P-ISSN 2355-309X . E-ISSN 2622-8696 Jurnal Reformasi Administrasi : Jurnal Ilmiah untuk Mewujudkan Masyarakat Madani Vol. No. Maret 2025, pp. Pengaruh Ketersediaan Koleksi. Sarana Prasarana Perpustakaan. Serta Kualitas Layanan Terhadap Minat Kunjungan Pemustaka di Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangli Rizqi Amelia Putri 1. Panji Hendrarso 2 1,2 Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI. Jakarta. Indonesia 1 putri. salemba92@gmail. com, 2 panji. hendrarso@stiami. * Coresponding Author ARTICLE INFO ABSTRACT Article history : Received : Revised : Accepted : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Ketersediaan Koleksi. Sarana Prasarana Perpustakaan, serta Kualitas Layanan terhadap Minat Kunjungan Pemustaka di Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangli. Tantangan besar yang dihadapi perpustakaan adalah ketersediaan koleksi yang terbatas, sarana prasarana perpustakaan yang kurang memadai, dan layanan perpustakaan yang kurang berkualitas sehingga berdampak pada minat pemustaka untuk berkunjung ke Perpustakaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 62 responden yang dipilih melalui proporsional stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . Ketersediaan Koleksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Kunjungan Pemustaka, dengan nilai uji t sebesar 1,943>1,670 dan tingkat signifikansi sebesar 0,003. Sarana Prasarana Perpustakaan berpengaruh signifikan terhadap Minat Kunjungan Pemustaka, dengan nilai uji t sebesar 1,984>1,670 dan tingkat signifikansi 0,002. Kualitas Layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Kunjungan Pemustaka, dengan nilai uji t sebesar 2,408 > 1,670 dan tingkat signifikansi sebesar 0,001. Secara simultan Ketersediaan Koleksi. Sarana Prasarana Perpustakaan, dan Kualitas Layanan memberikan kontribusi sebesar 50,9% terhadap Minat Kunjungan Pemustaka, dengan nilai uji f sebesar 3,987 > 2,75 dan tingkat signifikansi sebesar 0,012. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya perpustakaan melakukan pengembangan dan pengelolaan koleksi, sarana prasarana perpustakaan, dan meningkatkan kualitas layanan agar dapat menarik lebih banyak pemustaka untuk berkunjung ke perpustakaan. Rekomendasinya mencakup pembaruan koleksi secara berkala, menyediakan sarana prasarana yang memadai, dan meningkatkan pelatihan serta keterampilan pustakawan agar lebih profesional dalam memberikan layanan. Perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk memanfaatkan perpustakaan. Keywords : Ketersediaan Koleksi. Sarana Prasarana Perpustakaan. Kualitas Layanan. Minat Kunjungan Pemustaka. PENDAHULUAN Salah satu tujuan pembangunan nasional sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satu upaya meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa adalah dengan menumbuhkan budaya gemar membaca melalui pengembangan dan pendayagunaan perpustakaan sebagai sumber informasi. Menurut Sulistyo Basuki (Dalimunte, 2023:. AuPerpustakaan adalah sebuah ruangan, bagian sebuah gedung, ataupun gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca, bukan dijualAy. AuPenyelenggaraan perpustakaan paling sedikit harus memenuhi lima syarat yaitu memiliki koleksi perpustakaan, memiliki sarana dan prasarana perpustakaan, menyelenggarakan layanan perpustakaan, memiliki tenaga perpustakaan, dan memiliki sumber pendanaanAy, syarat ini diatur pada Pasal 15 Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2017. Koleksi perpustakaan merupakan daya tarik utama dari sebuah perpustakaan, oleh karena itu perpustakaan harus mampu menyediakan koleksi yang memadai guna memenuhi kebutuhan Perpustakaan tentu akan memiliki nilai dan manfaat bagi masyarakat apabila koleksi yang dimiliki dapat memenuhi kebutuhan informasi serta menarik minat masyarakat dalam upaya meningkatkan kemampuan dan keterampilan. Selain koleksi, sarana prasarana memiliki peranan yang http://ojs. reformasijournal@gmail. com / reformasijournal@stiami. Jurnal Reformasi Administrasi : Jurnal Ilmiah untuk Mewujudkan Masyarakat Madani P-ISSN 2355-309X . E-ISSN 2622-8696 Vol. No. Maret 2025, pp. sangat penting bagi keberhasilan dan kelancaran layanan perpustakaan. Sarana prasarana perpustakaan merupakan penunjang utama dalam penyelenggaraan pelayanan perpustakaan, tanpa adanya sarana prasarana, layanan perpustakaan tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Kelengkapan sarana prasarana perpustakaan tentu akan sangat berpengaruh terhadap tingkat kunjungan pemustaka karena dengan sarana prasarana yang memadai akan menciptakan suasana yang nyaman bagi pemustaka. Brata (Mustanir, 2022:. mengatakan Ausuatu pelayanan akan terbentuk karena adanya proses pemberian layanan tertentu dari pihak penyedia layanan kepada pihak yang dilayaniAy. Pelayanan dikatakan berkualitas atau memuaskan apabila pelayanan tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pengguna. Apabila pengguna tidak puas terhadap suatu pelayanan yang disediakan, maka pelayanan tersebut dapat dipastikan tidak berkualitas atau tidak efisien. Di dunia perpustakaan, kehadiran pemustaka merupakan gambaran dari kualitas layanan perpustakaan. Semakin tinggi tingkat kunjungan, maka kualitas layanan yang diberikan bisa dianggap berkualitas. Oleh karena itu, kunjungan pemustaka merupakan kunci keberhasilan penyelenggaraan perpustakaan. Kunjungan perpustakaan merujuk pada tindakan pemustaka yang datang ke perpustakaan untuk menggunakan layanan yang disediakan, baik untuk membaca, meminjam atau mengembalikan buku, mencari informasi, mengikuti kegiatan yang diselenggarakan perpustakaan atau menggunakan fasilitas Kabupaten Bangli merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Bali yang menyelenggarakan urusan pemerintah bidang perpustakaan sebagaimana tercantum pada Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 13 tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah. Perpustakaan Daerah Bangli berada di bawah Asisten Administrasi Umum Bagian Organisasi. Pada penyelenggaraanya. Perpustakaan Daerah Bangli sudah memenuhi syarat berdirinya perpustakaan sebagaimana tercantum pada Pasal 15 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 yaitu Aumemiliki koleksi, sarana prasarana, tenaga, menyelenggarakan layanan, serta memiliki sumber pendanaanAy. Tingkat ketercukupan koleksi dinyatakan telah memenuhi standar apabila jumlah judul koleksi perpustakaan yang dimiliki adalah sebanyak 2 kali dari jumlah penduduk, artinya jumlah koleksi perpustakaan dinyatakan mencukupi apabila satu penduduk dapat membaca dua judul koleksi. Berdasarkan data koleksi, diketahui bahwa Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangli memiliki koleksi 428 judul. Adapun jumlah penduduk Kabupaten Bangli pada tahun 2023 adalah 258. artinya jumlah judul koleksi yang seharusnya dimiliki oleh Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangli 292 judul. Ketercapaian jumlah koleksi yang dimiliki oleh Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangli terhadap standar yaitu sebesar 0,0105 atau 1,05%. Oleh karena itu, terdapat kekurangan koleksi perpustakaan sebesar 98,95% atau sebanyak 510. 864 judul koleksi untuk dapat memenuhi standar koleksi yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil Supervisi Perpustakaan Umum. Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangli hanya memenuhi 3 komponen standar dari 22 komponen standar yang harus dipenuhi. Ditinjau dari segi lokasi, perpustakaan berada pada lokasi yang tidak strategis sehingga sulit dijangkau oleh Perpustakaan juga belum memiliki gedung tersendiri sehingga memiliki keterbatasan dalam menyediakan ruang layanan yang representatif. Sarana dan prasarana perpustakaan yang dimiliki juga masih sangat terbatas. Perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pemustaka belum tersedia, perpustakaan hanya memiliki komputer yang digunakan untuk kegiatan pengelolaan Perpustakaan juga belum melakukan pemisahan ruangan. Area pemustaka, ruang koleksi, ruang sirkulasi maupun ruang diskusi berada pada satu ruangan yang sama, hal ini tentu akan mempengaruhi kenyamanan pemustaka. Perpustakaan juga tidak memiliki fasilitas umum pendukung seperti mushola, toilet, kantin, maupun sarana khusus difabel. Keterbatasan sarana prasarana yang dimilki perpustakaan tentu akan mempengaruhi kenyamanan para pemustaka yang berkunjung. Kualitas layanan perpustakaan dapat tercermin melalui tingkat kunjungan pemustaka. Apabila tingkat kunjungan pemustaka tinggi maka layanan perpustakaan dianggap berkualitas, sebaliknya apabila tingkat kunjungan perpustakaan rendah maka layanan perpustakaan dianggap kurang Keterbatasan koleksi dan sarana prasarana tentu berpengaruh pada kualitas layanan yang Rizqi Amelia Putri. Panji Hendrarso (Pengaruh Ketersediaan Koleksi. Sarana Prasarana Perpustakaan. Serta A) P-ISSN 2355-309X . E-ISSN 2622-8696 Jurnal Reformasi Administrasi : Jurnal Ilmiah untuk Mewujudkan Masyarakat Madani Vol. No. Maret 2025, pp. diberikan oleh petugas. Keterbatasan tesebut akan menghambat petugas dalam memberikan layanan karena tidak didukung oleh fasilitas yang memadai. Untuk meningkatkan jumlah kunjungan, perpustakaan perlu melakukan berbagai upaya seperti menjamin ketersediaan koleksi yang lengkap, menyediakan sarana prasarana yang memadai, serta memberikan pelayanan yang berkualitas sehingga perpustakaan dinilai bisa memberikan pelayanan yang optimal. Tingkat kunjungan perpustakaan menjadi indikator seberapa banyak masyarakat yang telah memanfaatkan perpustakaan dan juga menjadi bahan evaluasi untuk melihat ketertarikan masyarakat terhadap perpustakaan. Tingkat kemanfaatan perpustakaan dapat diukur dengan melihat banyaknya pemustaka yang berkunjung per hari dibagi jumlah penduduk. Sesuai standar yang telah ditetapkan, tingkat kunjungan pemustaka per hari adalah sebanyak 2% dari populasi jumlah penduduk. Berdasarkan jumlah kunjungan periode Januari sampai Agustus 2024, rata-rata harian kunjungan pemustaka di Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangli adalah sebanyak 20, artinya hanya mencapai 0,0077 atau 0,078% pencapaian kunjungan perpustakaan dari standar. Oleh karena itu, terdapat kekurangan kunjungan pemustaka sebesar 99,92% atau sebanyak 5. 162 pemustaka per hari agar dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan. Berdasarkan observasi awal, penulis menyimpulkan bahwa rendahnya tingkat kunjungan dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain terbatasnya dan kurang beragamnya ketersediaan koleksi perpustakaan, sehingga kebutuhan informasi pemustaka tidak terpenuhi, lokasi perpustakaan yang kurang strategis serta tata ruang yang tidak memadai, dan layanan perpustakaan yang kurang berkualitas akibat keterbatasan koleksi dan sarana prasarana yang dimiliki. Penelitian ini dilakukan untuk menggali lebih lanjut terkait faktor-faktor yang mempengaruhi minat kunjungan pemustaka. Ketersediaan koleksi, sarana prasarana perpustakaan, serta kualitas layanan merupakan faktor yang sangat penting yang akan mempengaruhi minat pemustaka untuk berkunjung ke perpustakaan. Apabila faktor tersebut tidak mendapatkan perhatian yang serius, maka minat kunjungan pemustaka akan terus turun pada periode-periode selanjutnya. KAJIAN LITERATUR Ketersediaan Koleksi Sutarno (Priatmana, 2023:1. menyatakan Auketersediaan koleksi berarti perpustakaan memiliki sejumlah koleksi atau bahan pustaka dan cukup banyak koleksi tersebut dapat digunakan oleh penggunaan perpustakaanAy. Menurut Herlina (Abidin, 2023:. Auketersediaan koleksi adalah kesiapan bahan pustaka yang telah dikumpulkan, diolah dan disimpan untuk kemudian dilayankan dan disebarluaskan informasinya kepada masyarakat guna memenuhi kebutuhan informasiAy. Berdasarkan definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa ketersediaan koleksi merupakan kesiapan perpustakaan dalam menyediakan bahan pustaka yang akan digunakan oleh pemustaka untuk memenuhi kebutuhan informasi. Sulistyo Basuki (Santoso, 2021:. memberikan pengertian bahwa AuKoleksi perpustakaan adalah bahan pustaka yang mencakup: . karya cetak atau karya grafis seperti buku, majalah, surat kabar, disertasi, dan laporan. karya non cetak atau karya non rekam seperti piringan hitam, rekaman audio, kaset, dan video. bentuk mikro seperti mikro film, mikrofis, dan microopaque. karya dalam bentuk elektronik seperti disket, pita magnetik, dan kelongsong elektronik . yang diasosiasikan dengan komputerAy. Sarana dan Prasarana Perpustakaan Sarana prasarana merupakan kedua hal yang sangat penting dalam berbagai bidang termasuk salah satunya bidang perpustakaan. menurut Lasa (Mudassir, 2023:. AuPrasarana perpustakaan merupakan gabungan dari beberapa ruang yang memiliki fungsi berbeda-beda sesuai kebutuhan. Oleh karena itu, perencanaan tata ruang dalam prasarana perpustakaan harus memperhatikan fungsi tiap ruang yang didukung unsur-unsur keharmonisan dan keindahan. Unsur keharmonisan dan keindahan akan mempengaruhi eksterior dan interior prasarana. Keindahan interior harus didukung eksterior prasarana untuk mewujudkan tata ruang perpustakaan yang baik sehingga mampu memberikan kepuasan bagi petugas perpustakaan atau pustakawan dan pemustakaAy. Kualitas Layanan Rizqi Amelia Putri. Panji Hendrarso (Pengaruh Ketersediaan Koleksi. Sarana Prasarana Perpustakaan. Serta A) Jurnal Reformasi Administrasi : Jurnal Ilmiah untuk Mewujudkan Masyarakat Madani P-ISSN 2355-309X . E-ISSN 2622-8696 Vol. No. Maret 2025, pp. Pengertian pelayanan menurut American Marketing Association, seperti dikutip oleh Cowell (Hardiyansyah, 2018:. bahwa Aupelayanan pada dasarnya merupakan kegiatan atau manfaat yang ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain dan pada hakikatnya tidak berwujud serta tidak menghasilkan sesuatu, proses produksinya mungkin tidak dikaitkan dengan suatu produk fisikAy. Hardiyansyah (Rianti, 2019:. mendefinisikan Aupelayanan sebagai aktivitas yang diberikan untuk membantu, menyiapkan, dan mengurus baik itu berupa barang atau jasa dari satu pihak ke pihak lainAy. Selanjutnya Sampara (Hardiyansyah, 2018:. mendefinisikan Aukualitas pelayanan adalah pelayanan yang diberikan kepada pelanggan sesuai dengan standar pelayanan yang telah dibakukan sebagai pedoman dalam memberikan layanan. Standar pelayanan adalah ukuran yang telah ditentukan sebagai suatu pembakuan pelayanan yang baikAy. Minat Kunjungan Pemustaka Anindyaputri (Maharani, 2022:. menyatakan bahwa Auminat kunjungan perpustakaan adalah suatu keinginan oleh individu untuk datang dan berkunjung ke perpustakaan dengan tujuan untuk memanfaatkan pelayanan dan koleksi yang ada di perpustakaanAy. Zulfa (Haloho, 2021:. berpendapat bahwa Auminat kunjungan merupakan kecenderungan jiwa yang mendorong sesorang mengunjungi dan memanfaatkan perpustakaan. Minat kunjung ditunjukkan dengan keinginan yang kuat untuk datang dan memanfaatkan fasilitas yang disediakan terutama membaca koleksi perpustakaanAy. METODE PENELITIAN Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan penelitian yang dipilih merupakan salah satu langkah yang krusial dalam menentukan arah dan strategi penelitian. Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan ini dipilih karena sesuai dengan tujuan penelitian yang akan mengukur variabel-variabel secara sistematis dan menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Menurut Creswell (Kusumastuti, 2020:. Aumetode penelitian kuantitatif merupakan metodemetode untuk menguji teori-teori tertentu dengan cara meneliti hubungan antar variabelAy. Variabel-variabel biasanya diukur dengan instrument penelitian sehingga data yang terdiri dari angka-angka dapat dianalisis berdasarkan prosedur-prosedur statistik. Pada pendekatan kuantitatif, proses penelitian dimulai dengan mengindentifikasi permasalahan yang perlu dikaji secara teoretis, kemudian mencari dasar rasionalitasnya berdasarkan teori yang relevan. Selanjutnya ditentukan kesimpulan sementara atau dirumuskan pada hipotesis. Untuk menguji hipotesis tersebut, dilakukan pengumpulan data empiris. Berdasarkan hasil pengujian atau analisis data, hipotesis akan diterima atau ditolak untuk selanjutnya ditarik kesimpulan Operasional Variabel Dalam penelitian ini terdapat 3 . variabel bebas (X) dan 1 . variabel terikat (Y). Variabel bebas terdiri dari ketersediaan koleksi (X. , sarana prasarana perpustakaan (X. , dan kualitas layanan (X. Sedangkan variabel terikat pada penelitian ini adalah minat kunjungan pemustaka (Y). Variabel penelitian menggambarkan aspek-aspek yang akan dianalisis dalam sebuah penelitian mencakup faktor yang akan diukur atau dipengaruhi. Pengumpulan Data Data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh langsung dari responden melalui kuesioner yang mencakup pertanyaan tentang ketersediaan koleksi, sarana prasarana perpustakaan, kualitas layanan, dan minat kunjungan pemustaka. Sementara data sekunder berasal dari sumber yang telah ada, seperti hasil supervisi perpustakaan umum dan data yang bersumber dari Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangli. Data kuantitatif dibedakan menjadi data diskret . ilangan bula. dan data kontinu . ilangan pecaha. Teknik pengumpulan data utama menggunakan kuesioner berbasis skala likert untuk mengukur tingkat persetujuan responden, mulai dari sangat setuju . hingga sangat tidak setuju . Kuesioner dirancang berdasarkan indikator variabel penelitian, dengan hasil pengukuran dirangking menjadi skala ordinal untuk analisis lebih lanjut. Rizqi Amelia Putri. Panji Hendrarso (Pengaruh Ketersediaan Koleksi. Sarana Prasarana Perpustakaan. Serta A) P-ISSN 2355-309X . E-ISSN 2622-8696 Jurnal Reformasi Administrasi : Jurnal Ilmiah untuk Mewujudkan Masyarakat Madani Vol. No. Maret 2025, pp. Teknik Sampling Populasi dalam penelitian ini adalah pengunjung Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangli yang terdiri dari pelajar SMA, mahasiswa. PNS, dan golongan umum, dengan total populasi sebanyak 161 orang berdasarkan laporan kunjungan perpustakaan dari Januari hingga Agustus Sampel penelitian diambil menggunakan rumus Tharo Yamane dengan tingkat presisi 10%, menghasilkan jumlah sampel sebesar 61,68 yang dibulatkan menjadi 62 sampel. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling, yaitu metode yang membagi populasi ke dalam strata homogen dan memilih sampel secara acak dari setiap strata. Teknik Analisa Data Data dianalisa dengan menguji instrumen data penelitian yang meliputi uji Validitas dan uji Reliabilitas. Analisis data selanjutnya adalah analisis statistik deskriptif, dan uji asumsi klasik. Analisis regresi berganda dilakukan untuk mengetahui hubungan dua variabel bebas yang digunakan terhadap varaibel terikatnya. Untuk mengetahui pengaruh secara sendiri-sendiri maupun secara simultan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dilakukan uji Hipotiis, uji F dan uji T serta uji Koefisisen Determinasi HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pengaruh Ketersediaan Koleksi terhadap Minat Kunjungan Pemustaka di Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangli Hipotesis pertama (H. yang diajukan pada penelitian ini adalah terdapat pengaruh ketersediaan koleksi terhadap minat kunjungan pemustaka. Berdasarkan data distribusi frekuensi, diperoleh informasi bahwa dari total 62 responden yang memberikan penilaian terhadap Ketersediaan Koleksi, terdapat pembagian skor sebagai berikut: 9 responden . ,5%) berada pada kategori sangat tinggi, 12 responden . ,4%) pada kategori tinggi, 31 responden . ,0%) pada kategori sedang, dan 22 responden . ,5%) pada kategori rendah. Persentase tersebut menggambarkan sebaran penilaian yang diberikan oleh responden terhadap ketersediaan koleksi, yang menunjukkan adanya dominasi pada kategori sedang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model regresi sederhana dengan hasil uji hipotesis dengan menggunakan program spss windows 26. Berdasarkan hasil Pengujian Hipotesis Parsial (Uji . Variabel Ketersediaan Koleksi (X. terhadap Minat Kunjungan Pemustaka (Y), didapatkan nilai thitung pada X1=1. 943, dan ttabel pada taraf signifikan 95% (=0,. Berdasarkan perbandingan tersebut maka nilai thitung pada variabel Ketersediaan Koleksi (X. adalah lebih besar dari pada nilai ttabel, yang menunjukkan adanya pengaruh antara variabel Ketersediaan Koleksi (X. terhadap Minat Kunjungan Pemustaka (Y). Selain itu, dengan taraf signifikan yang diperoleh yaitu nilai sig. X1=0,003<0,05, dapat disimpulkan bahwa variabel Ketersediaan Koleksi (X. berpengaruh signifikan terhadap Minat Kunjungan Pemustaka (Y). Berdasarkan Koefisien Determinasi Ketersediaan Koleksi terhadap Minat Kunjungan Pemustaka, diperoleh angka Adjusted R 0. Dari table tersebut, diperoleh data bahwa 0. 708 atau 70. 8% yang menunjukkan persentase sumbangan efektif pengaruh variabel Ketersediaan koleksi (X. terhadap Minat Kunjungan Pemustaka (Y) adalah sebesar 70. Pengaruh Sarana Prasarana Perpustakaan terhadap Minat Kunjungan Pemustaka di Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangli Hipotesis kedua (H. yang diajukan pada penelitian ini adalah terdapat pengaruh sarana prasarana perpustakaan terhadap minat kunjungan pemustaka. Berdasarkan data distribusi frekuensi, diperoleh informasi bahwa dari total 62 responden yang memberikan penilaian terhadap Sarana Prasarana Perpustakaan, terdapat pembagian skor sebagai berikut: 8 responden . ,9%) berada pada kategori sangat tinggi, 17 responden . ,4%) pada kategori tinggi, 27 responden . ,5%) pada kategori sedang, dan 10 responden . ,1%) pada kategori rendah. Persentase tersebut menggambarkan sebaran penilaian yang diberikan oleh responden terhadap sarana prasana perpustakaan, yang menunjukkan adanya dominasi pada kategori sedang. Teknik analisis data Rizqi Amelia Putri. Panji Hendrarso (Pengaruh Ketersediaan Koleksi. Sarana Prasarana Perpustakaan. Serta A) Jurnal Reformasi Administrasi : Jurnal Ilmiah untuk Mewujudkan Masyarakat Madani P-ISSN 2355-309X . E-ISSN 2622-8696 Vol. No. Maret 2025, pp. yang digunakan dalam penelitian ini adalah model regresi sederhana dengan hasil uji hipotesis dengan menggunakan program spss windows 26. Berdasarkan hasil Pengujian Hipotesis Parsial (Uji . Variabel Sarana Prasarana Perpustakaan (X. terhadap Minat Kunjungan Pemustaka (Y), didapatkan hasil Nilai thitung untuk variabel X2 (Sarana Prasarana Perpustakaa. lebih besar dari ttabel . pada taraf signifikan 95% (=0. Nilai signifikan yang diperoleh 002<0. Berdasarkan perbandingan ini, dapat disimpulkan bahwa variabel Sarana Prasarana Perpustakaan (X. berpengaruh signifikan terhadap Minat Kunjungan Pemustaka (Y). Berdasarkan Koefisien Determinasi Sarana Prasarana Perpustakaan terhadap Minat Kunjungan Pemustaka, diperoleh angka Adjusted R 0. Dari table tersebut, diperoleh data bahwa 0. 0% yang menunjukkan persentase sumbangan efektif pengaruh variabel Sarana Prasarana Perpustakaan (X. terhadap Minat Kunjungan Pemustaka (Y). adalah sebesar 55. Pengaruh Kualitas Layanan terhadap Minat Kunjungan Pemustaka di Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangli Hipotesis kedua (H. yang diajukan pada penelitian ini adalah terdapat pengaruh kualitas layanan terhadap minat kunjungan pemustaka. Berdasarkan data distribusi frekuensi, diperoleh informasi bahwa dari total 62 responden yang memberikan penilaian terhadap Kualitas Layanan, terdapat pembagian skor sebagai berikut: 3 responden . 84%) berada pada kategori sangat tinggi, 7 responden . ,29%) pada kategori tinggi, 12 responden . ,35%) pada kategori sedang, dan 40 responden . ,52%) pada kategori rendah. Persentase tersebut menggambarkan sebaran penilaian yang diberikan oleh responden terhadap kualitas layanan, yang menunjukkan adanya dominasi pada kategori rendah. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model regresi sederhana dengan hasil uji hipotesis dengan menggunakan program spss windows 26. Berdasarkan Pengujian Hipotesis Parsial (Uji . Variabel Kualitas Layanan (X. terhadap Minat Kunjungan Pemustaka (Y), didapatkan Nilai thitung untuk variabel X3 (Kualitas Layana. adalah 408, lebih besar dari ttabel . pada taraf signifikan 95% ( = 0. Nilai signifikan yang diperoleh adalah 0. 001 < 0. Berdasarkan perbandingan ini, dapat disimpulkan bahwa variabel Kualitas Pelayanan (X. berpengaruh signifikan terhadap Minat Kunjungan Pemustaka (Y). Berdasarkan Koefisien Determinasi Kualitas Layanan terhadap Minat Kunjungan Pemustaka diperoleh angka Adjusted R 0. Dari tabel tersebut diperoleh data bahwa 0. 641 atau 64. yang menunjukkan persentase sumbangan efektif pengaruh variabel Kualitas Layanan (X. terhadap Minat Kunjungan Pemustaka (Y). adalah sebesar 64. Pengaruh Ketersediaan Koleksi. Sarana Prasarana, serta Kualitas Layanan terhadap Minat Kunjungan Pemustaka di Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangli Hipotesis keempat (H. yang diajukan pada penelitian ini adalah terdapat pengaruh ketersediaan koleksi, sarana prasarana perpustakaan, serta kualitas layanan terhadap minat kunjungan pemustaka. Berdasarkan data distribusi frekuensi, diperoleh informasi bahwa dari total 62 responden yang memberikan penilaian terhadap Minat Kunjungan Pemustaka, terdapat pembagian skor sebagai berikut: 10 responden . ,13%) berada pada kategori sangat tinggi, 27 responden . ,55%) pada kategori tinggi, 14 responden . ,58%) pada kategori sedang, dan 11 responden . ,74%) pada kategori rendah. Persentase tersebut menggambarkan sebaran penilaian yang diberikan oleh responden terhadap minat kunjungan pemustaka, yang menunjukkan adanya dominasi pada kategori tinggi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model regresi sederhana dengan hasil uji hipotesis dengan menggunakan program spss windows Berdasarkan hasil Pengujian Hipotesis Parsial (Uji . , menunjukkan Ketersediaan Koleksi (X. Sarana Prasarana Perpustakaan (X. , dan Kualitas Layanan (X. berpengaruh secara signifikan terhadap Minat Kunjungan Pemustaka (Y) di Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangli. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor tersebut memainkan peran penting dalam meningkatkan minat kunjungan pemustaka di perpustakaan tersebut. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang dilakukan secara simultan untuk mengetahui pengaruh secara bersamasama antara Ketersediaan koleksi (X. Sarana Prasarana Perpustakaan (X. dan Kualitas Layanan (X. terhadap Minat Kunjungan Pemustaka (Y). Hasil tersebut diketahui bahwa Fhitung adalah 987 dan Ftabel pada DF1 = 3. DF2=62 dan taraf signifikan 5% ( =0,. Dengan demikian, maka perbandingan Fhitung dengan Ftabel pada taraf signifikan 5%, adalah 3. 987>2. Rizqi Amelia Putri. Panji Hendrarso (Pengaruh Ketersediaan Koleksi. Sarana Prasarana Perpustakaan. Serta A) P-ISSN 2355-309X . E-ISSN 2622-8696 Jurnal Reformasi Administrasi : Jurnal Ilmiah untuk Mewujudkan Masyarakat Madani Vol. No. Maret 2025, pp. Berdasarkan perbandingan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Fhitung lebih besar dari Ftabel pada taraf signifikan 5% ( =0,. Selain itu, uji signifikansi menghasilan nilai sig. =0,012<0,05. Dengan demikian maka Ha diterima, yang berarti bahwa Ketersediaan koleksi (X. Sarana Prasarana Perpustakaan (X. dan Kualitas Layanan (X. terhadap Minat Kunjungan Pemustaka (Y). Selanjutnya pada hasil Koefisien Determinasi Ketersediaan Koleksi. Sarana Prasarana Perpustakaan, serta Kualitas Layanan terhadap Minat Kunjungan Pemustaka, diperoleh angka Adjusted R 0. Dari tabel tersebut, diperoleh data bahwa 0. 509 atau 50. 9% menunjukkan persentase sumbangan efektif pengaruh variabel Ketersediaan Koleksi (X. Sarana Prasarana Perpustakaan (X. dan Kualitas Layanan (X. terhadap Minat Kunjungan Pemustaka (Y) adalah Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan koleksi yang memadai, sarana prasarana perpustakaan yang mendukung, dan kualitas layanan yang berkualitas memiliki pengaruh yang signifikan dalam mendorong minat kunjungan pemustaka. Hal ini menegaskan pentingnya sinergi antara berbagai aspek pengembangan dan pengelolaan perpustakaan untuk mencapai tujuan menarik minat pemustaka untuk berkunjung ke perpustakaan. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai Ketersediaan Koleksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Kunjungan Pemustaka di Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangli. Sarana Prasarana Perpustakaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Kunjungan Pemustaka di Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangli. Kualitas Layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Kunjungan Pemustaka di Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangli. Ketersediaan Koleksi. Sarana Prasarana Perpustakaan serta Kualitas Layanan berpengaruh secara bersama-sama . terhadap Minat Kunjungan Pemustaka di Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangli. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, berikut ini disampaikan beberapa saran yang dapat dipertimbangkan: Untuk menjamin ketersediaan koleksi. Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangli perlu merumuskan kebijakan pengembangan dan pengelolaan koleksi untuk menjamin tersedianya koleksi yang beragam dan mutakhir. Pengadaan koleksi dapat mengacu pada survei kebutuhan pemustaka, sehingga perpustakaan dapat menyajikan koleksi sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pemustaka Untuk pengembangan sarana prasarana perpustakaan. Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangli perlu melakukan pengembangan fasilitas yang memadai, seperti menyediakan ruang baca yang lebih tenang dengan dilengkapi kursi dan meja yang ergonomis untuk mendukung kenyamanan pemustaka selama berkunjung di perpustakaan, menyediakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi pemustaka, meningkatkan sistem penyimpanan koleksi perpustakaan dengan rak buku yang lebih efisien dan terorganisir, serta memanfaatkan teknologi dalam pengelolaan koleksi untuk memudahkan pencarian buku serta menyediakan fasilitas umum. Untuk peningkatan kualitas layanan perpustakaan. Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangli perlu meningkatkan pelatihan dan keterampilan pustakawan agar lebih profesional dalam memberikan layanan, seperti kemampuan dalam memberikan informasi dan membantu pencarian koleksi, mempercepat proses sirkulasi buku dengan sistem peminjaman dan pengembalian yang efisien, serta menciptakan program-program menarik seperti lokakarya. Rizqi Amelia Putri. Panji Hendrarso (Pengaruh Ketersediaan Koleksi. Sarana Prasarana Perpustakaan. Serta A) Jurnal Reformasi Administrasi : Jurnal Ilmiah untuk Mewujudkan Masyarakat Madani P-ISSN 2355-309X . E-ISSN 2622-8696 Vol. No. Maret 2025, pp. pelatihan, atau diskusi tematik untuk menarik minat pengunjung dan meningkatkan peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran dan informasi. DAFTAR PUSTAKA