P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 - 3 7 IMPLEMENTASI METODE EKLEKTIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB KELAS V MADRASAH IBTIDAIYAH NURUSSALAM SIDOGEDE KECAMATAN BELITANG 123IAI Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur. Jl. Irigasi Desa Tanah Merah Kec. Belitang Madang Raya Kab. OKU Timur Prov. Sumatera-Selatan Oleh: 1Rofiqoh Lailasari, 2Tri Rahayu, 3Agus Siswanto Email: trirahayusabiq@gmail. Abstrak Keberhasilan suatu proses belajar mengajar tidak akan lepas dari metode yang Proses pembelajaran bahasa Arab memerlukan metode yang tepat agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode eklektik dalam pembelajaran bahasa Arab kelas V, serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode eklektik pada pembelajaran bahasa Arab di MI Nurussalam Sidogede berjalan cukup baik. Guru memadukan berbagai metode, seperti fonetik dan muhadatsah, sehingga siswa lebih mudah memahami materi, terhindar dari kebosanan, dan suasana kelas menjadi lebih aktif. Faktor pendukung meliputi kompetensi guru, motivasi siswa, ketersediaan media, dukungan lembaga, serta lingkungan belajar yang kondusif. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, sarana prasarana yang belum optimal, perbedaan kemampuan siswa, serta tantangan penguasaan multimetode bagi guru. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa metode eklektik mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran bahasa Arab jika didukung dengan perencanaan yang baik, kompetensi guru, dan fasilitas yang memadai. Kata Kunci: Metode Eklektik. Pembelajaran Bahasa Arab Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 Ae 3 7 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 - 3 7 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Bahasa Arab merupakan bahasa internasional dimana banyak ilmu pengetahuan dan peradaban yang menggunakan bahasa Arab. Keberadaan Bahasa Arab di Indonesia mengalami perkembangan pesat sehingga bahasa Arab tidak hanya dipelajari sebagai bahasa agama, akan tetapi bahasa Arab juga dipelajari untuk memahami teks-teks dan berbagai literatur yang berbahasa Arab. Pemilihan metode pembelajaran yang tepat merupakan cara para guru mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran2. Sehingga metode pembelajaran adalah hal yang sangat mendasar untuk dikuasai oleh seorang Maka dari itu. Metode adalah suatu unsur yang mendasar dalam suatu pembelajaran, sehingga keberhasilan seorang pengajar di dalam pengajarannya Perlu kita sadari bahwa perkembangan teknologi informasi yang terjadi sekarang ini menjadikan pentingnya peran bahasa sehingga menjadi sebuah keharusan bagi semua kalangan untuk mempelajari bahasa. Didalam pengajaran bahasa Arab pasti menghadapi kondisi obyektif yang berbeda-beda antara satu negeri dan negeri lain, antara satu lembaga dengan lembaga lain, dan tentunya juga antara kelompok usia yang berbeda. Kondisi obyektif itu diantaranya 1Wa Muna. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, (Yogyakarta: Penerbit Teras, 2. , h. 2 Mastur Faizi. Ragam Metode Mengajarkan Eksakta pada Murid, ( J o g j a k a r t a . DIVA Press: 2. , h. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 Ae 3 7 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 - 3 7 meliputi, keadaan siswa, keadaan guru, tujuan pembelajaran, sarana dan prasarana dan lain sebagainya. Metode Eklektik adalah sebuah metode yang terdiri dari campuran dua atau lebih cara yang sesuai dengan kebutuhan program pengajaran dengan takaran yang tepat. Dengan kata lain, metode ini memiliki konsep pemilihan dan penggabungan bersifat Autambal sulamAy yang artinya setiap metode dipandang dapat mengatasi kekurangan metode tertentu dengan memanfaatkan kelebihan metode lain3. Dilihat dari tujuannya, metode eklektik dalam bahasa Arab merupakan sebuah pendekatan pembelajaran bahasa Arab yang bertujuan untuk mengambil seluruh keistimewaan berbagai metode, dalam rangka memudahkan pemahaman seluruh materi bahasa dan sesuai bagi orang non-Arab yang belajar bahasa. Dengan demikian, metode ini memberi kebebasan guru untuk mengkombinasikan kelebihan beberapa metode dan membuang kelemahannya untuk mengefektifkan proses belajar mengajar, karena pada dasarnya tidak ada metode bahasa asing yang sempurna dan semua metode pasti memiliki kekuatannya masing-masing. Terdapat beberapa penelitian terkait penerapan metode eklektik. Berdasarkan pemaparan di atas dan dikaitkan dengan obyektifitas pengajaran bahasa Arab di MI Nurussalam Sidogede maka muncul sebuah metode yaitu at- thoriqoh al-intiqoiyah . etode eklekti. yang merupakan pemilihan dan penggabungan antara thoriqoh alqowaoid wa at tarjamah . etode gramatika dan terjema. , thoriqoh muhadoroh . etode cerama. , thoriqoh samiyah syafahiyah . etode mendengar dan menguca. , thoriqoh tabadul. etode bergantia. , thoriqoh soal-jawab . oriqoh tanya jawa. dan thoriqoh resitasi. etode resitas. Dalam pembelajaran al-qiroah wal hiwar . acaan tex dan percakapa. , at-tadribat. atihan latiha. dan al-qowaid . aidah3 Anwar Abd. Rahman. Pengajaran Bahasa Arab dengan Metode Eklektik. (Jurnal Adabiyah. Vol. No. UIN Alauddin Makassar. , h. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 Ae 3 7 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 - 3 7 4 Metode eklektik adalah metode campuran atau kombinasi dari beberapa metode yang ada Artinya didalam penerapannya metode ini bervariasi. Hal ini bukan berarti seorang pengajar dalam melakukan pembelajaran dapat mengambil dan menerapkan bagian metode dengan seenaknya, karena metode yang seperti ini tidak bisa dinamakan dengan metode eklektik karena metodenya tidak tentu. II. PEMBAHASAN Pengertian Pembelajaran Bahasa Arab Pembelajaran merupakan sebuah proses yang didalamnya mencakup pengertian seorang guru mengajarkan pengetahuan kepada anak didik dan usaha anak didik untuk mempelajari suatu pengetahuan. 5 Pembelajaran terdiri dari dua unsur yaitu belajar dan mengajar. Mengajar adalah proses transferan ilmu dari guru ke siswa sedangkan Belajar adalah proses yang dialami siswa dari yang tidak tahu menjadi tahu. Dalam bahasa arab disebut taAlim yang berasal dari kata alima, yang memiliki arti Aumengetahui atau mengertiAy kemudian mengikuti wazan fala-yufaAilu-tafilan, sehingga menjadi allama-yuallimutaAliman, wazan ini memiliki fungsi memutadikan fiAil lazim atau dalam bahasa Indonesia sering diberi imbuhan AumeAy dan memberi akhiran AukanAy, sehingga kata Aualima . Ay menjadi AuAallama . Ay, yang dalam perkembangannya kata AutaAlimAy diartikan pembelajaran atau pengajaran. Sedangkan menurut istilah kata itu memiliki definisi kegiatan yang digunakan untuk menunjukkan pengetahuan yang sedang diajarkan di dalam kelas dengan menggunakan berbagai media pembelajaran. Ernawati, guru bahasa arab MI Nurussalam Sidogede Belitang. Wawancara. Sidogede, 23 April Fathur Rohman. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, (Malang: Madani, 2. , h. Ibid. , h. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 Ae 3 7 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 - 3 7 Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran bahasa Arab adalah suatu proses pembelajaran yang didalamnya terjadi kegiatan belajar mengajar antara guru dan siswa dalam menyampaikan ilmu bahasa Arab dengan menggunakan berbagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemahiran siswa dalam menyimak, mengucapkan, membaca, menulis, dan menerjemahkan dalam hal ini teks-teks yang berbahasa Arab. Pengertian Metode Secara etimologi, metode berasal dari kata method yang berarti suatu cara kerja yang sistematis untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan dalam mencapai suatu tujuan. Apabila kata metode disandingkan dengan kata pembelajaran, maka berarti suatu cara atau sistem yang digunakan dalam pembelajaran yang bertujuan agar anak didik dapat mengetahui, mamahami, mempergunakan, menguasai bahan pelajaran tertentu. Dalam makna yang lain, metode pembelajaran diartikan sebagai prinsip-prinsip yang mendasari kegiatan mengarahkan perkembangan seorang khususnya Proses Belajar Mengajar (PBM). Metode bisa juga diartikan sebagai prinsip-prinsi yang mendasari kegiatan mengarahkan perkembangan seseorang khususnya dalam Proses Belajar Mengajar (PBM)7. Metode dalam pandangan Arifin, berarti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan. Dalam bahasa Arab metode disebut Authariqat. Ay Dalam kamus besar bahasa Indonesia metode adalah cara yang teratur dan berpikir baik untuk mencapai maksud. Sehingga dapat dipahami bahwa AumetodeAy berarti suatu cara yang harus dilalui untuk menyajikan bahan pelajaran agar mencapai tujuan Prinsip-prinsip metode pembelajaran,yaitu : Ahmad Munjin Nasih. Metode dan (Bandung: PT Refika Aditama, 2. , h. Teknik Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 Ae 3 7 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 - 3 7 Didasarkan pada pandangan bahwa manusia dilahirkan dengan potensi bawaan tertentu dan dengan itu ia mampu berkembang secara aktif dengan lingkungannya. Hal ini mempunyai implikasi bahwa Proses Belajar Mengajar (PBM) harus didasarkan pada prinsip belajar siswa aktif atau lebih menekankan pada proses pembelajaran bukan proses Metode pembelajaran didasarkan pada karakteristik masyarakat madani yaitu manusia yang bebas berekspresi dari ketakutan. Metode pembelajaran didasarkan pada prinsip learning kompetensi, dimana siswa akan memiliki seperangkat pengetahuan, keterampilan, sikap, wawasan dan penerapannya sesuai dengan kriteria atau tujuan Penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan, keahlian berkarya, sikap dan perilaku berkarya dan cara-cara berkehidupan masyarakat sesuai profesinya. Proses belajar diorientasikan pada pengembangan kepribadian yang optimal dan didasarkan pada nilai-nilai Ilahiah. Metode adalah cara kerja dalam suatu metodologi untuk memperlancar pelaksanaan kegiatan guna mencapai tujuan yang ada, dan merupakan cara mencapai tujuan pendidikan. 9 Metode merupakan rencana umum yang diturunkan dari teori dan asumsi khusus untuk pengajaran dan pembelajaran bahasa, yang diikuti guru dalam menyajikan materi kebahasaan dan menerapkannya dalam proses pembelajaran di kelas melalui prosedur kelas yang berlaku baginya. Metode Eklektik Ahmad Munjin Nasih. Metode dan Teknik Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, h. Fathur Rohman. Strategi Pengelolaan Komponen Pembelajaran Bahasa Arab. Jurnal Arabiyat. Vol. L,. ,h. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 Ae 3 7 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 - 3 7 Metode eklektik artinya gabungan atau kombinasi cara menyajikan materi pelajaran bahasa Arab melalui macam-macam metode, sehingga proses pembelajaran lebih banyak ditekankan pada kemahiran bercakap-cakap, menulis, membaca dan memahami konsep-konsep pengertian-pengertian Metode ini dapat disebut metode terpilih dan metode kompromi atau metode ganda. Dapat dipahami bahwa metode eklektik adalah cara menyajikan pelajaran bahasa asing di depan kelas dengan menggabungkan berbagai metode yang dianggap terbaik dan sesuai dengan pelajaran dan kondisi kelas. 10 Dengan Arab menggabungkan beberapa metode pengajaran bahasa Arab sesuai dengan kelebihan metode tersebut untuk mencapai tujuan pembelajaran bahasa arab. Filosofi metode ini berangkat dari kenyataan bahwa masing-masing metode memiliki kelebihan yang berguna dalam pengajaran bahasa, dan tidak ada metode ideal yang tanpa kekurangan, dan metode pengajaran saling melengkapi dan tidak bertentangan, dan ada tidak ada metode yang sesuai dengan semua tujuan, siswa, guru dan program. Metode eklektik mengambil keuntungan dari kelebihan metode sebelumnya. Dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan metode eklektik adalah metode yang menggabungkan metode penerjemahan dan tata bahasa, metode langsung, metode mendengar dan pengucapan dalam bagian-bagian yang tidak terpisahkan, karena bahasa Arab tidak akan lepas dari penguasaannya, dari empat bahasa: mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, sehingga menggunakan metode eklektik. Implementasi dan Langkah Pendekatan Metode Eklektik Alvia Putri menjelaskan Langkah-langkah di mana metode eklektik dapat digunakan adalah: 10Anwar Abd. Rahman. Pengajaran Bahasa Arab Adabiyah. Vol. No. UIN Alauddin Makassar. , h. Metode Eklektik. Jurnal Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 Ae 3 7 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 - 3 7 Pendahuluan, seperti metode lainnya. Memberikan materi berupa dialog pendek yang nyaman, dengan tema kegiatan sehari-hari yang sering dilakukan. Materi ini pertama kali disajikan secara verbal dengan gerakan, gerak tubuh, drama atau gambar. Siswa diinstruksikan untuk disiplin mendengarkan dialog, kemudian menirukan dialog yang disajikan sampai lancar. Siswa diinstruksikan untuk melakukan dialog tersebut dengan teman secara Setelah dialog yang dipelajari terlaksana dengan lancar, kemudian berikan teks bacaan yang topiknya terkait dengan dialog tersebut. Kemudian guru memberikan contoh cara membaca yang benar, dan siswa mengikutinya berulang-ulang. Jika ada kosakata yang sulit, guru menggunakannya, pertama dengan tanda, gerak tubuh, gambar, dll. Jika ini tidak memungkinkan dengan semua orang, guru menerjemahkannya ke dalam diskusi populer. Guru memperkenalkan beberapa struktur penting dalam teks bacaan, kemudian membahasnya dengan tepat. Guru meminta siswa untuk belajar membaca. Kemudian membahas Kesimpulannya, jika perlu penilaian akhir berupa pertanyaan tentang isi bacaan yang dibahas. Kelebihan dan Kekurangan Metode Eklektik Meski dengan metode Eklektik seorang guru mampu menggunakan berbagai metode dalam proses pengajaran sehingga kelemahan-kelemahan yang Alvia Putri Prima Sari. Tinjauan Terhadap Metode Pembelajaran Bahasa Arab: Metode Qawaid & Terjemah. Metode Langsung. Metode Audiolingual dan Metode Gabungan. Jurnal Tarbiyatuna. Vol. No. IAI DALWA (Darullughah wad DaAowa. Bangil. (Desember 2. , h. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 Ae 3 7 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 - 3 7 ada pada sebuah metode tertentu dapat diminimalisir, tetapi tetap tidak dapat kelemahan masing-masing. Di antara kelebihan metode ini adalah sebagai berikut: Guru dapat membuat pengajaran lebih bervariasi dan lebih menarik Masalah perbedaan individu, materi lingkungan belajar yang kurang menarik dapat dipecahkan Guru dapat lebih percaya diri dan meyakinkan dalam mengajarkan keterampilan berbahasa Dapat digalakkan keaktifan siswa belajar dengan sistem CBSA Guru dapat menyampaikan materi pelajaran secara lebih cepat. Guru dapat menghidupkan suasana belajar mengajar di kelas Siswa akan bersemangat dalam belajar / tidak cepat jemu Dapat lebih membuat siswa berkonsentrasi pelajaran. Sedangkan di antara kelemahan-kelemahan metode ini yaitu: Metode ini membutuhkan guru yang memiliki kredibilitas yang tinggi, tidak hanya dalam bidang yang ia akan ajarkan tetapi juga tentang berbagai Guru dituntut untuk menguasai metode berbagai metode sehingga bisa menggabungkannya dengan metode yang lain Guru harus benar-benar mengetahui dan memahami esensi setiap metode sebelum menggabungnya. Penggabungan akan menjadi fatal apabila guru asal-asalan menggabungkan beberap metode tanpa memperhatikan tiap-tiap kansepnya. Metode ini tidak maampu mencapai hasil pembelajaran yang maksimal apabila metode ini tidak diberikan perhatian yang maksimal pula. 12 Zulkifli. Metodologi pengajaran bahasa Arab, (Riau: Zanafa publishing, 2. , h 42. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 Ae 3 7 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 - 3 7 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif naturalistik yaitu penelitian yang bersumber ini pada pandangan fenomenologi dan berusaha memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap objek penelitian. Dengan prosedur penelitian menghasilkan data deskriptif, berupa kata-kata tertulis, kalimat serta lisan dan orang-orang dan perilaku yang dapat diamati, lain dikumpulkan untuk menjadi kunci terhadap apa yang sudah diteliti, pendekatan ini diarahkan pada individu tersebut secara holistik . Adapun sumber data yang diambil oleh penulis dalam penelitian ini adalah sumber data utama yang berupa kata-kata dan tindakan, serta sumber data tambahan yang berupa dokumen-dokumen. Sumber data dalam penelitian ini dapat dibedakan menjadi dua yaitu : Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya, dalamhal ini data kata dan tindakan peneliti peroleh dengan cara melakukan pengamatan dan wawancara terhadap pihak-pihak terkait yakni Guru mata pelajaran Bahasa Arab dan Siswa beserta bagian yang terkait dengan penelitian ini. Data Sekunder Data sekunder dalam penelitian ini berupa observasi, buku-buku, perpustakaan, arsip-arsip serta dokumen-dokumen lainnya yang berhubungan dengan penelitian ini, yang terdapat disekolah guna melengkapi dan mendukung data utama yang diperoleh. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini disesuaikan dengan fokus dan tujuan penelitian. Sumber data dipilih dan mengutamakan pandangan informan Ibid. , h. Matthew Miles dan Michael Humbermen. Analisis Data Kualitatif, (Jakarta: UI-Press, 2. , h. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 Ae 3 7 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 - 3 7 yakni bagaimana mereka memandang. Untuk melaksanakan metode pengumpulan data ini, peneliti menempuh beberapa metode yaitu: observasi, wawancara dan Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif seperti yang diungkapkan oleh Miles dan Hubberman, yaitu proses analisis yang dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data. Proses analisis ini melalui tiga tahapan, yaitu, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Miles dan Michael Huberman. Analisis Data Kualitatif. Terjemahan: Tjejep RR (Jakarta: UI Press, 2. , h. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 Ae 3 7 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 - 3 7 HASIL DAN PEMBAHASAN Metode Eklektik dalam Pembelajaran Bahasa Arab Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Nurussalam Sidogede Belitang Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode eklektik dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran memahami pelajaran bahasa arab. Metode eklektik ini muncul sebagai reaksi ketidakpuasan terhadap metode-metode yang ada sebelumnya. Namun pada saat yang sama, metode ini juga menghadapi kelemahan yang mirip dengan metode yang dikritiknya. Metode ini mengalami fluktuasi atau perubahan yang bervariasi antara kelebihan dan kekurangan, sehingga hal tersebut tidak selalu stabil atau konsisten dalam efektivitasnya. Menurut Acep Hermawan mengatakan bahwa kegiatan belajar mengajar akan sangat beragam dan tidak terfokus pada satu kegiatan saja sehingga diharapkan kegiatan ini dapat memotivasi siswa untuk belajar bahasa Arab19. Oleh karena itu, temuan ini sejalan Dari hasil wawancara dengan siswa tersebut dapat disimpulkan bahwa peranan pengajar sangatlah penting dalam menerapkan suatu metode pembelajaran dalam kelas. Meskipun awalnya tidak sedikit siswa yang kurang tertarik untuk belajar bahasa Arab, tetapi dengan pengajar yang pintar dan kreatif dalam menggunakan metode maka pembelajaran menjadi menyenangkan dan Jika seorang pengajar menguasai berbagai metode, maka pengajar akan dapat mengambil kelebihan-kelebihan pada setiap metode dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan sehingga hasil yang diperoleh sesuai dengan tujuan17 Disini tampaklah bahwa metode merupakan faktor terpenting dalam mendukung keberhasilan pembelajaran. Pemilihan dan penyampaian metode Mohammad Zarkani. AuImplementasi Thariqah Intiqoiyyah Dalam Pembelajaran Bahasa Arab,Ay Al-Amin 6, no. , h. H Tiara. AuVariasi Metode Pembelajaran Untuk Menciptakan Keefektifan Proses Pembelajaran TerjemahAy. Konferensi Nasional Tarbiyah UNIDA Gontor. (Shibghoh: Prosiding Ilmu Kependidikan UNIDA Gontor, 2, 2. , h. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 Ae 3 7 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 - 3 7 oleh pengajar sangat berpengaruh karena perlu mempertimbangkan tujuan yang ingin dicapai. Pemilihan metode hanya akan menjadi metode yang seadanya atau biasa saja jika hanya didasarkan pada selera guru atau mana yang mudah bagi guru tanpa menyesuaikan kebutuhan program. Menurut asumsi peneliti, dalam konteks pembelajaran bahasa Arab di kelas V Madrasah Ibtidaiyah Nurussalam Sidogede Belitang, guru menggunakan metode eklektik sebagai sarana pembelajaran yang efektif untuk memudahkan siswa dalam memahami dan memaknai bahasa Arab. Melalui penggabungan beberapa metode, guru mampu menyesuaikan strategi pengajaran dengan kebutuhan siswa sehingga pembelajaran menjadi lebih efisien dan hasil belajar meningkat. Dengan kata lain, metode eklektik diyakini menjadi pendekatan yang paling sesuai karena mengintegrasikan kekuatan dari berbagai metode pembelajaran, yang secara nyata dapat meningkatkan minat, motivasi, dan pemahaman siswa terhadap bahasa Arab. Dalam hal ini, penerapan metode eklektik menjadi pilihan strategis yang efektif karena mampu menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan kebutuhan siswa dan situasi kelas. Dengan memadukan beberapa metode, guru dapat memfasilitasi siswa untuk memahami dan memaknai bahasa Arab secara lebih mudah dan menyenangkan. Selain itu, penggunaan metode eklektik menjadikan proses pembelajaran lebih efisien dan hasil belajar lebih optimal. Dengan demikian, metode eklektik diyakini sebagai salah satu pendekatan paling relevan untuk meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman siswa terhadap pelajaran bahasa Arab di tingkat madrasah ibtidaiyah. Dalam konteks pembelajaran bahasa arab di kelas V Madrasah Ibtidaiyah Nurussalam Sidogede Belitang guru menggunakan metode eklektik sebagai sarana pembelajaran agar memudahkan siswa memahami dan memaknakan bahasa arab dengan mudah karena guru meenggunakan beberapa metode sehingga hasil pembelajaran efektif dan efisien. W R Ningsih. AuInovasi Dalam Pembelajaran Unsur-Unsur Bahasa Menggunakan Metode EklektikAy. Inggara: Journal Pendidikan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, 2 . , h. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 Ae 3 7 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 - 3 7 Faktor Pendukung dan Penghambat Implementasi Metode Eklektik dalam Pembelajaran Bahasa Arab Kelas V di Madrasah Ibtidaiyah Nurussalam Sidogede Belitang Berdasarkan hasil penelitian, implementasi metode eklektik terbukti mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran bahasa Arab, terutama karena sifatnya yang fleksibel dan adaptif. Faktor pendukung utama terletak pada kompetensi guru, motivasi siswa, ketersediaan media, lingkungan belajar, penghambat lebih banyak berkaitan dengan keterbatasan waktu, kererbatasan media, kemampuan guru dalam penguasaan banyak metode, kondisi kelas yang besar, serta heterogenitas kemampuan siswa. Metode ini didasarkan pada asumsi bahwa setiap metode memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kelebihan dari masing-masing metode dapat digunakan untuk mendukung dan melengkapi satu sama lain dalam proses pengajaran. Selain itu, metode ini beranggapan bahwa tidak ada satu metode yang dapat mencakup semua tujuan pengajaran. Prinsip utama pengajaran harus berfokus pada kebutuhan dan pembelajar, bukan hanya pada metode itu sendiri tanpa mempertimbangkan prinsip-prinsip utama. Dengan demikian, pengajar dapat memilih metode yang paling sesuai dengan kebutuhan19 Metode eklektik dalam pengajaran bahasa asing salah satunya bahasa Arab berfungsi untuk memanfaatkan kelebihan dari berbagai metode guna mengatasi kekurangan yang ada pada metode lainnya. Misalnya, jika seorang guru ingin melatih keterampilan berbicara, membaca teks dan kaidah gramatika secara bersamaan, maka guru tersebut dapat menggabungkan metode langsung . lthariqah al-mubAsyara. dengan meode kaidah kaidah Imroatul Ngarifah. Amrin, dan Laily Fitriani. AuOptimalisasi Metode Eklektik dalam Pengajaran Bahasa Arab di Lembaga Kursus Bahasa Arab Al-Fitrah Pare,Ay Tarling 6, no. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 Ae 3 7 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 - 3 7 dan terjemahan (Al-Thariqah al-qawAid wa al-tarjama. , serta metode membaca . l-thariqah al-qirAAoa. Temuan dari penelitian Ajie syahrani dewi menunjukkan bahwa metode eklektik memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran bahasa Arab, terutama karena sifatnya yang fleksibel, adaptif, dan integratif. 21 Tantangan utama lebih pada kesiapan guru, dukungan fasilitas, dan manajemen waktu yang perlu diperkuat agar penerapannya bisa konsisten dan berdampak maksimal. Temuan ini sejalan dengan teori yang menyatakan bahwa tidak ada satu metode tunggal yang paling efektif untuk semua situasi pembelajaran. Kombinasi metode yang sesuai dengan kebutuhan siswa justru memberikan hasil yang lebih optimal. 22Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang matang, pelatihan guru, serta dukungan fasilitas agar penerapan metode eklektik dapat berjalan secara konsisten dan efektif. Meski dengan metode Eklektik seorang guru mampu menggunakan berbagai metode dalam proses pengajaran sehingga penghambat yang ada pada sebuah metode tertentu dapat diminimalisir, tetapi tetap tidak dapat dipungkiri bahwa setiap metode selalu memiliki faktor pendukung dan penghambat masing-masing. Berikut bereapa faktor pendukung dan penghambat antara lain : Faktor Pendukung . Guru dapat membuat pengajaran lebih bervariasi dan lebih menarik . Masalah perbedaan individu, materi lingkungan belajar yang kurang menarik dapat dipecahkan . Guru mengajarkan keterampilan berbahasa Intan Afriati. AuMetode Pembelajaran Bahasa Arab,Ay Mimbar Akademika 8, no. , h. Ajie syahrani dewi. AuPeningkatan Pembelajaran Morfologi Bahasa Arab bagi Pemula: Efektivitas Metode Eklektik di Pesantren Modern,Ay Jurnal Pendidikan (Vol 3 No. 1, 2. ,h. Taulif Ahmad Fuad Effendy. Metodologi Pengajaran Bahasa Arab, (Bandung: Alfabeta, 2. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 Ae 3 7 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 - 3 7 Dapat digalakan keaktifan siswa belajar dengan sistem CBSA. Guru dapat menyampaikan materi pelajaran secara lebih cepat. Guru dapat menghidupkan suasana belajar mengajar di kelas . Siswa akan bersemangat dalam belajar / tidak cepat jemu . Dapat lebih membuat siswa berkonsentrasi pelajaran. Factor Pengahambat . Metode ini membutuhkan guru yang memiliki kredibilitas yang tinggi, tidak hanya dalam bidang yang ia akan ajarkan tetapi juga tentang berbagai metode . Guru dituntut untuk menguasai metode berbagai metode sehingga bisa menggabungkannya dengan metode yang lain . Guru harus benar-benar mengetahui dan memahami esensi setiap metode sebelum menggabungnya. Penggabungan akan menjadi fatal apabila guru asal-asalan menggabungkan beberap metode tanpa memperhatikan tiap-tiap . Metode ini tidak mampu mencapai hasil pembelajaran yang maksimal apabila metode ini tidak diberikan perhatian yang maksimal pula. IV. PENUTUP Dari pembahasan skripsi mengenai AuImplementasi Metode Eklektik dalam Pembelajaran bahasa Arab kelas V Madrasah Ibtidaiyah Nurussalam SidogedeAy dapat disimpulkan bahwa penerapan metode ini berjalan cukup baik. Guru berhasil mengombinasikan berbagai metode, seperti fonetik, muhadatsah, dan demonstrasi, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih bervariasi, interaktif, dan tidak monoton. Hal ini berdampak positif pada peningkatan Zulkifli. Metodologi Pengajaran Bahasa Arab, (Riau: Zanafa Publishing, 2. , h 42. Ibid. , h. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 Ae 3 7 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 - 3 7 keterlibatan siswa, terciptanya suasana kelas yang kondusif, serta meningkatnya pemahaman siswa terhadap materi bahasa Arab. Penelitian ini juga menemukan adanya faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi metode eklektik. Faktor pendukung meliputi kompetensi guru dalam memadukan metode, motivasi siswa yang tinggi, dukungan pihak madrasah, ketersediaan media pembelajaran sederhana, serta lingkungan belajar yang kondusif. Sementara itu, faktor penghambat mencakup keterbatasan waktu pembelajaran, sarana dan prasarana yang belum optimal, perbedaan kemampuan siswa, jumlah siswa yang relatif besar, serta tuntutan penguasaan berbagai metode yang menuntut kesiapan dan keterampilan lebih dari guru. Dengan demikian, dapat ditegaskan bahwa keberhasilan implementasi metode eklektik sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru, dukungan lembaga, serta kondisi siswa dan sarana pembelajaran yang tersedia. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 Ae 3 7 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 1 9 - 3 7 DAFTAR PUSTAKA