Volume: 22 Nomor 2. September 2024 P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 PELAKSANAAN FUNGSI MANAJEMEN SEKOLAH MENENGAH ATAS Kaja Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Kapuas Sintang. Jl. Oevang Oeray Sintang No. 92 Sintang. Indonesia, email: kajaunka@gmail. Abstract: School-based management is a school management system that grants authority and power to the institution to manage its operations in line with its potential, demands, and needs. school is an institution that has the independent authority to establish educational programs . and their implications for various school policies in accordance with the school's vision, mission, and educational goals. The aim of this study is to understand and analyze the functions of school management in Senior High Schools. The implementation of school management has been carried out through learning planning, learning implementation, and learning supervision. The learning objectives provide an overview of the relevance and activities to be carried out. the teaching and learning implementation is closely tied to the dimension of human resources, encompassing the number of teachers, educational qualifications, curriculum, library, and more. Furthermore, the supervision of teaching and learning is conducted by the principal in cooperation with the schoolAos teachersAo council, as well as by the Branch Office of Education both directly and indirectly. Therefore, the implementation of Senior High School Management functions can be concluded as a guideline for conducting learning activities to improve the quality of education. Additionally, alumni and the community should support teaching and learning activities as a form of participation in enhancing the quality of education. Keywords: Implementation. Management Function. Supervision. Abstrak: Manajemen berbasis sekolah merupakan sistem pengelolaan persekolahan yang memberikan kewenangan dan kekuasaan kepada institusi Sekolah untuk mengatur kehidupan sesuai dengan potensi, tuntutan dan kebutuhan Sekolah yang bersangkutan. Sekolah merupakan institusi yang memiliki otoritas secara mandiri menetapkan program-program pendidikan . dan implikasinya terhadap berbagai kebijakan sekolah sesuai dengan visi, misi, dan tujuan pendidikan yang ingin dicapai sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis fungsi manajemen sekolah di Sekolah Menengah Atas. Pelaksanaan manajemen sekolah telah dilakukan melalui perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan pengawasan pembelajaran. Tujuan pembelajaran, memberikan gambaran relevansi dan kegiatan yang akan dilakukan, pelaksanaan belajar mengajar tidak terlepas dengan dimensi sumber daya manusia, karena sumber daya manusia mencakup jumlah guru, kualifikasi pendidikan, kurikulum, perpustakaan dan lain-lain. Selain itu pada tahap pengawasan belajar mengajar dilakukan oleh kepala sekolah bekerja sama dengan dewan guru yang ada di sekolah, selain itu, pengawasan dilakukan Dinas Cabang baik secara langsung maupun tidak langsung, oleh karena itu, pelaksanaan fungsi Manajemen Sekolah Menengah Atas dapat disimpulkan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran dalam meningkatkan kualitas pendidikan. FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 Selain itu para alumni dan masyarakat hendaknya mendukung kegiatan belajar mengajar sebagai bentuk partisipasi dalam pembinaan peningkatan kualitas pembelajaran. Kata Kunci: Pelaksanaan. Fungsi Manajemen. Pengawasan. PENDAHULUAN Mutu pendidikan akan selalu menarik perhatian masyarakat Indonesia karena masa depan bangsa tergantung kepada pendidikan terutama di saat memasuki era globalisasi. Di akui bahwa mutu pendidikan pada umumnya dan prestasi belajar siswa di sekolah pada khususnya merupakan hasil dari suatu proses interaksi berbagai faktor seperti guru, perundang-undangan bidang pendidikan dan berbagai input serta kondisi lainnya. Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Indonesia, dalam pasal . bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar mengembangkan potensi dirinya untuk kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Selanjutnya sebagaimana di jelaskan dalam pasal . Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia tuntutan perubahan zaman. Dengan demikian bahwa system Pendidikan nasional merupakan seluruh komponen yang saling berkaitan dalam rangka mencapai tujuan Pendidikan nasional. Selanjutnya dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 khususnya pasal 51 menyatakan bahwa AuPengadaan satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan Dasar, dan pendidikan menengah didasarkan pada standar pelayanan minimum dengan prinsip Manajemen SekolahAy. Manajemen sekolah bertujuan memandirikan atau pemberian otonomi kepada sekolah dan mendorong sekolah untuk melakukan partisipatif, tujuan khusus manajemen sekolah adalah : . Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang ada. Meningkatkan kepedulian warga penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama. Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada masyarakat. Meningkatkan persaingan yang sehat antar sekolah tentang mutu pendidikan yang ingin Manajemen sekolah dibuat untuk meningkatkan efisiensi dalam hal pengelolaan dan meningkatkan relevansi kurikulum pendidikan di sekolah dengan yang ada di lapangan. Jadi, dengan keputusan kebijakan diambil di tingkat lokal. Maka keputusan bisa diambil lebih cepat dan sesuai dengan keadaan di lapangan. Tujuan lain FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 manajemen sekolah adalah : . Meningkatkan efisiensi dan partisipasi masyarakat untuk kemajuan sekolah, . Pengelolaan kelas dan sekolah lebih fleksibel, . Meningkatkan peran wali murid untuk peningkatan mutu sekolah, . Adanya pemerataan pendidikan lebih cepat, . Mutu pendidikan meningkat dengan kemandirian sekolah, . Adanya kompetisi sehat antar sekolah terkait mutu dan kualitas. Dengan sekolah maka ada kebebasan serta kekuasaan untuk mengatur sekolah yang menjadi tanggungjawabnya. Pengelolaan laboratorium, kelas, kurikulum, siswa bisa dilakukan di sekolah. Peningkatan mutu sekolah ini juga dipengaruhi oleh kesejahteraan guru yang mengajar, sehingga mampu membuat inovasi dalam kegiatan belajar mengajar. Selain itu bahwa tujuan manajemen sekolah partisipasi masyarakat. Dengan tujuan supaya lebih transparan, akuntabel, deomkratis, dan egaliter, oleh karena itu karakteristik khusus manajemen yaitu: Guru diberdayakan dengan optimal. Guru adalah posisi paling penting untuk Dengan pemberdayaan guru yang optimal, gaji dibayar dengan layak, maka guru mampu berkonsentrasi meningkatkan mutu pendidikan dan . Otonomi manajemen sekolah. Berdasarkan prinsip dan fungsi manajemen sekolah diatas, adanya manajemen sekolah maka tiap sekolah diberi wewenang untuk mengatur dan P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 menyelesaikan sendiri masalahnya. Sistem desentralisasi. Kepala sekolah mengembangkan sekolahnya, dengan cara membangun hubungan dengan komunitas pendidikan pokok-pokok pendidikan dalam pengelolaan sekolah bisa tercapai. Ada keragamaan penggajian guru. Dengan pendekatan atau merit system dalam memberikan gaji dan peningkatan . Marketing sekolah lebih kompetitif. Salah satu tugas pokok sekolah adalah pendidikan yang bermutu kepada Dengan pengelolaan sekolah yang mampu melaksanakan penyediaan sarana dan prasarana dalam rangka mendukung pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah yang berkualitas. Pelaksanaan manajemen sekolah yang baik dimulai dengan perencanaan yang matang serta pengorganisasian yang menempatkan segala sesuatu sesuai dengan fungsinya, selain itu didukung dengan adanya pemimpin yang mampu menggerakan seluruh potensi sumber daya manusia maupun sumber daya pendukung untuk kemajuan sekolah tersebut, selanjutnya agar semuanya dapat berjalan dengan baik maka diperlukan pengawasan. Sebagaimana diketahui bahwa fungsi penganggaran dan pengawasan. Menurut Suharno sedikitnya terdapat tujuh komponen FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 sekolah yang harus dikelola dengan balk dalam rangka Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), yaitu: . kurikulum dan . tenaga kependidikan. sarana dan . pengelolaan hubungan sekolah dan masyarakat manajemen pelayanan khusus dan manajemen Secara umum manajemen sekolah dapat diartikan sebagai model manajemen yang memberikan otonomi lebih besar kepada sekolah dan mendorong pengambilan keputusan parsitipatif yang melibatkan secara langsung semua warga sekolah . uru, siswa, kepala sekolah, karyawan, orang tua siswa, dan masyaraka. untuk Dengan otonomi yang lebih kewenangan yang lebih besar dalam mengelola sekolahnya, sehingga sekolah lebih mandiri. Dengan kemandiriannya, mengembangkan program yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dimilikinya. Menurut Suryosubroto . Manajemen pendidikan merupakan . berupa kerjasama personil pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan umum yang dicapai dalam kerjasama itu adalah pembentukan kepribadian murid sesuai dengan tujuan pendidikan nasional clan tingkat . suatu proses yang . penyelenggaraan pendidikan dimulai P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 pelaksanaan, pemantauan dan penilaian tentang usaha sekolah untuk mencapai . usaha untuk melakukan pengelolaan sistem pendidikan. keputusan serta berkomunikasi dengan organisasi sekolah sebagai usaha untuk mencapai tujuan pendidikan. Demikian pengambilan keputusan partisipatif, yaitu keterlibatan warga sekolah secara keputusan, maka rasa memiliki warga sekolah dapat meningkat. Peningkatan rasa memiliki ini akan menyebabkan peningkatan rasa tanggungjawab, akan meningkatkan dedikasi warga sekolah terhadap sekolahnya. Menurut Nurdin dan Usman . Tujuan penerapan sekolah adalah Auuntuk secara umum baik itu menyangkut kurikulum, kualitas sumber daya manusia baik guru maupun tenaga kependidikan lainnya, dan kualitas pelayanan pendidikan secara umumAy. Bagi sumber daya manusia, peningkatan kualitas bukan hanya meningkatnya kesejahteraanya pula. Menurut Fattah . 4 : . mengatakan bahwa Manajemen Sekolah School Management adalah suatu pendekatan politik yang bertujuan untuk merancang kembali pengelolaan sekolah dengan memberikan kekuasaan kepada Kepala Sekolah dan meningkatkan partisipasi FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 masyarakat dalam upaya perbaikan kinerja sekolah yang mencakup guru, siswa, kepala sekolah dan meningkatkan Manajemen Sekolah merubah sistem pengambilan keputusan dan manajemen ke setiap pihak yang berkepentingan di tingkat lokal . ocal stakeholder. Manajemen meningkatkan dukungan serta peran serta Masyarakat dalam meningkatkan kualitas Pendidikan di sekolah, oleh karena itu Masyarakat diharapkan terlibat dan melibatkan diri dalam proses pelaksanaan Pendidikan terutama proses belajar mengajar di sekolah, selain itu masyarakat sebagai media kontrol dan pemerhati pendidikan sehingga pelaksanaan pendidikan tidak menyimpang dari tujuan yang ingin di capai yaitu mencerdaskan kehidupan Sejalan dengan hal tersebut di kurikulum di sekolah dan perangkat pembelajaran di sekolah direncanakan dengan matang, disinilah pentingnya perencanaan dalam aktivitas manusia. Menurut Somantri . 4 : . mengatakan bahwa Tujuan perencanaan pendidikan, yakni sebagai berikut: a. Upaya mengoptimalkan sumber daya sebagaimana hasil analisis internal dan eksternal b. Panduan dalam pelaksanaan perencanaan pendidikan dengan melihat indikator-indikator di dalamnya c. Gambaran yang nyata dari kegiatankegiatan dan keterkaitannya d. Sebagai pencapaian tujuan e. Alat untuk meminimalisir berbagai kesulitan selama proses pembelajaran f. Sebagai standar P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 Perencanaan tidak lain merupakan kegiatan untuk menetapkan tujuan yang akan dicapai beserta caracara untuk mencapai tujuan tersebut. Sebagaimana disampaikan oleh Boone . alam Sudrajat, 2008:. bahwa: planning may be defined as the proses by which manager set objective, asses the future, and develop course of action designed to accomplish these objective. Sementara Firmansyah dan Mahardhika . 8 : . Planning atau Perencanaan adalah cara berpikir mengenai persoalan-persoalan sosial dan ekonomi, terutama yang beriorientasi pada masa depan dan berkembang dengan hubungan antara keputusan-keputusan kolektif serta mengusahakan kebijakan dan program. Dapat dikatakan bahwa perencanaan menyangkut keseluruhan strategi, tindakan, dalam konteks lingkungan organisasi dan tujuannya. Griffin . alam Sadikin dkk, 2020 : . kontekstual dari pengertian perencanaan atau planning tersebut menjadi sebagai berikut : . Proses. Yaitu suatu konsep dasar yang menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan akan berjalan sesuai dengan tahap-tahap yang ditentukan. Dalam perencanaan dilakukan menurut proses yang berlaku. Penetapan tujuan dan Yaitu kegiatan merencanakan ke arah mana organisasi dapat menetapkan tujuannya secara khusus ataupun umum, tujuan jangka panjang maupun tujuan jangka pendek. Pemilihan Yaitu FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 tindakan yang efektif ketimbang harus menggunakan semua tindakan yang kadang kala tidak efektif. Mengkaji cara terbaik. Walaupun pilihan Tindakan sudah di anggap baik namun bisa saja tidak efektif kalau dilakukan dengan cara kurang baik. Sebaliknya, sesuatu yang baik apabila dilakukan dengan cara yang baik pula maka akan menghasilkan sesuatu yang efektif. Tujuan. Hal ini menyangkut hasil akhir atau sasaran khusus yang diinginkan oleh organisasi. Keinginan itu bisa dinyatakan dalam suatu standar-standar yang berlaku baik kualitatif maupun kuantitatif. Menurut Rusdiana dkk . alam Kaja, 2021 : . mengatakan alasan manajemen adalah sebagai berikut: 1. Tujuan menjadi jelas dan terarah, perencanaan sebagai langkah awal dari pencapaian tujuan akan memberikan arah dan kejelasan tujuan tersebut sehingga semua komponen ataupun elemen-elemen mengetahui dengan baik tujuan yang hendak dicapai. Semua bagian yang ada dalam organisasi akan bekerja ke arah satu tujuan yang sama. Ketika semua elemen atau bagian dalam organisasinya dengan jelas dan benar. Menolong mengidentifikasikan berbagai hambatan dan peluang 4. Membantu pekerjaan menjadi lebih efisien dan pandangan bagi organisasi mengenai tindakan yang harus dilakukan demi tercapainya tujuan termasuk biaya dan waktu yang dibutuhkan sehingga tujuan Perencanaan P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 diartikan sebagai aktivitas pengawasan, ketika prosedur kerja sudah ada dan jelas hal ini menjadi sebuah kontrol terhadap pelaksanaan di lapangan. Perencanaan membantu mengurangi mencapai tujuan terdapat berbagai macam risiko dan ketidakpastian yang akan menghadang dalam pencapaian tujuan organisasi. Berdasarkan pendapat tersebut di atas, bahwa pentingnya perencanaan dalam manajemen sebagai langkah awal dalam melaksanakan kegiatan, oleh karena itu perencanaan merupakan sehingga memiliki kejelasan yang akan menjadi sasaran. Dengan demikian orang-orang yang ada dalam organisasi mengetahui sasaran yang akan dituju Perencanaan yang baik memiliki arah dan tujuan yang akan dicapai sehingga dapat mencapai tujuan secara efektif dan efisien, selain itu perencanaan yang baik mudah dilaksanakan maupun mudah Bertolak pengertian perencanaan sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, untuk berikutnya adalah pengorganisasian. Menurut Louis A Allen . alam Nawawi, 2001 : . bahwa setiap organisasi kerja lembaga-lembaga mengarahkan semua personal atau pegawai agar mewujudkan volume atau masing-masing. Pengorganisasian umumnya diartikan FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas, tanggung jawab atau wewenang sedemikian rupa sehingga tercipta suatu organisasi yang dapat digerakkan sebagai suatu kesatuan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dengan perumusan di atas jelas bahwa pengorganisasian merupakan langkah ke arah pelaksanaan rencana yang telah disusun sebelumnya. Louis A. Allen (Hasibuan, . mengatakan bahwa. AyWe can define organization as the process of identifying and the grouping the work to be performed, defining and delegating responsibility and authority, and estabilishing relationship for the purpose of enabling people to work most effectively together in accomplishing Ay (Kita dapat mendefinisikan organisasi sebagai proses penentuan dan pengelompokan pekerjaan yang akan melimpahkan wewenang dan tanggung memungkinkan orang-orang bekerja sama secara efektif dalam mencapai Dengan demikian, bahwa pengorganisasian merupakan sistem kerja sama yang terkoordinir dengan baik dilakukan oleh sekelompok orangorang yang ada dalam sebuah organisasi serta memiliki struktur pembagian tugas yang jelas, sehingga dalam organisasi pemerintah maupun swasta pembagian tugas menjadi unsur yang sangat penting dalam pelaksanaan pekerjaan. Selain pengorganisasian maka dalam pelaksanaan program manajemen sekolah dimulai dari pelaksanaan RPS, pelaksanaan kurikulum, pelaksanaan fungsi sarana dan prasarana dan lainlain, oleh karena itu semuanya secara P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 pelaksanaan belajar mengajar untuk meningkatkan kualitas Pendidikan di Dengan demikian dalam pelaksanaan manajemen sekolah tidak hanya baik dalam perencanaannya saja akan tetapi lebih penting adalah pelaksanaan dari perencanaan yang telah ditetapkan sebagai langkah awal pencapaian tujuan organisasi tersebut. Sejalan dengan hal tersebut di atas. Siagian . menjelaskan bahwa fungsi penggerakan . adalah: . Menciptakan kerja sama yang lebih . Mengembangkan kemampuan dan keterampilan staf. Menumbuhkan rasa memiliki dan menyukai pekerjaan . Mengusahakan suasana lingkungan kerja yang meningkatkan motivasi dan prestasi kerja staf. Membuat organisasi berkembang secara dinamis . tindakan penggerakan dibagi dalam tiga tahap, yaitu: memberikan semangat, motivasi, inspirasi atau dorongan sehingga timbul kesadaran dan kemauan para petugas untuk bekerja dengan baik. Untuk menjalankan fungsi penggerakan atau pelaksanaan sebagaimana telah dijelaskan oleh ahli tersebut di atas dalam pelaksanaan manajemen sekolah diperlukan adanya pekerjaan menjadi efektif serta efisien. Pengawasan menurut Usman . dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu: Pengawasan internal adalah suatu penilaian yang objektif dan sistematis oleh pengawas internal atas pelaksanaan dan pengendalian Pengawasan internal menekankan pada pemberian bantuan kepada manajemen FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 maupun potensi kegagalan sistem dari . Pengawasan eksternal adalah untuk meningkatkan kredibilitas keberhasilan Pelaksanaan pengawasan eksternal dilakukan dengan prinsip kemitraan . antara pengawas dengan yang diawasi. Winardi . alam Kadarisman, 2012: . mengemuka kan bahwa fungsi pengawasan adalah sebagai berikut: . Menetapkan tujuan-tujuan dan merencanakan bagaimana mencapainya . Menentukan berapa banyak orang . diperlukan serta keterampilan-keterampilan yang perlu dimiliki . Menyeleksi individu-individu untuk mengisi posisi-posisi . dan kemudian diberi tugas kerja dan membantu karyawan bertanggung jawab untuk melaksanakannya dengan baik. Dengan aneka macam laporan pengawas meneliti rencanarencanadilaksanakan dan mempelajari kembali rencana-rencana sehubungan dengan hasil-hasil yang dicapai dan apabila perlu rencana-rencana tersebut di modifikasi. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian deskriptif-kualitatif gambaran atau melukiskan secara faktual dan akurat mengenai objek yang diteliti dan memecahkan masalah yang diteliti, lembaga, masyarakat dan lainlain pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta mendeskripsikan sebagaimana adanya. Penggunaan metode deskriptif dalam penelitian ini tidak hanya sekedar terbatas pada penemuan fakta seadanya, tetapi diiringi dengan analisis data menginteprestasikan terhadap faktafakta atau data-data yang ditemukan. P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 Instrumen dalam penelitian adalah pedoman wawancara, dan observasi. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Immanuel Sintang. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Kepala Sekolah SMA Immanuel Sintang. Ketua Komite. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Perencanaan belajar dimulai dengan menetapkan tujuan yang akan dicapai beserta cara-cara untuk mencapai tujuan Penetuan mengajar , pembagian tugas, program kerja sekolah dan penilaian hasil belajar siswa yang pada dasarnya melalui kerjasama antara pihak sekolah dan Pemilihan penetapan tujuan dan penentuan sekolah dan pembuatan keputusan banyak terlibat dalam fungsi Perencanaan memberikan kejelasan bagi setiap kegiatan para guru dan sekolah, sehingga setiap kegiatan belajar dapat dilaksanakan seefisien dan seefektif Perencanaan pembelajaran yang di siapkan oleh pihak sekolah membantu sekolah dan para guru untuk menyesuaikan diri di lingkungan sekolah,yang menyangkut persiapan belajar mengajar disekolah ini telah dilakukan secara baik sesuai dengan visi dan misi sekolah, dengan demikian kegiatan persiapan belajar di mulai dengan perencanaan seperti menetapkan kebijakan sekolah, mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan yang dihadapi oleh sekolah. Selain itu FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 perencanaan belajar mengajar di sekolah juga melibatkat jajaran orang tua murid dalam memberikan saran dan masukan kepada sekolah terutama dari program program yang disusun oleh pihak sekolah, para guru dan komite, baik program jangka pendek menengah dan jangka panjang. Perencanaan belajar dilaksanakan oleh masing-masing program seperti pada bidang studi IPA dan IPS di sekolah ini. Selain itu kegiatan belajar mengajar di sekolah ini di mulai dengan mengidentifikasi segala peluang dan hambatan yang akan di hadapi oleh Selain itu kegiatan perencanaan belajar mengajar di sekolah juga melibatkat komite dalam menyusun program sekolah. Perencanaan tidak lain merupakan kegiatan untuk menetapkan tujuan yang akan dicapai beserta caracara untuk mencapai tujuan tersebut. Perencanaan adalah pemilihan atau proyek, program, prosedur, metode, sistem, anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Pembuatan keputusan banyak terlibat dalam fungsi ini. perencanaan terutama adalah memberikan kejelasan arah bagi setiap kegiatan, sehingga setiap kegiatan dapat diusahakan dan dilaksanakan perencanaan membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 masalah-masalah membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat. memberikan cara pemberian perintah untuk beroperasi memudahkan dalam melakukan koordinasi di antara berbagai bagian organisasi. tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih pekerjaan yang tidak pasti. menghemat waktu, usaha dan dana. Perencanaan merupakan proses yang sistematis untuk strategi, dan mengalokasikan sumber daya guna mencapai tujuan tersebut. Selain itu bahwa perencanaan yang dilakukan dalam rangka menjalankan visi dan misi jangka Panjang maupun jangka pendek yang diinginkan oleh sekolah sementara misi adalah tujuan Dalam mendukung upaya diperlukan penyusunan anggaran yang mencakup pendapatan dan pengeluaran, termasuk mengelola tenaga Pendidikan dan staf administrasi dan mengelola fasilitas fisik serta teknologi yang digunakan dalam mendukung pekerjaan. Semua proses perencanaan dan pelaksanaan pelaporan menyusun laporan kinerja untuk termasuk guru, orang tua, dan Dengan mengikuti langkahlangkah mengembangkan rencana manajemen yang efektif untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 Bentuk struktur yang jelas, pembagian tugas dan tanggung jawab, serta koordinasi antar berbagai komponen di sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan. Selain menggambarkan hubungan antar posisi dalam bentuk hirarki. Kepala sekolah bertanggungjawab atas keseluruhan operasional sekolah, wakil Kepala sekolah membantu kepala sekolah dalam mengelola bidang tertentu seperti kurikulum, kesiswaan, sarana prasarana, dan hubungan masyarakat. Demikian juga guru mengajar dan membimbing siswa dalam mata pelajaran yang ditugaskan sedangkan staf mengurus administrasi sekolah seperti keuangan, absensi, dan pengarsipan. Kepala sekolah bertanggung jawab mengelola dan mengawasi seluruh operasional sekolah, membuat keputusan strategis dan kebijakan, memastikan visi dan misi sekolah tercapai. Dengan demikian, berdasarkan hirarkhi maka semuanya pegawai di sekolah memiliki tugas dan tanggungjawab masing-masing, sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan untuk berbagai aktivitas sekolah seperti pendaftaran ekstrakurikuler, dan lail-lain. Sejalan dengan hirerkhi tersebut bahwa pengembangan sumber daya manusia pihak sekolah memberikan Guru mengikuti pelatihan dan pengembangan diri untuk meningkatkan penyusunan RPS maupun kurikulum di sesuaikan P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 dengan tujuan sekolah dan tidak menyimpang dari kurikulum Merdeka belajar sehingga Guru dan staf dapat Pihak mengadakan workshop, seminar, dan Kepala melakukan penilaian kinerja secara Dengan struktur organisasi yang jelas dan pembagian tugas yang tepat, sekolah dapat berfungsi secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan pendidikan yang Pelaksanaan bembelajaran secara berencana sesuai dengan kondisi sekolah ini. Pelaksanaan pembelajaran dari berbagai bidang studi sesuai dengan jadwal yang diwajibkan untuk guru mengajar didukung dengan perangkat pembelajaran yang telah di susun oleh guru bidang studi masingmasing. Peran kepala sekolah sangat jelas dalam pelaksanaan pembelajaran antara lain memberikan arahan dan bimbingan kepada para guru yang melaksanakan tugas, disamping itu pemberian insentif kepada para guru yang melaksankan proses pembelajar dengan baik dan benar. Pelaksanaan sebagai usaha menggerakkan semua lini yang terkait di sekolah termasuk komite berjalan dengan baik mengacu pada Selama ini guru berupaya FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan, dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian agar kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan tanggung jawabnya, oleh karena itu guru memberikan memberikan manfaat bagi dirinya dan masyarakat di sekitarnya, sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran dapat dilakukan dengan baik tanpa ada Pelasanaan pembelajaran juga merupakan salah satu fungsi manajemen pendidikan, karena dalam pelaksanaan pembelajaran termuat berbagai macam metode dan cara yang diterapkan seorang guru dalam melakukan proses belajar mengajar yang mengacu pada kurikum yang telah disusun dan ditetapkan oleh pihak sekolah harus melakukan proses pembelajaran. Fungsi actuating . di sekolah adalah proses menggerakkan dan memotivasi seluruh anggota organisasi sekolah untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka dengan efektif, sehingga tujuan sekolah dapat tercapai. Selanjutnya bahwa motivasi menciptakan lingkungan yang mendukung dapat membangun budaya sekolah yang positif dan suportif serta pengakuan terhadap pencapaian guru, staf, dan siswa. Selain itu dapat Melibatkan Keputusan P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 mendorong inisiatif dan kreativitas dalam menyelesaikan masalah dan menjalankan tugas. Kepala sekolah dan pimpinan lainnya harus memiliki visi yang jelas dan mampu menginspirasi orang lain untuk mencapainya. Kepala sekolah juga memberikan arahan menyampaikan tujuan dan rencana dengan jelas kepada semua anggota membimbing guru dan staf dalam melaksanakan tugas mereka. Dengan melaksanakan fungsi actuating secara efektif, sekolah dapat memastikan bahwa seluruh anggota organisasi melaksanakan tugas organisasi, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai dengan baik. Pelaksanaan merupakan fungsi manajemen yang paling utama. Dalam aspek-aspek abstrak proses manajemen, sedangkan fungsi justru lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi. Pelaksanaan tidak lain merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan, dengan berbagai pengarahan dan pemotivasian setiap guru dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan tanggung jawabnya. Pengawasan berbagai kegiatan dan kinerja untuk memastikan bahwa semua berjalan sesuai dengan rencana dan mencapai FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 tujuan yang ditetapkan. Kepala sekolah atau wakil kepala sekolah mengamati proses belajar mengajar di kelas. Memberikan umpan balik kepada guru mengenai metode pengajaran dan interaksi dengan siswa. Kepala sekolah melakukan penilaian kinerja guru secara profesional dan peningkatan kualitas Sesuai dengan fungsi manajemen maka selanjutnya Kepala sekolah melaksanakan pengawasan keuangan yaitu mengawasi penggunaan anggaran dan dana sekolah serta Pengawasan administrasi umum juga dilakukan untuk memantau pelaksanaan tugas administrasi seperti pendaftaran siswa, pengarsipan, dan manajemen data ternasuk di dalamnya semua prosedur administratif dijalankan dengan efisien dan tepat waktu. Pengawasan juga di lakukan dalam memantau kondisi bangunan, ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan fasilitas lainnya. Melakukan perawatan Pengawasan keamanan dan keselamatan memastikan lingkungan sekolah aman dan nyaman bagi siswa dan staf, alat-alat keselamatan dan prosedur darurat. Pengawasan kedisiplinan siswa diantaranya memantau kehadiran dan ketepatan waktu siswa, menegakkan aturan dan tata tertib sekolah, serta efektivitas penggunaan teknologi dalam pembelajaran, memberikan pelatihan P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 dan dukungan teknis jika diperlukan. Dengan berbagai bentuk pengawasan ini, sekolah dapat memastikan bahwa semua aspek operasional berjalan sesuai diinginkan, dan terus mengalami Pengawasan mengajar di sekolah dilakukan setiap hari kerja. Selain itu pengawasan juga dilakukan oleh dinas pendidikan dalam hal ini pengawas Dinas Cabang terutama dalam pelaksanaan pembelajaran seperti melakukan supervisi melalui atasan Kabupaten. Perlu di ketahui pula bahwa fungsi pengawasan Kepala sekolah dapat mendorong pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Pengawasan yang dilakukan oleh sekolah sebagai suatu upaya pihak sekolah untuk menetapkan standar pembelajaran dan tujuan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Fungsi penerapan manajemen sekolah mencakup perencan belajar seperti jawal jam pelajaran, jumlah jam mengajar, daftar piket guru dan jadual pertemuan para wali kelas dan lain Proses pengawasan komite memiliki lima tahapan, yaitu penetapan pengukuran pelaksanaan kegiatan nyata, pembandingan pelaksanaan kegiatan dengan standar dan penganalisaan penyimpangan-penyimpangan, pengambilan tindakan koreksi, bila selain itu kerjasama antar masyarakat juga dilakukan dalam FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 rangka pengawasan terhadap kegiatan Fungsi manajemen berbasis sekolah ini berjalan saling berinteraksi dan saling kait mengkait antara satu dengan lainnya, sehingga menghasilkan apa yang disebut dengan manajemen. Dengan demikian, proses manajemen sebenarnya merupakan proses interaksi antara berbagai fungsi manajemen. Pengawasan manajemen sebagai suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar penerapan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan dan merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan Pelaksanaan manajemen sekolah telah dilakukan pengawasan pembelajaran. Pentingnya Perencanaan Pendidikan: Perencanaan langkah awal yang krusial dalam Ini melibatkan penetapan tujuan, strategi, kebijakan, dan program yang akan dijalankan oleh sekolah, serta pembagian tugas antara guru dan staf. Kerjasama antara pihak sekolah, komite sekolah, dan orang tua sangat penting dalam menyusun program kerja dan penilaian hasil belajar siswa. Keterlibatan orang tua memastikan bahwa program yang P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 Efisiensi dan Efektivitas: Perencanaan yang baik membantu sekolah dan guru untuk menjalankan tugas dengan efisien ketidakpastian dan menghemat sumber Sekolah memerlukan struktur organisasi yang jelas, dengan pembagian tugas yang tepat antara kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan staf. Struktur ini mendukung kelancaran operasional dan pencapaian tujuan Pelatihan pengembangan profesional bagi guru keterampilan, yang pada akhirnya akan Pelaksanaan pembelajaran harus didukung oleh pengawasan yang Ini mencakup pemantauan proses belajar mengajar, penilaian kinerja guru, pengawasan keuangan, administrasi, dan fasilitas sekolah. Pengawasan oleh komite sekolah dan masyarakat membantu memastikan bahwa operasional sekolah berjalan sesuai rencana dan standar yang Adapun saran yang dapat diajukan adalah sebagai berikut : Sekolah partisipasi aktif orang tua dalam proses perencanaan dan evaluasi program pendidikan untuk memastikan relevansi dan efektivitasnya. Pelatihan dan workshop harus diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas guru dan staf dalam mengimplementasikan kurikulum dan metode pengajaran yang inovatif. Pengawasan harus dilakukan secara berkala dengan sistem yang lebih FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 terstruktur untuk memastikan semua aspek operasional sekolah berjalan sesuai rencana dan mencapai standar yang diinginkan. Sekolah sebaiknya terus mengadopsi teknologi terbaru efisiensi dan efektivitas. Programprogram yang telah direncanakan harus disesuaikan berdasarkan umpan balik dari guru, siswa, dan orang tua untuk pendidikan yang berkembang. Kepala sekolah dan pimpinan lainnya harus terus mengembangkan kemampuan menginspirasi dan memotivasi seluruh anggota organisasi sekolah menuju pencapaian tujuan pendidikan yang lebih tinggi. P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 Nawawi. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta : Gajahmada Universitas Press. Nurdin dan Usman. Guru Profesionalisme dan Implementasi Kurikulum. Jakarta: Ciputat Pers. Sadikin. Misra. Hudin. Pengantar manajemen dan bisnis. Yogyakarta: K-Media. Siagan SP. Fungsi-fungsi manajemen. Jakarta: bumi aksara. Somantri. Manap. Perencanaan Pendidikan. Bogor: IPB Press. Suharno . Manajemen Pendidikan. Jakarta : Prenada Media Group. DAFTAR PUSTAKA Fattah. Nanang. Konsep Manajemen Berbasis Sekolah dan Dewan Sekolah. Bandung: C. Pustaka Bani