IMPLEMENTASI APLIKASI CANVA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PJOK DI SDN SUMBERHARJO PACITAN Mirza Ariyani. Dedi Dwi Cahyono Institut Studi Islam Muhammadiyah Pacitan. Indonesia Email: mirzaariyanii@gmail. Abstract: This study aims to describe the implementation of the Canva application as a learning medium for Physical Education. Sports, and Health (PJOK) at SDN Sumberharjo Pacitan, and to identify the supporting and inhibiting factors in its application. The method applied is a descriptive qualitative method, where data is obtained through three techniques namely in-depth interviews, direct observations in the field, and collection of image The subjects are the principal. PJOK teacher, and 4thgrade students at SDN Sumberharjo Pacitan. The results indicate that the implementation of Canva is carried out by utilizing premium features through the belajar. id account to create various visual media such as health posters, sports technique presentation slides, and interactive The use of this media is proven to increase students' enthusiasm, focus, and conceptual understanding in the cognitive, affective, and psychomotor domains. The main supporting factors include principal support, the availability of IT facilities (WiFi. LCD. Smart TV), and the ease of Canva's design features, while the identified inhibiting factor is the instability of the internet network at the school. ARTICLE HISTORY Received: April 2026 Revised: April 2026 Accepted: April 2026 KEYWORDS Canva Application. Learning Media. PJOK. Elementary School KEYWORDS Aplikasi Canva. Media Pembelajaran. PJOK. Sekolah Dasar Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi aplikasi Canva sebagai media pembelajaran Pendidikan Jasmani. Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SDN Sumberharjo Pacitan, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Metode yang diterapkan adalah metode kualitatif deskriptif, di mana data diperoleh melalui tiga teknik yaitu wawancara secara mendalam, pengamatan langsung dilapangan, dan pengumpulan dokumentasi gambar. Subjeknya adalah kepala sekolah, guru PJOK dan siswa kelas 4 di SDN Sumberharjo Pacitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Canva dilakukan dengan memanfaatkan fitur premium melalui akun belajar. id untuk membuat berbagai media visual seperti poster kesehatan, slide presentasi teknik olahraga, dan infografis Penggunaan media ini terbukti meningkatkan antusiasme, fokus, dan pemahaman konsep siswa pada ranah kognitif, afektif, serta Faktor pendukung utama meliputi dukungan kepala sekolah, ketersediaan fasilitas IT (WiFi. LCD. Smart TV), dan kemudahan fitur desain Canva, sementara faktor penghambat yang ditemukan adalah ketidakstabilan jaringan internet di sekolah. PENDAHULUAN Menjadi profesi guru tidak lepas dari peran media pembelajaran yang merupakan alat bantu berupa fisik maupun non fisik, baik digunakan sebagai perantara antara pengajar dan peserta didik untuk memahami pembelajaran lebih efektif efisien. Secara ringkas media pembelajaran adalah alat untuk membantu tercapainya proses belajar dan mengajar di AL IBTIDAIYAH. Vol. No. 02, . kelas (Mufidah, 2. Peran teknologi dalam dunia pendidikan tidak luput dari perhatian dan semakin penting untuk dilibatkan. Dengan dukungan teknologi yang semakin marak serta banyaknya vendor-vendor pembuat berbagai macam aplikasi termasuk aplikasi pembelajaran yang sudah banyak beredar dan digunakan oleh dunia pendidikan menjadikan guru-guru dalam era digital di seluruh Indonesia berusaha untuk memanfaatkan berbagai alat dan media pembelajaran untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, efektif, dan efisien bagi para peserta didik. Pengaplikasian media pembelajaran yang menarik dan kekinian bisa membuat siswa lebih paham dengan apa yang guru sampaikan. Saat ini media pembelajaran semakin populer dalam menciptakan materi maupun bahan ajar yang inovatif dan kreatif yaitu Canva (Sulistia. Aplikasi Canva merupakan aplikasi dengan desain yang dapat diakses baik secara online maupun offline, dalam aplikasi Canva terdapat berbagai macam template yang menarik dan kekinian misalnya seperti, template poster, presentasi, infografis, pamflet, grafik, editing foto, dan spanduk (Munanjar et al. , 2. Banyak pilihan menu pada aplikasi Canva dan template menarik yang tidak tersedia pada aplikasi yang sudah ada sebagai contoh microsoft powerpoint (PPT). Dari hasil kerja guru dalam mengemas sebuah materi ajar masih belum bisa menarik perhatian peserta didik karena materi dalam PPT tersebut masih terbatas tulisan yang membosankan, sehingga penjelasan yang disampaikan oleh guru ini bisa dikatakan kurang efektif dalam hal meningkatkan pemahaman siswa. Selain itu kreativitas guru juga masih kurang dalam hal pembuatan slide presentasi, ini karena terbatasnya template pada PPT, serta membutuhkan durasi yang lama untuk menciptakan slide yang animasi dan templatenya menarik. Sedangkan di dalam Aplikasi Canva terdapat berbagai macam template dan berbagai macam transisi serta animasi yang menarik dan kekinian (Putra et al. , 2. Desain dari aplikasi Canva sudah membuat peserta didik tertarik, padahal masih berupa judul dari materi pembelajaran yang didesain dengan template yang menarik. Dengan menggunakan Canva ini bisa menghemat waktu guru dalam merancang media pembelajaran (Febriana et al. , 2. Penggunaan media pembelajaran Canva dapat mempermudah dan menghemat waktu guru dalam mendesain media pembelajaran serta mempermudah guru dalam menjelaskan materi pembelajaran. Media Canva tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh guru, selain itu juga dapat memudahkan peserta didik dalam memahami pelajaran dikarenakan media ini dapat menampilkan teks, video, animasi, audio, gambar, dan grafik, ini dapat mendukung pembelajaran yang bertujuan peseerta didik menjadi lebih fokus (Maria & Cahya, 2. Aplikasi Canva mempermudah guru serta peserta didik dalam melaksanakan proses pembelajaran berbasis teknologi, keterampilan, kreativitas, beserta manfaat lain (Febriana et al. , 2. Berbagai macam hasil desain dari aplikasi Canva bisa dikatakan mampu untuk menarik dan memotivasi peserta didik dalam proses belajar mengajar. Aplikasi Canva ini juga mudah digunakan sesuai dengan tuntutan guru di abad 21 ini yang melibatkan peran teknologi dalam proses pengajaran. Keterampilan abad 21 ini tidak lagi membahas kurikulum dan keterampilan mengajar semata, melainkan banyak aspek yang dibahas antara lain penekanan dari kreativitas, kolaborasi, dan juga kemampuan berbicara. Selain AL IBTIDAIYAH. Vol. No. 02, . itu juga tingkah laku, teknologi, nilai moral, berpikir kritis, dan berkomunikasi (Sherly Yanuarendra Lova et al. , 2. Di era tuntutan abad 21 ini, profesionalisme guru bukan hanya sekedar keahliannya saja, akan tetapi guru harus mengembangkan pengetahuan dan kemampuannya dalam mendidik peserta didik dengan menemukan sesuatu yang baru di setiap proses belajar dan (Nisa et al. , 2. Guru abad 21 dituntut lebih kritis, kreatif, aktif, inovatif, dan kolaboratif terhadap perkembangan zaman, teknologi maupun gaya mengajarnya. (Sabiqa Awwalina & Nugraha, 2. Aplikasi Canva merupakan salah satu media pembelajaran yang menarik dan inovatif sesuai dengan perkembangan pendidikan abad 21 yaitu segala aspek memanfaatkan teknologi dalam kehidupan. Selain itu, akses dan pengoperasian aplikasi Canva mudah dipahami dan ekonomis. Salah satu contoh yang mudah dipahami yaitu fitur dalam aplikasi Canva yang bisa dikembangkan untuk membuat teks tanggapan kritis, dengan membuat konsepnya menggunakan aplikasi Canva kemudian siap diunggah di media sosial (Triningsih, 2. Di dalam aplikasi Canva terdapat template yang bervariasi dan menarik, ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik dan juga kreativitas guru dalam mendesain media pembelajaran yang inovatif. Selain kemudahan penggunaan, aplikasi Canva ini juga dapat diakses baik dari laptop maupun dari telepon (Maria & Cahya, 2. Proses belajar dan mengajar yang berhasil bukan hanya dilihat dari nilai angka, akan tetapi juga dari proses selama pembelajaran itu berlangsung. Belajar merupakan perubahan tingkah laku individu yang semula tidak tau menjadi tau, semula tidak bisa menjadi bisa, semula takut menjadi berani semua itu sesuai dengan perkembangan peserta didik yang dialami secara individu (Ni Kadek Rini Purwati & Ni Kadek Gita Sitiari Putri, 2. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendalami bagaimana implementasi dan faktor pendukung serta penghambat penerapan aplikasi Canva sebagai media pembelajaran PJOK di SDN Sumberharjo Pacitan dapat dilakukan secara efektif, sehingga dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar siswa (Aisyah Ika Shauman Ninta & Muhammad Sofian Hadi, 2. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan yang bersifat deskriptif. Pendekatan kualitatif deskriptif ini dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk mendalami dan mendeskripsikan secara menyeluruh dan mendalam mengenai implementasi dan bentuk penerapan aplikasi Canva sebagai media pembelajaran PJOK. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi yang alamiah, . ebagai lawannya adalah eksperime. di mana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan datanya dilakukan secara triangulasi . , analisis data bersifat induktif dan hasil penelitiannya lebih menekankan pada makna daripada generalisasi. Penelitian akan dilaksanakan di SDN Sumberharjo Pacitan, yang beralamat di jalan Martadinata No. Craken Kulon. Sumberharjo. Pacitan. Pada hari Selasa, 3 Maret Subjek Penelitiannya yaitu Kepala Sekolah. Guru PJOK dan 21 siswa kelas 4. Pemilihan subjek penelitian ini dilakukan secara purposive . , di mana peneliti memilih informan kunci (Guru PJOK) dan subjek yang dianggap paling mewakili . iswa AL IBTIDAIYAH. Vol. No. 02, . Purposive sampling memungkinkan peneliti untuk memilih kasus yang kaya informasi untuk dipelajari secara mendalam, sesuai dengan fokus penelitian. Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan adalah wawancara secara mendalam, pengamatan langsung di lapangan, dan pengumpulan dokumentasi gambar. Wawancara mendalam merupakan pengumpulan data di mana peneliti mengajukan beberapa pertanyaan untuk mendapatkan informasi yang akurat dari narasumber. Pada tahap ini peneliti melakukan wawancara mendalam, yang pertama dengan kepala sekolah SDN Sumberharjo Pacitan bertujuan untuk menggali informasi mengenai kebijakan sekolah, dukungan fasilitas, serta pengawasan terhadap implementasi aplikasi Canva sebagai inovasi media pembelajaran PJOK di SDN Sumberharjo Pacitan. Wawancara yang kedua yaitu dengan guru PJOK bertujuan untuk menggali informasi mengenai pengalaman, persepsi, tantangan, dan strategi mereka dalam memanfaatkan Canva. Wawancara juga dilakukan dengan siswa kelas 4 untuk mengetahui respons dan persepsi mereka terhadap penggunaan Canva. Pengamatan langsung di lapangan merupakan Teknik pengumpulan data yang dilakukan secara langsung dalam situasi yang nyata. Peneliti melakukan pengamatan selama proses pembelajaran PJOK yang menggunakan aplikasi Canva untuk melihat secara langsung bagaimana aplikasi tersebut diimplementasikan, bagaimana interaksi siswa dengan media, dan bagaimana guru memanfaatkan fitur-fitur Canva. pengumpulan dokumentasi merupakan proses pengkajian dan penilaian terhadap berbagai dokumen yang relevan dengan penelitian atau topik tertentu. Pada tahap ini peneliti melakukan dokumentasi yaitu untuk mengumpulkan data-data yang relevan dengan penelitian, seperti: . Contoh-contoh media pembelajaran PJOK yang dibuat dengan Canva, . Foto kegiatan pembelajaran yang menggunakan Canva, . Hasil belajar siswa . ika relevan dan diizinka. Data kualitatif yang terkumpul dari observasi, wawancara, dan analisis dokumen akan dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles. Huberman, dan Saldana, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Pendidikan adalah suatu usaha untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta didik dengan memberikan dorongan supaya peserta didik aktif di dalam proses belajarnya (Wahyuningsih Wahyuningsih et al. , 2. Pendidikan bertujuan untuk mendorong peserta didik menjadi aktif, memiliki potensi, dan impian, serta bertujuan untuk membekali mereka keteramp. ilan yang akan berguna untuk masa depannya (Ma In Education. Phd In Political Science Professor. Foreign Languages Faculty Tashkent State Pedagogical University. Uzbekistan et al. , 2. Proses di dalam dunia pendidikan yang efektif tidak terlepas dari hasil pencapaian belajar yang diharapkan, di mana hasil belajar ini menjadi parameter keberhasilan peserta didik dalam memahami dan mengaplikasikan pengetahuan yang mereka peroleh (Purwati & Mundilarto, 2. Hasil belajar merupakan kemampuan yang dicapai oleh peserta didik setelah mereka mengikuti proses belajar mengajar yang meliputi keterampilan kognitif, afektif, dan psikomotorik (Pratama Putra, 2. Secara ringkas, hasil belajar ini merupakan keberhasilan peserta didik dalam menguasai materi yang telah disampaikan (Hayati et al. AL IBTIDAIYAH. Vol. No. 02, . Pada aspek Kognitif, terdapat enam tingkatan pada aspek ini yang mencakup kegiatan mental atau otak (Debby Irola & Anna Dina Kalifia, 2. yaitu: . Pengetahuan, . Pemahaman, . Pengaplikasian, . Kemampuan menguarikan atau analisis, . Sintesis atau penyatuan beberapa bagian menjadi suatu kesatuan yang utuh, . Mengevaluasi. Aspek afektif ini merupakan suatu aspek pembelajaran yang berkaitan dengan sikap dan nilai peserta didik. Pada aspek afektif terdapat lima tingkatan, yaitu: . menerima, . menanggapi/merespon, . menghargai, . mengatur/pengorganisasian, . karakterisasi berdasarkan nilai (Naro et al. , 2. Aspek Psikomotorik berkaitan dengan keterampilan . atau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. Hasil belajar ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari hasil belajar kognitif dan afektif. Hal ini bisa dilihat apabila peserta didik telah menunjukkan perilaku atau perbuatan tertentu sesuai dengan makna yang terkandung dalam ranah kognitif dan ranah afektifnya (Naro et al. , 2. Dalam konteks PJOK, hasil belajar mencakup tiga aspek utama (Hasmirati et al. : . Aspek Kognitif: Meliputi pengetahuan tentang PJOK, seperti aturan permainan atau manfaat olahraga. Aspek Psikomotorik: Meliputi keterampilan gerak, seperti melempar, menangkap, atau berlari dengan teknik yang benar. Aspek Afektif: Meliputi sikap sportif, kerja sama, disiplin, dan kesadaran akan pentingnya hidup sehat. Pemanfaatan media visual interaktif seperti Canva diharapkan dapat mendukung peningkatan hasil belajar pada ketiga ranah tersebut (Hasmirati et al. , 2. Berdasarkan penelitian di SDN Sumberharjo Pacitan, implementasi aplikasi Canva sebagai media pembelajaran PJOK menunjukkan hasil sebagai berikut. Implementasi Media Canva dalam Pembelajaran PJOK Implementasi Canva di SDN Sumberharjo merupakan bentuk respons terhadap instruksi kepala sekolah untuk mengikuti perkembangan digitalisme. Guru PJOK kelas 4 telah memanfaatkan akun belajar. id untuk mengakses fitur premium Canva sejak tahun Media yang dihasilkan meliputi poster kesehatan, slide presentasi AuAktivitas di AirAy . eknik berenan. serta teknik permainan dalam pembelajaran PJOK lainnya, serta infografis yang ditayangkan melalui LCD proyektor maupun Smart TV. Gambar 1. Wawancara mendalam dengan kepala sekolah Gambar 2. Wawancara mendalam dengan guru PJOK AL IBTIDAIYAH. Vol. No. 02, . Ringkasan pelaksanaan pembelajaran dan kualitas media berdasarkan hasil observasi disajikan dalam tabel berikut. Tabel 1. Hasil Observasi Pembelajaran PJOK Berbasis Canva Aspek yang Diamati Hasil Pengamatan Sumber (APA) Perencanaan Guru menyiapkan media . oster/slid. Wahyuningsih sehari sebelum pembelajaran. Wahyuningsih et Pelaksanaan Media Canva diintegrasikan melalui Hasmirati et al. LCD proyektor dan Smart TV. Respon Siswa Siswa sangat antusias, fokus, dan aktif Ma In Education et bertanya sampai paham. Kualitas Media Desain visual menarik, akurat, dan Hayati et al. sesuai karakter siswa kelas 4. Analisis Dampak Terhadap Aspek Hasil Belajar Hasil belajar PJOK di SDN Sumberharjo mencakup tiga ranah utama yang saling Dampak penggunaan Canva terhadap ketiga aspek tersebut dirangkum dalam tabel di bawah ini: Tabel 2. Dampak Media Canva terhadap Ranah Hasil Belajar Siswa Ranah Belajar Temuan Instrumen di Lapangan Sumber (APA) Kognitif Siswa lebih cepat memahami konsep Debby Irola & (Pengetahua. aturan permainan dan materi Anna Dina Kalifia kesehatan yang bersifat teoritis. Afektif (Sika. Munculnya sikap sportif, disiplin, dan Naro et al. minat belajar yang tinggi saat media Psikomotorik (Gera. Siswa mampu menirukan teknik gerak Naro et al. elempar, menangkap, aktivitas di air, dan teknik gerakan lainny. dengan lebih presisi melalui panduan visual. Gambar 3. Kegiatan Pembelajaran yang Menggunakan Canva Gambar 4. Kegiatan Pembelajaran yang Menggunakan Canva AL IBTIDAIYAH. Vol. No. 02, . Gambar 5. Wawancara mendalam dengan Gambar 6. Wawancara mendalam dengan siswa Gambar 7. Contoh Media Pembelajaran PJOK yang dibuat dengan Canva Gambar 8. Hasil Belajar Siswa Faktor Pendukung dan Penghambat Implementasi Aplikasi Canva dalam Pembelajaran PJOK Tabel 3. Faktor Pendukung dan Penghambat Implementasi Aplikasi Canva dalam Pembelajaran PJOK Kategori Faktor-faktor yang ditemukan Faktor Pendukung Dukungan Kepala Sekolah, fasilitas IT (WiFi. LCD. Smart TV), akun belajar. id, dan kemudahan fitur AI Canva. Faktor Penghambat Jaringan internet di sekolah kurang stabil. KESIMPULAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi aplikasi Canva sebagai media pembelajaran PJOK di SDN Sumberharjo Pacitan dilakukan dengan memanfaatkan fitur premium melalui akun belajar. id untuk menyusun materi visual seperti poster kesehatan, slide teknik olahraga, dan infografis interaktif yang diintegrasikan melalui perangkat LCD Proyektor serta Smart TV. Penggunaan media ini terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran dengan memicu antusiasme dan fokus siswa, serta memberikan dampak positif pada ranah kognitif . emahaman konse. , afektif . ikap sportif dan minat belaja. , dan psikomotorik . etepatan teknik gera. Meskipun didukung oleh fasilitas IT yang memadai dan kemudahan fitur desain, kendala utama yang ditemukan adalah ketidakstabilan jaringan internet sekolah. Penelitian selanjutnya, disarankan untuk melakukan studi eksperimen guna mengukur efektivitas hasil belajar secara kuantitatif serta mengembangkan program pelatihan intensif bagi pendidik dalam optimalisasi fitur digital untuk mengatasi hambatan teknis yang ada. AL IBTIDAIYAH. Vol. No. 02, . DAFTAR PUSTAKA