Plagiarism Checker X Originality Report Similarity Found: 19% Date: Tuesday. July 08, 2025 Statistics: 740 words Plagiarized / 3822 Total words Remarks: Low Plagiarism Detected - Your Document needs Optional Improvement. ------------------------------------------------------------------------------------------EFEKTIVITAS AKUPRESUR PADA TITIK PC6 DAN SP4 TERHADAP MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL DI POLIKLINIK KEBIDANAN RSUD SANJIWANI KABUPATEN GIANYAR Ni Putu Ayu Desi Andasari*. Ni Made Egar Adhiestiani*. Ni Putu Yunita Sri Lestari*. Luh Putu Widiastini * *Program Studi Sarjana Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Usada Bali Jl. Raya Padang Luwih. Tegal Jaya. Dalung. Kec. Kuta Utara. Kabupaten Badung,Bali80361 Korespondensi email : ayu. andasari@gmail. com ABSTRAK Tingginya kasus mual muntah di Indonesia sebanyak 50- 90% ibu hamil mengalami keluhan ini. Kejadian emesis gravidarum yang dialami ibu hamil trimester I secara terus menerus dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi ibu hamil karena berkurangnya cairan tubuh menjadikan ibu lemah dan dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin. Upaya untuk mengatasi masalah emesis gravidarum dapat dilakukan dengan cara farmakologi ataupun non farmakologi. Peneliti mencoba mencari pemecahan masalah ini dengan pemberian akupresur Pada Titik PC6 dan SP4. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas akupresur pada titik PC6 dan SP4 terhadap mual muntah pada ibu hamil di Poliklinik Kebidanan RSUD Sanjiwani Kabupaten Gianyar. Metode penelitian yang digunakan Quasi Exsperiment dengan Pretest Posttest Nonequivalent Control Group Design. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 30 ibu hamil dengan metode accidental sampling di mana 15 ibu hamil sebagai kelompok kontrol dan 15 ibu hamil sebagai kelompok perlakuan. Pada kelompok perlakuan dilakukan pijatan pada titik PC6 dan SP4 secara bergantian masing Ae masing selama 10 menit sebanyak 4 kali sehari pada pagi, siang, sore dan malam hari sebelum tidur, dilakukan selama 7 hari. Kuisoner yang digunakan adalah Pregnancy-Unique Quantification of Emesis (PUQE)-24. Teknik analisa data yang digunakan adalah uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Terdapat perbedaan yang bermakna pemberian pemberian akupresur Pada Titik PC6 dan SP4 terhadap terhadap mual muntah pada ibu hamil pada kedua kelompok dimana rata-rata mual muntah pada kelompok perlakuan lebih rendah dari rata-rata pada kelompok kontrol dengan p value 0,00 . <0,. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah wawasan ibu hamil yang mengalami mual muntah sebagai penanganan alternatif dan dapat meminimalisir keluhan ibu hamil yang mengalami mual muntah dengan metode akupresure pada titik PC6 dan SP4. Kata Kunci: Akupresur. Ibu hamil. Mual muntah. PC6. SP4 ABSTRACT The high cases of nausea and vomiting in Indonesia, as many as 50-90% of pregnant women experience this Continuous incidents of emesis gravidarum experienced by pregnant women in the first trimester can have a significant impact on the condition of pregnant women because reduced body fluids make the mother weak and can endanger the health of the mother and fetus. Efforts to overcome the problem of emesis gravidarum can be done using pharmacological or non-pharmacological methods. Researchers tried to find a solution to this problem by administering acupressure at the PC6 and SP4 points. The aim of this study was to determine the effectiveness of acupressure at points PC6 and SP4 against nausea and vomiting in pregnant women at the Midwifery Polyclinic at Sanjiwani Hospital. Gianyar Regency. The research method used was Quasi Experiment with Pretest Posttest Nonequivalent Control Group Design. The sample used in this study was 30 pregnant women using the accidental sampling method where 15 pregnant women were in the control group and 15 pregnant women were in the treatment group. In the treatment group, massage was carried out at the PC6 and SP4 points alternately for 10 minutes each 4 times a day in the morning, afternoon, evening and evening before going to bed, carried out for 7 days. The questionnaire used was Pregnancy-Unique Quantification of Emesis (PUQE)-24. The data analysis technique used is the Wilcoxon and Mann Whitney tests. There is a significant difference in the administration of acupressure at points PC6 and SP4 against nausea and vomiting in pregnant women in both groups where the average nausea and vomiting in the treatment group is lower than the average in the control group with a p value of 0. <0 . It is hoped that the results of this research can increase the insight of pregnant women who experience nausea and vomiting as an alternative treatment and can minimize complaints from pregnant women who experience nausea and vomiting using the acupressure method at points PC6 and SP4. Keywords: Acupressure. Pregnant women. Nausea, vomiting. PC6. SP4 PENDAHULUAN Emesis pada kehamilan merupakan hal yang fisiologis, namun kondisi tersebut apabila tidak ditangani dapat menjadi patologis. Kasus emesis yang berlebihan pada kehamilan atau hiperemesis gravidarum memerlukan perhatian karena berdampak buruk pada kehamilan, persalinan dan bayi baru lahir. Kehamilan dengan hiperemesis gravidarum menurut World Health Organization (WHO) mencapai 12,5% dari seluruh jumlah kehamilan di dunia dengan angka yang beragam, hampir 50-90% ibu hamil mengalami mual dan muntah di awal kehamilan (Wijaya et al. Menurut Kementerian Kesehatan RI . Kasus mual muntah di Indonesia terdapat 5090% yang dialami oleh ibu hamil (Maya Lestari 2. Berdasarkan Profil Kesehatan Gianyar . jumlah ibu hamil di Kabupaten Gianyar yang mengalami komplikasi kebidanan mencapai 1. 584 orang ibu hamil, dari beberapa jenis komplikasi penyebab lainnya termasuk didalamnya NVP dan hyperemesis gravidarum sebanyak 259 ibu hamil. Kejadian emesis gravidarum yang dialami ibu hamil trimester I secara terus menerus dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi ibu hamil karena berkurangnya cairan tubuh menjadikan ibu lemah, sehingga menyebabkan darah menjadi kental dan dapat melambatkan peredaran darah yang berarti konsumsi oksigen dan makanan ke jaringan menjadi terganggu dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya (Maya Lestari 2. Penanganan yang dapat dilakukan untuk menangani emesis gravidarum antara lain adalah penanganan farmakologi dan penanganan non farmakologi. Penanganan non farmakologi yang dapat dilakukan antara lain : . Herba, . Akupuntur, . Akupresur, . Aroma terapi (Widyastuti. Rumiyati, and Widyastutik 2. Akupresur merupakan terapi yang sederhana, mudah dilakukan, tidak memiliki efek samping. Teknik akupresur bertujuan untuk membangun kembali sel-sel dalam tubuh yang melemah serta mampu membuat sistem pertahanan dan meregenerasi sel tubuh (Lestari et al. Mual dan muntah dapat dikurangi dengan pemberian akupresur dengan menggunakan titik Neiguan atau titik perikardium 6 (PC. yang berlokasi di antara tendon yaitu flexor carpi radialis dan otot palmaris longus, kira-kira 3 jari diatas lipatan tangan dan titik Gongshun (SP . terletak pada bagian lekukan anterior dan interior basis tulang metatarsal I (Lestari et al. Berdasarkan penelitian (Lestari et 2. dengan judul AuAkupresure Mengurangi Mual Muntah Dalam KehamilanAy dengan durasi waktu pemberian terapi akupresur PC6. ST36 dan SP4 menggunakan ibu jari dilakukan 2-10 menit 4 kali sehari yaitu pada pagi hari setelah bangun tidur, siang, sore, dan malam sebelum tidur dalam 3-7 hari efektif dalam mengurangi keluhan mual dan muntah pada ibu hamil. Berdasarkan penelitian (Hernawati et al. dengan judul AuPengaruh Akupresur Titik SP4 Terhadap Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester IAy kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh akupresur titik SP 4 terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil. Berdasarkan penelitian (Retno 2. dengan judul AuPengaruh Tindakan Akupresur Terhadap Mual Muntah Di Titik Pericardium 6 Pada Ibu Hamil Trimester IAy kesimpulan dalam penelitian ini ada pengaruh tindakan akupresur terhadap mual muntah di titik pericardium 6 pada ibu hamil trimester I. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada 5 Juli 2024 di RSUD Sanjiwani Kabupaten Gianyar dengan wawancara pada Bidan yang bertugas di poliklinik kebidanan didapatkan jumlah kunjungan ibu hamil pada bulan Juni 357 kunjungan ibu Trimester 1 sejumlah 102 ibu hamil. Trimester 2 sejumlah 121 ibu hamil dan Trimester 3 sejumlah 134 ibu hamil. Ibu Hamil pada Trimester 1 yang mengalami mual muntah sebanyak 32 ibu hamil dan yang mengalami hyperemesis gravidarum sebanyak 8 orang. Di Poliklinik Kebidanan RSUD Sanjiwani Kabupaten Gianyar untuk terapi akupresur belum pernah dilakukan untuk mengurangi kejadian mual muntah, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Efektivitas Akupresur Pada Titik PC6 dan SP4 Terhadap Mual Muntah Pada Ibu Hamil. BAHAN DAN METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi eksperimental dengan jenis Non-Equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang berkunjung ke poliklinik kebidanan pada Trimester I yang mengalami keluhan mual muntah pada bulan Oktober - November 2024 sebanyak 46 orang. Perhitungan besar sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling yang memenuhi kriteria inklusi pada ibu hamil Trimester I dengan keluhan mual muntah sebanyak 30 orang sehingga penelitian melibatkan 15 responden pada kelompok perlakuan dan sebanyak 15 responden untuk kelompok kontrol Penelitian ini dilakukan di Poliklinik Kebidanan RSUD Sanjiwani Kabupaten Gianyar. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah lembar observasi tercantum data demografi dan alat pengukuran nyeri menggunakan Kuesioner PUQE-24. Penelitian ini sdh lolos uji etik yang diajukan komisi etik RSUD Sanjiwani dengan nomor : 104/PEPK/X/2024. Uji analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Deskriptif dan Komparatif. HASIL Analisa Deskritif Tabel 1. Karakteristik Responden Pada Ibu Hamil Trimester I Kelompok _n _Min _Max _MeanASD _p-value _ _Usia _ _ _ _ _ _ _Perlakuan _15 _1 _3 _2,13A0,516 _0,705 _ _Kontrol _15 _1 _3 _2,07A0,594 _ _ _Pendidikan _ _ _ _ _ _ _Perlakuan _15 _2 _4 _3,20A0,676 _0,951 _ _Kontrol _15 _2 _4 _3,02A0,616 _ _ _Pekerjaan _ _ _ _ _ _ _Perlakuan _15 _1 _4 _2,20A1,146 _0,680 _ _Kontrol _15 _1 _3 _2,00A0,756 _ _ _Paritas _ _ _ _ _0,480 _ _Perlakuan _15 _1 _2 _1,40A0,507 _ _ _Kontrol _15 _1 _2 _1,27A0,458 _ _ _Pretest _ _ _ _ _0,721 _ _Perlakuan _15 _7 _13 _10,07A2,314 _ _ _Kontrol _15 _7 _13 _ 9,80A2,305 _ _ _ Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa pada karakteristik umur hasil mean yang diperoleh pada kelompok perlakuan 2,13 dan pada kelompok kontrol 2,07 yang bermakna rata rata umur ibu responden pada kedua kelompok yaitu antara usia 20-35 tahun dengan p-value 0,705>0,05 yang berarti tidak ada perbedaan rata rata usia antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Berdasarkan kategori pendidikan, diketahui hasil mean pada kelompok perlakuan 3,20 dan pada kelompok kontrol 3,02 yang bermakna rata rata pendidikan ibu responden pada kedua kelompok yaitu SMA dengan p-value 0,951>0,05 yang berarti tidak ada perbedaan rata rata tingkat pendidikan antara kelompok perlakuan dengan kelompok Berdasarkan kategori pekerjaan ibu diperoleh hasil mean pada kelompok perlakuan 2,20 dan pada kelompok kontrol 2,00 yang bermakna rata rata ibu tidak bekerja pada kedua kelompok dengan p-value 0,68>0,05 yang berarti tidak ada perbedaan rata rata pada pekerjaan ibu pada kelompok perlakuan dengan kelompok Berdasarkan kategori paritas ibu diperoleh hasil mean pada kelompok perlakuan 1,40 dan pada kelompok kontrol 1,27 yang bermakna rata rata ibu telah memiliki satu anak pada kedua kelompok dengan p-value 0,48>0,05 yang berarti tidak ada perbedaan rata rata pada paritas ibu pada kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Berdasarkan tingkat mual muntah ibu hamil sebelum perlakuan pada kedua kelompok hasil mean pada kelompok perlakuan diperoleh 10,07 dan pada kelompok kontrol diperoleh 9,80 yang bermakna rata rata skor mual muntah pada kelompok perlakuan dan kontrol termasuk dalam kategori sedang dengan p-value 0,721>0,05 yang berarti tidak ada perbedaan rata rata tingkat mual muntah ibu hamil antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol sebelum diberikan perlakuan. Analisa Komparatif Tabel 2. Analisa Mual Muntah Ibu Sebelum Dan Sesudah Diberikan Akupresur Pada Kelompok Perlakuan Kelompok Perlakuan _N _Min _Max _MeanASD _P value _ _Pretest _15 _7 _13 _10,07A2,314 _0,01 _ _Posttest _15 _3 _9 _ 5,20A1,781 _ _ _ Berdasarkan tabel 2 dengan uji wicolxon menunjukkan tingkat mual muntah ibu hamil pada kelompok perlakuan sebelum dan setelah diberikan akupresure titik PC6 dan SP4 dengan hasil mean yang diperoleh pada pretest 10,07 menurun menjadi 5,20 saat posttest. Yang artinya terdapat penurunan rata rata skor mual muntah ibu hamil pada kelompok perlakuan setelah diberikan akupresure titik PC6 dan SP4. ?-score =3,316 bermakna bahwa skor mual muntah ibu hamil ada 3,316 SD di bawah mean dengan p-value 0,01<0,05 yang berarti ada perbedaan rata rata tingkat mual muntah ibu hamil antara sebelum dan setelah perlakuan pada kelompok perlakuan. Tabel 3. Analisa Mual Muntah Ibu Sebelum Dan Sesudah Diberikan Akupresur Pada Kelompok Kontrol Kelompok Kontrol _N _Min _Max _MeanASD _P value _ _Pretest _15 _7 _13 _9. 80A2. 305 _0,063 _ _Postest _15 _6 _12 _9. 20A2. 042 _ _ _ Berdasarkan tabel 3 dengan uji wicolxon menunjukkan tingkat mual muntah ibu hamil pada kelompok kontrol sebelum dan setelah diberikan akupresure titik PC6 dan SP4 dengan hasil mean yang diperoleh pada pretest 9,80 dan saat postest sedikit menurun menjadi 9,20. Yang artinya terdapat penurunan rata rata tingkat mual muntah ibu hamil pada kelompok kontrol dengan p-value 0,063>0,05 yang berarti tidak ada perbedaan yang bermakna rata rata tingkat mual muntah ibu hamil antara pretest dan postest pada kelompok kontrol. Tabel 4. Analisa Pengaruh Akupresur Titik PC6 dan SP4 Dalam Mengatasi Mual Muntah di Poliklinik Kebidanan RSUD Sanjiwani Kabupaten Gianyar Mual Muntah _Min _Max _MeanASD _Z _P _ _Perlakuan _3 _9 _5,20A1,781 _-4. 306 _0,00 _ _Kontrol _6 _12 _9,20A2,024 _ _ _ _ Berdasarkan tabel 4 dari hasil uji Mann Whitney, post test pada kelompok kontrol dan perlakuan setelah diberikan akupresure titik PC6 dan SP4, didapatkan nilai p-value 0,00 . <0,. dengan nilai Z 4. 306 >. tabel 1,. yang artinya nilai z diatas nilai kritis atau nilai penolakan hipotesis. P-value dari hasil analisis post test pada kedua kelompok didapatkan nilai yang lebih kecil dari 0,05 yang artinya ada pengaruh yang signifikan antara kelompok yang diberikan perlakuan dibandingkan dengan kelompok kontrol sehingga Ha dapat diterima yaitu ada pengaruh yang signifikan pemberian akupresure titik PC6 dan SP4 terhadap tingkat mual muntah ibu hamil trimester I di Poliklinik Kebidanan RSUD Sanjiwani Kabupaten Gianyar. PEMBAHASAN Pada penelitian ini, responden yang terlibat dalam kelompok perlakuan dan kontrol memiliki rentang usia yang sama, yaitu antara 20 hingga 35 tahun dengan p-value sebesar 0,705, yang lebih besar dari 0,05, menunjukkan bahwa karakteristik usia responden pada kedua kelompok adalah homogen. Hal ini memberikan dasar yang kuat untuk melanjutkan analisis lebih lanjut mengenai variabel lain yang mungkin mempengaruhi hasil penelitian. Usia responden yang tergolong produktif dapat mendukung seseorang untuk mendapatkan pengalaman yang lebih baik dan antusias yang tinggi untuk mendapatkan informasi terkait kesehatannya (Yeni & Wiji, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Tanjung dkk tahun 2020 menunjukkan bahwa ibu hamil yang lebih muda . -25 tahu. menunjukkan respons yang lebih baik terhadap akupresur dibandingkan dengan ibu hamil yang lebih tua . -35 tahu. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor fisiologis dan psikologis yang berbeda antara dua kelompok usia. Terdapat penurunan yang signifikan dalam intensitas mual muntah pada ibu hamil yang mendapatkan terapi akupresur pada titik PC6. Rata-rata skor mual sebelum terapi pada kelompok usia muda adalah 7,5 dan setelah terapi menurun menjadi 3,2, sedangkan pada kelompok usia dewasa, skor mual awal adalah 6,8 dan setelah terapi menjadi 4,5. Hasil ini menunjukkan bahwa akupresur efektif dalam mengurangi mual muntah, tetapi dengan tingkat efektivitas yang lebih tinggi pada ibu hamil yang lebih muda (Tanjung et , 2. Asumsi peneliti bahwa ibu hamil yang lebih muda cenderung lebih terbuka terhadap terapi alternatif seperti akupresur, sedangkan ibu hamil yang lebih tua mungkin lebih skeptis dan lebih memilih pendekatan medis konvensional. Jika dilihat dari segi pendidikan, rata rata pendidikan ibu responden pada kedua kelompok yaitu SMA dengan p-value 0,951>0,05 yang berarti tidak ada perbedaan rata rata tingkat pendidikan antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Pendidikan merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk kesehatan dan kesejahteraan ibu hamil. Dalam penelitian ini, kami menganalisis pendidikan ibu responden pada dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Fokus utama dari laporan ini adalah untuk mengeksplorasi karakteristik pendidikan ibu serta hubungannya dengan keluhan mual muntah pada ibu hamil. Hal ini menunjukkan bahwa kedua kelompok memiliki karakteristik pendidikan yang relatif serupa. Hal ini dapat dilihat dari distribusi persentase pendidikan yang tidak jauh berbeda dan p-value yang tinggi . Dengan kata lain, tidak ada perbedaan yang signifikan dalam tingkat pendidikan antara kedua kelompok, yang memberikan dasar yang kuat untuk analisis lebih lanjut mengenai pengaruh pendidikan terhadap keluhan mual muntah pada ibu hamil. Responden yang memiliki pendidikan SMA menunjukkan bahwa mayoritas ibu dalam penelitian ini memiliki pendidikan yang cukup baik, yang dapat berkontribusi pada pemahaman mereka terhadap kesehatan dan perawatan selama kehamilan. Menurut Notoadmojo dalam (Istiqomah dan Nuraini, 2. pendidikan ibu hamil berpengaruh terhadap pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam mengelola mual dan muntah. Semakin tinggi pendidikan maka semakin mudah dalam menerima hal- hal yang baru. Sesuai dengan hasil penelitian Rahmanindar dkk tahun 2021 bahwa pendidikan tentang akupresur memiliki dampak positif yang signifikan dalam mengurangi gejala mual dan muntah pada ibu hamil. Sebelum intervensi, banyak peserta melaporkan tingkat keparahan mual dan muntah yang tinggi. Namun, setelah mengikuti sesi pendidikan dan praktik akupresur, terdapat penurunan yang signifikan dalam intensitas gejala. Pengetahuan tentang akupresur memiliki dampak yang signifikan dalam mengurangi gejala mual dan muntah pada ibu hamil. Semakin tinggi tingkat pendidikan dan pengetahuannya, maka semakin baik pula keterampilan ibu hamil dalam mengelola gejala mereka secara mandiri (Rahmanindar et al. , 2. Berdasarkan pada karakteristik pekerjaan, rata rata pekerjaan ibu hamil tidak bekerja pada kedua kelompok dengan p-value 0,68>0,05 yang berarti tidak ada perbedaan rata rata pada pekerjaan ibu pada kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Menurut teori (Ayun, 2. , pekerjaan seseorang merupakan penunjang kehidupan dan kehidupan keluarga. Pekerjaan bukanlah sumber kesenangan, tetapi lebih banyak merupakan cara mencari nafkah, sedangkan bekerja umumnya menyita waktu. Ibu yang bekerja akan mempunyai pengaruh terhadap kondisi kesehatannya. Akupresur dapat menjadi alternatif yang aman dan efektif untuk mengatasi mual dan muntah pada ibu hamil. Dalam konteks pekerjaan, terutama bagi ibu hamil yang bekerja, terapi ini dapat memberikan solusi yang praktis untuk mengelola gejala mual tanpa harus mengandalkan obat-obatan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa akupresur dapat dilakukan dengan mudah dan tidak memerlukan peralatan khusus, sehingga dapat diakses oleh banyak orang tanpa mengganggu aktifitas pekerjaannya (Ani & Alvina. Berdasarkan hasil uji Mann Whitney, post test pada kelompok kontrol dan perlakuan setelah diberikan akupresur, didapatkan nilai p-value 0,00 . <0,. yang artinya ada pengaruh yang signifikan antara kelompok yang diberikan perlakuan dibandingkan dengan kelompok kontrol sehingga Ha dapat diterima yaitu ada pengaruh akupresur titik PC6 dan SP4 terhadap mual muntah pada ibu hamil di Poliklinik Kebidanan RSUD Sanjiwani Kabupaten Gianyar. Penelitian yang dilakukan oleh Lestari et al. memberikan bukti yang mendukung efektivitas akupresur pada titik PC6 dan SP4 dalam mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil. Metode ini tidak hanya aman tetapi juga memberikan alternatif yang bermanfaat bagi ibu hamil yang mencari pengobatan non-invasif. Penekanan pada titik SP4 berkontribusi dalam mengurangi gejala mual, terutama ketika digunakan bersamaan dengan PC6. Akupresur dianggap aman untuk ibu hamil, dengan sedikit atau tanpa efek samping yang dilaporkan (Lestari et al. , 2. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Risqiana dkk tahun 2022 yang menunjukkan bahwa terdapat penurunan yang signifikan dalam frekuensi dan intensitas mual muntah pada kelompok yang menerima akupresur dibandingkan dengan kelompok kontrol. Rata-rata penurunan skor mual muntah pada kelompok intervensi adalah 4,2 poin, sementara kelompok kontrol hanya mengalami penurunan sebesar 1,0 poin. Hasil ini menunjukkan bahwa akupresur pada titik PC6 dan SP4 efektif dalam mengurangi mual muntah pada ibu hamil. Selain itu, penelitian ini juga mencatat bahwa ibu hamil yang menerima akupresur melaporkan peningkatan kenyamanan dan relaksasi, yang dapat berkontribusi pada pengurangan gejala mual muntah. Tidak ada efek samping yang dilaporkan selama intervensi, yang menegaskan keamanan metode akupresur sebagai pilihan terapi. Dengan pendekatan yang aman dan non-invasif, akupresur dapat menjadi alternatif yang bermanfaat dalam manajemen mual muntah, terutama bagi ibu hamil yang ingin menghindari penggunaan obat-obatan (Risqiana et al. , 2. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Julaecha dan Wuryandari . yang menunjukkan bahwa kelompok yang menerima akupresur mengalami penurunan yang signifikan dalam tingkat mual dan muntah dibandingkan dengan kelompok kontrol. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa 70% dari peserta yang menerima akupresur melaporkan perbaikan yang signifikan dalam gejala mereka, sementara hanya 30% dari kelompok kontrol yang melaporkan perbaikan. Akupresur pada titik PC6 dan SP4 memiliki dampak signifikan dalam mengurangi frekuensi dan intensitas mual muntah. Penelitian ini sejalan dengan tren global yang menunjukkan peningkatan minat terhadap pengobatan alternatif dan komplementer, khususnya di kalangan ibu hamil yang cenderung mencari metode yang lebih aman untuk mengatasi gejala kehamilan. Penggunaan akupresur menjadi pilihan yang efektif sebagai metode alternatif untuk mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil (Julaecha & Wuryandari, 2. Peneliti juga berasumsi bahwa akupresur efektif mengurangi keluhan mual dan muntah disebabkan karena stimulasi pada titik PC6 dan SP4 diyakini mampu meningkatkan pelepasan beta-endorphin di hipofise dan ACTH (Adrenocorticotropic Hormon. sepanjang Chemoreceptor Trigger Zone (CTZ) menghambat pusat muntah. Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh BKTM . yang menunjukkan bahwa akupresur dapat menjadi metode yang efektif untuk mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil. Akupresur dapat memberikan efek positif dalam mengurangi gejala mual dan muntah, tetapi hasilnya bervariasi tergantung pada beberapa faktor, termasuk teknik yang digunakan, durasi perlakuan, serta karakteristik individu ibu hamil (Jannah et al. , 2. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Terdapat pengaruh yang signifikan pemberian akupresur pada titik PC6 dan SP4 terhadap mual muntah pada ibu hamil di Poliklinik Kebidanan RSUD Sanjiwani Kabupaten Gianyar dengan p value 0,00 . <0,. Saran