Kelola: Journal of Islamic Education Management April 2025. Vol. 10 No. 1 Hal 191 - 199 P-ISSN : 2548 Ae 4052 E-ISSN : 2685 Ae 9939 A2019 Manajemen Pendidikan Islam. https://ejournal. id/index. php/kelola STRATEGI GURU DALAM PEMBINAAN SALAT BERJAMAAH PESERTA DIDIK PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ISLAM TERPADU DAN MADRASAH TSANAWIYAH 1Miftahuzzuhda, 2Hj. Anita Marwing, 3Taqwa 1Institut Agama Islam Negeri Palopo 2Institut Agama Islam Negeri Palopo 3Institut Agama Islam Negeri Palopo E-mail: miftahuzzuhda@iainpalopo. id, anitamarwing@iainpalopo. taqwa@iainpalopo. Abstract This article discusses the teacher's strategy in fostering congregational prayer at SMPIT Insan Madani and MTS DDI Palopo. This study reveals how teachers' strategies in fostering congregational prayers are applied at SMPIT Insan Madani and MTS DDI Palopo, supporting and inhibiting factors in fostering congregational prayers at SMPIT Insan Madani and MTS DDI Palopo, and optimizing teachers' strategies in fostering congregational prayers at SMPIT Insan Madani and MTS DDI Palopo. This research uses a qualitative type of research. The data sources in this study are PAI teachers and students of SMPIT Insan Madani and MTS DDI Palopo City. The data collection techniques in this study are observation, interview, and Furthermore, data analysis techniques are data reduction, data display . ata presentatio. and data verification. The results of this study show that . The teacher's strategy in fostering congregational prayer at SMPIT Insan Madani is by way of guidance and coaching, example and emotional approach. Meanwhile, the teacher's strategy in coaching congregational prayers at MTS DDI Palopo is to get students used to always carry out the five . Supporting factors in fostering congregational prayer at SMPIT Insan Madani are the availability of ablution places, and schools provide prayer equipment such as mukena, sarong, and peci. The inhibiting factors in the guidance of congregational prayers at SMPIT Insan Madani are water constraints and awareness from some of the students themselves. Meanwhile, the supporting factor in fostering congregational prayer at MTS DDI Palopo is the enthusiasm of students to participate in the activity. The inhibiting factor in the guidance of congregational prayers at MTS DDI Palopo is the irregular behavior of students. Optimizing teachers' strategies in fostering congregational prayers for students at SMPIT Insan Madani, namely by becoming an example for students. Meanwhile, the optimization of teachers' strategies in fostering congregational prayers for students at MTS DDI Palopo is by providing Keywords: Strategy. Congregational Prayer. Islamic Religious Education Teacher Abstrak Artikel ini membahas tentang strategi guru dalam pembinaan salat berjamaah di SMPIT Insan Madani dan MTS DDI Palopo. Penelitian ini mengungkap bagaimana strategi guru dalam pembinaan salat berjemaah yang diterapkan di SMPIT Insan Madani dan MTS DDI Palopo, faktor pendukung dan penghambat dalam pembinaan salat berjemaah di SMPIT Insan Madani dan MTS DDI Palopo, dan optimalisasi strategi guru dalam pembinaan salat berjamaah di SMPIT Insan Madani dan MTS DDI Palopo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Sumber data dalam penelitian ini yaitu guru PAI dan peserta didik SMPIT Insan Vol 10. No. April 2025 192 | Miftahuzzuhda dkk. Madani dan MTS DDI Kota Palopo. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu obeservasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, teknik analisis data yaitu data reduction . eduksi dat. , data display . enyajian dat. dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa . Strategi guru dalam pembinaan salat berjamaah di SMPIT Insan Madani yaitu dengan cara pembimbingan dan pembinaan, keteladanan dan pendekatan secara emosional. Sedangkan strategi guru dalam pembinaan salat berjamaah di MTS DDI Palopo yaitu dengan cara membiasakan kepada peserta didik untuk selalu melaksanakan salat lima waktu. Faktor pendukung dalam pebinaan salat berjamaah di SMPIT Insan Madani yaitu tersedianya tempat wudhu, serta sekolah menyediakan perlengkapan salat seperti mukena, sarung, dan peci. Adapun faktor penghambat dalam pebinaan salat berjamaah di SMPIT Insan Madani yaitu terkendala air dan kesadaran dari sebagian peserta didik itu Sedangkan Faktor pendukung dalam pembinaan salat berjamaah di MTS DDI Palopo yaitu antusias peserta didik mengikuti kegiatan. Adapun faktor penghambat dalam pebinaan salat berjamaah di MTS DDI Palopo yaitu perilaku peserta didik yang belum teratur. Optimalisasi strategi guru dalam pembinaan salat berjamaah peserta didik di SMPIT Insan Madani yaitu dengan menjadi contoh teladan bagi peserta didik. Sedangkan optimalisasi strategi guru dalam pembinaan salat berjamaah peserta didik di MTS DDI Palopo yaitu dengan pemberian nasihat. Kata Kunci: Strategi. Salat Berjamaah. Guru Pendidikan Agama Islam. PENDAHULUAN Urgensi penanaman budaya keagamaan di sekolah adalah kewajiban setiap guru agama serta guru bidang studi lainnya. Peningkatkan keimanan peserta didik sampai pada tahap dimensi pengamalan beragamanya, keyakinan keagamaan, pengetahuan agama, serta praktik agama merupakan tujuan dari penanaman budaya keagamaan. Budaya ketuhanan dapat diaktualkan secara banyak aktivitas keagamaan sebagai sarana dalam usaha menciptakan serta mengembangkan semangat ketuhanan. 1 Selanjutnya diharapkan penanaman norma-norma agama di sekolah dapat dipraktekkan secara baik pada komunitas masyarakat secara umum serta dalam area keluarga secara khusus. Ibadah kepada Allah SWT merupakan suatu hal yang sangat penting, karena Allah SWT adalah zat yang menciptakan manusia, bahkan dunia Allah SWT mewajibkan ibadah kepada umat manusia bukan untuk kepentingan-Nya, melainkan untuk kebaikan manusia itu sendiri, agar mencapai derajat taqwa yang dapat menyucikan seseorang dari kesalahan dan kemaksiatan, sehingga manusia itu dapat keuntungan dengan keridhaan Allah SWT dan surga-Nya serta dijauhkan dari api neraka dan azab-Nya. Salah satu ibadah yang tidak boleh ditinggalkan oleh manusia adalah Salat menurut bahasa mengandung dua pengertian, yaitu berdoa dan Yang dimaksud di sini adalah berdoa memohon hal-hal yang baik, nikmat dan rezeki. Sedangkan bershalawat adalah meminta keselamatan, kedamaian, keamanan, dan kelimpahan rahmat Allah SWT. Kemudian secara istilah, salat adalah pernyataan bakti dan memuliakan Allah 1 Aisyahnur Nasution. AuMetode Pembiasaan Dalam Pembinaan Salat Berjamaah dan Implikasinya Terhadap Penanaman Budaya Beragama peserta didik SMP Negeri 2 Kabewatan,Ay Al-Bahtsu : Jurnal Penelitian Pendidikan Islam 4. No. 1 (Juni 2. , https://doi. org/10. 29300/btu. Kelola: Journal of Islamic Education Management Strategi Guru . dengan gerakan-gerakan badan dan perkataan-perkataan tertentu dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam dan dilakukan pada waktuwaktu tertentu setelah memenuhi syarat-syarat tertentu. Konteks penelitian di SMPIT Insan Madani dan MTS DDI Palopo yaitu menciptakan suasana kehidupan keagamaan yang dampaknya ialah berkembangnya suatu pandangan hidup yang bernafaskan atau dijiwai oleh ajaran dan nilai-nilai agama, yang diwujudkan dalam sikap hidup serta ketrampilan hidup oleh para warga sekolah dalam kehidupan mereka sehari Cara yang dapat digunakan untuk menciptakan suasana dan sikap religius peserta didik yaitu dengan metode pembiasaan. Salat berjamaah dalam Islam selain menunjukkan pentingnya kerukunan dan persaudaraan, juga menjadi wahana efektif dalam penyebaran pengetahuan antara ilmuwan dan orang awam. Sehingga interaksi ilmiah yang bermanfaat bagi semua Salat menjadi salah satu elemen penting dalam pembangunan akhlak Dengan adanya salat, pelan-pelan namun pasti, moralitas anak didik akan semakin tertata. METODE Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu guru PAI dan peserta didik SMPIT Insan Madani dan MTS DDI Kota Palopo. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu obeservasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, teknik analisis data yaitu data reduction . eduksi dat. , data display . enyajian dat. dan verifikasi data. STRATEGI GURU PADA PEMBINAAN SALAT BERJAMAAH PESERTA DIDIK DI SMPIT INSAN MADANI Salah satu kegiatan pembelajaran guru pendidikan agama Islam di SMPIT Insan Madani adalah menanamkan kebiasan salat berjamaah peserta Strategi guru dalam pembinaan salat berjamaah peserta didik di SMPIT Insan Madani yaitu dengan membuat jadwal kegiatan salat berjamaah yang dilakukan di kelas masing-masing agar pelaksanaan salat berjamaah berjalan dengan lancar. Selain itu semua guru diikutsertakan dalam memandu peserta didik dalam pelaksanaan salat berjamaah. Sehingga dengan adanya pembiasaan salat berjamaah tersebut dapat meningkatkan nilai religius peserta didik. Maka dari itu peran guru sangat dibutuhkan dalam memberikan edukasi dan arahan oleh peserta didik untuk melaksanakan salat berjamaah. Adapun strategi yang digunakan guru pedidikan agama Islam dalam pembinaan salat berjamaah, yaitu sebagai berikut: Dengan melakukan bimbingan dan pembinaan terlebih dahulu. Dalam menanamkan kebiasaan salat berjamaah guru pendidikan agam Islam terlebih dahulu memberikan bimbingan dan pembinaan terhadap seluruh peserta didik untuk salat berjamaah. Vol 10. No. April 2025 194 | Miftahuzzuhda dkk. Dengan keteladanan dan pedekatan secara emosional kepada peserta Memberikan keteladanan kepada peserta didik untuk pembiasaan dalam beribadah, malakukan pendekatan emosional kepada peserta didik agar mereka terbangun semangat dan minat untuk melaksanakan pembiasaan salat berjamaah, dengan cara mendekati peserta didik dan mengajak memotivasi untuk melaksanakan salat berjamaah. menggunakan metode ceramah untuk menyampaikan keilmuan terkait akidah Islam, seperti praktik ibadah untuk membangun pemahaman peserta didik. Untuk menghasilkan strategi pembinaan salat berjamaah maka guru pendidikan agama lslam dapat melakukanya mulai dari sejak dini agar peserta didik mampu menumbuhkan rasa kebersamaan pada anak dan menumbuhkan sikap sosial. Peserta didik akan berkembang sesuai dengan Pengaruh sekolah terhadap perkembangan anak sangat besar, karena sekolah merupakan subtansi dari keluarga dan guru subtansi dari orang tua. Dengan demikian, peserta didik akan terbiasa serta mereka akan melaksanakan salat berjamaah secara kontinu atau berkesinambungan. Dalam pelaksanaan pembiasaan salat berjamaah guru perlu melakukan pengawasan yang ketat sehingga peserta didik disiplin melaksanakan salat berjamaah, tidak verbalistik serta memberikan pembekalan kepada peserta didik tentang manfaat dan keutamaan yang didapatkan bagi seseorang yang melaksanakan salat berjamaah. Disnilah guru pendidikan agama Islam memiliki peran penting harus menjadi contoh dan teladan bagi peserta didiknya dari setiap langakah dan perbuatanya. Dalam menanamkan kebiasaan salat berjamaah peserta didik tidaklah mudah hal yang dapat dilakukan yaitu dengan strategi pembiasaan yaitu dengan membiasakan peserta didik ikut melaksanakan salat berjamaah. Startegi pemberian sanksi atau hukuman bagi peserta didik yang tidak ikut melaksanakan salat berjamaah berupa strategi pembinaan yaitu dengan memberikan arahan tentang pentingnya salat berjamaah dan ganjaran bagi peserta didik yang tidak melaksanakan salat berjamaah. Dengan adanya pemberian sanksi atau hukuman kepada peserta didik bertujuan agar peserta didik jera dan tidak mengulanginya lagi, sehingga hal tersbut akan membuat kepribadian peserta didik yang lebih disiplin dan teratur dalam beragama. Selain itu, strategi tersebut bertujuan sebagai modal bagi para peserta didik dalam membangun kedisiplinan salat berjamaah peserta didik juga membangun karakter masing-masing agar menjadi sebuah kebiasaan yang nantinya menjadi kedisiplinan dalam melaksanakan salat berjamaah di dalam lingkup sekolah maupun di luar lingkup sekolah. SMPIT Insan Madani melaksanakan salat berjamaah di kelas masingmasing. Guru akan membagi peserta didik ada yang menjadi muadzin, ada yang iqomah dan ada juga yang memimpin salat berjamaah. Itulah cara atau strategi guru dalam menanamkan kebiasaan salat berjamaah peserta didik. Dari paparan di atas dapat dikemukakan bahwa strategi guru pendidikan agama Islam dalam menanamkan kebiasaan salat berjamaah kepada peserta didik dengan cara pembimbingan dan pembinaan, keteladanan dan pendekatan secara emosional dan pemberian sanksi dan Kelola: Journal of Islamic Education Management Strategi Guru . hukuamn serta memengistiqomahkan kegiatan salat berjamaah di sekolah setiap hari serta guru pendidikan agama Islam memberikan pemahaman kepada peserta didik terkait manfaat dan keutamaan atau ganjaran yang didapatkan bagi yang melaksanakan salat berjamaah dan pada akhirnya terbentuk dalam diri peserta didik menjadi krakter dalam kehidupan seharihari. STRATEGI GURU PADA PEMBINAAN SALAT BERJAMAAH PESERTA DIDIK DI MTS DDI Pembinaan yang baik akan membentuk manusia yang berkepribadian baik pula. Strategi pembiasaan dalam pendidikan salat disini yaitu dengan cara guru pada awalnya membiasakan kepada peserta didik untuk selalu melaksanakan salat lima waktu. Apabila setiap masuk waktu salat, guru mengajak peserta didik untuk melaksanakan salat sehingga lama kelamaan peserta didik akan terbiasa. Dalam upayanya guru PAI menjalankan program pembiasaan salat berjamaah, guru PAI bekerja sama dengan semua civitas akademik yang ada di MTS DDI Palopo. Langkah yang dilakukan oleh seorang guru dalam menanamkan kedisiplinan salat berjamaah dengan adanya pelaksanaan salat dhuhur berjamaah secara kontinyu. Adanya peran atau bantuan dari kepala sekolah, guru-guru dan karyawan untuk mengawasi kegiatan salat dhuhur berjamaah yang sudah terjadwal. Selalu mengontrol ke kelas-kelas dan sekitar gedung sekolah untuk peserta didik yang tidak salat. Dalam pelajaran khususnya pendidikan agama Islam selalu ada anjuran lisan . engingat, menjelaskan dan nasiha. secara rutin untuk melaksanakan salat berjamaah di masjid. FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT GURU DALAM PEMBINAAN SALAT BERJAMAAH PESERTA DIDIK DI SMPIT INSAN MADANI DAN PESERTA DIDIK DI MTS DDI PALOPO Faktor pendukung dalam membiasakan pelaksanaan salat berjamaah di SMPIT Insan Madani yaitu tersedianya tempat wudhu, serta sekolah menyediakan perlengkapan salat seperti mukena, sarung, peci, serta motivasi tulisan dan gambar-gambar tentang salat yang di pampang di dinding kelas masing-masing. Saat peneliti melakukan observasi di dalam kelas guru PAI memberi penguatan tentang kewajiban salat kepada peserta didikdan memotivasi peserta didik agar selalu menunaikan ibadah salat, baik di sekolah atau pun di rumah. Sedangkan faktor penghambat dalam membiasakan pelaksanaan salat berjamaah di SMPIT Insan Madani yaitu terkendala air dan kesadaran dari sebagian peserta didik itu sendiri yang masih kurang sadar akan kewajiban salat. Faktor pendukung dalam membiasakan salat berjamaah di MTS DDI Palopo diantaranya yaitu faktor peserta didikdan guru yang akan dijelaskan sebagaai berikut: Faktor Peserta didik Vol 10. No. April 2025 196 | Miftahuzzuhda dkk. Salah satu yang menjadi faktor pendukung dalam membiasakan salat berjamaah di SMPIT Insan Madani yaitu peserta didik itu sendiri. Faktor peserta didikmerupakan faktor yang paling penting dalam pendidikan, karena tanpa adanya peserta didik keberlangsungan proses belajar mengajar tidak terlaksana. Faktor Guru Faktor pendukung selanjutnya adalah faktor guru, yang bertanggung jawab dalam pembentukan kepribadian peserta didik. Keterlibatan guru dalam pembiasaan salat berjamaah juga menjadi contoh yang baik bagi peserta didik. Guru sebagai pendidik yang utama di sekolah memiliki peranan yang cukup besar dalam ikut serta mensukseskan program yang Sehingga ketika ada kerjasama antar guru satu dengan yang lain, suatu program yang telah direncanakan akan bisa berhasil sesuai yang diinginkan. Dalam menanamkan pembiasaan salat berjamaah peserta didikdi MTS DDI Palopo terdapat juga faktor yang menghambat proses pembiasaan tersebut yaitu perilaku peserta didik. Perilaku peserta didik sangat berpengaruh dalam membiasakan pelaksanaan salat berjamaah. Perilaku memiliki kaitan erat dengan sikap, sikap diartikan sebagai suatu pola perilaku, tendensi, atau kesiapan untuk menyesuaikan diri dalam situasi Singkatnya, sikap adalah respon terhadap stimulasi sosial yang telah Jadi, sikap dan perilaku memiliki hubungan berbanding lurus, dimana sikap seseorang dalam menanggapi sesuatu akan berpengaruh pada perilaku yang dihasilkan. OPTIMALISASI STRATEGI GURU DALAM PEMBINAAN SALAT BERJAMAAH PESERTA DIDIK DI SMPIT INSAN MADANI DAN PESERTA DIDIK DI MTS DDI PALOPO Optimalisasi dalam pembinaan salat berjamaah terhadap peserta didik di SMPIT Insan Madani yang utama yaitu dengan menjadi contoh teladan bagi peserta didik, hal ini dikarenakan keteladanan dari seorang guru akan selalu dijadikan pembelajaran bagi peserta didiknya. Dengan adanya keteladan yang diperoleh peserta didik maka akan mendapatkan pengetahuan secara sempurna dan kedalaman akidah. Peran guru pendidikan agama Islam sangat rumit, memberikan mereka kedudukan yang sangat penting dalam lembaga pendidikan, penuh dengan misi untuk membina dan mencerahkan peserta didik. Ketiadaan guru pendidikan agama Islam akan mengakibatkan lumpuhnya sebuah lembaga pendidikan Islam, karena proses pedagogis secara inheren bergantung pada interaksi dinamis antara pendidik dan peserta didik. Melalui bimbingan dan arahan guru, para peserta didik dibentuk menjadi individu yang berpengetahuan luas dan memiliki integritas yang patut diteladani, sebuah transformasi yang dimulai sejak usia dini. Oleh karena itu, menjadi sangat penting untuk mencapai pemahaman yang komprehensif tentang berbagai peran yang dilakukan oleh guru pendidikan Islam, sehingga dapat mendorong tumbuhnya kesadaran bersama di antara para pendidik. Adapun beberapa peran guru pendidikan agama Islam adalah sebagai motivator. Kelola: Journal of Islamic Education Management Strategi Guru . sebagai pembimbing, sebagai teladan. Pada peserta didik di MTs DDI Palopo, guru mengoptimalkan pembinaan salat berjamaah peserta didik pemberian nasihat. Nasihat yang disampaikan mengenai pentingnya salat berjamaah dalam kehidupan sehari Salat yang dilakukannya secara berjamaah juga memiliki nilai kebersamaan, kerukunan dan kedamaian sebab dilakukan secara bersama sama sehingga memiliki ikatan sosial kepada sesama baik antara guru dan peserta didik maupun peserta didik satu dengan yang lainnya. Pelaksanaan salat berjamaah akan memiliki dampak penting bagi perkembangan akhlak peserta didik, hal ini dikarenakan salat dapat dikatakan sebagai ukuran amal seseorang dan menjadi penentu amal baik dan buruk seseorang. Berdasarkan hal tersebut pembinaan salat berjamaah akan menjadikan peserta didik utnuk terbiasa dan dapat melakukan salat berjamaah tersebut dalam kehidupan sehari harinya dirumah sehingga akan menjadi terbiasa dan melakukannya dengan ikhlas tanpa paksaan. Dengan begitu pesrta didik akan merasa memiliki tanggung jawab sendiri dalam menegakkan salat KESIMPULAN Strategi guru dalam pembinaan salat berjamaah di SMPIT Insan Madani yaitu dengan cara pembimbingan dan pembinaan, keteladanan dan pendekatan secara emosional dan pemberian sanksi dan hukuaman serta mengistiqomahkan kegiatan salat berjamaah di sekolah setiap hari serta guru pendidikan agama Islam memberikan pemahaman kepada peserta didik terkait manfaat dan keutamaan atau ganjaran yang didapatkan bagi yang melaksanakan salat berjamaah. Untuk mendukung kegiatan salat berjamaah ini berjalan secara lancar . onsisten setiap har. maka guru di SMPIT Insan Madani membuat jadwal kegitan salat berjamaah dan pelaksanaan salat berjamaah dilakukan di kelas masing-masing. Sedangkan strategi guru dalam pembinaan salat berjamaah di MTS DDI Palopo yaitu dengan cara guru pada awalnya membiasakan kepada peserta didik untuk selalu melaksanakan salat lima waktu. Apabila setiap masuk waktu salat, guru mengajak peserta didik untuk melaksanakan salat sehingga lama kelamaan peserta didik akan Faktor pendukung dalam pebinaan salat berjamaah di SMPIT Insan Madani yaitu tersedianya tempat wudhu, serta sekolah menyediakan perlengkapan salat seperti mukena, sarung, peci, serta motivasi tulisan dan gambar-gambar tentang salat yang di pampang di kelas masing-masing. Adapun faktor penghambat dalam pebinaan salat berjamaah di SMPIT Insan Madani yaitu terkendala air dan kesadaran dari sebagian peserta didik itu sendiri yang masih kurang sadar akan kewajiban salat. Sedangkan Faktor pendukung dalam pebinaan salat berjamaah di MTS DDI Palopo yaitu peserta didik itu sendiri karena ketika mereka mampu menerima segala arahan yang telah disampaikan guru dan melaksanakannya dengan baik, maka pembiasaan untuk salat berjamaah bisa berhasil sesuai yang diharapkan. Adapun faktor penghambat dalam pebinaan salat berjamaah di MTS DDI Vol 10. No. April 2025 198 | Miftahuzzuhda dkk. Palopo yaitu perilaku peserta didik itu sendiri dimana ketika waktu pelaksanaan salat berjamaah tiba, peserta didik tersebut masih asik ngobrol di dalam kelas, jajan di kantin, menunggu disuruh oleh guru. Optimalisasi strategi guru dalam pembinaan salat berjamaah peserta didik di SMPIT Insan Madani yaitu dengan menjadi contoh teladan bagi peserta didik, hal ini dikarenakan keteladanan dari seorang guru akan selalu dijadikan pembelajaran bagi peserta didiknya. Dengan adanya keteladan yang diperoleh peserta didik maka akan mendapatkan pengetahuan secara sempurna dan kedalaman akidah. Sedangkan optimalisasi strategi guru dalam pembinaan salat berjamaah peserta didik di MTS DDI Palopo yaitu dengan pemberian nasihat. Nasihat yang disampaikan mengenai pentingnya salat berjamaah dalam kehidupan sehari hari. Salat yang dilakukannya secara berjamaah juga memiliki nilai kebersamaan, kerukunan dan kedamaian sebab dilakukan secara bersama sama sehingga memiliki ikatan sosial kepada sesama baik antara guru dan peserta didik maupun peserta didik satu dengan yang lainnya. DAFTAR PUSTAKA