Fropil Vol. 11 No. 2, (Desembe. 2023 DOI: https://doi. org/10. 33019/fropil. REVIEW DESAIN STRUKTUR BAWAH BANGUNAN: STUDI KASUS PENGECEKAN DAYA DUKUNG PONDASI TAPAK SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN) 12 MUNTEI. MENTAWAI Winda FITRIA1*. Merley MISRIANI2. Elvi Roza SOFYAN3 1,2, Jurusan Teknik Sipil. Politeknik Negeri Padang Jurusan Teknik Sipil. Universitas Negeri Riau *Email korespondensi: winda@pnp. iterima: 25 November 2023, disetujui: 15 Desember 2. ABSTRACT Mentawai Island is a region within the Province of West Sumatera that is frequently shaken by earthquakes. The implementation of earthquake-resistant building standards is a crucial element that must be considered in efforts to reduce the risk of tragedy in this area, given that West Sumatera Province is among those with a high risk of earthquakes. The implementation of earthquake-resistant building standards should have started during the designing process, not only during construction. As one of the outermost provinces. Mentawai is also lagging in infrastructure development, this sustainable development needs to be carried out to make Mentawai come out of being behind compared to other cities and districts in the West Sumatera SDN 12 Muntei is one of the Mentawai Island public buildings that serves as an elementary school. The review design of the site foundation of the SDN 12 Muntei school building aims to be sure the foundation can support its weight. Research data was obtained from Detail Engineering Design (DED) before the SDN 12 building was built. To obtain the maximum axial value of the building, modeling was carried out using the SAP2000 software application. Based on the results, the DED drawingAos foundation does not comply with the regulation and is not robust enough to sustain the maximum weight of the building. The carrying capacity of the foundation permit for the SDN 12 Muntei is 147. 534 KN, while the maximum load on the building is 338. 89 KN. The results of this analysis show that the foundation cross-section is unqualified and must be repaired, is below standard and not yet meet the requirements, thus must be repaired and strengthened. Key words: Foundation. Mentawai. Earthquake. Daya dukung Terzaghi. INTISARI Kepulauan Mentawai merupakan salah satu wilayah di Provinsi Sumatera Barat yang sering diguncang Penerapan standar bangunan tahan gempa menjadi elemen krusial yang harus diperhatikan dalam upaya mengurangi risiko bencana di wilayah ini, mengingat Provinsi Sumatera Barat termasuk wilayah yang memiliki risiko gempa yang cukup tinggi. Penerapan standar bangunan tahan gempa seharusnya sudah dimulai sejak proses desain dan perencanaan, tidak hanya pada saat pembangunan. Sebagai salah satu provinsi terluar. Mentawai juga tertinggal dalam pembangunan infrastruktur, sehingga pembangunan berkelanjutan perlu dilakukan agar Mentawai dapat keluar dari ketertinggalannya dibandingkan dengan kota dan kabupaten lain di wilayah Sumatera Barat. SDN 12 Muntei merupakan salah satu bangunan publik di Pulau Mentawai yang berfungsi sebagai bangunan sekolah dasar. Tinjauan terhadap desain pondasi tapak bangunan sekolah SDN 12 Muntei sangat diperlukan dengan tujuan untuk memastikan pondasi dapat menopang berat bangunan. Data penelitian berasal dari Detail Engineering Design (DED) sebelum gedung SDN 12 dibangun. Untuk mendapatkan nilai aksial maksimum bangunan, dilakukan pemodelan dengan menggunakan aplikasi SAP2000. Berdasarkan pemodelan dan analisis data yang dilakukan, dapat dikatakan bahwa pondasi bangunan menurut gambar DED tidak sesuai dengan peraturan dan tidak cukup kuat untuk menopang beban maksimum bangunan. Daya dukung pondasi yang diizinkan untuk SDN 12 Muntei adalah 147. 534 KN, sedangkan beban maksimum bangunan adalah 338. 89 KN. Hasil analisis ini menunjukan bahwa penampang pondasi belum memenuhi syarat dan harus diperbaiki dengan perkuatan. Fitria et al. Review Desain Struktur. Kata kunci: Pondasi. Mentawai. Gempa. Daya dukung Terzaghi. PENDAHULUAN Bangunan sekolah ini harus direncanakan sesuai dengan peraturan dan standar bangunan tahan gempa yang berlaku. Saat ini, pembangunan sekolah termasuk bagian dari peningkatan infrastruktur di daerah tertinggal yang perlu mendapat perhatian dan menjadi Sehingga tahap perencanaan konstruksi bangunan sekolah perlu dilakukan dengan teliti dan merujuk kepada standar bangunan tahan gempa yang berlaku. Struktur bawah bangunan gedung Sekolah Dasar Negeri 12 Muntei perlu dilakukan tinjauan ulang terhadap design . eview desig. Hal ini penting dilakukan karena adanya keraguan dari pengguna bangunan terhadap kekuatan pondasi bangunan. Keterbatasan data penyelidikan tanah pada lokasi pembangunan membuat beberapa data yang dijadikan diasumsikan saja. Kedepannya, diharapkan pembangunan semua bangunan terutama bangunan publik harus melakukan proses pengujian tanah terlebih dahulu sebelum kegiatan perencanaan berlangsung. Latar Belakang Hal pertama yang dilakukan dalam pembangunan konstruksi adalah pekerjaan pondasi, sebagai struktur bawah. Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan pekerjaan struktur atas. Pondasi memiliki peranan yang penting dalam bangunan, karna pondasi bertugas meneruskan beban baik dari berat sendiri bangunn maupun beban luar yang bekerja pada bangunan tersebut (Kusumah. Standar bangunan tahan gempa sangat penting untuk mengurangi kemungkinan bencana di wilayah yang rawan gempa di seluruh dunia (Asman et al. , 2020. Nurbani et , 2020. Qureshi et al. , 2. Bangunan tahan gempa harus diterapkan sejak tahap desain dan perencanaan, bukan hanya selama proses Selama proses pembangunan di wilayah Indonesia, terutama Sumatera Barat, sangat penting bagi para pelaku konstruksi untuk memperhatikan penerapan standar bangunan tahan gempa (Hesna & Hidayat. Qureshi et al. , 2. Kedepannya diharapkan tidak ada lagi konstruksi bangunan gedung yang didirikan tanpa proses perencanaan yang mengacu pada standar bangunan tahan gempa SNI 1726 Tahun 2019. Wilayah kepulauan Mentawai termasuk dalam kawasan rawan bencana gempa bumi . dan gelombang besar tsunami berada di Sumatera Barat (Putra, 2. Hal ini membuat proses pembangunan di daerah Mentawai perlu mendapat perhatian lebih Selain itu dikarenakan menjadi salah satu pulau terluar, pembangunan dan pengembangan infrastruktur di Kepulauan Mentawai masih tertinggal dibandingkan kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Sumatera Barat. Perlu dilakukan pemerataan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di daerah Mentawai untuk membuat kepulauan Pembangunan Mentawai salah satunya adalah bangunan sekolah yang berlokasi di Muntei, suatu desa yang berada di Kecamatan Siberut Selatan. Pondasi Pondasi merupakan bagian dari struktur yang berfungsi dalam meneruskan beban bangunan dari atas ke dasar tanah dengan kekuatan yang cukup untuk menahannya (Ye et , 2. Pondasi dapat mengalami penurunan dan keruntuhan daya dukung (Kim. Gajan. Saafi, 2. Jika pondasi suatu bangunan sudah rusak, biasanya akan diikuti oleh kerusakan komponen bangunan lainnya, seperti: lantai bergelombang dan pecah, dinding retak dan miring, kedudukan kuzen dan pintu berubah, penurunan bangunan dan yang paling fatal adalah runtuhnya bangunan itu sendiri (Eze et al. , 2. Pondasi adalah struktur terbawah yang meneruskan beban bangunan ke lapisan tanah Hal ini membuat pondasi memiliki peranan penting dalam menentukan keamanan suatu bangunan. Desain pondasi yang baik akan menghindarkan bangunan dari kegagalan struktur sehingga bangunan dapat berdiri dengan kokoh (Dharmayasa, 2. Fitria et al. Review Desain Struktur. Faktor yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan jenis pondasi antara lain: beban yang direncanakan bekerja pada bangunan tersebut, jenis lapisan tanah, faktor non teknis seperti biaya konstruksi dan waktu konstruksi. Tipe pondasi yang dipilih harus mampu menahan kedudukan struktur terhadap semua gaya yang bekerja (Ismail et al. , 2. Pondasi tapak termasuk kedalam pondasi dangkal yang menyalurkan beban bangunan ke tanah dibawahnya. Ketepatan dan ketelitian dalam perhitungan dan analisis daya dukung dalam perencanaan menjadi kunci keamanan dan kekuatan dari pondasi tapak (Jaelani dan Syafier, 2. Perencanaan pondasi dan pengujian tanah yang dilakukan pada tahap perencanaan struktur bawah ini nantinya akan memberikan informasi: jenis tanah, kekuatan tanah, kedalaman tanah keras di lokasi rencana pembangunan, muka air tanah, perkiraan penurunan hari berikutnya, dan perkiraan beban maksimum yang diizinkan untuk jenis dan pondasi yang dipilih. Gambar 1. Parameter Perencanaan Pondasi Dangkal Tampak Perspektif 3D (Hakam, 2. Gambar 2. Parameter Perencanaan Pondasi Dangkal Tampak Perspektif 2D (Hakam, 2. Menurut Hakam . terdapat dua metode yang dapat digunakan untuk menghitung kapasitas daya dukung dari pondasi dangkal, yaitu pertama metode Terzaghi dan kedua teori Meyerhof. Hansen dan Vesic. Metode Terzaghi, dikembangkan oleh Terzaghi semenjak tahun 1943 untuk menghitung kapasitas daya dukung pondasi Pada beberapa literature metode ini disebut juga dengan kapasitas daya dukung batas pondasi/ ultimate bearing capacity (Hakam, 2. Teori Meyerhof. Hansen dan Vesic, secara garis besar teori ini masih mengadopsi teori yang dituliskan oleh Terzaghi dalam menentukan kapasitas daya dukung, tetapi ada beberapa perubahan yang dilakukan oleh masing- masing teori untuk menentukan faktor daya dukung pondasi (Hakam, 2. Daya dukung pondasi dangkal Sehingga sistem pondasi tanah tidak runtuh atau mengalami penurunan yang berlebihan, pondasi yang direncanakan harus mampu menahan beban rencana. Menurut Hakam . , dalam merencanakan pondasi dangkal, dua persyaratan harus dipenuhi: Pondasi harus mampu menahan beban hingga batas tertentu Pondasi tidak diizinkan bergerak hingga batas toleransi tertentu. Menurut Hakam . , faktor keamanan yang paling umum digunakan dalam perencanaan pondasi adalah 3. Toleransi untuk pergerakan . ergeseran dan penuruna. berbeda-beda tergantung pada jenis bangunan dan fungsinya yang didukung oleh sistem pondasi-tanah. Gambar 1 dan 2 menunjukkan parameter perencanaan daya dukung pondasi dangkal (Hakam, 2. Pondasi dangkal (D) harus memiliki kedalaman yang lebih kecil atau sama dengan lebarnya (B). Selain itu, jika kedalaman pondasi kurang dari 4 kali lebarnya (D O 4B), pondasi tersebut juga dianggap dangkal. Daya dukung pondasi dangkal dengan metode Terzaghi Metode Terzaghi juga dikenal sebagai teori kapasitas daya dukung batas yang didasarkan pada bentuk permukaan keruntuhan geser di bawah pondasi menerus kaku, seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 3. Fitria et al. Review Desain Struktur. Gambar 3. Bidang Keruntuhan dalam Tanah dibawah Pondasi Dangkal (Hakam, 2. Bidang keruntuhan pondasi didasarkan pada pergerakan material tanah yang terdesak oleh beban di atasnya. Daerah keruntuhan di bawah pondasi kemudian dibagi menjadi tiga Zone 1 berada di bawah pondasi dalam bentuk segitiga. Zone II berfungsi sebagai daerah peralihan, dan Zone i berfungsi sebagai daerah tekan passive (Hakam, 2. Setelah melakukan analisis kesetimbangan gaya-gaya pada sistem pondasi-tanah tersebut, kapasitas daya dukung dirumuskan sebagai ycycycyc = ycaycaycaycaycayca. cIycIycIycI) ycyc A ycAycAycAycA yuyu yaAyaA ycAycAycAycA . cIycIycIycI) . Gambar 4. Nilai Faktor Daya Dukung dari Rumus Terzaghi. (Hakam, 2. Tabel 2. Faktor Daya Dukung Pondasi Nilai kohesi tanah di bawah dasar pondasi adalah c, q' adalah nilai "" kali D, dan "" adalah berat volume tanah efektif di atas dasar Namun, faktor kapasitas daya dukung tanpa satuan . on-dimensiona. Nc. Nq, dan N diperoleh hanya dari nilai sudut geser (F) tanah. Sc dan S adalah faktor bentuk dari denah Tabel 1 menunjukkan nilai ini. Bujur Sangkar (L= B) ycaycayuyu (Hakam, 2. Klasifikasi tanah Tanah berbutir kasar dan berbutir halus Penggolongan ini didasarkan pada ukuran Tanah lempung dan tanah lanau digolongkan sebagai tanah berbutir halus, sedangkan butiran tanah yang berukuran besar dari lanau digolongkan sebagai tanah berbutir Tanah berbutir kasar juga dibagi lebih detail berdasarkan ukuran pasir, seperti pasir halus, sedang, dan kasar. Selain itu, tanah dapat keragaman gradasinya: tanah bergradasi seragam, tanah berlobang, dan tanah bergradasi baik atau lengkap. Tanah dengan gradasi lengkap memiliki tahanan geser yang lebih baik dibandingkan dengan tanah bergradasi seragam karena partikel tanah dalam gradasi lengkap saling mengunci, yang menghasilkan kontak antar bulir yang lebih baik (Hardiyatmo. Bentuk Pondasi Menerus (L>> B) ycaycaycyc ycaycaycayca Tanah Tabel 1. Faktor Bentuk Daya Dukung Terzaghi Faktor Lingkaran . iameter=B) Selanjutnya faktor kapasitas daya dukung Nc. Nq dan N dipengaruhi oleh sudut Nilai faktor daya dukung ditentukan dengan grafik yang ditunjukan oleh Gambar 4. Selain dengan grafik yang ada pada Gambar 4, nilai faktor daya dukung pondasi dengan metode Terzaghi juga dapat ditentukan dengan mengacu pada Tabel 2. Fitria et al. Review Desain Struktur. Standard Penetratin Test (Nsp. Uji penetrasi standar (SPT) perlu mendapatkan contoh tanah tak terganggu pada tanah granuler. Pada pengujian ini, karakteristik tanah pasir ditentukan melalui pengukuran kerapatan relatif secara langsung di lapangan. Dynamic Cone Penetration Test (DCPT) Daya dukung tanah menurut pengujian (DCPT) umumnya digunakan pada aplikasi perkerasan jalan raya. Biasanya, mengkonversi nilai daya dukung datanh ke dalam nilai California Bearing Ratio (CBR). Vane Shear Test Uji vane shear digunakan untuk mengestimasikan kekuatan geser tanah pada tanah berbutir halus. Tanah granuler, seperti pasir dan kerikil, tidak berkohesi . , atau mempunyai kohesi sangat kecil sehingga dalam perhitungan kapasitas daya dukung sering diabaikan. Tanah granuler mempunyai permeabilitas yang besar, shingga hitungan daya dukung pasir selalu didasarkan pada kondisi terdrainase . Sudut geser dalam pasir (IA. sangat dipengaruhi oleh kerapatan relatif yang nilainya berkisar antara 250 sampai 450 (Hardiyatmo, 2. Nilai sudut geser yang sering digunakan berkisar antara 300 Ae 400. Hardiyatmo . , menyebutkan bahwa nilai sudut geser (IA. untuk pasir longgar dan tidak padat= 300 , sementara untuk pasir padat nilai sudut geser (IA. yang direkomendasikan= 350. Kedua nilai sudut geser tersebut dapat dipertimbangkan sebagai nilai yang aman (Hardiyatmo, 2. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengecekan daya dukung pondasi tapak pada SDN 12 Muntei. Mentawai. Review ini dilakukan terhadap desain awal dari bangunan Jika desain awal tidak memenuhi syarat kapasitas daya dukung pondasi, maka akan dilakukan desain ulang/ redesain pada penelitian selanjutnya. Pengujian Tanah dilapangan Penyelidikan tanah di lapangan merupakan langkah awal yang sangat penting dalam Penyelidikan tanah diperlukan untuk memberikan informasi seperti jenis lapisan tanah, parameter tanah, dan muka air. Selanjutnya, data ini dianalisis dan diolah kelayakan dan keselamatan proyek, serta dampak pada lingkungan. Pada umumnya, penyelidikan tanah menghasilkan beberapa data sebagai berikut: Kedalaman diperlukan untuk menentukan jenis pondasi yang akan digunakan Informasi tentang parameter tanah yang diperlukan untuk menganalisis daya dukung pondasi, termasuk perkiraan muka air tanah Data untuk memprediksi penurunan yang akan terjadi akibat beban bangunan Pengaruh Hardiyatmo . menjelaskan beberapa pengujian tanah yang dapat dilakukan dilapangan antara lain: Pengeboran Pekerjaan geoteknik yang dilakukan mengetahui jenis lapisan tanah di bawah permukaan tanah. Pengeboran dapat dilakukan dengan tenaga manusia . and borin. dengan kedalaman 2 sampai 5 Pengeboran ini dapat dilakukan sampai kedalaman 30 meter, tetapi untuk pengeboran yang melebihi 10 meter sudah sangat tidak layak menggunakan tenaga manusia. Sondir Ae Cone Penetration Test (CPT) Sondir merupakan alat uji tahanan tanah yang paling umum digunakan di Indonesia. Alat ini lebih mudah dibawa dan digunakan, dan memperkirakan daya dukung tanah lebih cepat dan lebih Fitria et al. Review Desain Struktur. METODE PENELITIAN Pengambilan Penelitian Data dari bangunan gedung SDN 12 Muntei Pengolahan Tahap ketiga, pengolahan data Analisis pengecekan kekuatan pondasi rencana dan membandingkannya dengan kapasitas daya dukung maksimal yang mampu dipikul oleh Setelah dilakukan perbandingan, kemudian disimpulkan tentang kelayakan pondasi tersebut. Data teknis yang dibutuhkan pada penelitian ini mengacu kepada desain awal SDN 12 Muntei. Desain awal tersebut, merupakan data sebelum dilakukan review dan desain ulang pada bangunan tersebut. Review dan desain ulang ini telah dilakukan sebelum bangunan didirikan. Pada penelitian ini pengecekan kekuatan pondasi dilakukan dengan menggunakan metode Terzaghi. Data penelitian diambil dari data awal perencanaan bangunan, kemudian dimodelkan menggunakan aplikasi SAP2000 dan kemudian dilakukan analisis dengan membandingkan antara kekuatan dari pondasi yang direncanakan dengan beban maksimal yang dipikul oleh pondasi. Hasil akhir analisis ini nantinya akan memberikan informasi tentang daya dukung pondasi apakah mencukupi beban yang dipikulnya atau tidak. HASIL DAN PEMBAHASAN Data eksisting SDN 12 Muntei Gambar denah pondasi Bangunan SD ini merupakan bangunan satu lantai dengan luas total bangunan adalah 621 m2. Denah dan tampak atas bangunan SDN 12 Muntei dapat dilihat pada Gambar 5. Desain awal pondasi Desain awal pondasi pada SDN 12 Muntei ini dapat dilustrasikan seperti pada Gambar 6. Tahapan Penelitian Setiap penelitian perlu disertai dengan rancangan penelitian untuk mengontrol proses pelaksanaan tercapainya tujuan dari penelitian Ada beberapa tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu: Tahap pertama, asumsi dan preliminary Data menggunakan data yang ada pada Detail Engineering Design (DED) SDN 12 Muntei yang dapat diakses dari Laporan Perencanaan Review Desain SDN 12 Muntei. Data tanah diasumsikan dengan mengacu kepada referensi terkait pondasi menurut Hakam . dan Hardiyatmo, . Gambar 5. Denah Pondasi Bangunan SDN 12 Muntei Tahap kedua, yaitu permodelan Permodelan dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan nilai gaya- gaya dalam terutama nilai axial maksimal yang bekerja pada bangunan. Permodelan 3D untuk bangunan gedung sekolah dilakukan dengan mengacu pada data yang ada pada tahap 1, menggunakan aplikasi SAP2000. Keluaran dari permodelan adalah nilai beban axial maksimal Gambar 6. Potongan Penampang Pondasi SDN 12 Muntei Fitria et al. Review Desain Struktur. nilai faktor daya dukung seperti yang ada pada Gambar 8. Penyelidikan tanah Perencanaan ini tidak dilengkapi dengan data pengujian tanah. Tidak adanya data pengujian tanah menjadi alasan utama review desain pondasi tapak pada SDN 12 Muntei ini dilakukan hanya dengan asumsi jenis tanah pada daerah pantai. Lahan pantai dan pesisir merupakan tanah pasiran dengan karakteristik tanah bertekstur kasar, lepas- lepas dan terbuka menjadi sangat peka terhadap erosi (MaAoaruf. Data desain awal pondasi tapak SDN 12 Muntei adalah: Jenis Pondasi : Pondasi Tapak Jenis Tanah : Tanah Pasir . Kedalaman Rencana : 1. Berat volume, : 15. 69 KN/m3 . Kohesi, c : 0 KN/m2 . Sudut geser dalam. I : 30A . Kedalaman, (D) : 1. 45 m . iambil dari elevasi existin. Lebar. B : 0. Panjang bentang (L) : 4. Permodelan SDN 12 Muntei menggunakan aplikasi SAP2000 Gambar 8. Nilai Faktor Daya Dukung Terzaghi Nilai faktor daya dukung dari grafik yang ada pada Gambar 8 adalah sebagai berikut: = 37 = 22 = 19 Tegangan air pori . Tegangan air pori . diasumsikan bernilai 0 t/m2, karena muka air tanah sangat dalam sehingga tegangan air pori dianggap tidak berpengaruh di dalam perhitungan daya dukung pondasi. Permodelan SAP2000 dilakukan untuk menghitung gayagaya dalam yang bekerja pada bangunan. Bentuk bangunan setelah dimodelkan dapat dilihat pada Gambar 7. Tegangan total, = 15. 67(KN/m. = 22. 76KN/m2 Tegangan efektif ( qAo ) ycyc A = yuyu ycuycu yaya = 15. 67 (KN/m. = 22. 76 KN/m2 Nilai tegangan efektif pada tanah pasir sama dengan nilai tegangan totalnya. Gambar 7. Permodelan SDN 12 Muntei Faktor bentuk Sc dan S Daya dukung pondasi Nilai Sc dan S ditentukan dari bentuk pondasi tapak yang digunakan. Untuk menentukan nilai Sc dan S dapat mengacu pada Tabel 3. Daya dukung pondasi dihitung melalui metode Terzaghi . , keterbatasan data yang tersedia membuat beberapa data yang dibutuhkan diasumsikan terlebih dahulu. Tanah diasumsikan sebagai tanah pasir dengan sudut geser dalam sebesar 30A. Sehingga didapatkan Fitria et al. Review Desain Struktur. Tabel 3. Nilai Sc dan S Berdasarkan Bentuk Faktor Beban axial maksimal yang dipikul oleh Bentuk Pondasi Bujur Sangkar (L= B) (Sumber: Rekayasa Pondasi. Hakam, 2. Menerus (L>> B) Beban axial maksimal pondasi dihasilkan dari output SAP2000 yang dapat dilihat pada Tabel 4. Lingkaran . iameter=B) Tabel 4. Beban Axial Maksimal Bangunan Dari Tabel 3 didapatkan nilai berikut: = 1. = 0. Max Min KN-m Pmaks = 338. 889 KN Beban Izin (Q. Daya dukung pondasi Daya dukung pondasi . dihitung dengan persamaan berikut: ycycycyc = ycaycaycaycaycayca ycuycu ycIycIycIycI ycycA ycAycAycAycA yuyu yaAyaA ycAycAycAycA . cIycIycIycI) = 147. 534 KN Jika Qa > Pmaks = Oke Jika Qa < Pmaks = Tidak Oke Hasil perhitungan menunjukan bahwa: = . KN/m. 76 KN/m. = 147. 534 KN Pmaks = 338. 89 KN Qa < P maks 534 < 338. 89 KN Qa < Pmaks, berarti penampang tidak oke dan harus diperbesar. 1/2 . 67 KN/m. = 0 KN/m2 500. 702 KN/m2 190. KN/m2 = 691. 568 KN/m2 KESIMPULAN Daya dukung ultimate Review desain awal struktur bawah pondasi tapak SDN 12 Muntei menunjukkan bahwa beban maksimal (Pmak. yang dipikul oleh pondasi melebih kapasitas Daya Dukung Izin (Allowable Capaity. atau kekuatan Sehingga dapat disimpulkan bahwa penampang tidak mampu menahan beban yang Disarankan untuk melakukan desain ulang/redesign terhadap pondasi pada bangunan tersebut dengan ditambahkan sistem Daya dukung batas atau daya dukung Ultimate (Q. yang mampu ditahan oleh pondasi dapat dihitung sebagai berikut: ycEycEycEycE = . aAyaA ycuycu yaAyaA ) ycycycyc = 0. 8 m x 0. 8 m x 691. 568 KN/m2 = 442. 60 KN Daya dukung izin (Allowabl. Daya dukung izin (Q. yang dapat diterima oleh pondasi adalah sebagai berikut: = Qu/ SF KN-m KN-m UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada mitra yaitu PT M7 Grup Konsultan yang telah bersedia memberikan data DED sebagai referensi dalam tulisan ini. = 147. 534 KN Fitria et al. Review Desain Struktur. REFERENSI