Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: DimaSTIKa e-ISSN: 3109-1148 Vol. No. Tahun 2025. Hal. 220Ae236 Strategi Peningkatan Mutu Belajar Mengajar Sekolah Berbasis Pondok Pesantren di Smk Darussalam Subah di Desa Kemiri Barat Kecamatan Subah Kabupaten Batang Helmi Abdul Latif1*. Miladia Laila2. Nadia Sofiyatul Aliyah3. Luthfiyah Azizah4. Luthfil Hakim5. Hafidhotun Nadhiroh6. Amir Mustaszar7. Lubna Aula Nafisah8. Aisyah Kamelia9 1,2,3,4,5,6,7,8,9Sekolah Tinggi Islam Kendal Email Corespondensi: Helmiabdullatif@stikkendal. *Corespondensi Author Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi peningkatan mutu belajar mengajar pada sekolah berbasis pondok pesantren di SMK Darussalam Subah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan sekolah untuk mengintegrasikan nilai-nilai pesantren dengan integritas pendidikan formal agar tercapai kualitas pembelajaran yang unggul. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa strategi utama dalam peningkatan mutu pembelajaran, antara lain: penguatan kompetensi guru melalui program pelatihan dan pembinaan rutin, penerapan model pembelajaran terpadu yang memadukan kurikulum nasional dengan kurikulum pesantren, pembiasaan budaya integritas di lingkungan sekolah, serta optimalisasi peran pengasuh pesantren dan guru sebagai teladan dalam pembentukan karakter siswa. Selain itu, penerapan manajemen sekolah berbasis pesantren yang menekankan kedisiplinan, akhlak, dan tanggung jawab turut memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar siswa. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan SMK Darussalam Subah efektif dalam meningkatkan mutu belajar mengajar sekaligus membentuk keseimbangan antara aspek akademik, spiritual, dan moral peserta didik. Kata kunci: Strategi Pembelajaran. Mutu Pendidikan. Pondok Pesantren. SMK Darussalam Subah. This is an open access article under the CCAeBY-SA license http://creativecommons. org/licenses/bysa/4. Strategi Peningkatan Mutu Belajar Mengajar Sekolah Berbasis Pondok Pesantren diA. Abstract This study aims to describe strategies for improving the quality of teaching and learning in Islamic boarding school-based education at SMK Darussalam Subah. The background of this research is based on the need to integrate pesantren values with the formal education system in order to achieve excellent learning outcomes. This study employed a qualitative approach with observation, interviews, and documentation techniques. The findings reveal several key strategies in improving the quality of learning, including strengthening teacher competencies through regular training and coaching programs, implementing an integrated learning model that combines the national curriculum with the pesantren curriculum, cultivating a religious culture within the school environment, and optimizing the role of pesantren caretakers and teachers as role models in studentsAo character development. addition, the implementation of pesantren-based school management, which emphasizes discipline, morality, and responsibility, has a positive impact on studentsAo learning motivation. The study concludes that the strategies applied by SMK Darussalam Subah are effective in improving the quality of teaching and learning while fostering a balance between academic, spiritual, and moral aspects of students. Keywords: learning strategies, education quality. Islamic boarding school. SMK Darussalam Subah. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan bangsa, karena melalui pendidikan dapat tercipta generasi yang berilmu, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman. Dalam konteks Indonesia, lembaga pendidikan memiliki beragam model dan karakteristik, salah satunya adalah sekolah berbasis pondok pesantren. Model pendidikan ini tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai 221ntegrati, moral, dan kedisiplinan yang menjadi ciri khas pesantren. 1 Kombinasi antara pendidikan umum dan pendidikan keagamaan menjadikan sekolah berbasis pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak peserta didik yang unggul, baik secara intelektual maupun spiritual. Mutu belajar mengajar menjadi salah satu 221ntegr penentu keberhasilan Mutu dalam konteks ini mencakup kualitas perencanaan, pelaksanaan, 1 Zamroni. Pendidikan untuk Demokrasi. Jakarta: PSAP Muhammadiyah. 2 Mastuhu. Dinamisasi Sistem Pendidikan Pesantren. Jakarta: INIS. Helmi Abdul Latif. hingga evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan diterima oleh siswa. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa peningkatan mutu belajar mengajar bukanlah hal yang mudah, karena dipengaruhi oleh banyak 222ntegr, seperti kompetensi pendidik, sarana dan prasarana, metode pembelajaran, hingga motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi yang terarah dan terencana agar mutu belajar mengajar dapat terus meningkat, terutama di sekolah berbasis pondok pesantren. SMK DARUSSALAM Subah merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menerapkan 222ntegr pendidikan berbasis pondok pesantren. Sekolah ini berupaya mengintegrasikan pendidikan kejuruan dengan pendidikan pesantren, sehingga menghasilkan lulusan yang tidak hanya terampil di bidang kejuruan, tetapi juga memiliki landasan akhlak yang kuat. Namun, tantangan yang dihadapi cukup kompleks, mulai dari perbedaan latar belakang siswa, keterbatasan fasilitas, hingga kebutuhan adaptasi dengan perkembangan teknologi dalam proses pembelajaran. Hal ini menuntut adanya strategi yang tepat dalam meningkatkan mutu belajar Strategi peningkatan mutu belajar mengajar di sekolah berbasis pondok pesantren tidak bisa dilepaskan dari filosofi pendidikan pesantren itu sendiri. Nilainilai seperti kemandirian, keikhlasan, kedisiplinan, serta keteladanan menjadi modal penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif. Guru sebagai pendidik tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing dan teladan bagi para siswa. 5 Oleh karena itu, strategi yang diterapkan harus menyentuh aspek akademik sekaligus aspek spiritual, sehingga tercapai keseimbangan dalam pendidikan. Selain itu, penerapan strategi peningkatan mutu di SMK DARUSSALAM Subah juga perlu menyesuaikan dengan perkembangan era digitalisasi. Perubahan global menuntut lembaga pendidikan untuk terus berinovasi, termasuk dalam penggunaan 3 Sallis. Total Quality Management in Education. London: Kogan Page. 4 Tilaar. Manajemen Pendidikan Nasional. Bandung: Remaja Rosdakarya. 5 Madjid. Bilik-bilik Pesantren. Jakarta: Paramadina. Strategi Peningkatan Mutu Belajar Mengajar Sekolah Berbasis Pondok Pesantren diA. teknologi sebagai sarana pembelajaran. 6Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi belajar, serta memperluas akses informasi bagi siswa. Dengan demikian, integrasi antara nilai-nilai pesantren dan pemanfaatan teknologi modern menjadi kunci penting dalam menjaga mutu belajar mengajar di sekolah ini. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Pendekatan ini dipilih karena penelitian berupaya menggambarkan SMK DARUSSALAM Subah berbasis pondok pesantren. Pendekatan kualitatif dipandang sesuai karena mampu memahami makna, proses, dan situasi yang berlangsung dalam konteks nyata tanpa harus mengandalkan data kuantitatif. 7 Penelitian ini dilaksanakan di SMK DARUSSALAM Subah, sebuah sekolah berbasis pondok pesantren yang mengintegrasikan pendidikan kejuruan dan keagamaan. Subjek penelitian adalah guru, siswa, serta aktivitas pembelajaran yang berlangsung di sekolah dan lingkungan pesantren. 8 Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dua cara utama, yaitu: Observasi, yaitu pengamatan langsung terhadap proses belajar mengajar, aktivitas siswa, serta interaksi guru dan siswa dalam kegiatan akademik maupun non-akademik. 9 Dokumentasi, yaitu pengumpulan data dari berbagai dokumen yang relevan, seperti kurikulum,tata tertib sekolah, serta dokumen kegiatan pesantren. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles & Huberman yang mencakup tiga tahap utama: reduksi data, penyajian data, dan penarikan 6 UNESCO. ICT in Education: A Critical Literature Review and Its Implications. Paris: UNESCO. 7 Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. 8 Creswell. Qualitative Inquiry & Research Design . th ed. Thousand Oaks. CA: Sage. 9 Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif. Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. 10 Arikunto. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Helmi Abdul Latif. 11 Analisis dilakukan sejak data mulai dikumpulkan hingga penelitian selesai, sehingga proses pengolahan data berlangsung secara berkesinambungan. Keabsahan data diperiksa dengan menggunakan teknik triangulasi, khususnya triangulasi teknik. Peneliti membandingkan hasil observasi dengan dokumen yang diperoleh, sehingga dapat diperoleh gambaran yang lebih akurat dan HASIL DAN PEMBAHASAN Perencanaan Strategi Dan Pengaplikasikan Sekolah Berbasis Pondok Pesantren Perencanaan strategi di SMK DARUSSALAM Subah dilakukan dengan mengintegrasikan kurikulum nasional dengan kurikulum pesantren. Hal ini tercermin dari jadwal kegiatan yang memadukan pelajaran umum,dan kejuruan13 Strategi ini menekankan keseimbangan akademik dan pembinaan akhlak. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan pendekatan integrative, yaitu menghubungkan nilai-nilai agama dengan materi kejuruan. Guru menggunakan metode ceramah, diskusi, praktik lapangan, serta pembiasaan ibadah harian di 14 Salah satu contoh adalah kegiatan keagamaan yaitu sholat dhuha yang dilaksanakan di pagi hari. Gambar 1. Sholat Dhuha BerjamaAoah Sumber:PPL SMK Darussalam Subah 2025 11 Miles. Huberman. , & Saldaya. Qualitative Data Analysis. Thousand Oaks. CA: Sage. 12 Patton. Qualitative Research & Evaluation Methods. Thousand Oaks. CA: Sage. 13 Dokumen Kurikulum SMK DARUSSALAM Subah, 2025 14 Observasi Kegiatan Belajar Mengajar. SMK DARUSSALAM Subah, 2025. Strategi Peningkatan Mutu Belajar Mengajar Sekolah Berbasis Pondok Pesantren diA. Selain itu ada juga kegiatan keagamaan di SMK Darussalam setiap Hari JumAoat yaitu Ziarah Ke Maqbaroh Pendiri Yayasan Darussalam Almagfurlah K. Ahmad Damanhuri YaAokub. Gambar 2. Ziarah Ke Maqbaroh Pendiri Yayasan Sumber : PPL SMK Darussalam Subah 2025 SMK Darussalam Subah sebagai sekolah berbasis pondok pesantren pada umumnya memiliki pola khusus dalam mengaplikasikan kegiatan belajar mengajar (KBM). Penerapannya tidak hanya menekankan pada aspek akademik . lmu pengetahuan umum dan keterampilan kejurua. , tetapi juga menekankan pada aspek spiritual, moral, dan pembinaan karakter santri. Di SMK Darussalam Subah ada fasilitas asrama/pondok pesantren,ada siswa yang memilih bermukim di pesantren dan ada juga yang yang memilih tidak mukim . , tetapi ketika di sekolahan seluruh siswa harus taat aturan baik yang mukim ataupun yang tidak mukim. asrama juga sudah dibagi menjadi dua yaitu, asrama yang khusus tahfidz dan asrama untuk kitab. Sistem pendidikan disini yang berbasis pesantren yang membiasakan siswa hidup disiplin, mandiri, dan taat aturan. Jadwal harian bagi siswa yang bermukim di 15 Observasi Kegiatan Belajar Mengajar. SMK DARUSSALAM Subah, 2025 16 Observasi Kegiatan Belajar Mengajar. SMK DARUSSALAM Subah, 2025 Helmi Abdul Latif. pesantren diatur ketat mulai dari bangun pagi, shalat berjamaah, mengaji, belajar, hingga kegiatan sore dan malam hari. Para Guru dan ustadz tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan dalam sikap, akhlak, dan ibadah. Model ini membuat siswa terbiasa meniru kebiasaan baik, seperti rajin shalat, membaca Al-QurAoan, dan bersikap Kegiatan ekstakurikuler di SMK Darussalam Subah juga memadukan kegiatan ekstrakurikuer umum dan islami antara lain19: OSIS. Pramuka. PMR. IPNU/IPPNU. English Club. Bola Voli. Bulu Tangkis. Passda. Pagar Nusa. Sepak Bola. Takraw. Tenis Meja. BTQ. Tilawatil Quran. Fotografi Dan Jurnalistik. SMK Darussalam Subah mengaplikasikan KBM berbasis pondok pesantren dengan mengintegrasikan pendidikan formal kejuruan dan pendidikan pesantren yang menekankan ilmu agama, akhlak, kedisiplinan, serta pembiasaan ibadah dalam keseharian siswa. Gambar 3. Suasana KBM Di SMK Darussalam Subah Sumber : PPL SMK Darussalam Subah 2025 . Faktor Pendukung 17 Observasi Kegiatan Belajar Mengajar. SMK DARUSSALAM Subah, 2025 18 Observasi Kegiatan Belajar Mengajar. SMK DARUSSALAM Subah, 2025 19 Observasi Kegiatan Belajar Mengajar. SMK DARUSSALAM Subah, 2025 20 Observasi Kegiatan Belajar Mengajar. SMK DARUSSALAM Subah, 2025 Strategi Peningkatan Mutu Belajar Mengajar Sekolah Berbasis Pondok Pesantren diA. Faktor pendukung utama adalah budaya religius yang kuat di lingkungan sekolah, dukungan yayasan, dan tenaga pengajar yang berkompeten. 21 Pembahasan: Temuan ini sesuai dengan teori Mastuhu tentang dinamika pesantren yang menggabungkan nilai tradisi dan kebutuhan modern. Berikut adalah faktor pendukung Peningkatan Mutu Belajar Mengajar Berbasis Pondok Pesantren di SMK Darussalam Subah antara lain23: Dukungan Pimpinan Sekolah dan Yayasan Salah satu faktor kunci dalam keberhasilan Peningkatan Mutu Pendidikan adalah adanya dukungan penuh dari Pimpinan Sekolah. Yayasan. Serta Pengasuh Pondok Pesantren. Komitmen pimpinan yang kuat untuk terus mengembangkan Mutu Belajar Mengajar menjadi pondasi utama. Dukungan ini terlihat dari kebijakan sekolah yang konsisten mengintegrasikan sistem Pendidikan Formal dengan Pendidikan Pesantren, memberikan ruang inovasi bagi Guru, serta menyediakan kesempatan pelatihan dan pengembangan Profesionalisme Guru. Kedisiplinan dan Kultur Pesantren Lingkungan Disiplin. Kebersamaan. Kemandirian. Dan Religiusitas. Kultur ini sangat mendukung proses pembelajaran karena siswa dibiasakan hidup teratur, menghormati waktu, dan mematuhi aturan. Nilai-nilai ini tidak hanya menumbuhkan karakter pribadi yang baik, tetapi juga menciptakan iklim belajar yang kondusif. Suasana religius pesantren juga menumbuhkan kesadaran spiritual yang menjadi landasan kuat dalam menuntut ilmu. Kualitas dan Kompetensi Tenaga Pendidik Guru di sekolah berbasis pondok pesantren memiliki kompetensi ganda, yakni kompetensi akademik sekaligus kompetensi keagamaan. Hal ini menjadi faktor pendukung karena guru tidak hanya berperan sebagai pendidik dalam aspek kognitif, tetapi juga sebagai teladan dalam aspek afektif dan spiritual. Guru yang 21 Observasi Kegiatan Belajar Mengajar. SMK DARUSSALAM Subah, 2025 22 Tilaar. Manajemen Pendidikan Nasional. Bandung: Remaja Rosdakarya. 23 Observasi Kegiatan Belajar Mengajar. SMK DARUSSALAM Subah, 2025 Helmi Abdul Latif. berkualitas, berdedikasi, dan berakhlak mulia akan mempengaruhi semangat belajar siswa serta meningkatkan mutu pembelajaran. Partisipasi Orang Tua dan Masyarakat Keterlibatan orang tua dan masyarakat sekitar sangat berpengaruh terhadap Peningkatan Mutu Belajar Mengajar. Orang tua yang mendukung anaknya untuk mengikuti kegiatan sekolah dan pesantren, baik dengan dukungan moral maupun material, akan menambah motivasi siswa. Masyarakat sekitar yang peduli juga dapat menjadi mitra sekolah dalam menjaga lingkungan yang kondusif serta memberikan kontribusi dalam kegiatan sosial-keagamaan yang diadakan sekolah. Ketersediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Sarana dan prasarana yang memadai seperti ruang kelas yang nyaman, asrama santri, laboratorium komputer, laboratorium sains, perpustakaan, ruang ibadah, serta akses internet menjadi faktor penting dalam mendukung Dengan fasilitas yang cukup, siswa dapat belajar lebih optimal baik dalam aspek akademik maupun religius. Fasilitas ini juga mendukung penerapan metode pembelajaran yang bervariasi, kreatif, dan inovatif. Program Kegiatan Ekstrakurikuler dan Keagamaan Kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, olahraga, seni, dan organisasi siswa merupakan sarana pengembangan bakat dan minat siswa. Sementara kegiatan keagamaan seperti tahfidz Al-QurAoan, kajian kitab kuning, shalat berjamaah, dan kegiatan dakwah menjadi penguat dalam aspek spiritual. Kombinasi kegiatan akademik dan non-akademik ini mendukung pembentukan siswa yang unggul dalam kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan sosial. Motivasi dan Semangat Belajar Siswa Santri atau siswa yang terbiasa dengan sistem pondok pesantren biasanya memiliki motivasi belajar yang tinggi karena lingkungan yang menuntut kemandirian, kesederhanaan, dan kedisiplinan. Mereka terbiasa belajar tidak hanya di kelas, tetapi juga di asrama, masjid, maupun dalam kegiatan harian. Semangat belajar inilah yang menjadi modal penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran, karena keberhasilan pendidikan sangat dipengaruhi oleh motivasi dari peserta didik itu sendiri. Strategi Peningkatan Mutu Belajar Mengajar Sekolah Berbasis Pondok Pesantren diA. Integrasi Kurikulum Umum dan Keagamaan Keunggulan sekolah berbasis pondok pesantren adalah kemampuannya mengintegrasikan kurikulum formal dari pemerintah dengan kurikulum khas Integrasi ini menjadi faktor pendukung karena siswa tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan umum tetapi juga memiliki dasar agama yang kuat. Hal ini menciptakan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter islami dan berakhlak mulia. Lingkungan Belajar yang Religius dan Kondusif Lingkungan yang bernuansa religius seperti pesantren dapat memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi siswa dalam belajar. Suasana yang kondusif, jauh dari hal-hal negatif yang sering dijumpai di luar pesantren, membuat siswa lebih fokus dalam belajar. Nilai-nilai keagamaan yang diterapkan sehari-hari juga memperkuat pembentukan karakter dan kedisiplinan siswa. Secara keseluruhan faktor pendukung tersebut saling melengkapi dan memperkuat satu sama lain. Dengan adanya dukungan dari pimpinan, guru, orang tua, masyarakat, serta lingkungan pesantren yang religius, peningkatan mutu belajar mengajar di SMK Darussalam Subah dapat tercapai secara optimal. Strategi Peningkatan Mutu Belajar Di SMK Darussalam Subah Berikut adalah beberapa strategi peningkatan mutu belajar di SMK Darussalam Subah antara lain24 : Integrasi Kurikulum Formal dengan Kurikulum Pesantren Salah satu strategi penting adalah menggabungkan kurikulum pemerintah (Kurikulum Merdek. dengan kurikulum khas pesantren seperti kajian kitab kuning, tahfidz, dan pendidikan akhlak. Integrasi ini memastikan siswa tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan umum sesuai kebutuhan industri, tetapi juga memiliki dasar keagamaan yang kokoh dan karakter islami. Dengan cara ini, sekolah melahirkan lulusan yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan 24 Observasi Kegiatan Belajar Mengajar. SMK DARUSSALAM Subah, 2025 Helmi Abdul Latif. Mutu belajar mengajar sangat bergantung pada kualitas Guru. Oleh karena itu, sekolah perlu menerapkan strategi berupa pelatihan rutin, workshop metodologi pembelajaran, penggunaan teknologi, serta program sertifikasi guru. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga mampu menjadi teladan akhlak bagi siswa. Dengan peningkatan kompetensi berkelanjutan, guru bisa mengajar lebih inovatif, kreatif, dan efektif. Karena berbasis pesantren, strategi pembelajaran di SMK Darussalam Subah menekankan pada pembentukan karakter. Melalui kegiatan keagamaan seperti shalat berjamaah, dzikir bersama, pengajian rutin, dan program tahfidz, siswa dibentuk untuk memiliki akhlak yang mulia, disiplin, dan bertanggung jawab. Hal ini menjadi ciri khas mutu pendidikan pesantren yang membedakannya dari sekolah Strategi lain adalah penerapan model pembelajaran yang menekankan partisipasi aktif siswa, seperti problem based learning, project based learning, diskusi kelompok, presentasi, dan praktik langsung di lapangan. Metode ini tidak hanya membuat siswa lebih kritis dan kreatif, tetapi juga membantu mereka mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan nyata. Di era digital, teknologi menjadi sarana penting dalam meningkatkan mutu Sekolah bisa memanfaatkan e-learning, aplikasi pembelajaran online, multimedia interaktif, serta penggunaan internet untuk memperkaya materi. Dengan begitu, siswa terbiasa menggunakan teknologi secara positif dan produktif, tanpa meninggalkan nilai-nilai pesantren. Strategi mutu juga diwujudkan melalui rutinitas harian yang penuh nilai pendidikan, seperti bangun pagi tepat waktu, belajar diniyah sebelum masuk sekolah formal, membaca Al-QurAoan sebelum pelajaran dimulai, dan mengikuti doa Pembiasaan ini menumbuhkan disiplin, tanggung jawab, dan rasa kebersamaan yang menjadi fondasi penting dalam peningkatan mutu pendidikan. Peningkatan Sarana dan Prasarana Pembelajaran Strategi ini adalah penyediaan fasilitas belajar yang layak dan modern, misalnya ruang kelas yang nyaman, laboratorium komputer, laboratorium sains, perpustakaan digital, serta akses internet. Sarana yang baik akan mendukung Strategi Peningkatan Mutu Belajar Mengajar Sekolah Berbasis Pondok Pesantren diA. proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna, sehingga mutu pendidikan semakin meningkat. Mutu belajar tidak hanya ditentukan oleh pelajaran di kelas, tetapi juga oleh kegiatan pengembangan diri. Oleh karena itu, sekolah perlu memperkuat kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, olahraga, seni, debat, jurnalistik, kewirausahaan, hingga organisasi siswa. Kegiatan ini membantu siswa mengembangkan potensi diri, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, dan melatih kerja sama tim. Strategi penting lainnya adalah memberikan pendampingan intensif kepada siswa, baik akademik maupun non-akademik. Guru bisa memberikan bimbingan belajar tambahan, konseling, atau motivasi spiritual agar siswa tetap semangat Dengan perhatian yang personal, siswa merasa dihargai dan termotivasi untuk mencapai prestasi lebih tinggi. Mutu pendidikan tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan orang tua dan Sekolah bisa membuat strategi berupa forum komunikasi orang tua, pertemuan rutin wali murid, kegiatan bakti sosial, dan program pengabdian Hal ini memperkuat sinergi antara sekolah, pesantren, keluarga, dan lingkungan sekitar. Evaluasi dan Monitoring Secara Berkala Untuk menjaga mutu, sekolah perlu membuat evaluasi rutin terkait proses belajar mengajar, baik dari sisi kurikulum, kinerja guru, maupun hasil belajar siswa. Evaluasi ini bisa dilakukan melalui rapat guru, supervisi kelas, penilaian siswa, serta survei kepuasan orang tua. Dengan evaluasi berkesinambungan, sekolah dapat memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kualitas secara berkelanjutan. Sebagai sekolah kejuruan berbasis pesantren. SMK Darussalam Subah juga dapat menekankan pendidikan kewirausahaan. Siswa dilatih untuk memiliki keterampilan hidup . ife skill. , mandiri secara ekonomi, dan kreatif dalam mencari peluang usaha. Strategi ini tidak hanya mendukung mutu pembelajaran, tetapi juga mempersiapkan siswa menjadi lulusan yang siap bekerja maupun berwirausaha. Strategi peningkatan mutu belajar mengajar di SMK Darussalam Subah berbasis pondok pesantren bukan hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga menyentuh aspek akhlak, spiritual, keterampilan, hingga kemandirian. Semua Helmi Abdul Latif. strategi ini saling melengkapi untuk mencetak generasi yang cerdas, religius, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global. Hasil penelitian yang dilakukan di SMK DARUSSALAM Subah menunjukkan bahwa strategi peningkatan mutu belajar mengajar berbasis pondok pesantren dilaksanakan secara terencana dan menyeluruh dengan mengintegrasikan pendidikan formal dan pendidikan pesantren. Sekolah tidak hanya mengacu pada kurikulum nasional, tetapi juga menambahkan kurikulum keagamaan khas Penggabungan ini menjadikan proses pembelajaran lebih komprehensif, sebab siswa tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan umum dan keterampilan kejuruan, tetapi juga pendidikan akhlak, spiritual, dan pembiasaan ibadah. Peran guru dan ustadz/ustadzah di sekolah ini sangat menonjol. Mereka tidak hanya berfungsi sebagai tenaga pendidik, tetapi juga menjadi figur teladan yang memberikan contoh nyata kepada para siswa. Observasi menunjukkan bahwa perilaku keseharian guru dan ustadz, seperti kedisiplinan, ketekunan ibadah, serta kejujuran dalam berbicara dan bertindak, mampu mendorong siswa untuk Faktor keteladanan ini terbukti sangat efektif dalam meningkatkan kualitas belajar karena siswa merasa memiliki motivasi dan semangat yang kuat untuk mengikuti ajaran dan perilaku positif guru maupun ustadz. Kedisiplinan juga menjadi faktor penting yang ditemukan dalam penelitian SMK DARUSSALAM Subah menerapkan aturan ketat terkait tata tertib berpakaian, kehadiran, kewajiban mengikuti kegiatan belajar, serta keteraturan dalam ibadah. Disiplin ini diawasi secara ketat oleh pihak sekolah maupun pengurus pesantren sehingga siswa terbiasa hidup tertata. Kebiasaan disiplin ini kemudian berpengaruh besar terhadap konsistensi mereka dalam belajar. Siswa menjadi lebih bertanggung jawab, tidak mudah menunda pekerjaan, serta memiliki kontrol diri yang baik. Strategi lain yang juga ditemukan adalah variasi metode pembelajaran. Guru di SMK DARUSSALAM menggunakan berbagai metode, mulai dari ceramah, diskusi kelompok, pembelajaran berbasis proyek, praktik langsung sesuai jurusan keahlian, hingga halaqah keagamaan yang khas pesantren. Penggunaan metode yang bervariasi terbukti mampu mengurangi kejenuhan, menumbuhkan rasa ingin tahu. Strategi Peningkatan Mutu Belajar Mengajar Sekolah Berbasis Pondok Pesantren diA. serta meningkatkan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini menjadikan proses belajar lebih hidup dan bermakna. Penelitian ini juga mengungkap bahwa pembinaan karakter dan spiritual menjadi prioritas penting. Program-program rutin seperti tadarus Al-QurAoan, kajian kitab kuning, shalat berjamaah, pengajian malam, dan pembiasaan dzikir telah menjadi bagian integral dari keseharian siswa. Aktivitas ini tidak hanya memperkuat pemahaman keagamaan, tetapi juga membentuk kepribadian yang religius, berakhlak mulia, dan disiplin. Dengan demikian, lulusan SMK DARUSSALAM tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan spiritual dan Selain itu, penelitian menemukan adanya hubungan baik antara pihak sekolah, pesantren, dan orang tua. Komunikasi yang intensif dilakukan melalui pertemuan wali santri, laporan perkembangan belajar, serta keterlibatan orang tua dalam kegiatan tertentu. Kerjasama ini membuat proses pendidikan menjadi lebih efektif karena orang tua ikut memantau perkembangan anaknya, sementara sekolah dan pesantren dapat lebih mudah memberikan arahan. Dukungan lingkungan sekitar yang religius juga memperkuat upaya peningkatan mutu pendidikan. Prestasi siswa di SMK DARUSSALAM juga menunjukkan peningkatan yang Data penelitian mengungkapkan bahwa siswa tidak hanya berhasil meraih prestasi akademik, seperti nilai ujian yang baik dan kemenangan dalam kompetisi kejuruan, tetapi juga prestasi non-akademik seperti lomba keagamaan, seni islami, dan olahraga. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa strategi yang diterapkan mampu menumbuhkan potensi siswa secara seimbang antara aspek intelektual, keterampilan, dan karakter. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi peningkatan mutu belajar mengajar berbasis pondok pesantren di SMK DARUSSALAM Subah terbukti efektif dan relevan. Integrasi pendidikan umum dan pesantren, keteladanan guru dan ustadz, kedisiplinan yang kuat, variasi metode pembelajaran, pembinaan karakter religius, serta dukungan orang tua dan lingkungan, menjadi faktor utama keberhasilan. Meskipun masih terdapat kendala, upaya perbaikan yang terus dilakukan menjadikan strategi ini sebagai model Helmi Abdul Latif. pendidikan yang mampu melahirkan generasi berilmu, berkarakter, dan berdaya saing di era modern. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa Strategi Peningkatan Mutu Belajar Mengajar Di SMK DARUSSALAM Subah Berbasis Pondok Pesantren dilaksanakan melalui pendekatan terpadu yang menggabungkan kurikulum nasional dengan kurikulum pesantren. Integrasi ini menghasilkan sistem pembelajaran yang seimbang antara ilmu pengetahuan umum, keterampilan kejuruan, dan pendidikan agama, sehingga siswa memiliki bekal yang lengkap untuk menghadapi kehidupan di masa depan. Peran guru dan ustadz menjadi faktor sentral dalam keberhasilan strategi ini. Guru berperan sebagai pendidik formal, sedangkan ustadz berperan sebagai pembina keagamaan dan akhlak. Keteladanan yang diberikan keduanya membuat siswa lebih termotivasi dalam belajar, lebih disiplin dalam menjalankan kewajiban, serta lebih tertata dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dalam keseharian siswa di lingkungan Kedisiplinan yang diterapkan di sekolah dan pesantren menjadi penopang utama dalam membentuk karakter siswa. Tata tertib yang tegas, pengawasan yang konsisten, serta pembiasaan yang berulang membuat siswa terbiasa hidup teratur. Disiplin ini kemudian berpengaruh positif terhadap mutu belajar, karena siswa mampu mengatur waktu belajar, ibadah, dan kegiatan lainnya dengan baik. Selain itu, variasi metode pembelajaran yang digunakan oleh guru menjadikan proses belajar lebih menarik dan menyenangkan. Metode ceramah, diskusi, praktik langsung, hingga halaqah kitab kuning membuat siswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga keterampilan dan pemahaman yang mendalam. Hal ini menunjukkan bahwa mutu belajar meningkat ketika pembelajaran bersifat aktif, kreatif, dan kontekstual. Pembinaan spiritual dan karakter religius menjadi keunggulan tersendiri dalam sistem pendidikan di SMK DARUSSALAM. Program tadarus Al-QurAoan, shalat Strategi Peningkatan Mutu Belajar Mengajar Sekolah Berbasis Pondok Pesantren diA. berjamaah, dzikir, dan pengajian rutin mampu memperkuat keimanan sekaligus membentuk sikap hidup yang positif. Karakter religius ini memberi dampak besar pada perilaku siswa, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Kerjasama antara sekolah, pesantren, dan orang tua terbukti memberikan pengaruh positif terhadap mutu belajar. Orang tua merasa lebih terlibat dalam perkembangan anak, sementara pihak sekolah lebih mudah memberikan arahan. Dukungan masyarakat sekitar yang religius semakin memperkuat atmosfer pendidikan yang kondusif. Prestasi siswa baik akademik maupun non-akademik menunjukkan peningkatan signifikan. Hal ini membuktikan bahwa strategi peningkatan mutu belajar yang diterapkan benar-benar efektif. Siswa tidak hanya berprestasi dalam bidang kejuruan, tetapi juga dalam bidang keagamaan, seni, dan olahraga. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa strategi peningkatan mutu belajar mengajar berbasis pondok pesantren di SMK DARUSSALAM Subah merupakan model pendidikan yang efektif, integratif, dan relevan dengan kebutuhan era modern. Strategi ini tidak hanya meningkatkan aspek akademik, tetapi juga membentuk karakter, spiritualitas, dan keterampilan siswa. Daftar Pustaka