KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi ANALISIS EKSISTENSI. PERKEMBANGAN DAN TANTANGAN PROFESI DEKORATOR BUNGA HIAS KOTA TOMOHON Arie Tulus1. Kiersten M. Mantik2*. Ruly Rantung3 . Jurusan Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan. Fakultas Bahasa & Seni. Universitas Negeri Manado. Indonesia. *) Korespondensi: kierstenmantikk@gmail. Sejarah Artikel: Dimasukkan: 14 Januari 2025 Derivisi: 30 Mei 2025 Diterima:17 Juli 2025 KATA KUNCI ABSTRAK Dekorator bunga. Kota Tomohon. Eksistensi. Ekonomi kreatif. Florikultura. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan eksistensi, perkembangan, serta tantangan yang dihadapi para dekorator bunga hias di Kota Tomohon. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali informasi historis, sosial, ekonomi, dan kultural terkait profesi dekorator bunga yang telah berkembang sejak tahun 1970-an di wilayah Kecamatan Tomohon Utara, khususnya Kelurahan Kakaskasen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesi dekorator telah menjadi bagian integral dari budaya dan ekonomi masyarakat, terutama melalui event berskala internasional seperti Tomohon International Flower Festival (TIFF). Selain memberikan penghasilan yang layak bagi para pelaku usaha, aktivitas dekorasi bunga juga menjadi simbol identitas kota sebagai "Kota Bunga. " Meski demikian, tantangan seperti keterbatasan akses benih lokal dan kebutuhan akan pelatihan masih perlu mendapatkan perhatian. Penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan pemerintah dan organisasi profesi untuk keberlanjutan serta peningkatan kualitas dekorator bunga di Tomohon. KEYWORDS ABSTRACT Flower decorator. Tomohon City. Existence. Creative economy. Floriculture. This study aims to identify and describe the existence, development, and challenges faced by floral decorators in the city of Tomohon. Using a qualitative approach, the research explores the historical, social, economic, and cultural aspects of the floral decorating profession, which has evolved since the 1970s in the Tomohon Utara District, particularly in the Kakaskasen subdistricts. The findings reveal that the profession of floral decoration has become an integral part of the community's culture and economy, especially through internationally scaled events such as the Tomohon International Flower Festival (TIFF). addition to providing a decent income for local practitioners, floral decoration activities also serve as a symbol of the city's identity as the "City of Flowers. Nevertheless, challenges such as limited access to local flower seeds and the ongoing need for professional training require further attention. This study emphasizes the importance of government and professional organization support to ensure the sustainability and quality enhancement of floral decorators in Tomohon. PENDAHULUAN Kota Tomohon, yang awalnya merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Minahasa dengan pusat pemerintahan di Tondano, resmi menjadi daerah otonom berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon di Provinsi Sulawesi Utara. Peresmian tersebut dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 2003. Sejak saat itu. Tomohon mengalami kemajuan pesat di berbagai sektor pembangunan. Dalam perjalanannya sebagai kota otonom. Tomohon telah dikenal dengan berbagai julukan, seperti Kota Siswa. Kota Sejuk. Kota Religius. Kota Lima Dimensi, hingga kini yang paling menonjol adalah sebutan Kota Bunga (Mokalu, , 2. , karena kekayaan florikultura dan budaya menghias bunga yang telah menjadi bagian dari identitas kota ini. Copyright A 2025 by Authors. Published by Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Manado This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Tulus. Mantik & Rantung. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Letak geografis Kota Tomohon yang berada pada ketinggian 900 hingga 1. 100 meter di atas permukaan laut menjadikannya memiliki iklim sejuk dengan suhu rata-rata berkisar antara 18 hingga 20 derajat Celsius. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang sangat ideal untuk budidaya berbagai jenis tanaman hias, khususnya bunga-bunga tropis dan subtropis yang membutuhkan suhu stabil dan kelembapan tinggi (Kowaas, dkk. , 2. Seperti halnya daerah berhawa sejuk lainnya di Indonesia seperti Batu. Lembang, dan Brastagi. Tomohon berkembang menjadi sentra pertumbuhan tanaman hias yang subur dan beragam. Sepanjang jalan-jalan utama di kota ini, terutama di Kecamatan Tomohon Utara seperti Kelurahan Kakaskasen Satu. Dua, dan Tiga, terlihat deretan kios bunga dan rumah produksi bunga hias yang aktif melayani pembeli dari berbagai daerah. Aktivitas ini tidak hanya mencerminkan kekayaan hayati dan keindahan alam setempat, tetapi juga memperkuat identitas budaya kota Tomohon sebagai AuKota BungaAy sekaligus mendukung tumbuhnya profesi dekorator bunga hias secara berkelanjutan. Kegiatan dekorasi bunga hias telah menjadi bagian integral dalam tradisi masyarakat Tomohon (Wowor, dkk. , 2. , melekat erat dalam berbagai peristiwa penting kehidupan, baik dalam suasana suka seperti pesta pernikahan, syukuran, ulang tahun, hingga momen duka seperti pemakaman. Penggunaan bunga segar dalam setiap acara menjadi simbol keindahan, penghormatan, dan ekspresi emosional yang dalam (Porajow, dkk. , 2. Seiring berjalannya waktu, budaya ini mengalami perkembangan signifikan, terutama setelah digelarnya lomba merangkai bunga dan parade kendaraan hias yang menjadi atraksi visual dan kultural tersendiri bagi warga maupun wisatawan. Perhelatan ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2006 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kota Tomohon, dan menjadi tonggak penting yang menandai integrasi antara tradisi lokal dan potensi Sejak tahun 2015, kegiatan tersebut diresmikan sebagai agenda nasional tahunan bertajuk Tomohon International Flower Festival (TIFF) yang mempertemukan kreativitas florikultura dengan estetika pertunjukan. TIFF tidak hanya menjadi ajang promosi wisata, tetapi juga mendorong kemajuan ekonomi kreatif berbasis bunga (Waworuntu, dkk. , 2. , menghidupkan usaha-usaha seperti pertanian bunga (Londong, dkk. , 2. , pembuatan rangkaian (Swandewi, dkk. , 2. , dekorasi event, hingga pelatihan desain floral. Meski sektor ini tumbuh pesat dan menciptakan peluang kerja serta identitas budaya baru bagi Tomohon, masih terdapat kekosongan data dan dokumentasi historis yang memadai terkait jumlah dan profil pelaku usaha, khususnya para dekorator bunga hias. Belum diketahui secara pasti siapa saja perintis dalam dunia dekorasi bunga di Tomohon, bagaimana perjalanan karier mereka, serta bagaimana tantangan dan peluang yang mereka hadapi di tengah perubahan zaman dan selera pasar. Hal ini menjadi penting untuk ditelusuri, mengingat para dekorator tidak hanya berperan sebagai pelaku seni terapan, tetapi juga sebagai agen budaya yang merepresentasikan kreativitas lokal dalam bingkai globalisasi pariwisata. Dalam konteks penelitian ini, eksistensi dekorator bunga hias di Kota Tomohon dipahami sebagai keberadaan nyata dan peran aktif individu atau kelompok yang menjalankan profesi sebagai perangkai dan penyedia jasa dekorasi bunga dalam berbagai kegiatan sosial, budaya, dan ekonomi. Eksistensi tidak hanya mencakup aspek keberadaan fisik para dekorator, tetapi juga meliputi pengakuan sosial terhadap profesi mereka, kontribusi terhadap ekonomi kreatif lokal, kesinambungan praktik dekorasi dari waktu ke waktu, serta kapasitas untuk beradaptasi dengan perkembangan selera pasar dan Dengan demikian, eksistensi dalam penelitian ini bersifat multidimensional, yang mencakup dimensi historis . apan dan bagaimana profesi ini muncu. , sosial . eran dan identitas para dekorator dalam masyaraka. , ekonomi . umber penghasilan dan peluang kerj. , serta kultural . engaruh terhadap citra dan identitas Kota Tomohon sebagai Kota Bung. Pemahaman yang komprehensif terhadap eksistensi ini menjadi penting untuk menggambarkan secara utuh dinamika profesi dekorator bunga hias di tengah perubahan sosial dan tuntutan industri kreatif masa kini. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan eksistensi para dekorator bunga hias di Kota Tomohon, mencakup sejarah awal mula kegiatan dekorasi bunga, perkembangan jumlah dekorator dari masa ke masa, serta profil para pelaku yang saat ini masih aktif menjalankan profesi tersebut. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis tantangan dan peluang yang dihadapi oleh para dekorator bunga hias dalam mempertahankan eksistensinya di tengah perubahan sosial, budaya, dan ekonomi. Adapun manfaat dari penelitian ini antara lain memberikan kontribusi ilmiah bagi pengembangan kajian seni terapan dan ekonomi kreatif lokal, menjadi sumber informasi bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan penguatan sektor florikultura, serta memberikan inspirasi dan motivasi bagi generasi muda untuk melestarikan ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Tulus. Mantik & Rantung. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 budaya lokal melalui profesi dekorator bunga. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memperkaya literatur akademik di bidang seni, budaya, dan kewirausahaan berbasis kearifan lokal. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk mengungkap dan memahami eksistensi dekorator bunga hias di Kota Tomohon secara mendalam. Pendekatan ini dipilih karena fokus penelitian adalah pada makna, pengalaman, dan realitas sosial yang dialami langsung oleh para dekorator dalam konteks kehidupan mereka sehari-hari. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan interpretatif, dengan mengutamakan proses dan makna di balik fenomena yang diteliti. Landasan teori digunakan sebagai panduan agar fokus penelitian tetap selaras dengan kondisi di lapangan, serta sebagai kerangka analisis dalam membahas hasil temuan. Dalam pendekatan ini, peneliti berperan aktif dalam pengumpulan data melalui pengamatan langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi, guna mendapatkan pemahaman yang holistik terhadap subjek penelitian. Menurut para ahli, seperti Kirk dan Miller . , penelitian kualitatif merupakan tradisi ilmiah dalam ilmu sosial yang bergantung pada pengamatan terhadap manusia dalam konteks alamiah mereka, baik dari segi aktivitas maupun bahasa yang digunakan. Denzin dan Lincoln . menambahkan bahwa pendekatan ini bertujuan untuk menafsirkan fenomena sosial secara menyeluruh melalui penggunaan beragam metode yang sesuai dengan konteks penelitian. Sementara itu. Bogdan dan Biklen . menekankan bahwa penelitian kualitatif bersifat deskriptif, dengan data yang dikumpulkan berupa katakata, narasi, atau gambar, bukan angka. Oleh karena itu, hasil penelitian ini disajikan melalui uraian naratif yang disertai kutipan langsung dari informan, guna memperkuat validitas dan keutuhan pemaparan temuan di lapangan. Pendekatan ini dinilai paling tepat untuk menggambarkan secara mendalam dinamika profesi dekorator bunga hias, yang belum banyak diungkap dalam kajian ilmiah Sumber data dalam penelitian ini berasal dari para pelaku dekorasi bunga hias di Kota Tomohon, khususnya yang berada di wilayah Kecamatan Tomohon Utara, seperti Kelurahan Kakaskasen Satu. Dua, dan Tiga. Informan utama terdiri atas petani bunga, pemilik kios, dan dekorator yang tergabung dalam organisasi ASBINDO maupun yang bekerja secara independen. Selain itu, data juga diperoleh dari tokoh masyarakat, pengurus organisasi, serta dokumentasi terkait kegiatan Tomohon International Flower Festival (TIFF). Untuk memperoleh data yang komprehensif, peneliti menggunakan tiga teknik utama, yaitu: wawancara mendalam terhadap pelaku usaha dekorasi bunga, observasi langsung terhadap aktivitas dekorasi baik di kios, pasar, maupun pada pelaksanaan TIFF, serta dokumentasi berupa foto-foto, arsip sejarah, dan struktur organisasi yang relevan. Wawancara dan pengumpulan data dilakukan selama bulan Oktober hingga awal November 2024. Proses analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan pendekatan model Miles dan Huberman yang mencakup tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti mengelompokkan data ke dalam tema-tema utama yang mencerminkan aspek historis, sosial, ekonomi, dan kultural dalam praktik dekorasi bunga hias di Kota Tomohon. Untuk memastikan keabsahan data, dilakukan triangulasi melalui perbandingan antara hasil wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi visual. Analisis ini bertujuan untuk mengungkap dinamika eksistensi para dekorator bunga dalam membentuk identitas Tomohon sebagai Kota Bunga sekaligus menggambarkan kontribusi mereka terhadap ekonomi kreatif lokal. HASIL PENELITIAN Awal Mula Kegiatan Dekorasi Bunga Hias di Kota Tomohon Kegiatan dekorasi bunga hias di Kota Tomohon memiliki sejarah panjang yang berakar kuat di wilayah Kecamatan Tomohon Utara, khususnya di Kelurahan Kakaskasen Satu. Dua, dan Tiga. Sejak tahun 1970-an, aktivitas ini telah berkembang, dimulai dari penggunaan bunga potong seperti Krekleli (Lel. Gladiol . ering disebut Radiole. , dan Aster dalam dekorasi pesta pernikahan dan acara gerejawi. Dekorasi pada masa itu biasanya dikerjakan oleh pemuda-pemuda setempat atau kerabat calon Tradisi unik juga terlihat dalam iring-iringan pernikahan, di mana pemuda-pemudi membawa rangkaian bunga dalam keranjang atau vas saat mengiringi pengantin menuju dan kembali dari gereja, diiringi musik bambu seng yang khas. ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Tulus. Mantik & Rantung. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Gambar 1. Peneliti ketika mewawancarai Ibu Jeane Laala. Petani bunga sekaligus sebagai decorator (Dok. Foto: Rex Noel. Seiring waktu, kegiatan merangkai bunga berkembang dari sekadar aktivitas sosial menjadi usaha ekonomi yang menjanjikan. Masyarakat Kakaskasen mulai membuka kios bunga untuk menjual hasil rangkaian sesuai pesanan pembeli. Salah satu pelopor dalam bidang ini adalah Ibu Melly Angow dan suaminya. Bapak Elon Karundeng, yang pada tahun 1970-an mendirikan kios bunga sekaligus menanam bunga hias di kebun mereka di kaki Gunung Lokon. Kios tersebut menjadi cikal bakal lahirnya usaha florikultura modern di Kakaskasen, dengan fokus pada rangkaian untuk pesta maupun krans duka cita. Pada awal 1980-an. Jeane Laala dan suaminya Sonny Mantik melanjutkan tradisi ini dengan menanam bunga Aster dan Gladiol di bilangan Jalan Sunge. Hasil kebun mereka laris manis di pasar Tomohon dan Manado, terutama saat Natal dan Tahun Baru. Tahun 1985 menandai hadirnya AuIlomata FloristAy yang dikelola oleh pasangan Yenny Angow dan Yamin Hamzah. Usaha ini diteruskan oleh putri mereka. Ningsih, yang kini aktif melayani berbagai pesanan bunga dengan berbagai model dan gaya. Kios ini merupakan contoh usaha keluarga yang bertahan hingga puluhan tahun, menunjukkan keberlanjutan dan nilai ekonomi yang kuat dari bisnis ini. Gambar 2. Bapak Yamin Hamzah dan Ningsih anaknya ketika di wawancarai peneliti di Kios Bunga AuIlomata FloristAy Kakaskasen Dua. (Dok. Foto: Mily Kiersten. Kios bunga lain yang ikut menandai perkembangan ini adalah AuChingse FloristAy, didirikan tahun 1990 oleh Bapak Chingse Lasut, seorang pensiunan tentara. Meski telah berusia 80 tahun, beliau masih aktif dalam bisnis bunga dan berharap generasi muda meneruskan profesi ini. Delapan tahun kemudian, muncul pula AuKarunia FloristAy milik Bapak Marcel Wongkar dan istrinya Meity Tangkawarow. Mereka tidak hanya melayani pesanan untuk acara pernikahan atau ulang tahun, tetapi juga untuk kegiatan kantor dan krans duka, dengan bunga-bunga yang dibeli dari petani lokal. ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Tulus. Mantik & Rantung. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Gambar 3a. Peneliti mewawancai Bapak Chingse Lasut . Tahu. (Dok. Foto: Rex Noel. Gambar 3b. Bapak Chingse di depan Kios Bunganya. (Dok. Foto: Rex Noel. Gambar 4a. Bapak Marcel Wongkar ketika diwawancarai peneliti sedang merangkai bunga pesanan pelanggan. (Dok. Foto: Kiersten Mily. M). Satu diantara sekian rangkaian bunga hias yang dikerjakan Bapak Marcel Wongkar di Kios Karunia Florist Kakaskasen II Lingk. Tomohon Utara. (Dok. Foto: Kiersten Mily. M). Memasuki tahun 2000, terdapat empat kios bunga baru di Kakaskasen. Di Kakaskasen Dua. AuClaudia FloristAy milik Bapak Calvin Tangkawarow dan AuNingsih FloristAy milik Ningsih Hamzah semakin memperkuat ekosistem usaha bunga hias keluarga di daerah tersebut. Kedua kios ini saling berdekatan dan aktif melayani pesanan dekorasi untuk berbagai acara. Sementara itu, di Kakaskasen Tiga, hadir AuFemmi FloristAy milik Ibu Femmi Taroreh dan AuValentine FloristAy milik Ibu Nora Bokong. Keduanya juga aktif sebagai dekorator bunga hias yang melayani pelanggan dari berbagai kalangan. Gambar 5. Peneliti ketika mewawacai Bapak Calvin Tangkawarow berusia 51 Tahun di tempat usahanya. Kios Bunga AuClaudia FloristAy Kakaskasen Dua Lingk. 9 pada Rabu, 30 Oktober 2024 (Dok. Foto: Rex Noel M) ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Tulus. Mantik & Rantung. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Gambar 6. Kios Bunga Hias AuNingsih FloristAy Milik Ningsih Hamzah. (Dok. Foto: Kiersten Mily M 4 November 2. Data terbaru menunjukkan bahwa dari tahun 2004 hingga 2024, terdapat setidaknya 16 warga Kakaskasen yang mendirikan usaha di bidang ini (Tabel . Secara keseluruhan, peneliti mencatat 29 nama yang berkiprah sebagai petani bunga, pemilik kios, dekorator, dan pemerhati kegiatan dekorasi bunga hias di wilayah Tomohon Utara. Data ini diperoleh melalui wawancara langsung dari kios ke kios sepanjang bulan Oktober hingga awal November 2024. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan dekorasi bunga hias bukan hanya bagian dari tradisi lokal, tetapi telah menjadi sektor ekonomi kreatif yang terus berkembang dan berkontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat Tomohon. Tabel 1. Data Pemerhati. Petani Bunga. Pemilik Kios Bunga Hias dan Dekorator di Tahun 1970-an hingga 2024 diperoleh melalui wawancara di setiap Kios Bunga Hias yang ada di Kakaskasen Raya Tomohon Utara, pada bulan Oktober 2024 hingga awal November 2024. Tahun Nama Kios Mulai Nama / Umur Alamat Keterangan Bunga Usaha Melly Angow . Kakaskasen 1970-an Petani Bunga / Dekorator Yenny Angow . Ilomata Florist Kakaskasen II Lingk. Tomohon Utara Dekorator Jamin Hamzah / 76 Thn Ilomata Florist Kakaskasen II Lingk. Tomohon Utara Pemerhati Chingse Lasut / 80 Thn Chingse Florist Kakaskasen II Lingk. Tomohon Utara Dekorator Jeane Laala / 69 Thn Kakaskasen i Lingk. Tomohon Utara Petani Bunga / Dekorator Sonny Mantik / 69 Thn Kakaskasen i Lingk. Tomohon Utara Petani Bunga / Dekorator Marcel Wongkar / 58 Thn Karunia Florist Kakaskasen II Lingk. Tomohon Utara Dekorator Meity Tangkawarow / 52 Thn Karunia Florist Kakaskasen II Lingk. Tomohon Utara Guru / Dekorator Calvin Tangkawarouw / 51 Thn Claudia Florist Kakaskasen II Lingk. Tomohon Utara Dekorator Femmi Taroreh / 69 Thn Femmi Florist Kakaskasen i Lingk. Tomohon Utara Dekorator Nora Bokong / 56 Thn Valentine Florist Kakaskasen i Lingk. Tomohon Utara Dekorator ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Tulus. Mantik & Rantung. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Tahun Mulai Usaha Keterangan Kakaskasen II Lingk. Tomohon Utara Dekorator Taman Indah Florist Kakaskasen II Lingk. Tomohon Utara Dekorator Daniel Simboh / 57 Thn Agape Kakaskasen II Lingk. Tomohon Utara Dekorator Piet Hein Kliwon Pungus. Pd / 72 Thn Kakaskasen I Lingk. Tomohon Utara Petani Bunga / Dekorator Wiesje Elisabeth Sondakh / 69 Thn Kakaskasen I Lingk. Tomohon Utara Dekorator Jano Gerzon Roeroe. Th / 62 Thn Jano Gerzon Roeroe Florist Kakaskasen Lingk. Tomohon Utara Dekorator Novita Tumiwa / 42 Thn Bianca Florist Kakaskasen i Lingk. Tomohon Utara Dekorator James Mogi / 54 Thn Wulan Florist Kakaskasen i Lingk. Tomohon Utara Petani Bunga / Dekorator Mintje Maria Kawureng / 58 Thn Kakaskasen I Lingk. Tomohon Utara Dekorator Welliam Pungus / 70 Thn Kakaskasen I Lingk. Tomohon Utara Petani Bunga / Dekorator Felty Sumaraw / 51 Thn Berkat Anugrah Florist Kakaskasen I Lingk. Tomohon Utara Dekorator Meyti Karundeng / 43 Thn Talenta Florist Kakaskasen II Lingk. Tomohon Utara Dekorator Any Rumondor / 59 Thn Cinta Florist Kakaskasen II Lingk. Tomohon Utara Dekorator Oliviani Angge / 44 Thn Olivia Florist Kakaskasen II Lingk. Tomohon Utara Dekorator Melkisedek Tangkawarouw / 52 Thn Kakaskasen I Lingk. Tomohon Utara Petani Bunga Meita Pundoko / 59 Thn Ilomata Florist Kakaskasen II Lingk. Tomohon Utara Dekorator Vonny Mandagi / 56 Thn Ivoony Florist Kakaskasen i Lingk. Tomohon Utara Dekorator Nontje Tangkawarouw. Pd / 68 Thn Olivia Florist Kakaskasen I Lingk. Tomohon Utara Dekorator Nama / Umur Nama Kios Bunga Ningsih Hamzah Ningsih Florist Maria Pinontoan / 47 Thn Alamat Peran TIFF dan Organisasi Profesi dalam Mendorong Aktivitas Dekorasi Bunga di Kota Tomohon Tomohon International Flower Festival (TIFF) merupakan sebuah program yang diprakarsai oleh Pemerintah Kota Tomohon sejak tahun 2008. Pada awalnya, kegiatan ini digelar secara dua tahunan pada tahun 2010, 2012, dan 2014. Sejak tahun 2015. TIFF telah diakui oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia sebagai agenda tahunan nasional. Pengakuan ini turut mendorong kemunculan petani-petani bunga hias dan bunga potong baru, serta semakin berkembangnya profesi dekorator bunga di Kota Tomohon. TIFF sendiri berawal dari peringatan Hari Ulang Tahun Kota Tomohon pada Januari 2006. Pada saat itu, digelar parade kendaraan yang dihias dengan bunga, yang kemudian diikuti dengan kegiatan serupa pada bulan Agustus di tahun yang sama, melibatkan sekitar 600 kendaraan bermotor serta iring-iringan bendi dan pedati sapi yang telah dihias dengan bunga. Kegiatan ini memanfaatkan hasil kebun bunga milik warga Kota Tomohon yang telah diwariskan secara turuntemurun. ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Tulus. Mantik & Rantung. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Gambar 7. Kendaraan hias dari Jepang pada TIFF 10 Agustus 2024, didekorasi oleh para dekorator dari Kota Tomohon. (Dok. Foto: Kiersten Mily M) Gambar 8. Kendaraan hias dari Amerika yang ikut serta dalam TIFF 2019. Gambar 9. Seorang putri berdiri di tengah rangkaian bunga hias hasil karya dekorator Tomohon. (Sumber: https://eventdaerah. id/detail-event/tomohon-international-flower-festival-2, diunduh 3 November 2024 pukul 16. 27 WITA) Pelaksanaan TIFF hingga saat ini patut diapresiasi, khususnya kepada Pemerintah Kota Tomohon yang secara konsisten menyelenggarakan event ini. TIFF membuka peluang bagi para petani untuk memperluas lahan budidaya bunga, dan bagi para dekorator, menyediakan kesempatan kerja serta penghasilan melalui aktivitas seni dekorasi. Pembentukan dan Peran Organisasi Terkait Bunga Meningkatnya aktivitas seputar dekorasi bunga juga mendorong terbentuknya organisasi profesi. Salah satunya adalah Asosiasi Bunga Indonesia (ASBINDO) Kota Tomohon, yang berafiliasi dengan ASBINDO pusat di Jakarta. Organisasi ini menghimpun para petani bunga, pemilik kios, dekorator, pemerhati bunga, serta para juri dalam lomba-lomba dekorasi bunga di Kota Tomohon. Dalam wawancara pada 17 Oktober 2024. Jano Gerzon Roeroe. Th. , selaku Sekretaris ASBINDO Kota Tomohon sekaligus seorang dekorator, menjelaskan bahwa ASBINDO bertujuan merangkul seluruh elemen masyarakat yang terlibat dalam dunia bunga hias di kota ini. Susunan pengurus Asosiasi Bunga Indonesia (ASBINDO) Kota Tomohon Tahun 2024 terdiri dari para tokoh yang memiliki dedikasi tinggi terhadap pengembangan sektor bunga dan dekorasi di daerah ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Tulus. Mantik & Rantung. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Sebagai Pembina atau Penasehat organisasi ini adalah Piet Hein Kliwon Pungus. Pd. Ir. Darius Senduk. Posisi Ketua dipercayakan kepada Melkisedek Tangkawarow. SE. , dengan Sekretaris Jano Gerzon Roeroe. Th. , dan Bendahara Jeni Mogi. Keanggotaan ASBINDO Kota Tomohon mencakup 65 orang yang aktif terlibat dalam berbagai kegiatan dan bidang terkait bunga hias. Di antara para anggota tersebut adalah Adri Surentu. Adry Mangimbulude. Agus Jacob Mongdong. Aneke Mandagi. Any Rumondor. Bertje Wuisan. Calvin Edyson Tangkawarow. Daniel Lala. Deborah Kaparang. Des Melo. Detty Mandagi. Djefry Kambey. Edison Lala. Enrico Tangkawarouw. Enrico Wuisan. Ferdi Didie Makalew. Fifi Sumendap. Grace Roring. Hanna Roeroem. Hartoni Angow. Herry Rumondor. Indra Salam. Ivo Paat. James Mogi. Jans Doni Polii. Jack Poli. Jacky Wuisan. Jacob Lala. Jeane Laala. Jenny Pungus. Jems Wanget. Johny Karundeng. Johny Marthen Kalalo. Lexi Pungus. Liefy Sumampow. Mariam Bororing. Marietje Poli. Marry Mandagi. Meisy Kaunang. Meike Isye Polakitan. Meity Tangkawarow. Melky Maikel Polii. Michael Solang. Mientje Maria Kaureng. Nining Hamzah. Nontje Tangkawarow. Pd. Nova Estellina Manopo. Novita Manopo. Novita Tumiwa. Open Siwu. Recky Karinda. Riedel Lala. Ricko Toha. Ronny Polii. San Paat. Sela Sola. Sintia Mandagi. Steven Pahasoh. Soleman Mandagi. Sonny Mantik. Thereesye Sumendap. Welliam Pungus. Wiesje Elisabeth Sondakh. Wilson Posumah, dan Yurike Mongdong. Para anggota ini berasal dari berbagai latar belakang yang memiliki kepedulian dan keterampilan dalam bidang dekorasi serta pengembangan bunga hias di Kota Tomohon. Asosiasi Dekorator Kota Tomohon Selain ASBINDO, pada 28 Juli 2017 juga dibentuk Asosiasi Dekorator Kota Tomohon yang secara resmi dilantik oleh Walikota saat itu. Jimmy Feidie Eman. SE. Ak. , bertempat di Okoy Flower Garden. Kakaskasen. Pengurus inti organisasi ini terdiri dari Lexy Pungus sebagai Ketua. Berce Wuisan sebagai Sekretaris, dan Rivo Paat sebagai Bendahara. Dalam sambutannya. Walikota menyatakan bahwa asosiasi ini merupakan yang pertama di Sulawesi Utara dan diharapkan dapat menjaga mutu dekorasi bunga dalam setiap pelaksanaan Tomohon International Flower Festival (TIFF). Gambar 10. Suasana usai pelantikan Pengurus Asosiasi Dekorator Kota Tomohon, 28 Juli 2017. Namun demikian, menurut keterangan Welliam Pungus . , seorang dekorator sekaligus anggota asosiasi yang diwawancarai pada 7 November 2024, organisasi ini kini sudah tidak lagi aktif. Pergantian kepemimpinan di lingkungan Pemerintah Kota Tomohon menyebabkan organisasi ini tidak lagi diberdayakan dalam kegiatan seperti TIFF, dan seluruh pelaksanaan dekorasi kini sepenuhnya ditangani oleh ASBINDO Kota Tomohon. Gambar 11. Peneliti mewawancarai Welliam Pungus di rumahnya. Kakaskasen I Lingk. Tomohon Utara. (Dok. Foto: Rex Noel M) ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Tulus. Mantik & Rantung. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Alumni Program Studi Pendidikan Seni Rupa Berdasarkan penelusuran peneliti, hanya satu orang alumni Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Manado yang tercatat sebagai anggota ASBINDO, yaitu Nontje Tangkawarow. Pd. Meskipun demikian, beberapa alumni lainnya tetap aktif sebagai dekorator bunga secara independen meski tidak tergabung dalam organisasi. Mereka antara lain Dra. Maria Budiyatmi. Sn. Drs. Arie Tulus. Pd. Ajeng Prasasti. Pd. Sn. Grace Poluan. Pd. Lucia Palendeng. Pd. Luci Pakasi. Pd. Denny Simboh. Pd. Gerrit Kalalo. Pd. Euclemwies Makienggung. Pd. , dan Jackie Kaunang. Pd. Dalam wawancara melalui telepon pada 2 Desember 2024. Lucia Palendeng. Pd. menjelaskan bahwa ia tidak tergabung dalam organisasi karena memilih fokus pada profesinya sebagai guru seni, meskipun ia masih aktif membuat dekorasi bunga untuk keperluan pribadi, gereja, maupun pesanan khusus. Sementara itu. Jackie Kaunang. Pd. menyatakan bahwa keterlibatan dalam organisasi bukanlah satu-satunya cara untuk berkembang, karena menurutnya media sosial kini telah menjadi ruang efektif untuk mempromosikan profesi dan menjangkau calon klien secara langsung. PEMBAHASAN Prospek Masa Depan Para Dekorator Bunga Hias Di Kota Tomohon Dunia pariwisata masih menjadi industri yang sangat menjanjikan, termasuk bagi para dekorator bunga di Kota Tomohon. Kreativitas mereka terbukti melalui keterlibatan dalam kegiatan berskala internasional seperti Tomohon International Flower Festival (TIFF), khususnya dalam ajang Tournament of Flowers, di mana kendaraan-kendaraan hias tampil memukau berkat tangan-tangan terampil para dekorator lokal. Sebuah kendaraan hias berukuran besar dapat menghabiskan sekitar 10. 000 tangkai bunga Krisan atau Aster, sedangkan yang berukuran sedang membutuhkan sekitar 6. 000 tangkai. Dengan harga rata-rata Rp3. 500 per tangkai, biaya total dekorasi bisa sangat tinggi, apalagi jika sebagian bunga didatangkan dari luar kota. Oleh karena itu, dekorator bisa meraup keuntungan lebih besar jika bunga diperoleh langsung dari petani lokal di Tomohon. Gambar 12. Satu diantara sekian banyak kendaraan bunga hias pada TIFF Kota Tomohon tahun 2017. Ketergantungan dekorator terhadap pasokan bunga dari petani lokal sangat tinggi, tidak hanya untuk acara besar seperti TIFF, tetapi juga untuk kebutuhan dekorasi harian seperti ulang tahun, pernikahan, kantor, peristiwa duka, hingga hari-hari raya keagamaan seperti Natal. Paskah, dan Pengucapan Syukur. Rangkaian bunga yang disusun dalam jambangan atau vas menjadi produk andalan yang dijual di kios-kios bunga, seperti di Olivia Florits. Kakaskasen II. Tidak seperti kendaraan hias yang desainnya sudah ditentukan panitia, rangkaian bunga ini dibuat secara otodidak berdasarkan referensi sebelumnya dan disesuaikan dengan selera pembeli. Harganya bervariasi, mulai dari ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Tulus. Mantik & Rantung. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Rp35. 000 hingga jutaan rupiah, tergantung model dan ukuran. Dengan banyaknya pesanan, dekorator bisa memperoleh penghasilan bersih antara lima hingga tujuh setengah juta rupiah per bulan. Gambar 13. Bentuk dan model warna rangkaian bunga hias pada Jambangan/Vas Bunga yang di jual di Kios Bunga Olivia Florits Kakaskasen II. Lingk. 9 Tomohon Utara. (Dok. Foto: Kiersten Mily M 17 Oktober 2. Sebagai kota yang menyandang gelar AuKota Bunga,Ay Tomohon diharapkan tidak hanya menjadikan bunga sebagai identitas simbolik, tetapi benar-benar menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan bunga hias dalam berbagai ruang publik seperti kantor pemerintah, sekolah, rumah sakit, bahkan tempat ibadah perlu digalakkan agar sektor pertanian bunga dan dekorasi terus hidup. James Mogi, salah satu petani sekaligus dekorator, mencontohkan bagaimana keterlibatannya dalam TIFF 2024 memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Selain membuat kendaraan hias, ia juga rutin menerima pesanan dekorasi pelaminan dan acara lainnya, yang meningkatkan pendapatan bulanannya secara substansial. Gambar 14. Peneliti Bersama Sekretaris ASBINDO (Asosiasi Bunga Indonesi. Kota Tomohon ketika selesai mewawancarainya pada 18 Oktober 2024. (Dok. Foto Rex Noel M) Gambar 15. Peneliti ketika mewawancarai Bapak James Mogi yang berprofesi sebagai petani bunga sekaligus sebagai Dekorator Bunga Hias, pada 24 Oktober 2024 (Dok. Foto: Rex Noel M) ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Tulus. Mantik & Rantung. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Gambar 16. Bapak James Mogi dan Karya Dekorasinya Kendaraan Hias Bank Indonesia pada Tomohon International Flower Festival (TIFF) 10 Agustus 2024. (Dok. Foto Bapak James Mog. Namun, ada tantangan besar yang masih dihadapi, terutama dalam hal benih bunga Krisan yang sebagian besar masih didatangkan dari Jawa. Ketergantungan ini membuat harga bunga menjadi mahal ketika sampai di tangan konsumen. Hal ini menyebabkan pendapatan dekorator atau pedagang bunga di kios bisa lebih besar dibandingkan petani yang hanya menjual hasil panennya dalam bentuk bunga Sonny Mantik, seorang petani bunga sekaligus dekorator dari Kakaskasen Tiga, menyatakan bahwa menjual bunga dalam bentuk rangkaian vas kecil bisa menghasilkan pendapatan besar, terutama ketika dijual langsung di pasar. Sekali panen, hasil penjualan bunga yang telah dirangkai bisa mencapai puluhan juta rupiah, tergantung luas lahan dan jumlah tanaman yang dibudidayakan. Aspirasi untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan dekorator terus diperjuangkan oleh ASBINDO Kota Tomohon. Ketua Harian ASBINDO. Melkisedek Tangkawarow. SE, menegaskan pentingnya keterlibatan lebih banyak dekorator dalam event seperti TIFF. Ia mengusulkan agar pemerintah menambah jumlah kendaraan hias dalam setiap pelaksanaan TIFF, agar para petani dan dekorator mendapatkan ruang lebih luas untuk menyalurkan produk dan keterampilan mereka. Dengan begitu, kesejahteraan mereka sebagai pelaku utama industri bunga hias di Kota Tomohon dapat meningkat dan berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Gambar 17. Peneliti ketika mewawancai Bapak Sonny Mantik . Tahu. pada Jumat 8 November 2024 di Kakaskasen Tiga Lingk. IV Tomohon Utara. (Dok. Foto: Rex Noel M) Gambar 18. Bapak Sonny Mantik . Tahu. Saat menjual bunga hasil produknya di Pasar Beriman Tomohon, berserta Bunga yang sudah di rangkainya pada sebuah Vas kecil 23 Desember 2023. (Dok. Foto: Kiersten Mily M) ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Tulus. Mantik & Rantung. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Gambar 19. Wawancara Peneliti bersama Bapak Melkisedek Tangkawarow. SE. Ketua Harian ASBINDO (Asosiasi Bunga Indonesi. Kota Tomohon Jumat, 8 November 2024. (Dok. Foto: Rex Noel M). Dunia pariwisata hingga saat ini menjadi industri yang sangat menjanjikan, dan tentunya dengan dedikasi yang positif terhadap perkembangan perekonomian masyarakat, termasuk para decorator di Kota Tomohon. Beragam hasil kreatifitas di bidang dekorasi telah dibuktikan, salah satunya dalam pelaksanaan kegiatan berskala Internasional. Tomohon International Flower Festival. Performa kendaraan hias pada Tournament Of Flower merupakan hasil karya tangan-tangan terampil dari dekorator andalan di Kota Bunga Tomohon. Perlunya Pelatihan-Pelatihan Dekorasi Bunga Hias Bagi Dekorator di Kota Tomohon. Antusiasme masyarakat Kota Tomohon terhadap bunga hias atau bunga potong yang dirangkai dalam bentuk siap saji untuk berbagai acara sangat tinggi. Namun, hal ini tidak membuat para dekorator merasa cukup atau berpuas diri. Justru semangat untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan semakin kuat. Para dekorator merasa penting untuk terus menambah pengetahuan dan pengalaman, baik dari literatur maupun pelatihan-pelatihan yang dapat difasilitasi oleh pemerintah dan lembaga-lembaga terkait. Pelatihan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas hasil dekorasi, sekaligus memperluas wawasan dan daya saing dekorator lokal. Salah satu dekorator. Any Rumondor, pemilik Kios AuCinta FloristAy di Kakaskasen Dua, menyampaikan bahwa meskipun permintaan bunga sangat tinggi dan usahanya berjalan lancar, ia tetap merasa perlu untuk terus meningkatkan kemampuan. Ia berharap ada pelatihan-pelatihan yang diinisiasi pemerintah atau para ahli dekorasi di daerah ini. Menurutnya, usaha dekorasi bunga memerlukan pembaruan ide dan teknik agar produk yang ditawarkan tetap menarik bagi konsumen, terutama dalam menghadapi tren dan permintaan pasar yang terus berkembang. Gambar 20. Any Rumondor . Tahu. Pemikil Kios AuCinta Florist sekaligus sebagai Dekorator Bunga Hias di Kakaskasen Dua Lingkungan 9 Tomohon Utara ketika di wawancarai peneliti pada Kamis 7 November 2024 (Dok. Foto: Rex Noel M). Pelatihan dekorasi bunga sangat penting untuk meningkatkan kualitas karya para dekorator. Bentuk dan model rangkaian bunga yang semakin bervariasi akan mampu menarik lebih banyak peminat, termasuk dari luar daerah. Hal ini sangat relevan terutama dalam konteks Tomohon ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Tulus. Mantik & Rantung. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 International Flower Festival (TIFF), yang merupakan ajang besar berskala internasional. Pada event ini, para dekorator tidak hanya bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari mancanegara. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas melalui pelatihan langsung maupun pembelajaran mandiri menjadi kebutuhan yang mendesak agar para dekorator mampu tampil lebih profesional dan kreatif. Gambar 21. Meity Tangkawarow. Pd . Tahu. Pemikil Kios AuKarunia FloristAy sekaligus sebagai Dekorator Bunga Hias di Kakaskasen Dua Lingkungan 9 Tomohon Utara ketika di wawancarai peneliti pada Kamis 7 November 2024 (Dok. Foto: Rex Noel M). Gambar 22. Foto peneliti bersama Bapak Piet Hein Kliwon Pungus. SPd . Tahu. Sebagai Penasehat ASBINDO (Asosiasi Bunga Indonesi. Kota Tomohon. Kamis 7 November 2024 (Dok. Foto: Rex Noel M). Kehadiran petani bunga, pengusaha kios, dan para dekorator yang tergabung dalam ASBINDO (Asosiasi Bunga Indonesi. Kota Tomohon menunjukkan bahwa ekosistem industri bunga di kota ini sudah terbentuk dan berkembang. Harapan mereka adalah agar keberadaan bunga hias dan bunga potong tetap terjaga serta kualitasnya terus meningkat. Bisnis bunga di Tomohon dinilai memiliki prospek cerah dan menjadi penopang ekonomi keluarga yang menjanjikan. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan organisasi profesi, menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan dan peningkatan industri bunga di Kota Bunga ini. KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak dahulu hingga saat ini, aktivitas pertanian bunga serta keberadaan kios dan dekorator bunga hias di Kota Tomohon paling banyak terpusat di Kecamatan Tomohon Utara, khususnya di Kelurahan Kakaskasen Satu. Dua. Tiga, dan Kakaskasen. Kegiatan dekorasi bunga hias di wilayah ini telah berlangsung sejak tahun 1970-an, dimulai dari penggunaan bunga potong seperti krekleli . , gladiol, dan aster untuk menghias acara pernikahan, di mana dekorasinya biasanya dilakukan oleh pemuda atau teman dekat pasangan pengantin, serta untuk keperluan ibadah dan acara gereja lainnya. Berdasarkan wawancara lapangan dari Oktober hingga awal November 2024, tercatat ada 29 petani bunga sekaligus pemilik kios yang juga merangkap sebagai Jumlah ini meningkat signifikan sejak diselenggarakannya Tomohon International Flower Festival (TIFF) sejak tahun 2008, dengan total anggota ASBINDO Kota Tomohon mencapai 70 orang, termasuk pengurus. Dari sisi ekonomi, rata-rata penghasilan pemilik kios yang juga menjadi dekorator ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Tulus. Mantik & Rantung. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 mencapai Rp5 juta hingga Rp7,5 juta per bulan, bahkan bisa lebih dari Rp10 juta bagi mereka yang telah mapan. Untuk petani bunga yang juga merangkap dekorator dan memasarkan langsung hasil tanamannya dalam bentuk rangkaian bunga, penghasilan per panen dapat mencapai sekitar Rp50 juta, tergantung pada luas lahan dan jumlah benih yang ditanam. UCAPAN TERIMA KASIH Diucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam proses penyusunan tulisan ini baik secara langsung maupun tidak langsung. KONFLIK KEPENTINGAN Pada penelitian ini para peneliti menyatakan bahwa tidak ada konflik kepentingan baik secara finansial atau non finansial. REFERENSI