JURNAL JUMBIWIRA Vol 1 No. 3 (Desember 2. Ae E-ISSN : 2829-2502 P-ISSN : 2829-260X JURNAL MANAJEMEN BISNIS KEWIRAUSAHAAN Halaman Jurnal: https://jurnal-stiepari. id/index. php/jumbiwira Halaman UTAMA Jurnal : https://jurnal-stiepari. id/index. PENGARUH KOMPLEKSITAS PERUSAHAAN. JENIS INDUSTRI. PROFITABILITAS KLIEN, UKURAN PERUSAHAAN DAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP FEE AUDIT Salsabila Saifana a. Dirvi Surya Abbas b. Hamdani c. Basuki d Universitas Muhammadiyah Tangerang Email : salsabilasaifana177@gmail. ABSTRAK The purpose of this study is to to examine the effect of company complexity, type of industry, client profitability. Company Size, and independent commissioners on audit fees. The population taken in this study are Manufacturing Companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2016-2021. The sample used is 39 companies and the total sample is 234. The data used is secondary data. The analytical method used in this study is panel data regression analysis using Eviews version 10 software. The complexity of the company has a significant effect on the Audit Fee. Type of Industry has a significant effect on Audit Fee. Client profitability has a significant effect on Audit Fee. Company size has a significant effect on Audit Fee. The Independent Commissioner has a significant effect on the Audit Fee. Keywords: Company Complexity. Type Of Industry. Client Profitability. Company Size. Independent Commissioners and Audit Fees. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kompleksitas perusahaan, jenis industri, profitabilitas klien, ukuran perusahaan, dan komisaris independen terhadap fee audit. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2021. Sampel yang digunakan sebanyak 39 perusahaan dan jumlah sampel sebanyak 234. Data yang digunakan adalah data sekunder. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi data panel dengan menggunakan software Eviews versi 10. Kompleksitas perusahaan berpengaruh signifikan terhadap Fee Audit. Jenis Industri berpengaruh signifikan terhadap Fee Audit. Profitabilitas klien berpengaruh signifikan terhadap Fee Audit. Ukuran Perusahaan berpengaruh signifikan terhadap Fee Audit. Komisaris Independen berpengaruh signifikan terhadap Fee Audit. Kata Kunci: Kompleksitas Perusahaan. Jenis Industri. Profitabilitas Klien. Ukuran Perusahaan. Komisaris Independen dan Biaya Audit. PENDAHULUAN Kompleksitas perusahaan adalah hal yang terkait dengan kerumitan transaksi yang ada di perusahaan. Kerumitan tersebut dapat berasal dari transaksi yang menggunakan mata uang asing, jumlah anak dan cabang perusahaan, maupun adanya operasi bisnis di luar negeri. Jenis industri perusahaan pada umumnya di bagi menjadi dua yaitu: Pertama, perusahaan industri keuangan yang meliputi sektor bank, lembaga pembiayaan, perusahaan efek atau sekuritas dan asuransi. Kedua, perusahaan industri non-keuangan yang meliputi perusahaan manufaktur yaitu aneka industri, industri barang konsumsi, dan industri dasar dan kimia. Profitabilitas menggambarkan kapasitas industry dalam menadapatkan profit sehingga bisa mendanai aktivitas investasi industry masa lama. Industry ketika membuat pendanaan aktivitas investasi mampu memprioritaskan pecking order yakni susunan penggunaan dana yang dari profit ditahan lalu diikuti oleh hutang dan ekuitas. Received September 30, 2022. Revised Oktober 2, 2022. Accepted November 17, 2022 Profitabilitas merupakan kemampuan sebuah perusahaan dalam menghasilkan laba dalam periode tertentu pada tingkat penjualan, asset, dan modal saham tertentu. Penghindaran pajak terjadi pada saat perusahaan mengurangi laba yang didapat. Untuk mengurangi beban pajak yang harus dibayar atau tax Perusahaan yang mempunyai tingkat profitabilitas yang tinggi cenderung ingin segera mempublikasikannya karna akan memepertinggi nilai perusahaan dimata pihak yang berkepentingan. Ukuran perusahaan berhubungan dengan kualitas laba karena semakin besar perusahaan maka semakin tinggi pula kelangsungan usaha suatu perusahaan dalam meningkatkan kinerja keuangan sehigga perusahaan tidak perlu melakukan praktek manipulasi laba. Komisaris independen adalah anggota dewan komisaris yang tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan kepemilikan saham dan atau pemegang pengendali atau hubungan lain yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen. Fee audit merupakan pendapatan yang didapatkan auditor sebagai imbalan atas jasa setelah dilakukannya audit. Fee audit dalam penelitian ini diproksikan dengan profesional fees yang tercantum dalam laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. TINJAUAN PUSTAKA Teori Agensi Hal penting dalam Teori Agensi adalah kewenangan yang diberikan kepada agen untuk melakukan suatu tindakan dalam hal kepentingan pemilik. Teori Agensi menghasilkan cara yang penting untuk menjelaskan kepentingan yang berlawanan antara manajer dengan pemilik yang merupakan suatu rintangan. Sedangkan dalam teori stewardship, manajer cenderung berusaha memberikan manfaat maksimal pada organsasi dibanding mementingkan tujuannya sendiri. Teori ini mengemukakan bahwa nilai perusahaan tidak bisa dimaksimalkan apabila insentif yang tepat atau pemantauan yang memadai tidak cukup efektik untuk menahan manajer perusahaan dari menggunakan kebijaksanaan untuk mengoptimalkan keuntungan. Pengertian Audit Audit adalah kegiatan mengumpulkan informasi aktual atau bukti-bukti yang signifikan melalui interaksi . emeriksaan, pengukuran dan penilaian serta penarikan kesimpula. secara sistematis, obyektif dan terdokumentasi yang berorientasi pada asas nilai manfaat. Audit juga merupakan suatu proses sistematik dalam pengumpulan dan penilaian secara objektif atas bukti-bukti yang berkenaan dengan pernyataan tentang tindakan-tindakan dan peristiwa-peristiwa untuk menentukan tingkat kesesuaian antara suatu pernyataanpernyataan dengan kriteria-kriteria standar, serta mengomunikasikan hasil-hasilnya kepada pihak-pihak pengguna yang berkepentingan. Audit hakikatnya merupakan suatu proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti tentang informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas ekonomi yang dilakukan seorang yang kompeten dan independen untuk dapat menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi dengan kriteria-kriteria yang telah . Fee Audit Fee audit adalah imbalan dalam bentuk uang atau bentuk lainnya yang diberikan kepada atau diterima dari klien atau pihak lain untuk memperoleh perikatan dari klien atau pihak lain. Fee audit ditetapkan ketika sudah terjadi kontrak antara auditor dengan klien berdasarkan kesepakatan dan biasanya ditentukan sebelum memulai proses audit. Kompleksitas Perusahaan Kompleksitas perusahaan berkaitan dengan kompleksitas transaksi, ditandai dengan adanya anak perusahaan yang dimiliki. Kondisi perusahaan dikatakan kompleks beberapa diantaranya dilihat berdasarkan transaski dengan anak perusahaan diluar negeri yang menggunakan berbagai mata uang yang berbeda . Perusahaan dengan kompleksitas tinggi tersebut akan membuat auditor eksternal memerlukan ekstra waktu dan tingkat keahlian yang tinggi besar dalam mengaudit daripada mengaudit perusahaan yang kurang kompleks sehingga meningkatkan beban audit fee. Jenis Industri Jenis industri pada umumnya dibedakan menjadi 2 jenis yaitu industri keuangan dan industri nonkeuangan. Pada penelitian ini industri keuangan terdiri dari sektor bank, lembaga pembiayaan, perusahaan efek/sekuritas dan asuransi sedangkan industri non-keuangan terdiri dari perusahaan manufaktur yang terbagi menjadi 3 yaitu aneka industri, industri barang konsumsi, dan industri dasar dan kimia. Perbedaan kedua jenis industri tersebut salah satunya terletak pada proses audit, industi keuangan memilik persediaan atau inventory yang lebih sedikit atau mungkin tidak mempunyai sama sekali. Perusahaan publik yang termasuk kelompok usaha manufaktur, usaha bank dan lembaga keuangan serta real estate dan properti terlihat mendominasi keseluruhan perusahaan publik yang terdaftar di BEI. Ronen dan Sadan . dalam Kustiani dan Ekawati . menyimpulkan bahwa perusahaan dalam industri yang berbeda akan meratakan laba mereka pada tingkatan yang berbeda. Profitabilias Klien Menurut Soliha dan Taswan . , profitabilitas adalah tingkat keuntungan bersih yang mampu diraih oleh perusahaan pada saat menjalankan operasinya. Profitabilitas perusahaan dapat dilihat melalui rasio-rasio profitabilitas seperti Return on Asset (ROA). Return on Equity (ROE), dan Return on Investment (ROI). Rasio profitabilitas yang berfungsi dan sering digunakan untuk memprediksi harga saham atau return saham adalah ROA atau ROI. ROA atau ROI digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya. Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan dianggap mempengaruhi nilai perusahaan karena semakin besar ukuran perusahaan maka semakin mudah perusahaan memperoleh sumber pendanaan yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuan perusahaan. Namun, di sisi lain akan menimbulkan hutang yang banyak karena resiko perusahaan dalam memenuhi tanggung jawabnya sangat kecil. Perusahaan yang menghasilkan laba lebih besar cenderung mempunyai laba ditahan lebih besar sehingga dapat memenuhi kebutuhan dananya untuk melakukan perluasan usaha atau penciptaan produk baru dari sumber pendanaan internal. Semakin besar laba ditahan, semakin besar kebutuhan dana yang bersumber dari internal perusahaan sehingga akan mengurangi penggunaan dana yang bersumber dari hutang. Komisaris Independen Menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 33/POJK. 04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik. Dewan Komisaris bertugas melakukan pengawasan dan bertanggung jawab atas pengawasan terhadap kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada umumnya, baik mengenai Emiten atau Perusahaan Publik maupun usaha Emiten atau Perusahaan Publik, dan memberi nasihat kepada Direksi. Dewan Komisaris paling kurang terdiri dari 2 . orang anggota dan 1 . diantaranya adalah Komisaris Independen. Kerangka Konseptual Kerangka Konseptual merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan faktor-faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting. Kerangka Konseptual dalam penelitian ini seperti gambar di bawah ini: Kerangka Konseptual yang disusun terdiri dari Variabel Independen dan Variabel Dependen. Variabel Independen (X) terdiri dari Kompleksitas Perusahaan. Jenis Industri. Profitabilitas Klien. Ukuran Perusahaan dan Komisaris Independen. Sedangkan untuk Variabel Dependen (Y) adalah Fee Audit. Hipotesis Penelitian Pengaruh Kompleksitas Perusahaan Terhadap Fee Audit Mengutip dari jurnal penelitian terdahulu milik Mudrika Alamsyah Hasan . dengan judul Au Pengaruh Kompleksitas Audit. Profitabilitas Klien. Ukuran Perusahaan dan Ukuran Kantor Akuntan Publik Terhadap Audit FeeAy Kompleksitas perusahaan adalah hal-hal yang terkait dengan kerumitan transaksi yang ada di perusahaan. Anak perusahaan dapat mewakili kompleksitas jasa audit yang diberikan berdasarkan rumit atau tidaknya transaksi yang dimiliki oleh klien kantor akuntan publik untuk diaudit (Ulfasari et al. Kompleksitas merupakan salah satu prinsip dasar yang perlu dipertimbangkan akuntan publik dalam menetapkan besarnya imbalan jasa yang diterima. Naser dan Hassan . menjelaskan bahwa auditor eksternal membutuhkan lebih banyak waktu, perkerjaan audit dan keahlian yang lebih besar dalam mengaudit klien yang kompleks. Sehingga hal tersebut mempengaruhi besarnya audit fee yang harus dibayarkan oleh Berdasarkan uraian tersebut, kompleksitas perusahaan akan mempengaruhi audit fee yang dibayarkan karena semakin banyak jumlah anak perusahaan yang dimiliki berhubungan dengan banyaknya waktu, jumlah personil dan pekerjaan tambahan yang diperlukan oleh auditor eksternal. Sehingga hal tersebut akan meningkatkan audit fee yang dikeluarkan oleh perusahaan. H1 : Kompleksitas Perusahaan berpengaruh positif terhadap Fee Audit Pengaruh Jenis Industri Terhadap Fee Audit Mengutip dari jurnal penelitian terdahulu milik Muhammad Anwar Sanusi dan Agus Purwanto . dengan judul AuAnalisis Faktor yang Mempengaruhi Biaya Audit EksternalAy. Industri merupakan salah satu kegiatan ekonomi manusia yang penting. Ia menghasilkan berbagai kebutuhan hidup manusia dari mulai makanan, minuman pakaian dan perlengkapan rumah tangga sampai perumahan dan kebutuhan lainnya. Selain menghasilkan keperluan hidup, industri juga merupakan nafkah sebagian penduduk. (Idris dalam Erik, 2. Suatu kegiatan ekonomi yang melakukan kegiatan mengubah suatu barang dasar secara mekanis, kimia, atau dengan tangan sehingga menjadi barang jadi/setengah jadi, dan atau barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya, dan sifatnya lebih dekat kepada pemakai . H2 : Jenis Industri berpengaruh positif terhadap Fee Audit Pengaruh Profitabilitas Klien Terhadap Fee Audit Mengutip dari jurnal penelitian terdahulu milik (Fisabilillah et al. , 2. pada penelitiannya yang berjudul AuPengaruh Ukuran Perusahaan. Risiko Perusahaan, dan Profitabilitas klien Terhadap Audit feeAy menyatakan bahwa profitabilitas klien berpengaruh positif terhadap besarnya audit fee. Pada dasarnya perusahaan dengan tingkat keuntungan yang tinggi cenderung akan membayar biaya audit yang lebih tinggi, hal ini disebabkan karena perusahaan dengan tingkat laba yang tinggi memerlukan pengujian validitas dan pengakuan pendapatan dan biaya, oleh karena itu akan membutuhkan waktu yang lebih lama dalam pelaksanaan auditnya. karena profitabilitas klien yang tinggi merupakan indikator penting dari kinerja manajemen dan efisiensinya dalam mengalokasikan sumber daya yang tersedia sehingga auditor membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memastikan pengakuan pendapatan dan biaya yang ada karena itu akan mempengaruhi besarnya audit fee. H3 : Profitabilitas Klien berpengaruh positif terhadap Fee Audit. Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Fee Audit Mengutip dari jurnal penelitian terdahulu milik (Yulianti et al. , 2. pada penelitiannya yang berjudul AuPengaruh Ukuran Perusahaan. Kompleksitas Audit. Risiko Perusahaan. Dan Ukuran Kap Terhadap Fee AuditAy menemukan hasil bahwa ukuran perusahaan berpengaruh secara signifikan terhadap audit fee. Banyak pertimbangan yang dilakukan untuk menentukan audit fee yang sesuai. Salah satunya pertimbangan yang dilakukan adalah melihat ukuran perusahaan . irm siz. H4 : Ukuran Perusahaan berpengaruh positif terhadap Fee Audit. Pengaruh Komisaris Independen Terhadap Fee Audit Mengutip dari jurnal penelitian terdahulu milik Tri Ana Pratiwi dengan judul AuPengaruh Ukuran Dewan Komisaris. Komisaris Independen. Komite Audit Dan Anak Perusahaan Terhadap Audit FeeAy menyatakan bahwa Komisaris Independen berpengaruh signifikan terhadap audit fee. Hal ini dikarenakan anggota komisaris independen yang bukan merupakan anggota dewan komisaris tidak menuntut kualitas audit yang lebih tinggi dibandingkan dengan anggota komite audit yang berasal dari anggota dewan komisaris, sehingga tuntutan kualitas audit ini tidak memengaruhi fee audit. Dengan demikian hasil penelitian ini tidak mendukung pendekatan berbasis risiko untuk jasa audit . raktik tata kelola perusahaan yang baik akan menurunkan fee audit eksterna. dimana dikatakan bahwa suatu komisaris yang independen akan menghasilkan pengawasan yang lebih efektif terhadap proses pelaporan keuangan sehingga mengurangi timbulnya masalah dalam pelaporan keuangan (Blue Ribbon Committee, 1. Hal ini akan mengarah kepada berkurangnya risiko pengendalian. H5 : Komisaris Independen berpengaruh positif terhadap Fee Audit. METODOLOGI PENELITIAN Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian secara kuantitatif. Karena penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data terdahulu dan mengambil sampel dari berbagai sumber. Populasi penelitian yang digunakan adalah Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 20162021. Definisi dan Pengukuran Variabel Variabel Penelitian Dalam suatu penelitian terdapat beberapa variabel yang harus ditetapkan dengan jelas sebelum pengumpulan data. Variabel merupakan objek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Suharsimi, 2. Variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Penelitian ini menggunakan variabel yang terdiri dari 5 variabel yaitu variabel independen atau bebas (X) dan variabel dependen atau terikat (Y). Variabel Independen (X) Variabel independen merupakan variabel yang mempengaruhi variable dependen atau variable Menurut Sugiyono . variable independen adalah variable-variable yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen . Variable Independen dalam penelitian ini adalah Kompleksitas Perusahaan. Jenis Industri. Profitabilitas Klien. Ukuran Perusahaan, dan Komisaris Independen. Variabel Dependen (Y) Menurut Sugiyono . variabel dependen sering disebut sebagai variabel output, kriteria dan Dalam bahasa Indeonesia sering disebut sebagai variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Variabel Dependen pada penelitian ini adalah Fee Audit. Variabel Operasional Dan Pengukuran Variabel Penelitian Operasional Variabel diperlukan untuk menjabarkan variable penelitian kedalam konsep dimensi dan Disamping itu, tujuannya adalah untuk memudahkan pengertian dan menghindari perbedaan persepsi didalam penelitian ini. Sesuai dengan judul penelitian ini, yaitu Pengaruh Kompleksitas Perusahaan. Jenis Industri. Profitabilitas Klien. Ukuran Perusahaan, dan Komisaris Independen Terhadap Fee Audit Pada Perusahaan Manufaktur. Kompleksitas Perusahaan Kompleksitas perusahaan berkaitan dengan kerumitan transaksi yang terjadi diperusahaan. Dalam penelitian ini kompleksitas perusahaan ditunjukkan dengan jumlah anak dan cabang perusahaan yang dimiliki oleh perusahaan klien (Rukmana dkk, 2. Jumlah anak perusahaan dapat diketahui melalui laporan keuangan pada bagian catatan atas laporan keuangan. Rumusnya diformulasikan sebagai berikut: Kompleksitas Perusahaan = Jumlah Anak Perusahaan Jenis Industri Menurut Sandi . industri adalah usaha untuk memproduksi barang jadi dengan bahan baku atau bahan mentah melalui proses produksi penggarapan dalam jumlah besar sehingga barang tersebut dapat diperoleh dengan harga serendah mungkin tetapi dengan mutu setinggi-tingginya. Profitabilitas Klien Profitabilitas terkait dengan efisiensi penggunaan asset dan sumber daya lain oleh perusahaan dalam Joshi dan AlBastaki menyatakan bahwa penggunaan sumber daya yang efisien menghasilkan pengembalian aset yang tinggi. Variabel Profitabilitas diukur dengan menggunakan ROA (Return on Asse. Pengukuran tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut: ROA Net Income Total Asset Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan menggambarkan besar kecilnya skala operasi suatu perusahaan (Rukmana dkk. Ukuran perusahaan dalam penelitian ini diukur dengan menghitung logaritma natural dari total aset LnSIZE = Logaritma natural total asset Komisaris Independen Komisaris Independen menurut Muh Arief Effendi . dalam bukunya mengemukan bahwa Komisaris Independen adalah: AuKomisaris yang bukan merupakan anggota manajemen, pemegang saham mayoritas, pejabat atau dengan cara lain yang berhubungan langsung atau tidak langsung dengan pemegang saham mayoritas dari suatu perusahaan yang mengawasi pengelolaan perusahaan. Komisaris Independen menunjukan bahwa keberadaan mereka sebagai wakil pemegang saham independen . termasuk mewakili kepentingan lainnya misalnya inverstor. Ay Pada dasarnya semua Komisaris Independen bersifat independen, mereka diharapkan mampu melaksanakan tugas-tugasnya secara independen, semata-mata demi kepentingan perusahaan, dan terlepas dari pengaruh berbagai pihak yang memiliki kepentingan yang dapat berbenturan dengan kepentingan Metode Pengambilan Sampel Teknik pengambilan sampel merupakan cara-cara yang dilakukan untuk memperoleh data dan keterangan-keterangan yang diperlukan dalam penelitian. Teknik pengambilan sampel data penelitian ini menggunakan Studi Pustaka. Studi Pustaka dilakukan dengan mempelajari dan mengambil data dari literatur terkait dan sumber-sumber lain seperti buku, catatan, maupun laporan hasil penelitian terdahulu yang dianggap dapat memberikan informasi mengenai penelitian ini. Populasi Menurut Sugiyono . , populasi adalah wilayah generalisasi terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh perusahaanperusahan Sektor Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2016-2021. Sampel Sampel merupakan bagian dari populasi yang ingin di teliti oleh peneliti. Menurut Sugiyono . AuSampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Ay Sehingga sampel merupakan bagian dari populasi yang ada, sehingga untuk pengambilan sampel harus menggunakan cara tertentu yang didasarkan oleh pertimbangan-pertimbangan yang ada. Dalam teknik pengambilan sampel ini penulis menggunakan teknik sampling purposive. Sugiyono . menjelaskan bahwa: AuSampling Purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan Ay Dari pengertian diatas agar memudahkan penelitian, penulis menetapkan sifat-sifat dan katakteristik yang digunakan dalam penelitian ini. Teknik Pengambilan Sampel. Perusahaan Manufaktur yang Konsisten Untuk Mempublikasikan Laporan Keuangan di Bursa Efek Indonesia atau website perusahaan pada periode tahun 2016, 2017, 2018, 2019, 2020, dan 2021. Perusahaan Manufaktur yang Tidak Mempublikasikan Laporan Keuangan di Bursa Efek Indonesia atau website perusahaan pada periode tahun 2016, 2017, 2018, 2019, 2020, dan 2021. Perusahaan Manufaktur yang Mengalami Kerugian Selama Periode 2016, 2017, 2018, 2019, 2020. Perusahaan Manufaktur yang Laporan Keuangannya Tidak Menggunakan Mata Uang Rupiah. Perusahaan Manufaktur yang Tidak Menerbitkan Data Professional Fee HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Statistik Deskriptif Memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai mean, standar Deviasi. Maksimum. Minimum, median. Swekness Kurtosis,Jarque-bera, probability. Tabel 4. Hasil Analisis Data Deskriptif Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis FEE Jarque-Bera Probability Sum Sum Sq. Dev. Observations SUBS INDS ROA SIZE DKI Keterangan : : Fee Audit : Kompleksitas Perusahaan : Jenis Industri : Profitabilitas Klien : Ukuran Perusahaan : Komisaris Independen Estimasi Regresi Data Panel Regresi data Panel dapat dilakukan dengan menguji tiga model analisis yaitu Common. Fixed Random dan Effect, masing-Masing model memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing pemilihan model tergantung pada asumsi yang dipakai peneliti dan pemenuhan syarat-syarat pengolahan data statistik yang benar. Common Effect Model (CEM ) Tabel 4. Hasil Uji egresi Data Panel CEM Dependent Variable: FEE Method: Panel Least Squares Date: 10/26/22 Time: 11:00 Sample: 2016 2021 Periods included: 6 Cross-sections included: 39 Total panel . observations: 234 Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. SUBS INDS ROA SIZE DKI R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Fixed Effect Model (FEM) Tabel 4. Hasil Uji Regresi Data Panel FEM Dependent Variable: FEE Method: Panel Least Squares Date: 10/26/22 Time: 11:06 Sample: 2016 2021 Periods included: 6 Cross-sections included: 39 Total panel . observations: 234 Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. SUBS INDS ROA SIZE DKI Effects Specification Cross-section fixed . ummy variable. R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Random Effect Model (REM) Tabel 4. Hasil Uji Regresi Data Panel REM Dependent Variable: FEE Method: Panel EGLS (Cross-section random effect. Date: 10/26/22 Time: 11:07 Sample: 2016 2021 Periods included: 6 Cross-sections included: 39 Total panel . observations: 234 Swamy and Arora estimator of component variances Variable SUBS INDS ROA SIZE DKI Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. Rho Effects Specification Cross-section random Idiosyncratic random Weighted Statistics R-squared Adjusted R-squared of regression F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Sum squared resid Durbin-Watson stat Unweighted Statistics R-squared Sum squared resid Mean dependent var Durbin-Watson stat Pemilihan Model Estimasi Model Uji Chow Uji Chow adalah pengujian untuk menentukan antar model Common Effect . Fixed Effect, dan Random Effect yang lebih tepat digunakan dalam mengetimasi data Panel Hipotesis dalam uji Chow dalam penelitian sebagai berikut: H0 : Model mengikuti Common Effect Model (CEM) jika Probabilitas Cross Ae section F dan Cross Ae section chi-square > . Ha : Model mengikuti Fixed Effect Model (FEM) jika Probabilitas Cross Ae section F dan Cross Ae section chi-square < . Apabila dari Hasil Uji tersebut ditentukan model yang Common Effect digunakan, maka perlu melakukan Uji Lagrange Mutplier test (LM AeTest ) untuk menentukan antar model fixed effect yang digunakan maka perlu melakukan uji lanjutan yaitu uji Hausman untuk menentukan Model Fixed ata random yang digunakan. Tabel 4. Hasil Uji Chow Redundant Fixed Effects Tests Equation: EQ01 Test cross-section fixed effects Effects Test Cross-section F Cross-section Chi-square Statistic Prob. -38,19 Hasil pada Tabel 4. 6 menunjukkan Probability dari Cross-Section chi-square sebesar 0,0000 < . maka sesuai dengan Kriteria Keputusan maka pada model ini menggunakan model Fixed. karena pada uji chow yang dipilih menggunakan model Fixed maka perlu melakukan pengujian lanjutan dengan uji Hausman untuk menentukan model fixed atau random yang digunakan. Uji Hausman Untuk memilih model yang digunakan apakah sebaiknya menggunakan Random Effect Model (REM) atau Fixed Effect Model (FEM). Pengujian ini dapat dilihat pada nilai probabilitas (Pro. Cross Ae section random dengan hipotesis sebagai berikut : H0 : Model mengikuti Random Effect Model (REM) jika nilai Probabilitas (Pro. Cross Ae section random > . Ha : Model mengikuti Fixed Effect Model (FEM) jika nilai probabilitas (Pro. Cross Ae section random < . Tabel 4. Hasil Uji Hausman Correlated Random Effects - Hausman Test Equation: EQ01 Test cross-section random effects Test Summary Cross-section random Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. Prob. Untuk menentukan hasil pada uji hausman adalah dengan menilai Probability Cross Sectionnya apabila < 0,05 maka model yang digunakan adalah Fixed Tetapi apabila Probability > 0,05 maka model yang digunakan adalah random pada tabel 4. 7 menunjukan nilai probability Cross Section Random sebesar 0. 9346 > 0,05 artinya pada hasil uji hausman memilih menggunakan model Random. Uji Lagrange Multipler (LM) Uji Lagrange Multipler tidak dapat di Uji. Uji Asumsi Klasik Persyaratan statistik yang harus dipenuhi pada analisis Regresi yang menggunakan pendekatan Ordinary Least Squared (OLS) dalam teknik estimasinya. Dengan demikian perlu atau tidaknya pengujian asumsi klasik tergantung pada hasil pemilihan estimasi model regresi. Dalam regresi data panel model yang berbasis Ordinary Least Squared (OLS) adalah Common Effect Model (CEM) dan Fixed Effect Model (FEM), dengan demikian perlu dilakukan uji asumsi klasik apabila model regresi yang digunakan dalam bentuk Common Effect Model (CEM) atau Fixed Effect Model (FEM). Sebaliknya, apabila persamaan regresi lebih cocok menggunakan Random Effect Model (REM), maka tidak perlu dilakukan uji asumsi klasik, karena Random Effect Model (REM) menggunakan pendekatan General Least Squared (GLS) dalam teknik estimasinya. Uji Asumsi Klasik terdiri dari uji Lineritas. Autokorelasi. Multkolinieritas dan Normalitas. Walaupun demikian, tidak semua uji dilakukan dalam regresi data panel, hanya Uji Multikolinieritas dan Heteroskedastisitas saja yang diperlukan. Uji Multikolineritas. Uji Multikolineritas digunakan untuk mengetahui apakah terjadi hubungan yang saling mempengaruhi antara variabel bebas yang diteliti. FEE SUBS INDS ROA SIZE DKI FEE SUBS INDS ROA SIZE DKI Uji Heteroskedasitas Uji ini digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya ketidaksamaan varian dari residual model regresi data Residual Cross-Section Dependence Test Null hypothesis: No cross-section dependence . in residuals Equation: EQ01 Periods included: 6 Cross-sections included: 39 Total panel observations: 234 Note: non-zero cross-section means detected in data Cross-section means were removed during computation of correlations Test Statistic Prob. Breusch-Pagan LM Pesaran scaled LM Pesaran CD Pengujian Hipotesis Uji Kelayakan Model (Uji F) Untuk menjelaskan apakah semua variable bebas yang dimasukan ke dalam model secara bersamasama mempunyai pengaruh terhadap variable terikat, atau dengan kata lain model fit atau tidak. Apabila Uji F tidak berpengaruh maka penelitian tidak layak untuk dilanjutkan karena model penelitian tidak mampu menjelaskan adanya hubungan antara variable independen dengan dependen. Bisa juga hal ini terjadi karena adanya hubungan antar variable independen (Multikolinearita. sehingga menyebabkan model penelitian menjadi tidak fit. Hipotesis dalam Uji F adalah sebagai berikut : Berdasarkan perbandingan F Ae statistic dengan F tabel H0 : Jika nilai F-statistic < F Tabel Ha : Jika nilai F-statistic > F Tabel Jika F-statistik < F Tabel. Maka H0 diterima yang artinya variable independen (X) secara bersamasama tidak berpengaruh terhadap variable dependen (Y). Namun sebaliknya, jika F-statistik > F Tabel, maka Ha diterima artinya variable independen (X) secara bersama Ae sama berpengaruh terhadap variable dependen (Y) Berdasarkan Probabilitas H0 : Jika nilai Prob(F-statisti. > 0,05 Ha : Jika nilai Prob(F-statisti. < 0,05 Jika Prob(F-statisti. > 0,05, maka H0 diterima yang artinya variable independen (X) secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap variable dependen (Y). Namun sebaliknya, jika Prob(F-statisti. < 0,005, maka Ha diterima artinya variable independen (X) secara bersama- sama berpengaruh terhadap variable dependen (Y). Tabel 4. Hasil Uji Pengujian Hipotesis Dependent Variable: FEE Method: Panel Least Squares Date: 10/26/22 Time: 11:06 Sample: 2016 2021 Periods included: 6 Cross-sections included: 39 Total panel . observations: 234 Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. SUBS INDS ROA SIZE DKI Effects Specification Cross-section fixed . ummy variable. R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Pada output diatas menunjukka bahwa nilai F-statistic sebesar 8,789618, sementara F Tabel dengan tingkat = 5%, df1 . = 5 dan df2 . = 39 didapat nilai F Tabel sebesar 8,789618 . Dengan demikian F-statistic 8,789618 > F Tabel . ,789. dan nilai Prob(F-statisti. 0,000000 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima, maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variable Ae variable independen dalam penelitian ini yang terdiri dari Kompleksitas perusahaan. Jenis Perusahaan. Profitabiitas Klien. Ukuran Perusahaan, dan Komisaris Independen secara bersama Ae sama memiliki pengaruh terhadap Fee Audit. KESIMPULAN DAN SARAN Dari hasil penelitian yang dilakukan dengan judul AuKompleksitas Perusahaan. Jenis Industri. Profitabilitas Klien. Ukuran Perusahaan, dan Komisaris Independen Terhadap Fee AuditAy dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Kompleksitas Perusahaan berpengaruh signifikan terhadap Fee Audit. Jenis Industri berpengaruh signifikan terhadap Fee Audit. Profitabilitas Klien berpengaruh signifikan terhadap Fee Audit. Ukuran Perusahaan berpengaruh signifikan terhadap Fee Audit. Komisaris Independen berpengaruh signifikan terhadap Fee Audit. Saran-Saran Penelitian selanjutnya dapat menambahkan variabel independen seperti Komite audit dan Kualitas Audit. Memperluas sampel penelitian dengan tidak hanya menguji perusahaan manufaktur tapi juga perusahaan di industri lainnya. DAFTAR PUSTAKA