ECO-BUILD JOURNAL PISSN: 2622-5336 EISSN: 2620-5416 Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal STIE MUHAMMADIYAH TANJUNG REDEB PENGARUH LUAS LAHAN DAN MODAL TERHADAP PENDAPATAN PETANI PADI DI KAMPUNG BUYUNG-BUYUNG KECAMATAN TABALAR Shandy Barkah Masdari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Tanjung Redeb ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modal kerja dan luas lahan terhadap pendapatan petani padi di Kampung Buyung-Buyung Kecamatan Tabalar. Selanjutnya penelitian ini diharapkan berguna sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi Pemerintah Kabupaten Berau guna menentukan strategi dan program dalam pengembangan tanaman pangan padi di Kabupaten Berau. Hasil penelitian diketahui bahwa hipotesis yang telah penulis ajukan bahwa faktor Luas Lahan dan Modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan Petani di Kampung Buyung-Buyung Kecamatan Tabalar diterima, karena berdasarkan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji F dimana Fhitung adalah sebesar 175 lebih besar dari Ftabel sebesar 4,74. Perlu adanya pembinaan secara terpadu kepada para petani agar dapat meningkatkan hasil produksinya melalui peningkatan ketrampilan dan pengetahuan dalam mengusahakan usaha pertanian. Hal ini mengingat bahwa Kabupaten Berau mempunyai wilayah yang sangat luas sehingga harus mampu memenuhi sendiri kebutuhan pangannya agar surplus dan menjadi daaerah lumbung pangan nasional sehingga mampu meningkatkan pendapatan daerah dan tidak tergantung lagi dengan daerah lainnya yang justru memiliki wilayah yang relatif lebih Kata kunci: Modal Kerja. Luas Lahan, dan Pendapatan Petani Padi PENDAHULUAN Latar Belakang Pembangunan ekonomi Kabupaten Berau diarahkan pada pembangunan seluruh sektor usaha, antara lain meliputi pertanian, kehutanan, perikanan, peternakan, perkebunan, pertambangan, perbankan, transportasi, pariwisata, komunikasi, perhotelan, dan jasa baik pada usaha-usaha berskala rumah tangga, kecil, menengah, maupun besar. Dalam beberapa tahun terakhir ini, pembangunan ekonomi Kabupaten Berau terus mengalami peningkatan yang sangat pesat. Hal ini tidak terlepas dari peran serta Pemerintah Daerah, swasta dan seluruh masyarakat secara aktif dalam pembangunan. Perkembang- an pembangunan ekonomi terjadi pada Volume 4. No. Oktober 2020. Hal. ECO-BUILD JOURNAL PISSN: 2622-5336 EISSN: 2620-5416 Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal STIE MUHAMMADIYAH TANJUNG REDEB seluruh sektor usaha, salah satunya adalah sektor pertanian. Pembangunan sektor pertanian didalamnya termasuk sub sektor tanaman pangan. Pertanian tanaman pangan, khususnya padi di Kabupaten Berau merupakan salah satu sumber mata pencaharian masyarakat di daerah ini yang juga dijadikan sebagai makanan pokok masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat di daerah ini telah mengembangkan pertanian tanaman pangan padi. Salah satu kampung di Kabupaten Berau yang telah mengembangkan pertanian padi adalah Kampung BuyungBuyung Kecamatan Tabalar. Sebagian besar masyarakat di kampung ini bekerja sebagai petani padi yang merupakan sumber pendapatan bagi kehidupan Namun demikian pertanian padi masih dilakukan dengan cara menunjukkan peningkatan hasil produksi Tinggi rendahnya produksi dan pendapatan petani padi di Kampung Buyung-Buyung sangat dipengaruhi oleh penggunaan faktor-faktor produksi, khususnya luas lahan pada sistem Peningkatan pendapatan petani padi tidak terlepas dari pengaruh faktor luas lahan. Dimana luasnya lahan sawah yang digarap oleh para petani semakin meningkat. Pembukaan lahan yang masih menganggur untuk dijadikan lahan sawah yang produktif telah meningkatkan produksi padi dan akhirnya telah mampu meningkatkan pendapatan petani. Inti latar belakang dalam penelitian ini adalah bagaimana untuk mendorong peningkatan pendapatan petani padi di Kampung BuyungBuyung, yaitu dengan mengetahui bagaimana pengaruh dan hubungan luas lahan terhadap peningkatan pendapatan petani padi. Dimana sampai dengan saat ini belum diketahui secara pasti tentang seberapa besar pengaruh luas lahan terhadap pendapatan petani padi di Kampung Buyung-Buyung Kecamatan Tabalar. Berdasarkan pemaparan tersebut di atas maka penulis bermaksud melakukan penulisan skripsi dengan memilih judul yaitu: AuPengaruh Luas Lahan dan Modal Kerja Terhadap Pendapatan Petani Padi di Kampung Buyung-Buyung Kecamatan TabalarAy. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang maka dapat dikemukakan rumusan masalah yaitu: Aubagaimanakah pengaruh luas lahan dan modal kerja terhadap pendapatan petani padi di Kampung Buyung-Buyung Kecamatan TabalarAy. Tujuan dan Kegunaan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modal kerja dan luas lahan terhadap pendapatan petani padi di Kampung Buyung-Buyung Kecamatan Tabalar. Selanjutnya penelitian ini diharapkan berguna sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi Pemerintah Kabupaten Berau guna menentukan strategi dan program dalam Volume 4. No. Oktober 2020. Hal. ECO-BUILD JOURNAL PISSN: 2622-5336 EISSN: 2620-5416 Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal STIE MUHAMMADIYAH TANJUNG REDEB pengembangan tanaman pangan padi di Kabupaten Berau. KAJIAN PUSTAKA Pengertian Pendapatan Tujuan pokok dijalankannya suatu kegiatan ekonomi oleh individu pendapatan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kelangsungan hidup. Pendapatan yang diterima adalah dalam bentuk uang, dimana uang adalah merupakan alat pembayaran atau alat pertukaran. Pendapatan yang diterima juga dapat dalam bentuk barang. Pendapatan menunjukan jumlah seluruh uang atau barang, yang dinyatakan dalam satuan rupiah yang diterima oleh individu atau masyarakat selama jangka waktu tertentu . iasanya satu bulan atau satu tahu. Pendapatan terdiri dari upah atau penerimaan tenaga kerja, pendapatan dari kepemilikan modal atau kekayaan seperti sewa dan bunga, serta pendapatan dari pemerintah seperti tujangan sosial atau asuransi Pendapatan yang dihasilkan oleh atau dibayarkan kepada individu atau masyarakat umumnya digunakan untuk konsumsi yaitu membeli barang-barang kebutuhan hidup. Sebagian lagi dari pendapatan tersebut juga ditabung atau diinvestasikan dalam suatu usaha atau Jadi pendapatan yang diterima individu atau masyarakat umumnya adalah untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan Winardi . menyatakan pengertian pendapatan seperti dipergunakan dalam ilmu ekonomi teoretika adalah hasil berupa uang atau hasil material lainnya yang dicapai dari penggunaan kekayaan atau jasa-jasa manusia bebas. Pendapat pengertian pendapatan dilihat dari segi material atau bentuknya, yaitu dapat berupa uang atau barang. Pendapatan yang diterima adalah sebagai hasil dari sumber-sumber ekonomi seperti kepemilikan modal atau kekayaan dan penggunaan tenaga kerja Semakin tinggi jumlah modal dan tenaga kerja yang digunakan maka semakin tinggi pula pendapatan yang Sebaliknya semakin rendah jumlah modal dan tenaga kerja yang digunakan maka semakin rendah pula Jadi ada hubungan yang positif antara modal dan tenaga kerja terhadap pendapatan. Namun demikian modal dan tenaga kerja yang dimiliki individu atau masyarakat adalah terbatas jumlahnya sehingga pendapatan yang diterima pun terbatas. Djojohadikusumo merupakan pembayaran jasa untuk masing-masing faktor produksi dalam proses ekonomi, bunga untuk modal, profit untuk pengusaha pemegang resiko, upah untuk tenaga kerja, dan sewa tanah untuk tanah. Pendapat ini menekankan bahwa pendapatan merupakan hasil dari Volume 4. No. Oktober 2020. Hal. ECO-BUILD JOURNAL PISSN: 2622-5336 EISSN: 2620-5416 Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal STIE MUHAMMADIYAH TANJUNG REDEB pembayaran atau balas jasa dari faktorfaktor produksi yang dimiliki individu atau masyarakat dalam kegiatan Faktor-faktor produksi atau sumber-sumber daya ekonomi dapat berupa modal, tenaga kerja dan tanah. Selanjutnya Ackley . menyatakan pendapatan seseorang individu dapat didefinisikan sebagai jumlah penghasilan yang diperolehnya dari jasa- jasa produksi, yang diserahkan pada waktu tertentu atau yang diperolehnya dari harta Pendapatan merupakan jumlah penghasilan dari balas jasa yang diperoleh dari kepemilikan faktor-faktor Pendapatan dari segi waktunya dapat digolongkan menjadi pendapatan harian yaitu pendapatan yang diterima setiap hari, pendapatan mingguan yaitu pendapatan yang hanya diterima sekali dalam seminggu, pendapatan bulanan yaitu pendapatan yang hanya diterima sekali dalam sebulan, dan pendapatan tahunan yaitu pendapatan yang hanya diterima sekali dalam setahun. Pada dasarnya manusia bekerja atau melakukan kegiatan ekonomi adalah Kemudian digunakan untuk keperluan konsumsi dan Jadi manusia berusaha untuk memenuhi kebutuhan yang beraneka ragam jenis maupun jumlahnya, manusia Pendapatan adalah semua uang dan barang yang diterima dalam suatu periode tertentu. Pendekatan untuk menghitung pendapatan menurut Sukirno Pendekatan Pendekatan pendapatan. Pendekatan hasil produksi. Pendekatan pengeluaran yang dihitung adalah nilai produksi yang diciptakan oleh faktor produksi yang dimiliki oleh seluruh masyarakat. Pendekatan pendapatan yang dihitung adalah pendapatan faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa. Pendekatan hasil produksi yang dihitung adalah nilai produksi yang diciptakan oleh faktorfaktor produksi yang ada di suatu negara, tanpa membedakan apakah faktor produksi itu milik orang lain/luar negeri atau warga negara itu sendiri. Luas Lahan Penggunaan lahan merupakan suatu hasil dari interaksi berbagai macam faktor yang menentukan keputusan perorangan. Pengertian luas lahan yang dikemukakan oleh Haryanto . adalah besarnya permukaan tanah yang digunakan dalam kegiatan budidaya pertanian, dimana berlangsungnya proses produksi dalam masyarakat petani. Lahan pertanian mempunyai manfaat yang sangat luas secara peranan tanah sebagai lahan pertanian mulai menurun. Modal Salah satu faktor produksi yang mempunyai peranan penting bagi perusahaan untuk menjalankan kegiatan usanya adalah modal. Berdasarkan sumbernya, modal dapat dibagi menjadi Volume 4. No. Oktober 2020. Hal. ECO-BUILD JOURNAL PISSN: 2622-5336 EISSN: 2620-5416 Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal STIE MUHAMMADIYAH TANJUNG REDEB dua, yaitu modal sendiri dan modal Dalam kegiatan usaha tidak ada perbedaan apapun antara modal sendiri maupun modal pinjaman. Kedua jenis besarnya hasil usaha. Modal lain yang merupakan pemberian atau donasi mempunyai kedudukan diantara modal modal sendiri dan modal pinjaman, karena modal ini ditambahkan dari luar tetapi tidak menimbulkan kewajiban tertentu bagi penerima. Untuk mendefinisikan pengertian mengenai modal, maka kita akan mengutip pendapat dari Mubyarto . dimana dikemukakan modal adalah barang atau uang yang secara bersama-sama faktor produksi tanah dan tenaga kerja menghasilkan barangbarang baru. Selanjutnya Mubyarto, . mencoba untuk mendefinisikan perusahaan yang dinilai dari banyaknya barang modal baik yang berbentuk uang ataupun barang yang dimiliki. Berdasarkan kedua pendapat diatsas, maka jelaslah bagi kita bahwa modal adalah semua alat produksi yang digunakan dalam proses produksi. Hal berhubungan erat dengan uang yang kemudian dapat diinvestasikan dalam bentuk barang-barang modal. HASIL PENELITIAN Kampung Buyung Buyung/ Radak masuk wilayah Administrasi Kecamatan Tabalar Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Berada di daerah pesisir Berau. Kampung Buyung- Buyung/ Radak memiliki dua wilayah, yaitu wilayah darat yang dikenal dengan Kampung Buyung-Buyung dan wilayah muara yang dikenal dengan Radak. Radak ke Buyung-Buyung hanya dapat ditempuh jalur air yaitu dengan mengikuti aliran sungai dengan durasi 20 menit menggunakan ketinting . erahu nelaya. Jarak tempuh dari kampung menuju pusat Kecamatan Tabalar adalah 20 km dengan waktu tempuh 40 menit menggunakan motor ataupun mobil. Berdasarkan Kampung Buyung-Buyung berbatasan langsung dengan Kampung Semurut di bagian barat dan selatan. Kampung Pilanjau. Kecamatan Sambaliung di bagian utara, serta Selat Makassar di bagian timur. Sedangkan untuk batas kampung secara kesepakatan belum ada, karena antar kampung belum menemui kesepakatan titik patok batas kampung. Batas kabupaten tidak sesuai dengan lapangan, tidak akurat. Secara geografis, pusat Kampung Buyung-Buyung koordinatX: 117. 80 Y: 1. 87, yakni di bagian paling utara Provinsi Kalimantan Timur. Jaringan Buyung-buyung mayoritas masih merupakan jalan tanah Belum diaspal namun tidak Volume 4. No. Oktober 2020. Hal. ECO-BUILD JOURNAL PISSN: 2622-5336 EISSN: 2620-5416 Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal STIE MUHAMMADIYAH TANJUNG REDEB begitu licin ketika hujan. Jalan aspal hanya ada di jalan masuk ke kampung sekitar 2 Km sedangkan jarak dari jalan poros kabupaten menuju pusat kampung adalah 3,5 Km. Sedangkan untuk jaringan jalan Radak hanya mengandalkan kayu ulin karena lokasinya yang berada di atas Jaringan pengairan kampung berasal dari sungai dan irigasi teknis persawahan. Panjang irigasi persawahan yang terukur adalah 3,42 Km. Sumber irigasi ini berasal dari sungai dan anak sungai. Pembangunan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU). Konstruksi aliran air adalah semen. Fungsi dari pengairan irigasi ini adalah untuk mengairi sawah yang ada di Kampung Buyung-Buyung. Sekitar 80% lahan persawahan sudah teraliri oleh aliran irigasi ini. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa pengaruh penggunaan Luas Lahan dan Modal terhadap Pendapatan Petani Padi Kampung BuyungBuyung Kecamatan Tabalar menggunakan analisis regresi diperoleh persamaan : Y = 0,0452 0,0016 X1 1,3810 X2 Selanjutnya dinyatakan dalam fungsi produksi Cobb Douglass sebagai berikut : Qi = 0,0443 Li . ,0. Ki . ,3. ekonomi, sosial dan lingkungan. Secara ekonomi, lahan pertanian adalah kesempatan kerja, dan pendapatan. Secara sosial, eksistensi lahan pertanian terkait dengan eksistensi kelembagaan masyarakat petani dan aspek budaya Dari aspek lingkungan, aktivitas kompatibel dengan prinsip pelestarian Lahan atau tanah pertanian merupakan faktor produksi alam. Tanah merupakan bagian terpenting dari faktor produksi Tanah misalnya digunakan sebagai tempat untuk bertani padi sawah, mendirikan bangunan, lalu lintas, dan Lahan sebagai faktor produksi alam disebut faktor produksi Dalam produksi menurut teori merupakan faktor tetap yang sering Hal itu disebabkan oleh perkembangan teknologi modern, dimana faktor lahan sebagai faktor produksi terutama muncul dari sejarah teori produksi yang lebih menitik beratkan fungsi lahan pertanian sebagai kegiatan Dengan berkembangnya industrialisasi maka akan memberikan pendapatan Petani Padi di Kampung Buyung-Buyung Kecamatan Tabalar, apabila dilihat nilai koefisien derajat Luas Lahan sebesar 0,0016 hal ini berarti apabila terjadi peningkatan 1 hektare luas lahan maka Pendapatan akan bertambah sebesar 0,0016 Juta Rupiah atau Rp. Persamaan tersebut menunjukkan bahwa setiap terjadi penambahan faktor Luas Lahan maka akan memberikan Pendapatan Petani Padi di Kampung Buyung-Buyung Kecamatan Tabalar. Demikian pula penambahan Modal kerja Volume 4. No. Oktober 2020. Hal. ECO-BUILD JOURNAL PISSN: 2622-5336 EISSN: 2620-5416 Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal STIE MUHAMMADIYAH TANJUNG REDEB 000,-. Hal ini terjadi apabila penambahan luas lahan diikuti faktor produksi lain, karena apabila tidak ada penambahan faktor produksi lainnya maka akan ada lahan pertanian yang memperoleh faktor produksi kurang optimal, misalnya penyebaran benih kurang merata, pupuk tidak merata dan akhirnya justru mengakibatkan tanaman padi tidak optimal pertumbuhannya sehingga hasil produksinya berkurang dan memberikan pengaruh terhadap penurunan pendapatan petani. Sedangkan Modal memberikan pengaruh yang positif sebesar 1,3810, berarti setiap penambahan modal sebesar Rp. 000,- maka pendapatan petani akan meningkat sebesar Rp. 000,sehingga sebagai akibat penambahan modal lebih dilakukan dengan cara penambahan modal kerja. Selanjutnya hasil hitungan dalam pengujian hipotesis dengan uji F (F. dibandingkan dengan nilai F pada tabel (Ftabe. dengan tingkat kesalahan 5% atau tingkat kepercayaan 95%, sehingga diperoleh nilai Ftabel sebesar 4,74. Karena Fhitung . lebih besar dari Ftabel maka hipotesis yang diajukan penulis diterima. Dalam hal ini bahwa Luas Lahan dan Modal bersamasama berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Petani. Koefisien korelasi dari hasil analisis adalah 0,99 berarti bahwa setiap penambahan Luas Lahan dan Modal akan diikuti dengan penambahan Pendapatan secara proporsional demikian pula Koefisien menunjukkan nilai 0,98 atau 98% variasi naik turunnya Pedapatan Petani di Kampung Buyung-Buyung dipengaruhi oleh faktor Luas Lahan dan Modal. Sedangkan sisanya sebesar 0,02 persen adalah dipengaruhi oleh faktor lain yang berada diluar model. Dengan determinasi sebesar 98 persen tersebut dapat dikatakan bahwa tingkat ketepatan Cobb-Douglass tersebut tepat untuk digunakan sebagai alat peramalan Pendapatan Petani Padi di Kampung Buyung-Buyung. Diharapkan kedepan untuk menyempurnakan hasil penelitian ini, apabila ada yang berminat untuk melakukan penelitian pada tema yang sama menggunakan jumlah sampel yang lebih banyak. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bab sebelumnya dan dilakukan analisis kemudian diambil kesimpulan sebagai berikut : Keeratan faktor produksi Luas Lahan dan Modal kerja terhadap Pendapatan Petani Padi adalah sebesar 0,99, dan nilai koefisien determinasinya sebesar 0,98 atau 98 persen variasi naik turunnya Pendapatan Petani di Kampung Buyung-Buyung dipenga- ruhi oleh Luas Lahan dan Modal kerja sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain. Faktor produksi Luas Lahan dan Modal memberikan pengaruh yang Volume 4. No. Oktober 2020. Hal. ECO-BUILD JOURNAL PISSN: 2622-5336 EISSN: 2620-5416 Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal STIE MUHAMMADIYAH TANJUNG REDEB positif terhadap nilai Pendapatan Petani di Kampung Buyung-Buyung. Hipotesis yang telah penulis ajukan bahwa faktor Luas Lahan dan Modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan Petani di Kampung Buyung-Buyung Kecamatan Tabalar berdasarkan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji F dimana Fhitung adalah sebesar 175 lebih besar dari Ftabel sebesar 4,74. Saran-Saran Berdasarkan pada kesimpulan diatas, maka saran penulis untuk memperbaiki kondisi pada masa yang akan datang : Mengingat besarnya otensi Usaha Pertanian padi di Kampung Buyung- Buyung Kecamatan Tabalar yang cukup besar maka sebaiknya pemerintah daerah dapat membantu pengembangan usaha ini dengan lebih memperhatikan kondisi petani baik dari Untuk meningkatkan Pendapatan Petani sebaiknya modal ditambah sedangkan penambahan faktor lainnya, sehingga dapat memberikan pengaruh yang positif bagi peningkatan pendapatan petani. Keputusan Pertanian , 2007. Buku Pedoman Pengumpulan dan Pengolahan Data Tanaman Pangan. Badan Pusat Statistik dan Departemen Pertanian. Arikunto. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Penerbit Rineka Cipta. Jakarta. Ackley Gardner, 2007. Teori Ekonomi Makro. Yayasan Universitas Indonesia. Jakarta. Boediono, 2009. Ekonomi Makro. BPFE Universitas Gajah Mada. Yogyakarta. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta. Djojohadikusumo Sumitro. Ekonomi Pembangunan. Pembangunan. Jakarta. Haryanto Agus, 2014. Kajian Luas Lahan Pertanian. Universitas Hasanuddin. Makassar. Mubyarto, 2009. Pengantar Ekonomi Pertanian. LP3ES. Jakarta. Mustopadidjaya Bintoro Tjokro, 2007. Kebijaksanaan Administrasi Pembangunan. LP3ES. Jakarta. Partadiredja Ace, 2004. Perhitungan Pendapatan Nasional. LP3ES. Jakarta. DAFTAR PUSTAKA