Jurnal Magistra Vol. 2 No. 1 Maret 2024 e-ISSN : 3026-6572, p-ISSN : 3026-6580. Hal 19-23 DOI : https://doi. org/10. 62200/magistra. Pembelajaran Berbasis Masalah dan Perencanaan Kurikulum Nursantalia Habeahan 1. Gres Novelita Pakpahan 2. Damayanti Nababan 3 1,2,3 Institut Agama Kristen Negeri Tarutung Email : habeahannursantalia@gmail. com gresnovelitapakpaham@gmail. nababanyanti02@gmail. Abstract : Problem-Based Learning (PBL) has become a significant approach in the realm of education aimed at enhancing students' abilities to solve real-world problems. This paper delves into the integration of PBL within curriculum planning as an endeavor to create a more meaningful and pertinent learning environment for students. PBL amalgamates theoretical concepts with practical applications in problem-solving, enabling students to hone critical thinking, creativity, and collaborative skills. This research scrutinizes strategies for implementing PBL within curriculum planning, encompassing the identification of curriculum-relevant issues, structuring structured learning steps, and evaluating learning outcomes. The success of PBL within the curriculum context hinges upon schools' and teachers' capacities to design adaptable and flexible curricula. Teachers assume a pivotal role as learning facilitators, guiding students in exploring problems, fostering collaboration, and nurturing profound Furthermore, this study underscores the advantages of integrating PBL into the curriculum, including heightened student motivation, fortified problem-solving skills, and preparing students to confront realworld challenges. Keywords : PBL. Curriculum Planning Abstrak : Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) telah menjadi pendekatan yang signifikan dalam dunia pendidikan untuk memperkuat keterampilan siswa dalam memecahkan masalah dunia nyata. Tulisan ini membahas integrasi PBM dalam perencanaan kurikulum sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih berarti dan relevan bagi siswa. PBM menggabungkan teori dengan aplikasi praktis dalam pemecahan masalah, memungkinkan siswa untuk mengasah keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi. Penelitian ini menganalisis strategi pengimplementasian PBM dalam perencanaan kurikulum, termasuk identifikasi masalah-masalah yang relevan dengan kurikulum, penyusunan langkah-langkah pembelajaran yang terstruktur, dan evaluasi hasil pembelajaran. Tingkat keberhasilan PBM dalam konteks kurikulum bergantung pada kemampuan sekolah dan guru dalam merancang kurikulum yang fleksibel dan adaptif. Guru memiliki peran krusial sebagai fasilitator pembelajaran, memandu siswa dalam mengeksplorasi masalah, mendorong kolaborasi, dan mengembangkan pemahaman yang mendalam. Penelitian ini juga menyoroti manfaat dari integrasi PBM dalam kurikulum, termasuk peningkatan motivasi belajar siswa, penguatan keterampilan pemecahan masalah, dan persiapan siswa untuk menghadapi tantangan dunia nyata. Kata kunci : PBM ,Perencanaan Kurikulum PENDAHULUAN Pembelajaran berbasis masalah, atau yang sering disebut sebagai Problem Based Learning (PBL), adalah jenis pembelajaran yang berfokus pada siswa dengan memberikan tantangan dari situasi dunia nyata pada tahap awal pembelajaran (Pengertian Problem Based Learning. Tujuan Dan Sintak, n. Pembelajaran berbasis masalah memanfaatkan situasi nyata dari kehidupan sehari-hari yang tidak memiliki solusi jelas, di mana siswa dituntut untuk menyelesaikannya guna mengembangkan kemampuan berpikir, keterampilan menyelesaikan masalah, interaksi sosial, kemandirian belajar, serta memperoleh pengetahuan baru (Hasmiati et al. , 2. Kurikulum berperan sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan, sambil menjadi panduan bagi pelaksanaan proses pembelajaran di berbagai jenis dan tingkat sekolah. Perhatian Received: November 17, 2023. Accepted: Desember 19, 2023. Published: Maret 31, 2024 * Titin Wulandari Malau, titinwulandarimalau@gmail. Dialog Antaragama Dan Kontribusi Tokoh Agama Dalam Penyelesaian utama dalam meningkatkan pembelajaran siswa di sekolah harus difokuskan pada peran dan fungsi yang penting dari kurikulum. Kurikulum dalam hal ini dapat dijelaskan sebagai beragam pengalaman belajar yang akan dialami oleh siswa. Kurikulum juga diartikan sebagai perencanaan dan pengaturan terkait konten dan materi pelajaran, serta penerapan metode sebagai panduan dalam menjalankan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Rudiyati, 2. Perencanaan kurikulum mempengaruhi penentuan alokasi biaya atau potensi keuntungan, penetapan tujuan atau hasil akhir, pengembangan strategi untuk mencapai tujuan tersebut, penentuan prioritas dan urutan strategi, pembuatan prosedur kerja menggunakan metode inovatif, dan pengembangan kebijakan-kebijakan terkait. Hal ini melibatkan berbagai aspek dalam pengaturan, penyesuaian, dan perkembangan dalam konteks pembelajaran. Perkembangan dalam dunia pendidikan menyajikan berbagai model untuk mengembangkan potensi siswa agar mereka dapat mengukur dan menampilkan prestasi mereka dengan baik. Kurikulum menjadi salah satu elemen utama dalam struktur lembaga pendidikan karena tidak hanya merencanakan tujuan yang harus dicapai, tetapi juga menggambarkan arah yang ingin dicapai oleh sistem pendidikan. Akibatnya, kurikulum memberikan pengalaman langsung kepada setiap peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan dengan jelas. Menurut (Tamarli, 2. , semakin banyak latihan yang diberikan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis selama pembelajaran di kelas, maka semakin banyak pengetahuan dan pengalaman yang mereka peroleh untuk menyelesaikan masalah, baik di lingkungan kelas maupun di luar kelas. METODE Metode yang digunakan adalah mengumpulkan bahan-bahan materi, baik yang bersumber dari buku, jurnal, internet, dan berbagai sumber lainnya. Sumber-sumber tersebut adalah sumber yang terkait PBM. Metode penulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif yang disesuaikan dengan sumber sumber studi kepustakaan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) merupakan metode pembelajaran yang memanfaatkan tantangan nyata dari kehidupan sehari-hari . yang tidak memiliki solusi pasti, untuk dipecahkan oleh siswa guna meningkatkan keterampilan berpikir, keterampilan menyelesaikan masalah, keterampilan sosial, kemandirian belajar, serta untuk memperoleh pengetahuan baru. Pendekatan ini berbeda dengan metode pembelajaran tradisional yang MAGISTRA Ae VOL. 2 NO. 1 MARET 2024 e-ISSN : 3026-6572, p-ISSN : 3026-6580. Hal 19-23 jarang menggunakan masalah nyata, atau hanya menggunakan masalah nyata pada tahap akhir sebagai penerapan dari pengetahuan yang telah dipelajari. Seleksi masalah nyata didasarkan pada sejauh mana masalah tersebut sesuai dengan pencapaian kompetensi dasar yang Pembelajaran berbasis masalah melibatkan beragam jenis kecerdasan yang diperlukan untuk menangani tantangan dunia nyata, termasuk kemampuan untuk menghadapi hal-hal baru dan mengatasi kompleksitas yang terjadi (Rusman, 2. Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah sebagai metode pembelajaran di sekolah kedokteran didasarkan pada keyakinan bahwa metode ini sangat efektif. Dalam metode ini, mahasiswa dihadapkan pada masalahmasalah yang harus mereka pecahkan, sehingga lebih efektif daripada pendekatan pembelajaran tradisional yang lain. Metode ini terbukti lebih sesuai untuk mempersiapkan mahasiswa dalam bidang kedokteran. Pembelajaran berbasis masalah (PBM) mengadopsi pendekatan menggunakan situasi masalah yang terkait dengan konteks kehidupan sehari-hari, yang bertujuan untuk membangkitkan motivasi belajar siswa. Penggunaan PBM oleh guru melibatkan desain kegiatan pembelajaran yang mengharuskan siswa untuk bekerja bersama dalam kelompok guna menyelesaikan masalah nyata yang diberikan oleh guru. Karakteristik dari pembelajaran dengan PBM meliputi beberapa aspek, seperti penerapan kegiatan kolaboratif yang memungkinkan siswa menjadi pengambil keputusan dalam memecahkan masalah . elfdirected problem solve. Guru mengarahkan siswa untuk merencanakan kegiatan pembelajaran, mendorong mereka untuk membuat prediksi serta menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapi. Selain itu, guru memfasilitasi siswa untuk memilih beragam strategi penyelesaian, merangkum gagasan, dan mengkomunikasikannya. Siswa juga dilatih untuk mampu mempresentasikan hasil karyanya, serta diarahkan untuk merefleksikan kembali proses berpikir mereka dalam menyelesaikan masalah. Perencanaan adalah tahapan di mana tujuan dan target ditetapkan, dan alokasi sumber daya serta ruang lingkup yang dibutuhkan dipersiapkan dengan sebaik-baiknya dan seefisien Kata 'kurikulum' berasal dari kata 'curriculum' dalam bahasa Inggris, yang merujuk pada rencana pembelajaran. Kata "kurikulum" memiliki akar kata dari "currere," yang mencerminkan arti berlari dengan cepat, bergerak maju dengan cepat, eksplorasi, perjalanan, pengalaman, serta usaha yang cepat. Kurikulum adalah suatu konsep yang mencakup tujuan pembelajaran, pengalaman belajar, sarana pembelajaran, serta metode penilaian yang dirancang dan diterapkan dalam sistem pendidikan. Lebih dari sekadar dokumen tertulis, kurikulum melibatkan perencanaan secara komprehensif mengenai jumlah pengetahuan dan Dialog Antaragama Dan Kontribusi Tokoh Agama Dalam Penyelesaian keterampilan yang diharapkan dikuasai oleh peserta didik melalui berbagai pengalaman Ini melibatkan pendekatan holistik dalam memandu proses pendidikan. Perencanaan kurikulum memegang peran krusial dalam memastikan kesuksesan dalam proses pendidikan. Tanpa kurikulum yang terstruktur, proses pendidikan akan kehilangan Kurikulum bukan hanya menjadi alat untuk mencapai tujuan, tetapi juga menjadi panduan yang penting dalam dunia pendidikan, terutama dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) di berbagai tingkat pendidikan, baik itu di sekolah maupun madrasah. Ini membentuk landasan yang kokoh untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang konsisten dan bermakna kepada siswa. Hakikat perencanaan kurikulum di sekolah dalam dunia pendidikan sering kali terhubung dengan berbagai mata pelajaran yang harus dijalani oleh siswa guna mencapai tingkat tertentu dan meraih sertifikat atau ijazah. Secara esensial, kurikulum melibatkan keseluruhan rangkaian mata pelajaran yang tersusun dan diaplikasikan dalam proses pembelajaran di sekolah. Asal usul kata 'kurikulum' berasal dari bahasa Latin, yaitu "curriculum", yang pada awalnya merujuk pada konsep "a running course", dan dalam bahasa Perancis, "courrier" yang berarti 'to run', yang mengindikasikan arti 'berlari'. Menurut Subandijah, kurikulum menandakan proses belajar-mengajar yang disusun dengan perencanaan dan diprogramkan oleh sekolah untuk disampaikan kepada peserta didik, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Ini mencakup pendekatan terprogram dalam mengelola proses pembelajaran bagi siswa. KESIMPULAN Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) merupakan pendekatan yang menggabungkan pemecahan masalah dunia nyata dengan pembelajaran aktif. Melalui PBM, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan penting seperti pemecahan masalah, kolaborasi, dan pemikiran kritis. Keunggulan PBM terletak pada penerapan langsung konsepkonsep teoritis dalam situasi nyata. Ini mendorong siswa untuk memahami konteks, mengeksplorasi solusi, dan berkolaborasi dalam menyelesaikan masalah yang kompleks. Melalui PBM, siswa juga belajar secara mandiri dan mengasah kemampuan berpikir kritis serta kreativitas mereka. Sementara itu, perencanaan kurikulum yang mengintegrasikan PBM memerlukan pemikiran matang dalam menentukan masalah-masalah yang relevan dengan kurikulum, menyusun langkah-langkah pembelajaran yang terstruktur, serta mengevaluasi hasil pembelajaran secara komprehensif. Penting untuk diingat bahwa dalam menerapkan PBM, perencanaan kurikulum haruslah fleksibel agar dapat menyesuaikan diri dengan MAGISTRA Ae VOL. 2 NO. 1 MARET 2024 e-ISSN : 3026-6572, p-ISSN : 3026-6580. Hal 19-23 dinamika pembelajaran dan kebutuhan siswa. PBM juga menuntut peran guru yang lebih sebagai fasilitator daripada sebagai sumber utama pengetahuan. Dengan menggabungkan PBM dalam perencanaan kurikulum, sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih relevan dengan dunia nyata, mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan masa depan, dan memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih bermakna dan mendalam. DAFTAR PUSTAKA