Analisis Faktor-Faktor Penghambat UMKM Di Indonesia Dalam Melaksanakan Ekspor Selama Pandemi Covid-19 Analysis of Factors Inhibiting MSMEs in Indonesia in Carrying Out Exports During the Covid-19 Pandemic Fajrul Falaq1. Kiky Asmara2 Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jawa Timur Email: 20011010116@student. idA, kikiasmara. ep@upnjatim. Abstract The Covid-19 pandemic is an outbreak of spreadingrowth. Exports virus that hit the country around the world. Indonesia is one of the countries in the world affected by the Covid-19 pandemic. With this Covid-19 Pandemic, causing slump in the economy of Indonesian people. MSMEs are one of the sectors affected by the Covid-19 Pandemic. MSMEs are an activity that is carried out by individuals to trade business activities referring to business activities in the field of productive economy. The MSME sector also has a huge export share opportunity in the economy of Indonesia's Exports are an activity of selling foreign goods products by based on a payment system, quantity, quality and requirements in selling other goods products based on approval between the importers and exporters. In this research, the method used is to use a qualitative approach through the narrative analysis method. Keywords: Pandemic Covid-19. MSMEs. Exports Abstrak Pandemi Covid-19 adalah sebuah wabah menyebarnya virus Covid-19 yang melanda negara di seluruh dunia. Negara Indonesia merupakan salah Salah satu negara di dunia yang terdampak adanya pandemi Covid-19. Dengan adanya Pandemi Covid-19 menyebabkan terpuruknya kondisi pada perekonomian masyarakat Indonesia. UMKM adalah salah satu sektor yang terkena dampak akibat Pandemi Covid-19. UMKM merupakan sebuah kegiatan yang di lakukan oleh perorangan pada kegiatan usaha berdagang yang mengacu pada kegiatan usaha di bidang ekonomi produktif. Sektor UMKM juga memiliki peluang pangsa ekspor yang besar dalam perekonomian pertumbuhan Indonesia. Ekspor adalah sebuah kegiatan menjual produk barang ke luar negeri dengan berlandaskan system suatu pembayaran, kuantitas, kualitas dan syarat-syarat pada penjualan produk barang lainnya tersebut berdasarkan persetujuan antara pihak importir dan eksportir. Dalam penelitian ini, metode yang di gunakan adalah dengan cara menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode analisis naratif. Kata kunci: Pandemi Covid-19. UMKM. Ekspor PENDAHULUAN Pada bulan desember tahun 2019, khususnya negara china di hebohkan oleh kejadian yang membuat masyarakat china menjadi ketakutan. Kejadian tersebut yaitu virus covid-19. Penyakit virus tersebut berasal dari kota wuhan , china. Virus covid-19 ini. Berdasarkan sebuah penelitian, asal usus penyakit virus covid-19 ini di duga berasal dari hewan yang berada pada sebuah pasar makananan laut Huanan di kota wuhan. Kemudian, di karenakan banyaknya jumlah korban yang terjangkit virus covid-19 ini. Badan Kesehatan Dunia ( WHO ), pada tanggal 30 SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Analisis Faktor-Faktor Penghambat UMKM Di Indonesia Dalam Melaksanakan Ekspor Selama Pandemi Covid-19 Fajrul FalaqA. Kiky AsmaraA DOI: https://doi. org/10. 54443/sinomika. januari tahun 2020 mengeluarkan sebuah pernyataan bahwa Coronavirus Disease ( Covid-19 ) sebagai keadaan gawat darurat Kesehatan masyarakat. Hal itu di sebabkan oleh jumlah seseorang yang terjangkit virus covid-19 semakin meningkat dan meningkatnya jumlah penularan virus antar manusia di luar negara china. Sehingga, dengan di keluarkannya sebuah deklarasi tersebut oleh Badan Kesehatan Nasional ( WHO ) dapat menjadikan sebuah informasi kepada masyarakat di dunia mengenai bahayanya virus covid-19 ini. Kemudian, jumlah penuranan virus covid-19 ini berlangsung secara cepat dan menyebar di berbagai negara di dunia. lalu, pada bulan maret 2020, jumlah seseorang yang terjangkit virus covid-19 mencapai 126 000 orang yang berasal dari 123 negara Negara yang terjangkit covid-19 tersebut meliputi Benua Eropa. Asia. Amerika. Afrika dll. Sehingga, dengan meningkatnya jumlah masyarakat yang terkena virus Covid-19 ini, membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa wabah Coronavirus Disease (Covid-. ini merupakan sebuah pandemi Pandemi merupakan sebuah wabah penyakit yang menimbulkan banyaknya seseorang yang terjangkit secara serempak pada lingkup seluruh dunia. Kemudian. Coronavirus Disease (Covid-. merupakan sebuah penyakit jenis baru yang sebelumnya tidak pernah di lakukan identifikasi oleh Lalu. Coronavirus Disease (Covid-. adalah sebuah virus yang di tularkan antara hewan dan manusia. Lalu, negara Indonesia merupakan salah Salah satu negara di dunia yang terdampak adanya pandemi Covid-19. Virus Covid-19 di temukan pertama kali di Indonesia pada tanggal 2 maret 2020. Pada saat itu, terdapat dua orang negara Indonesia yang positif terkena covid-19. Kemudian, lokasi penemuan kasus pertama tersebut berada di daerah Jakarta. Pada kasus dua orang yang terjangkit virus covid-19 tersebut bermula seseorang yang terinfeksi covid-19 tersebut menghadiri sebuah acara di kota Jakarta, pada saat menghadiri acara tersebut, seseorang yang terjangkit virus covid-19 ini melakukan sebuah kontak erat dengan orang yang positif Covid-19 yang berasal dari jepang. Sehingga, hal tersebut membuat seseorang tersebut terjangkit covid-19. Kemudian, di karenakan cepatnya penyebaran virus tersebut menyebabkan jumlah masyarakat di Indonesia yang terjangkit virus ini pada tanggal 31 maret tahun 2020 mencapai 1528 jiwa yang berasal dari 32 provinsi di Indonesia. Dari banyaknya korban tersebut terdapat 136 orang yang meninggal. Lalu, di karenakan meningkatnya jumlah seseorang di Indonesia yang terkena virus Covid-19 ini, membuat presiden negara Indonesia mengumumkan bahwa covid-19 merupakan sebuah bencana Kemudian, dengan meningkatnya jumlah seseorang yang terkena virus Covid-19 menyebabkan pemerintah Indonesia melakukan kebijakan PSBB & PPKM. SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Kemudian. UMKM adalah salah satu sektor yang terkena dampak akibat Pandemi Covid-19. UMKM merupakan sebuah kegiatan yang di lakukan oleh perorangan pada kegiatan usaha berdagang yang mengacu pada kegiatan usaha di bidang ekonomi produktif. Kemudian, sektor UMKM juga memiliki peluang pangsa ekspor yang besar dalam perekonomian pertumbuhan Indonesia. (Sumber : https://w. (Sumber: https://w. id/ ) Berdasarkan Survei yang dilakukan oleh ABDSI pada bulan AgustusSeptember 2020 dengan di ikuti oleh 2. 535 reponden umkm di Indonesia di simpulkan bahwa pulau jawa memiliki persentase yang besar,yaitu sebesar 41,03 % mengenai jumlah umkm yang terdampak adanya covid-19. Sehingga, dengan adanya pandemi ini membuat UMKM di Indonesia kesulitan melakukan ekspor. Hal yang membuat sulitya dalam melakukan proses tersebut meliputi tingginya harga SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Analisis Faktor-Faktor Penghambat UMKM Di Indonesia Dalam Melaksanakan Ekspor Selama Pandemi Covid-19 Fajrul FalaqA. Kiky AsmaraA DOI: https://doi. org/10. 54443/sinomika. pengiriman ke luar negeri dan minimnya biaya untuk melakukan Kemudian, dalam faktor tersebut terjadi karena dampak dari adanya pandemic covid-19, sehingga menyebabkan UMKM tidak bisa melakukan aktifitasnya seperti biasa. TINJAUAN PUSTAKA Pandemi Pandemi merupakan suatu wabah penyakit yang dapat menyebar dengann sangat cepat kepada orang-orang dan terjadi hampir di seluruh daerah di dunia yang mencakup jangkauan yang sangat luas, serta melintasi batas internasional (Masrul, 2. Kemudian. Corona virus merupakan keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Kemudian, jika manusia yang terinfeksi virus corona dapat menyebabkan suatu penyakit infeksi pada saluran Infeksi saluran pernafasan tersebut mulai dari flu biasa hingga menyebabkan penyakit yang serius seperti Severe Acute Respiratory ( SARS ) dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Coronavirus merupakan jenis virus baru yang di temukan oleh manusia di Wuhan. China pada bulan Desember 2019. Lalu, diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV. dan dapat menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (Covid-. UMKM Menurut Tambunan . 2 : . bahwa UMKM merupakan suatu unit usaha produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau Badan Usaha disemua sektor ekonomi. Kemudian, definisi UMKM berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM, maka definisi dari masingmasing usaha yaitu sebagai berikut: Usaha Mikro merupakan sebuah usaha dengan kekayaan kurang dari Rp 000 atau memiliki suatu penghasilan dari penjualan kurang dari Rp 000 selama satu tahun. Usaha kecil merupakan suatu usaha dengan kekayaan bersih sebesar 50. sampai Rp 500. 000 atau memiliki suatu penghasilan dari penjualan antara Rp 300. 000 hingga Rp 2. 000 selama satu tahun. Usaha menengah merupakan suatu usaha dengan kekayaan sebesar Rp 000 sampai Rp 10. 000 atau memiliki suatu penghasilan penjualan antara Rp 2. 000 hingga Rp 50. 000 selama satu Ekspor Ekspor adalah sebuah kegiatan menjual produk barang ke luar negeri dengan berlandaskan system suatu pembayaran, kuantitas, kualitas dan syaratsyarat pada penjualan produk barang lainnya tersebut berdasarkan persetujuan SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA antara pihak importir dan eksportir. Faktor terpenting dalam menentukan ekspor yaitu kemampuan dari Negara tersebut untuk mengeluarkan barang-barang yang dapat bersaing dalam pasaran luar negeri (Sukirno, 2008: . Kemudian, ekspor dapat secara langsung mempengaruhi suatu pendapatan nasional. Namun, hubungan yang sebaliknya tidak selalu berlaku, yaitu kenaikan pendapatan nasional yang belum tentu dapat menaikkan ekspor oleh karena pendapatan nasional yang bisa mengalami suatu kenaikan sebagai akibat dari adanya kenaikan pengeluaran pemerintah, penggantianbarang impor dengan barang buatan dalam negeri, investasi perusahaan, dan kenaikan pengeluaran rumah tangga. (Sukirno, 2008:. METODE Metode penelitian adalah suatu cara ilmiah yang berguna untuk dapat mengumpulkan sebuah data yang berguna untuk tujuan tertentu. Metode ilmiah juga merupakan kegiatan sebuah penelitian yang berdasarkan pada suatu ciri-ciri ilmiah yaitu system, percobaan, dan akal (Darmadi, 2013:. Dalam penelitian ini, metode yang di gunakan adalah dengan cara menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode analisis naratif. Metode penelitian kualitatif adalah sebuah metode pada kegiatan penelitian yang diperlukan untuk melakukan penelitian pada sebuah kondisi objek alamiah, dimana seorang peneliti berperan sebagai instrument kunci dan Teknik yang di lakukan untuk pengumpulan data yaitu analisis sebuah data yang bersifat induktif & triangulasi (Sugiyono,2013. Kemudian, analisis naratif yaitu suatu paradigma dengan dikumpulkannya sebuah kejadian atau deskripsi peristiwa serta di satukan untuk menjadi sebuah cerita dengan menggunakan alur cerita. HASIL DAN PEMBAHASAN Isi Hasil dan Pembahasan Dengan adanya virus covid-19 telah membuat banyak suatu perubahan pada berbagai macam-macam sektor. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) adalah salah satu sektor yang terkena dampak akibat Pandemi Covid-19. UMKM merupakan sebuah kegiatan yang di lakukan oleh perorangan pada kegiatan usaha berdagang yang mengacu pada kegiatan usaha di bidang ekonomi produktif. Kemudian, sektor UMKM juga memiliki peluang pangsa ekspor yang besar dalam perekonomian pertumbuhan Indonesia. Namun, dengan adanya pandemi ini membuat UMKM di Indonesia kesulitan melakukan ekspor. Kemudian, dengan adanya pandemic Covid19 ini membuat UMKM mengalami kendala saat ingin melaksanakan ekspor Kendala tersebut meliputi : Biaya Produksi SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Analisis Faktor-Faktor Penghambat UMKM Di Indonesia Dalam Melaksanakan Ekspor Selama Pandemi Covid-19 Fajrul FalaqA. Kiky AsmaraA DOI: https://doi. org/10. 54443/sinomika. Berdasarkan survey yang di lakukan oleh Program Pembangunan PBB menunjukkan bahwa terdapat sebesar 35,2% UMKM yang memiliki kekurangan dana untuk melakukan sebuah produksi. Kemudian, berdasarkan data yang di peroleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia(AFPI). UMKM di Indonesia pada tahun 2020 terdapat sebanyak 46,6 juta UMKM yang belum mempunyai akses untuk Lembaga Kemudian, dengan naiknya bahan baku menyebabkan para UMKM kesulitan untuk melakukan sebuah produksi produk. Kemudian, dengan naiknya bahan baku tersebut menyebabkan biaya operasional untuk melakukan produksi semakin meningkat. Lalu, faktor yang menyebabkan biaya produksi ini yaitu tingginya harga bahan baku. Pada saat pandemic covid-19 di Indonesia harga bahan baku mengalami kenaikan yang signifikan. Hal tersebut di pengaruhi oleh sebuah kebijakakan yang di lakukan oleh pemerintah Indonesia untuk menanggulangi pandemi Covid-19 agar tidak menimbulkan banyak korban jiwa. Kebijakan yang mempengaruhi tersebut yaitu Pembatasan sosial skala besar (PSBB) dan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pembatasan sosial skala besar (PSBB) Merupakan sebuah kebijakan yang di lakukan oleh pemerintah untuk melakukan memutus rantai covid-19. Dalam kebijakan tersebut memuat mengenai berlakunya work from home ( WHF) bagi para pekerja kantor dan terjadinya pembatasan kegiatan di masyarakat. Sehingga, dengan terbatasnya kegiatan tersebut membat masyarakat golongan menengah kebawah kesulitan dalam melakukan pekerjaan. Karena dalam kebijakan tersebut banyak masyarakat yang tidak melakukan aktivitas di luar. Sehingga hal tersebutah berimbas pada pendapatan mereka setiap hari. Kemudian, di karenakan semakin meningkatnya jumlah masyarakat yang terjangkit covid-19, serta kurang efektifnya PSBB ini membuat pemerintah membuat kebijakan PPKM. Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) merupakan sebuah kebijakan yang di lakukan oleh pemerintah Indonesia untuk memerangi jumlah Covid-19 yang terus meningkat. Dalam kebijakan ini di sebabkan oleh meningkatnya jumlah yang terinfeksi Covid-19 khususnya di pulau bali dan Sehingga, untuk mengurangi jumlah masyarakat yang terinfeksi virus Covid19, pemerintah Indonesia menerapkan sebuah kebijakan PPKM pada tahun Dalam kebijakan ini bertujuan untuk membatasi sebuah mobilitas pergerakan masyarakat. Dalam hal tersebut meliputi penutupan jalan keluar masuk kota dan melakukan penyekatan jalan di setiap daerah. Kemudian, dengan di berlakukannya sebuah kebijakan PPKM dan PSBB tersebut yang bermula dari adanya pandemic covid-19. Membuat sektor perekonomian di Indonesia menjadi Hal tersebut di karenakan terbatasnya masyarakat dalam melakukan Sehingga, dengan adanya kebijakan tersebut banyak mengakibatkan banyak masyarakat Indonesia yang menganggur di rumah karenakan tidak bekerja. Selain SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA itu banyaknya jumlah masyarakat yang di PHK oleh perusahaan akibat adanya kebijakan tersebut. Maka, dengan banyaknya masyarakat yang menganggur tersebut membuat jumlah produksi semakin menurun. Sehingga dengan menurunnya jumlah produksi tersebut membuat bahan baku mengalami penurunan dan menimbulkan kelangkaan. Maka, dengan kelangkaan tersebut membuat harga bahan baku semakin mahal. Sehingga, hal tersebut mengakibatkan UMKM kesulitan melakukan produksi karena mahalnya bahan baku. Tingginya Biaya Pengiriman Pada saat pandemi covid 19, biaya pengiriman merupakan sebuah permasalahan yang di rasakan oleh UMKM di indonesia. Pandemi covid-19 mengakibatkan sebuah biaya perekonomian pada sektor pelayaran di dunia meningkat tajam. Para UMKM mengeluhkan mengenai biaya pengiriman container Pelabuhan yang harganya sangat mahal. Hal tersebut dikarenakan langkanya container untuk melakukan pengiriman produk ke luar negeri. Kondisi,krisis kontainer berlangsung sejak tahun 2020. Kondisi langkanya container ini merupakan bukan sebuah bentuk fisik yang susah untuk kita dapatkan. Tetapi, di sebabkan oleh sebuah pergerakan suatu volume barang pada aktivitasa ekspor impor yang tidak seimbang. Serta minimnya lalu lintas kapal yang mengangkut sebuah petikemas ke Pelabuhan yang ada di dunia akibat dari terbatasnya aktivitas ekonomi. Kemudian,Pada saat pandemi covid-19, daya beli masyarakat untuk membeli sesuatu mengalami sebuah Sehingga, hal tersebut membuat volume barang yang masuk dan keluar pada suatu Pelabuhan menyebabkan tidak seimbang. Maka, hal tersebut membuat kapal tidak bisa untuk bergerak yang di sebabkan oleh minimnya produk barang yang akan di kirim. Lalu. Sehingga, jika dalam mengangkut sebuah barang tersebut hanya sedikit, kapal akan mengalami sebuah kerugian. Selain itu, banyak negara-negara yang melakukan lockdown,seperti negara eropa dan amerika. Maka, dengan terjadinya lockdown untuk menanggulangi penyebaran virus covid-19 tersebut menyebabkan kontainer ini kesulitan untuk mengirim produk,sehingga menimbulkan terjadinya sebuah penumpukan Sehingga, dengan terjadinya penumpukan tersebut berimbas pada naiknya harga container. Kemudian, menurut Mahendra Riyanto selaku ketua umum Asosias Logistik Indonesia membenarkan terkait biaya pengirman container yang berasal dari negara Indonesia ke beberapa negara,seperti Eropa. Australia,Amerika Serikat, dan Timur Tengah. Sehingga, dengan terjadinya penumpukan tersebut berimbas pada naiknya harga container. Kemudian, rentang kenaikan biaya container yang tarjadi selama pandemic yaitu sebesar 200 Ae 300 Lalu, seperti yang di sampaikan oleh Mahendra Riyanto selaku ketua umum Asosias Logistik Indonesia. Ia memberikan sebuah contoh terkait biaya pengiriman suatu barang yang di lakukan dari kota semarang ke Australia saat ini harga SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Analisis Faktor-Faktor Penghambat UMKM Di Indonesia Dalam Melaksanakan Ekspor Selama Pandemi Covid-19 Fajrul FalaqA. Kiky AsmaraA DOI: https://doi. org/10. 54443/sinomika. pengiriman container mencapai 50 juta. Padahal harga sebelum pandemic covid19 hanya sebesar 20 juta. Sehingga, dengan mahalnya biaya pengiriman tersebut membuat para umkm di Indonesia kesulitan melakukan ekspor di berbagai negara karena mahalnya biaya pengiriman produk. serta, dengan mahalnya biaya pengiriman tersebut membuat jumlah pengiriman barang yang akan di eksor mengalami sebuah penurunan. KESIMPULAN Negara Indonesia merupakan salah Salah satu negara di dunia yang terdampak adanya pandemi Covid-19. Virus Covid-19 adalah virus yang di tularkan antara hewan dan manusia. virus tersebut berasal dari kota Wuhan . China. Virus Covid-19 di temukan pertama kali di Indonesia pada tanggal 2 maret 2020. Pada saat itu, terdapat dua orang negara Indonesia yang positif terkena covid19. Kemudian, lokasi penemuan kasus pertama tersebut berada di daerah Jakarta. Kemudian. Dengan adanya Pandemi Covid-19 menyebabkan terpuruknya kondisi pada perekonomian masyarakat Indonesia. UMKM adalah salah satu sektor yang terkena dampak akibat Pandemi Covid-19. UMKM merupakan sebuah kegiatan yang di lakukan oleh perorangan pada kegiatan usaha berdagang yang mengacu pada kegiatan usaha di bidang ekonomi produktif. Sektor UMKM juga memiliki peluang pangsa ekspor yang besar dalam perekonomian pertumbuhan Indonesia. Namun, dengan adanya pandemi covid-19 ini membuat UMKM kesulitan melakukan ekspor. Faktor kesulitan UMKM dalam melaksanakan ekspor yaitu meningkatnya biaya produksi dan naiknya biaya pengiriman. Sehingga dengan faktor tersebut membuat penurunan pada jumlah produk yang di ekspor oleh UMKM. DAFTAR PUSTAKA