Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) p-ISSN: 2797-2879, e-ISSN: 2797-2860 Volume 5, nomor 3, 2025, hal. Doi: https://doi. org/10. 53299/jppi. Pengaruh Model Contextual Teaching and Learning (CTL) Berbantuan Media Gambar terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Metamorfosis Perubahan Bentuk Makhluk Hidup Nining Nurahmani. Asriyadin*. Agustinasari STKIP Taman Siswa Bima. Bima. Indonesia *Coresponding Author: asriyadin@tsb. Dikirim: 23-07-2025. Direvisi: 31-07-2025. Diterima: 02-08-2025 Abstrak: Dilema primer yang dihadapi yaitu rendahnya hasil belajar siswa akibat rendahnya variasi contoh dan media pembelajaran yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) berbantuan media gambar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas i SDN Inpres Waduwani. Metode penelitian yang digunakan merupakan quasi eksperimen dengan desain one group pretestposttest. Subjek penelitian merupakan seluruh siswa kelas i yang berjumlah 20 orang. Instrumen yang digunakan merupakan tes uraian pretest dan posttest yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data memberikan adanya peningkatan skor rata- rata berasal 49,40 pada pretest menjadi 88, 65 di posttest. Uji paired sample t- test membentuk nilai signifikansi sebanyak 0,000 (< 0,. yang menampilkan adanya disparitas yg signifikan saat sebelum dan selesainya perlakuan. Dengan demikian, model CTL berbantuan media gambar berpengaruh positif terhadap akibat belajar siswa. pembelajaran dengan model CTL terbukti efektif karena mengaitkan materi pelajaran menggunakan konteks kehidupan konkret siswa, serta media gambar membantu memvisualisasikan konsep abstrak seperti metamorfosis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan CTL yang dibantu media gambar bisa menaikkan aktivitas serta yang hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA. Kata Kunci: Contextual Teaching and Learning (CTL). Media Gambar. Hasil Belajar IPA Abstract: The primary dilemma faced is low student learning outcomes due to the limited variety of examples and learning media used. This study aims to examine the impact of the contextual teaching and learning (CTL) model assisted by image media on the science learning outcomes of third-grade students at SDN Inpres Waduwani. The research method used was a quasi-experimental one-group pretest-posttest design. The research subjects were all 20 thirdgrade students. The instruments used were descriptive pretest and posttest tests whose validity and reliability had been tested. Data analysis showed an increase in the average score from 40 in the pretest to 88. 65 in the posttest. The paired sample t-test produced a significance value of 0. 000 (<0. , indicating a significant disparity before and after the treatment. Thus, the CTL model assisted by image media has a positive effect on student learning outcomes. Learning with the CTL model has proven effective because it links subject matter to the context of students' concrete lives, and image media helps visualize abstract concepts such as This study concludes that the application of CTL assisted by image media can increase student activity and learning outcomes in science subjects. Keywords: Contextual Teaching and Learning (CTL). Image Media. Science Learning Outcomes PENDAHULUAN Pertumbuhan kepribadian, keahlian berpikir kritis, serta keahlian dasar siswa sangat tergantung pada pembelajaran dasar mereka. Salah satu mata pelajaran yang @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Nurahmani dkk. Pengaruh Model Contextual Teaching and Learning (CTL) Berbantuan MediaA dianggap sangat susah di taraf Sekolah Dasar adalah ilmu pengetahuan alam (IPA). IPA mempunyai fungsi yang sangat berarti dalam kehidupan, sehingga IPA merupakan salah satu disiplin ilmu yang harus diajarkan mulai dari sekolah dasar sampai sekolah menengah atas (Oy et al. , 2. Sebagai disiplin ilmu yang mempelajari fenomena alam. IPA dapat membantu siswa meningkatkan pengetahuan, perilaku, serta keahlian mereka, baik secara konseptual maupun praktis. IPA (Juniantari & Kusmariyatni, 2. Sebagai ilmu yang sangat terkait dengan studi metodis tentang alam. IPA bukan semata- mata kemampuan sekumpulan data dalam bentuk fakta, konsep, ataupun prinsip, tetapi juga merupakan proses menemukan (Iskandar & Kusmayanti, 2. Tujuan kurikulum sekolah dasar adalah untuk memberikan pengetahuan, pemikiran, serta gagasan tentang alam kepada siswa lewat pendidikan IPA (Nurjumiati et al. , 2. Berdasarkan observasi yang dilakukan di SDN Inpres Waduwani, siswa kelas tiga mengalami kesulitan memahami materi IPA. Khususnya, mereka kesulitan memahami konsep-konsep IPA, merasa bosan dan kurang antusias, serta membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan materi pembelajaran IPA ketika diminta, alih-alih meminta bantuan teman. Saat guru menjelaskan materi, beberapa siswa terus-menerus ribut. Kurangnya antusiasme siswa dalam belajar berdampak pada hasil belajar mereka. Tingginya persentase siswa yang belum lulus KKTP menunjukkan bahwa proses pembelajaran tidak berjalan mudah. Dari total 20 siswa yang mengikuti pembelajaran, hanya 9 siswa yg sukses memenuhi Kriteria Pencapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) 75, ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih membutuhkan pendampingan serta pendekatan pembelajaran yang lebih efektif supaya hasil belajar mereka dapat meningkat secara maksimal. Hal ini dapat diakibatkan oleh minimnya minat belajar, strategi pengajaran yang kuno serta membosankan, maupun kurangnya sumber daya yang memicu. Pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) merupakan salah satu pendekatan untuk menanggulangi permasalahan ini. Gambar bisa digunakan sebagai media dalam paradigma pembelajaran ini untuk meningkatkan hasil belajar serta memudahkan pemahaman siswa terhadap materi. Guru kelas telah berupaya dengan melakukan penilaian dan pembelajaran berulang, tetapi hasilnya masih di bawah standar. Oleh karena itu, buat menyajikan materi menggunakan cara yg lebih profesional, sepenuh hati, tidak memaksa, dan menyenangkan, pembelajaran memerlukan penemuan dan kreativitas. Agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih efisien dan mencapai tujuan, pendekatan emosional pribadi kepada siswa juga harus digunakan. Model contextual teaching and learning (CTL) merupakan pendekatan pembelajaran yang menhubungkan materi akademis dengan pengalaman sehari-hari siswa untuk meningkatkan hasil belajar dan membuat konsep lebih mudah dipahami siswa, siswa harus mampu mengaitkan wawasan mereka dengan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari (Soleha et al. , 2. Adapun konsep dari pembelajaran yang disebut pembelajaran contextual theaching and learning (CTL) yakni membawa realitas ke dalam kelas serta memotivasi siswa guna mengaitkannya mengenai apa yang diketahuinya dengan cara yang dapat mereka gunakan (Darma & Torimtubun. Media gambar merupakan media yang diwujudkan secara visual yang dimanfaatkan menjadi indera pendukung tercapainya indikator pembelajaran (Setiyawan, 2. Media dua dimensi sederhana pada permukaan yang tidak transparan, media gambar dapat memiliki banyak bentuk berbeda dengan @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Nurahmani dkk. Pengaruh Model Contextual Teaching and Learning (CTL) Berbantuan MediaA menggabungkan ekspresi kata-kata dengan visual (Suparman et al. , 2. Jika penerapannya didukung dengan media visual seperti gambar, maka diharapkan mampu membantu meningkatkan pemahaman konsep serta hasil belajar siswa secara Hasil belajar adalah pencapaian yang diperoleh siswa setelah mengikuti pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. Hasil belajar juga dapat dianggap sebagai cerminan dari upaya pembelajaran yang telah dilakukan (Yandi et al. , 2. Hasil yg diperoleh siswa dari aktivitas belajar dikenal menjadi capaian pembelajaran. Capaian pembelajaran dapat berupa kemampuan, yang bisa dikaitkan menggunakan pengetahuan, sikap, atau keterampilan yg mereka peroleh melalui pengalaman belajar (Rahman, 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum hasil belajar siswa menggunakan model contextual teaching and learning (CTL) menggunakan bantuan media gambar dan untuk mengetahui sejauh mana model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) bisa membantu meningkatkan hasil belajar IPA di Sekolah Dasar. Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh siswa sesudah mengikuti pembelajaran. Seperti pengetahuan sikap, dan keterampilan. Dengan mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari dan menggunakan media gambar sebagai alat bantu pembelajaran diharapkan menjadi lebih mudah dipahami, menyenangkan dan meningkatkan hasil belajar siswa. METODE PENELITIAN Penelitia ini menggunakan desain penelitian Quasi Eksperimen. Desain yang digunakan merupakan one group pretest- posttest desing. Satu kelompok individu diberikan uji awal . , perlakuan, serta uji lanjutan . Hal ini memungkinkan perbandingan keadaan saat sebelum dan sehabis perlakuan, sehingga menciptakan hasil yang lebih akurat (Nurihsan & Zakaria, 2. Tempat penelitian akan dilaksanakan di SDN Inpres Waduwani pada semester 2 tahun ajaran 2025, waktu penelitian dilakukan pada tanggal 28 juni 2025. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh siswa yang berada dalam kelas i SDN Inpres Waduwani dan sampel penelitian berjumlah 20 orang siswa. Pengambilan sampel jenuh merupakan metode pengambilan sampel yang Tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi merupakan metode yang digunakan untuk mengumpulkan informasi. Tes digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa baik sebelum maupun sesudah perlakuan. Observasi digunakan untuk mengamati kegiatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi tambahan mengenai perlakuan siswa, metode yang digubakan, media, dan hasil belajar. Sedangkan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data pendukung seperti foto aktifitas siswa. Analisis deskriptif dan inferensial digunakan pada teknik analisis data. Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui gambaran awal data hasil belajar ipa siswa. Data yang dianalisis meliputi nilai minimum, maksimum, rata- rata, dan standar devisiasi hasil pretest dan posttest kelompok eksperimen. Analisis inferensial dilakukan untuk menguji hipotesisis menggunakan terlebih dahulu uji prasyarat. Uji normalitas dilakukan menggunakan Shapiro-Wilk untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal, sedangkan uji homogenitas menggunakan Levene test untuk melihat kesamaan varian. Setelah data memenuhi kondisi, dilakukan uji Paired Sample @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Nurahmani dkk. Pengaruh Model Contextual Teaching and Learning (CTL) Berbantuan MediaA t-Test untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest siswa diberi perlakuan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pemaparan dan penggambaran data penelitian yang di cakup dalam analisis statistik adalah banyaknya data, nilai minimum, mean, dan standart devian. Perolehan hasil analisis deskriptif dilakukan penelitian melalui bantuan SPSS Statistics 26 yang dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Analisis Deskriptif Nilai pretest Nilai posttest Valid N . Minimum Maximum Mean Std. Deviation Berdasarkan tabel 1 analisis deskriptif diatas menunjukan bahwa nilai pretest memiliki nilai minimum 36, nilai maximum 67, nilai rata-rata sebesar 49,40, serta nilai standar deviasi sebesar 9,472. Sebagian besar siswa belum sepenuhnya memahami konsep-konsep dalam mata pelajaran IPA, khususnya pada materi metamorfosis atau perubahan bentuk makhluk hidup. Penerapan strategi pengajaran yang masih konvensional dan kurang bervariasi juga dapat menyebabkan buruknya hasil belajar, sehingga kurang mampu menarik minat belajar siswa atau memfasilitasi pemahaman yang mendalam. Dari total 20 siswa yang mengikuti pembelajaran, hanya 9 siswa yg sukses memenuhi Kriteria Pencapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih membutuhkan pendampingan serta pendekatan pembelajaran yang lebih efektif supaya hasil belajar mereka dapat meningkat secara Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan model Contextual Teaching and Learning (CTL) yang mengaitkan materi pelajaran dengan konteks kehidupan nyata siswa sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Sesuai dengan penelitian (Setiawan, 2. yang meyatakan menggabungkan proses belajar mengajar dengan partisipasi penuh siswa merupakan cara berpikir pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learnin. , yang mendorong siswa supaya mampu menerapkan materi pelajaran yang dipelajarinya dalam kehidupannya sendiri. Sedangkan pada hasil posttest memiliki nilai minimum 80, nilai maximum 100, nilai rata-rata sebesar 88,65 serta nilai standar deviasi sebesar 5,715. Jadi dapat disimpulkan bahwa sesudah perlakuan hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa setelah diterapkannya perlakuan. Dibandingkan dengan nilai pretest, capaian ini mencerminkan bahwa siswa telah mencapai pemahaman yang lebih baik terhadap materi yang dipelajari. Berdasarkan hasil pengamatan selama pemberian perlakuan, terlihat adanya perubahan perilaku positif dari siswa dalam proses pembelajaran. Siswa menjadi lebih aktif dalam berdiskusi, berani menjawab maupun mengajukan pertanyaan tentang bagaimana perubahan bentuk pada kupu-kupu, capung, dan jangkrik, serta menunjukkan semangat yang lebih tinggi saat mengikuti kegiatan belajar. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa karena pembelajaran dikaitkan langsung dengan pengalaman nyata yang relevan dengan kehidupan mereka, sehingga materi menjadi lebih mudah dipahami dan bermakna. karena mencakup konteks @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Nurahmani dkk. Pengaruh Model Contextual Teaching and Learning (CTL) Berbantuan MediaA kehidupan sehari-hari dan memungkinkan siswa untuk memahami dan menerapkan konsep materi dalam situasi dunia nyata, pendekatan pengajaran dan pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) membuat pembelajaran lebih relevan (Lestari et al. , 2. Selain itu, penggunaan media gambar, khususnya pada materi metamorfosis, sangat membantu siswa pada memahami konsep yang bersifat abstrak. Visualisasi melalui gambar memungkinkan siswa untuk melihat secara nyata tahapan-tahapan perubahan bentuk makhluk hidup, baik pada metamorfosis sempurna maupun tidak dengan demikian, siswa tidak hanya memahami materi secara teori, namun juga bisa membayangkan prosesnya secara nyata, yang berdampak pada peningkatan pemahaman dan hasil belajar mereka secara keseluruhan. Sesuai dengan pernyataan (Mai Sri Lena et al. , 2. siswa, terutama anak-anak, sangat diuntungkan dengan penggunaan media gambar dalam proses pembelajaran. Penambahan gambar membantu menaikkan minat serta fokus siswa saat belajar. Dengan demikian, jelaslah bahwa media gambar merupakan alat pengajaran yang sangat efektif di sekolah dasar. Analisis inferensial meliputi uji persyaratan yaitu uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Uji normalitas merupakan uji yang berperan sebagai syarat dalam menentukan sebuah data penelitian dapat diuji lanjut, dalam uji normalitas yang dilakukan peneliti dengan penggunaan pendekatan Shapiro-wilk melalui bantuan SPSS statistics 26 yang dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Uji Normalitas Pretest Posttest Shapiro-Wilk Statistics Berdasarkan hasil uji normalitas pada Tabel 2 hasil pretest dan posttest menghasilkan nilai signifikan > 0,05. sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa data berdistribusi normal. Distribusi yang normal ini menandakan bahwa variasi nilai siswa sebelum dan sesudah pembelajaran berlangsung secara wajar dan konsisten. Temuan ini mendukung validitas analisis dan memperkuat dugaan bahwa peningkatan hasil belajar memang dipengaruhi oleh perlakuan yang diberikan, yaitu penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) menggunakan media gambar. Sejalan dengan penelitian (Yusnita & Munzir, 2. mencatat peningkatan ketuntasan belajar IPS siswa secara signifikan melalui penggunaan CTL berbantuan media gambar, dari 48,28% menjadi 93,10%. Penelitian lain oleh (Juliadi & Lubis, 2. juga membuktikan bahwa CTL yang dikombinasikan dengan media visual menghasilkan peningkatan signifikan sebesar 0,0035 < 0,05 dalam hasil belajar ekonomi siswa. Uji homogenitas artinya uji yg berperan menjadi kondisi untuk menentukan sebuah data penelitian bisa diuji lanjut yakni uji paired sample t-test. Pengambilan kesimpulan bahwa data dikatakan homogen, peneliti menggunakan bantuan SPSS statistics 26 dalam perhitungan yang hasilnya dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Uji Homogenitas Pretest Posttest Based on Mean Based on Mean Levene Statistic @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Sig. Nurahmani dkk. Pengaruh Model Contextual Teaching and Learning (CTL) Berbantuan MediaA Berdasarkan hasil pengujian data homogenitas pada Tabel 3, nilai . ) Based on Mean pada pretest yaitu 0,894 > 0,05 sedangkan nilai . ) Based on Mean pada posttest yaitu 0,959 > 0,05. Sehingga hasilnya bisa disimpulan bahwa data dikatakan Homogenitas ini menunjukkan bahwa sebaran data antara kelompok siswa sebelum dan sesudah perlakuan bersifat seragam, sehingga uji parametrik dapat diterapkan dengan lebih valid. Keadaan ini juga memberikan keyakinan bahwa peningkatan hasil belajar siswa yang terjadi dalam penelitian ini bukan dipengaruhi oleh perbedaan variansi kelompok, melainkan benar-benar berasal dari perlakuan yang diberikan, yaitu penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan media gambar. Sejalan dengan penelitian (Hani et al. , 2. juga menggunakan uji homogenitas dalam penelitian mereka sebelum menganalisis dampak penggunaan CTL berbantuan video animasi dalam pembelajaran matematika, yang hasilnya memberikan adanya dampak positif terhadap pemahaman konsep siswa. Uji hipotesis yang digunakan yaitu Uji t, uji paired sample t-test digunakan untuk menghitung perbedaan rata-rata antara skor pretest dan posttest, dua penilaian yang dilakukan di kelompok yang sama. Uji ini dilakukan dengan syarat bahwa data berdistribusi normal. Jika data berdistribusi normal, maka bisa dilanjutkan menggunakan uji paired sample t-test. Pengujian dilakukan melalui bantuan spss statistics 26 yg bisa dilihat di Tabel 4. Tabel 4. Uji Hipotesis Pair 1 pretest-posttest Sig . -taile. Pada Tabel 4, terlihat nilai sig. dengan uji paired sample t-test diperoleh 000 < 0,05 sehingga Ho ditolak atau ada perbedaan yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran dan pengajaran contextual teaching and learning (CTL) menghasilkan perubahan yang signifikan antara hasil pretest serta posttest berbantuan media gambar. dengan kata lain Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti pembelajaran menggunakan pendekatan CTL memberikan dampak nyata terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Model CTL bisa mempengaruhi hasil belajar siswa karena pendekatan ini membantu siswa memahami materi dengan menggunakan kehidupan sehari-hari Siswa jadi lebih mudah mengaitkan konsep yang dipelajari menggunakan pengalaman konkret, sehingga pelajaran tidak lagi terasa membingungkan. Selain itu CTL juga mendorong siswa untuk aktif, mengamati bahkan mengalami sendiri pembelajaran itu melalui media gambar. Sejalan dengan penelitian (Afzalunnisah et , 2. yang membuktikan bahwa pembelajaran mengguanakan model CTL meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPAS siswa kelas IV, nilai posttest berbeda signifikan di banding pre-test . -hitung 10,22, t-tabel 1,. Perbedaan yang signifikan ini mencerminkan bahwa perubahan skor bukan terjadi secara kebetulan, melainkan sebagai hasil langsung dari intervensi pembelajaran yang telah dirancang. Sejalan dengan penelitian (Munawaroh & Wiratama, 2. dalam jurnal Al-Tarbiyah melaporkan nilai sig. 0,000 yang mana lebih kecil dari 0,05 pada uji paired sample t-test yang menunjukkan bahwa penerapan CTL meningkatkan pemahaman konsep siswa secara signifikan. Peningkatan hasil belajar IPA melalui penggunaan model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) dengan bantuan media gambar untuk materi metamorfosis tentang perubahan bentuk makhluk hidup dianggap berhasil. Hal ini @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Nurahmani dkk. Pengaruh Model Contextual Teaching and Learning (CTL) Berbantuan MediaA dikarenakan siswa lebih antusias mengikuti proses pembelajaran dan lebih terlibat dalam bertanya dan menjawab pertanyaan ketika model contextual teaching and learning (CTL) digunakan dengan bantuan media gambar. KESIMPULAN Pendekatan pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) berbantuan media gambar memberikan dampak terhadap hasil belajar IPA siswa kelas i SDN Inpres Waduwani tahun ajaran 2025, sesuai hasil penelitian yang telah dilakukan. ditolak atau ada perbedaan yang signifikan, dibuktikan menggunakan uji paired sample t-test yang menghasilkan nilai sig . -taile. sebesar 0,000 < 0,05 Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar IPA siswa kelas i SDN Inpres Waduwani sebelum serta sesudah menggunakan pendekatan pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) berbantuan media gambar berbeda. sesuai hasil penelitian, hasil belajar IPA siswa kelas i SDN Inpres Waduwani dipengaruhi oleh model contextual teaching and learning (CTL) berbantuan media gambar. Salah satu faktor yang bisa meningkatkan hasil belajar ipa merupakan model pembelajaran. penggunaan model pembelajaran, tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan dapat DAFTAR PUSTAKA