Kematian untuk penduduk yang baru pembersihan data yang diserahkan kepada ahli waris (Tribunnews, 2. Programprogram tersebut menjadi satu bagian dalam Program Percepatan Peningkatan Cakupan Kepemilikan Dokumen Kependudukan (P3CKDK). Beberapa program tersebut perlu dianalisis sejauh mana dampaknya kepada masyarakat melalui persepsi masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan. Penelitian tentang persepsi telah banyak dilakukan, salah satunya oleh Sagala . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru tentang kebijakan sertifikasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi guru terhadap kebijakan sertifikasi guru. Metode yang Jurnal Administrasi Publik : Public Admnistration Journal, 9 . : 1 - 8 dipakai pada penelitian ini merupakan metode kombinasi kuantitatif dan kualitatif dengan jumlah responden sebanyak 126 orang guru. Adapun hasil penelitianya, menemukan bahwa guru menerima setiap ketentuan yang ada dalam kebijakan sepenuhnya memahami amanat dari kebijakan tersebut. Maka dalam penelitian ini memberikan rekomendasi yaitu perlu dilakukan intervensi terhadap persepsi guru melalui komunikasi yang intens baik melalui sosialisasi formal maupun informal sehingga terhadi internalisasi nilai-nilai guru professional. Penelitian selanjutnya oleh Maskan. Utaminingsih dan Soepeno . Penelitian ini bertujuan untuk menganalis kualitas pelayanan di Terminal Arjosari Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif, dengan mengambil sampel 30 orang pengguna jasa terminal Arjosari Kota Malang. Sedangkan metode analisis menggunakan mean . ata-rat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan di Terminal Arjosari Kota Malang adalah cukup baik dengan skor rata-rata . sebesar 2,86. Rekomendasi pelayanan, berupa kemudahan masyarakat pengguna jasa terminal apabila ada permasalahan untuk berkonsultasi kepada pimpinan apabila dibutuhkan guna pemberian pelayanan Berdasarkan tersebut tentunya ada persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang dilakukan peneliti. Persamaan tentunyan dari segi fokus penelitian lebih melihat persepsi masyarakat terhadap kebijakan dan pelayanan publik yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Persamaan selanjutnya kepada metodelogi, terdapat kesamaan dengan penelitian pertama dimana peneliti juga menggunakan kombinasi . dalam metode yaitu Perbedaan dalam penelitian yang dilakukan dengan penelitian sebelumnya lebih kepada lokus penelitian dan Teknik pengambilan sampel serta jumlah sampel yang dijadikan responden dalam penelitian Penelitian ini juga memiliki kebaruan dalam penelitian karena lebih melihat tantangan dalam pelayanan program dengan kondisi wilayah penelitian yang terdiri dari wilayah daratan dan wilayah kepulauan di Kabupaten Klungkung. Bali. Gibson Donnely . memasukkan dimensi waktu, yaitu menggunakan ukuran jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang dalam menilai kinerja organisasi publik yaitu: . Produksi adalah ukuran yang menunjukkan kemampuan organisasi untuk menghasilkan keluaran yang dibutuhkan oleh lingkungannya. Mutu adalah kemampuan organisasi untuk memenuhi harapan pelanggan dan clients. Efesiensi adalah perbandingan terbaik antara keluaran . dan masukan . Fleksibilitas adalah ukuran yang menunjukkan daya tanggap organisasi terhadap tuntutan perubahan internal dan Fleksibilitas dengan kemampuan organisasi untuk mengalihkan sumber daya dan aktivitas yang satu ke aktivitas yang lain guna menghasilkan produk dan pelayanan baru yang berbeda dalam rangka menanggapi permintaan pelanggan. Kepuasan menunjukkan pada perasaan karyawan terhadap pekerjaan dan peran mereka di Persaingan menggambarkan posisi organisasi di dalam berkompetisi dengan organisasi lain yang . Pengembangan adalah ukuran yang mencerminkan kemampuan dan memperbesar kapasitas dan potensinya untuk berkembang melalui investasi sumber daya. Kelangsungan hidup adalah kemampuan organisasi untuk tetap exsis di dalam menghadapi segala I Putu Dharmanu Yudartha & Komang Adi Sastra Wijaya. Persepsi masyarakat terhadap kinerja METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan mix method yaitu gabungan antara kuantitatif dengan kualitatif yang lebih dikenal dengan sequential mixed methods, metode ini penemuan yang diperoleh dari satu metode dengan penemuan metode yang lain (Creswell, 2. Peneliti memulai dengan metode kuantitatif melalui penelitian survei yaitu dengan menganalis persepsi publik terhadap program tersebut melalui instrument yang telah ditentukan. Survei yang dilakukan merupakan jenis cross sectional, yaitu data hanya dikumpulkan untuk waktu tertentu saja untuk (Purwanto dan Sulistyastuti, 2. Selanjutnya dengan metode kualitatif untuk meneliti pada kondisi subyek dan obyek penelitian yang berlandaskan pada hasil data kuantitatif. Populasi adalah semua individu/unitunit yang target penelitian, sedangkan sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih mengikuti prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasinya (Purwanto dan Sulistyastuti, 2017. Penelitian ini yang menjadi obyek penelitian adalah persepsi masyarakat klungkung terhadap kinerja pelayanan Program Percepatan Peningkatan Cakupan Kepemilikan Dokumen Kependudukan (P3CKDK) Tim peneliti menentukan populasi Kabupaten Klungkung yaitu 176. 700 ribu Penentuan sampel menggunakan rumus slovin dengan derajat ketelitian 10 persen, yaitu : administrasi kependudukan di Kabupaten Klungkung. Menurut Rakhmat . , persepsi adalah pengamatan tentang objek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi Persepsi masyarakat nantinya akan menilai kinerja pelayanan dan kinerja program. Adapun indikator yang dipakai dalam menilai pelayanan dari aspek kinerja adalah assurance dan emphaty (Ratminto dan Winarsih, 2. Sedangkan, iasator yang dipakai untuk menilai kinerja program menggunakan iasator policy output, yaitu Akses, cakupan. Kesesuaian, akuntabilitas dan Inovasi Program (Purwanto dan Sulistyastuti, 2. Kinerja Pelayanan Inovasi pelayanan kependudukan dalam program tersebut menjadi sesuatu yang menarik untuk dilakukan analisa, akan tetapi dalam penelitian ini membatasi inovasi pelayanan kependudukan terkait kelahiran anak . ela nand. , pernikahan . awi samar. , dan kematian . itra bakt. Penelitian ini dalam mengukur kinerja pelayanan lebih menggunakan dalam pendekatan kulitas pelayanan dengan beberapa iasator. Indikator pertama adalah Tangibles, yaitu merupakan iasator kinerja pelayanan dalam menilai kinerja pelayanan itu Adapun beberapa hal yang menjadi komponen penilaian adalah fasilitas fisik, peralatan, pegawai dan fasilitas-fasilitas komunikasi yang dimiliki oleh penyedia Realitas yang ada adalah belum ada kegiatan yang memiliki capaian 100 persen, hal tersebut setelah dikonfirmasi memang ada beberapa kendala teknis maupun non-teknis yang menghambat dalam peningkatan capaian realisasi Kondisi tersebut memang sering kali terjadi akan tetapi untuk beberapa kegiatan khususnya pengadaan barang atau jasa seharusnya bisa ditingkatkan dengan baik. Jika dikaitkan dengan P3CKDK n = 176. n = 99. n = 100 . HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini akan melakukan analisis persepsi terhadp pengguna layanan Jurnal Administrasi Publik : Public Admnistration Journal, 9 . : 1 - 8 terkait indicator tangible terlihat bahwa kegiatan pembangunan dan pengoperasian SIAK dan system koneksi seharusnya bisa mencapai 100 persen karena saat ini adalah era teknologi. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam peningkatan kinerja pelayanan kependudukan kedepannya. Indikator kedua adalah Responsivitas. Indikator tersebut memang terlihat dalam observasi ke lapangan dan wawancara dengan masyarakat. Akan tetapi beberapa masyarakat mengeluhkan terkait padatnya orang yang membutuhkan pelayanan, jadi pelayanan yang diberikan kurang efektif karena harus menunggu cukup lama. Indikator ketiga adalah Kepastian yaitu pengetahuan, kesopanan, dan kemampuan para petugas penyedia layanan dalam memberikan kepercayaan kepada pengguna layanan. Indikator ini menjadi sesuatu yang menarik karena pengetahuan atau kompetensi petugas pemberi layanan kependudukan pada Kabupaten Klungkung telah diatur dengan Indikator keempat adalah reliability, dimana pada program tesebut sudah memiliki standar operasional prosedur yang jelas dan terarah. Indikator yang terakhir adalah emphaty, yaitu kemampuan memberikan perhatian kepada pengguna layanan secara individual. Sebagai output Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, peneliti melihat bahwa media informasi sudah sangat baik dan lengkap sehingga masyarakat ias mengakses dari berbagai media atau jejaring social seperti Facebook. Selain dari tersedianya berbagai macam sarana layanan melalui media elektornik dan jejaring sosial, ternyata update kegiatan atau kinerja dinas kependudukan dan catatan sipil begitu nyata disetiap kegiatan yang mereka Secara umum kinerja pelayanan melalui aspek kualitas pelayanan dalam kependudukan di Kabupaten Klungkung Komponen yang tertinggi adalah empathy, hal ini dapat dimaknai bahwa kemampuan memberikan pelayanan dari segi perhatian kepada pengguna layanan secara individual sangat baik dengan indeks 193 (Gambar . Gambar 1. Indeks Kinerja Pelayanan Tangibles Reliability Responsiveness Kinerja Kebijakan Indikator pertama adalah cakupan Program atau kebijakan dapat dimaknai bahwa kemampuan pemerintah daerah dalam merancang dan menerapkan kebijakan dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat serta mempermudah masyarakat dalam merasakan program Bahwa dari seluruh responden Assurance Empathy memberikan persepsi yang beragam terhadap masing-masing komponen dalam cakupan program. Komponen yang tertinggi yaitu menyatukan tempat pelayanan dan lokasi pelayanan yang Artinya responden sangat setuju terkait peran pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kependudukan di satu lokasi dan I Putu Dharmanu Yudartha & Komang Adi Sastra Wijaya. Persepsi masyarakat terhadap kinerja semakin dekat dengan pengguna layanan. Komponen lainnya juga menghasilkan penilaian yang baik karena masing-masing komponen berada dalam penilaian diatas Indikator kedua adalah kesesuaian program ini dapat dimaknai dalam antara program dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat sebagai penggunan dan sasaran layanan. Ada kalanya suatu program atau kebijakan hanya keinginan dari pimpinan daerah untuk kepentingan politis. Oleh karena itu perlu melihat sejauhmana kesesuian antara program dengan kebutuhan masyarakat. Berdasarkan hasil penilaian persepsi masyarakat menunjukkan bahwa semua komponen dalam kesesuaian program menunjukkan hasil yang positif bahkan mayoritas mendapat nilai di atas 190. Indikator ketiga adalah aksesibilitas program dapat dimaknai bahwa peran pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan yang tidak diskriminasi, perlakuan yang sama kepada semua lapisan masyrakat dan keringan biaya agar semua masyarakat bisa menikmati program atau layanan tersebut. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa ketiga menghasilkan persepsi yang tinggi dari Komponen yang tertinggi adalah memberikan perlakuan yang sama dalam program cakupan kependudukan di Kabupaten Klungkung. Artinya program tersebut tidak mengenal perbedaan atau membeda-bedakan dalam memberikan pelayanan misalnya isu gender. Indikator akuntabilitas program dapat dimaknai bahwa masyarakat dapat memperoleh informasi terkait program layananan kependudukan tersebut. Program cakupan kepemilikan kependudukan di Kabupaten Klungkung terbagi dalam berbagai bentuk pelayanan yaitu. Kawi Sama. Pitra Bakti dan Bela Nanda. Tentunya setiap program layanan tersebut memiliki proses yang berbeda-beda karena bentuk pelayanan dan sasaran yang berbeda. Akan tetapi penilaian yang cenderung sangat setuju yaitu ada ketiga komponen berada diatas 180 dan satu komponen dengan nilai 178. Indikator kelima adalah Inovasi program merupakan suatu keharusan dalam menciptakan suatu program yang mampu memberikan hal yang diingikan oleh masyarakat. Inovasi dapat juga dimaknai sesuatu yang baru dalam hal proses pengembangan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia serta penerapan teknologi agar mempermudah pengguna layanan. Berdasarkan analisis menunjukkan bahwa komponen dengan penilaian tertinggi adalah pemerintah pelayanan administrasi kependudukan secara tepat waktu. Kondisi tersebut menjadi menarik karena tantangan geografis yang tinggi di Kabupaten Klungkung sebagai daerah kepulauan mampu diatasi dengan baik. Program pelayanan kependudukan melalui program Bela Nanda. Pitra Bakti dan Kawi Samara, lebih mengutamakan kualitas layanan dari segi waktu yaitu mempermudah dan dokumen kependudukan. Korelasi Kinerja Pelayanan Dengan Kinerja Program Korelasi dalam penelitian ini bersifat dua arah yaitu antara kinerja pelayanan dengan kinerja kebijakan atau program kependudukan di Kabupaten Klungkung. Ada lima indikator dalam kinerja pelayanan kependudukan yang menghasilkan korelasi yang positif ( ), artinya artinya jika satu indikator meningkat indikator yang terkait juga akan meningkat, begitu sebaliknya (Gambar . Jurnal Administrasi Publik : Public Admnistration Journal, 9 . : 1 - 8 TANGIBLESKEBIJAKAN/PROGRAM EMPHATY-KEBIJAKAN0. RELIABILITYKEBIJAKAN/PROGRAM RESPONSIVENESS0. 761KEBIJAKAN ASSURANCE-KEBIJAKAN Gambar 2. Korelasi kinerja pelayanan dengan kinerja program atau kebijakan cakupan kepemilikan dokumen kependudukan di Kabupaten Klungkung Korelasi yang terbesar adalah responsivitas pelayanan dengan kebijakan dengan nilai 0,761. Hal tersebut dapat dimaknai bahwa jika responsivitas pelayanan meningkatkan maka kinerja kebijakan akan meningkat juga. Sedangkan indikator kinerja pelayanan yang terendah adalah assurance dengan nilai 0,234. Berdasarkan data diatas maka perlu meningkatkan indikator assurance dan reliability dalam pelayanan kependudukan agar dapat meningkatkan kinerja program kependudukan di Kabupaten Klungkung. indeks Tangibles dengan nilai 189,5, indeks realibility dengan nilai 186,5, indeks responsiveness dengan nilai 190, indeks assurance dengan nilai 180, dan indeks emphaty dengan nilai 193. Kedua. Kinerja Program dengan penilaian masing-masing indikator yaitu Indeks cakupan program dengan indeks rata-rata 192,6 yang berarti sangat setuju, indeks kesesuaian program dengan indeks rata-rata 191,5, indeks akses program dengan nilai rata-rata 197, indeks akuntabilitas program dengan nilai ratarata 183,8 dan indeks inovasi program dengan nilai rata-rata 188. SIMPULAN Persepsi masyarakat terhadap kinerja Peningkatan Cakupan Kepemilikan Dokumen Kependudukan di Kabupaten Klungkung melalui penilaian indeks pelayanan dan indeks kinerja program bisa dikatakan sangat baik atau sangat setuju terhadap kinerja masing-masing indikator. Pertama. Kinerja Pelayanan dengan penilaian masing-masing indikator yaitu UCAPAN TERIMAKASIH Terimakasih Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. Raka Sudewi. Sp. S (K). Ketua LPPM. Dekan Fisip Universitas Udayana, rekan peneliti dan semua pihak yang telah membantu dalam penelitian ini. I Putu Dharmanu Yudartha & Komang Adi Sastra Wijaya. Persepsi masyarakat terhadap kinerja dalam Reformasi Pelayanan Publik: Apa yang harus dilakukan? dalam Policy Brief No. 11/PB/2003. Yogyakarta: Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan. Universitas Gadjah Mada. Maskan. Utaminingsih. & Soepono. AuKualitas Pelayanan di Terminal Arjosari Kota MalangAy. id/index. php/JBMP/article/do wnload/245/246 diakses 14 februari 2018 Purwanto. & Sulistyastuti. Implementasi Kebijakan Publik. Konsep dan Aplikasinya di Indonesia. Gava Media. Yogyakarta Purwanto. & Sulistyastuti. Metode Penelitian Kuantitaif untuk Administrasi Publik dan Masalah-masalah Sosial. Gava Media. Yogyakarta. Ratminto & Winarsih. Manajemen Pelayanan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Tribunnews, 2. Permudah Validasi Data Penduduk. Klungkung Ciptakan Program Inovatif. http://w. com/regional/2018 /01/31/permudah-validasi-datapendudukklungkung-ciptakan-program-inovatif diakses 8 februari 2018 jam 18. 00 wita. DAFTAR PUSTAKA