KONSELOR SAHABAT SISWA AuKOSASIAy OPTIMALKAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI SMPN 2 JATISRONO STUDENT FRIENDS COUNSELOR "KOSASI" OPTIMIZE STUDENT'S LEARNING DISCIPLINE IN DISTANCE LEARNING AT SMPN 2 JATISRONO Nuriah Halleyda SMP Negeri 2 Jatisrono Email: idabundanahdan@gmail. Diterima:18 Februari 2021 Direvisi: 19 April 2021 Disetujui: 20 Mei 2021 ABSTRAK Merebaknya kasus Covid-19 yang penyebarannya mulai mengkhawatirkan, maka terhitung mulai tanggal 16-28 Maret 2020 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri menetapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh. Kondisi ini mengharuskan guru menyiapkan pembelajaran secara online. Namun seiring berjalannya waktu, banyak kendala yang dihadapi siswa, orang tua dan guru dalam proses pembelajaran jarak jauh ini. Dari hasil catatan kejadian bimbingan konseling selama 3 bulan terakhir diperoleh data rata-rata sebanyak 36% siswa tidak mengikuti PJJ pada rata-rata seluruh mata pelajaran. Hasil wawancara terhadap orang tua sebagian besar anak sebenarnya sudah di dorong oleh orang tua untuk belajar, tetapi anak sendiri terkadang kurang mengindahkan karena kondisi tidak sama seperti di sekolah. Kedisiplinan belajar dan prestasi belajar merupakan dua aspek yang saling mempengaruhi. Tindak lanjut yang diambil oleh layanan bimbingan dan konseling di SMPN 2 Jatisrono adalah dengan melaksanakan AuKosasiAy. AuKosasiAy adalah akronim dari Konselor Sabahat Siswa, yang memiliki pengertian Guru BK yang mampu bersahabat baik dengan siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses, hasil dan dampak penggunaan metode AuKosasiAy dalam mengoptimalkan kedisiplinan belajar siswa selama PJJ. Hasil dari penerapan konselor sabahat siswa AuKosasiAy dalam layanan bimbingan dan konseling mampu mengoptimalkan kedisiplinan belajar siswa selama pembelajaran jarak jauh di SMPN 2 Jatisrono. Kata kunci: kosasi, kedisiplinan belajar siswa, pembelajaran jarak jauh ABSTRACT The outbreak of the Covid-19 case, whose spread is starting to be alarming, is starting from March 16-28 2020 the Wonogiri Education and Culture Office has established a distance learning policy. This condition requires teachers to prepare online learning. However, over time, there are many obstacles faced by students, parents and teachers in this distance learning process. From the records of the incidence of counseling guidance during the last 3 months, it was obtained that an average of 36% of students did not follow PJJ on an average of all The results of the interviews with the parents of most of the children had actually been encouraged by the parents to learn, but the children themselves sometimes paid less attention because the conditions were not the same as at school. Discipline in learning and learning achievement are two aspects that influence each The follow-up that is taken by the guidance and counseling service at SMPN 2 Jatisrono is to implement "Kosasi". "Kosasi" is an acronym for the Student Sabahat Counselor, which means BK teacher who is able to be good friends with students. The purpose of this study was to determine the process, results and impact of using the "Kosasi" method in optimizing student learning discipline during PJJ. The results of the application of "Kosasi" student counselors in guidance and counseling services were able to optimize student learning discipline during distance learning at SMPN 2 Jatisrono. Keywords: Konselor Sahabat Siswa AoAoKosasiAoAo Optimalkana. Nuriah Halleyda PENDAHULUAN Merebaknya kasus Covid-19 yang penyebarannya mulai mengkhawatirkan, maka terhitung mulai tanggal 16 - 28 Maret 2020 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Wonogiri menetapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh. Kebijakan ini bertujuan untuk meminimalisir penyebaran virus Covid -19 di lingkungan sekolah. Kebijakan ini mengakibatkan proses kegiatan belajar mengajar tidak lagi dilakukan di kelas, tetapi dialihkan ke rumah. Kondisi ini pembelajaran secara online. Maka seiring dengan kebijakan pembelajaran online, dalam seketika guru Aumau tidak mauAy harus mengubah model pembelajaran yang biasa tatap muka dialihkan dengan daring . alam jaringa. atau online. Pembelajaran Daring merupakan program penyelenggaraan kelas untuk menjangkau kelompok target yang masif dan luas menggunakan jejaring web (Bilfaqih & Qomarudin, 2. Pola ini berkomunikasi jarak jauh, tanpa harus bertemu langsung dengan lawan bicara. Fungsi tersebut tentunya akan memudahkan kita pada saat pandemi, di mana akses konsekuensi logis. Namun seiring berjalannya waktu, banyak kendala yang dihadapi siswa, orang tua dan guru dalam proses pembelajaran jarak jauh ini. Permasalahan yang terjadi di SMP Negeri 2 Jatisrono salah satunya adalah turunnya motivasi, minat serta kedisiplinan dalam belajar siswa khususnya dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh. Dari hasil catatan kejadian bimbingan konseling selama 3 bulan terakhir diperoleh data rata-rata sebanyak 46% siswa tidak mengikuti PJJ pada rata-rata seluruh mata Dari data guru mata pelajaran dan wali kelas terdapat beberapa anak yang perlu mendapatkan penanganan khusus. Dari hasil pengaduan orang tua siswa, terdapat 28% orang tua yang merasa kesulitan mendorong putra-putrinya untuk aktif belajar selama pembelajaran jarak jauh. Hasil wawancara terhadap orang tua dan siswa dari chating via whatsapp sebagian besar anak sebenarnya sudah di dorong oleh orang tua untuk belajar, tetapi anak sendiri terkadang kurang mengindahkan karena kondisi tidak sama seperti di sekolah. Di rumah anak cenderung merasa bebas, kurangnya target dalam menyelesaikan sesuatu, tidak adanya kompetisi dengan siswa lain untuk mencapai nilai tertinggi, kesibukan kerja orang tua, lingkungan menjenuhkan karena fase social distancing dan lain sebagainya. Kumpulan data ini merujuk kepada salah satu hambatan penting yang di alami oleh siswa di SMP Negeri 2 Jatisrono, yaitu terkait dengan kedisiplinan dalam belajar, yang apabila tetap dibiarkan tentu akan mengarah kepada prestasi belajar siswa yang tidak optimal di masa pendemi ini. Kedisiplinan belajar dan prestasi belajar Prestasi belajar akan menjadi lebih optimal jika di dalamnya terkandung nilai kedisiplinan yang tinggi, itulah kenapa jika seorang siswa berkurang kedisiplinanya, maka prestasi belajarnya pun juga ikut terdampak, maka diperlukan suatu kiat khusus untuk mengubah perilaku siswa. Tindak lanjut yang di ambil oleh layanan bimbingan dan konseling adalah dengan melaksanakan Konselor Sahabat Siswa yang diberikan . berdasarkan laporan dari guru mata pelajaran dan wali kelasnya. Layanan reponsif adalah pemberian bantuan terhadap konseling/siswa yang memiliki masalah dan memerlukan bantuan dengan segera. Konselor Sahabat Siswa merupakan jawaban atau tanggapan yang membantu bagi siswa yang sedang membutuhkan solusi yang relevan dengan segera, karena jika tidak dibantu akan mengalami kesulitan dalam proses pencapaian tugas perkembanganya (Achmad, 2. Konselor Sahabat Siswa bertujuan untuk membantu konseling/siswa yang sedang menyangkut dengan perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karier. Bantuan yang 88 Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 7 Nomor 1 Ae Juni 2021 perkembangan dirinya dan berlanjut ke tingkat yang lebih serius. Keberhasilan sebuah layanan bimbingan perubahan pola pikir dan sikap siswa kearah postif serta teratasinya sebuah masalah yang dihadapi oleh siswa. Diharapkan, penerapan AukosasiAy dalam layanan bimbingan dan konseling mampu meningkatkan kedisiplinan belajar siswa selama PJJ di SMPN 2 Jatisrono. Rumusan masalah dalam best practice ini adalah: Bagaimana proses pelaksanaan AukosasiAy dalam mengoptimalkan kedisiplinan belajar siswa pada masa pembelajaran jarak jauh di SMP Negeri 2 Jatisrono? Bagaimana AukosasiAy mengoptimalkan kedisiplinan belajar siswa pada masa pembelajaran jarak jauh di SMP Negeri 2 Jatisrono? Tujuan best practice ini antara lain : Mendeskripsikan proses pelaksanaan Konselor Sahabat Siswa optimalisi kedisiplinan belajar pada masa pembelajaran jarak jauh di SMP Negeri 2 Jatisrono Mendeskripsikan hasil dan dampak pelaksanaan Konselor Sahabat Siswa dalam optimalisasi kedisiplinan belajar siswa pada masa pembelajaran jarak jauh di SMP Negeri 2 Jatisrono Manfaat secara umum penulisan best practice adalah untuk berbagi pengalaman tentang pengembangan teknik konseling dalam layanan bimbingan dan konseling di masa pembelajaran jarak jauh. Adapun manfaat secara khusus sebagai berikut: Bagi Penulis Pengalaman penulis dalal Konselor Sahabat Siswa dalam optimalisasi kedisiplinan belajar siswa pada masa pembelajaran jarak jauh di SMP Negeri 2 Jatisrono. Selain itu penulisan best practice ini dapat meningkatkan kompetensi penulis dalam menyusun karya tulis ilmiah dan menjadi dasar Bagi Sekolah Pengalaman Konselor Sahabat Siswa dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa pada masa pembelajaran jarak jauh yang nantinya berimbas pada hasil belajar dan prestasi belajar siswa. Bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Penemuan pengalaman layanan dalam bimbingan dan konseling melalui Konselor Sahabat Siswa mewujudkan sekolah yang bermutu di Kabupaten Wonogiri. Bagi Teman Sejawat pada Guru BK Hasil pengalaman ini dapat digunakan sebagai referensi untuk pengembangan layanan bimbingan dan konseling di LANDASAN TEORI Menurut Siti MaAosumah . disiplin belajar adalah serangkaian sikap, tingkah laku siswa yang menunjukkan ketaatan dan kepatuhannya untuk belajar secara teratur baik di sekolah maupun di rumah atas dasar kesadaran dirinya untuk belajar tanpa adanya paksaan dari pihak manapun. Disiplin belajar berfungsi untuk menerapkan cara belajar yang baik sehingga siswa dapat mencapai tujuan belajar yang diinginkan. Disiplin belajar dapat berlangsung di sekolah maupun rumah secara Apabila siswa sudah memiliki disiplin belajar yang baik, maka hasilnya pun akan terlihat dari segi perilaku dan prestasinya. Gie . alam Siti MaAosumah, 2. menjelaskan bahwa disiplin belajar akan membuat seseorang memiliki kecakapan mengenai cara belajar yang baik dan pembentukan watak yang baik pula. Cara belajar yang baik adalah suatu kecakapan yang dapat dimiliki oleh setiap orang dengan jalan latihan. Tetapi, keteraturan dan disiplin harus dikembangkan dengan penuh kemauan dan kesungguhan. Apabila sudah dibiasakan secara teratur untuk belajar, maka tidak akan tumbuh kemalasan untuk belajar. Oleh karena itu, membiasakan diri untuk belajar sangat diperlukan dalam menumbuhkan disiplin Disiplin belajar dapat terbentuk melalui dua cara yaitu dorongan kesadaran diri dan pemaksaan TuAou . alam Siti MaAosumah. Disiplin yang terbentuk melalui Konselor Sahabat Siswa AoAoKosasiAoAo Optimalkana. Nuriah Halleyda dorongan kesadaran diri akan lebih baik, kuat dan tidak mudah hilang. Sebaliknya, disiplin yang terbentuk karena pemaksaan, akan cepat pudar dan kembali seiring dengan hilangnya faktor-faktor luar yang menyebabkan individu Disiplin berlandaskan pemaksaan akan memberikan pengaruh yang kurang baik bagi kehidupan Disiplin belajar bukan harga mutlak yang tercipta sejak manusia dilahirkan. Akan tetapi, disiplin belajar terbentuk melalui kebiasaan yang diciptakan oleh siswa itu Keinginan yang kuat dari dalam diri siswa untuk belajar secara teratur itulah yang pada akhirnya mendorong terbentuknya disiplin belajar. Hal ini tidak terlepas dari peran orang-orang yang berada di sekitar siswa terutama orang tua. Orang tua merupakan sosok terdekat dengan siswa yang memegang andil tertinggi dalam membentuk kedisiplinan anak. Sebagaimana dijelaskan oleh TuAou . alam Siti MaAosumah, 2. bahwa disiplin merupakan proses pembinaan yang cukup panjang yang dilakukan sejak dari dalam keluarga dan berlanjut dalam pendidikan di sekolah. Keluarga dan sekolah menjadi tempat penting bagi perkembangan disiplin siswa. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa disiplin belajar merupakan sikap moral yang terbentuk bukan secara otomatis sejak manusia dilahirkan, melainkan terbentuk karena pengaruh lingkungannya. Siswa yang memiliki sikap disiplin akan senantiasa menaati segala peraturan yang berlaku, taat kepada gurunya, mengerjakan tugas tepat waktu, aktif masuk sekolah dan selalu disiplin belajar baik di sekolah maupun rumah. Indikator disiplin belajar antara lain: Disiplin dalam masuk sekolah, dijabarkan menjadi 2 indikator, yaitu: Aktif masuk sekolah, artinya siswa aktif berangkat sekolah dan tidak pernah membolos. Ketepatan waktu masuk sekolah dan kelas, artinya siswa berangkat sekolah sebelum bel tanda masuk berbunyi dan siswa tepat masuk kelas setelah jam Disiplin dalam mengikuti pelajaran di sekolah, dijabarkan menjadi 2 indikator. Aktif mengikuti pelajaran, artinya siswa selalu aktif dalam mengikuti pelajaran di kelas, tidak menganggu teman saat pelajaran berlangsung dan dengan sungguh-sungguh. Mengerjakan soal latihan yang diberikan guru baik secara individu maupun kelompok. Disiplin dalam mengerjakan tugas, dijabarkan menjadi 3 indikator, yaitu: Konsisten dan mandiri mengerjakan tugas yang diberikan guru, artinya siswa tetap konsisten dan mandiri dalam mengerjakan tugas yang diberikan walaupun guru tidak berada di kelas. Disiplin dalam mengikuti ulangan, artinya siswa dapat menerapkan sikap disiplin dalam ulangan dengan mengerjakan soal ulangan sendiri, kemampuan yang dimiliki. Mengumpulkan tugas tepat waktu, artinya siswa mampu mengerjakan tugas sesuai waktu yang telah Disiplin belajar di rumah, dijabarkan menjadi 3 indikator, yaitu: Aktif dan mandiri belajar di rumah, artinya siswa tetap aktif dan mandiri belajar di rumah tanpa ada tekanan dari luar. Mengerjakan PR yang diberikan guru, artinya siswa mengerjakan PR di rumah bukan di sekolah dan tidak mencontek PR teman. Meluangkan waktu belajar di rumah secara optimal, artinya siswa selalu meluangkan waktu untuk belajar di Disiplin dalam menaati tata tertib di sekolah, dijabarkan menjadi 5 indikator. Memakai seragam sesuai peraturan, artinya siswa memakai seragam sesuai 90 Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 7 Nomor 1 Ae Juni 2021 dengan jadwal yang telah ditentukan oleh pihak sekolah. Mengikuti upacara, artinya siswa selalu mengikuti upacara sesuai jadwal yang telah ditentukan. Membawa peralatan sekolah, artinya siswa membawa peralatan sekolah setiap hari. Menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan sekolah, artinya siswa ketertiban dan kebersihan lingkungan sekolah. Mengerjakan tugas piket, artinya siswa selalu mengerjakan tugas piket sesuai jadwalnya masing-masing. Konselor Sahabat Siswa AuKosasiAy Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor memiliki tugas, tanggungjawab, wewenang dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap peserta Tugas guru Bimbingan dan Konseling atau konselor terkait dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, dan kepribadian peserta didik di sekolah. Guru Bimbingan Konseling membimbing, mengarahkan, dan melatih seluruh siswa dengan ikhlas dari hati karena Mampu mengetahui apa yang dibutuhkan peserta didik sesuai dengan tingkat perkembangan siswa, serta dapat memberikan solusi bagi peserta didiknya yang sedang memiliki masalah. Sehingga Bimbingan Konseling yang diharapkan oleh siswa adalah guru Bimbingan dan Konseling yang mampu bersahabat baik dengan siswa. Guru Bimbingan dan Konseling harus mampu memahami setiap individu yang mempunyai karakter yang berbeda, di mana dibutuhkan pemahaman yang cukup mendalam sehingga seorang guru Bimbingan dan Konseling benar-benar dapat mengerti dan memahami maksud, tujuan, kebutuhan siswa sesuai dengan tugas perkembangan. Tidak jarang pula seorang guru mengalami kesulitan dan bimbingan maupun pengatur sikap dan tingkahlaku siswa dikarenakan kurangnya pemahaman mengenai karakteristik siswa sehingga berakibat terganggunya proses pembelajaran yang telah dilakukan. Seorang guru Bimbingan dan Konseling sebagai teladan dari siswanya adalah hal utama yang biasa diterapkan dan dapat pengembangan karakter, di mana siswa akan mencontoh sikap dan tingkahlaku guru Bimbingan dan Konseling sebagai panutan mereka serta akan mengikuti petunjuk maupun bimbingan dari guru menyangkut bagaimana mereka harus bersikap dan mengambil tindakan dalam kehidupan mereka dalam segala aspek. Jadi, seorang guru Bimbingan dan Konseling yang menjadi sahabat siswa harus selalu menjadi contoh yang baik bagi siswanya sehingga tidak akan menimbulkan permasalahan lain. Disamping itu, untuk menjadi seseorang sahabat bagi siswa, seorang guru Bimbingan dan Konseling terlebih dahulu harus memahami dan melakukan pendekatan menciptakan hubungan yang lebih erat sehingga akan tercipta pengertian dan pemahaman antar kedua belah pihak secara Maksudnya. Bimbingan dan Konseling harus berupaya menjadi seorang sahabat bagi siswa terutama siswanya tang tergolong remaja usia sekolah menengah yang masih tergolong labil dan dalam proses penyesuaian diri atau pencaharian jati diri, dengan peran guru Bimbingan dan Konseling sebagai sahabat maka intensitas serta kualitas hubungan diantara keduanya akan lebih erat terjalin. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Wabah Corona Virus Disease-19 (Covid-. ditetapkan sebagai pandemi global dan BNPB menetapkan Status Darurat Nasional di seluruh Indonesia. Berkaitan dengan hal tersebut pemerintah telah melakukan upaya preventif guna mencegah dan meminimalkan penyebaran virus corona. Kebijakan yang di ambil pemerintah Indonesia yaitu dengan menerapkan social distancing atau menjaga jarak dan work from home (WFH) atau kerja dari rumah baik pengawai negeri maupun swasta. Kebijakan tersebut mempunyai beberapa implikasi pada berbagai bidang tidak terkecuali bidang Menteri Pendidikan Kebudayaan. Nadiem Anwar Makarim telah mengeluarkan surat edaran pelaksanaan pendidikan dalam masa darurat Covid-19 Konselor Sahabat Siswa AoAoKosasiAoAo Optimalkana. Nuriah Halleyda tertanggal 24 Maret lalu dimana salah satu kebijakannya adalah menetapkan bahwa proses belajar untuk sementara dilakukan secara online atau daring dari rumah masingmasing. Guru Bimbingan dan konseling (BK) di SMP Negeri 2 Jatisrono memiliki andil yang sangat besar di masa pandemi covid-19. Adanya interaksi tatap muka guru dan siswa bertujuan untuk mengetahui perkembangan kemajuan proses belajar siswa. Dengan adanya proses pembelajaran daring sesuai intruksi menteri pendidikan, maka guru harus benar-benar memperhatikan belajar siswa yang dilakukan secara online. Hal ini menjadi PR serius untuk guru BK agar tetap memotivasi anak didiknya agar tetap semangat belajar dirumah dalam masa Implementasi yang Relevan Hasil pengalaman dari Hamrah. Pd . Au Menjadi Sahabat Siswa. Mudahkan Proses Konseling Guru BKAy. SMPN 3 Majene. Berdasarkan pengalamannya tersebut, image guru BK adalah polisi sekolah dapat dirubah, sehingga mendukung kelancaran proses Alasan Pemilihan Strategi Pemecahan Masalah Konselor Sahabat Siswa dipilih sebagai strategi dalam optimalisasi kedisiplinan belajar anak di masa PJJ di SMPN 2 Jatisrono. Strategi ini dipilih dengan alasan: Mengubah persepsi tentang Guru BK sebagai polisi atau hakim disekolah, . Memperbaiki hubungan antara Guru BK dengan siswa sehingga proses layanan bimbingan dan konseling dapat berjalan lebih optimal, . tujuan dan komitmen bersama dalam membantu peserta didik mencapai tugas perkembangannya berjalan efektif, . kesepahaman dan keberhasilan dalam tanggungjawab bersama. Strategi Pemecahan Masalah digambarkan dengan alur sebagai Permasalahan Sikap dan perilaku kurang disiplin dalam mengikuti PJJ peserta didik SMP NEGERI 2 JATISRONO Dasar Pijakan Panduan Operasional Pelaksanaan BK di SMP Tindak Lanjut BK Konselor Sahabat Siswa sebagai strategi dalam layanan BK untuk mengoptimalkan kedisiplinan Optimalisasi AuKOSASIAy peserta didik dimasa PJJ Kedisiplinan Mengoptimalkan Belajar dimasa layanan BK PJJ Dituntut adanya sikap bersahabat dengan siswa Menyamakan persepsi dengan semua warga sekolah Tujuan dan komitmen bersama Saling membantu dan empati. Siswa disiplin dan aktif belajar kegiatan PJJ. Siswa merasa bimbingan dan Hasil Implementasi Implementasi Konselor Sahabat Siswa sebagai optimalisasi kedisiplinan belajar di masa PJJ Gambar 1. Alur Strategi Pemecahan Masalah Langkah-langkah Pelaksanaan Langkah-langkah pemecahan masalah yang dilaksanakan adalah sebagai berikut. Identifikasi Masalah Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah melakukan observasi awal terhadap sikap kedisiplinan peserta didik selama PJJ. Hasil identifikasi dimasukkan format di kedisiplinan peserta didik sebagai keadaan ideal dengan kondisi riil di Dari hasil komparasi ada 92 Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 7 Nomor 1 Ae Juni 2021 kesenjangan yang nantinya dijadikan point utama usaha yang dilakukan bimbingan dan konseling. Tabel 1 Relevansi Ideal dan Fakta di Sekolah Ideal Siswa selama PJJ . bsen tepat waktu, aktif PJJ, tertib n tugas dari Gur. Di Sekolah Sebagian besar siswa selama PJJ. Usaha Penyus m dan PJJ Konselor (Guru BK) patner siswa an masalah Persepsi bahwa guru BK adalah polisi atau hakim atas Mensos Rencana Pemecahan Masalah Konselor Sahabat Siswa dipilih sebagai tindak lanjut dalam mengoptimalkan kedisiplinan peserta didik selama mengikuti PJJ di SMP Negeri 2 Jatisrono. Desain AuKosasiAy dikembangkan dengan menyesuaikan indikator kedisiplinan peserta didik sebagai keadaan ideal yang akan dicapai. Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan serangkaian kegiatan layanan bimbingan dan konseling dengan strategi AuKosasiAy dalam optimalisasi kedisiplinan belajar Monitoring dan Evaluasi Program monitoring dan evaluasi (Mone. mendapatkan keadaan nyata, data, dan informasi tentang pelaksanaan program yang telah direncanakan. HASIL DAN PEMBAHASAN Best practice ini dilaksanakan di SMPN 2 Jatisrono Kabupaten Wonogiri. Jl. Solo - Ponorogo KM. Jatisrono Wonogiri Kode Pos Email: smpn2jatisrono@gmail. Pelaksanaan tindakan dim ulai pada bulan April 2020 hingga akhir tahun pelajaran 2020/2021. Alokasi waktu dan rincian kegiatan best practice ini sebagai berikut: Tabel 2. Alokasi Waktu dan Rincian Kegiatan Semester Tahun Pelajaran Smstr Smstr Smstr. II Th. 1 Th. Th. No Kegiatan 2019/ 2020/ 2020/2021 April JuliDesember - Juli Dese - Juli Observasi Evaluasi diri V Sosialisasi AuKosasiAy Perencanaan V Program Implementasi V AuKosasiAy Evaluasi. Analisis & Tindak lanjut Konselor Sahabat Siswa AoAoKosasiAoAo Optimalkana. Nuriah Halleyda Pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan jadwal yang telah disepakati dengan rincian kegiatan sebagai berikut: Observasi Awal Observasi awal dilaksanakan bulan April kendala yang dihadapi siswa. Guru dan orang tua dalam proses pembelajaran jarak jauh, meliputi : merekap absensi, mengikuti PJJ, laporan dari guru mata pelajaran, laporan dari wali kelas, dan laporan dari orang tua siswa yang berhubungan dengan kedisiplinan belajar selama pembelajaran jarak jauh. Evaluasi Diri Hasil dari observasi awal diinventarisir dan dikelompokan kemudian di analisis. Hasil analisis ini menjadi dasar perumusan program dan perencanaan layanan bimbingan dan konseling. Dari hasil analisis diketahui: Perlunya layanan bimbingan dan meningkatkan kedisiplinan belajar siswa selama PJJ, melaksanakan MGBK sekolah, membuat perencanaan dan strategi pelaksanaan AuKosasi: dalam layanan BK. menyampaikan program AuKosasiAy layanan BK kepada pihak sekolah, memasukkan anggaran pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling dalam rencana kegiatan dan anggaran sekolah, dan diperlukan kerjasama dan kekompakan seluruh warga sekolah sebagai strategi untuk mencapai tujuan. Sosialisasi program strategi AuKosasiAy Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh Kepala sekolah. Guru BK. Wali kelas. Guru mata pelajaran dan Orang tua siswa. Kegiatan menyamakan persepsi dan mendapat dukungan mengenai strategi AuKosasiAy dalam layanan bimbingan dan konseling di masa pembelajaran jarak jauh ini agar dapat berjalan dengan lancar. Peran dan tugas pokok guru BK sebagai pelaksana startegi AuKosasiAy dimasa PJJ: Mengkaji kondisi belajar siswa selama PJJ Membuat rencana kerja dan mengalokasikan anggaran sekolah berdasarkan hasil kajian dan operasional pelaksanaan BK SMP. Melaksanakan bimbingan dan konseling. Melakukan Menyampaikan laporan kepada Kepala Sekolah. Perencanaan Program Perencanaan program AuKosasiAy sebagai strategi dalam layanan bimbingan dan konseling selama PJJ dibagi menjadi dua kegiatan pokok sebagai berikut: Non Fisik yaitu mengubah pola pikir/ mindset mempunyai pola yang sama dalam berperan sebagai sahabat siswa dalam proses pembelajaran disekolah. Fisik yaitu melengkapi sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan program. Implementasi AuKosasiAy Implementasi Konselor Sahabat Siswa dilaksanakan bulan mei 2020 sampai dengan bulan Juli 2021. Kegiatan sebagai Melaksanakan layanan bimbingan dan konseling berdasarkan hasil analisis sahabat siswa. Diskusi menyamakan persepsi dan sekolah khususnya Guru BK. Diskusi dilaksanakan beberapa kali melalui MGBK sekolah dengan motivasi AuKosasiAy saat memberikan layanan pada peserta didik. Mensosialisasikan program kepada Kepala sekolah. Guru mata pelajaran , dan staff sekolah, dengan tujuan 94 Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 7 Nomor 1 Ae Juni 2021 menyamakan terwujudnya program ini. Membuat Biro Layanan Konseling Online Guru BK membuat WAG, google classroom, membagi email sebagai sarana pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di masa pembelajaran jarak jauh. WAG dan Google Classroom dibuat oleh Guru BK dengan tujuan agar dapat memberikan layanan bimbingan berupa informasi dan memudahkan siswa untuk berkonsultasi secara jalur pribadi melalui chat WA. Melaksanakan layanan dasar, layanan responsif, perencanaan individu dan dukungan sistem yang perpodoman pada POP BK SMP dengan menerapkan stategi AuKosasiAy didalamnya. Menampilkan pribadi yang ramah, syarat, memotivasi, memberi teladan yang baik bagi siswa baik secara langsung maupun daring. Melaksanakan konseling pribadi maupun Kelompok baik secara daring maupun luring. Kegiatan konseling dilaksanakan permasalahan yang dialami oleh siswa, kedisiplinan belajar masalah belum dapat teratasi, kegiatan konseling dilaksanakan secara luring. Kegiatan kolaborasi Kegiatan kolaborasi adalah salah satu kegiatan dalam layanan BK yang belibatkan guru mata pelajaean, wali kelas atau orang tua dalam proses pengentasan masalah yang dihadapi siswa, khususnya dalam hal kedisiplinan belajar siswa selama PJJ ini. Home visit Dengan rumah dengan tujuan untuk mengetahui kondisi sebenarnya siswa saat dirumah. Membuat program, direncanakan dalam RKAS. Program mengacu sekolah sehat secara tertulis dan dianggarkan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah. Program mengacu pada kebutuhan sekolah kemampuan anggaran sekolah. Memasukkan AuKosasiAy dalam visi dan misi layanan bimbingan dan Visi dan Misi NK disusun dengan memasukkan AukosasiAy dalam setiap muatan pemberian layanan BK. AuKosasiAy menjadi ruh disetiap gerak kegiatan BK di pembiasaan atau budaya yang melekat pada guru BK. Hasil Dan Dampak strategi AuKosasiAy Usaha yang dilakukan baru sebagian masih banyak waktu yang dibutuhkan untuk mewujudkan layanan BK yang memfasilitasi siswa dalam mencapai Hasil dan dampak yang lebih baik untuk kemajuan sekolah seperti sebagai berikut: Hasil Implementasi AuKosasiAy. Implementasi AukosasiAy memberikan perbaikan kualitas layanan bimbingan dan konseling sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan siswa selama pembelajaran jarak jauh, antara lain: Terjalin hubungan yang positif antara Guru BK dan siswa. Siswa lebih terbuka dan nyaman dalam menyampaikan masalah yang ia hadapi kepada Guru BK. Siswa tidak takut jika mendapatkan layanan dari Guru BK. Pengentasan masalah lebih cepat dan efektif teratasi. Kedisiplinan belajar siswa selama PJJ Dampak Pelaksanaan Layanan BK dengan strategi AuKosasiAy. Melalui AuKosasiAy dalam layanan BK di masa PJJ sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan belajar siswa. Dampak yang dirasakan sekolah sebagai berikut: Konselor Sahabat Siswa AoAoKosasiAoAo Optimalkana. Nuriah Halleyda a. Sekolah semakin diminati masyarakat Sekolah makin diminati masyarakat terlihat dari suksesnya PPDB tahun 2020/2021 dengan penambahn pendaftar Namun keterbatasan lokal dan tenaga pendidik Tahun Pelajaran 2020/2021 hanya menerima 6 rombel dengan jumlah siswa baru 180 siswa. Action layanan bimbingan dan konseling melalui Konselor Sahabat Siswa menjadi menyelesaikan masalah dan membantu siswa mencapai tugas perkembangannya. Persepsi tentang Guru BK sebagai polisi atau hakim sekolah dapat berubah. Kedisiplinan belajar siswa meningkat. Proses pembelajaran di masa PJJ dapat berjalan dengan baik. Siswa lebih percaya diri dalam mengikuti kegiatan perlombaan yang dilaksanakan secara online baik pihak sekolah maupun luar sekolah. Dampak yang dirasakan dari strategi AuKosasiAy dalam pelaksanaan layanan BK, perubahan dan iklim belajar selama pembelajarn jarak jauh berubah kearah positif. Hubungan yang baik antara siswa dengan guru BK. Guru Mapel dengan Guru BK. Guru BK dengan orang tua menumbuhkan kolaborasi yang baik dalam upaya meningkatkan kedisiplinan belajar dan pengentasan permasalahan siswa khususnya dimasa pembelajaran jarak jauh ini. Semua menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh siswa, sehingga pembelajaran di masa pemebelajarn jarak jauh ini dapat berjalan dengan lancar. Faktor Kendala Dan Pendukung Kendala-kendala yang dihadapi dalam implementasi AuKosasiAy dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa di masa PJJ antara lain adalah keterbatan personil BK, dari jumlah 550 siswa SMPN 2 Jatisrono baru memiliki 4 orang guru BK, sehingga untuk permasalahan yang sifatnya segera terkadang belum dapat segera teratasi. Tuntutan adminitrasi dan kegiatan PKB guru selama PJJ begitu banyak, sehingga mengurangi intensitas Guru BK dalam memberikan layanan BK yang optimal. Keterbatasan menghambat optimalisasi pelaksanaan strategi Sedangkan faktor pendukungnya Kepala sekolah. Guru mapel. Wali kelas dan Orang tua siswa di SMPN 2 Jatisrono konseling dalam mengatasi permasalahan kedisiplinan belajar siswa selama pembelajaran jarak jauh. Rencana Tindak Lanjut Rencana AuKosasiAy optimalisasi meningkatkan kedisiplinan belajar siswa di masa pembelajaran jarak jauh adalah menerapkan strategi ini untuk membantu siswa mengtasi permasalahan lain yang mereka hadapi, serta membuat inovasi baru dalam layanan bimbingan dan konseling. Butuh komitmen dan kerja keras dalam mewujudkan layanan bimbingan konseling yang optimal dalam membantu siswa mencapai tugas Inti program tindak lanjut adalah pengembangan dan bimbingan konseling. KESIMPULAN Simpulan Dari implementasi AuKosasiAy dalam mengoptimalisasikan kedisiplinan belajar siswa dimasa pembelajaran jarak jauh disimpulkan sebagai berikut: Proses implementasi Konselor Sabahat Siswa kedisiplinan belajar siswa di masa pembelajaran jarak jauh diawali dengan observasi awal, evaluasi diri, perencanaan program, implementasi AuKosasiAy dengan berpedoman pada panduan operasional pelaksanaan BK di SMP dalam optimalisasi kedisiplinan belajar siswa di masa pembelajaran jarak jauh. Hasil implementasi Konselor Sahabat Siswa dalam optimalisasi kedisiplinan 96 Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 7 Nomor 1 Ae Juni 2021 belajar siswa dimasa pembelajaran jarak jauh, terjadi peningkatan kedisiplinan belajar pada siswa, terjalin hubungan yang positif, kolaborasi dan kepercayaan antara Guru BK dengan siswa. Guru BK dengan Kepala Sekolah. Guru BK dengan Wali Kelas. Guru BK dengan Guru mata pelajaran lain. Guru BK dengan orang tua siswa, serta Guru BK dengan masyarakat. Sehingga Kegiatan-kegiatan agenda pendidikan dapat berjalan dengan baik walau dalam masa Pandemi ini. Dampak Konselor Sahabat Siswa dalam layanan bimbingan dan konseling sebagai optimalisasi kedisiplinan belajar siswa berhasil mengubah kepercayaan warga sekolah terhadap layanan BK dan peran Guru BK yang berdampak pada ligkungan yang ramah anak dan nyaman dalam proses pembelajaran sehingga berdampak pada peningkatan prestasi sekolah dan semakin diminati oleh Refleksi Penulisan laporan best practice ini hanya mampu mendeskripsikan tentang proses, hasil, dan dampak implementasi Konselor Sahabat Siswa dalam layanan bimbingan dan konseling sebagai optimalisasi meningkatkan kedisiplinan belajar siswa di masa pembelajaran jarak jauh secara sederhana dan memiliki keterbatasan. Dengan keterbatasan waktu dan personil BK masih banyak program yang harus dilaksanakan dalam meningkatkan komitmen memberikan layanan bimbingan dan konseling yang optimal di SMPN 2 Jatisrono. Diperlukan masukan dan tambahan dari pengalamanpengalaman sekolah lain sebagai bahan referensi dalam membuat inovasi layanan bimbingan dan konseling yang optimal. Rekomendasi Optimalisasi layanan bimbingan dan konseling di sekolah dapat dilaksanakan oleh sekolah manapun tanpa terkecuali. Perintisan sekolah ramah anak hendaknya mulai digalakkan di sekolah manapun. Pengalaman dan contoh dari sekolah lain dapat dijadikan Faktor utama dalam pelaksanaan satu program kegiatan adalah komitmen bersama khususnya Guru BK dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan secara bersama-sama. Diperlukan kreatifitas, rasa ingin berubah lebih baik, motivasi, inovasi dan dukungan dari semua warga sekolah demi terwujudnya tujuan bersama yaitu sekolah ramah anak. DAFTAR PUSTAKA