Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan Volume 15. No. April 2024 ISSN:2086-3861 E-ISSN: 2503-2283 Pengaruh Larutan Daun Ketapang (Terminalia catapp. Terhadap Daya Tetas Telur dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinu. Effect of Ketapang Leaf (Terminalia catapp. Solution On The Hatchability Of Eggs And Survival of Larvaes of Sangkuriang Catfish (Clarias gariepinu. Maria Desi Deria Banase . Ni Putu Dian Kusuma . Pieter Amalo Program Studi Teknik Budidaya Perikanan. Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang. Nusa Tenggara Timur *Penulis Korespondensi: Email: ni. kusuma@kkp. (Diterima Juni 2023 /Disetujui Maret 2. ABSTRACT The purpose of this study is to identify the optimal dose of Ketapang leaf solution for eggs hatchability and larval survival in Sangkuriang catfish (Clarias gariepinu. The study was conducted for 14 days at the Ngrajek Freshwater Fish Cultivation Workshop in Magelang. East Java. The experimental approach used in this study was a Completely Randomized Design with three different doses of Ketapang leaf solution and three replications. The treatments are A . B . , and C . Treatment B had the highest egg hatchability and survival rate for larvae . 00 A 3. 00% and 44. 67 A 9. 24%). Treatment A . showed the lowest power levels of 22. 33 A 6. 43% and 36. 67 A 9. 02%, respectively. The analysis of variance revealed that eggs hatchability was influenced by the dose of Ketapang leaf solution (P < 0. However, administering Ketapang leaf solution at different doses had no significant effect (P > 0. on the survival of Sangkuriang catfish larvae. Keywords: ketapang leaves, eggs hatchability, survival, sangkuriang catfish ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis terbaik dari larutan daun Ketapang terhadap daya tetas telur dan tingkat kelangsungan hidup larva ikan lele Sangkuriang (Clarias gariepinu. Penelitian dilaksanakan selama 14 hari di Loka Perbenihan Budidaya Ikan Air Tawar Ngrajek. Magelang. Jawa Timur. Metode eksperimental diterapkan pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dosis larutan daun Ketapang yang berbeda dan 3 Perlakuan tersebut yaitu A . B . , dan C . Daya tetas telur dan tingkat kelangsungan hidup larva tertinggi ditemui pada perlakuan B, yaitu masing-masing mencapai 42,00A3,00% dan 44,67A9,24%. Sedangkan nilai daya tetas terendah pada perlakuan A . yaitu masing-masing sebesar 22,33A6,43% dan 36,67A9,02%. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan daya tetas telur dipengaruhi oleh dosis larutan daun Ketapang (P < 0,. , sedangkan perlakuan pemberian larutan daun Ketapang dengan dosis berbeda tidak berpengaruh nyata (P > 0,. terhadap kelangsungan hidup larva ikan lele Sangkuriang. Kata kunci: daun ketapang, daya tetas telur, kelangsungan hidup, lele sangkuriang PENDAHULUAN Daun Ketapang memiliki beberapa senyawa fitokimia seperti flavonoid, saponin, tanin, steroid dan terpenoid (Vagestini et al. , 2. , serta asam humic (Priyanto & Mumpuni, 2. yang mampu menghambat perkembangan bakteri, juga mencegah dan mengatasi serangan jamur. Salimi et al. mengatakan bahwa daun Ketapang memiliki kadar flavonoid sebesar 114,65 mgQE/gr dan antioksidan sebesar 19,62 mg AEAC/gr. Flavonoid menghambat perkembangan bakteri dengan To Cite this Paper : Banase. Kusuma. Amalo. Pengaruh Larutan Daun Ketapang (Terminalia catapp. Terhadap Daya Tetas Telur dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinu. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 15 . : 44-53. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. cara merusak adhesin . apisan permukaan sel bakter. , menonaktifkan kerja enzim dan merusak membran sel pada bakteri (Tampemawa et al. , 2016. Seme et al. , 2019. Nadeak, 2019. Maryani et , 2020. Fadhilah, 2020. Vagestini et al. , 2023. Putriani et al. , 2. , sedangkan senyawa saponin dan tanin mampu menurunkan pH air (Sine et al. , 2016. Wahyullah, 2. Pemanfaatan tanaman Ketapang dalam kegiatan budidaya perikanan telah banyak dilakukan, diantaranya terkait embriogenesis dan penetasan telur (Waris et al. , 2018. Yuniar et al. , 2022. Melanisia et al. , 2023. Tumanggor et al. , 2. , antibakteri pada ikan (Ladyescha et al. , 2015. Bukasiang et al. , 2019. Alfian et al. , 2021. Pasaribu & Djonu, 2021. Seuk et al. , 2021. Wibowo et , 2022. Rahmadani et al. , 2. , antibakteri pada udang (Helda, 2018. Safitri, 2. , perbaikan kualitas air (Neuman et al. , 2. , pertumbuhan (Setiawan et al. , 2019. Scabra et al. , 2. , tingkat kelangsungan hidup (Priyanto et al. , 2. , penanggulangan penyakit pada rumput laut (Rahayu. Sinaga et al. , 2. pertumbuhan rumput laut (Kurniawan et al. , 2. , dan histologi hati (Aminah et al. , 2. Kegiatan budidaya ikan air tawar cukup marak dilakukan oleh berbagai kalangan, baik usaha pembenihan maupun pembesaran. Komoditas ikan budidaya tersebut biasanya jenis ikan yang mudah dibudidayakan dan memiliki harga yang cukup bersaing di pasaran, seperti ikan Lele. Nila. Mas. Gurame. Patin, dan Sidat (Kusuma et al. , 2018. Saragih et al. , 2021. Kusuma et al. , 2021. Kusuma et al. , 2021. Kusuma et al. , 2. Salah satu ikan yang gemar dibudidayakan adalah lele Sangkuriang karena kemampuannya yang cepat tumbuh, mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, serta memiliki daya tahan tubuh yang kuat, terutama pada kondisi kualitas air yang ekstrim (Agusta, 2016. Sitio et al. , 2017. Suraya et al. , 2. Pada tanggal 21 Juli 2004, berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan, telah dirilis ikan lele varietas unggul dengan nama Lele Sangkuriang. Ikan lele Sangkuriang memiliki fekunditas 40. 000Ae60. 000 butir/kg induk betina, diameter telur 1,1Ae1,4 mm, derajat penetasan telur > 90%, dan kelangsungan hidup larva berkisar antara 90Ae95%. Karakter reproduksi ikan lele Sangkuriang sebagai varietas unggul yang dirilis oleh pemerintah terkait tidak menjamin bahwa kegiatan pembenihan akan berlangsung tanpa masalah. Masalah utama yang sering muncul biasanya pada tahap pembenihan, khususnya saat fase penetasan Beberapa jenis ikan air tawar seperti ikan lele, mas, gurame dan grasscarp memiliki sifat telur adhesive . ersifat meleka. , sehingga sering terjadi penumpukan telur pada satu titik wadah Telur yang menumpuk ini beresiko terserang jamur. Selama masa pembuahan dan penetasan, kumpulan telur yang saling melekat akan menyebabkan oksigen terlarut sulit masuk ke dalam membran telur sehingga telur dan embrio akan rusak dan mengalami kematian. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut diantaranya adalah dengan menggunakan beberapa bahan alami seperti tanaman Ketapang (Terminalia catapp. Aplikasi tanaman Ketapang untuk keberhasilan embriogenesis pada ikan telah banyak dilakukan, diantaranya pemberian bubuk daun Ketapang dengan dosis 0,50 gr/l pada suhu inkubasi 30AC diperoleh daya tetas telur ikan Cupang sebesar 49,53% (Waris et al. , 2. , dosis 75% ekstrak daun Ketapang pada 15 ml/l dan 25% daun Pisang pada 5 ml/l menghasilkan daya tetas sebesar 84% dan tingkat kelangsungan hidup benih ikan Cupang sebesar 84,58% (Yuniar et al. , 2. pemberian larutan daun Ketapang sebanyak 2 ml/l menghasilkan daya tetas telur sebesar 71,33A2,49% dan kelangsungan hidup benih ikan Tawes sebesar 59,74A3,27% (Triwardani et al. , dosis perendaman dengan larutan daun Ketapang sebanyak 2 gr/l menghasilkan daya tetas telur ikan Mas sebesar 94% (Saenal et al. , 2. , dan pemberian ekstrak daun Ketapang dengan dosis 5 ml/l telah menghasilkan derajat penetasan telur ikan lele Sangkuriang sebesar 44,67% (Zarqa et al. , 2. , dosis bubuk daun Ketapang sebesar 2 gr/l memberikan hasil daya tetas telur ikan Cupang sebesar 70,70% (Melanisia et al. , 2. Berdasarkan kemampuan tanaman Ketapang dalam menunjang keberhasilan embriogenesis, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui pengaruhnya pada telur ikan lele Sangkuriang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis terbaik dari larutan daun Ketapang terhadap daya tetas telur dan tingkat kelangsungan hidup larva ikan lele Sangkuriang. To Cite this Paper : Banase. Kusuma. Amalo. Pengaruh Larutan Daun Ketapang (Terminalia catapp. Terhadap Daya Tetas Telur dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinu. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 15 . : 44-53. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. MATERI DAN METODE Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2023 selama 14 hari di Loka Perbenihan Budidaya Ikan Air Tawar (LPBIAT) yang terletak di Dusun Ngrajek I. Kelurahan Ngrajek. Kecamatan Mungkid. Kabupaten Magelang. Provinsi Jawa Tengah. Alat dan Bahan Alat yang digunakan berupa akuarium kapasitas 4 liter sebanyak sembilan buah, termometer, pH meter. DO meter, aerator, panci, kompor, batu aerasi, selang, kran, blender, pisau, timbangan, alat suntik dan saringan. Bahan yang digunakan berupa daun Ketapang, air tawar, akuades, ovaprim, induk ikan lele jantan dan betina yang berasal dari BBPBAT Sukabumi, dan telur ikan lele sangkuriang yang diperoleh dari hasil pemijahan buatan sebanyak 450 butir. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan sehingga diperoleh 9 unit satuan percobaan. Perlakuan pemberian larutan daun Ketapang yaitu. A . : 0 ml/l. B: 5 ml/l dan C: 7 ml/l. Akuarium diberi kode perlakuan dan diisi dengan air tawar sebanyak 3 liter untuk setiap wadah penelitian. Prosedur Penelitian Pembuatan Larutan Daun Ketapang dipilih yang tua lalu dibersihkan, ditimbang dengan berat 900 gr . dan dikeringkan selama 12 jam. Kemudian daun Ketapang kering dihaluskan menggunakan blender dan direbus bersama air sebanyak 3 liter selama 15 menit. Selanjutnya larutan didinginkan dan disaring dengan saringan lalu dimasukkan ke dalam wadah berupa botol plastik kemasan. Larutan tersebut lalu dimasukkan ke dalam akuarium yang sudah diberi label masing-masing perlakuan. Perendaman Telur Telur yang digunakan merupakan hasil dari pemijahan buatan. Dilakukan seleksi telur-telur yang telah terbuahi sebanyak 50 butir/akuarium secara manual lalu direndam selama 25 menit dengan larutan daun Ketapang sesuai dosis masing-masing perlakuan. Setelah itu, bekas air rendaman dibuang lalu diganti dengan air bersih sebanyak 3 liter, lalu diamkan selama A48 jam hingga telur Teknik Pengumpulan Data Perhitungan jumlah telur yang terbuahi dilakukan dengan cara menghitung langsung satu per satu, lalu dimasukkan ke dalam akuarium percobaan. Selanjutnya dilakukan pengamatan kualitas air, tingkat penetasan telur, kualitas telur, dan kelangsungan hidup larva. Perhitungan tingkat penetasan telur dalam penelitian ini dengan cara sebagai berikut: Tingkat Penetasan Telur = Jumlah telur menetas per akuarium x 100% Jumlah telur terbuahi per akuarium Sedangkan perhitungan tingkat kelangsungan hidup larva dalam penelitian ini dengan cara sebagai Tingkat Kelangsungan Hidup = Jumlah larva yang hidup per akuarium x 100% Jumlah telur yang menetas per akuarium Analisis Data Data yang diperoleh diuji dengan menggunakan analisis parametrik uji normalitas . ji KolmogorovSmirnov dan Shapiro-Wil. Data dinyatakan sebagai . rata-rataAstandar deviasi . dengan model Rancangan Acak Lengkap (RAL). Jika ditemui perbedaan yang signifikan pada tingkat penetasan telur dan tingkat kelangsungan hidup larva, data akan dianalisis menggunakan ANOVA dua arah tingkat kepercayaan 95% (P<0,. dan uji post hoc Uji Duncan To Cite this Paper : Banase. Kusuma. Amalo. Pengaruh Larutan Daun Ketapang (Terminalia catapp. Terhadap Daya Tetas Telur dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinu. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 15 . : 44-53. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. Multiple Range Test (DMRT). Data sekunder berupa data kualitas air dianalisis secara statistik deskriptif menggunakan Microsoft Excel. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Normalitas Tujuan dari uji normalitas pada data tingkat penetasan telur adalah untuk mengetahui bahwa variabel yang digunakan dalam analisis pengaruh larutan daun Ketapang terhadap tingkat penetasan dan kelangsungan hidup berdistribusi normal. Uji normalitas dilakukan dengan melihat kurva P-Plot Residual. Grafik P-Plot dapat dilihat pada Gambar 1 dan 2. Nilai Harapan Normal Shapiro-Wilk W=0,964 p=0,839 KS d=0,184 p > 0. -0,5 -1,5 Residual Gambar 1. Grafik kurva P-Plot pada uji normalitas data tingkat penetasan Nilai Harapan Normal Shapiro-Wilk W=0,924 p=0,425 KS d=0,172 p > 0. -0,5 -1,5 Residual Gambar 2. Grafik kurva P-Plot pada uji normalitas data kelangsungan hidup Pada uji normalitas, gambar kurva P-Plot menunjukkan bahwa titik-titik data terdistribusi dan menyebar mengikuti garis diagonal kurva. Hal ini sesuai dengan pendapat Priyanto . , bahwa suatu variabel dikatakan normal jika gambar distribusi dengan titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal dan penyebaran titik data searah mengikuti garis diagonal. Tingkat Penetasan Telur Perlakuan pemberian larutan daun Ketapang dengan dosis berbeda berpengaruh signifikan terhadap tingkat penetasan telur ikan lele Sangkuriang (P < 0,. Perlakuan dengan dosis 7 ml/l memiliki rata-rata penetasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan dosis 5 ml/l dan To Cite this Paper : Banase. Kusuma. Amalo. Pengaruh Larutan Daun Ketapang (Terminalia catapp. Terhadap Daya Tetas Telur dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinu. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 15 . : 44-53. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. kontrol (Gambar . Analisis sidik ragam tingkat penetasan telur ikan lele Sangkuriang dapat dilihat pada Tabel 1. Tingkat Penetasan Telur (%) 33,00A6,08a 42,00A3,00b 22,33A6,43a Kontrol (C) 5 ml (A) 7 ml (B) Perlakuan Gambar 3. Tingkat penetasan telur antara perlakuan Tabel 1. Analisis sidik ragam tingkat penetasan telur ikan lele Sangkuriang Sumber Ragam Tingkat Bebas Jumlah Kuadrat Kuadrat Tengah 581,5556 174,6667 756,2222 290,7778 29,1111 Perlakuan (P) Galat Total F-Hitung Nilai-P F-0,05 F-0,01 9,989* 0,012 5,143 10,925 Keterangan: (*) berpengaruh nyata Berdasarkan analisis sidik ragam diketahui bahwa perlakuan pemberian larutan daun Ketapang dengan dosis berbeda berpengaruh nyata (P < 0,. terhadap tingkat penetasan telur ikan lele Sangkuriang. Untuk mengetahui pengaruh yang paling signifikan diantara perlakuan maka dilakukan uji Duncan yang dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil uji Duncan pengaruh perlakuan terhadap tingkat penetasan telur Perlakuan (P) Kontrol (A) 5 ml/l (B) 7 ml/l (C) Rata-rata A SD 22,33,43a 33,00,08ab 42,00,00b Keterangan: Nilai rata-rata yang diikuti oleh huruf yang sama, tidak berbeda nyata menurut Uji Lanjut Duncan pada taraf Berdasarkan tabel di atas diperoleh hasil bahwa pada perlakuan C, pemberian larutan daun Ketapang dengan dosis 7 ml/l menghasilkan rata-rata tingkat penetasan telur tertinggi yaitu 42,00A3,00% dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Tingkat penetasan telur terendah sebesar 22,33% ditemui pada perlakuan A . Pada penelitian ini, semakin tinggi konsentrasi larutan daun Ketapang yang diberikan maka semakin banyak juga jumlah telur yang menetas. Namun hal yang berbeda ditemui pada penelitian Zarqa et al. , . , dimana dengan dosis 5 ml larutan daun Ketapang, diperoleh daya tetas telur sebesar 44,67%. Hal ini dapat terjadi karena waktu perendaman yang terlalu lama. Selain itu dosis larutan daun Ketapang yang diberikan terlalu banyak sehingga kadar Saponin dalam air menjadi lebih tinggi yang akhirnya menjadi racun bagi Seperti yang dipaparkan oleh Putriani et al. , . , bahwa kadar Saponin dalam daun ketapang dapat mendegradasi membran sel telur sehingga mengakibatkan cairan dalam sel keluar dan larva lebih cepat keluar dari telur. To Cite this Paper : Banase. Kusuma. Amalo. Pengaruh Larutan Daun Ketapang (Terminalia catapp. Terhadap Daya Tetas Telur dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinu. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 15 . : 44-53. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. Tingkat Kelangsungan Hidup Tingkat Kelangsungan Hidup (%) Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian larutan daun Ketapang dengan dosis berbeda tidak berpengaruh terhadap kelangsungan hidup larva ikan lele Sangkuriang. Berdasarkan hasil pengamatan, perlakuan dengan dosis 7 ml/l memiliki rata-rata kelangsungan hidup yang lebih tinggi yaitu 44,67A9,24%. Analisis sidik ragam kelangsungan hidup larva ikan lele Sangkuriang dapat dilihat pada Tabel 3. 36,67A9,02a 42,00A12,00a 44,67A9,24a Kontrol 5 ml 7 ml Perlakuan (P) Gambar 4. Nilai rata-rata kelangsungan hidup antar perlakuan Tabel 3. Analisis sidik ragam kelangsungan hidup larva Sumber Ragam Perlakuan (P) Galat Total Tingkat Bebas Jumlah Kuadrat 99,5556 621,3333 720,8889 Kuadrat Tengah 49,7778 103,5556 F-Hitung Nilai-P F-0,05 F-0,01 0,640 5,143 10,925 0,481 Keterangan: tn = tidak berbeda nyata Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan pemberian larutan daun Ketapang dengan dosis berbeda tidak berpengaruh nyata (P > 0,. terhadap kelangsungan hidup larva ikan lele Sangkuriang. Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak, dengan kata lain bahwa larutan daun Ketapang tidak berpengaruh signifikan terhadap kelangsungan hidup larva. Untuk mengetahui pengaruh antar perlakuan terhadap kelangsungan hidup larva secara keseluruhan maka dilakukan uji Duncan yang hasilnya dapat dilihat pada Tabel 4 sebagai berikut. Tabel 4. Hasil uji Duncan pengaruh perlakuan terhadap kelangsungan hidup larva Perlakuan (P) Kontrol (A) 5 ml/l (B) 7 ml/l (C) Rata-rata A SD 36,67,02a 42,002,00a 44,67,24a Keterangan: Nilai rata-rata yang diikuti oleh huruf yang sama, tidak berbeda nyata menurut Uji Lanjut taraf nyata Duncan Berdasarkan hasil uji Duncan, nilai tertinggi kelangsungan hidup larva ditemukan pada perlakuan C dengan dosis larutan daun Ketapang 7 ml/l sebesar 44,67A9,24%, namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan B dengan dosis larutan daun Ketapang 5 ml/l sebesar 42,00A12,00% dan perlakuan A . sebesar 36,67A9,02%. Tingkat kelangsungan hidup larva pada penelitian ini lebih kecil dibandingkan dengan SNI . , dimana pada pemeliharaan larva telah diperoleh tingkat kelangsungan hidup sebesar 60%. Hal ini dikarenakan pada dosis 7 ml/l, kadar Tanin dan Saponin lebih tinggi sehingga beberapa bahan aktif menjadi toksik bagi larva ikan lele To Cite this Paper : Banase. Kusuma. Amalo. Pengaruh Larutan Daun Ketapang (Terminalia catapp. Terhadap Daya Tetas Telur dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinu. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 15 . : 44-53. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. Sangkuriang. Ditambahkan oleh Mulyani dan Johan . , bahwa kandungan fitokimia dalam tumbukan dapat berubah menjadi toksik bila digunakan dalam dosis tinggi. Kualitas Air Kualitas air yang diamati adalah suhu, pH, dan DO yang diukur pada pagi dan sore hari pada masing-masing perlakuan. Kondisi kualitas air pada media penelitian berada dalam kisaran normal dan dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Rata-rata pengamatan kualitas air selama penelitian Perlakuan Kontrol (A) 5 ml/l (B) 7 ml/l (C) Suhu (AC) Pagi 27,63 26,34 26,24 Sore 27,77 26,80 27,44 DO . 7,97 7,77 8,03 3,41 3,61 3,44 Sumber: Data penelitian Suhu, pH, dan DO air rata-rata pada media penelitian di setiap perlakuan hampir sama. Hal ini disebabkan karena air pada media penelitian berasal dari sumber air, penggunaan dan lokasi yang Suhu air selama penelitian berkisar 26,24Ae27,77AC. Menurut SNI . , suhu untuk penetasan telur dan pemeliharaan larva ikan lele yaitu 25Ae30AC. Jika suhu semakin tinggi, maka laju metabolisme larva ikan lele akan meningkat. Nilai pH yang ditemui berkisar antara 7,77Ae8,03 dimana nilai ini optimum untuk pemijahan, penetasan telur dan pemeliharaan larva ikan lele karena sesuai dengan SNI . Oksigen terlarut pada penelitian ini berkisar 3,41Ae3,61 mg/l. Oksigen terlarut dibutuhkan telur dan larva untuk proses metabolisme. Nilai DO pada penelitian ini masih berada pada kisaran optimal sesuai dengan pendapat Fahrizal & Ratna . , yang menyatakan bahwa kandungan DO untuk ikan lele Sangkuriang adalah > 3 mg/l. KESIMPULAN Pemberian larutan daun Ketapang memberikan pengaruh nyata terhadap tingkat penetasan telur ikan lele Sangkuriang (P < 0,. , dimana perlakuan terbaik ditemui pada dosis 7 ml/l. Namun pemberian larutan daun Ketapang tidak memberikan pengaruh nyata (P > 0,. terhadap tingkat kelangsungan hidup larva ikan lele Sangkuriang. Rata-rata tingkat kelangsungan hidup tertinggi ditemui pada perlakuan dosis 7 ml/l. DAFTAR PUSTAKA