SIPISSANGNGI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://journal. lppm-unasman. id/index. php/sipissangngi SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International License. ISSN. : xAex PENINGKATAN PENGHASILAN MASYARAKAT DESA PATAMBANUA TERHADAP BUDIDAYA KOPI Article history Received: 29/072022 Revised: 30/06/2023 Accepted: 30/06/2023 DOI: Basr*1. Irma angraeni1 1Universitas Al Asyariah Mandar *Corresponding author basri@mail. 35329/sipissangngi. Abstrak Tujuan program ini antara lain untuk mengetahui tingkat pendapatan masyarakat petani kopi dan untuk mengetahui peran petani terhadap peningkatan pendapatan petani Kopi di Desa Patambanu. Program Unasman Membangun Desa (PUMD) telah dilaksanakan di Desa Patambanua selama kurang lebih 50 hari. Berbagai program telah dilaksanakan,kegiatan PUMD yang telah dilaksanakan dimulai dengan oservasi desa, perencanaan program, konsultasi program dengan pihak desa dan DPL dan pelaksanaan program yang direncanakan. Kegiatan PUMD yang dilakukan meliputi tahap persiapan, pelatihan adaptasi iklim dan pelaksanaan pelatihan budidaya kopi. Salah satu program yang dilakukan selama PUMD, berupa pelatihan yang dilaksanakan di kantor Desa dan dusun-dusun yang jauh dari pusat desa dengan mengundang warga sekitar khususnya para petani kopi agar pengetahuan tentang budidaya kopi dapat meningkat sesuai prinsip agroforestry. Kata kunci: . Pelatihan, adaptasi iklim,polybag. Gambar 1. Pelatihan Bersama Kelompok Wanita Tani Volume 03. Nomor 02. Juni . | eISSN: 2775Ae 2054 Irma angraeni/ Judul Artikel dalam BahasaA. PENDAHULUAN Kopi merupakan salah satu komoditas ekspor primer selain kakao, karet dan kelapa sawit di Indonenesia. Produk kopi dari Indonesia dikenal memiliki cita rasa yang unik sesuai dengan perkembangannya. Hal ini didukung dengan kondisi alam di Indonesia yang cocok untuk budidaya kopi. Indonesia memiliki suhu yang tidak terlalu tinggi dengan curah hujan yang cukup, tanah yang subur dan musim kemarau yang pendek. Beberapa produk kopi Indonesia yang terkenal dengan cita rasanya kopinya adalah kopi Gayo, kopi Mandailing, kopi Priangan, kopi Lampung dan kopi Toraja (Tim Karya Tani Mandiri, 2018 , hlm. Teknologi budidaya dan pengolahan kopi meliputi teknologi pemilihan bahan tanam kopi unggul, pemeliharaan tanaman kopi berkelanjutan dan ramah lingkungan, pemangkasan tanaman kopi dan pemberian penaung, pengendalian hama penyakit dan gulma, pemupukan seimbang, panen, serta pengolahan kopi. Ketersediaan informasi teknologi budidaya dan pengolahan kopi dalam bentuk buku merupakan salah satu cara untuk membantu para pekebun menerapkan budaya menghasilkan biji kopi berproduksi tinggi dan berkualitas. Penerapan teknologi budidaya dan pengolahan kopi yang baik dan benar oleh pekebun akan mampu membantu meningkatkan produktifitas dan mutu kopi Ada empat jenis kelompok kopi yang dikenal, yaitu kopi arabika, kopi robusta, kopi liberika,dan kopi ekselsa. kelompok kopi yang dikenal memiliki nilai ekonomis dan diperdagangkan secara komersial, yaitu kopi arabika dan kopi robusta. Sementara itu, kelompok kopi liberika dan kopi ekselsa kurang ekonomis dan kurang komersial. Di Desa Patambanua terdapat dua jenis kopi yang cocok untuk dibudidaya yaitu kopi robusta dan arabika karena keadaan lokasi desa yang berada di pegunungan dengan luasnya area pertanian yang cocok untuk budidaya tanaman perkebunan terutama tanaman kopi. Ppertumbuhan dan perkembangan kopi yang dibudidaya di desa Patambanua sangatlah baik dengan hasil panen biji kopi yang melimpah dan berpotensi terhadap penghasilan warga sekitar dengan ciri khas kopi Patambanua. Petani di Desa Patambanua penghasilan yang utama ada pada lingkugan salah satunya pada tanaman kopi, peningkatan hasil kopi yang di lakukan oleh warga di desa Patambanua yaitu melakukan pembibitan sendiri untuk menambah pohom induk yang berada di lahan milik petani . Kopi arabika dan kopi robusta memasok sebagian besar perdagangan kopi dunia. Jenis kopi arabika memiliki kualitas cita rasa tinggi dan kadar kafein lebih renda dibandingkan dengan robusta sehingga harganya lebih mahal. kualitas cita rasa kopi robusta dibawah kopi arabika,tetapi kopi robusta tahan terhadap penyakit karat daun. Kegiatan pendampingan yang dilakukan merupakan bagian dari Program Unasman Membangun Desa (PUMD) dengan pendekatan program pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa bersama Dosen dipacu untuk dapat memberi kontribusi bagi masyarakat dengan berbasis produk pengabdian kepada masyarakat (Basri, 2. METODE Metode yang digunakan pada saat kegiatan Program Unasman Membangun Desa (PUMD) sebagai berikut: Pelatihan dilakukan dengan harapan agar kelompok wanita tani sadar akan pentingnya budidaya tanaman kopi Pembuatan demplot sebagai lahan percontohan yang dapat dilihan oleh wanita tani. Khususnya para petani yang mengembangkan kopi sehingga dapat membatu memulihkan prekonomian masyarakat di Desa Patambanua. HASIL DAN PEMBAHASAN Volume 03. Nomor 02. Juni . | eISSN: 2775Ae 2054 Irma angraeni/ Judul Artikel dalam BahasaA. Di Desa Patambanua Kecamatan Bulo masyarakat sebagian besar petani, mayoritas profesi masyarakatnya memiliki mata pencaharian yang bersumber dari hasil bercocok tanam menjadi sumber utama yang ada di Desa Patambanua, salah satunya tanaman Kopi. Pelatihan adalah proses pembelajaran yang lebih menekankan praktek dari pada teori yang dilakukan seseorang atau kelompok dengan menggunakan pendekatan berbagai pembelajaran dan bertujuan meningkatkan kemampuan dalam satu atau beberapa jenis keterampilan tertentu Tujuan pelatihan pada hakekatnya merupakan jawaban terhadap permasalahan yang dihadapi oleh individu atau sekelompok orang dalam memperoleh dan meningkatkan kemampuan-kemampuan yang diperlukan untuk melakukan suatu pekerjaan. Dalam suatu organisasi, pelatihan merupakan salah satu upaya yang ditempuh untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi atau membantu organisasi dapat berjalan dan mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efesien. Kegiatan pelatihan diawali dengan penyamapain materi tentang teknik budidaya kopi yang baik,penyampaian materi tersebut diharapkan agar dapat memberikan pemahaman kepada kelompok tani wanita yang tidak hanya bagaimana menanam kopi yang baik dan hasil panen yang tinggi, tetapi juga ramah lingkungan sehingga pola budidaya yang diterapkan berkelanjutan baik. Kelompok wanita yang hadir saat pelatihan ada yang telah melakukan budidaya kopi secara turun temurun. Sehingga dari segi pengalaman, sebagian besar petani merupakan petani berpengalaman, rata-rata lebih dari 15 tahun. Kondisi ini sedikit menyulitkan dalam mengubah pola bercocok tanam yang baik. Namun, setidaknya pelatihan yang dilakukan dapat memberikan pemahaman baru tentang pentingnya budidaya kopi yang tetap memperhatikan lingkungan namun tetap menghasilkan kopi yang baik. Diterapkan atau tidak ilmu yang disampaikan saat pelatihan menjadi hak petani kopi. Oleh karena itu, untuk menjamin ada atau tidaknya perubahan, perlu adanya pendampingan kepada petani agar dapat mengubah cara bercocok tanam yang selama ini dilakukan dengan budidaya kopi yang disampaikan pemateri saat pelatihan berlangsung, yaitu mengembalikan habitat kopi. Pelatihan berjalan dengan lancar karena respon dari kelompok wanita tani sekitar selama mengikuti pelatihan sangat antusias yang diikuti oleh para petani. Partisipasi petani perempuan kurang dalam pelatihan ini. Hal ini kemungkinan karena kesibukan perempuan di rumah. Ada beberapa warga yang mengajak untuk melihat kebunan kopi yang dimilikinya dan menyampaikan keluh kesah terkait persoalan-persoalan yang dihadapai selama bertani kopi. Hal ini membuktikan petani tersebut memberikan perhatian terhadap materi yang disampaikan saat pelatiahan. Gambar 2. Penerimaan Mahasiswa PUMD SIMPULAN Kami berharap pelatihan yang telah kami lakukan dapat berguna dan diterapkan dengan baik oleh para petani yang ada di Desa Patambanua khususnya pada budidaya Volume 03. Nomor 02. Juni . | eISSN: 2775Ae 2054 Irma angraeni/ Judul Artikel dalam BahasaA. tanaman kopi sehingga dapat menambah penghasilan bagi para petani yang berada di desa DAFTAR PUSTAKA