Journal of S. Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Training E-ISSN 2620-7699 | P-ISSN 2541-7126 https://doi. org/10. 37058/sport Evaluasi Kurikulum Merdeka Tahun 2022 Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Krisna Maulana Sudrahat1. Tatang Muhtar2. Dewi Susilawati3. Pasca Sarjana Pendidikan Jasmani. Universitas Pendidikan Indonesia Pasca Sarjana Pendidikan Jasmani. Universitas Pendidikan Indonesia Pasca Sarjana Pendidikan Jasmani. Universitas Pendidikan Indonesia Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program kurikulum merdeka tahun 2022 pada mata pelajaran PJOK di SMA Negeri 26 Bandung. Penelitian ini mengkaji bagaimana program, penerapan dan dampak kurikulum merdeka pada mata peleajaran PJOK. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian ini melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi sehingga dapat mendeskripsikan objek penelitian tanpa mempengaruhi keadaan dan secara apa adanya. Hasil dari penelitian ini terdapat kendala yang dihadapi oleh sekolah baik dari komponen guru, sarana prasarana, sumberdaya pendukung dan siswa tentunya. Namun hal tersebut dapat di antisipasi dengan solusi seperti mengikuti pelatihan, penyamaan paradigm dan konsisten. Pada pelaksanan kurikulum merdeka dalam pelajaran PJOK tidak terlalu banyak perubahan dari kurikulum sebelumnya. Aktivitas siswa merupakan hal yang utama atau pembelajaran terpusat pada siswa . tudent Keberlanjutan pelaksanaan kurikulum merdeka harus disesuaikan dengan kesanggupan dan konsistensi dalam pelaksanaannya. Berbagai hambatan tentu ada dan evaluasi bisa dijadikan solusi dalam penerapan kurikulum merdeka. Seperti yang kita ketahui bahwa kurikulum merdeka merupakan penyempurna kurikulum-kurikulum sebelumnya. Namun yang membedakannya dari kurikulum merdeka ini terdapat projek yang berbeda di setiap mata pelajaran sehingga membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan berpariatif. Kata Kunci: Kurikulum Merdeka. Evaluasi. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) Abstract This research aims to explore the 2022 independent curriculum program for Physical Education. Sports, and Health (PJOK) subjects in SMA Negeri 26 Bandung. The study examines how the independent curriculum program is designed, implemented, and its impact on the PJOK subject. This research adopts a descriptive approach with a qualitative design in the form of a case study. The methods employed include observation, interviews, and documentation to provide a comprehensive description of the research object without influencing its natural The findings reveal challenges faced by the school, including issues related to teachers, facilities, supporting resources, and students. However, these challenges can be addressed through solutions such as training participation, paradigm alignment, and consistency. The implementation of the independent Correspondence author: Krisna Maulana Sudrahat. Universitas Pendidikan Indonesia. Indonesia. Email: krisna250398@gmail. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume . Nomor 3 2023 | 771-788 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. curriculum in the PJOK subject does not show significant changes from the previous curriculum. Student activities are prioritized, emphasizing studentcentered learning. The sustainability of the independent curriculum implementation must align with the school's capacity and consistency in execution. Despite the various obstacles, evaluations can serve as solutions in refining the independent curriculum application. As we know, the independent curriculum aims to improve upon its predecessors, with the notable feature of unique projects in each subject, enhancing the enjoyment and variety of the learning experience. Keywords: Independent Curriculum. Evaluation. Physical Education. Sports, and Health (PJOK) PENDAHULUAN Pembelajaran seumur hidup sangat penting untuk pertumbuhan pribadi (Djuhartono et al. , 2. Pendidikan menyediakan jalur bagi individu untuk mewujudkan potensi penuh mereka sebagai peserta didik melalui perolehan pengetahuan dan keterampilan (Fitri, 2. Mata pelajaran PJOK (Pendidikan Jasmani. Olahraga, dan Kesehata. yang diajarkan di sekolah memiliki peran penting dengan memberikan kesempatan langsung kepada siswa untuk terlibat dalam berbagai pengalaman belajar, beberapa di antaranya melibatkan fisik, olahraga, dan kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan. (Tauhidman Ramadan, 2. Pendidikan jasmani akan menjadi komponen yang sangat esensial dan relevan di sekolah jika diarahkan dengan benar, membekali siswa secara fisik dan psikis (Iyakrus, 2. Tujuan pendidikan Aupengembangan keterampilan berpikir kritis, kestabilan emosi, keterampilan sosial, penalaran, dan tindakan moral melalui partisipasi dalam aktivitas jasmani dan olahraga. Ay (Sriningsih, 2. Pengembangan menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, informasi, teknologi dan kebutuhan zaman (Julaeha et al. , 2. Kemunculan pandemi COVID-19 pada akhir Desember 2019, menjadi salah satu titik di mana keberlangsungan pendidikan khususnya di Indonesia mengalami Krisis pembelajaran yang telah terjadi diiringi dengan kondisi kedaruratan pandemi COVID-19 sangat berdampak terhadap perubahan Krisna Maulana Sudrahat. Tatang Muhtar. Dewi Susilawati Evaluasi Kurikulum Merdeka Tahun 2022 Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan pendidikan di Indonesia. Pada kasus ini, pendidikan harus ikut berubah dan berkembang mengikuti kebijakan akibat keberadaan pandemi COVID-19 agar pendidikan dapat tetap mencapai tujuan pembelajaran sesungguhnya (Nafrin & Hudaidah, 2. Salah satunya dalam proses pembelajaran yang beralih menjadi pembelajaran jarak jauh karena terbatasnya waktu untuk berkumpul dan belajar dikelas di mana sistem ini pada akhirnya disepakati oleh sekolah dan universitas karena keadaannya yang mendesak (Churiyah et al. , 2. Hal ini secara tidak langsung berdampak terhadap intensitas belajar baik karena pada dasarnya tidak ada yang siap 100% untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh khususnya pada negaranegara berkembang yang memerlukan upaya lebih dari berbagai aspek untuk dapat melaksanakannya dengan baik (Hamdan et al. , 2. serta terhambat oleh infrastruktur yang buruk seperti jaringan listrik, jaringan Internet, aksesibilitas yang sulit, serta kemampuan digital yang cukup rendah (Onyema et al. , 2. Diterapkannya berkembang sesuai potensi dan kemampuan yang dimiliki sehingga penerapann kurikulum merdeka mendapatkan pembelajaran yang kritis, berkualitas, ekspresif, aplikatif, variative dan progresif. AuSerta adanya perubahan kurikulum baru ini diperlukan kerjasama, komitmen yang kuat, kesungguhan dan implementasi nyata dari semua pihak, sehingga profil pelajar pancasila dapat tertanam pada peserta didikAy (Aransyah et al. Kurikulum Indonesia intrakulikuler yang beragam (Ummi Inayati, 2. Observasi awal, di SMA Negeri 25 Bandung sedang diadakan kegiatan monev . onitoring dan evaluas. terkhusus bagi guru-guru pembelajaran yang akan di sampaikan oleh guru kepada peserta didik. Pada kurikulum 2013 setiap Pendidik wajib menyusun perangkat Perangkat pembelajaran tersebut seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume . Nomor 3 2023 | 771-788 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. Silabus. Program Tahunan. Program Semester. Standar Kompetensi dan Standar Isi, serta berbagai macam item lainnya. Pada pelaksanaan Kurikulum Merdeka pembelajarannya terjadi di dalam kelas cenderung monoton yang menyebabkan peserta didik Alasannya bahwa guru sebagai fasilitator kurang mampu berinovasi dan berkreativitas dalam menyampaikan pembelajaran serta pembelajaran di sekolah terutama pada penyusunan perangkat ajar yang berupa Modul Ajar. Setiap sekolah diberikan kebebasan tersendiri untuk merancang Modul Ajar yang akan dilakukan dalam proses belajar mengajar, tak terkecuali SMA Negeri 25 Bandung. Terdapat beberapa guru merasa kebingungan dalam menyusun Modul Ajar dikarenakan tidak adanya sosialisasi berkaitan dengan merancang modul kurikulum tersebut. Berdasarkan hasil observasi pada tanggal 30 Maret 2023 penulis memperoleh informasi dan data bahwa di SMA Negeri 25 Bandung terdapat jumlah guru sebanyak 71 guru. Pada kenyataannya dari hasil observasi tersebut diperoleh data sebagian besar kemampuan guru-guru tersebut dalam merancang Modul Ajar pada Kurikulum Merdeka sangat rendah, dan hanya beberapa guru yang memahami pembuatan Modul Ajar. Kurangnya pelatihan menjadi kendala awal dalam merancang modul ajar, keterbatasan waktu pendidik yang padat dari pukul 06. 30 sampai 00 WIB menyebabkan para guru jarang bertukar informasi. Faktor lain yang menyebabkan guru belum terlatih, karena menganggap membuat modul ajar itu sulit dan membutuhkan waktu yang lama. Sedangkan guru sudah sibuk dengan kegiatan mengajar di kelas dan kegiatan sekolah lainnya. Faktor-faktor inilah yang membuat guru kurang terlatih dalam pembuatan modul dan lebih memilih menggunakan bahan ajar di pasaran. Pembuatan modul ajar sangat penting dan membantu guru dalam pembelajaran, apalagi ketika guru berhalangan hadir, modul dapat mengajarkan konsep secara mandiri, hal ini sesuaia dengan karakteristik modul yang mampu berdiri sendiri (Aransyah et al. , 2. Krisna Maulana Sudrahat. Tatang Muhtar. Dewi Susilawati Evaluasi Kurikulum Merdeka Tahun 2022 Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Solusi dari permasalahan kurang mampunya guru SMA Negeri 25 Bandung dalam merancang modul ajar yaitu dengan memberikan pelatihan dan menghadirkan pakar modul ajar. Jika hal itu tidak mampu memberikan solusi, maka tahap selanjutnya bisa dengan cara mengikuti pelatihanpelatihan yang ada di media online. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka akan dilakukan penelitian yang membahas tentang AuEvaluasi Kurikulum Merdeka Tahun 2022 Pada Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di SMA Negeri 25 BandungAy. METODE Dalam peneitian ini penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang merupakan sebuah penelitian dengan tujuan mengungkapkan objek penelitian tanpa mempengaruhi keadaan dan secara apa adanya. Lokasi dalam penelitian ini yakni di SMA Negeri 25 Bandung Jl. Baturaden Vi NO. Mekar Jaya. Kec. Rancasari. Kota Bandung. Jawa Barat, dengan kode pos 40613. Subjek dalam penelitian ini adalah Waka Kurikulum. Guru mata pelajaran PJOK dan Siswa. Subjek ini akan menjadi target penelitian dalam mengumpulkan informasi tentang Evaluasi Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran PJOK karena para narasumber ini merupakan pihak yang terlibat langsung dalam menentukan program dan pelaksanaan kebijakan. HASIL Kurikulum yang digunakan di SMA Negeri 25 Bandung terdiri dari Kelas X menggunakan Kurikulum Merdeka. Kelas XI menggunakan Kurikulum Merdeka dan Kelas XII menggunakan Kurikulum 2013. Akan tetapi pada tahun pelajaran 2023/2024 akan sepenuhnya menggunakan Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume . Nomor 3 2023 | 771-788 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. Kurikulum Merdeka. Hal tersebut diperoleh informasi awal seusai penulis melakukan observasi pada tanggal 21 Mei 2023. AuBahwasannya pada tahun pelajaran 2023/2024 kelas XII akan sama seperti kelas X dan XI menggunakan Kurikulum Merdeka. SMA Negeri 25 Bandung menjadi sekolah rujukan bagi sekolah menengah atas di Provinsi Jawa Barat yang telah berhasil melaksanakan Kurikulum MerdekaAy ucap Waka Kurikulum. Hasil Penelitian Data hasil penelitian diperoleh melalui teknik wawancara. Wawancara dilakukan terhadap tiga orang responden yang dianggap representatif terhadap masalah dalam penelitian ini. Berikut ini merupakan responden dalam penelitian ini yaitu Jajang Sudrajat. Pd. Waka Kurikulum SMA Negeri 25 Bandung sebagai responden triangulasi sumber. Khalid Mawardi. Pd. Guru Pendididkan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) SMA Negeri 25 Bandung dan Anisa jumaira dan Yanuar, sebagai peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 25 Bandung Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan di SMA Negeri 25 Bandung dengan melalui tahapan yang terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Evaluasi Kurikulum Merdeka Tahun 2022 pada Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di SMA Negeri 25 Bandung bahwa Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran PJOK ditempuh dengan strategi dan faktor pendukung. Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran PJOK lebih relevan dan interaktif serta memberikan dampak yang baik dalam proses pembelajaran. Data yang diperoleh dari wawancara berupa jawaban responden atas pertanyaan yang diajukan oleh peneliti. Data tersebut disajikan dalam bentuk kutipan. Kutipan tersebut berisi paparan atas jawaban responden. Jawaban responden sangat beragam isinya mengenai berbagai informasi terkait evaluasi kurikulum merdeka tahun 2022 pada mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SMA Negeri 25 Bandung. Penerapan Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 25 Bandung dimulai tahun pelajaran 2021/2022 hingga sekarang, tepatnya pada kelas X dan XI seperti yang dikatakan oleh Waka Kurikulum AuPelaksanaan kurikulum Krisna Maulana Sudrahat. Tatang Muhtar. Dewi Susilawati Evaluasi Kurikulum Merdeka Tahun 2022 Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merdeka di SMA Negeri 25 Bandung sudah berjalan dua tahun untuk kelas X dan XI menggunakan kurikulum merdeka dan kelas XII menggunakan Kurikulum 2013, walaupun pada awalnya terdapat berbagai kendala, namun dengan mengikuti pelatihan. In House Training (IHT) dan berbagai masalah-masalah Pada Pelaksanaan Implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 25 Bandung berjalan lancarAy. Kurikulum merdeka merupakan program pemerintah yang dibuat untuk menyempurnakan kurikulum sebelumnya, dengan berbagai kendala dalam pelaksanaanya tetapi hal tersebut dapat diatasi dengan berbagai pelatihan dan penguatan-penguatan di satuan pendidikaan. Seperti yang dikatakan oleh guru Penjas seperti berikut ini. AuKurikulum merdeka itu merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengembalikan proses pembelajaran sesuai dengan filosopi KH. Dewantara, selain itu kurikulum merdeka juga memiliki tujuan mewujudkan karakter pelajar pancasila atau kita kenal profil pelajar pancasila, dimana pembelajaran terpusat pada peserta didikAy. tudent cente. Bukan hanya itu, dalam pelaksanaanya kurikulum merdeka harus ditunjang oleh berbagai komponen. Selain guru, tentu siswa juga harus ikut andil dalam rangka menyukseskan keterlaksanaan kurikulum merdeka ini. Yanuar mengatakan. AuKurikulum merdeka adalah kurikulum baru yang dikeluarakan oleh dinas pendidikan yang di mulai pada angkatan saya tahun 2020-2021 dimana kurikulum ini berfokus pada keaktifan siswa, pada dasarnya kurikulum merdeka memberikan ruang yang sangat lebar untuk siswa lebih banyak berinteraksi dan mengeksplor pembelajaranAy. tudent cente. Sedangkan Anisa mengatakan. AuHampir sama dengan yanuar, namun menurut saya di kurikulum merdeka terdapat hal yang baru yaitu projek, dimana setiap tingkatan kelas dan mata pelajaran mendapatkan projek yang berbeda, pada intinya kami lebih banyak praktik,interaksi. Ay . Berdasarkan pendapat di atas, pelaksanaan kurikulum merdeka di Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume . Nomor 3 2023 | 771-788 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. SMA Negeri 25 Bandung berjalan dengan lancar dan disambut baik oleh seluruh komponen sekolah tersebut. Terdapat kendala-kendala. Kendalakendala tersebut antara lain penyamaan paradigma, sumber daya manusia dan konsistensi dalam pelaksanaan kurikulum merdeka. Namun, hal tersebut dapat di atasi seperti yang dikatakan waka kurikulum SMA Negeri 25 Bandung seperti berikut ini. AuMinimal ada tiga yang harus dipersiapkan, yang pertama adanya penyamaan paradigma dari berbagai komponen terutama guru dalam hal ini yang menjadi ujung tombak pelaksanaan kurikulum merdeka dan adaptasi terhadap kemajuan teknologi, yang kedua, harus adanya inovasi dan berani tampil beda dari kurikulum terdahulu,bagaimanapun kurikulum merdeka merupakan penyempurna dari kurikulum-kurikulum sebelumnya, yang ketiga, perlunya pengorbanan waktu, materi, tenaga dan pikiran dalam penerapan kurikulum merdeka, dalam hal ini perlunya partisipasi dari semua pihak agar keterlaksanaan kurikulum merdeka di SMA Negeri 25 Bandung terlaksana dengan baikAy. Selain perlunya pengorbanan waktu, materi, tenaga dan pikiran, adanya penyamaan paradigma dari berbagai komponen dan berani berinovasi juga diperlukan dalam pelaksanaan kurikulum merdeka. Kendala yang dihadapi setiap mata pelajaran pun bervariasi. Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi juga ditemukan berbagai kendala yang dihadapi. Hal tersebut sesuai dengan penjelasan Guru Mata Pelajaran PJOK di SMA Negeri 25 Bandung seperti berikut ini. AuDalam penerapannya kendala yang dihadapi sebagai guru yaitu terletak pada administrasi dengan tuntutan berbagai hal, kemudian sulitnya menerapkan metode pelajaran yang harus memperhatikan kesesuaian minat anak dan dengan waktu pelajaran. Dijumpai dikelas yang berbeda kelebihannya, projek yang dilaksanakan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hariAy. Penerapan Kurikulum Merdeka penulisan administrasi dan metode pembelajaran yang digunakan. Hal ini Krisna Maulana Sudrahat. Tatang Muhtar. Dewi Susilawati Evaluasi Kurikulum Merdeka Tahun 2022 Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan harus disesuaikan dengan memerhatikan minat dan waktu pembelajaran. Namun, dari berbagai kendala tersebut dapat diatasi dengan beberapa cara seperti yang dikatakan Guru PJOK sebagai berikut. AuAdanya kolaborasi, diskusi, informasi dari berbagai sumber termasuk dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) khususnya. Untuk kendla disiswa mungkin lebih ke managemen penyelenggara agar lebih memperhatikan managemen siswa terutama di projek. Ay. Berbeda dengan guru, kendala yang di hadapi oleh peserta didik tentu harus di perhatikan juga. Anisa mengatakan: AuMungkin perbedaanya di kurikulum merdeka terdapat projek di setiap pelajaran dan lebih banyak mengenal dan berinteraksi dengan lingkungan maupun masyarakatAy. Sementara itu yanuar mengatakan: AuYang dirasakan dalam pembelajaran sehari-hari sama saja, kita praktik , tes , tetapi pada kurikulum merdeka ini terdapat projek, jadi disitu mungkin ada kegiatan tambahan untuk kita sebagai siswa terjun kelapangan langsungAu. Adanya perbedaan di setiap kurikulum tentu akan menimbulkan pula kendala yang harus di hadapi, selain adanya program baru yang harus dilaksanakan oleh peserta didik sebagai contoh adanya projek, tentu harus pula disesuaikan dengan tugas tambahan yang harus diikuti oleh siswa. Kesesuaian penerapan kurikulum merdeka di suatu sekolah tentu akan berdampak pada seluruh aspek yang harus ada pada program Adanya kelemahan dan kelebihan pada setiap pembaharuan kurikulum menjadi bahan evaluasi yang harus segera diperbaiki. Kesesuaian penerapan kurikulum merdeka khususnya dalam pelajaran Pendidikan Jasmani. Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di SMA Negeri 25 Bandung menurut hasil wawancara bersama guru olahraga sebagai berikut. AuSudah sesuai, karena sebelumnya pun di pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) selalu mengedepankan keterampilan, hanya saja sekarang ada penekanan di projek dan profil Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume . Nomor 3 2023 | 771-788 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. sebagainyaAy. Adanya projek sebagai program tambahan pada kurikulum merdeka terutama dalam pembelajaran jasmani olahraga dan kesehatan(PJOK) membuat nilai-nilai yang ada ddalamnya lebih ditekankan. Walaupun sudah sesuai tetap ada yang harus dievaluasi untuk keberlanjutan dalam penerapan kurikulum merdeka di SMA Negeri 25 Bandung. Waka kurikulum AuPertama penerapan kurikulum merdeka dangan melaksanakan supervisi, yang kedua, manajemen P5, perlunya waktu khusus dalam pelaksanaan P5 di tengah keterbatasan waktu pembelajaran. Sumber Daya Manusia (SDM) dalam hal ini fasilitator baik di tingkat pusat maupun di wilayah, untuk yang lain sudah cukup baik. Ay. Evaluasi sebagai kontrol untuk keberlanjutan penerapan kurikulum merdeka baik program, manajemen,Sumber Daya Manusia (SDM) maupun faktor lain yang mendukung lainnya harus tetap di perhatikan. Dengan demikian keberlanjutan penerapan kurikulum merdeka di SMA Negeri 25 Bandung dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, seperti yang dikatakan oleh waka kurikulum yaitu sebagai berikut. AuMenurut saya, bisa! Dengan segala komponen dan pendekatannya mengedepankan praktik daripada teori, dengan demikian penerapan berkelanjutanAu. Dengan segala dan komponen dan pendekatannya diharapkan kurikulum merdeka dapat dilaksanakan secara berkelanjutan khususnya di SMA Negeri 25 Bandung. Pembahasan Penelitian ini memaparkan data yang diperoleh penulis dari Penerapan kurikulum merdeka di SMA Negeri 25 Bandung sudah berjalan selama dua tahun dengan berbagai kendala yang dihadapi Krisna Maulana Sudrahat. Tatang Muhtar. Dewi Susilawati Evaluasi Kurikulum Merdeka Tahun 2022 Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan baik oleh komponen guru maupun siswa. Namun pada pembahasan ini, peneliti akan lebih dahulu memaparkan temuan-temuan yang dihasilkan pada saat wawancara bersama responden. Temuan pertama adalah pelaksanaan kurikulum merdeka di SMA Negeri 25 Bandung sudah dilaksanakan selama dua tahun dan hanya kelas X dan XI yang melaksanakan kurikulum tersebut. Namun berdasarkan hasil wawancara tidak menutup kemungkinan pelaksanaan kurikulum merdeka pada tahun-tahun selanjutnya akan melibatkan seluruh tingkatan, mengingat evaluasi di setiap pelaksanaan kurikulum merdeka sudah mulai Dari hasil penelaahan dalam penelitian (Sumarsih et al. , 2. ditemukan adanya kurikulum merdeka yang menjadi acuan di sekolah penggerak, yang menghasilkan siswa yang berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, gotong royong, rasa kebhinekaan. Kepala sekolah penggerak mendorong berbagai macam program partisipatif, unik, dan banyak inovasi. Memupuk kerja sama dengan guru-guru yang mendukung pemimpinnya berpartisipasi dalam mewujudkan sekolah penggerak. Kurikulum merdeka yang mulai diuji coba pada tahun 2020 dan akan mulai diterapkan pada tahun 2022. Kurikulum Merdeka ini pertama kali dicetuskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yaitu Nadiem Makarim pada 2019, hal ini dilatarbelakangi dari hasil penelitian Programme for International Student Assessment (PISA) yang dilaksanakan pada tahun 2019 dengan hasil penilaian peserta didik yang ada di Indonesia hanya menduduki posisi keenam dari bawah, sehingga dengan hasil penelitian ini mendikbud mencetuskan konsep kurikulum yang baru. Kurikulum merdeka memiliki konsep kemandirian dan kemerdekaan bagi pendidikan yang ada di Indonesia untuk menentukan sendiri cara atau metode terbaik yang dapat digunakan selama proses belajar mengajar (Afida et al. , 2. Temuan kedua adalah berbagai kendala yang dihadapi oleh sekolah baik dari komponen guru, sarana prasarana, sumberdaya pendukung dan siswa tentunya. Menjalankan program apapun tentu akan ada tantangan atau kendala yang harus dihadapi agar keterlaksanaan program tersebut tetap berjalan. Kendala pertama adalah tentu dengan kemajuan teknologi Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume . Nomor 3 2023 | 771-788 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. dan perkembangan zaman, para guru diharuskan beradaptasi dengan hal tersebut, mengingat di kurikulum merdeka terdapat beberapa program baru seperti adanya projek, profil pelajar pancasila yang dimana tentunya menggunakan teknologi untuk pelaksanaanya. Namun hal tersebut dapat di antisipasi dengan solusi seperti Pelatihan atau bimtek. Penyamaan Paradigma dan Konsisten Adanya berbagai pelatihan dengan mendatangkan narasumber yang kompeten dibidangnya membuat kemungkinan kendala-kendala yang presentasenya, minimlanya bapak/ibu guru tidak terlalu khawatir akan kendala-kendala yang muncul karena sudah melalui berbagai pelatihan. Tidak kalah penting juga bahwa penyamaan paradigma baik oleh kepala sekolah sebagai pemangku kebijakan dan guru-guru sebagai ujung tombak pada keterlaksanaan kurikulum merdeka juga dapat memperkecil adanya kendala yang dihadapi pada program tersebut. Dengan adanya hal tersebut menjadikan seluruh unsur yang ada saling melengkapi satu sama lain. Kemudian selain hal itu, konsisten dalam pelaksanaan penerapan kurikulum merdeka juga merupakan salah satu cara agar kendala-kendala yang muncul dapat di atasi dan di evaluasi untuk keberlangsungan kurikulum merdeka di SMA Negeri 25 Bandung. Dengan berbagai kendala yang dihadapi kurikulum tetap menjadi acuan untuk melaksanakan Pendidikan di sekolah. Pendidikan selalu berkaitan dengan kurikulum. Kurikulum merupakan alat yang dipergunakan untuk mencapai tujuan pendidikan sehingga bisa dikatakan bahwa kurikulum merupakan rujukan bagi proses pelaksanaan pendidikan di Indonesia (Angga et al. , 2. Meskipun beberapa kali di Indonesia melakukan perubahan dan Pendidikan. Perubahan digambarkan sebagai sesuatu yang alamiah dan selalu akan terjadi, artinya segala sesuatu dalam kehidupan ini sudah pasti akan terus mengalami perubahan, termasuk dalam dunia pendidikan. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan dapat dilihat dari munculnya berbagai Krisna Maulana Sudrahat. Tatang Muhtar. Dewi Susilawati Evaluasi Kurikulum Merdeka Tahun 2022 Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan pembelajaran, media pembelajaran, maupun hal-hal yang berkaitan dengan ranah pendidikan. Salah satu yang dapat terlihat adalah perubahan kurikulum di Indonesia yang dilakukan sebagai bentuk antisipasi perkembangan dan kebutuhan abad ke-21 yang merupakan bentuk penyempurnaan kurikulum berbasis karakter sekaligus kompetensi (Darise. Setiap terjadi perubahan pada kurikulum, guru harus mampu beradaptasi, mulai dari prinsip pembelajaran sampai pada proses asesmen, serta kerja sama yang baik antara siswa, guru, dan juga orang tua agar implementasi kurikulum dapat berjalan dengan optimal (Megandarisari. Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan bahwa pada hakikatnya kurikulum itu ada pada guru, jika guru tidak bisa mendalami kurikulum yang berlaku, maka tujuan pendidikan yang diinginkan tidak akan tercapai sehingga kemampuan guru dalam beradaptasi menjadi suatu hal yang penting meskipun memerlukan waktu (Yanti & Fernandes, 2. Temuan ke tiga adalah pelaksanaan kurikulum merdeka pada pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Pada pelaksanannya kurikulum merdeka dalam pelajaran PJOK tidak terlalu banyak perubahan dari kurikulum sebelumnya. Aktivitas siswa merupakan hal yang utama atau pembelajaran terpusat pada siswa . tudent cente. Sama halnya dengan kurikulum sebelumnya pada pelajaran PJOK siswa Yang membedakannya pada kurikulum merdeka terdapat beberpa program yang tidak ditemui di kurikulum sebelumnya seperti adanya projek dan profil pelajar pancasila atau P5. Pada intinya pelaksanaan kurikulum merdeka pada pembelajaran PJOK di SMA Negeri 25 Bandung berjalan dengan baik. Temuan keempat adalah hal-hal yang harus dipersiapkan dalam melaksanakan kurikulum merdeka. Seperti keterangan yang diberikan oleh waka kurikulum ada tiga yang harus dipersiapkan dalam rangka pelaksanaan kurikulum merdeka di SMA Negeri 25 Bandung yaitu Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume . Nomor 3 2023 | 771-788 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. Paradigma. Adanya inovasi dan berani tambil beda, dan Pengorbanan. Pentingnya penyamaan paradigma dalam pelaksanaan kurikulum merdeka membuat kendala atau hambatan yang muncul mudah diselesaikan, karena dapat saling melengkapi satu sama lain. Kemudian adanya inovasi dan berani tampil beda dalam pelaksanaan kurikulum merdeka membuat lebih beragam, inovatif,dan aplikatif baik dalam penggunaan bahan ajar, metode ajar ataupun model pembelajaran yang Selanjutnya tentu apa bila ada yang di usahakan pasti ada yang harus di korbankan. Adanya program baru, ivovasi baru maupun hal lain yang berhubungan dengan pelaksanaan kurikulum merdeka pasti ada yang harus dikorbankan. Dalam pelaksanaanya tentu guru maupun siswa harus bisa mengorbankan waktu, tenaga fikiran bahkan materi dalam rangka pelaksanaan kurikulum merdeka. Sebagai contoh Adanya projek. P5 tentunya akan berpengaruh pada waktu pelaksanaan dan unsur yang terlibat didalamnya. Dengan ketiga hal tersebut kesiapan pelaksanaan kurikulum merdeka dapat silaksanakan dengan baik di SMA Negeri 25 Bandung. Selain ketiga hal tersebut dalam pelaksanaan kurikulum merdeka ini selalu mengedepankan konsep merdeka belajar seperti yang di kemukakan oleh (Marisa, 2. Pada Kurikulum Merdeka, mengedepankan konsep AuMerdeka BelajarAy bagi siswa yang dirancang untuk membantu pemulihan krisis pembelajaran yang terjadi akibat adanya pandemi COVID19. Penggunaan teknologi dan kebutuhan kompetensi di era sekarang ini. Kurikulum Merdeka Pemanfaatan teknologi yang semakin masif serta program lain yang Sekolah Penggerak. Guru Penggerak. SMK Pusat Keunggulan (SMK-PK), dan sebagainya menjadi salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka untuk pemulihan krisis pembelajaran. Temuan kelima adalah keberlanjutan penerapan kurikulum merdeka di SMA Negeri 25 Bandung. Keberlanjutan pelaksanaan suatu program tentu harus disesuaikan dengan kesanggupan dan konsistensi dalam pelaksanaan kurikulim merdeka. Berbagai hambatan tentu ada dan Krisna Maulana Sudrahat. Tatang Muhtar. Dewi Susilawati Evaluasi Kurikulum Merdeka Tahun 2022 Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan evaluasi bisa dijadikan solusi dalam penerapan kurikulum merdeka. Seperti yang kita ketahui bahwa kurikulum merdeka merupakan penyempurna kurikulum-kurikulum sebelumnya. Seperti hasil wawancara bersama responden, bahwa segala komponen dan pendekatan keberlanjutan kurikulum merdeka di SMA Negeri 25 Bandung dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Secara berkelanjutan penerapan kurikulum merdeka harus menyesuaikan dengan kemajuan teknologi, perkembangan zaman dan tentunya kebijakan yang mendasari kurikulum tersebut. Kurikulum merdeka belajar memberikan kebebasan kepada peserta didiknya dalam kegiatan belajarnya, peserta didik bebas untuk mengemukakan pendapatnya, melakukan diskusi baik dengan peserta didik maupun dengan pengajarnya. Kegiatan ini sama halnya dengan yang dilakukan oleh Paulo Freire dalam pendidikan pembebasan, peserta didik membebaskan dirinya untuk menyatakan pendapatnya (Madhakomala et al. , 2. Pelaksanaan Kurikulum Merdeka sangat bergantung pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Hal tersebut terlihat dengan dikembangkannya platform untuk membantu dalam pengimplementasian Kurikulum Merdeka. Selain itu, pelibatan komunitas belajar sebagai tempat berbagi praktik baik dengan melibatkan guru, siswa dan akademisi. Berdasarkan hal tersebut diharapkan dapat terlihat gambaran ideal mengenai implementasi Kurikulum Merdeka sehingga seluruh stakeholder yang terlibat dapat secara optimal dalam upaya pemulihan pembelajaran pasca pandemi COVID-19 (Tono Supriatna Nugraha, 2. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan penelitian yang disimpulkan bahwa program kurikulum merdeka di SMA Negeri 25 Bandung sudah berjalan selama dua tahun untuk kelas X dan XI, kemudian Implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) secara keseluruhan berjalan lancar walaupun dengan berbagai kendala namun hal trsebut dapat teratasi dengan baik, dan dampak kurikulum merdeka pada pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) tidak terlalu Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume . Nomor 3 2023 | 771-788 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. berpengaruh besar, karena pada kurikulum sebelumnya pun siswa dituntut membedakannya dikurikulum merdeka ini terdapat projek yang berbeda di menyenangkan dan berpariatif. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis dokumen tentang program kurikulum merdeka pada SMA Negeri 25 Bandung pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan diperoleh program meliputi Capaian Pembelajaran PJOK. Alur Tujuan Pembelajaran PJOK dan Modul Ajar PJOK. Implementasi kurikulum merdeka di SMA Negeri 25 Bandung sudah dilaksanakan selama dua tahun, yaitu tahun pelajaran 2021/2022 dan 2022/2023 dan hanya kelas X dan XI. Pada pelaksanannya kurikulum merdeka dalam pelajaran PJOK tidak terlalu banyak perubahan dari kurikulum sebelumnya. Aktivitas siswa merupakan hal yang utama atau pembelajaran terpusat pada siswa . tudent cente. Keberlanjutan pelaksanaan suatu program tentu harus disesuaikan dengan kesanggupan dan konsistensi dalam pelaksanaan kurikulim tersebut. Segala komponen dan pendekatan keberlanjutan kurikulum merdeka di SMA Negeri 25 Bandung dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Secara berkelanjutan penerapan kurikulum merdeka harus menyesuaikan dengan kemajuan teknologi, perkembangan zaman dan tentunya kebijakan yang mendasari kurikulum itu. Penggunaan kurikulum merdeka di SMA Negeri 25 Bandung berdampak pada pelaksanaan pembelajaran, terutama pada aspek Ada tiga yang harus dipersiapkan dalam rangka pelaksanaan kurikulum merdeka di SMA Negeri 25 Bandung yaitu paradigma, adanya inovasi dan berani tampil beda, dan pengorbanan. REFERENSI