LISTRA Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. https://e-jurnal. id/index. php/LISTRA/index || Penerapan Pendekatan Kontekstual Materi Teks Deskripsi untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Deskripsi Rudianto 1,*. Ida Sukowati 2. Zaenal Arifin 3 *1-3Universitas Islam Darul AoUlum Lamongan. Indonesia 1udia8358@gmail. 2idasukowati@unisda. 3zaenalarifin@unisda. ARTICLE INFO Article history Received: 02-01-2025 Revised: 20-01-2025 Accepted: 02-02-2025 ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia, serta keterampilan menulis siswa dengan penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) di kelas IV SD Negeri Guminingrejo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, aktivitas siswa selama proses pembelajaran, yaitu pada siklus I masih berada pada kategori cukup yaitu 57%, dan pada siklus II sudah mencapai kategori sangat baik yaitu 81%. Pada respon siswa pada siklus pertama berada pada kategori baik dengan persentase 79,6%. Pada siklus kedua terjadi peningkatan menjadi kategori sangat baik dengan persentase 82%. Keterampilan menulis siswa mengalami peningkatan, pada siklus I hanya 6 siswa yang tuntas dengan nilai 54% dan tidak tuntas 5 siswa dengan nilai 46%. Sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan, 11 siswa mengalami ketuntasan dengan nilai 100%. Pada proses hasil dokumentasi pembelajaran pada siklus pertama memperoleh persentase keberhasilan 92% dengan kategori sangat baik. Pada siklus kedua terjadi peningkatan persentase menjadi 100% dengan kategori sangat baik. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatakan keterampilan menulis teks deskripsi siswa kelas IV SD Negeri Guminingrejo Kata kunci : pendekatan CTL), dan keterampilan menulis, teks deskripsi . ABSTRACT The purpose of this study is to examine the activities of teachers and students in Indonesian language learning and to analyze students' writing skills through the implementation of the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach in fourth grade at SD Negeri Guminingrejo. The research results show that student activity during the learning process improved. In the first cycle, student activity was categorized as sufficient at 57%, while in the second cycle, it increased to a very good category at 81%. Student responses in the first cycle were categorized as good, with a percentage of 79. 6%, which improved to a very good category in the second cycle at 82%. Students' writing skills also showed improvement. in the first cycle, only 6 students . %) achieved competency, while 5 students . %) did not. In the second cycle, all 11 students . %) achieved The documentation of the learning process in the first cycle showed a success percentage of 92% . ery good categor. , which increased to 100% in the second cycle . ery good Kata Kunci: CTL approach, writing skills, descriptive text . This is an open-access article under the CCAeBY-SA license. Pendahuluan Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan literasi siswa, khususnya dalam memahami dan menulis teks deskripsi https://e-jurnal. id/index. php/LISTRA/index listra@unisda. Listra : Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. (Mustofa & Ihsan, 2. Keterampilan menulis merupakan salah satu aspek fundamental dalam pembelajaran bahasa yang harus dikuasai siswa sejak dini, karena keterampilan ini berkontribusi besar dalam perkembangan kognitif dan komunikasi mereka (Sutardi & Ernaningsih, 2. Namun, dalam praktiknya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam menulis teks deskripsi yang utuh dan padu. Kesulitan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik dari dalam diri siswa maupun dari lingkungan pembelajaran di sekitarnya. Salah satu faktor internal yang memengaruhi kemampuan menulis siswa adalah rendahnya minat dan motivasi dalam menulis (Saputra et al. , 2. Banyak siswa yang merasa menulis merupakan aktivitas yang sulit dan membosankan, terutama jika mereka tidak memiliki cukup pengalaman atau imajinasi untuk menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan (Ihsan, 2. Selain itu, keterbatasan kosakata serta kurangnya pemahaman mengenai struktur teks deskripsi juga menjadi kendala dalam menghasilkan tulisan yang baik. Faktor eksternal, seperti metode pembelajaran yang kurang variatif dan lingkungan belajar yang kurang mendukung, turut berkontribusi terhadap rendahnya keterampilan menulis siswa. Pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan monoton membuat siswa kurang tertarik untuk menulis, sehingga proses belajar menjadi kurang efektif. Dalam hal ini, guru memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan pembelajaran yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa (Oktavianti & Ratnasari, 2. Guru dituntut untuk menggunakan strategi dan pendekatan pembelajaran yang inovatif agar mampu meningkatkan minat serta keterampilan menulis siswa. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah Contextual Teaching and Learning (CTL) atau pembelajaran Pendekatan ini menekankan keterkaitan antara materi pelajaran dengan kehidupan nyata siswa, sehingga mereka dapat memahami konsep secara lebih baik dan mampu mengaplikasikan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks pembelajaran menulis teks deskripsi, pendekatan CTL membantu siswa menemukan ide-ide yang relevan dengan pengalaman mereka sendiri, mengembangkan gagasan secara lebih sistematis, dan menyusun tulisan dengan lebih baik. Hasil observasi di SD Negeri Guminingrejo menunjukkan bahwa rendahnya kemampuan menulis teks deskripsi di kalangan siswa disebabkan oleh metode pembelajaran yang kurang menarik dan tidak melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar. Banyak siswa mengalami kesulitan dalam mengembangkan ide, menyusun kalimat yang runtut, serta menghubungkan gagasan secara logis dalam sebuah paragraf deskriptif. Hal ini menunjukkan perlunya penerapan metode pembelajaran yang lebih efektif agar siswa dapat lebih mudah memahami konsep dan mengembangkan keterampilan menulis mereka. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan menulis teks deskripsi siswa. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, serta membantu mereka mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif dalam menulis. Dengan menggunakan strategi pembelajaran yang berbasis pengalaman nyata, siswa diharapkan lebih termotivasi untuk menulis, lebih mudah dalam menuangkan ide-ide mereka, serta mampu menghasilkan teks deskripsi yang lebih terstruktur, jelas, dan bermakna. Metode Berdasarkan fokus penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena data dikumpulkan melalui observasi untuk memahami aktivitas guru dan siswa serta respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran kontekstual selama proses belajar. Disebut deskriptif karena hasil penelitian akan disajikan dalam bentuk gambaran keterampilan menulis teks deskripsi siswa, yang dianalisis menggunakan nilai ratarata dan persentase ketuntasan klasikal setelah penerapan model pembelajaran kontekstual. Menurut (Miftachul Hidayat et al. , 2. , pendekatan kualitatif adalah metode penelitian yang menekankan pemahaman mendalam terhadap fenomena sosial melalui data non-angka, seperti wawancara mendalam, observasi, atau analisis teks (Sugiyono, 2. Pendekatan ini Penerapan Pendekatan Kontekstual Materi Teks Deskripsi untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Deskripsi Listra : Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. digunakan untuk menjelajahi pengalaman individu serta memahami makna dan konteks sosial dalam suatu penelitian. Pendekatan kualitatif memiliki beberapa karakteristik utama. Pertama, bersifat deskriptif, yaitu menggambarkan fenomena secara rinci melalui data berbentuk teks atau narasi, seperti transkrip wawancara dan catatan lapangan (Denzin & Lincoln, 2. Kedua, menekankan konteks dan interpretasi, di mana peneliti berusaha memahami bagaimana lingkungan sosial dan budaya mempengaruhi pandangan individu terhadap suatu fenomena (Silverman, 2. Ketiga, mengakui subjektivitas peneliti, karena peneliti berperan sebagai instrumen utama dalam pengumpulan dan analisis data (Bryman, 2. Oleh karena itu, refleksi diri diperlukan untuk menjaga objektivitas dalam interpretasi data. Terakhir, pendekatan ini sering menggunakan teknik seperti wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis teks untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai fenomena yang diteliti (Creswell & Creswell, 2. Hasil dan Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi siswa dengan menerapkan model Contextual Teaching and Learning (CTL). Model ini menekankan keterkaitan antara materi pembelajaran dengan kehidupan nyata siswa, sehingga mereka lebih mudah memahami dan mengembangkan ide dalam menulis teks deskripsi. Dalam pembelajaran ini, guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa menghubungkan konsep yang dipelajari dengan pengalaman sehari-hari mereka. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan menulis siswa kelas IV SD Negeri Guminingrejo Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan setelah menerapkan model pembelajaran CTL. Pada siklus I, tingkat keberhasilan aktivitas siswa mencapai 57% . ategori bai. , yang kemudian meningkat menjadi 81% . ategori sangat bai. pada siklus II. Respons siswa terhadap pembelajaran juga menunjukkan peningkatan dari 79,6% . pada siklus I menjadi 82% . angat bai. pada siklus II. Selain itu, hasil belajar siswa mengalami kemajuan, dengan ketuntasan belajar meningkat dari 54% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II. Jumlah siswa yang mencapai ketuntasan juga bertambah dari 6 siswa pada siklus I menjadi 11 siswa pada siklus II. Peningkatan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran CTL tidak hanya membantu siswa dalam memahami materi, tetapi juga meningkatkan motivasi dan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Dengan menghubungkan materi dengan konteks nyata, siswa lebih mudah mengembangkan gagasan dan menyusun teks deskripsi dengan lebih baik. Model pembelajaran ini juga mendorong kerja sama antar siswa, meningkatkan kreativitas, serta melatih kemandirian dalam belajar. Selain itu, dokumentasi pembelajaran menunjukkan peningkatan dari 92% . iklus I) menjadi 100% . iklus II), yang menandakan keberhasilan penerapan metode ini secara optimal. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi siswa. Model ini tidak hanya meningkatkan hasil akademik, tetapi juga membentuk pengalaman belajar yang lebih menyenangkan, bermakna, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Oleh karena itu, model CTL dapat dijadikan alternatif pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa pada jenjang sekolah dasar. Simpulan Pembelajaran menulis teks deskripsi melalui penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) berhasil meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV di SD Negeri Guminingrejo Kecamatan Tikung kabupaten lamongan Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan aspek proses dan hasil. Pada aspek proses yaitu keterampilan guru dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran kontekstual mengalami peningkatan dari siklus I berada pada kategori baik menjadi sangat baik pada siklus II. Aktivitas siswa setelah guru menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) juga mengalami peningkatan yang signifikan, dari siklus I dengan kategori baik menjadi sangat baik Penerapan Pendekatan Kontekstual Materi Teks Deskripsi untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Deskripsi Listra : Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Februari 2025, pp. pada siklus II. Peningkatan respon siswa dari siklus I dengan kategori baik menjadi sangat baik pada siklus II. Pada aspek hasil yaitu keterampilan menulis teks deskripsi siswa pada siklus I yang belum mecapai persentase ketuntasan klasikal mengalami peningkatan pada siklus II yang berada pada kategori sangat baik yang telah memenuhi persentase kriteria ketuntasan Peningkatan hasil dokumentasi dari siklus I dengan kategori baik menjadi sangat baik pada siklus II. Daftar Pustaka