JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/jp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. September 2025 Page 855-872 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGATASI PERILAKU PHUBBING: TELAAH HERMENEUTIS Siti Aryanti1. Al-Faiz Muhammad RT2. Muriyanto3 1,2,3 Universitas Muhammadiyah Klaten. Indonesia Email: aryanti. siti1984@gmail. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 22 August 2025 Final Revised: 30 August 2025 Accepted: 2 September 2025 Published: 15 September 2025 Keywords: Islamic Religious Education Phubbing Islamic Values Hermeneutics Morals ABSTRACT Phubbing is a social phenomenon that emerged along with the advancement of communication technology and also the massive use of social media that is increasingly widespread in almost all circles, especially teenagers, including in educational environments, which has the potential to damage the quality of communication and form individualistic characters. Phubbing behavior can have an impact on changes in human social interaction patterns and also affect moral and ethical values in behaving towards others, such as empathy, politeness, appreciation, and attention. This study uses a qualitative method through descriptive data analysis, with data collection techniques through library research . riting bibliograph. and involving a hermeneutic approach to interpret Islamic texts (Al-Quran and hadit. and Islamic teachings that are relevant to the development of the era in forming social ethics and morals in communicating. The results of the study indicate that PAI has an important role in shaping students' spiritual and social awareness through instilling the values of manners, empathy, self-control, and the use of technology wisely and In hermeneutic studies, values such as husn al-khuluq . oble moral. , ta'awun . , and ukhuwah Islamiyah . are key in curbing phubbing behavior. ABSTRAK Phubbing merupakan fenomena sosial yang muncul bersamaan dengan kemajuan teknologi kominikasi dan juga masifnya penggunaan media sosial yang kian marak terjadi di hampir semua kalangan, terkhusus remaja, termasuk di lingkungan pendidikan, yang berpotensi merusak kualitas komunikasi serta membentuk karakter yang individualistik. Perilaku Phubbing dapat berdampak pada perubahan pola interaksi sosial manusia dan juga berpengaruh terhadap nilai-nilai akhlak serta moral dalam berperilaku terhadap sesama, seperti empati, sopan santun, penghargaan, dan perhatian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui analisa data deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui cara library research (Penulisan kepustakaa. serta melibatkan pendekatan hermeneutik untuk menafsirkan teks-teks keislaman (Al-QurAoan dan hadi. dan nilai-nilai ajaran Islam yang relevan dengan perkembangan zaman dalam membentuk etika sosial dan adab akhlak dalam berkomunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAI memiliki peran penting dalam membentuk kesadaran spiritual dan sosial siswa melalui penanaman nilai adab, empati, pengendalian diri, serta penggunaan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Dalam telaah hermeneutik, nilai-nilai seperti husn al-khuluq . khlak muli. , taAoawun . erja sam. , dan ukhuwah Islamiyah . menjadi kunci dalam membendung perilaku Kata kunci: Pendidikan Agama Islam. Phubbing. Nilai-nilai Islam. Hermeneutik. Akhlak Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Perilaku Phubbing: Telaah Hermeneutis PENDAHULUAN Dari sudut pandang negarawan pendidikan menjadi kunci kemakmuran, kesejahteraan, dan kemajuan bangsa. Di samping itu, pendidikan menjadi kunci modernisasi dan investasi manusia untuk memperoleh pengakuan dari banyak kalangan. Dari munculnya anggapan bahwa pendidikan adalah satu-satunya jalan menuju hidup yang berguna dan produktif (Janawi, 2. Dengan demikian, melalui pendidikan manusia mampu melepaskan dirinya dari belenggu, kebodohan, kegelapan, dan bahkan belunggu Beberapa problematika ini tentu menjadi tugas utama bagi setiap generasi yang perlu dijawab secara bersama-sama melalui pendidikan agar masa depan anak-anak pada masa yang akan datang dapat terwujud. Pendidikan sebagai pilar utama dalam membangun bangsa dan juga dapat bersaing dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Sistem pendidikan nasional yang dibangun selama tiga dekade terakhir ini ternyata belum mampu sepenuhnya menjawab kebutuhan dan tantangan nasional dan global dewasa Dalam era di mana tingkat perkembangan yang semakin bergulir, maka pendidikan diharapkan mampu berperan untuk mengawali perubahan tersebut. Apalagi dalam era globalisasi yang terjadi saat ini dimana semua komunikasi dan transportasi yang semakin canggih sebagai produk perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dari umat manusia (Enre, 2. Sejalan dengan hal tersebut yaitu berkembangnya teknologi komunikasi dan informasi juga berkembang terutama penggunaan internet. Dari hal tersebut tercipta sebuah new media . edia bar. dalam wujud sebuah alat komunikasi yang disebut dengan smartphone, yang perkembangannya cukup luar biasa dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan kemajuan zaman. menjadikan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang berbasis internet tersebut sebagai sarana agar manusia dapat berkomunikasi tanpa bertemu secara langsung. Kehadiran smartphone memiliki banyak sekali manfaat dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari komunikasi, pekerjaan, pendidikan, hiburan, bahkan bagi para Smartphone memudahkan interaksi sosial, memberikan akses informasi yang luas, mendukung produktivitas, dan membuka akses untuk berbisnis online. Smartphone atau biasa disebut gawai telah menjadi sebuah kebutuhan pokok bagi masyarakat, terkhusus bagi masyarakat modern terutama generasi Z atau biasa disebut gen Z (I. Hanika, 2. Kemudahan serta dampak positif yang didapatkan atas perkembangan teknologi, sejalan dengan hal tersebut ada hal negatif juga yang dialami oleh sebagian pengguna atau masyarakat yaitu perilaku phubbing atau biasa disebut Auphone snubbingAy. Phubbing dapat diartikan sebagai perilaku mengacuhkan atau mengabaikan orang lain dalam interaksi sosial dalam lingkungan sosial, di karenakan terlalu fokus pada smartphone dari pada interaksi langsung dengan bertatap muka. Pengabaian lawan bicara merupakan tindakan yang tidak sopan dan tidak menghormati, bahkan menyinggung dan menyakiti perasaan lawan bicara, yang demikian bukanlah akhlak atau perilaku yang baik. Di dalam Islam setiap muslim diharuskan memiliki akhlak yang baik, akhlak yang berarti karakter atau sifat. Hal tersebut mengacu pada perilaku moral dan etika yang seharusnya dimiliki oleh seorang muslim. Konsep ini mencakup berbagai aspek, mulai dari sikap terhadap diri sendiri, orang lain, hingga Akhlak dalam Islam sangat dipengaruhi oleh ajaran al-QurAoan dan Sunah Nabi Muhammad saw. Terkait sikap menghormati dan menghargai orang lain, dalam al-Quran sudah dijelaskan seperti pada ayat berikut: Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Perilaku Phubbing: Telaah Hermeneutis A eOUA e ecaAIae Ia eINae a eeO a eacO aN e aIA a AcEEa EaIae aEO E aeaE eaOe aA a eAaOaa aOa eO a eeI a Oace Aa aOac eO a Artinya: AuApabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan . , balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik daripadanya atau balaslah dengan yang sepadan. Sesungguhnya Allah Maha Memperhitungkan segala sesuatu. Ay Berdasarkan ayat-ayat tersebut dapat diketahui dalam agama Islam sikap menghormati dan menghargai orang lain sangat dijunjung tinggi. Termasuk dalam berinteraksi secara tatap muka, perilaku phubbing secara otomatis menyalahi syariat Islam yang menjunjung tinggi sikap menghargai dan menghormati orang lain. Akhlak dan budi pekerti juga dijelaskan dalam firman Allah Swt seperti pada ayat berikut: eAC aa OeIA e aOaIacEae Eaa EO aEA Artinya: AuSesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung. Ay Dari ayat tersebut jelas sekali bahwa Al-QurAoan sebagai kalamullah yang dapat dijadikan pedoman dan landasan bagi umat muslim dalam merespon permasalahan pada setiap perkembangan zaman. Pentingnya penanaman akhlak sejak dini sangatlah diperlukan begitu pula peran pendidikan menjadi suatu kebutuhan yang harus terpenuhi dalam upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan pendidikan yang tepat dapat diperoleh melalui pendidikan yang bermutu dan unggul. Permasalahan sosial saat ini kecenderungannya adalah masalah akhlak, telah banyak peneliti sebelumnya yang membahas tentang phubbing dan hubungan sosial namun, penulis ingin memahaminya dari sudut pandang dan pemahaman yang lain, di dalam Islam permasalahan phubbing ini erat kaitannya dengan akhlak, kitab klasik yang membahas akhlak ada namun terbatas, sedangkan problem sosial tidak terbatas, memunculkan problem akhlak yang melibatkan teknologi yaitu phubbing, yang tidak ada secara eksplisit di AlQurAoan dan hadis atau pun pendapat ulama di kitab-kitab akhlak atau fikih. Sehingga peran PAI dibutuhkan untuk merespon permasalahan ini . Al-QurAoan dan hadis yang menjadi landasan Pendidikan Agama Islam, bagi umat muslim yakni shalihun likulli zaman wa makan bisa merespon dinamika zaman memerlukan telaah hermeneutika. Dengan demikian, problem penelitian ini akan diarahkan kepada dua hal, yaitu bagaimana perilaku phubbing di tinjau dari perspektif nilai-nilai Islam dan bagaiman peran pendidikan agama Islam dalam merespon dan mengatasi perilaku phubbing berdasarkan pemaknaan nilai-nilai Islam. Dalam penelitian-penelitian sebelumnya, jurnal Natasha Constantin dan Naniek Setijadi. AuPhubbing. Komunikasi Interpersonal, dan Etika Komunikasi dalam MasyarakatAy menjelaskan bahwa fenomena phubbing merupakan dampak buruk yang muncul dari perkembangan teknologi yang berjalan dengan cepat dan signifikan. Di dalam masyarakat khususnya masyarakat Indonesia, fenomena phubbing memang belum begitu familiar namun jika dilihat dari sisi etika komunikasi tentu fenomena ini merupakan hal yang bertentangan dengan norma dan etika berkomunikasi tatap muka karena dianggap mengacuhkan lawan bicara (Constantin, 2. Dalam jurnal Resha Khofila, dkk. AuHubungan Phubbing Smombie dan Nomophobia Terhadap Perilaku ManusiaAy. Penelitian ini memuat masalah penyalahgunaan fungsi handphone pada saat ini menimbulkan phubbing, smombie, dan nomophobia. Perilaku phubbing erat kaitannya dengan kebiasaan seseorang dalam menggunakan smartphone secara Sehingga, sudah sulit bagi mereka untuk berjauhan dari kebiasaan tersebut. Perilaku ini sangat mempengaruhi kehidupan manusia sebagai makhluk sosial karena menjelaskan hubungan mereka dengan orang sekitar mereka. Perilaku manusia merupakan kondisi yang situasional di mana perilaku seseorang akan berbeda pada situasi yang berbeda Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Perilaku Phubbing: Telaah Hermeneutis (Khofila. Resha. Muhammad Putra Dinata Saragi. M Alif Erhanda Lubis, 2. Adapun pada jurnal Ita Musfirowati Hanika dengan judul AuFenomena Phubbing di Era Milenia (Ketergantungan Seseorang pada Smartphone terhadap Lingkunganny. Ay Fenomena phubbing dianggap sebagai sesuatu hal yang negatif dikarenakan manusia cenderung menyepelekan lawan bicara dan tidak memberikan apresiasi. Seperti yang ditemukan di dalam hasil penelitian, di mana 40 responden menjawab mereka akan merasa terganggu jika lawan bicaranya menggunakan smartphone apalagi jika hal tersebut dilakukan sepanjang percakapan berlangsung (I. Hanika, 2. Dalam jurnal Rafinitia Aditia dengan judul AuFenomena Phubbing: Suatu Degradasi Relasi Sosial Sebagai Dampak Media SosialAy. Temuan penelitian ini bahwa perilaku phubbing mampu mengancam terganggunya hubungan komunikasi yang sedang berlangsung, sehingga menyebabkan degradasi sosial. Dengan demikian penggunaan media sosial perlu dibatasi dan dikontrol dengan baik agar fenomena phubbing dapat segera teratasi dan degradasi relasi sosial tidak terjadi (Aditia, 2. Sementara dalam jurnal Laras Utami. Humaidah Hasibuan dengan judul AuPeran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam mengatasi Phubbing (Phone Snubbin. Pada Siswa SMA Negeri 2 Percut Sei TuanAy. Guru memiliki peran penting dalam mewujudkan strategi mengatasi phubbing. Seperti dengan pengintegrasian nilai-nilai keagamaan dalam pengajaran, menjadi teladan positif bagi siswa, serta melalui kegiatan ekstrakurikuler yang memperkuat nilai-nilai keagamaan dan interaksi sosial. Selain itu, pembiasaan sikap positif, penggunaan media edukatif, sesi diskusi dan refleksi, serta kolaborasi dengan guru Bimbingan Konseling (BK) merupakan upaya yang efektif dalam mengurangi ketergantungan siswa pada smartphone dan meningkatkan kualitas interaksi sosial mereka. Penegakan regulasi dan disiplin yang konsisten juga turut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif (Utami. Laras, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif menjadi metode yang dipakai penulis, yaitu metode yang berkonsentrasi kepada tulisan yang diamati, melalui analisis data Library research . enulisan kepustakaa. digunakan sebagai teknik pengumpulan datanya, berlandaskan melalui cara menggunakan kepustakaan . , di antaranya bisa pada buku-buku, jurnal ilmiah, skripsi, tesis, disertasi, majalah-majalah, artikel ilmiah ataupun catatan-catatan yang dapat menjadi rujukan dari tulisan yang dihasilkan dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Hal ini terjadi karena komponen yang digunakan dalam penulisan ini berbentuk teks, seperti buku, jurnal, makalah, atau sumber referensi lainnya. Penelitian ini juga merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk memaparkan realitas sosial, seperti fenomena phubbing yang saat ini marak terjadai pada setiap kalangan, maka penulis merasa perlu mencari pemahaman yang mendalam serta berusaha memahami arti fenomena dan kaitan-kaitannya terhadap orang-orang serta hal-hal yang berada dalam fenomena tersebut (Afifuddin dan Beni Ahmad Saebani, 2. Data primer kajian ini adalah al-QurAoan dan hadis. Di antaranya sebagai berikut: Q. Al-AAoraf ayat 31. Al-AnAoam ayat 141. Al-Furqon ayat 67. An-Nur ayat 27. Al-Hujarat ayat 11. Al-Aoashr ayat 1-3. An-Nahl ayat 90. Lukman ayat 18. Al-Qalam: 4. Al-IsroAo ayat 7. HR. Bukhari 6013. HR. Abu Daud 4161. HR Nasai dan Baihaqi. HR Bukhari: 6035. HR. Abu Dawud. HR. Tirmidzi no. HR. Tirmidzi no. HR Ahmad. HR. Abu Daud. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Perilaku Phubbing: Telaah Hermeneutis HASIL DAN PEMBAHASAN Landasan Normatif Perilaku Phubbing Phubbing merupakan perilaku atau tindakan mengabaikan orang lain dalam interaksi sosial karena terlalu berfokus pada gadget, mengabaikan orang lain ketika dalam komunikasi sosial dianggap perilaku tidak baik dan tidak sesuai dengan akhlak Nabi. Dalam Al-QurAoan tidak ada ayat yang secara eksplisit atau secara langsung membahas "phubbing" karena teknologi digital belum ada pada masa itu, di mana phubbing merupakan perilaku modern yang muncul akibat penggunaan teknologi digital dalam hal ini adalah smartphone. Perilaku phubbing sejatinya bukanlah perilaku yang benar-benar baru, namun, jika di lihat secara substansi atau esensi perilakunya, maka sikap tidak memperhatikan lawan bicara atau mengabaikan orang di sekitarnya saat berinteraksi bisa di katakan sudah menjadi bagian dari adab atau akhlak yang di bahas dalam ajaran Islam, termasuk pada masa Nabi. Nilai-nilai moral dan etika sosial dan juga perilaku yang berkaitan dengan phubbing, seperti bagaimana menghargai orang lain, adab dalam komunikasi, dan tidak mengabaikan sesama, tidak berlebih-lebihan, banyak di bahas dalam Al-Qur'an. Terdapat banyak ayat yang membahas tentang pentingnya adab, etika komunikasi, dan penghargaan terhadap sesama, yang secara nilai sangat relevan secara makna dan prinsip dengan perilaku dan pembahasan tentang phubbing. Tidak ada ayat yang secara eksplisit menyebut "phubbing". Namun secara substansi terdapat banyak ayat-ayat Al-QurAoan dan juga hadis yang membahas tentang perilaku yang scara substansi relevan dengan perilaku phubbing, misalkan yang berkaitan dengan perilaku yang berlebih-lebihan, karena perilaku phubbing muncul salah satunya karena penggunaan gadget yang berlebihan. Terkait dengan phubbing peneliti menemukan setidaknya ada sepuluh ayat Al-QurAoan dan sembilan hadis yang memiliki relevansi dengan pembahasan pembahasannya yakni dalam ayat dan hadis berikut: een AIA eea AE Oaa ee E aI aOA ee a eeAE a aeeAaOe aIacNA ee a AE aI a ee acO aEEaO aO aaO aOA eea A OaIaOee a aeeI aaO aOIa a aEIee aIee eea aEA Artinya: Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap . masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan. Dalam Tafsir Al-Wajiz. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah mengatakan AuWahai anak Adam, berhiaslah dan tutupilah aurat di setiap shalat dan tawaf. Kalian diperbolehkan untuk makan dan minum tanpa berlaku boros, yaitu melampaui batas dalam melakukan setiap sesuatu. Sesungguhnya Allah membenci orang-orang yang berlebihan, meridhai orang yang menghalalkan sesuatu yang halal dan mengharamkan sesuatu yang haramAy. Dalam Ayat lain, yakni Qs. Al-AnAoam ayat 141: ca A aI a aEAU a aEEaNee aOA ca AE aOA eeAI aIa UN acOaO aee aIaNee aEEaOee Ia Iee aI aNA eea AI aOE acIA eea AEOaOA eea AEA eea Aee a aIcee acI aO ee acOaO aee aI aO ee acOEIacA a A aON aeeaO EacaOee aIA eeaAE Oaa ee E aI aOIA ee a eeAE a aO naIacNA ee a AA aeeNee aOA eea aee a aI aee aO aOA a ACacNee OaO aeeI aA Artinya: Dialah yang menumbuhkan tanaman-tanaman yang merambat dan yang tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, serta zaitun dan delima yang serupa . entuk dan warnany. dan tidak serupa . Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya . pada waktu memetik hasilnya. Akan tetapi, janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. Ayat lain yang memerintahkan untuk kita berperilaku yang sewajarnya adalah ada dalam ayat berikut: AaE Ca aO UIA eea AI EA eea AaI aOA eea AI aaee aIAaCaO EaIee Oa aO aOEaIee OaC a aO aOEA eea AaOEacaOA Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Perilaku Phubbing: Telaah Hermeneutis Artinya: Dan, orang-orang yang apabila berinfak tidak berlebihan dan tidak . (Infak merek. adalah pertengahan antara keduanya. Al-Furqon ayat 67 Ayat lain yang membahas tentang substansi dari perilaku phubbing, seperti mengabaikan atau tidak menghormati orang lain. Mengabaikan waktu dan tanggung tawab, sebagaimana dalam ayat berikut: AIA eea A EO aN aE aNee aE aEIee aOee Eac aEIee Ea aEac aEIee aa acE aOA ee a AI aIIaOA eea AOaO aN EacaOA a aAE a aEaO aOaOeeU aO aee aOaOa aEIee acO a aIA a A aE aIOA a a AO aOA Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Demikian itu lebih baik bagimu agar kamu mengambil pelajaran. An-Nur ayat 27 eeA aEIee aO aEA ee a AI aOA eeca AI aO U aII aNA eeca A O aIee Oac aEA ee a A O aIee Oac aEOIaO aO U aII aNIee aOA eea AOaO aN EacaOA a eeA A a eeAI aIIaO ae Oaaee CaOIee aIIee CaOIA a aAE aEIa aO aIAA a aA ee aIIee IA a aAE IA a AI aO aIIee EacIee Oaaee a c AE aN aeeI EA AIA eea A aE aIOA eea AOE aiOA eea AEO aIA eea AOA eea A aA eea AaIaa aO aEaECaA a aA aE aeeI EAA a aAC a eeA Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain . boleh jadi mereka . ang diolok-olokkan it. lebih baik daripada mereka . ang mengolokolo. dan jangan pula perempuan-perempuan . engolok-olo. perempuan lain . boleh jadi perempuan . ang diolok-olok it. lebih baik daripada perempuan . ang mengolok-olo. Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah . fasik setelah beriman. Siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang zalim. QS. Al-Hujarat ayat 11 Sebagai seorang muslim kita diajarkan untuk memanfaatkan waktu agar kita dengan baik agar tidak merugi dalam kehidupan. sebagai mana firman Allah Swt. Dalam ayat een AA aeeA eea AAO aE aA eea AA aEA eea AaE EacaOA ee ca A A eeAI EaOee aA eea AA eeca A A AaOE aA aeeA ca AAO aEA a AaIA c AIa EaO EA a AI aIIaO aOA a AEIA a AC i aO aaOA a A aO aaOA Demi masa. sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. kecuali orangorang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran. Al-Aoashr ayat 1-3. Dalam sebuah tafsir sehubungan dengan surah tersebut dikatakan bahwa pada hakikatnya manusia dalam keadaan merugi, kecuali orang-orang beriman yang melakukan kebajikan . al yang bermanfaa. dan saling menasehati dalam kesabaran dan kebenaran. Betapa ruginya kita jika kita membuang-buang waktu yang sangat berharga detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari hingga berganti tahun tanpa kita sadari kita membuang banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi kita dan bahkan orang lain, berkarya, berinovasi, berkreasi mengubah dunia kita dengan hal-hal Hidup produktif dan bermanfaat, itulah tujuan kehidupan manusia (W. R, n. Di dalam Sumber hukum Islam yang lain yaitu hadis juga terdapat banyak hadis yang memiliki substansi yang relevan dengan perilaku dari phubbing, tentang pentingnya menghormati orang lain, tidak menyia-nyiakan waktu dan juga larangan berperilaku yang berlebih-lebihan: ee aAEa Oa aI eeNA ee AA eea AEa Oa a aeeI EIA ee eeAaIIA aAEEA Artinya: AuBarang siapa yang tidak bersikap kasih terhadap sesamanya maka Allah tidak menngasihinyaAy. (HR. Bukhari 6013. Muslim 2. (Mubarak, n. eeAIA eea aAI Eaa aee a IA eeca aAuA a AI eEO aIA Artinya: AuSesungguhnya hidup sederhana termasuk cabang dari imanAy. (HR. Abu Daud 4161. ASh-Shahiihah nomor . (Musthofa, n. a AEA eeAE aIO aaEA eea AaE CaA eea A aO aOaAU aAEaEA eea AE CaA eea AA eea A aOAa aAU aAE AaC aEA eea AaE CaA eea A aO aIAU aACaIa EA eea AaE CaA eea AA acA eea AE CaA eea a a :eeAE aIA eea A CaA U AaIaIee aIA a A aOAU aAE N aaIa EA a AEA Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Perilaku Phubbing: Telaah Hermeneutis Artinya: "Jagalah lima perkara sebelum . lima perkara . Mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu. " (HR Nasai dan Baihaq. Seseorang yang melakukan perilaku phubbing ini akan cenderung sibuk dan berfokus melihat gadget dibandingkan lawan bicara dan lebih sering mengabaikan komunikasi Di dalam Al-QurAoan telah ada ayat yang menjelaskan tentang berperilaku baik kepada sesama, seperti firman Allah Swt pada ayat berikut: a AO a Oa aA eeA aEIee EaaEac aEIee aa acE aO aIA ee Aa aOEaA eea AI EAa a aee aOE aIIEA eea AA eea AI aOaO aA eea AA eea AcEEa Oa aI aee aEaA eec AaIA eeca A A a AE aOA a A aO ECa O aOOaIN OA a AEA Artinya: Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat. Dia . melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar kamu selalu ingat. (QS. An-Nahl ayat . Sesungguhnya Allah memerintahkan untuk berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat, memberi kerabat sesuatu yang mereka butuhkan (Dia melarang perbuatan kej. segala sesuatu yang buruk baik ucapan maupun tindakan . sesuatu yang tidak diperbolehkan syariat dengan melarangnya . an permusuha. zalim dan sombong (Dia memberi pelajaran kepada kalian agar kalian mengambil pelajara. Ayat lain yang membahas tentang hal tersebut juga difirmankan oleh Allah Swt pada ayat berikut: eeAE aI ae Aa aOA eeca AE Oaa ee aEA ee a aAcEEA eec AaIA eeca A aI a Uee A ee a A AaO EaA ee a AE aIA ee a A aOA ee a cacE EaEIA eea aee aA ee a AaOA a aAE A Artinya: Janganlah memalingkan wajahmu dari manusia . arena sombon. dan janganlah berjalan di bumi ini dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri. (Q. Lukman ayat . Dan jangan meramalkan wajahmu dari manusia bila kamu berbicara dengan mereka atau mereka berbicara kepada mereka dalam bingkai peringatan mereka atau karena kamu menyombongkan diri atas mereka. Dan jangan berjalan di muka bumi di antara manusia dengan penuh kesombongan dan keangkuhan. Sungguh Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan puas dengan penampilan dan ucapannya. Rasulullah adalah sebaik-baik pemberi teladan termasuk dalam persoalan akhlak, banyak hadis yang memuat tentang hal tersebut, di antaranya: (Al Fanghony, n. A aEIee a a aIa aEIee a aaECUeeA eeca aAuA a aAI a OA Artinya: AuSesungguhnya sebaik-baik kalian adalah yang paling mulia akhlaknya,Ay (HR Bukhari: 6035. Muslim: 2321. Ahmad: 6. AIa aNIee aEaCUeeA eea AE E aIIa IA eea AaE aIA a AaOI auO aIIU aA Artinya: AuMukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknyaAy. (HR. Abu Dawu. Aa O eeIA eea caOaIA a eeAE Ea a EO aEaCA Artinya: AuDan muliaAy (Al-Qalam: . (Muhamma. benar-benar A OaO aeeI E aCOa aI aee a a aIa aEIee a aaECUeeA eeca aAI Ia Iee a aa aEIee uaEA eeca aAuA U AO aOaC aa aEIee IaIaO aI aEA Artinya: AuSesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah mereka yang paling bagus akhlaknya di antara kalian. Ay (HR. Tirmidzi no. Dinilai hasan oleh Al-Albani dalam Shahih AlJaamiAo no. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Perilaku Phubbing: Telaah Hermeneutis AIa aN eeI aEaCUeeA eea AE E aIIa IA eea AE aIA a AaOI uaO aIIU aA Artinya: Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Ay (HR. Tirmidzi no. Dinilai sahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. Dari hadis-hadis di atas dapat diketahui begitu banyak hadis yang membahas tentang akhlak, dari hal itu dapat kita pahami bahwa di dalam Islam perkara akhlak bukan merupakan hal yang dapat di kesampingkan, di sebutkan sebaik-baiknya muslim adalah yang paling baik akhlaknya, bahkan menjadi salah satu parameter kesempurnaan iman seorang muslim. Rasulullah adalah sebaik-baik pemberi teladan dan akan memberi syafaat kelak di hari kiamat dan disebutkan oleh beliau juga bahwasannya kelak akan duduk bersama beliau bagi muslim yang paling bagus akhlaknya. Sebaliknya Rasulullah juga membenci akhlak yang buruk, sebagaimana sabda beliau dalam hadis berikut: AO aOa aa aEIee Ia IaO AaO Ea aee a aO a aEIee a aaECUA eeca aA aEIee auEA eeca AaO auA a aAI aA Artinya: AuSungguh orang yang paling kubenci dan paling jauh dariku kelak di akhirat adalah orang yang paling jelek akhlaknya di antara kalianAy. (HR Ahmad dan disahihkan oleh Al Alban. Menghormati dan menghargai orang lain juga akan mendatangkan kehormatan dan kebaikan bagi diri kita, sebagaimana firman Allah Swt dalam ayat berikut: aA a eeI AaEa aNee Aa aa a aee aO eeA AEaOeeA eea AEa aaee aE aO AaiO aO aO aN aEIee aO aE aO aEaO E aI a eea aE aI a aEaOeeNa a acOA a AE aI acee acO aEOa aa aO aIA a a AI a eeI aEaIAa a aE eeI n aOaIee A a AI a eeI aA a AaIee aA A aaO UA Artinya: Jika berbuat baik, . kamu telah berbuat baik untuk dirimu sendiri. Jika kamu berbuat jahat, . erugian dari kejahata. itu kembali kepada dirimu sendiri. Apabila datang saat . yang kedua, (Kami bangkitkan musuhm. untuk menyuramkan wajahmu, untuk memasuki masjid (Baitulmaqdi. sebagaimana memasukinya ketika pertama kali, dan untuk membinasakan apa saja yang mereka kuasai. Dalam tafsir as-Sa'di. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di mentafsirkan ayat tesebut dengan kalimat demikian AuJika kamu berbuat baik, . kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri,Ay karena manfaat dari perbuatan baik kalian kembali kepada kalian sendiri . ukan kepada orang lai. , bahkan saat kalian masih berada di dunia, seperti yang telah kalian saksikan, berupa kemenangan kalian terhadap musuh-musuh kalian Audan jika kamu berbuat jahat, maka . itu bagi dirimu sendiri,Ay kepada diri kalian sendirilah bahaya itu berbalik arah, sebagaimana yang telah Allah perlihatkan kepada kalian berupa penguasaan musuh atas kalian Audan apabila datang saat hukuman bagi . yang kedua,Ay yaitu kejadian berikutnya yang kalian berbuat kembali kerusakan di muka bumi pada waktu tersebut, maka Allah akan memberikan kekuasaan musuh-musuh atas kalian Au(Kami datangkan orang-orang lai. untuk menyuramkan muka-muka kamu,Ay melalui kemenangan mereka atas kalian dan keberhasilan menawan kalian. AuSupaya mereka masuk ke dalam Masjidil Haram sebagaimana mereka dahulu pernah masuk untuk yang pertama kalinya,Ay masjid yang dimaksudkan dalam ayat ini adalah masjid Baitul Maqdis Audan untuk membinasakan,Ay meruntuhkan dan menghancurkan Auapa saja yang mereka kuasai,Ay atas kekuasaan yang mereka pegangi Ausehabis-habisnya,Ay maka mereka akan menghancurkan rumah-rumah, masjid-masjid serta ladang-ladang kalian. Dalam hadis lain di katakan Rasulullah melarang kita untuk meremehkan kebaikan walaupun itu hal sederhana, sebagaimana yang beliau sabdakan dalam hadis berikut ini: AOAA eea AI E aI aA eea aE IA eea AI aEA eeca AE auA eea A aII aaee auEaO aeeN aO aNA eea AaE aOaIA eea AOA aOaIee aEaE aeeaI aA eea AI E aI aA eea aAI aOU IA eeca AEa aC a ee AaOA Artinya: AuJanganlah meremehkan kebaikan sedikit pun walau hanya berbicara kepada saudaramu dengan wajah yang tersenyum kepadanya. Amalan tersebut adalah bagian dari kebajikan. Ay Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Perilaku Phubbing: Telaah Hermeneutis (HR. Abu Daud no. 4084 dan Tirmidzi no. Syaikh Muhammad bin Shalih Al AoUtsaimin rahimahullah ketika menjelaskan penggalan hadits di atas mengatakan. AuNabi saw, memerintahkan pada Jabir bin Sulaim agar tidak meremehkan kebaikan sekecil apa pun. Setiap kebaikan hendaklah dilakukan baik itu ucapan maupun perbuatan. Kebaikan apa pun jangan diremehkan. Karana kebaikan itu adalah bagian dari berbuat ihsan dan Allah mencintai orang-orang muhsin . ang berbuat bai. (Tausikal, n. Berdasarkan ayat-ayat dan juga hadis-hadis yang telah disebutkan di atas, secara substansi pada awalnya adalah membahas tentang bagaimana cara yang seharusnya dalam memperlakukan orang lain, memberikan rasa hormat kepada orang lain, larangan bersikap seenaknya, tidak menghargai dan mengabaikan orang lain, tidak berperilaku sombong, tidak menyia-nyiakan waktu dan tidak berlebih-lebihan. Namun kondisi dewasa ini seiring perkembangan teknologi dan informasi yang berkembang secara masif telah memunculkan perilaku yang kian hari semakin tidak terkendali yaitu phubbing. Phubbing adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan dinamika adiktif di mana seseorang kehilangan empati dan rasa hormat terhadap orang lain dan lebih memilih dunia maya dari smartphone mereka dari pada dunia nyata. Perilaku phubbing berpotensi mempengaruhi interaksi sosial. Kemungkinan efek dari perilaku phubbing adalah berkurangnya rasa memiliki, sehingga mempengaruhi persepsi tentang pentingnya kualitas komunikasi dan hubungan sosial. Individu yang berperilaku phubbing lebih cenderung mengalami pemisahan sosial, hal ini akan berdampak pada kehidupan yang terisolasi dan tertutup akibat mengandalkan media sosial (Syifa, 2. Seiring dengan kemajuan zaman, menjadikan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang berbasis internet tersebut sebagai sarana agar manusia dapat berkomunikasi tanpa bertemu secara langsung. Smartphone atau biasa disebut gadget telah menjadi sebuah kebutuhan pokok bagi seluruh lapisan masyarakat, terkhusus bagi masyarakat modern terutama generasi Z atau biasa di sebut gen Z (I. Hanika, 2. Penemuan teknologi smartphone menjadikan segala sesuatunya jadi lebih mudah dan praktis, menjadikan seseorang dapat melakukan banyak hal dengan sangat mudah seperti penggunaan media sosial, mengdengarkan musik, browsing internet dan sebagainya, akan tetapi ada hal negatif juga yang dialami oleh sebagian pengguna atau masyarakat yaitu perilaku phubbing atau biasa disebut Auphone snubbingAy. Phubbing dapat diartikan sebagai perilaku mengacuhkan atau mengabaikan orang lain dalam interaksi sosial dalam lingkungan sosial, dikarenakan terlalu fokus pada smartphone dari pada interaksi langsung dengan bertatap muka (Nur, 2. Namun kenyataannya pada zaman ini smartphone menjadi barang yang telah dimiliki oleh semua kalangan dari orang dewasa bahkan anak anak sekalipun telah memilikinya. Seseorang dengan perilaku phubbing akan kesulitan menangkap informasi dari lawan bicaranya, hal tersebut menyebabkan aktivitas antar individu tidak saling memberi feedback yang baik serta tidak menunjukan interaksi sosial yang semestinya yang mana dalam kehidupan sosial tidak lepas dari komunikasi, karena komunikasi merupakan proses dari keberlangsungan hidup setiap manusia. Dapat diartikan bahwasannya komunikasi yang di lakukan secara langsung tidaklah menjamin komunikasi menjadi efektif karena terdapat hambatan dan gangguan yang terjadi dalam proses berlangsungnya komunikasi tersebut (Sukanto, 2. Walaupun perilaku phubbing ini terkesan sesuatu yang biasa dan umum terjadi di zaman sekarang ini dan bahkan hampir sebagian besar orang yang mempunyai smartphone Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Perilaku Phubbing: Telaah Hermeneutis dan bermain sosial media melakukannya, namun tidak menjadikanya menjadi sesuatu yang remeh atau sesuatu yang bisa diabaikan begitu saja. Perilaku phubbing yang merupakan perilaku yang timbul karena terlalu berlebih lebihan dalam pengunaan gadget. Padahal ajaran Islam kita diperintahkan untuk berperilaku yang sewajarnya tidak berlebihan atau pun tidak kurang, sebab di zaman modern yang segala sesuatunya menggunakan teknologi maka kita juga memerlukannya, yang dilarang adalah tindakan yang berlebih-lebihan, karena segala sesuatu yang berlebihan tentu akan mendatangkan keburukan, disebabkan oleh adanya ketidak sesuaian antara satu dan lainnya. Di mana kita sesama manusia hidup harus menjaga sikap dan saling menghargai serta menghormati keberadaan orang lain, tidak boleh berperilaku seenaknya karena yang demikian itu termasuk perilaku zalim dan tergolong sebagai orang-orang yang tercela. Selain hal tersebut ada hal lain yang sering kita lakukan dikarenakan keasyikan memainkan gadget, yaitu mengabaikan waktu, tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat, tidak ada yang kita lakukan selain berbaring atau duduk sambil memainkan smartphone tersebut, menyebabkan banyak tanggung jawab menjadi terabaikan. Dari ayat-ayat dan juga hadis-hadis di atas jelas sekali bahwa Islam memiliki solisi yang menjadi petunjuk bagi segala persoalan di masa kini, karena bagaimanapun kehidupan dan interaksi sosial harus tetap berjalan karena manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat menghindari pengaruh serta keberadaan orang lain dalam kehidupannya sehari-hari. mana manusia memiliki kebutuhan alami untuk terlibat satu sama lain dan kebutuhan sosial untuk hidup berkelompok dengan individu lain. Hubungan sosial yang dinamis yang terjadi antara manusia dan antar kelompok manusia di sebut sebagai interaksi sosial. interaksi sosial dimulai ketika bertemunya beberapa orang dan adanya hubungan timbal balik antar individu atau kelompok pada saat bertemu. Dapat dikatakan berinteraksi jika mereka saling bertegur sapa, berjabat tangan, saling berbicara atau bahkan saling berdebat. Hal tersebut adalah merupakan bagian dari bentuk interaksi (Hamdiyah, 2. Sikap phubbing yaitu dengan mengacuhkan orang yang ada disekitar kita yang sedang berkomunikasi dengan kita itu merupakan sikap dan perbuatan keji, kemungkaran dan menimbulkan sakit hati yang akan memicu permusuhan, suatu perkara yang dilarang oleh syariat, bagi umat muslim wajib mengikutinya dan tidak mengabaikannya, karena hal tersebut merupakan perbuatan sombong dikarenakan tidak menerima kebenaran. Dari pemaparan di atas sesungguhnya sudah dinyatakan dengan jelas bahwasannya ketika kita mengacuhkan orang lain, memalingkan wajah ketika diajak interaksi, itu seolaholah kita sedang bersikap angkuh dan sombong, hal tersebut merupakan akhlak yang tidak terpuji bahkan termasuk kepada keburukan dan Allah Swt telah memperingatkan manusia akan hal tersebut melalui ayat-ayatnya. Dengan mengikuti prinsip-prinsip akhlak yang diajarkan oleh Al-QurAoan dan Sunnah, umat Islam dapat membangun karakter yang baik dan menciptakan hubungan yang harmonis di dalam masyarakat. Mengajarkan akhlak kepada generasi mendatang adalah tanggung jawab kita bersama, agar nilai-nilai moral dan etika terus hidup dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari (Lajupeduli, n. Akhlak yang baik kini mulai terkikis dengan maraknya perilaku phubbing, hal itu merupakan salah satu contohnya dimana perilaku moral dan etika yang tidak baik dalam pandangan Islam, perilaku menggunakan smartphone secara berlebihan yang secara tidak langsung merugikan orang lain. Ketika diminta untuk berkomunikasi, seseorang dengan perilaku phubbing akan berpura-pura memperhatikan sementara matanya sesekali terpaku pada smartphone di telapak tangannya. Seseorang yang sering menggunakan internet memiliki sedikit waktu tersisa untuk interaksi tatap muka dengan orang lain (Youarti Intan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Perilaku Phubbing: Telaah Hermeneutis Elok dan Nur Hidayah, 2. Beberapa ayat di atas apabila dikorelasikan dengan keadaan sosial zaman sekarang, ayat tersebut juga mempunyai hubungan di mana setiap perbuatan baik maka akan mendapatkan balasan kebaikan begitu sebaliknya perbuatan buruk juga akan menghasilkan keburukan, jika dihubungkan dengan perilaku phubbing maka di saat kita bersikap atau berperilaku kurang sopan dan kurang beretika terhadap orang lain yang ada disekitar kita, maka yang akan kita dapati adalah orang lain menjadi terluka sakit hati dan hal tersebut berdampak terhadap kerukunan dan kesetabilan hubungan, di mana perilaku kita mencerminkan kepribadian kita, yang mana akan berdampak buruk kerhadap penilaan orang terhadap diri kita, citra buruk akan membuat banyak sektor dalam kehidupan kita menjadi terganggu, hubungan sosial juga menjadi kurang baik. Dari hadis yang telah di kemukakan kita juga dihimbau untuk tidak meremehkan perbuatan baik sekecil apapun, sekalipun hal tersebut terkesan sepele, sebagaiman yang disampaikan oleh hadits diatas, apabila di hubungkan dengan perilaku kita saat kerkomunikasi interpersonal dengan orang disekitar kita, walaupun hanya dengan memperhatikan lawan bicara, dengan tersenyum dan memperhatikan serta menanggapi lawan bicara dengan berinteraksi itu juga merupakan perbuatan yang baik, yaitu dengan menghargai keberadaan orang lain disekitar kita, perbuatan baik sesuai yang di ajarkan dalam syariat agama Islam. Berperilaku baik juga akan mendatangkan cinta Allah Swt dan juga manusia kepada kita, karena Allah Swt menyukai orang-orang yang berbuat baik, dan perberbuat baik juga dapat meningkatkan derajat kemuliaan seseorang manusia di mata manusia lainnya. Ini bukan tentang pamrih berlaku baik kepada manusia tetapi sebagai mana di uraikan dalam hadis yang menyatakan bahwa Au Jika kamu berbuat baik . kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka . itu bagi dirimu sendiri. Ay maka dengan memuliakan orang lain maka kemuliaan tersebut juga akan kembali kepada kita. Ayat-ayat dan hadis-hadis diatas memang tidak secara langsung melegitimasi tentang perilaku phubbing namun esensi yang terkandung didalamnya mempunyai relevansi dengan perilaku manusia dalam kondisi sekarang ini sehingga digunakan teori Fazlur Rahman yaitu teori hermeneutika double mouvment untuk merespon perilaku tersebut. Fazlur Rahman adalah seorang pemikir Islam progresif, mengembangkan teori double movement dalam upayanya menafsirkan Al-Qur'an secara dinamis dan aplikatif terhadap masalah kontemporer, dengan menelusuri makna ayat Al-QurAoan dalam konteks historis saat ayat itu diturunkan dan mengambil nilai moral universal dari ayat tersebut, lalu menerapkannya dalam konteks zaman sekarang. Peran Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam Merespons dan Mengatasi Perilaku Phubbing Pendidikan Islam telah tumbuh sejak masa nabi Muhammad saw, pendidikan Islam berarti memasukan ajaran Islam kedalam unsur-unsur pendidikan, kurikulum pendidikan yang kerap kali berubah menyesuaikan perubahan zaman, kondisi sosial dan juga budaya adalah merupakan suatu hal yang biasa apabila menginginkan pendidikan yang bermutu, namun perubahan juga harus didasari oleh beberapa aspek yang dibutuhkan serta nilai-nilai yang tetap harus berkembang dari satu generasi ke generasi berikutnya (Muhammad, 2. Karena pendidikan merupakan upaya yang dilakukan dengan sadar yang diselenggarakan baik cara langsung maupun tidak langsung guna membentuk anak pada masa perkembangannya dalam mencapai kedewasaannya (Ahmadi, 2. Dewasa ini pendidikan Islam menjadi salah satu solusi yang dipilih dalam upaya Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Perilaku Phubbing: Telaah Hermeneutis menjaga nilai-nilai sosial dan untuk mempersiapkan seorang individu untuk siap menghadapai tantangan zaman yang semakin berkembang namun juga syarat dengan problematikanya, pendidkan Islam dianggap dapat menjadi benteng kokoh dalam menjaga setiap aspek-aspek dalam kehidupan. Pendidikan Islam merupakan bimbingan yang dilakukan oleh seorang dewasa kepada anak didik dalam masa pertumbuhan agar ia memiliki kepribadian muslim. Karena pendidikan Islam pada khususnya membentuk sikap hidup dengan nilai-nilai ke islaman berdasarhan Al-QurAoan dan hadis (Darajat, 2. Prinsip Al-QurAoan, hadis, dan tafsir juga harus berjalan beriringan dengan prinsip kekinian agar pemahaman dan pengamalan agama tidak kaku dan tetap hidup dalam masyarakat modern. Pendekatan ini menghasilkan praktik Islam yang adaptif, damai, dan memberi solusi, bukan konflik atau keterbelakangan. Pendidikan Agam Islam idealnya adalah berusaha menggabungkan berbagai pendekatan tafsir . ekstual, kontekstual, historis, budaya, sosiologis, bahkan psikologi. dalam menberikan pendidikan untuk menghasilkan pemahaman Islam yang utuh, dinamis, dan aplikatif dalam pendidikan. Mengajarkan ajaran Islam melalui pendekatan yang tidak hanya literal, tetapi juga kontekstual, kritis, dan relevan dengan realitas kehidupan peserta Agar lebih mampu merespon perkembangan zaman dengan fenomena yang ada. Agar dapat membentuk pemahaman Islam yang rasional, moderat, toleran dan untuk mencegah interpretasi ekstrem terhadap teks agama. Integrasi Kurikulum Digital Dengan mengembangan karakter kurikulum merdeka yaitu profil pelajar pancasila melaui proyek-proyek tematik yang dirancang oleh kemendikbutristek. Kurikulum merdeka memberikan kebebasan kepada pendidik untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik, karakteristik satuan pendidikan, dan konteks lingkungan sosial budaya setempat. Kurikulum saat ini sudah bagus namun di era digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, seiring berkembangnya teknologi, metode pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi digital menjadi hal yang tak terelakkan. hal ini tentu saja membutuhkan adanya penyesuaian yang cepat dan inovatif untuk memenuhi kebutuhan zaman yang semakin maju. Adaptasi ini tidak hanya mempengaruhi materi yang diajarkan, tetapi juga cara pengajaran dan alat yang digunakan untuk mengakses pembelajaran. Di era digital ini, teknologi telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk dunia Peran perangkat lunak yang dibutuhkan pun terus berkembang, dan menjadi salah satu materi utama dalam kurikulum yang disampaikan. Selain itu, sistem pembelajaran berbasis digital, seperti e-learning dan kelas online, semakin populer. Ini memberikan kesan bagi siswa untuk belajar kapan saja dan di mana saja, tanpa batasan ruang dan waktu. Misalnya, platform seperti zoom. Gmeet, google classroom dan Gform kini sering digunakan untuk mendukung pembelajaran jarak jauh. Kehadiran platform ini memudahkan guru dan juga siswa bahkan mahasiswa dalam berinteraksi, berdiskusi, dan mengerjakan tugas. Pengembangan kurikulum di era digital adalah suatu keharusan untuk menjawab tantangan pendidikan di masa depan, dalam Proses transformasi ini diperlukan kerja sama antara dunia pendidikan, teknologi, dan kementerian yang terkait untuk menciptakan perubahan yang tidak hanya relevan tetapi juga inovatif. Oleh karena itu, penting bagi institusi pendidikan untuk terus berinovasi dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran. Dalam era digital yang terus berkembang, pendidikan karakter menjadi semakin penting, kemajuan teknologi telah membawa perubahan signifikan pada cara generasi muda belajar dan berinteraksi (Eryandi, 2. Sementara teknologi memberikan akses yang luas Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Perilaku Phubbing: Telaah Hermeneutis terhadap informasi dan pengetahuan, ia juga membawa tantangan baru dalam bentuk distraksi digital dan pengaruh negatif dari konten online. Dampak negatif yang dapat kita lihat dengan jelas saat ini adalah penyalah gunaan alat digital misalnya smartphone, menimbulkan pergeseran perilaku dan juga habbit yang tidak mencerminkan perilaku kemanusiaan, mengikis rasa empati dan kepedulian pada orang lain bahkan diri sendiri, bagai mana tidak disaat menggunakan smartphone dan sosial media banyak waktu yang terbuang sia-sia, tanggung jawab lain menjadi terbengkalai, seorang pelajar menjadi malas membaca, malas belajar hal-hal baru dalam dunia nyata sibuk berinteraksi dengan gadgetnya, belum lagi yang menjadi fenomena saat adalah perilaku phubbing. Integrasi kurikulum digital pada pembelajaran PAI juga dinilai sangat efektif dalam menarik minat siswa dalam penyampaian nilai-nilai keislaman secara kontemporer, melalui mata pelajarn, diskusi kelas proyek pembelajaran yang berbasis ayat yang dihubungkan ke peristiwa nyata misalnya membuat karya tulis tentang larangan mengolok-olok, menggunjing yang tersebut dapat dikaitkan dengan problem yang sering dijumpai yaitu bullying, pembentukkan karakter seperti akhlak, empati simpati dan juga toleransi, dapat dilakukan dengan pembiasaan-pembiasaan positif (Alpata. Ahmad Rudi Rahmadan, 2. Peran Sekolah dalam mengatasi Phubbing Sejalan dengan perkembangan zaman dan perkembangan teknologi serta informasi, secara tidak langsung juga berdampak pada interaksi sosial yang mana tawaran dari modernitas tidak dapat terelakan lagi. Dalam interaksi sosial tentu kita karus menggunakan akhlak dalam menyampaikan ataupun menerima sesuatu baik dari lingkungan maupun dari sosial media, salah satu bentuk modernitas adalah adanya smartphone, namun dibalik berbagi macam keunggulan nya smartphone juga memiliki dampak negatif yang kerapkali Satu diantara dampak negatif dari adanya smartphone adalah munculnya perilaku phubbing, yang ditandai dengan adanya pretensi yaitu bersikap seolah olah memperhatikan saat komunikasi interpersonal namun perhatian dan pandangan lebih tertuju pada gadget yang ada ditangannya. Pertama, edukasi dan sosialisasi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memberikan informasi tentang phubbing dan bahayanya, yang akan dapat merusak hubungan sosial, komunikasi bahkan dapat mengganggu kesehatan mental, menjelaskan pentingnya interaksi dan juga bertatap muka saat berkomunikasi, bila diperlukan dapat mengajak narasumber yang ahli sehingga dapat memberikan pengertian dan pengetahuan yang lebih mendalam tentang phubbing serta cara mencegahnya. Kedua, mengatur kebijakan tentang penggunaan smartphone. Membuat kebijakan dengan Mengatur dengan memberikan batasan waktu penggunaan ponsel, menentukan zona tanpa ponsel dan pemberian sanksi bagi yang melanggar, selanjutnya menciptakan lingkungan sekolah yang mendorong interaksi sosial misalnya kelompok diskusi atau proyek-proyek belajar yang membutuhkan interaksi dan berkolaborasi antar individu atau kelompok, meminimalisir pemberian tugas yang banyak menggunakan smartphone sebagai medianya dan membuat metode belajar yang lebih banyak menggunakan dan berinteraksi dengan media belajar misalnya dengan buku ataupun papan tulis. Ketiga. Menggiatkan interaksi sosial secara langsung. Dapat dilakukan dengan kegiatan pembentukan dan pengembangan komunitas kelompok seperti olah raga atau kegiatan sosial lainnya yang memberikan banyak ruang untuk berinteraksi sosial secara langsung dengan orang lain, mengadakan pertemuan rutin dengan kegiatan ektrakulikuler yang menanamkan nilai-nilai keislaman, seperti: Rohis (Rohani Isla. Khotmil Qur'an. Tilawah dan tahsin Al-Qur'an, hingga Pelatihan ibadah perorangan dan berjamaah, kegiatan seperti sholat berjamaah, puasa, dan dzikir, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Perilaku Phubbing: Telaah Hermeneutis ibadah dan memperkuat hubungan dengan Allah Swt. Keempat. Melibatkan peran guru dan staf sekolah. Guru dan staf dapat menjadi contoh dan rule model yaitu sebagai pemberi contoh bagaimana berinteraksi dan berperilaku yang baik sesuai tuntunan islam, serta membuat pengawasan guna mengurangi penggunaan ponsel saat di kelas ataupun di lingkungan sekolah terutama saat berinteraksi dengan peserta didik, mengadakan layanan konseling bagi siswa yang membutuhkan layanan yang mempunyai masalah seputar phubbing atau bahkan problematika lainnya karena bisa jadi hal tersebut menjadi penyebab yang bedampak menculnya perilaku phubbing. Peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Peran guru merupakan salah satu aspek terpenting dalam proses pendidikan dan merupakan komponen yang tidak terpisahkan dari aktivitas belajar mengajar. Terkhusus peran guru agama Islam karena selain mengajar dan memberi contoh, seorang guru PAI kerap kali dituntut oleh paradigma sosial, sebagai seseorang guru yang bertanggung jawab membina akhlak peserta didiknya, tentu saja hal tersebut merupakan sesuatu yang tidak mudah, selain menjadi guru dalam membina akhlah siswa guru PAI juga kerap kali harus menjadi motivator dan menjadi orang tua kedua bagi peserta didiknya misalnya memberi nasehat, peringatan atau bahkan teguran terhadap peserta didik yang melanggar peraturan, baik melanggar aturan sekolah ataupun aturan agama yang dilakukan pada saat jam pelajaran berlangsung maupun di luar jam pelajaran (Fitrianingsih, 2. Fenomena yang terjadi disekolah saat ini adalah perilaku phubbing yaitu akibat pemakaian smartphone yang intensitasnya tinggi dan problematika tersebut sudah berlarut larut karena hal tersebut sebenarnya bukan hal yang baru tetapi masih menjadi sebuah problem dimasyarakat khususnya dikalangan pelajar. Perilaku phubbing dikalangan pelajar sangat berpengaruh terhadap perkembangan sosial emosionalnya, di mana dia akan memiliki masalah-masalah sosial di sekolah, dan ketidakmampuanya untuk menghargai orang lain. Di sinilah peran guru terkhusus guru PAI sangat diperlukan. Dalam menanamkan perilaku yang berakhlak sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam. Dalam usaha mengatasi perilaku phubbing di sekolah ada beberapa upaya yang dilakukan oleh guru PAI, di antaranya (Utami. Laras, 2. : dengan mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dalam setiap mata pelajaran dan sikap sosial siswa. Menjadi teladan dan contoh bagi siswa dengan sikap empati, jujur dan juga adil. Membuat kegiatan ektrakulikuler yang berisi pembiasaanpembiasaan yang baik disekolah seperti tilawati QurAoan, tahfiz QurAoan serta membantu memperkuat nilai-nilai keagamaan dan juga interaksi sosial agar peserta didik tidak terlalu fokus pada smarphone. Guru memberikan bimbingan serta pengawasan terhadap penggunaan media dan teknologi yang dilakukan peserta didik. Mengadakan bimbingan dan diskusi yang menghubungkan ajaran agama dengan kehidupan sehari-hari. berkerja sama dan berkolaborasi dengan guru BK dalam mengawasi penggunaan gadget yang tidak sesuai. Pengawasan Psikolog dan Kesehatan Mental Peserta didik Pendidikan Islam mempunyai tujuan yang jelas dan pasti yaitu untuk membina manusia agar menjadi hamba Allah yang saleh dengan seluruh aspek kehidupannya yang mencakup perbuatan, pikiran, dan perasaan (Daradjat, 1. Pernyataan tersebut apabila resapi lebih jauh dan mendalam, mempunyai ruang lingkup yang cukup luas. Membina manusia merupakan sebuah upaya untuk mengajar, melatih, mengarahkan, mengawasi, dan memberi teladan kepada seseorang untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Pembinaan yang hanya memberikan pelajaran, latihan, dan arahan akan membentuk manusia yang tidak berjiwa. Pada saat yang sama pembinaan yang hanya memberikan pengawasan dan teladan akan menciptakan manusia yang kurang kreatif. Maka dari itu. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Perilaku Phubbing: Telaah Hermeneutis pembinaan yang baik mestinya mencakup semua upaya tersebut di atas (Mawangir, 2. Pendidikan Islam, bagi Zakiah, pada intinya adalah sebagai wahana pembentukan manusia yang berakhlak mulia. Akhlak adalah pantulan iman yang berupa perilaku, ucapan, dan sikap atau dengan kata lain akhlak adalah amal saleh. Iman adalah maknawi . sedangkan akhlak adalah bukti keimanan dalam bentuk perbuatan yang dilakukan dengan kesadaran dan karena Allah semata (Daradjat, 1. Zakiyah Daradjad juga sangat konsen kesehatan mental, pengertian kesehatan mental yang diselaraskan dengan pendidikan Islam yaitu: Kesehatan mental dilihat dari objeknya yaitu anak. Pengertian kesehatan mental yang menyangkut potensi anak adalah terwujudnya keselarasan sejati antara fungsi jiwa, serta memiliki kemampuan dalam menghadapi berbagai permasalahan umum dan terhindar dari rasa cemas serta konflik batin. Dari pengertian tersebut Zakiah Daradjat menjelaskan bahwa keselarasan antara fungsi jiwa dengan tindakan yang tegas dapat dicapai antara lain dengan meyakini ajaran Islam, keteguhan dalam menaati norma-norma sosial, hukum, moral dan Maraknya perilaku phubbing terhadap sosial media yang telah banyak di alami oleh semua kalangan pada setiap lapisan masyarakat, termasuk oleh para pelajar sekolah mulai dari anak-anak sampai remaja, tentu hal ini bukan masalah yang dapat diabaikan begitu saja karena dampak dari perilaku phubbing yang banyak tidak disadari olek lingkungan sekitar bahkan oleh individi nya sendiri. Dampak perilaku phubbing yang paling signifikan adalah pada kesehatan mental, sebagaimana yang dinyatakan oleh zakiah daradjat bahwa peran pendidikan Islam sangat berpengaruh bagi kesehatan mental peserta didik. Artinya perilaku phubbing diperlukan mendapat perhatian serius dari para pihak karena dampak dari terganggunya kesehatan mental sangat kompleks dan berdampaknya sangat signifikan terhadap individu, ada beberapa kondisi yang akan dialami oleh pelaku phubbing yaitu akan merasa kesepian dan mendapat isolasi sosial yang akan menimbulkan depresi dan juga kecemasan, perilaku phubbing juga akan menyebabkan kecanduan teknologi yang akan berdampak pada hubungan interpersonal sehingga akan menyebabkan stres dan tertekan karena memburuknya hubungan dengan teman dan juga keluarga bahkan phubbing juga akan berdampak pada terlukanya harga diri orang lain yang menjadi korban pelaku phubbing, lama kelamaan akan terjadi keasingan yang dapat menyebabkan terganggunya kesehatan Banyak hal yang dapat dilakukan dalam mengatasi perilaku phubbing, namun yang paling utama adalah kesadaran setiap individu tentang bahaya perilaku phubbing terhadap kesehatan mental yang berdampak pada buruknya hubungan interpersonal, meningkatkan interaksi sosial dan kualitas hubungan interpersonal. Didalam lingkungan pendidikan khususnya yang berbasis Islam penting sekali untuk diadakannya peran konselor atau guru BK untuk memberikan bimbingan dan juga pengawasan, mengidentifikasi hal-hal yang menyebabkan perilaku phubbing, menerapkan strategi intervensi untuk mengatasi phubbing. Strategi intervensi dalam PAI dimaksudkan untuk mengatasi perilaku phubbing karena tidak cukup hanya dengan melarang, tetapi perlu membangun kesadaran, memberikan alternatif yang positif, dan membimbing siswa dengan hikmah, empati, dan pendekatan agama. Disinilah peran guru PAI sebagai pendidik spiritual dan moral sangat sentral dalam membentuk remaja yang sehat secara akhlak dan spiritual. Peran konselor atau guru BK yaitu memberikan konseling bagi peserta didik, memberikan sosialisasi tentang dampak phubbing bagi diri sendiri dan orang lain dan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Perilaku Phubbing: Telaah Hermeneutis bagaiman astrategi pencegahan perilaku phubbing, serta membantu mengembangkan ketrampilan sosial seperti komunikasi, empati dan juga kerja sama antar individu atau kelompok sehingga akan mengurangi penggunaan gadget, mendidik bagai mana menggunakan teknologi dengan sehat dan bertanggung jawab. KESIMPULAN Penelitian ini menjelaskan bagaimana nilai keislaman dalam perspektif hermeneutik yaitu untuk memaknai teks lebih mendalam, secara tekstual, ayat-ayat dan juga hadis memang tidak secara langsung melegitimasi tentang perilaku phubbing namun esensi yang terkandung didalamnya mempunyai relevansi dengan perilaku phubbing. Dalam penelitian ini setidaknya ada sepuluh ayat dan sembilan hadis yang memiliki substansi yang serupa dengan perilaku phubbing. Perilaku Phubbing secara tidak langsung mengganggu hubungan sosial dan ukhuwah, karena membuat lawan bicara merasa tidak dihargai, di lupakan, atau Dalam beberapa ayat dan juga hadis sikap berlebihan, mengabaikan waktu juga telah di tegaskan bahwa yang demikian merupakan perbuatan yang di larang dalam syariat Islam, yang tidak di sukai dan di benci oleh Allah Swt dan Rasulnya. Sebaliknya akhlak yang baik sangat dicintai bahkan menjadi indikator keimanan seorang mukmin. Melalui pendekatan hermeneutik terhadap ajaran Islam, phubbing dapat di nilai sebagai perilaku yang tidak sesuai dengan nilai adab Islami, mengurangi kualitas silaturahmi dan ukhuwah serta melanggar etika dalam berkomunikasi dan kesopanan karena berperilaku berlebih-lebihan, tidak menghormati dan menghargai keberadaan orang lain, mengecewakan dan melukai hati orang lain, melalaikan dan juga menyia-nyiakan waktu. Sebagai seorang muslim hendaknya kita mengikuti teladan terbaik kita yaitu Nabi Muhammad saw yang telah memberikan contoh akhlak yang mulia karena perilaku mulia itu lebih terhormat dan akan mendatangkan kebaikan serta tergolong menjadi orang-orang yang dicintai oleh Allah Swt. Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya mengajarkan pengetahuan keislaman, tetapi juga membentuk akhlak, sikap, dan kesadaran moral siswa berdasarkan nilai-nilai Islam. Dalam konteks phubbing. PAI memiliki peran penting dalam membentuk sikap hidup dengan nilai-nilai keislaman yang berdasarkan Al-QurAoan dan hadits. Serta tafsir kontemporer harus berjalan beriringan agar pemahaman agama menjadi tidak kaku dalam menyikapi problematika yang terjadi. Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dan solutif dalam mencegah serta mengatasi perilaku phubbing dengan mengelaborasikan berbagai peran sentral dalam pendidikan. Banyak peran dilibatkan diantaranya mengintegrasikan kurikulum digital pada pembelajaran, peran aktif sekolah dalam memberikan edukasi dan sosilaisasi, mengatur kebijakan dalam penggunaan smartphone, menggiatkan interaksi sosial keagamaan dalam penanaman nilai-nilai keislaman seperti membuat kegiatan-kegiatan rohis, khotmil QurAoan, tilawah, tahsin serta melibatkan peran guru dan staff sekolah dalam pembinaan pengawasan dan juga menjadi contoh dan role model dalam penggunaan gadget serta interaksi sosia, melibatkan peran orang tua juga menjadi salah satu yang harus diupayakan dengan membangun komunikasi dalam pembinaan dan pengawasan anak di rumah. REFERENSI