JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 DAMPAK LINGKUNGAN KERJA. MOTIVASI KERJA. DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA BINTARA PUSDIKBANGSPES KODIKLAT TNI 1,2,3 Sri Yanthy Yosepha1. Sri Widodo2. Budi Wiratno3 Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma. Jakarta. Indonesia . sriy@unsurya. wiedsa82@gmail. com, 221173038@students. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja, motivasi kerja, dan disiplin kerja terhadap kinerja personel bintara Pusdikbangspes Kodiklat TNI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, metode survei dan analisis jalur. Sample 50 orang responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: lingkungan kerja berpengaruh langsung positif dan signifikan terhadap disiplin kerja sebesar 0,529. Motivasi kerja berpengaruh langsung positif dan signifikan terhadap disiplin kerja sebesar 0,371. lingkungan kerja berpengaruh langsung positif dan signifikan terhadap kinerja sebesar 0,299. Motivasi kerja berpengaruh langsung positif dan signifikan terhadap kinerja sebesar 0,541. Disiplin kerja berpengaruh langsung positif dan signifikan terhadap kinerja bintara Pusdikbangspes Kodiklat TNI sebesar 0,235. Kata Kunci : lingkungan kerja, motivasi kerja, disiplin kerja, kinerja Abstract This research aims to analyze the influence of the work environment, work motivation, and work discipline on the performance of TNI Pusdikbangspes Kodiklat non-commissioned personnel. This research uses a quantitative approach, survey methods and path analysis. Sample 50 respondents. The research results showed that: the work environment had a direct positive and significant effect on work discipline of 0. Work motivation has a direct positive and significant effect on work discipline of work environment has a direct positive and significant effect on performance of 0. Work motivation has a direct positive and significant effect on performance of 0. Work discipline has a direct positive and significant effect on the performance of Pusdikbangspes Kodiklat TNI noncommissioned officers by 0. Keywords : work environment, work motivation, work discipline, performance PENDAHULUAN Pusat Untuk meningkatkan kualitas personel Pendidikan dan Pengembangan Spesialisasi TNI, diperlukan kemampuan dalam mencegah (Pusdikbangspe. TNI. Karena itu, bintara dan mengantisipasi ancaman multidimensional. Pusdikbangspes TNI dituntut untuk mencapai Penyiapan kualitas personel TNI menjadi tanggung jawab, peran, dan fungsi Komando kenyataannya, sejumlah bintara tidak mencapai Pendidikan dan Latihan (Kodikla. , yang target kinerja yang diharapkan. Hal ini terlihat Namun, 208 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 dari kondisi alat instruksi/alat bantu instruksi memenuhi prosedur kerja, tidak mengikuti . lins/alongin. dan fasilitas pendidikan yang deskripsi tugas, serta enggan mengadopsi kurang memadai. Perawatan serta penyimpanan Sementara itu, dari aspek disiplin alins/alongins dan fasilitas tersebut menjadi kerja, beberapa bintara masih melanggar bintara Pusdikbangspes. ketentuan waktu, peraturan kerja, dan perilaku Terdapat Fenomena mempengaruhi kinerja mereka, dengan faktor mencapai target kinerja bintara Pusdikbangspes dominan meliputi lingkungan kerja, motivasi penting untuk diteliti lebih lanjut karena kerja, dan disiplin kerja. dampaknya tidak hanya bersifat individual. Dari aspek lingkungan kerja, diketahui tetapi juga dapat meningkatkan risiko dalam bahwa kondisi fisik, nonfisik, temporal, dan pelaksanaan operasi militer perang (OMP) dan psikologis lingkungan kerja tidak sesuai dengan operasi militer selain perang (OMSP). standar dan harapan pegawai, yang dapat Pusdikbangspes. Beberapa bintara juga tidak KERANGKA TEORI Kinerja mematuhi aturan waktu, regulasi pekerjaan. Kinerja dapat dianalisis melalui beberapa serta perilaku kerja. Dalam aspek motivasi pendekatan, yaitu hasil, perilaku, tujuan, dan kerja, sebagian bintara tidak memiliki motivasi ukuran (Priansa, 2014:. Penelitian ini sesuai yang diharapkan organisasi, seperti memprioritaskan pendekatan hasil dan tujuan, kurangnya kesempatan untuk berpartisipasi dengan fokus pada pencapaian tugas pokok, dalam pengambilan keputusan, terbatasnya peran, dan fungsi Pusdikbangspes dalam peluang promosi, dan minimnya pelatihan. Hal mendukung profesionalisme personel TNI. ini menyebabkan kurangnya keinginan untuk Tabel 1. Indikator Kinerja Hasil Kerja Kuantitas hasil kerja Kualitas hasil kerja Perilaku Kerja Ramah kepada pelanggan Perilaku yang disyarat- kanoleh prosedur kerja Kecepatan dalam melaksanakan Perilaku yang disyarat- kanoleh kode Ketepatan waktu dalam Perilaku disyaratkan peraturan melaksanakan tugas Jml kecelakaan kerja Disiplin kerja Jumlah produk terjual Ketelitian dalam bekerja Jumlah keuntungan Profesionalisme Kepuasan pelanggan Kerjasama Efisiensi penggunaan Kepemimpinan tim kerja Sifat Pribadi Pengetahuan Keterampilan Kejujuran Kebersihan Keberanian Kemampuan adaptasi Inisiatif Integritas Kecerdasan 209 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 Efektifitas tugas Jumlah yang dilayani Memanfaatkan waktu Kerajinan Kesabaran Penampilan Sikap terhadap Pekerjaan Kecerdasan Emosional Semangat kerja Kecerdasan sosial Sumber : Wirawan . 4: . Lingkungan Kerja validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data Lingkungan kerja mencakup segala hal di secara deskriptif dan Pengujian sekitar pekerja yang dapat memengaruhi persyaratan analisis dengan uji normalitas, uji pelaksanaan tugas (Sunyoto, 2015: . linearitas, dan uji homogenitas, serta analisis jalur . ath analysi. Motivasi Kerja Motivasi didefinisikan sebagai hasil dari HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian Persyaratan Analisis membangkitkan antusiasme serta ketekunan Penelitian ini menggunakan pendekatan dalam melakukan aktivitas tertentu (Gray dalam kuantitatif dengan metode survey dan analisis Winardi, 2014:. ath analysi. Disiplin Kerja Uji Normalitas Disiplin merujuk pada kesadaran dan kesiapan seseorang untuk mematuhi aturan Tabel 2. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test perusahaan dan norma sosial (Hasibuan. Kinerja 2018:. Normal Mean Parametersa,b Std. Deviation METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan analisis Most Extreme Differences jalur . ath analysi. Dengan teknik sampling Test Statistic jenuh (Arikunto, 2014:. diperoleh sampel sebanyak 50 orang. Teknik pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi, dan kuesioner, menggunakan skala Likert skor 1 sampai Absolute Lingkungan Motivasi Kerja Kerja Disiplin Kerja Positive Negative Asymp. Sig. -taile. Monte Carlo Sig. e Sig. Lower Confidence Bound Interval Upper Bound Uji instrumen untuk mengetahui 210 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 Uji Linearitas Tabel 3. Hasil Uji Linearitas Sig. Tabel () Jalur Sig. Dev From Linearity X3 atas X1 X3 atasX2 0,677 ns 0,454 ns Linier Linier Y atas X1 0,863 ns Linier Linier Linier Y atas X2 Y atas X3 0,120 0,134 ns Keterangan Berdasarkan Tabel 3 diperoleh hasil bahwa Deviation from linearity > Sig. Tabel ( = 0,. , seluruh Fhit > Ftabel, dan seluruh nilai Sig. disimpulkan seluruhnya linear. Uji Homogenitas Tabel 4. Hasil Uji Homogenitas Test of Homogeneity of Variances Jalur Levene Statistic Sig. Keterangan X3 atas X1 ,001 ,977 Data homogen X3 atas X2 Y atas X1 Y atas X2 Y atas X3 ,284 ,002 ,149 ,596 ,962 ,701 ,534 Data homogen Data homogen Data homogen Data homogen Matriks Antar Model Struktural Variabel Kerja (X. terhadap kinerja (Y). Model struktural pada Gambar 1. Model struktural analisis Lingkungan Kerja (X. Motivasi Kerja (X. , dan Disiplin Gambar 1. Model Struktural Hubungan Antar Variabel 211 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 Disajikan pada Gambar 1, hasil pengujian korelasi signifikan pada tingkat kepercayaan = 0,05. antarvariabel dalam model struktural bernilai Model substruktur 1 dan substruktur 2 positif, yang mengindikasikan hubungan positif sesuai hipotesis penelitian yang diajukan di antara variabel tersebut. Seluruh koefisien sebagaimana Gambar 1. Model Hubungan Kausal Antar Variabel Sub Struktur 1 Gambar 2. Konsep Model Hubungan Kausal Pada Sub Struktur 1 Hubungan kausal antar variabel pada Sub masing koefisien jalur. Dari hasil pengolahan Struktur 1 terdiri atas sebuah variabel endogen yaitu X3 dan dua variabel eksogen yaitu X1 dan pengujian koefisien jalur pada tabel 5. X2. Selanjutnya dilakukan perhitungan masingTabel 5. Uji-t Sub Struktural 1 Pengaruh variabel X1 & X2 terhadap X3 Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model (Constan. Standardized Coefficients Std. Error Beta Lingkungan Kerja Motivasi Kerja Sig. Dependent Variable: Disiplin Kerja Dari tabel 6 diketahui bahwa signifikansi ingkungan kerja dan motivasi kerj. kedua variabel eksogen terhadap variabel terhadap variabel endogen . isiplin kerj. > endogen . isiplin kerj. menunjukkan jalur ttabel 0,05, 50 . signifikan, karena nilai thitung kedua variabel 212 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 Tabel 6. Rangkuman Hasil Perhitungan & Uji Koefisien Jalur Sub Struktur 1 Jalur Koefisien Jalur ttabel 0,05, 50 0,529 3,555 2,009 0,371 2,492 2,009 ,823a Square Adjusted R Std. Error of Square the Estimate ,678 ,664 4,098 Predictors: (Constan. Lingkungan Kerja. Motivasi Kerja 0,000 (< 0,. 0,000 (< 0,. Berpengaruh langsung positif Berpengaruh langsung positif dan = Oo1-0,664 = Oo0,336 = 0,580 merupakan pengaruh variabel lain di luar X1 dan X2. Dengan demikian persamaan sub struktur 1 adalah : Dari nilai koefisien determinasi (R. Keterangan Sedangkan besarnya koefisien residu A1 = Oo1 - Tabel 7. Model Summary Model R Sig. X3 = A1 31 X1 32 X2 X3 = 0,580 529 X1 0,371 X2 lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap Diagram jalur untuk sub struktur 1 ditampilkan disiplin kerja sebesar 0,664. Sisanya disebabkan pada gambar 3. faktor lain selain kedua variabel tersebut. Gambar 3. Model Hubungan Kausal Pada Sub Struktur 1 Koefisien Jalur pada Sub Struktur 2 Model konsep hubungan kausal substruktur 2 pada Gambar 4 Gambar 4. Konsep Model Hubungan Kausal pada Sub Struktur 2 213 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 Hubungan kausal antar variabel pada sub yakni X1. X2, dan X3. Persamaan struktural struktur 2 terdiri dari satu endogen yakni untuk sub struktural 2 yaitu: variabel kinerja (Y) dan tiga variabel eksogen Y = A2 Y1. X1 Y2. X2 Y3. Tabel 8. Uji-t Sub Struktural 2 Pengaruh Variabel X1. X2. X3 terhadap Y Unstandardized Coefficients Model Coefficientsa Standardized Coefficients Std. Error Beta (Constan. Lingkungan kerja Motivasi Kerja Disiplin Kerja Sig. Dari tabel 8 menunjukkan bahwa ketiga koefisien jalur variabel eksogen terhadap . ingkungan kerja, motivasi kerja kerja, disiplin variabel endogen (Kinerj. signifikan karena kerj. > ttabel 0,05, 50 . Tabel 9. Rangkuman Hasil Perhitungan & Uji Koefisien Jalur Sub Struktur 2 Jalur Koefisien Jalur Sig. 2,811 2,009 0,008 (< 0,. 0,541 4,668 2,009 0,000 (< 0,. 0,235 2,150 2,009 0,038 (< 0,. ,878a Berpengaruh langsung secara positif dan signifikan Berpengaruh langsung secara positif dan signifikan Berpengaruh langsung secara positif dan signifikan Sedangkan besarnya koefisien residu A2 = Oo. Ae Tabel 10. Model Summary Model R Ket. Square Adjusted R Std. Error of Square the Estimate ,772 ,757 4,794 0,. = Oo 0,243 = 0,493 merupakan pengaruh variabel lain di luar ketiga variabel eksogen. Persamaan Sub Struktur 2 adalah : Y = 0,493 Besarnya pengaruh variabel Kinerja (Y) djelaskan oleh Lingkungan Kerja. Motivasi Kerja, dan Disiplin Kerja adalah sebesar 0,757. 0,299 X1 0,541 X2 0,235 X3 Sedangkan diagram jalurnya dapat dilihat Gambar 5. 214 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 Gambar 5. Hubungan Kausal Variabel X1. X2, dan X3 Terhadap Y Hasil dari koefisien jalur pada substruktur 1 dan substruktur 2 berubah menjadi persamaan Y = A2 y1 X1 y2 X2 y3 X3 = 0,493 0,229 X1 0,541 X2 0,235 X3 struktur sebagai berikut: Dengan demikian diagram jalur hubungan antar X3 = A1 31 X1 32 X2 variable pada Gambar = 0,580 0,529 X1 0,371 X2 Gambar 6. Hubungan Kausal Variabel X1. X2, dan X3 Terhadap Y Berdasarkan hasil perhitungan koefisien koefisien jalur, yaitu y1 = 0, 529. y2 = 0,541. jalur, model koefisien per sub, struktur 1 y3 = 0,235. Perincian hasil penghitungan diperoleh 2 koefisien jalur, yaitu 31 = 0,529 koefisien jalur untuk jalur substruktur 1 dan dan 32 = 0,371, dan struktur 2 diperoleh 3 substruktur 2 disajikan dalam Tabel 11. 215 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 Tabel 11. Matrik Koefisien Korelasi dan Koefisien Jalur Antar Variabel 0,05 No. Jalur Koefisien Jalur () 31 0,529 3,555* 2,009 0,371 2,492* 2,009 0,229 2,811* 2,009 0,541 4,668* 2,009 0,235 2,150* 2,009 Thitung Keputusan Uji X1 berpengaruh langsung positifdan signifikan terhadap X3 X2 berpengaruh langsung positifdan signifikan terhadap X3 X1 berpengaruh langsung positif X2 pengaruh langsung positif X3 berpengaruh langsung positif Keterangan: * = Signifikan . hitung > ttabe. Pengujian Hipotesis koefisien 0,299 dan nilai thitung sebesar 2,811. Berdasarkan pengujian analisis jalur di Karena thitung melebihi ttabel . H0 atas, maka pengujian hipotesis sebagai berikut: ditolak dan H1 diterima, yang berarti budaya Hipotesis pertama, menunjukkan bahwa organisasi memiliki pengaruh langsung positif koefisien jalur untuk pengaruh lingkungan kerja terhadap disiplin kerja . adalah 0,529, kontribusi sebesar 0,299. dengan nilai thitung sebesar 3,555. Karena Hipotesis keempat, mengindikasikan thitung lebih besar dari ttabel . untuk dk bahwa tim kerja memiliki pengaruh langsung = 48 pada tingkat signifikansi = 0,05. H0 positif dan signifikan terhadap kinerja . , ditolak dan H1 diterima. Ini membuktikan dengan koefisien jalur sebesar 0,541 dan thitung bahwa lingkungan kerja memiliki pengaruh 4,668. Karena thitung lebih besar dari ttabel. H0 langsung positif dan signifikan terhadap disiplin ditolak dan H1 diterima. Ini menunjukkan kerja, dengan kontribusi sebesar 0,529. Hipotesis signifikan sebesar 0,541 terhadap kinerja. koefisien jalur motivasi kerja terhadap disiplin Hipotesis kelima, menilai pengaruh kerja . sebesar 0,371, dengan nilai thitung disiplin kerja terhadap kinerja . , dengan sebesar 2,492. Karena thitung lebih besar dari koefisien jalur sebesar 0,235 dan thitung 2,150. H0 ditolak dan H1 diterima. Karena thitung lebih besar dari ttabel. H0 Artinya, motivasi kerja berpengaruh langsung ditolak dan H1 diterima, membuktikan bahwa positif dan signifikan terhadap disiplin kerja, disiplin kerja berpengaruh langsung positif dan dengan kontribusi sebesar 0,371. signifikan terhadap kinerja, dengan kontribusi Hipotesis ketiga, menunjukkan pengaruh sebesar 0,235. budaya organisasi terhadap kinerja . dengan 216 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 Tabel 12. Rekapitulasi Hasil Pengujian Hipotesis Uji Statistik H0: y31 = 0 H1: y31 O 0 H0: y32 = 0 H1: y32 O 0 H0: yY1 = 0 H1: yY1 O 0 H0: yY2 = 0 H1: yY2 O 0 H0: yY3 = 0 H1: yY3 O 0 Hipotesis Pengaruh X1 - X3 Pengaruh X2 - X3 Pengaruh X1 Ae Y Pengaruh X2 Ae Y Pengaruh X3 Ae Y Lingkungan Kerja berpengaruh langsung terhadap Disiplin Kerja. Keputusan Kesimpulan H0 ditolak H1 H0 ditolak H1 H0 ditolak H1 H0 ditolak H1 H0 ditolak H1 Berpengaruh langsung positif dan signifikan Berpengaruh langsung positif dan signifikan Berpengaruh langsung negatif dan signifikan Berpengaruh langsung positif dan signifikan Berpengaruh langsung positif dan signifikan Lingkungan Kerja berpengaruh langsung terhadap Kinerja. Analisis hipotesis menunjukkan bahwa Analisis hipotesis ketiga menunjukkan Lingkungan kerja memiliki pengaruh langsung yang positif dan signifikan terhadap disiplin positif dan signifikan terhadap kinerja bintara kerja bintara Pusdikbangspes Kodiklat TNI Pusdikbangspes KodiklatTNI sebesar 0. dengan koefisien sebesar 0,529. Analisis Tinggi hipotesis ini menegaskan bahwa tingkat disiplin Pusdikbangspes Kodiklat TNI dipengaruhi oleh kerja bintara sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan kerja. Jika lingkungan kerja bintara lingkungan kerja. Oleh karena itu, jika Pusdikbangspes Kodiklat TNI ditingkatkan, lingkungan kerja ditingkatkan, maka disiplin maka akan meningkatkan kinerjanya. kerja juga akan meningkat secara sebanding. Motivasi Kerja berpengaruh langsung Motivasi Kerja berpengaruh langsung terhadap Disiplin Kerja. Analisis hipotesis keempat menunjukkan Analisis hipotesis kedua menunjukkan Motivasi terhadap Kinerja. bahwa motivasi kerja memiliki pengaruh langsung yang positif dan signifikan terhadap langsung positif dan signifikan terhadap disiplin kinerja bintara Pusdikbangspes Kodiklat TNI, kerja bintara dengan koefisien sebesar 0,371. Ini dengan kontribusi sebesar 0,541. Hal ini berarti bahwa tingkat motivasi kerja, baik menunjukkan bahwa tingkat kinerja bintara intrinsik maupun ekstrinsik, sangat menentukan dipengaruhi oleh motivasi kerja mereka. tingkat disiplin kerja. Peningkatan motivasi Meningkatkan motivasi kerja bintara akan kerja akan menyebabkan peningkatan disiplin berdampak pada peningkatan kinerja secara kerja secara proporsional. 217 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 Disiplin Kerja berpengaruh langsung terhadap Kinerja. Motivasi kerja memiliki pengaruh langsung positif dan signifikan terhadap kinerja bintara Analisis hipotesis kelima menunjukkan Pusdikbangspes Kodiklat TNI dengan koefisien bahwa disiplin kerja berpengaruh secara sebesar 0,541. Artinya, peningkatan motivasi langsung positif dan signifikan terhadap kinerja kerja akan diikuti oleh peningkatan kinerja bintara PusdikbangspesKodiklat TNI sebesar sebesar 0,541. Tinggi Disiplin Pusdikbangspes Kodiklat TNI dipengaruhi oleh langsung positif dan signifikan terhadap kinerja disiplin kerja. Ini berarti bahwa tingkat kinerja bintara Pusdikbangspes Kodiklat TNI dengan bintara dipengaruhi oleh disiplin kerja mereka. koefisien sebesar 0,235. Dengan demikian. Semakin tinggi tingkat disiplin kerja, semakin peningkatan disiplin kerja akan diikuti oleh besar peningkatan kinerja yang dapat dicapai. peningkatan kinerja sebesar 0,235. KESIMPULAN Lingkungan kerja memiliki pengaruh langsung yang positif dan signifikan terhadap disiplin kerja bintara Pusdikbangspes Kodiklat TNI dengan koefisien sebesar 0,529. Dengan demikian, peningkatan lingkungan kerja akan diikuti oleh peningkatan disiplin kerja sebesar 0,529. Motivasi kerja memiliki pengaruh langsung positif dan signifikan terhadap disiplin kerja bintara Pusdikbangspes Kodiklat TNI dengan koefisien sebesar 0,371. Artinya, peningkatan motivasi kerja akan diikuti oleh peningkatan disiplin kerja sebesar 0,371. Lingkungan kerja memiliki pengaruh langsung positif dan signifikan terhadap kinerja bintara Pusdikbangspes Kodiklat TNI dengan koefisien sebesar 0,299. Dengan demikian, menyebabkan peningkatan kinerja sebesar 0,299. DAFTAR PUSTAKA