Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Volume. 4 Nomor. 3 Desember 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. DOI: https://doi. org/10. 55606/jurrikes. Tersedia: https://prin. id/index. php/JURRIKES Uji Efek Tonikum Ekstrak Etanol Kombinasi Temu Putih (Curcuma zedoari. dan Temu Hitam (Curcuma aeruginos. terhadap Mencit Putih Jantan (Mus musculu. Afina Rachmalia Artha Aryasuta1*. Niken Luthfiyanti2. Kharisma Jayak Pratama3 Departemen Farmasi. Fakultas IImu Kesehatan. Universitas Duta Bangsa. Sukoharjo. Jawa Tengah. Indonesia. Kode Pos 57552 Email: 210209053@mhs. id 1* Alamat: Jl. Pinang No 47. Cemani. Grogol. Sukoharjo. Jawa Tengah *Penulis Korespondensi Abstract. Tonic is a preparation thats can stqrengsthen the body and improve stamina. Curcuma zedoaria and Curcuma aeruginosa are known to have phytochemical compunds such as flavonoids, alkaloids, saponins, tannin, triterpenoids, curcuminoid and polyphenols that can function as stimulant and tonics. This stud y aimed to investigate tonic effect of ethanolic extract of Curcuma zedoaria, ethanolic extract of Curcuma aeruginosa, and their combinations on male white mice (Mus musculu. Curcuma zedoaria rhizome and Curcuma aeruginosa rhizome were extracted using the maceration method for 3 days using 70% ethanol solvent which was then thickened in a waterbath. A total of 35 male mice were divided into 7 groups with different treatments, including negative control . , positive control . affeine 100 mg/kgBB), ethanolic exctract of Curcuma zedoaria . mg/kgBB), ethanolic extract of Curcuma aeruginosa . mg/kgBB), and combination ethanolic extract of Curcuma zedoaria and Curcuma aeruginosa at dosage of 150:450 mg/kgBB, 300:300 mg/kgBB, and 450:150 mg/kgBB. Tonic effect were evaluated using natatory exhaustion and rotarod tests. The natatory exhaustion test is carried out by observing how long the mice swim, while the rotarod test is carried out by observing how long the mice stay on the rotarod apparatus. The data analyzed using ANOVA and TukeyAos test. The results of One Way Anova showed a there were significan t differen ce in each groups . <0,. with combination of Curcuma zedoaria : Curcuma aeruginosa . :450 mg/kgBB) yielding the best tonic effect. From the result of TukeyAos follow up test, it showed that the higher the dos e of Curcuma aeruginosa rhizome extract the better the tonic effect g iven. This suggest that Curcuma aeruginosa has a dominant role in enhancing phsycal endurance in male white Keywords: Curcuma aeruginosa. Curcuma zedoaria. Ethanolic extract. Natatory Exhaustion. Rotarod. Tonic. Abstrak. Tonikum merupakan sediaan yang dapat memperkuat tubuh dan meningkatkan stamina. Temu putih (Curcuma zedoari. dan temu hitam (Curcuma aeruginos. dikenal memiliki senyawa fitokimia seperti flavonoid, alkaloid, sapponin, tannin, kurkuminoid, dan polifenol yang mempunyai sifat stimulan dan tonik sehingga berfungsi sebagai tonikum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efek tonikum dari ekstrak etanol rimpang temu putih, ekstrak etanol rimpang temu hitam, dan kombinasinya terhadap mencit putih Rimpang temu putih dan rimpang temu hitam di ekstraksi dengan metode maserasi selama 3 hari dengan menggunakan pelarut etanol 70% yang kemudian dikentalkan diatas waterbath. Sebanyak 35 mencit dibagi menjadi 7 kelompok yaitu kontrol negatif . , kontrol positif . afein 100 mg/kgBB), ekstrak etanol rimpang temu putih, ekstrak etanol rimpang temu hitam, dan kombinasi ekstrak etanol rimpang temu putih dan tamu hitam dengan perbandingan dosis 300:300 mg/kgBB, 450:150 dan 150:450 mg/kgBB. Efek tonikum di uji dengan metode natatory exhaustion atau uji renang dan rotarod. Uji natatory exhaustion dilakukan dengan mengamati lama waktu berenang mencit sedangkan uji rotarod dilakukan dengan mengamati lama waktu mencit bertahan diatas alat rotarod. Data dianalisis menggunakan ANOVA kemudian dengan uji post hoc yaitu uji Tukey. Hasil uji tukey menunjukan adanya perbedaan signifikan antar kelompok . <0,. , dengan kombinasi rimpang temu putih 150 mg/kgBB dan rimpang temu hitam 450 mg/kgBB memberikan efek tonikum terbaik. Semakin tinggi dosis temu hitam maka semakin baik efek tonikum yang diberikan. Hal ini menunjukkan bahwa temu hitam menunjukkan efek tonikum yang paling optimal sehingga dapat disimpulkan bahwa temu hitam berperan dominan dalam meningkatkan daya tahan fisik atau stamina mencit. Kata kunci: Curcuma aeruginosa. Curcuma zedoaria. Ekstrak etanol. Natatry. Rotarod. Naskah Masuk: 17 Agustus 2025. Revisi: 31 Agustus 2025. Diterima: 08 September 2025. Tersedia: 22 September 2025 Uji Efek Tonikum Ekstrak Etanol Kombinasi Temu Putih (Curcuma zedoari. dan Temu Hitam (Curcuma aeruginos. terhadap Mencit Putih Jantan (Mus musculu. LATAR BELAKANG Kelelahan merupakan kondisi fisiologis yang dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Rasa lelah yang disebabkan oleh peningkatan aktivitas ini dapat menyebabkan penurunan konsentrasi dan kewaspadaan. Kelelahan yang tidak segera ditangani dapat menurunkan produktivitas dan berisiko menyebabkan gangguan kesehatan. Akibat meningkatnya aktivitas dan tubuh yang lelah, orang melakukan berbagai macam cara untuk mengurangi rasa lelah seperti refleksi atau dengan mengonsumsi obat atau suplemen peningkat stamina untuk mempercepat pemulihan kondisi mereka dalam waktu yang singkat (Serang & Silviana, 2. Salah satu suplemen yang dapat diugunakan yaitu dengan penggunaan tonikum. Tonikum adalah bahan yang berpotensi meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh serta memberikan energi dan tenaga tambahan kepada tubuh (Agustien & Susanti. Tonik berfungsi untuk memperkuat seluruh sistem organ dan mendorong perbaikan sel ton us otot. Stimulasi terhadap sistem saraf pusat ini yang menghasilkan efek tonik. Oleh ssebab itu efek tonik termasuk dalam kategori senyawa psikostimulan. Senyawa psikostimulansia ini memiliki kemampuan untuk emningkatkan aktivitas psikis seseorang, yang dapat mengurangi rasa lelah dan meningkatkan konsentrasi (Herdayanti et al. Salah satu senyawa psikostimulansia yang juga merupakan stimulan sistem saraf pusat paling kuat adalah kafein. Efek dari kafein meliputi palpylatasi jantung dan tremor. Cara untuk meminimalisir efek samping tersebut yaitu denga pengembangan bahan baru yang berfungsi sebagai tonikum (Fithria et al. , 2. Bahan alami telah menjadi alternatif dalam pengembangan tonikum karena cenderung memiliki efek samping yang lebih ringan dibandingkan bahan sintetis. Temu putih dan temu hitam merupakan tanaman tradisional yang mengandung berbagai senyawa aktif seperti glikosida, kurkuminoid, tannin, saponin, flavonoid dan alkaloid, yang mempunyai efek farmakologis sebagai stimulan (Sukarjati & Pratama. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan efek tonikum dari masing-masing tanaman secara tunggal, yang menyatakan bahwa temu putting terbukti dapat meningkatkan stamina pada mencit (Safitri, 2. dan pada penelitian (Monica, 2. yang menyatakan bahwa temu hitam mampu meningkatkan stamina pada mencit. Namun, belum banyak yang meneliti efek kombinasi dari kedua ekstrak ini terhadap peningkatan stamina. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk melihat khasiat kombinasi ekstrak etanol rimpng temu putih dan temu hitam terhadap mencit. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae Volume. 4 Nomor. 3 Desember 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. KAJIAN TEORITIS Temu putih dan temu hitam termasuk dalam famili Zingiberaaceae yang diketahui memiliki aktivitas farmakologi sebagai stimulan dan tonikum. Senyawa flavonoid dalam tanaman ini berperan dalam mekanisme antagonis terhadap reseptor adenosin, serupa dengan kafein, yang merupakan stimulan sistem saraf pusat. Kandungan lain seperti alkaloid dan saponin juga mendukung aktivitas tonikum melalui peningkatan metabolisme dan sirkulasi Penelitian Safitri . menunjukkan bahwa ekstrak etanol temu putih pada dosis 600 mg/kgBB mampu meningkatkan waktu berenang mencit secara signifikan. Sementara Monica . membuktikan bahwa temu hitam 200 mg/kgBB memiliki efek peningkatan stamina mendekati kontrol positif . Namun, belum banyak penelitian yang menggabungkan kedua ekstrak tersebut untuk melihat efek sinergisnya terhadap peningkatan stamina hewan uji. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelit ian eksperi mental laboratoriuom. Alat yang digunakan yaitu Timbangan. Kertas perkamen. Gelas ukur. Tabung reaksi, pipet, botol maserasi, waterbath, alat sonde oral, aquarium, alat rotarod, blender. Bahan yang dipergunakan pada penelitian kali ini ialah rimpang temu putih (Curcuma zedoari. , rimpang temu hitam (Curcuma aeruginos. , kafein, etanol 70%, aquadest, kloroform asetat. HCl 2N. HCl pekat. FeCl3, pereaksi mayer, pereaksi dragendroff, pereaksi wagner, serbuk Mg dan mencit. Sampel yang digunakan rimpang yang berumur 6-10 bulan dengan panjang 5-10 cm dan diameter 3 cm yang didapat dari Kabupaten Karanganyar. Provinsi Jawa Tengah. Pembuatan ekstrak etanol rimpang temu putih dan temu hitam. Simplisia segar disortasi basah kemudian dilakukan pencucian dengan menggunakan air mengalir, lalu simplisia dirajang dan dijemur dibawah sinar matahari. Setelah simplisia kering dilakukan sortasi kering, kemudian simplisia di haluskan menggunakan blender dan diayak. Serbuk simplisia yang diperoleh diekstraksi menggunakan metode maserasi. Sebanyak 500 mg serbuk simplisia dimaserasi dengan et anol 70% selama 3 hari. Setelaah 3 hari disaring kemudian hasilnya diuapkan diatas waterbath. Standarisasi Ekstrak Standarisasi ekstrak dilakukan melakukan pengujian susut pengeringan, kadar air, dan pengujian bebas etanol. Skrining Fitokimia Ekstrak Ekstrak yang diperoleh diuji fitokimia dengan menambahkan reagen kedalam sampel. Skrining fitokimia digunakan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa dalam ekstrak. Uji Efek Tonikum Ekstrak Etanol Kombinasi Temu Putih (Curcuma zedoari. dan Temu Hitam (Curcuma aeruginos. terhadap Mencit Putih Jantan (Mus musculu. Uji tonikum dilakukan dengan dua metode yaitu uji natatorry exhaustion dan uji rotarod. Uji Natatory Exhaustion, yaitu mengukur lama waktu mencit bertahan berenang sebelum kelelahan, sedangkan Uji Rotarod, yaitu mengukur kemampuan mencit bertahan di atas alat rotarod yang berputar. Data dianalisia menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut Tukey untuk melihat perbedaan signifikan antara kelompok. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan temu putih dan temu hitam yang diekstrak kemudian diujikan pada hewan uji mencit. Standarisasi Ekstrak Standarisasi ekstrak dilakukan untuk menjamin ekstrak tersebut mmenuhi standar. Uji Susut Pengeringan Uji ini digunakan untuk menetapkan batas banyaknya senyawa hilang selama pengeringan (Maryam et al. , 2. Tabel 1. Hasil uji susut pengeringan ekstrak Sampel Replik Replikasi Replikasi i RataRata Temu Putih Temu Hitam 0,33% 0,15% 0,18% 0,34% 0,22% 0,29% 0,33% 0,15% Sumber (Depkes <10% <10% Hasil uji susut pengeringan ekstrak etanol rimpang temu putih yaitu 0,24% dan ekstrak etanol rimpang temu hitam yaitu 0,26%. Hasil tersebut menyatakan bahwa susut pengeringan ekstrak etanol rimpang temu putih dan ekstrak etanol rimpang temu hitam telah memenuhi syarat yaitu tidak lebih dari 10% (Departemen Kesehatan, 2. Hal tersebut menunjukkan seberapa baik proses penguapan dan pengentalan dalam menghilangkan sisa pelarut dari ekstrak serta menentukan kestabilan dan keamanan ekstrak saat penyimpanan (Susanti et al. , 2. Kadar Air Uji kadar air digunakan untuk mengetahui besarnya kadar air yang terdapat dalanm Semakin kecil kandungan air dari suatu ekstrak semakin kecil pula resiko pertumbuhan mikroba di ekstrak tersebut. Hasil uji kadar air ekstrak tersebut sebagai Tabel 2. Hasil uji kadar air ekstrak Sampel Replikasi Replikasi Replikasi i RataRata Temu Putih Temu Hitam 7,14% 7,21% 7,95% 8,40% 5,20% 6,16% 6,76% 7,25% Sumber (Depkes <14% <18,1% Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae Volume. 4 Nomor. 3 Desember 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. Hasil uji kadar air ekstrak etanol rimpang temu putih yaitu 6,76% dan ekstrak etanol rimpang temu hitam yaitu 7,25%. Hasil tersebut menyatakan bahwa kadar air ekstrak etanol rimpang temu putih dan ekstrak etanol rimpang temu hitam telah memenuhi syarat yaitu ekstrak etanol rimpang temu putih tidak lebih dari 14% dan ekstrak etanol rimpang temu hitam tidak lebih dari 18,1% (Departemen Kesehatan, 2. Kadar air yang rendah menunjukkan bahwa proses pengeringan dilakukan dengan baik dan optimal sehingga air maupun sisa pelarut berhasil diminimalkan (Departemen Kesehatan, 2. Proses ini penting untuk mempertahankan stabilitas senyawa aktif terutama senyawa yang sensitif terhadap air seperti flavonoid dan kurkuminoid (Susanti et al. , 2. Bebas Etanol Tabel 3. Hasil Uji Bebas Etanol Sampel Temu Putih Temu Hitam Hasil Tidak berbau ester (-) Tidak berbau ester (-) Sumber (Ngibad et al. , 2. Tidak berbau ester (-) Tidak berbau ester (-) Uji bebas etanol dilakukan untuk memastikan bahwa tidak terdapat sisa pelarut dalam jumlah yang melebihi batas aman. Meskipun etanol termasuk pelarut yang relatif aman dan diperbolehkan untuk ekstraksi bahan alam, ekstrak tetap harus dilakukan uji bebas etanol karena pada penggunaan jangka panjang dalam jumlah besar dapat berdampak toksik seperti iritasi lambung dan kerusakan hati (Susanti et al. , 2. Ekstrak dinyatakan bebas etanol jika saat diberi pereaksi dan dipanaskan tidak berbau ester (Ngibad et al. Pada kedua ekstrak ini tidak ditemukan bau ester yang menunjukkan bahwa kedua ekstrak tersebut bebas etanol. Skrining Fitokimia Skrining fitokimia adalah suatu metode yang digunakan untuk mengetahui golongan senyawa yang terkandung dalam suatu ekstrak dengan menambahakan pereaksi kedalam Skrining fitokimia yang digunakan untuk mengetahui kandungan senyawa dalam ekstrak tersebu yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, steroid dan triterpenoid. Berikut hasil uji skrining fitokimia pada sampel. Tabel 4. Hasil skrining fitokimia Skrining fitokimia Hasil Keterangan Hasil Acuan Hasil Alkaloid (Maye. Terdapat endapan putih Alkaloid (Wagne. Terdapat endapan jingga Terbentuknya putih (Lembang & Saleh. Terbentuknya (Lembang & Saleh, 2. Uji Efek Tonikum Ekstrak Etanol Kombinasi Temu Putih (Curcuma zedoari. dan Temu Hitam (Curcuma aeruginos. terhadap Mencit Putih Jantan (Mus musculu. Alkaloid (Dragendrof. Terdapat endapan jingga Flavonoid Berwarna jingga Saponin Terdapat busa Tannin Berwarna hijau kehitaman Steroid Tidak terdapat cincin biru Triterpenoid Terdapat cincin kecoklatan Terdapat endapan jingga (Lembang & Saleh, 2. Terbentuknya merah, kuning, jingga (Lembang & Saleh, 2. Terbentuknya busa stabil (Lembang & Saleh, 2. Terbentuknya warna hijau kehitaman atau biru tua (Ulandari et al. , 2. Terbentuknya cincin biru kehijauan (Lembang & Saleh, 2. Terbentuknya kecoklatan atau violet (Lembang & Saleh, 2. Pengujian alkaloid dengan 3 pereaksi yaitu mayer, wagner, dan dragendroff didapatkan hasil positif dimana kedua ekstrak tersebut saat diberi pereaksi menghasilkan endapan (Lembang & Saleh, 2. Pengujian flavonoid dengan menambahkan serbuk Mg dan HCl pekat kedalam ekstrak kemudian diamati perubahan warna merah, kuning, atau jingga. Ekstrak menunjukkan perubahan warna menjadi warna merah kekuningan hal ini menunjukkan bahwa ekstrak tersebut mengandung flavonoid (Lembang & Saleh, 2. Perubahan warna disebabkan karena ekstrak mengalami reaksi reduksi oleh serbuk Mg dan HCl sehingga menghasilkan kompleks flavilium berwarna kuning, merah atau jingga sesuai dengan struktur inti benzopiron Pengujian saponin saat ekstrak tersebut diberi aquadest dan dikocok menghasilkan busa yang stabil (Lembang & Saleh, 2. Busa terbentuk karena saponin memiliki struktur amfipatik . ugus polar dan non pola. Saat dikocok, saponin akan membentuk misel dan menurunkan tegangan permukaan kemudian menghasilkan busa. Keberadaan busa menunjukkan aktivitas surfaktan alami dan menunjukkan adanya senyawa glikosida. Identifikasi tanin dilakukan dengan menambahkan FeCl3, hasil yang didapatkan pada kedua ekstrak menunjukkan perubahan warna menjadi hijau kehitaman hal ini membuktikan bahwa kedua ekstrak tersebut mengandung tanin (Ulandari et al. , 2. Perubahan warna terjadi kerena kandungan senyawa tanin pada ekstrak bereaksi dengan ion Fe3 dari pereaksi sehingga terbentuk senyawa kompleks. Terakhir uji triterpenoid dan steroid saat kedua ekstrak tersebut ditambahkan kloroform dan asam sulfat pekat kemudian ditambahkan pereaksi Liebermann Burchard . sam asetat anhidrat dan asam sulfat peka. membentuk cincin kecoklatan hal ini menunjukkan bahwa kedua ekstrak tersebut mengandung triterpenoid tetapi jika kedua ekstrak tersebut membentuk cincin biru kehijauan maka positif steroid (Lembang & Saleh, 2. Ekstrak positif Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae Volume. 4 Nomor. 3 Desember 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. mengandung triterpenoid karena senyawa triterpenoid mengalami reaksi sulfonasi dan dehidrasi dalam susasa asam. Terbentuknya cincin pada batas antara pelarut organik dan reagen Warna kecoklatan muncul karena senyawa triterpenoid yang tidak sepenuhnya Sedangkan tidak mengandung steroid karena tidak terbentuknya cincin biru kehijauan dimana warna hijau terbentuk jika ekstrak mengandung senyawa steroid murni. Berdasarkan hasil yang telah didapatkan kedua ekstrak tersebut memiliki kandungan kimia yang sama yaitu menunjukkan hasil positif terhadap senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, dan triterpenoid serta menunjukkan hasil negatif terhadap senyawa steroid. Hal ini sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh pada temu putih yang juga menunjukkan hasil yang sama dan pada temu hitam sesuai dengan penelitian (Amaliah, 2. yang menyatakan bahwa temu hitam positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid dan Uji Tonikum Penelitian ini menggunakan hewan uji mencit yang telah melalui proses aklimatisasi. Sebanyak 35 ekor mencit dibagi menjadi tujuh kelompok perlakuan secara acak, setiap kelompok berisi lima ekor mencit. Kontrol negatif . , ko ntrol positif . afein 100 mg/k gBB), eks trak temu putih . mg /kg BB), ekstrak temu hitam . mg/kgBB). Ao kombinasi ekstrak temu putih dan temu hitam pada dosis 300:300 mg/kgB B, 450:150 Ao Ao mg /kgBB, dan 150:450 mg /kgB B. Sediaan disondekan secara oral. Uji efek tonikum dilakukan Ao Ao Ao dengan dua metode yaitu uji natatory exhaustion dan uji rotarod. Uji Natatory Exhaustion, yaitu mengukur lama waktu mencit bertahan berenang sebelum kelelahan, sedangkan Uji Rotarod, yaitu mengukur kemampuan mencit bertahan di atas alat rotarod yang berputar. Uji Natatory Exhaustion Uji natatorry exhaustion atau uji berenang memiliki prinsip sebagai pengujian tonikum terhadap sensor motorik yang diukur dari lama waktu mencit tersebut berenang (Serang & Silviana, 2. Penelitian ini dilakukan dengan merenangkan mencit yang telah dipuasakan ke dalam aquarium. Waktu renang mencit dihitung menggunakan stopwatch mulai dari mencit dimasukkan sampai dengan mencit lelah. Mencit yang lelah ditandai dengan tidak bergerak dan munculnya kepala mencit ke udara selama 7 detik. Apabila mencit sudah menunjukkan tanda kelelahan maka waktu tersebut dicatat sebagai Kemudian mencit di istirahatkan selama 30 menit dan diberi perlakuan sesuai dengan dosis yang sudah ditentukan pada kelompok masing-masing. Setelah diberi perlakuan mencit kembali di renangkan hingga mencit menunjukkan tanda lelah dan dicatat hasil Uji Efek Tonikum Ekstrak Etanol Kombinasi Temu Putih (Curcuma zedoari. dan Temu Hitam (Curcuma aeruginos. terhadap Mencit Putih Jantan (Mus musculu. lama waktu berenang mencit tersebut. Hasil selisih wa ktu berenang mencit sebelum dan sesudah diberi perlakuan yaitu sebagai berikut : Tabel 5. H asil Rata-Rata Waktu Berenang Ao Kelompok Perlakuan Kontrol Negatif Kontrol Positif Temu Putih Temu Hitam Dosis I Dosis II Dosis i Sebelum Perlakuan (Deti. A SD 320,42 A 2,31 359,91 A 5,18 333,46 A 3,41 344,46 A 4,88 328,24 A 3,99 323,30 A 3,06 339,79 A 3,52 Sesudah Perlakuan (Deti. A SD 643,16 A 6,28 3696,88 A 5,68 3626,95 A 5,85 3653,42 A 12,94 3632,57 A 9,82 3589,89 A 6,53 3680,35 A 4,69 Selisih Perlakuan (Deti. A SD 322,74 A 3,96 a 3336,97 A 0,50b 3293,49 A 2,43ab 3308,96 A 8,05b 3304,33 A 5,82ab 3266,59 A 3,46ab 3340,56 A 1,17 ab Berdasarkan hasil yang dapatkan kontrol positif memiliki efek tertinggi kemudian diikuti dengan ekstrak etenol rimpang temu hitam yang memiliki efek hampir sama dengan kontrol positif dimana hasil uji statistik menunjukkan tidak memiliki perbedaan signifikan dengan kafein . >0,. yang artinya eksstrak etaanol rimp ang temu hiitam memiliki efek setara Ao dengan kontrol positif. Selanjutnya dosis i, dosis II, dosis I dan yang terakhir yaitu kontrol Berdasarkan hasil yang diperoleh semakin tinggi dosis ekstrak etanol rimpang temu hitam semakin baik hasil yang didapatkan. Ekstrak etanol rimpang temu putih dan hitam memiliki hasil yang hampir sama tetapi ekstrak etanol rimpang temu hitam terbukti memberikan efek tonikum lebih baik. Uji Rotarod Uji rotarod dalam penelitian ini menggunakan alat rotarod. Parameter yang digunakan dalam uji rotarod ini yaitu berapa lama mencit dapat bertahan atau berlari diatas alat rotaroad yang sedang berputar. Hal ini bertujuan untuk evaluasi motorik mencit dimana mencit akan berusaha mempertahankan dirinya agar tidak terjatuh dari alat rotarod (Sumarny et al. , 2. Mencit yang telah di aklimatisasi dan dipuasakan diletakkan di batang alat rotarod dan rotarod dihidupkan dengan kecepatan berputar 2 rpm dan dicatat hasilnya. Mencit yang lelah akan terjatuh dari rotarod kemudian mencit distirahatkan selama 30 menit. Setelah itu mencit diberi perlakuan secara oral sesuai dengan dosis dan diuji lagi menggunakan alat rotarod dan hasilnya dicatat untuk melihat apakah dosis tersebut dapat mingkatkan stamina atau tidak. Hasil selilih waktu bertahan sebelum dan sesudah perlakuan sebagai berikut : Tabel 6. Hasil Rata-Rata Waktu Bertahan Kelompok Perlakuan Kontrol Negatif Kontrol Positif Temu Putih Temu Hitam Sebelum Perlakuan (Deti. A SD 34 A 16. 28 A 8. 27 A 14. 48 A 10. Sesudah Perlakuan (Deti. A SD 99 A 7. 78 A 11. 68 A 6. 05 A 5. Selisih Perlakuan (Deti. A SD 79,65 A 9,05a 220,5 A 3,57b 205,41 A 7,85ab 220,57 A 5,0b Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae Volume. 4 Nomor. 3 Desember 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. Dosis I Dosis II Dosis i 73 A 24. 63 A18. 70 A 8. 204,72 A 19,49ab 202,9 A 14,12ab 220,25 A 3,12ab 45 A 5. 53 A 4. 95 A 5. Berdasarkan hasil yang didapat menunjukkan bahwa dosis kontrol positif . dapat memberi efek tonikum terbaik dimana pada dosis tersebut memiliki waktu bertahan yang paling lama. Kemudian diikuti dengan kombinasi temu putih dan temu hitam dosis i memiliki efek hampir sama dengan kontrol positif dimana hasil uji statisitik menunjukan tidak ada perbedaan signifikan . > 0,. yang artinya dosis i mempunyai efek setara dengan kontrol Ao Ao positif . Setelahnya temu putih dimana kedua dosis tersebut memiliki hasil yang Selanjutnya dosis II, dosis I, dan yang terakhir yaitu kontrol negatif. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan penelitian tersebut menunjukkan bahwa ekstrak kombinasi rimpang temu putih dan temu hitam mempunyai efek tonikum yang signifikan pada mencit. Dosis kombinasi temu putih 150 mg/kgBB dan temu hitam 450 mg/kgBB memberikan efek tonikum paling optimal, mendekati efek kafein sebagai kontrol positif. Efek ini diduga datang berasal dari kandungan flavonoid dan allkaloid yang berperan dalam menstimulasi sistem syaraf pusat. Diperlukan penelitian lanjutan yang mencakup uji toksisitas dan formulasi sediaan farmasi untuk mendukung potensi pengembangan produk herbal ini. Selain itu, evaluasi parameter biokimia dan histopatologi juga disarankan untuk menilai keamanan jangka panjang dari penggunaan kombinasi ekstrak ini. DAFTAR REFRENSI Agustien. , & Susanti. Uji aktivitas tonikum infusa buah kapolaga (Amomum cardamomu. pada mencit (Mus musculu. Jurnal Farmagazine, 7. , 32. https://doi. org/10. 47653/farm. Amaliah. Uji fitokimia dan aktivitas antioksidan ekstrak metanol rimpang temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb. Fakultas MIPA. Universitas Mulawarman. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Farmakope Herbal Indonesia II. Kementerian Kesehatan RI. Dwi Ariani. Nuryl Fahma. Nur Aini Wijaya. , & Nur Prasetyawati. Minyak atsiri temu putih, temu ireng, temu mangga: Identifikasi komponen kimia, aktivitas antioksidan, antibakteria serta uji hedonik sebagai aromaterapi pengharum ruangan (A. Wulandari & U. Basyiroh. Eds. Uwais Inspirasi Indonesia. Fatimawali. Kepel. , & Bodhi. Standarisasi parameter spesifik dan non-spesifik Jurnal E-Biomedik, 8. , 63Ae67. https://ejournal. id/index. php/ebiomedik Uji Efek Tonikum Ekstrak Etanol Kombinasi Temu Putih (Curcuma zedoari. dan Temu Hitam (Curcuma aeruginos. terhadap Mencit Putih Jantan (Mus musculu. Fithria. Damayanti. , & Mustaufiah. Uji efek tonikum ekstrak etanol buah mengkudu (Morinda citrifolia L. ) terhadap mencit jantan galur Swiss. Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik, 14. , 1Ae10. Handayani. Hair. Maruni, & Diarti. Efektivitas kombinasi kurma lulu (Phoenix dactylifera L. ) dan propolis (Trigona laevicep. sebagai tonikum terhadap ketahanan renang mencit (Mus musculu. dengan metode natatory exhaustion. JIKF, , 9Ae13. Herdayanti. Lestari. , & K. Efek tonikum ekstrak daun ekor naga (Rhaphidophora pinnata Schoot. ) pada mencit putih jantan (Mus musculu. Indonesian Journal of Pharma Science, 1. , 1Ae10. Komariah. Darmayanti. , & Arihantana. Pengaruh pengeringan terhadap karakteristik teh herbal celup rimpang temu putih (Curcuma zedoaria Rosc. Jurnal Ilmu Teknologi Pangan (ITEPA), 281Ae289. https://doi. org/10. 24843/itepa. Lembang. , & Saleh. Phytochemical and antioxidant activity tests of n-hexane, ethyl acetate, and ethanol fractions from suruhan (Peperomia pellucida (L. ) Kunt. using DPPH method. Jurnal Atomik, 5. , 37Ae42. Maryam. Burhanuddin. , & Putrianti. Pengukuran parameter spesifik dan non spesifik ekstrak etanol daun matoa (Pometia pinnata J. R & G. Fors. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 6. , 1Ae12. https://doi. org/10. 35311/jmpi. Monica. Uji aktivitas antilelah ekstrak etanol dan infusa rimpang temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb. ) pada mencit jantan galur Swiss Webster dengan metode berenang . orced swimming tes. dan metode roda sangkar putar . heel cag. Jurnal Borneo Cendekia, 1. , 274Ae278. https://doi. org/10. 54411/jbc. Ngibad. MutiAoah. Hayati. , & Barizi. Uji kadar sisa etanol dan abu total ekstrak etanol 80% daun bunga matahari (Helianthus annuu. dan tanaman antinganting (Acalypha indica Lin. Jurnal Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim, 1. , 1Ae6. https://doi. org/10. 31227/osf. io/4fv6a Rahmawati. Identifikasi organoleptik dan kadar atsiri rimpang temu hitam. Jurnal Kimia Kesehatan, 7. , 45Ae51. Riyanti. Silviana. , & Santika. Analisis kandungan kafein pada kopi seduhan warung kopi di Kota Banda Aceh. Lantanida Journal, 8. , 1Ae7. https://doi. org/10. 22373/lj. Safitri. Uji efek tonikum ekstrak rimpang temu putih (Curcuma zedoari. terhadap mencit jantan (Mus musculu. Media Pharmaceutica Indonesia, 18. https://doi. org/10. 25026/mpc. Serang. , & Silviana. Uji efek tonikum ekstrak buah petai (Parkia speciosa Hask. ) terhadap mencit jantan galur Swiss dengan metode natatory exhaustion. Jurnal Farmasi Nusantara, 2. , 71Ae74. Setyawati. Endrawati. , & Bhakti Mulia. Uji efek tonikum ekstrak etanol Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae Volume. 4 Nomor. 3 Desember 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. rimpang temu kunci (Boesenbergia pandurata (Rox. Schlech. terhadap mencit jantan galur Swiss. IJMS Ae Indonesian Journal on Medical Science, 6. , 52Ae56. Sukarjati, & Pratama. Ekstrak temu putih (Curcuma zedoaria Rosc. ) dan ekstrak daun sirih merah (Piper crocatu. berpotensi menurunkan kualitas spermatozoa (Mus Wahana, 71. , 31Ae40. https://doi. org/10. 36456/wahana. Sumarny. Rahayu. , & Sandhiutami. Efek stimulansia infus lada hitam (Piperis nigri fructu. pada mencit. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 11. , 142Ae146. Susanti. Nurcahyani. , & Saputri. Pengaruh metode penguapan terhadap sisa pelarut pada ekstrak etanol simplisia herbal. Jurnal Fitofarmaka, 9, 50Ae57. Toyang. Fitriawati. , & Wardani. Uji efek tonikum seduhan herbal kombinasi jahe merah (Zingiber officinale var. Rubru. dan daun kayu manis (Cinnamomum burmann. terhadap mencit putih jantan galur Swiss Webster. Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8. , 3688Ae3698. https://doi. org/10. 31004/prepotif. Ulandari. Saragih. , & Saripurna. Sistem pakar diagnosa penyakit kaligata menggunakan metode Dempster Shafer. Jurnal Teknik. Komputer. Agroteknologi dan Sains, 1. , 114Ae121. https://doi. org/10. 56248/marostek. Wiyanti. Poltekkes. , & Mulia. Pengaruh uji efek tonikum ekstrak etanol rimpang temu giring terhadap mencit. IJMS Ae Indonesian Journal on Medical Science, 4. , 25Ae30.