Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Shanti-Mawardi-Sarwono_Desembe. METODE BUILDING INFORMATION MODELING 5D UNTUK MEMINIMALKAN KLAIM KONSTRUKSI YANG DITIMBULKAN OLEH PENYEDIA JASA Shanti Astri Noviani1. Mawardi Amin2. Sarwono Hardjomuljadi3 1Prodi Magister Teknik Sipil. Universitas Mercu Buana. Jl. Raya Meruya Selatan No. Jakarta 11650 Email korespondensi: shantiastrin@gmail. 2Prodi Magister Teknik Sipil. Universitas Mercu Buana. Jl. Raya Meruya Selatan No. Jakarta 11650 Email : mawardi@mercubuana. 3Prodi Magister Teknik Sipil. Universitas Mercu Buana. Jl. Raya Meruya Selatan No. Jakarta 11650 Email : sarwonohm2@yahoo. ABSTRAK Penyedia jasa dalam dunia konstruksi, baik itu kontraktor maupun konsultan sering menerima klaim dari pengguna jasa terkait sebab-sebab umum klaim seperti keterlambatan penyelesaian, klaim tandingan, pekerjaan tidak sesuai spesifikasi dan bahan yang tidak memenuhi syarat. Memasuki era revolusi industri 4. 0, metode Building Information Modelling (BIM) dalam bidang konstruksi dianggap penting dalam memastikan keberhasilan proyek. BIM dapat mensimulasikan pelaksanaan proyek secara virtual sehingga memudahkan komunikasi antar stakeholder proyek. BIM memiliki ruang lingkup 3D, 4D, 5D, 6D, dan 7D. Saat ini, terutama di Indonesia yang paling umum digunakan pada proyek konstruksi adalah BIM 5D. Pemodelan BIM 5D dapat mengintegrasikan biaya, jadwal, dan desain ke dalam model 3D. BIM 5D dapat diartikan sebagai quantity take-off. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan BIM 5D pada proyek konstruksi untuk meminimalkan klaim yang ditimbulkan oleh penyedia jasa namun dibatasi dengan penyebab klaim perubahan desain, perubahan ruang lingkup pekerjaan, keterlambatan, dan variation order. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang menggunakan instrumen penelitian kuisioner tertutup kepada responden. Dari 37 sampel yang terdiri dari kontraktor/konsultan yang menggunakan BIM dalam proyeknya, hasil penelitian didapat bahwa penggunaan metode BIM 5D memiliki hubungan yang signifikan, kuat dan searah untuk meminimalkan terjadinya klaim konstruksi yang ditimbulkan oleh penyedia jasa. Kata kunci: BIM 5D. Klaim Konstruksi. Penyedia Jasa. ABSTRACT Service providers in the world of construction, as contractors or consultants, often receive claims from owners related to common causes of claims such as late completion, counterclaims, work not meeting specifications, and materials that do not meet requirements. Entering the Industrial Revolution era 4. Building Information Modelling (BIM) method in the construction sector is considered important in ensuring project success. BIM can simulate virtual project implementation, thereby facilitating communication between project stakeholders. BIM has 3D, 4D, 5D, 6D, and 7D scopes. Currently, in Indonesia, the most commonly used construction project is BIM 5D. 5D BIM modeling can integrate costs, schedules, and designs into a 3D model. 5D BIM can be defined as quantity take-off. This study aims to determine the relationship between the use of 5D BIM in construction projects to minimize claims caused by service providers but limited by the causes of claims for design changes, changes in the scope of work, delays, and variation orders. The research method used is a descriptive research method with a quantitative approach using a closed questionnaire research instrument. From 37 samples consisting of contractors/consultants who use BIM in their projects, the results showed that the use of the 5D BIM method has a significant, strong and unidirectional relationship to minimize the occurrence of construction claims incurred by service providers. Keywords: 5D BIM. Construction Claims. Service Providers. 29 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Shanti-Mawardi-Sarwono_Desembe. PENDAHULUAN Industri konstruksi sering dikaitkan dengan klaim akibat perubahan kuantitas, kualitas, spesifikasi, dan banyak masalah lainnya. Salah satu cara untuk meminimalkan dampak klaim ini adalah menanganinya secara proaktif. hal ini memungkinkan pihak proyek untuk memperkirakan potensi klaim dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menghindarinya . Keterlambatan pekerjaan, variation order, perubahan desain, dan perubahan ruang lingkup pekerjaan menjadi beberapa penyebab klaim kepada penyedia jasa dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Oleh karena itu, penyedia jasa dapat mengalami kerugian akibat klaim. Klaim diartikan sebagai tindakan atau permintaan atas hak seseorang yang sebelumnya hilang. Menurut . , tuntutan yang muncul dan kemudian penyebab utamanya adalah pengaturan oleh pengguna jasa, terutama pada ketentuan umum akad, yaitu karena adanya keinginan pengguna jasa untuk membuat suatu kontrak yang berpihak pada kepentingan mereka . Untuk konstruksi, manajemen sengketa konstruksi telah muncul sebagai aspek penting dari manajemen proyek konstruksi. Salah satu penyebab seringnya klaim ke penyedia jasa adalah variation order. Sangat jarang sebuah proyek diselesaikan tanpa variasi dalam pekerjaan. Variation Order adalah urutan yang sangat cocok dengan umumnya membutuhkan bukti tertulis tentang variasi di mana pekerjaan berbeda dari kontrak aslinya. variation order selalu mempunyai implikasi biaya dan waktu, apapun variasinya akan beresiko bahkan dalam kelalaian pekerjaan, dimana terdapat pengurangan volume asli dalam kontrak, ada resiko tambahan biaya yang harus diperhitungkan pertimbangan. Variasi pekerjaan yang tidak ditangani dengan baik akan menjadi faktor penyebab utama klaim . Saat ini kita telah memasuki era revolusi yang ditandai dengan berkembangnya pemanfaatan teknologi informasi untuk mencapai efisiensi yang tinggi dan kualitas produk yang lebih baik. Semua pemangku kepentingan yang terlibat memanfaatkan teknologi dengan sebaikbaiknya, dengan tetap memperhatikan sumber daya alam yang efektif dan efisien. Salah satu terobosan teknologi yang dapat mendukung pembangunan infrastruktur adalah Building Information Modelling (BIM). BIM merupakan representasi digital yang memuat semua informasi tentang elemen bangunan yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam siklus hidup bangunan. Oleh karena itu, penerapan BIM akan mempercepat dan mengurangi risiko operasi konstruksi termasuk klaim kepada penyedia jasa. Peraturan BIM diterapkan di Indonesia. Dikutip dari Dokumentasi dan Jejaring Informasi Hukum Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (JDIH Kementerian PUPR). Peraturan Menteri Nomor 22 / PRT / M / 2018 tentang Pembangunan Gedung Negara yang dalam lampirannya menyatakan penggunaan BIM harus diterapkan pada bangunan gedung negara tidak sederhana dengan kriteria luas tanah lebih dari 2000 m2 dan lebih dari dua lantai . Kemudian pada tahun 2021, peraturan terkait BIM ditingkatkan menjadi Peraturan Presiden yang baru disahkan pada tahun Peraturan ini merupakan turunan dari peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 yaitu UndangUndang Cipta Kerja. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 merupakan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung dan mengikuti Pasal 24 dan Pasal 185 huruf b Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 sekaligus menggantikan Peraturan Pemerintah yang lama. Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 30 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Shanti-Mawardi-Sarwono_Desembe. 2021 2005 . Dalam Peraturan Pemerintah ini kedudukannya lebih tinggi dari pengaturan sebelumnya dalam Peraturan Menteri Terletak pada Lampiran Kedua, angka romawi tiga tentang Standar Pelaksanaan dan Pengawasan Bangunan, huruf A Standar Pelaksanaan Konstruksi Bangunan, nomor dua Tata Cara dan Tata Cara Pelaksanaan Konstruksi Bangunan, huruf d yaitu, cara pelaksanaan konstruksi bangunan, khususnya. Pada bangunan padat teknologi, dapat dilakukan dengan harus Building Information Modelling (BIM) minimal sampai dengan dimensi kelima dan dilakukan oleh penyedia jasa minimal klasifikasi menengah yang surveyor kuantitas Penelitian sebelumnya, beberapa bahasan atau penelitian mengenai BIM, banyak sekali Pada penelitian . disimpulkan bahwa Dengan menggunakan Delay Analysis Method (DAM) yang diintegrasikan ke dalam BIM keterlambatan proyek konstruksi sehingga meminimalisir terjadinya klaim konstruksi dikemudian hari. Kemudian hasil penelitian . menunjukan bahwa keuntungan dan kondisi penggunaan simulasi BIM 4D untuk situasi penyelesaian sengketa kontrak dapat dipertimbangkan penghindaran, penyelesaian, dan litigasi yang dapat bersifat binding maupun Dalam kasus terakhir, bisa jadi dikembangkan untuk memperkuat posisi argumen satu pihak dan memvisualisasikan beberapa skenario . eristiwa klaim sesuai rencana, sesuai rencan. Kemudian penelitian . yang didaptkan dari hasil wawancara dengan responden didapat. BIM sebagai inovasi manajemen strategis baru, dan perlu dipertimbangkan sebagai aspek hukum saat merancang kontrak dengan menggunakan BIM. Nantinya digunakan sebagai cara untuk melindungi data dari kehilangan, korupsi, dan/atau manipulasi. Selanjutnya penelitian . yang bertujuan untuk mengidentifikasi peran BIM dalam mitigasi sengketa dan mengatasi hambatan hukum yang dihadapi oleh arsitektur. Teknik dan industri konstruksi (AEC) sambil BIM. Studi mengungkapkan sengketa dapat dikurangi dan dikelola secara efisien dengan intervensi BIM, karena BIM menawarkan berbagai desain, perencanaan, estimasi, kolaborasi, dan mengontrol fitur. BIM 5D BIM adalah konsep atau cara kerja menggunakan pemodelan 3D digital . yang di dalamnya berisi semua informasi pemodelan yang terintegrasi untuk fasilitas koordinasi, simulasi, serta visualisasi antar semua pihak yang terkait, sehingga dapat membantu owner dan penyedia layanan untuk merancang, membangun, serta mengelola bangunan. Menurut . BIM bergerak lebih jauh dibandingkan dengan program CAD 2D, yakni memiliki proses multidimensi. Berbagai dimensi penggunaan BIM telah Dimensi BIM dapat dibagi ke dalam dimensi ke-3 adalah ruang, dimensi ke-4 adalah waktu atau penjadwalan dan pengurutan, dimensi ke-5 adalah estimasi biaya, dan dimensi ke-6 adalah manajemen Menurut . Model BIM 5D dengan rangkaian integrasi berbagai perangkat lunak seperti Revit. Tekla. MagiCAD untuk dengan perangkat lunak perkantoran Microsoft project, excel, word yang biasanya menginput data penjadwalan. Setelah model BIM 5D mengintegrasikan model proyek dan informasi atribut terkait. BIM 5D dapat melakukan kueri kemajuan konstruksi proyek, gambar desain konstruksi, daftar harga, ketentua kontrak dan informasi konstruksi lainnya melalui model. BIM 5D berbasis platform integrasi data berbasis informasi pada teknologi BIM dapat 31 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Shanti-Mawardi-Sarwono_Desembe. 2021 menyajikan transmisi informasi yang tepat waktu dari semua proyek konstruksi, tepat waktu dalam memberikan informasi manajemen konstruksi yaitu membantu meningkatkan tingkat ketelitian manajemen dalam tahapan konstruksi. Pemodelan BIM 5D dan implementasi utamanya adalah integrasi dari bagian-bagian berikut: BIM 5D = Model Data Sharing App BIM 5D bertugas untuk memperkirakan aliran keuangan suatu proyek yang Visualisasi menghasilkan kelayakan dan akurasi yang tepat dalam setiap proyek. Perbedaan utama dengan pemodelan secara manual adalah pada BIM 5D tingkatan dimana biaya proyek dapat diperbaharui dan dimodifikasi, laporan pembiayaan juga dapat dimodifikasi pada waktu tertentu apabila terjadi keadaan tak terduga seperti perubahan desain atau modifikasi lain. Kolaborasi antar stakeholders proyek dapat diperluas melalui BIM 5D dengan berbagi informasi yang dibutuhkan secara cepat. Misalnya informasi yang dibutuhkan quantity surveyor dari model sangat bervariasi antar tahap konseptual desain, perencanaan biaya, tahap bill of quantities, tahap konstruksi dan tahap manajemen fasilitas proyek . Klaim konstruksi Dalam dunia konstruksi, klaim adalah hal yang sering terjadi. Klaim diartikan sebagai suatu tindakan atau permintaan hak seseorang yang sebelumnya hilang. Menurut . Klaim yang timbul dan kemudian berkembang menjadi sengketa penyebab utamanya adalah pengaturan oleh pengguna jasa khususnya pada persyaratan umum kontrak, yang disebabkan adanya keinginan pengguna jasa untuk membuat suatu . Untuk konstruksi telah muncul sebagai aspek penting dari manajemen proyek konstruksi. menegaskan perselisihan yang berdampak buruk pada kinerja proyek, manajemen risiko dalam persyaratan kontrak untuk mencegah perselisihan. mengemukakan hal bahwa mitigasi sengketa adalah bagian dari faktor penting keberhasilan dalam menyelesaikan sebuah proyek konstruksi. Karena pengaruh signifikan dari sengketa proyek konstruksi, berbagai penelitian telah menyelidiki penyebabnya adalah sengketa konstruksi. menganalisis penyebab perselisihan, seperti kontrak yang tidak jelas, perbedaan interpretasi, dan alokasi Perbedaan sudut pandang, pendapat atau substansi-substansi sebelumnya telah disetujui oleh para pihak dapat menyebabkan perselisihan yang berakibat munculnya klaim. Klaim adalah suatu tindakan seseorang untuk meminta sesuatu dimana hak seseorang tersebut telah hilang sebelumnya karena yang bersangkutan beranggapan memiliki hak untuk mendapatkannya kembali. Di lingkungan proyek, klaim dapat datang dari pihak penyedia maupun pengguna jasa. Dikutip . , diklasifikasikan menjadi penyebab fisik klaim yang berbeda menurut sudut pandang pengguna jasa dan penyedia jasa: Penyebab klaim konstruksi dari sudut pandang pengguna jasa: Perubahan desain. Perbedaan Perubahan ruang lingkup pekerjaan. Keterlambatan kontraktor. Variation order . erubahan pekerjaa. Keterlambatan pengambilan keputusan yang melibatkan semua pihak penyebab klaim konstruksi dari sudut pandang penyedia jasa: Kepemilikan dan ketersediaan lahan. Perubahan desain. Penundaan pembayaran kontrak dan 32 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Shanti-Mawardi-Sarwono_Desembe. 2021 Constructive change order. Manajemen dan supervisi yang kurang. Perubahan lingkup pekerjaan. Kondisi fisik yang tidak terduga. Perencanaan proyek dan interfacing. Kebijakan pemerintah. Perbedaan penafsiran dalam dokumen Keterlambatan pengambilan keputusan yang melibatkan semua pihak. Change order secara lisan oleh penyedia Pihak yang terlibat dalam proyek Dikutip dari Undang-Undang nomor 2 tahun 2017, tentang Jasa Konstruksi pasal 39 . dijelaskan, para pihak dalam pengikatan Jasa Konstruksi terdiri atas: Pengguna Jasa. Penyedia Jasa. Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa sebagaimana dimaksud terdiri atas: a. perseorangan atau badan. Pengikatan hubungan kerja Jasa Konstruksi dilakukan berdasarkan prinsip persaingan yang sehat dan dapat dipertanggungjawabkan secara Dalam suatu proyek konstruksi selalu terdapat pihak-pihak yang terlibat yang pada umumnya adalah: pemilik . , konsultan, dan kontraktor. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian menurut . diartikan sebagai Ausuatu cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentuAy. Metode penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Menurut . AuMetode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkanAy. Pemilihan metode kuantitatif ini berdasarkan data penelitian yang berupa angka-angka, dan dianalisis menggunakan data statistik yang bertujuan untuk menguji Variabel dalam penelitian ini adalah sebagai Variabel X adalah BIM 5D Variabel Y adalah Meminimalkan Klaim yang Ditimbulkan oleh Penyedia Jasa. Kemudian instrumen yang digunakan sebagai pengukuran dan penentuan analisa data dilakukan dengan metode kuesioner yang berupa kuesioner tertutup dengan menggunakan penilaian skala likert. Menurut . bahwa instrumen penelitian adalah AuSuatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamatiAy. Secara khusus semua kejadian/fenomena ini disebut variabel penelitian/pengumpulan data merupakan AuAlat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnyaAy. Instrumen penelitian ini digunakan untuk pengukuran yang bertujuan agar mendapatkan hasil atau data yang akurat, maka setiap instrumen harus memiliki skala. Skala likert diterjemahkan dengan analisis interval, agar dapat dihitung dalam bentuk kuantitatif. Kuesioner disebarkan kepada responden yang merupakan kontraktor/konsultan jasa konstruksi yang telah menggunakan metode BIM dalam proyeknya. Adapun jumlah responden yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah 37 orang. Pengolahan data yang telah diterima dari menggunakan software IBM SPSS 23 untuk menjawab hipotesis penelitian. Instrumen penelitian disajikan dalam Tabel 1 dan 2. 33 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Shanti-Mawardi-Sarwono_Desembe. 2021 Tabel 1. Kisi-Kisi Instrumen Penelitian BIM 5D Variabel Indikator Referensi Pernyataan BIM 5D Pemodelan konsep real time dan BPSDM Kementerian PUPR 2018 BIM 5D dapat menampilkan pemodelan konsep perencanaan biaya dan biaya aktual Memungkinkan kontraktor untuk membuat perkiraan biaya yang akurat karena jumlah komponen bangunan diidentifikasi secara akurat dari model 3D. Jika perkiraan biaya akurat, kemungkinan risiko dan kerugian atau miskomunikasi lebih kecil Eksrtak detil estimasi BPSDM Kementerian PUPR 2018 Menghemat waktu dalam pembuatan BOQ Dengan BIM 5D dapat menghilangkan kesalahan perhitungan yang biasannya dibuat secara manual Karena perkiraan biaya dikaitkan dengan pekerjaan dan waktu, proses penghitungan sumber daya menjadi lebih cepat, sehingga mengurangi masalah karena keuangan atau perubahan yang sering terjadi Perhitungan estimasi biaya yang cepat mempermudah pengambilan keputusan Trade dari model BPSDM Kementerian PUPR 2018 BIM 5D dapat merepresentasikan dengan akurat tentang berapa banyak material yang benar-benar akan digunakan dan kapan dibutuhkan, perkiraan biaya dapat menjadi lebih rinci dan akurat. BIM 5D membantu memfasilitasi pemilihan material dan proses implementasi untuk menjaga legalitas Beberapa area terpenting untuk diperiksa meliputi: Struktur dan MEP Value BPSDM Kementerian PUPR 2018 Saat BIM 5D untuk menganalisis biaya dan fungsionalitas secara bersamaan, menganalisis value engineering menjadi jauh lebih sederhana BIM 5D membantu dalam pengembangan rekayasa nilai meliputi: Visualisasi. Ekstraksi Kuantitas Solusi prefabrication BPSDM Kementerian PUPR 2018 BIM 5D dapat dapat mengefektifkan proses prefabrikasi sehingga dapat mewujudkan konsep konstruksi Dengan memasukan BIM 5D pada proses, area penting seperti Sistem MEP, struktur dan arsitektural yang unik dapat dibuat di luar site/offsite 34 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Shanti-Mawardi-Sarwono_Desembe. 2021 Tabel 2. Kisi-Kisi Instrumen Penelitian Klaim yang Ditimbulkan oleh Penyedia Jasa Variabel Indikator Referensi Pernyataan Klaim yang n oleh jasa (Y) Perubahan Manajemen Klaim Konstruksi (FIDIC Conditions of Contrac. , 2015 Sering terjadi klaim dari pengguna jasa akibat perubahan desain Perubahan penjadwalan proyek yang bisa mengakibatkan Perubahan anggaran/biaya Perubahan Keterlambata Variation Order Review and Survey of 4D Simulation Applications Menambah atau mengurangi volume pekerjaan menimbulkan klaim dari pemiliki proyek in Forensic Investigation of Delay Claims Menambah atau mengurangi jenis pekerjaan yang tercantum dalam kontrak dapat menimbulkan klaim dari pemiliki proyek in Construction Projects. Michael Guevremont. Dkk. ASCE, 2020 Mengubah menimbulkan klaim dari pengguna jasa Using BIM to Identify Claims Early in the Sering terjadi klaim dari pengguna jasa akibat keterlambatan dalam pelaksanaan dari waktu yang Construction Industry: Case Study,Mohamed Marzouk. Dkk. ASCE 2018 Keterlambatan pekerjaan diakibatkan oleh pelaksanaan proyek dalam waktu yang bersamaan Penyebab dan Dampak Variation Order (VO) pada Pelaksanaan Proyek Konstruksi. Hardjomuljadi. Sarwono, 2015 Variation order sering dilakukan penyedia jasa untuk menyesuaikan pekerjaan HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran responden Pada penelitian ini target responden yang diperlukan untuk mengisi kuisioner adalah penyedia jasa . onsultan dan kontrakto. yang terlibat langsung dalam proyek yang menggunakan metode BIM. Responden tersebut diantaranya: Direktur Manager Operasional Keterlambatan sering terjadi akibat cuaca yang burukatau tidak mendukung Terdapat dampak dari variation order terhadap biaya perubahan nilai kontrak Perubahan volume kerja dapat menimbullkan tambah kurang biaya pelaksanaan Project Manager BIM Expert BIM Koordinator BIM Engineer Project Engineering Manager BIM Modeler BIM Staf Adapun responden berdasarkan jenis kelamin yaitu dari 37 orang responden 33 35 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Shanti-Mawardi-Sarwono_Desembe. 2021 orang . ,2%) adalah laki-laki dan 4 orang . ,8%) adalah perempuan. Distribusi responden berdasarkan tingkat Pendidikan yaitu jenjang Pendidikan SMK/STM sebanyak 3 orang . ,1%). D3 sebanyak 3 orang . ,1%). S1 sebanyak 23 orang . ,2%) dan S2 sebanyak 8 orang . ,6%). Kemudian berdasarkan pengalaman kerja yaitu, pengalaman kerja kurang dari 1 tahun sebanyak 1 orang . ,7%), 1 sampai dengan 5 tahun sebanyak 19 orang . ,4%), 5 sampai dengan 10 tahun sebanyak 8 orang . ,6%) dan lebih dari 10 tahun sebanyak 9 orang . ,3%). Uji validitas dan reliabilitas Dalam tahapan pengolahan data kuantitatif, hal yang pertama dilakukan adalah menguji validitas dan reliabilitas data. Menurut . AuUji validitas digunakan untuk menguji ketepatan alat ukur terhadap konsep yang akan diukurAy. Suatu instrumen yang valid memiliki validitas tinggi. Uji validitas dilakukan pada setiap butir Butir pertanyaan dikatakan reliabel apabila jawaban responden terhadap pertanyaan adalah konsisten. Uji reliabilitas dapat Dalam penelitian ini dilakukan uji reliabilitas secara Bersama terhadap butir pertanyaan dengan menggunakan metode alpha dengan bantuan software IBM SPSS 23 version. Jika nilai alpha > 0. 60 maka dikatakan reliabel. Tabel 3. Hasil Uji Validitas Variabel (X) BIM 5D dari Software IBM SPSS 23 for windows r hitung r tabel Hasil 0,622 0,2746 Valid 0,670 0,2746 Valid 0,628 0,2746 Valid 0,707 0,2746 Valid 0,642 0,2746 Valid 0,724 0,2746 Valid r hitung r tabel Hasil 0,632 0,2746 Valid 0,680 0,2746 Valid 0,682 0,2746 Valid 0,832 0,2746 Valid 0,679 0,2746 Valid 0,744 0,2746 Valid 0,693 0,2746 Valid Tabel 4. Hasil Uji Validitas Variabel (Y) Klaim yang Ditimbulkan oleh Penyedia Jasa dari Software IBM SPSS 23 for windows r hitung r tabel Hasil 0,621 0,2746 Valid 0,749 0,2746 Valid 0,709 0,2746 Valid 0,545 0,2746 Valid 0,549 0,2746 Valid 0,616 0,2746 Valid 0,412 0,2746 Valid 0,290 0,2746 Valid 0,563 0,2746 Valid 0,515 0,2746 Valid 0,560 0,2746 Valid 0,742 0,2746 Valid Hasil validasi variabel dapat diuji dengan membandingkan r hitung dengan r tabel. tabel pada 0,05 dengan derajat bebas df = (N-. , pada penelitian ini jumlah responden N = 37 menjadi df = 35. R . ,05. pada uji satu arah = 0,2746. Pengambilan Keputusan: jika r hitung positif dan r hitung > r tabel, maka variabel tersebut valid. Sedangkan jika r hitung variabel atau r hitung < r tabel, maka variabel tersebut tidak valid. Dari hasil yang didapatkan semua variabel dinyatakan 36 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Shanti-Mawardi-Sarwono_Desembe. 2021 Tabel 5. Hasil Uji Reliabilitas dari Software IBM SPSS 23 for windows Cronbach' s Alpha Jika > 0,60 Reliabel 0,903 Reliabel 0,697 Reliabel Variabel Dari hasil yang didapatkan semua nilai Cronbach's Alpha adalah 0,697 atau > 0. maka dapat diambil kesimpulan bahwa variabel penelitian ini reliabel. Tahap analisa data yang pertama kali dilakukan adalah uji linieritas. Uji ini dilakukan untuk masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat memiliki hubungan linier. Adapun dasar pengambilan keputusan uji linieritas adalah sebagai berikut: A Jika nilai Sig. deviation from linearity > 05, maka terdapat hubungan yang linear antara variabel bebas dengan A Jika nilai Sig. deviation from linearity < 05, maka tidak terdapat hubungan yang linear antara variabel bebas dengan terikat. Uji linieritas Tabel 6. Output ANOVA Table Uji Linieritas dari Software IBM SPSS 23 for windows Bet Gro Squ d Mea Squ (Com Linea Squ d Mea Squ Within Groups Total Devia Linea Berdasarkan hasil uji linieritas diketahui nilai sig. deviation from linearity sebesar 0,370 > 0. 05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linier antara penggunaan metode BIM 5D dengan meminimalkan klaim yang ditimbulkan oleh penyedia jasa. Uji korelasi parsial Uji yang digunakan adalah uji korelasi kendallAos tau-b yang diolah menggunakan software IBM SPSS 23 Windows Version. Adapun ketentuan dalam uji kendallAos tau adalah sebagai berikut: Jika nilai signifikasi < 0. 01 maka hubungan dinyatakan sangat signifikan dan hipotesis diterima. Jika nilai signifikasi < 0. 05 maka hubungan dinyatakan signifikan dan hipotesis diterima. Jika nilai signifikasi > 0. 05 maka hubungan dinyatakan tidak signifikan dan hipotesis ditolak. Sedangkan sifat korelasi akan menentukan arah keeratan korelasi yang dikelompokan: A Ae 0. : Korelasi lemah A > 0. 26 Ae 0. : Korelasi cukup kuat A > 0. 51 Ae 0. : Korelasi kuat A 0. 76 Ae 1 : Korelasi sangat kuat 37 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Shanti-Mawardi-Sarwono_Desembe. 2021 Tabel 7. Hasil Uji Korelasi KendallAos tau-b dari Software IBM SPSS 23 for windows Correlations Klaim Penyedia BIM 5D Kendall's tau_b BIM 5D Correlation Coefficient Correlation Coefficient Sig. -taile. Sig. -taile. Klaim Penyedia Jasa Jasa **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Berdasarkan output uji korelasi kendallAos tau-b di atas, telah diketahui nilai signifikasi /sig. antara variabel BIM 5D Meminimalkan Klaim Ditimbulkan oleh Penyedia Jasa adalah 000 < 0. 05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan atau nyata antara penggunaan BIM 5D dengan Meminimalkan Klaim yang Ditimbulkan oleh Penyedia Jasa. Kemudian untuk mengartikan tingkat keeratan atau kekuatan hubungan antar variabel, berdasarkan output uji korelasi kendallAos tau-b di atas, diketahu nilai koefisien korelasi . orrelation coefficien. BIM Meminimalkan Klaim yang Ditimbulkan oleh Penyedia Jasa adalah sebesar 0. 594**. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hubungan antara variabel BIM 5D dengan Meminimalkan Klaim yang Ditimbulkan oleh Penyedia Jasa adalah AukuatAy. Tanda bintang (**) menunjukan hubungan yang terbentuk adalah signifikan pada angka Selanjutnya, arah hubungan dilihat dari angka koefisien korelasi yang bernilai negatif/positif. Berdasarkan output di atas, . orrelation coefficien. bernilai positif 0. Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara penggunaan BIM 5D dengan Meminimalkan klaim konstruksi yang ditimbulkan oleh penyedia jasa. Hubungan positif bermakna bahwa jika BIM 5D diterapkan dalam proyek konstruksi maka terjadinya klaim konstruksi yang ditimbulkan oleh penyedia jasa dapat Pembahasan Berdasarkan pengolahan data statistik uji korelasi parsial kendallAos tau-b didapatkan hasil, penggunaan metode BIM 5D memiliki hubungan yang signifikan, kuat dan searah untuk meminimalkan terjadinya klaim konstruksi yang ditimbulkan oleh penyedia Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menjelaskan bahwa menggunakan BIM 5D dapat menjadikan langkah perhitungan volume lebih efisien sebesar 57% dan perhitungan volume yang didapat secara otomatis lebih akurat . Model BIM 5D yang dihasilkan dapat digunakan oleh para profesional konstruksi untuk memberikan keputusan yang lebih cepat tentang biaya proyek, yang menyesuaikan desain proyek agar sesuai dengan anggaran. Model 5D-BIM dapat memberikan pemilik dan tim desain 38 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Shanti-Mawardi-Sarwono_Desembe. 2021 transparansi yang lebih besar dalam melihat kepercayaan dalam suatu proyek . Penelitian sebelumnya, beberapa bahasan atau penelitian mengenai BIM, banyak sekali Pada penelitian . disimpulkan bahwa Dengan menggunakan Delay Analysis Method (DAM) yang diintegrasikan ke dalam model BIM dapat mengidentifikasi keterlambatan proyek konstruksi sehingga meminimalisir terjadinya klaim konstruksi dikemudian hari. Selanjutnya penelitian . yang bertujuan untuk mengidentifikasi peran BIM dalam mitigasi sengketa dan mengatasi hambatan hukum yang dihadapi oleh arsitektur. Teknik dan industri konstruksi (AEC) sambil BIM. Studi mengungkapkan sengketa dapat dikurangi dan dikelola secara efisien dengan intervensi BIM, karena BIM menawarkan berbagai desain, perencanaan, estimasi, kolaborasi, dan mengontrol fitur. KESIMPULAN Bagian ini akan membahas kesimpulan dari penelitian mengenai penggunaan BIM 5D ditimbulkan oleh penyedia jasa. Melalui pengumpulan data dan analisa statistik, penggunaan metode BIM 5D memiliki hubungan yang signifikan, kuat dan searah untuk meminimalkan terjadinya klaim konstruksi yang ditimbulkan oleh penyedia Namun penelitian ini perlu disempurnakan dengan mengembangkan pembahasan lebih mendalam terkait penggunan BIM dalam meminimalkan klaim konstruksi baik bagi pengguna maupun penyedia jasa. Sehingga baik pengguna maupun penyedia jasa dapat menyebabkan sengketa yang diakibatkan oleh klaim konstruksi dari salah satu pihak yang tidak terselesaikan. DAFTAR PUSTAKA