Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Vol. No. September 2024, pp. Fenomena Pengangguran di Pekanbaru dan Hubungannya dengan Wirausaha Nur Fitriana*. Putri Wulandari1. Vella Adelia2. Nelsy Helmilia Putri3. Mairoza4 1Universitas Muhammadiyah Riau. nurfitri@umri. Universitas Muhammadiyah Riau. 210301060@student. 3Universitas Muhammadiyah Riau. 220301086@student. 4Universitas Muhammadiyah Riau 220301095@student. 5Universitas Muhammadiyah Riau. 230301077@student. Info Artikel ABSTRAK Article history: Literasi kewirausahaan, motivasi diri, efikasi diri, dan pendidikan kewirausahaan menjadi salah satu komponen penting dalam menimbulkan minat berwirausaha. Penelitian bertujuan untuk Pendidikan kewirausahaan dapat memoderasi pengaruh Literasi kewirausahaan. Motivasi diri, dan Efikasi diri terhadap minat wirausaha pada kalangan muda yang ada di kota Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran (Kualitatif dan Kuantitati. dengan desain sekuensial eksplanatori . equential Explanatory Desig. Sampel pada metode Kuantitatif adalah 393 orang, dan untuk metode Kualitatif adalah 6 informan. Dengan menggunakan Structural Equation Modelling-Partial Least Square (SEM-PLS) sebagai alat melakukan analisis data. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa literasi kewirausahaan, motivasi diri, efikasi diri, dan pendidikan kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap minat wirausaha. pendidikan kewirausahaan juga memoderasi motivasi diri sebagai minat berwirausaha, akan tetapi tidak bisa memoderasi literasi kewirausahaan dan efikasi diri. Received Juli, 2024 Revised Juli, 2024 Accepted September, 2024 Kata Kunci: Literasi Kewirausahaan. Motivasi Diri. Efikasi Diri. Minat Wirausaha. Pendidikan Kewirausahaan Keywords: Entrepreneurial Literacy. Self Motivation. Self Efficacy. Entrepreneurial Interest. Entrepreneurship Education ABSTRACT Entrepreneurial self-motivation, self-efficacy, entrepreneurship education are important components in generating entrepreneurial interest. The study aims to obtain information on how entrepreneurship education can moderate the influence of entrepreneurial literacy, self-motivation, and self-efficacy on entrepreneurial interest among young people in Pekanbaru city. The method used in this research is a mixed method (Qualitative and Quantitativ. with sequential explanatory design. The sample for the Quantitative method is 393 people, and for the Qualitative method is 6 By using Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) as a tool for data analysis. The results obtained show that entrepreneurial literacy, self-motivation, self-efficacy, and entrepreneurship education have a significant effect on entrepreneurial entrepreneurship education also moderates self-motivation as an interest in entrepreneurship, but cannot moderate entrepreneurial literacy and self-efficacy. This is an open access article under the CC BY-SA license. Journal homepage: https://wnj. westscience-press. com/index. php/jakws Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Corresponding Author: Name: Nur Fitriana. SE. Institution: Universitas Muhammadiyah Riau Email: nurfitri@umri. PENDAHULUAN Pengangguran merupakan masalah yang belum bisa diatasi dengan baik, seperti yang ditunjukkan oleh banyak penelitian yang menunjukkan peningkatan pengangguran di Indonesia. Jumlah pengangguran di Indonesia, menurut data dari Badan Pusat Statistik mencapai angka 8,4 juta orang pada Agustus 2022, porsinya 5,86% dari total angkatan kerja nasional (BPS, 2. Jumlah pengangguran di Indonesia didominasi dengan usia 20 sampai dengan 34 tahun, usia tersebut merupakan usia produktif dalam bekerja. Sehingga kiranya masalah ini layak untuk diteliti. Jumlah pengangguran berusia 20-24 tahun, tercatat sebanyak 2,39 juta orang. Sedangkan usia 25-29 tahun dengan jumlah 1,21 juta orang (Muhammad, 2. Terlihat jelas bahwa pengangguran jelas didominasi oleh usia produktif. Provinsi Riau dengan Ibu Kota Pekanbaru membuat angka pertumbuhan ekonomi yang pesat di Kota Pekanbaru, pertumbuhan ini mendorong pencari kerja dari berbagai wilayah untuk mengadu nasib di kota Pekanbaru. Menurut data yang telah didapatkan tercatat 30. 661 sebagai jumlah pengangguran, hal inilah yang membuat angka pengangguran di Kota Pekanbaru pada tahun 2023 menjadi tinggi (BPS, 2. Pemerintah tentunya telah melakukan berbagai upaya dalam mengurangi angka pengangguran, terutama di kalangan kaum muda. Wirausaha menjadi salah satu program pemerintah yang bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran, pemerintah berharap bahwa banyak kaum muda yang akan menjadi wirausahawan. Namun, yang terjadi ialah kewirausahaan tidak dianggap sebagai jenjang karier yang serius di kalangan kaum muda. Melihat ketidaktarikan kaum muda tentunya tidak membuat pemerintah putus asa, pemerintah terus berupaya dalam meningkatkan dan menguatkan kewirausahaan muda, agar kalangan kaum muda yang belum bergabung menjadi wirausahawan menjadi termotivasi untuk bergabung menjadi wirausaha (Haro. Fenomena pengangguran serta keterkaitannya dengan wirausaha dikalangan muda menjadi urgensi yang diangkat penulis pada penelitian ini khususnya di Kota Pekanbaru. Penyebab rendahnya aktivitas berwirausaha khususnya dikalangan anak muda dikarenakan masih rendahnya minat berwirausaha, padahal mendirikan usaha tergolong sangat mudah. Banyak faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi munculnya minat berwirausaha. Penelitian sebelumnya telah dilakukan oleh (Leksono et al. , 2. menyatakan bahwa literasi kewirausahaan berpengaruh terhadap minat berwirausaha. Literasi kewirausahaan merupakan suatu pandangan seseorang tentang wirausaha dalam membangun sebuah peluang bisnis yang dapat menguntungkan bagi orang lain dan pelanggan dengan menggunakan sifat positif, inovatif, dan kreatif (Gani et al. , 2. Namun penelitian yang dilakukan oleh (Rostina & Aransyah, 2. menunjukkan bahwa literasi kewirausahaan tidak berpengaruh terhadap minat berwirausaha. Minat wirausaha biasanya juga dipengaruhi oleh motivasi diri, penelitian (Yuritanto & Armansyah, 2. menyatakan motivasi diri berpengaruh terhadap minat berwirausaha. Motivasi dapat mengarah pada pencapaian kebutuhan, memberikan kepuasan, atau mengurangi motivasi wirausaha sangat dibutuhkan untuk mendorong dalam minat Tetapi penelitian yang dilakukan oleh (Adam et al. , 2. menunjukkan bahwa motivasi diri tidak berpengaruh pada minat wirausaha. Vol. No. September 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Efikasi diri merupakan sebuah sikap atau perasaan yang yakin pada diri sendiri sehingga seseorang dapat merasa bebas untuk melakukan apa yang dia suka dan bertanggung jawab atas tindakannya (Tiondang et al. , 2. Dapat disimpulkan bahwa efikasi diri merupakan keyakinan diri yang dimiliki oleh individu atas kemampuannya untuk berhasil dalam melakukan suatu pekerjaan, termasuk berwirausaha (Putry et al. , 2. Dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Purwaningsih et al. , 2. yaitu efikasi diri sangat berperan dalam mempengaruhi minat Namun, hal ini berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Istinaroh, 2. yang menunjukkan bahwa efikasi diri tidak berpengaruh terhadap minat wirausaha. Penelitian yang dilakukan oleh (Farida, 2. menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kewirausahan sebagai variabel moderasi terhadap minat berwirausaha, karena pendidikan kewirausahaan bertujuan untuk membangun dan mengembangkan pengetahuan, bakat dan minat seseorang. Namun terdapat perbedaan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Angkoso et , 2. yang menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan tidak memoderasi minat Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan bukti empiris tentang pengaruh literasi kewirausahaan, motivasi diri serta efikasi diri terhadap minat wirausaha anak muda yang ada di Kota Pekanbaru. Selain itu juga ingin memberikan bukti empiris mengenai pendidikan kewirausahaan sebagai pemoderasi. Tujuan spesifik dari riset ini adalah menghasilkan riset yang berpotensi memecahkan permasalahan yang terjadi di dalam kewirausahaan khususnya pada anak muda yang ada di Kota Pekanbaru. TINJAUAN PUSTAKA 1 Hubungan Literasi Kewirausahaan dengan Minat Wirausaha Literasi kewirausahaan merupakan sebuah pandangan seseorang tentang melihat kewirausahaan dari perspektif yang positif, inovatif, dan kreatif, dalam hal ini mereka dapat membangun peluang bisnis yang bermanfaat bagi orang lain dan pelanggan (Gani et al. , 2. Literasi kewirausahaan juga menjadi salah satu faktor eksternal yang menjadi kunci keberhasilan dalam berwirausaha, tingkat keterampilan yang lebih tinggi juga meningkatkan kemungkinan keberhasilan suatu usaha (Yani et al. , 2. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa literasi kewirausahaan pengaruh yang relatif signifikan terhadap minat berwirausaha (Leksono et , 2. Berdasarkan penjelasan ini, hipotesis penelitian pertama dapat dirumuskan sebagai Hipotesis 1 (H. Diduga literasi kewirausahaan berpengaruh terhadap minat wirausaha 2 Hubungan Motivasi diri dengan Minat Kewirausahaan Motivasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) merupakan motivasi yang muncul dalam diri seseorang, baik secara sadar maupun tidak sadar, untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Selain itu, motivasi juga dapat didefinisikan sebagai usaha yang dapat mendorong seseorang atau kelompok tertentu untuk melakukan sesuatu karena keinginan mereka untuk mencapai tujuan tertentu dan mendapatkan kepuasan dari apa yang mereka lakukan. Motivasi dalam berwirausaha menjadi salah satu komponen tambahan yang dapat berpengaruh dalam keberhasilan suatu usaha (Irwanto & Ie, 2. Motivasi diri bisa mempengaruhi pilihan seorang dalam memulai sebuah usaha, hal ini juga tentunya akan mempengaruhi proses inovasi, kinerja, serta kesuksesan (Srimulyani & Hermanto, 2. Motivasi sangat mempengaruhi perilaku dan kinerja seseorang dalam berbagai situasi, termasuk di dunia wirausaha, selain itu motivasi juga dapat menghasilkan pencapaian kebutuhan, kepuasan, atau pengurangan ketidakseimbangan (Oei et al. , 2. Hasil penelitian terdahulu membuktikan bahwa motivasi berwirausaha berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha, dapat disimpulkan bahwa motivasi wirausaha sangat penting untuk menumbuhkan minat berwirausaha (Yuritanto & Armansyah, 2. Berdasarkan penjelasan ini, hipotesis penelitian kedua dapat dirumuskan sebagai berikut: Vol. No. September 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Hipotesis 2 (H. Diduga motivasi diri berpengaruh terhadap minat wirausaha 3 Hubungan Efikasi Diri dengan Minat Kewirausahaan Dalam hal minat berwirausaha, efikasi diri menjadi salah satu peranan penting. Hal ini disebabkan oleh sikap atau perasaan yang timbul atas keyakinan pada diri sendiri, yang membuat seseorang dapat merasa bebas dalam melakukan apapun yang dia suka dan bertanggung jawab atas keputusan yang telah diambilnya (Tiondang et al. , 2. Dapat disimpulkan bahwa efikasi diri dapat didefinisikan sebagai keyakinan yang dimiliki seseorang atas kemampuannya untuk berhasil dalam melakukan suatu pekerjaan, termasuk berwirausaha (Putry et al. , 2. Berdasarkan penjelasan ini, hipotesis penelitian ketiga dapat dirumuskan sebagai berikut: Hipotesis 3 (H. Diduga efikasi diri berpengaruh terhadap minat wirausaha 4 Hubungan Pendidikan Kewirausahaan dengan Minat Kewirausahaan Pendidikan kewirausahaan menjadi sebuah kesempatan bagi para tenaga pendidik dalam dalam memberikan ilmu pengetahuan dan pembekalan keterampilan yang diperlukan untuk memulai menjadi seorang wirausaha muda (Susilawaty, 2. Kewirausahaan dapat memperbarui sistem Pendidikan untuk membantu seorang individu menjadi lebih inovatif dan kreatif (Wardani & Nugraha, 2. Pada dasarnya. Pendidikan kewirausahaan sangat berperan penting dalam hal meningkatkan pengetahuan dan pemahaman individu tentang bagaimana cara memulai dan mengelola sebuah usaha (Rahmawati et al. , 2. Berdasarkan penjabaran ini, maka hipotesis penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: Hipotesis 4 (H. Diduga Pendidikan kewirausahaan dapat memoderasi pengaruh literasi kewirausahaan terhadap minat wirausaha Hipotesis 5 (H. Diduga Pendidikan kewirausahaan dapat memoderasi pengaruh motivasi diri terhadap minat wirausaha Hipotesis 6 (H. Diduga Pendidikan kewirausahaan dapat memoderasi pengaruh efikasi diri terhadap minat wirausaha 5 Kerangka Teori The Theory of Planned Behavior adalah salah satu teori yang dapat menjelaskan bagaimana seseorang melakukan suatu tindakan, termasuk tindakan kewirausahaan. Menurut Theory of Planned Behavior, minat berwirausaha dapat didefinisikan sebagai keinginan seseorang untuk memulai dan terlibat dalam aktivitas dan perilaku kewirausahaan, yang mana 4 Keinginan ini dapat dipengaruhi oleh berbagai hal, seperti kebutuhan, prinsip, keinginan, dan keyakinan (Aditya & Budiono, 2. Dengan meneliti interaksi antara literasi kewirausahaan, motivasi diri dan efikasi diri terhadap minat wirausaha pendidikan kewirausahaan sebagai pemoderasi. Dan pada penelitian ini berusaha menjelaskan fenomena pengangguran dan kaitannya dengan minat wirausaha. Gambar 1. Kerangka Teori Vol. No. September 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan campuran dengan desain sekuensial eksplanatori . equential Explanatory Desig. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus slovin, yang mana rumus slovin ini digunakan untuk mendapatkan sampel yang mewakili dari semua populasi dan lebih pasti atau mendekati populasi yang ada. Pada metode campuran pengumpulan data dan analisis data kuantitatif dilakukan tahap pertama dengan menggunakan kuesioner sebanyak 393 responden diukur menggunakan skala likert dengan lima tanggapan, dimulai dengan AuSangat Tidak SetujuAy . hingga AuSangat SetujuAy . Seluruh pernyataan yang terdapat didalam kuesioner dirinci dalam bentuk kuesioner yang dilampirkan oleh penelitian sebelumnya. Pertanyaan mengenai identitas responden yang meliputi nama responden, jenis kelamin, umur dan golongan sudah/belum bekerja. Setelah mendapatkan hasil analisis kuantitatif, peneliti melakukan tahap kedua dengan pengumpulan data kualitatif yang diperoleh melalui wawancara sebanyak 6 informan, guna memperkuat hasil penelitian kuantitatif. Metode campuran melibatkan dua tahap. Tahap pertama yaitu teknik analisis data kuantitatif menggunakan berbagai pengujian statistik agar dapat diinterpretasikan dan disajikan secara Structural Equation Modelling-Partial Least Square (SEM-PLS) dengan menggunakan SmartPls . digunakan sebagai alat pengujian hipotesis, yang berguna untuk menunjukkan hubungan antar variabel. Pada model pengukuran dan model structural dibutuhkan analisis Partial Least Square. Gambar 2. Model Pengukuran Hasil Uji Tahap kedua yaitu teknik analisis data kualitatif menggunakan interaktif model dari Millens dan Hubberman dalam buku (Rachman et al. , 2. , yaitu: . Pengumpulan data . Penyederhanaan atau reduksi data . Penyajian data . Penarikan dan Pengujian atau verifikasi Tabel 1. Profil Demografi Responden Aspek Frekuensi Persentase Jenis Kelamin Laki - laki Perempuan Usia 20 Ae 25 Vol. No. September 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science 25 Ae 29 30 Ae 34 Minat Wirausaha Ya (Laki - Lak. Tidak (Laki - Lak. Ya (Perempua. Tidak (Perempua. HASIL DAN PEMBAHASAN Subtipe validitas konstruk yang disebut juga sebagai validitas diskriminan menunjukkan seberapa baik suatu tes dapat mengukur suatu ide. Validitas ini menguji apakah ukuran satu konstruk benar-benar berbeda dengan ukuran konstruk lain dalam model. Tabel 2. Discriminant Validity Literasi Motivasi Efikasi Minat Pendidikan Kewirausahaan Diri Diri Wirausaha Wirausaha Literasi Kewirausahaan Motivasi Diri Efikasi Diri Minat Wirausaha Pendidikan Wirausaha Pemeriksaan Literasi Kewirausahaan menemukan korelasi sebesar 0,923 dengan Motivasi Diri, 0,907 dengan Efikasi Diri, dan 0,898 dengan Minat Wirausaha. Dengan akar kuadrat Average Variance Extracted (AVE) sebesar 0,863. Literasi Kewirausahaan menunjukkan validitas Namun, korelasinya dengan Business Interest sedikit melebihi akar kuadrat AVE-nya, yang menunjukkan kemungkinan tumpang tindih. Selain itu, ada korelasi 0,888 antara motivasi diri dan literasi kewirausahaan, 0,891 antara efikasi diri, dan 0,901 antara minat wirausaha. Validitas diskriminan dikonfirmasi dengan akar kuadrat AVE 0,863 yang melebihi korelasinya dengan semua Efikasi Diri menunjukkan korelasi sebesar 0,907 dengan Literasi Kewirausahaan, 0,920 dengan Motivasi Diri, dan 0,922 dengan Minat Wirausaha. dengan akar kuadrat AVE sebesar 0,863. Efikasi Diri mempertahankan validitas diskriminan. Dengan demikian, akar kuadrat AVE sebesar 0,863 lebih tinggi dari korelasi dengan semua konstruk. Pendidikan Wirausaha menunjukkan korelasi 0,896 dengan Literasi Kewirausahaan, 0,902 dengan Motivasi Diri, 0,912 dengan Efikasi Diri, dan 0,904 dengan Minat Wirausaha, akar kuadrat AVE 0,920 melampaui korelasi dengan semua konstruk, menunjukkan validitas diskriminan yang baik. Tabel 3. Square R-square R-square Minat Wirausaha Sumber: Data Diolah . Nilai R-Squared (R^. dan nilai R-Squared yang disesuaikan (R^2 adjuste. masing-masing memberikan gambaran penting tentang seberapa baik model regresi bekerja, dan masing-masing memberikan gambaran tentang bentuk yang disesuaikan dari variabel dependen. Dalam analisis regresi, koefisien ini sangat penting karena menunjukkan bahwa model cocok dan mampu menjelaskan variabilitas variabel dependen berdasarkan variabel independen. Dalam penelitian ini, nilai R-Squared untuk minat wirausaha adalah 0,879, yang menunjukkan bahwa 87,9% dari varians Vol. No. September 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science minat wirausaha dapat dijelaskan oleh variabel independen. Ini menunjukkan kemampuan penjelasan yang kuat dari model untuk memprediksi minat wirausaha berdasarkan variabelvariabel ini. Namun, nilai R-Squared yang disesuaikan, yang menghitung ukuran sampel dan jumlah prediktor, sedikit lebih rendah, yaitu 0,876, karena penyesuaian ini menghukum nilai RSquared karena memasukkan prediktor tambahan yang mungkin tidak secara signifikan berkontribusi pada penjelasan varians variabel dependen. Akibatnya, estimasi daya penjelas model lebih konservatif. Tabel 4. Uji Hipotesis Original Sample Standard T statistics (|O/STDEV|) (O) (M) (STDEV) Literasi Kewirausahaan Ie Minat Wirausaha Motivasi Diri Ie Minat Wirausaha Efikasi Diri Ie Minat Wirausaha Pendidikan Wirausaha Ie Minat Wirausaha Pendidikan Kewirausahaan x Efikasi diri Ie Minat Wirausaha Pendidikan Kewirausahaan x Literasi Wirausaha Ie Minat Wirausaha Pendidikan Kewirausahaan x Motivasi Diri Ie Minat Wirausaha Sumber: Data Diolah . Hipotesis 1: Literasi kewirausahaan berpengaruh positif terhadap minat wirausaha Berdasarkan hasil tabel 4 dapat dilihat bahwa hasil uji hipotesis menunjukan path coefficient antara literasi kewirausahaan dengan minat wirausaha memiliki koefisien parameter sebesar 0,263 dengan signifikansi yaitu 0,000 O 0,05. Hal ini menunjukan bahwa literasi kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap minat wirausaha. Artinya hipotesis 1 diterima. Hipotesis 2: Motivasi diri berpengaruh positif terhadap minat wirausaha Berdasarkan hasil tabel 4 dapat dilihat bahwa hasil uji hipotesis menunjukan path coefficient antara motivasi diri dengan minat wirausaha memiliki koefisien parameter sebesar 0,247 dengan signifikansi yaitu 0,000 O 0,05. Hal ini menunjukan bahwa motivasi diri berpengaruh signifikan terhadap minat wirausaha. Artinya hipotesis 2 diterima. Hipotesis 3: Efikasi diri berpengaruh positif terhadap minat wirausaha Berdasarkan hasil tabel 4 dapat dilihat bahwa hasil uji hipotesis menunjukan path coefficient antara efikasi diri dengan minat wirausaha memiliki koefisien parameter sebesar 0,152 dengan signifikansi yaitu 0,045 O 0,05. Hal ini menunjukan bahwa efikasi diri berpengaruh signifikan terhadap minat wirausaha. Artinya hipotesis 3 diterima. Hipotesis 4: Pendidikan kewirausahaan berpengaruh positif terhadap minat wirausaha Berdasarkan hasil tabel 4 dapat dilihat bahwa hasil uji hipotesis menunjukan path coefficient antara pendidikan kewirausahaan dengan minat wirausaha memiliki koefisien parameter sebesar 0,265 dengan signifikansi yaitu 0,000 O 0,05. Hal ini menunjukan bahwa pendidikan kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap minat wirausaha. Artinya hipotesis 4 diterima. Vol. No. September 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Hipotesis 5: Pendidikan kewirausahaan berpengaruh negatif dengan efikasi diri terhadap minat wirausaha sebagai moderasi Berdasarkan hasil tabel 4 dapat dilihat bahwa hasil uji hipotesis menunjukan path coefficient antara pendidikan kewirausahaan dengan minat wirausaha memiliki koefisien parameter sebesar 0,122 dengan signifikansi yaitu 0,155 Ou 0,05. Hal ini menunjukan bahwa pendidikan kewirausahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap efikasi diri dengan minat wirausaha. Artinya hipotesis 5 Hipotesis 6: Pendidikan kewirausahaan berpengaruh negatif dengan literasi kewirausahaan terhadap minat wirausaha sebagai moderasi Berdasarkan hasil tabel 4 dapat dilihat bahwa hasil uji hipotesis menunjukan path coefficient antara pendidikan kewirausahaan dengan minat wirausaha memiliki koefisien parameter sebesar 0,008 dengan signifikansi yaitu 0,915 Ou 0,05. Hal ini menunjukan bahwa pendidikan kewirausahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap literasi kewirausahaan dengan minat wirausaha. Artinya hipotesis 6 ditolak. Hipotesis 7: Pendidikan kewirausahaan berpengaruh positif dengan motivasi diri terhadap minat wirausaha sebagai moderasi Berdasarkan hasil tabel 4 dapat dilihat bahwa hasil uji hipotesis menunjukan path coefficient antara pendidikan kewirausahaan dengan minat wirausaha memiliki koefisien parameter sebesar 0,075 dengan signifikansi yaitu 0,212 Ou 0,05. Hal ini menunjukan bahwa pendidikan kewirausahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi diri dengan minat wirausaha. Artinya hipotesis 7 Selanjutnya dilakukan analisis kualitatif dengan pengumpulan data secara langsung yakni melakukan tahap wawancara sebanyak 6 informan. Dilakukannya analisis kualitatif guna memperkuat hasil penelitian kuantitatif. Berikut kesimpulan dan tanggapan yang diberikan informan atas pertanyaan yang diberikan: Tanggapan terhadap Literasi Kewirausahaan Dalam sesi wawancara R. A mengatakan bahwa literasi kewirausahaan itu sangat penting untuk mengembangkan wirausahanya dengan literasi kewirausahaan tentu akan berpengaruh pada pemahaman seseorang untuk mengembangkan atau menjalankan wirausahanya. AuMenurut saya bisa ya mbak, karenakan pengertian dari literasi wirausaha itu pemahaman seseorang dalam berwirausaha dengan karakter positif, kreatif, inovatif untuk mengembangkan wirausaha nyaAy (R. A: 13/06/2. Hal ini juga sependapat dengan R. R, bahwa dengan literasi kewirausahaan dapat menambah ilmu pengetahuan yang berguna untuk memulai suatu wirausaha. AuLiterasi sangat penting karena seseorang dapat menambah pola pikir dan dapat mengaplikasikan sebelum memulai wirausaha atau pun setelah memulai wirausahaAy (R. R: 13/06/. Tanggapan terhadap Motivasi Diri Seperti yang dikatakan oleh R. R dan S. C bahwa untuk memulai wirausaha juga dibutuhkan suatu dorongan dari dalam diri agar sampai pada tujuan akhir. Tanpa adanya motivasi diri tentu akan berdampak kepada keseriusan seseorang tersebut untuk memulai wirausaha. AuMenurut saya itu sangat sangat penting dikarenakan motivasi kita dapat melakukan wirausaha hingga akhir dikarenakan tanpa adanya motivasi kita akan melakukan sesuatu setengah setengah atau tidak seriusAy (R. R: 13/06/. AuKalau menurut saya motivasi diri itu penting ya, karena untuk mendorong kita supaya kita menjadi suksesAy (S. C: 18/6/. Tanggapan terhadap Efikasi Diri Pernyataan dari wawancara M. S mengatakan bahwa efikasi diri merupakan komponen penting guna untuk yakin kepada diri sendiri sebagai landasan untuk menjalankan wirausaha. Vol. No. September 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A AuMenurut saya efikasi diri itu merupakan salah satu faktor yang paling penting untuk menjalankan wirausaha karena dengan efikasi diri kita mempunyai keyakinan dalam menjalankan wirausaha itu secara baik dan lebih bagus lagiAy (M. S: 13/06/. Tanggapan terhadap Pendidikan Wirausaha Dalam wawancara dengan A. J ia mengatakan bahwa pendidikan wirausaha memiliki peran penting sebagai pembekalan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang tentunya sangat diperlukan untuk memulai wirausaha. AuSangat penting karena pendidikan kewirausahaan bisa memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk memulai dan mengelolah bisnis dengan baikAy (A. J:18/06/. Tanggapan terhadap Minat Wirausaha Banyak dari kalangan anak muda yang berminat untuk melakukan wirausaha akan tetapi belum berani memulai dikarenakan masih takut akan kegagalan dan tidak mau mengambil resiko seperti yang di sampaikan oleh R. D dan R. AuUntuk sekarang saya masih mencari pekerjaan, tapi untuk kemudian hari mungkin saya akan berminat untuk membuka usaha kecil kecilan duluAy (R. D: 13/0. AuMenurut saya untuk saat ini belum memiliki kemampuan yang cukup maka dari itu dalam selama masa saya menganggur ini saya belajar meningkatkan soft skill dan hard skill saya untuk dapat memulai suatu wirausahaAy (R. R: 13/06/. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa literasi kewirausahaan, motivasi diri dan efikasi diri berpengaruh signifikan terhadap minat wirausaha. Namun pendidikan kewirausahaan tidak dapat menjadi pemoderasi dari variabel tersebut. Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada anak muda khususnya yang ada di Kota Pekanbaru dapat menumbuhkan minat wirausaha nya melalui literasi kewirausahaan, motivasi diri dan efikasi diri. Hal ini dikarenakan dengan munculnya minat wirausaha yang besar khususnya pada anak muda dapat menjadi tanggapan terhadap fenomena pengangguran. Minat wirausaha dapat menjadi alternatif untuk menciptakan peluang kerja sehingga dapat mengurangi tingginya tingkat pengangguran. Namun selain faktor bahwa literasi kewirausahaan, motivasi diri dan efikasi diri terdapat informasi tambahan pada wawancara yang dilakukan kepada informan yang menyatakan bahwa kebanyakan anak muda yang berminat wirausaha tetapi mereka terkendala di modal, pengetahuan bisnis dan belum berani mengambil risiko. DAFTAR PUSTAKA