p-ISSN: 2808-2443 e-ISSN: 2808-2222 Volume. No. 6, 2025 Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business EFEK TATA KELOLA PERUSAHAAN. RAPAT TATA KELOLA PERUSAHAAN DAN REMUNERASI TATA KELOLA PERUSAHAAN PADA PENGUNGKAPAN CSR Wisnu Sambhoro1. Fikri Hidayat2. Yushaywa Prasjulia Wibowo3. Talitha Nabilah Athaillah4. Tofik Nurhidayat5 1,2,3,4,5 Article History Received: 25-01-2025 Revision: 30-01-2025 Accepted: 31-01-2025 Published: 15-02-2025 Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA. Jakarta. Indonesia Email: wisnu_shamboro@uhamka. Abstract. This research was conducted to explore whether corporate governance members, frequency of corporate governance meetings, and remuneration have an impact on the social value of Islamic banking. This research uses a quantitative research method. In addition, the researcher uses explanatory research techniques, which tries to explain the position of the variables under study and the relationship between them, is the approach used. Information collected from Bank Indonesia and Financial Services Authority reports. This study uses corporate governance variables proxied by Meeting Frequency (Board of Directors. Board of Commissioners. Sharia Supervisory Boar. , corporate governance members (Board of Directors. Board of Commissioners. Sharia Supervisory Boar. , and corporate governance remuneration (Board of Directors. Board of Commissioners. Sharia Supervisory Boar. as independent variables and social value performance proxied by (CSR). Simultaneously, corporate governance variables have a significant effect on CSR performance. This research has implications for the addition of literature and recommendations for Islamic banks related to corporate governance and CSR. Keywords: Corporate Governance. Corporate Social Responsibility Abstrak. Riset ini dilakukan guna menelusuri apakah anggota tata kelola perusahaan, frekuensi rapat tata kelola perusahaan, dan remunerasi berdampak pada nilai sosial perbankan syariah. Riset ini menggunakan metode penelitian Selain itu peneliti memakai teknik penelitian eksplanatori, yang mencoba menjelaskan posisi variabel-variabel yang diteliti dan hubungan di antara variabel-variabel tersebut, merupakan pendekatan yang digunakan. Informasi yang dikumpulkan dari Laporan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Penelitian ini menggunakan variabel corporate governance yang diproksikan dengan Frekuensi Rapat (Dewan Direksi. Dewan Komisaris. Dewan Pengawas Syaria. , anggota corporate governance (Dewan Direksi. Dewan Komisaris. Dewan Pengawas Syaria. , dan remunerasi corporate governance (Dewan Direksi. Dewan Komisaris. Dewan Pengawas Syaria. sebagai variabel independen dan kinerja nilai sosial yang diproksikan dengan (CSR). Secara simultan variabel tata kelola perusahaan berpengaruh signifikan terhadap kinerja CSR. Penelitian ini berimplikasi pada penambahan literatur dan rekomendasi bagi bank syariah terkait tata kelola perusahaan dan CSR. Kata Kunci: Corporate Governance. Corporate Social Responsibility How to Cite: Samboro. et al. Efek Tata Kelola Perusahaan. Rapat Tata Kelola Perusahaan Dan Remunerasi Tata Kelola Perusahaan Pada Pengungkapan Csr. Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business, 4 . , 3634-3644. 54373/ifijeb. Samboro. et al. Efek Tata Kelola Perusahaan A PENDAHULUAN Perbankan syariah di Indonesia mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, baik dari sisi kuantitas lembaga maupun pangsa pasar. Pada tahun 2018, sektor perbankan syariah Indonesia mencakup 14 Bank Umum Syariah (BUS), 20 Unit Usaha Syariah (UUS), dan 167 Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Pangsa pasar masing-masing segmen menunjukkan dominasi BUS sebesar 64,67%, diikuti UUS dengan 32,80%, dan BPRS yang mencakup 2,52% (OJK, 2. Hal ini menunjukkan bahwa perbankan syariah telah menjadi salah satu elemen penting dalam sistem keuangan nasional, meskipun pangsa pasarnya masih relatif kecil dibandingkan dengan perbankan konvensional. Namun demikian, pengembangan perbankan syariah tidak hanya bergantung pada pertumbuhan kuantitatif, tetapi juga pada aspek tata kelola perusahaan . orporate governanc. dan kontribusinya terhadap nilai sosial. Tata kelola perusahaan secara penjelasan dapat dikatakan sebagai suatu alat, mekanisme atau bahkan struktur yang digunakan untuk menjaga informasi manajerial, meningkatkan kualitas, dan mengatuhr hubungan terhadap semua pihak agar berimbang (Kurniati, 2. Seperti yang juga diungkapkan oleh Chartered Governance Institute, tata kelola perusahaan merupakan aturan, praktik serta proses yang mengarahkan dan mengendalikan suatu perusahaan dalam mencapai tujuan yang diinginkan (Husain et al. , 2. Dalam tata kelola menurut islam lebih ditekankan kepada para pemangku kepentingan dibandingkan kepada pemegang saham (Pahlevi, 2. Berdasarkan Indikator Pengembangan Keuangan Syariah (Islamic Finance Development Indicator/IFDI) yang mencakup lima dimensi utama, yaitu pengembangan kuantitatif, tata kelola, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), pengetahuan, dan kesadaran masyarakat. Indonesia menempati peringkat ke-10 dunia pada tahun 2018. Pencapaian ini sebagian besar didorong oleh keunggulan pada dimensi tanggung jawab sosial perusahaan dan pengetahuan perusahaan (OJK, 2. Meskipun peringkat tersebut menunjukkan kemajuan yang signifikan, masih terdapat tantangan dalam meningkatkan dimensi tata kelola perusahaan yang berkaitan erat dengan kinerja nilai sosial. Selain itu. Pinheiro et al. , . juga mengungkapkan bahwa pada negaranegara berkembang, pelaksanaan tanggung jawab sosial masih lemah karena tidak didukung dengan aturan yang baik. Tata kelola yang baik tidak hanya mencerminkan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah, tetapi juga mencakup mekanisme pengambilan keputusan yang transparan, efisien, dan berorientasi pada keberlanjutan. Dimana dengan perkembangan saat ini, konteks tata kelola tidak lagi berorientasi pada profit, namun juga peduli terhadap integrasi substantif pada aspek sosial dan keberlanjutan (Velte, 2. Dalam konteks perbankan Samboro. et al. Efek Tata Kelola Perusahaan A syariah, kinerja nilai sosial melibatkan kontribusi lembaga keuangan dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat melalui pembiayaan berbasis syariah, inklusi keuangan, dan pelaksanaan tanggung jawab sosial. Terdapat berbagai perbedaan dalam riset yang berkaitan dengan topik yang peneliti lakukan ini. Seperti yang didapati dalam riset yang dilakukan (Ersyafdi & Irianti, 2. , faktor tata kelola justru didapati tidak berdampak dalam kinerja social yang diungkapkan melalui CSR. Meskipun demikian, dalam riset yang diperoleh oleh (Rahaditama, 2. , faktor tata kelola ini justru berdampak dalam penyusunan laporan keberlanjutan yang mana cenderung memuat kinerja sosial dan keberlanjutan korporasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tata kelola perusahaan terhadap kinerja nilai sosial pada perbankan syariah di Indonesia. Kajian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana penerapan tata kelola yang efektif dapat memperkuat kontribusi sosial perbankan syariah, sekaligus meningkatkan daya saingnya di tingkat nasional maupun internasional. KAJIAN LITERATUR Teori Pemangku Kepentingan Teori ini mengedepankan keterkaitan antara pemangku kepentingan dengan perusahaan (Zaman et al. , 2. Merujuk pada teori pemangku kepentingan, dalam menghasilkan kemajuan perusahaan secara jangka panjang membutuhkan dorongan dari semua pemangku kepentingan, salah satunya internal perusahaan (Brooks & McGuire, 2. Perusahaan yang memiliki perhatian selaras dengan tujuan dari para pemangku kepentingan umumnya efektif dalam mengasilkan kinerja (Neves et al. , 2. Pemangku kepentingan juga dapat berperan dalam menyoroti permasalahan di dalam perusahaan dan memberikan perubahan dalam aspek tata kelola (Kamal, 2. Corporate Governance Tata kelola perusahaan berkembang sejak pada tahun 1990an, faktor ini merupakan suatu konsep yang ditujukan untuk membantu para investor dalam memastikan perusahaan mereka beroperasi sesuai dengan tujuan yang diinginkan (Ltifi & Hichri, 2. Tata kelola perusahaan memiliki peran penting dalam suatu korporasi, dengan adanya tata kelola manajer memiliki tanggung jawab dan paham bahwa mereka akan mempresentasikan hasil kerja mereka dihadapan pemangku kepntingan (Ledi et al. , 2. Tata kelola perusahaan berfungsi mempermudah keterbukaan informasi perusahaan terhadap para pemangku kepentingan (Iza & Edastami, 2. Salah satu yang ada dalam tata kelola perusahaan adalah komisaris Samboro. et al. Efek Tata Kelola Perusahaan A Kehadiran komisaris independen dalam suatu perusahaan dapat membangun citra positif perusahaan melalui kebijakan yang mengarah pada aspek keberlanjutan (Firmansyah & Kartiko, 2. Rapat Dewan Rapat adalah bagian dari bentuk perhatian pemangku kepentingan dalam peran dan tanggung jawab di dalam perusahaan (Fikri et al. , 2. Rapat dewan dapat digunakan untuk melihat sejauh mana dewan memainkan fungsinya terhadap perusahaan, yang tergambar dari banyaknya rapat yang dilakukan (Putra & Setiawan, 2. Frekuensi rapat juga dapat memainkan peran penting terhadap sejauh mana para pemangku kepntingan terlibat dalam tantangan yang ada dalam bisnis (Sunny & Hoque, 2. Remunerasi Remunerasi merupakan imbal atas efektivitas atau pencapaian dari kinerja dari dewan direksi (Nyambia & Hamdan, 2. Remunerasi berkaitan erat dengan tingkat laba yang berhasil dikukuhkan perusahaan, ketika laba yang diperoleh besar maka kemungkinan perolehan remunerasi akan semakin tinggi (Kang & Nanda, 2. Selain bermanfaat bagi individu, adanya remunerasi ditujukan juga untuk membangun atau mempertahankan loyalitas (Khan et , 2. Dalam prakteknya, remunerasi tidak hanya dalam bentuk uanga, tetapi bisa saja dalam bentuk barang atas kinerja yang telah dilakukan pada perusahaan (Fany & Iryanto. Corporate Social Resposibility Di tahun 1916. AS Clark mengemukakan teori tentang tanggung jawab sosial perusahaan, sebelum satu abad kemudian teori ini berkembang pada banyak perusahaan di negara barat (Aboud & Yang, 2. CSR secara konsep mengacu pada tanggung jawab ekonomi yang dilakukan oleh perusahaan untuk mewujudkan lingkungan yang keberlanjutan (Heriansyah. Tindakan atau kegiatan CSR berkaitan dengan aktivitas ekonomi, sosial dan lingkungan yang dimaksudkan untuk menciptakan keberlanjutan (Silvera et al. , 2. METODE Dalam riset ini, peneliti memilih Tata Kelola Perusahaan (Dewan Komisaris. Direksi. Dewan Pengawas Syaria. Frekuensi Rapat Tata Kelola Perusahaan (Rapat Dewan Komisaris. Rapat Direksi. Rapat Dewan Pengawas Syaria. Remunerasi Anggota Tata Kelola Perusahaan (Remunerasi Dewan Komisaris. Remunerasi Direksi. Remunerasi Dewan Pengawas Syaria. sebagai variabel independen. Adapun variabel dependen, yaitu Corporate Social Resposibility. Populasi penelitian ini mencakup seluruh Bank Umum Syariah yang terdaftar di Bank Samboro. et al. Efek Tata Kelola Perusahaan A Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selama periode 2011Ae2019. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling, di mana seleksi sampel dilakukan berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tujuan menganalisis pengaruh tata kelola perusahaan terhadap kinerja nilai sosial pada Bank Umum Syariah di Indonesia. Jenis metode ini digunakan karena menggunakan angka sebagai dasar pengamatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, diperoleh dari laporan keuangan dan laporan tahunan Bank Umum Syariah yang tersedia di Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selanjutnya data yang didapat pada riset ini diolah dengan perangkat lunak statistik Stata versi Software ini dipilih katena sesuai dengan jenis data yang menjadi sampel riset. HASIL Pada bagian ini, peneliti akan menyajikan hasil analisis dengan menggunakan software statistik untuk mengungkap tujuan dari riset ini. Hasil yang telah peneliti analisis dapat dilihat pada tabel hasil uji yang telah peneliti sajikan. Tabel. Hasil Uji Variabel Coefficient Std. Error t-Statistic Sig. -4,64 1,48 -3,13 0,00 JADK -4,77 2,12 -2,24 0,03 JADD 3,07 1,94 1,58 0,12 JADPS 6,97 4,44 1,57 0,12 RTDK 1,81 2,44 0,74 0,46 RTDD 1,61 1,69 0,95 0,34 RTDPS 1,20 4,63 2,59 0,01 RDK -1,00 0,73 -1,36 0,18 RDD 1,00 0,32 3,11 0,00 RDPS 16,50 5,19 3,17 0,00 R-Squared Adjusted 0,757838 F-statistic 13,21334 0,700484 Sig (F-statisti. 0,000 Squared Sumber: Data diolah. Stata 17 Uji-T dan Uji-F (Simulta. Samboro. et al. Efek Tata Kelola Perusahaan A Dari tabel yang disajikan, didapati bahwa Tata Kelola Perusahan yakni Dewan Komisaris, menimbulkan pengaruh terhadap CSR. Sedangkan, faktor Dewan Direksi dan Dewan Pengawas Syariah yang ada pada Tata Kelola Perusahaan tidak berdampak atau berpengaruh pada CSR. Variabel Frekuensi Rapat Tata Kelola Perusahaan yang dilihat dari faktor Rapat Tahunan Dewan Pengawas Syariah berpengaruh pada CSR. Sedangkan faktor lain yang diuji pada variabel Frekuensi Rapat Tata Kelola Perusahaan yakni Rapat Tahunan Dewan Direksi dan Rapat Tahunan Dewan Komisaris tidak berpengaruh pada CSR. Remunerasi Tata Kelola Perusahaan yang dilihat memalui Remunerasi Dewan Direksi dan Remunerasi Dewan Pengawas Syariah berpengaruh pada CSR. Sedangkan faktor lain pada Remunerasi Tata Kelola Perusahaan yakni Remunerasi Dewan Komsaris tidak menunjukkan pengaruh pada CSR. Setelah dilakukan pengujian statistik secara serentak terhadap variabel-variabel independen dalam penelitian ini, hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR). Analisis Koefisien Determinasi Analisis koefisien determinasi adalah alat statistik yang digunakan untuk mengevaluasi sejauh mana variabel independen berkontribusi untuk menjelaskan variasi yang diamati dalam variabel dependen. Analisis ini mengukur proporsi variasi dalam variabel dependen yang dapat dikaitkan dengan variabel independen dalam model tertentu. Berdasarkan data yang diperoleh dalam penelitian ini, peneliti menemukan bahwa variabel independen menyumbang 75,7% dari variasi variabel dependen yang sedang diselidiki. Ini menunjukkan tingkat pengaruh yang substansial, menunjukkan bahwa variabel independen memainkan peran penting dalam menentukan perubahan variabel dependen. Sisanya 24,3% dari variasi dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tidak termasuk dalam model, menyoroti potensi variabel tambahan untuk berkontribusi pada hasil yang diamati. DISKUSI Dampak temuan ini terhadap perusahaan syariah cukup signifikan, khususnya dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) di lingkungan mereka. Perusahaan syariah yang memahami bahwa Remunerasi Dewan Direksi (RDD). Remunerasi Dewan Pengawas Syariah (RDPS). Rapat Tahunan Dewan Pengawas Syariah (RTDPS), dan Jumlah Anggota Dewan Komisaris (JADK) memiliki pengaruh signifikan terhadap CSR dapat lebih fokus mengalokasikan sumber daya mereka pada aspek-aspek ini. Misalnya, perusahaan dapat meningkatkan kualitas pengawasan melalui Samboro. et al. Efek Tata Kelola Perusahaan A remunerasi yang kompetitif bagi Dewan Pengawas Syariah serta memastikan efektivitas rapat tahunan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap prinsip syariah dan keberlanjutan. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi frekuensi rapat yang diadakan oleh entitas tata kelola, semakin besar pengaruhnya terhadap peningkatan kinerja perusahaan secara Hal ini mencerminkan pentingnya pertemuan yang teratur dan sistematis dalam memastikan penerapan prinsip-prinsip tata kelola yang baik serta pengambilan keputusan yang lebih efektif dan responsif terhadap dinamika bisnis yang ada. Sebaliknya, temuan bahwa variabel lain, seperti Remunerasi Dewan Komisaris (RDK). Rapat Tahunan Dewan Komisaris (RTDK). Rapat Tahunan Dewan Direksi (RTDD). Jumlah Anggota Dewan Direksi (JADD), dan Jumlah Anggota Dewan Pengawas Syariah (JADPS), tidak berpengaruh signifikan terhadap CSR menunjukkan bahwa perusahaan perlu meninjau ulang efektivitas kebijakan terkait faktor-faktor ini. Mungkin, pengelolaan remunerasi dan rapat tahunan pada elemen-elemen tersebut belum cukup terintegrasi dengan tujuan keberlanjutan perusahaan syariah. Dalam jangka panjang, perusahaan syariah yang mampu memprioritaskan faktor-faktor signifikan akan lebih mampu menunjukkan komitmen terhadap tanggung jawab sosialnya, yang sejalan dengan nilai-nilai syariah. Ini juga dapat meningkatkan reputasi perusahaan, menarik kepercayaan investor dan konsumen, serta memastikan keberlanjutan bisnisnya di tengah tuntutan pasar yang semakin peduli pada isu-isu sosial dan lingkungan. KESIMPULAN Penelitian ini mencoba melihat faktor-faktor yang berdampak pada CSR. Aspek Tata Kelola Perusahaan yang berperan sebagai X1 (Dewan Direksi dan Dewan Pengawas Syaria. ditemukan tidak berdampak pada CSR, di mana hanya jumlah anggota Dewan Komisaris yang berpengaruh dan ditemukan berdampak negatif. Frekuensi rapat tata kelola perusahaan (X. melalui faktor Rapat Tahunan Dewan Direksi dan Rapat Tahunan Dewan Komisaris juga hanya tidak ditemukan berpengaruh pada CSR. Pada X2 hanya didapati bahwa faktor Rapat Tahunan Dewan Pengawas Syariah yang berdampak pada CSR. Untuk penelusuran remunerasi Anggota Tata Kelola Perusahaan, remunerasi Dewan Direksi dan Dewan Pengawas Syariah ditemukan berdampak pada CSR. Sedangkan faktor Dewan Komisaris tidak didapati berdampak pada CSR. Samboro. et al. Efek Tata Kelola Perusahaan A REKOMENDASI Temuan penelitian ini tentunya dapat menjadi perhatian para pemangku kepentingan di Perusahaan Perbankan yang digunakan peneliti sebagai objek penelitian. Meskipun dalam pelaksanaannya, penelitian ini hanya terbatas pada variabel yang diteliti. Untuk itu, untuk meningkatkan hasil dan kualitas penelitian, peneliti di masa depan dapat meningkatkan riset ini dengan faktor-faktor lain yang tidak digunakan peneliti dalam riset ini. Bagi dunia akademik, penelitian ini memiliki potensi untuk menjadi salah satu referensi yang bermanfaat dalam mengkaji berbagai aspek yang berkaitan dengan tata kelola dan praktik Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan oleh perusahaan. Riset ini dapat memberikan wawasan yang mendalam mengenai pendekatan, implementasi, serta dampak CSR dalam konteks manajemen perusahaan, sekaligus menjadi dasar untuk pengembangan teori atau konsep baru dalam bidang ini. Selain itu, hasil riset ini juga dapat membantu mengisi kesenjangan literatur yang ada dan memberikan panduan bagi peneliti lain yang ingin mengeksplorasi lebih lanjut topik-topik terkait CSR, baik dalam perspektif lokal maupun global. Dengan demikian, kontribusi riset ini diharapkan mampu memperkaya khazanah keilmuan di bidang tata kelola perusahaan dan CSR. REFERENSI