Jl. Beringin Entrop. Kota Jayapura, papua Vol. No. September 2024, pp. e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598. DOI : https://doi. org/10. 55049/cnd. Perencanaan Keuangan Keluarga Di Kampung Nawaripi Distrik Wania Kabupaten Mimika La Ode Abdul Wahab*. Ahadi Rerung**. Sri Fitayanti*. Rahmi*. Dani Melmambessy*. Muhamad Syafii*. Sian Linda Lerebulan*. Charlota Stella Kakisina***, dan La Jimu* *Dosen Program Studi Manajemen. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura **Dosen Program Studi Keuangan dan Perbankan. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura ***Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura Alamat Email : ondes. kukure@gmail. ARTICLE INFO Riwayat Artikel: Diterima 1 September 2024 Disetujui 30 September 2024 Keywords: Perencanaan. Keuangan. Keluarga. ABSTRAK Abstract : One of the components in the Tridharma of Higher Education is community service activities. Every lecturer is obliged to do community This service is carried out to provide awareness that community members can manage family finances. This service focuses on socializing family financial planning. The target of this community service activity is residents in Nawaripi Village. Wania District. Mimika Regency. The results of the observation show that most of the residents of Nawaripi Village have not done family financial planning. Community service to the residents of Nawaripi Village was carried out for one day and the method used was socialization with a model of delivering theoretical material and providing examples in preparing family financial planning. The success of this service is assessed by residents who are very enthusiastic about participating in the socialization of family financial management. It can be concluded that the provision of socialization about family financial planning to the residents of Nawaripi Village can be well received. For the next service activities, it is hoped that it will be able to provide continuous training so that it can provide encouragement to residents to generate their own income to improve the welfare of their family life. Abstrak : Salah satu komponen dalam Tridharma Perguruan Tinggi adalah kegiatan pengabdian masyarakat. Setiap dosen wajib untuk melakukan pengabdian kepada nasyarakat. Pengabdian yang dilakukan ini untuk memberikan kesadaran warga masyarakat dapat mengelola keuangan Pengabdian ini berfokus pada sosialisasi perencanaan keuangan Saasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah warga di Kampung Nawaripi. Disrik Wania. Kabupaten Mimika. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sebagian besar warga masyarakat Kampung Nawaripi belum melakukan perencanaan keuangan keluarga. Pengabdian Masyarakat pada warga Kampung Nawaripi ini dilaksanakan selama satu hari dan metode yang digunakan adalah sosialisasi dengan model penyampaian materi teori dan memberikan contoh dalam menyusun perencanaan keuangan keluarga. Keberhasilan pengabdian ini dinilai dari warga sangat antusias mengikuti sosialisasi pengelolaan keuangan keluarga ini. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pemberian sosialisasi tentang perencanaan keuangan keluarga kepada warga Kampung Nawaripi dapat diterima dengan baik. Untuk kegiatan pengabdian selanjutnya diharapkan mampu memberikan pelatihan yang berkelanjutan sehingga dapat memberikan semangat kepada warga untuk menghasilkan pendapatan sendiri demi meningkatkan kesejahteraan kehidupan keluarganya. Open access article under the CC BY-SA license. URL Jurnal: https://cendisia. stie-portnumbay. id/index. php/cnd/ A e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598 Pendahuluan Kebutuhan pokok manusia terdiri atas sandang, pangan, dan papan. Kesejahteraan secara finansial diperlukan agar kebutuhan pokok tersebut dapat terpenuhi. Ukuran kesejahteraan secara finansial setiap orang atau rumah tangga tentu saja relatif dan berbeda-beda. Faktor-faktor yang memengaruhi kondisi perekonomian sebuah rumah tangga, antara lain faktor internal dan eksternal rumah tangga serta faktor manajemen sumberdaya rumah tangga. Dalam faktor internal yaitu usia, pendapatan, pendidikan, jumlah anggota keluarga, pekerjaan kepemilikan aset, dan tabungan dapat memengaruhi kesejahteraan rumah Sedang faktor eksternalnya adalah kemudahan akses yang diperoleh, yaitu akses finansial, bantuan pemerintah, kredit barang, serta lokasi tempat tinggal. Berdasarkan hasil pengamatan, aktivitas warga di Kampung Nawaripi sebagian besar adalah bertani, berkebun, dan mencari ikan. Pendapatan mereka setiap hari tidak tetap karena bergantung pada hasil tani, kebun, dan tangkapan membuat mereka kesulitan dalam mengelola keuangan. Permasalahan yang umum terjadi bagi keuangan rumah tangga disebabkan oleh belum terampilnya dalam mengelola keuangan rumah Faktor penyebabnya beraneka ragam, mulai dari pengeluaran yang lebih besar daripada pendapatan, pembelian barang-barang yang belum diperlukan, dan lain-lain yang diiringi dengan ketidakmampuan dalam melakukan manajemen keuangan rumah tangga. Untuk itu, diperlukan antisipasi berupa kemandirian dalam pengelolaan keuangan rumah tangga yang baik. Mengelola keuangan rumah tangga merupakan tindakan perencanaan, pelaksanaan, monitoring, pengevaluasian, dan pengendalian dalam memperoleh dan menggunakan sumber ekonomi rumah tangga. Pengelolaan keuangan ini di fokuskan untuk dapat merencanakan keuangan yang baik melalui daftar pemasukan dan pengeluaran secara terperinci. Selain itu untuk dapat meningkatkan ekonomi keluarga juga perlu dipikirkan peluang/kesempatan lain yang dapat menambah pemasukan/sumber keuangan keluarga. Sehingga pada akhirnya kondisi keuangan keluarga tidak mengalami defisit namun dapat menjadi kondisi positif yaitu surplus dengan kondisi seperti ini, maka kemampuan untuk menabung atau berinvestasi dalam mengantisipasi kebutuhan yang tidak terduga di masa yang akan datang dapat terpenuhi. Perencanaan keuangan menjadi begitu penting karena bertujuan membantu siapa saja agar pendapatan yang diperoleh tidak sia-sia karena pengeluaran yang tidak terukur. Jika rumah tangga memiliki kendali keuangan yang baik, maka mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk keselamatan keuangan lebih cepat daripada mereka yang tidak memiliki kendali keuangannya. Pengelolaan keuangan adalah sebuah tindakan untuk mencapai tujuan keuangan di masa yang akan datang (Bank Indonesia, 2. Perencanaan dan pengendalian keuangan berkaitan dengan bagaimana mengatur dan mengelola berkat yang Tuhan Dengan merencanakan keuangan bisa membuat siapapun mampu memaksimalkan setiap rupiah yang dikumpulkan berapa pun banyaknya. Proses untuk mencapai tujuan hidup seseorang melalui pengelolaan keuangan secara terintegrasi dan Yang termasuk dalam tujuan hidup seseorang antara lain: menyiapkan dana pendidikan anak, menyiapkan dana hidup masa tua untuk dirinya dan pasangan hidupnya, menyiapkan dana untuk memiliki rumah, menyiapkan warisan bagi keluarga tercinta, menyiapkan dana untuk wisata rohani, dan lain-lain. Masalah Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat, diketahui bahwa sebagian besar masyarakat masih belum memahami dan mampu mengatur keuangan rumah tangga. Hal ini menyebabkan pengeluaran akan menjadi lebih besar daripada pemasukan. Oleh karena itu, perlu adanya pendampingan untuk mengatur keuangan pada masyarakat di Kampung Nawaripi. Distrik Wania. Kabupaten Mimika. Sosialisai ini lebih difokuskan pada pengembangan kemampuan untuk dapat mengatur/mengelola keuangan keluarga diawali dengan perencanaan keuangan keluarga sehingga dapat lebih sejahtera. Lebih lanjut pada kegiatan pengabdian ini adalah bagaimana cara agar setiap keluarga dalam pengelolaan keuangan mampu mengelola keuangannya secara baik, sehingga mampu menyisihkan uangnya untuk menabung demi masa depan yang lebih baik. Defenisi Pengelolaan Keuangan Perencanaan keuangan adalah metode mengelola keuangan dengan bijak yang dalam prosesnya membawa siapa saja mencapai tujuan keuangannya. Perencanaan keuangan merupakan seni pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh individu atau keluarga untuk mencapai tujuan yang efektif, efisien, dan bermanfaat, sehingga keluarga tersebut menjadi keluarga yang sejahtera. Secara umum, aktivitas yang dilakukan adalah proses pengelolaan penghasilan untuk mencapai tujuan finansial seperti keinginan memiliki dana pernikahan, dana kelahiran anak dan lain- lain. Pendapatan yang kita peroleh perlu dikelola agar dapat memenuhi kebutuhan saat ini dan juga kebutuhan di masa akan datang. Kebutuhan saat ini terdiri dari pengeluaran Ae pengeluaran yang dikeluarkan saat ini, biaya kebutuhan dapur, biaya cicilan motor, biaya pulsa telepon genggam. Sedangkan kebutuhan di Wahab. Rerung. Dkk. Vol. No. September 2024:1-7 Wahab. Rerung. Dkk, e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598 masa akan datang terdiri atas pengeluaran Ae pengeluaran dikeluarkan di masa mendatang, seperti biaya pendidikan anak, biaya wisata, dan lain-lain. Mengapa kita membutuhkan perencanaan keuangan? Adanya arah dan arti keputusan finansial seseorang Mempertimbangkan efek jangka panjang dan jangka pendek atas keputusan hidupnya. Agar seseorang bisa mencapai tujuan financial freedom . ebas hutang, ada pendapatan investasi, terproteksi dari risik. Mengapa perlu perencanaan keuangan? Godaan dan jebakan finansial yang tinggi. Gaji naik hanya sekali dalam setahun, tetapi seseorang bisa terjebak hutang selama 365 hari dalam Gaya hidup modern Sebuah survey dilakukan oleh AC Nielsen mengatakan bahwa 80% eksekutif terancam miskin di hari tuanya karena kecenderungan memenuhi keinginannya. Langkah-langkah perencanaan keuangan mengenai kondisi keuangan saat ini: Melakukan analisis dengan mempertimbangkan kondisi terkini, seperti, status perkawinan, jumlah anggota keluarga, kondisi pekerjaan, usia, kondisi kesehatan, dan lain-lain. Menyusun perencanaan keuangan dan alternatifnya untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan. Menyusun tujuan-tujuan keuangan Anda. Melakukan perencanaan keuangan yang sudah tersusun dengan disiplin. Mereviu dan menyempurnakan rencana keuangan secara periodik untuk menyesuaikan kondisi keuangan Kondisi keuangan seseorang bisa berubah, misalnya seperti: lahirnya anggota keluarga baru, mengalami sakit yang membutuhkan biaya besar dan terganggunya sumber penghasilan keluarga, meningkatnya pendapatan secara signifikan, dan lain-lain. Jika terjadi perubahan, maka proses perencanaan keuangan akan dilakukan lagi dimulai dari awal proses . engevaluasi kondisi keuangan terkin. dan diteruskan dengan proses-proses berikutnya. Mengatasi masalah pengelolaan keuangan keluarga tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat karena berkaitan dengan karakter yang sudah lama terbentuk. Oleh sebab itu, pada tahap awal pertemuan ini diberikan pemahaman mendasar mengenai prinsip perencanaan dan pengelolaan keuangan keluarga secara Hasil Kegiatan Program pengabdian masyarakat dengan tema Perencanaan Keuangan Keluarga di Kampung Nawaripi Disrik Wania Kabupaten Mimika dilakukan berdasarkan rancangan metode yang telah ditetapkan. Kegiatan ini diawali dengan survei potensi ekonomi kampung Nawaripi dalam mendukung program pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat melalui program investasi sosial PT. Freeport Indonesia. Saat melakukan survei, tim pengabdian melihat kondisi masyarakat sehingga menindaklanjuti diskusi dengan Kapokja Bapak Siprianus untuk kegiatan sosialisasi tentang perencanaan keuangan keluarga. Tujuan diadakannya sosialisasi tersebut adalah agar warga dapat memanage keuangannya. Sosialisasi dilaksanakan selama satu hari dihadiri oleh pengurus Pokja dan warga sekitar. Pada tahap pelaksanaan, peserta memperoleh gambaran mengenai manajemen keuangan keluarga. Pada tahap ini, peserta diberitahu mengenai bagaimana mengidentifikasikan sumber penghasilan dan kebutuhan rumah tangga . ermasuk hutang, nilai waktu uang, dan menyusun perencanaan keuangan keluarg. Dalam proses perencanaan keuangan rumah tangga terdapat 5 tahapan yang secara umum dapat diterapkan, antara lain: Indentifikasi nilai kekayaan yang dimiliki. kondisi keuangan saat ini. Menentukan tujuan keuangan . angka pendek, menengah, dan panjan. Menyusun perencanaan keuangan. mengalokasikan sumber pendapatan dalam 4 bagian . onsumsi, pelunasan hutang, menabung, dan investas. Implementasi rencana atas alokasi dana . dengan konsisten . secara periodik. Melakukan evaluasi. karena kondisi keuangan dan tujuan dapat berubah seiring waktu Berbicara mengenai perencanaan keuangan keluarga berarti berbicara mengenai banyak aspek yang berkaitan dengan pengelolaan uang. Tetapi secara umum, ada beberapa langkah perencanaan keuangan yang diharapkan dilakukan oleh masyarakat Nawaripi, dalam membuat sebuah perencanaan yang baik. Tips Perencanaan Keuangan Keluarga : Buat Pos Pengeluaran Setelah mendapatkan penghasilan, kita bisa membagi pengeluaran bulanan menjadi 5 pos, yaitu: Perencanaan Keuangan KeluargaA( Wahab. Rerung. Dk. A e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598 . Pengeluaran sosial . Ae . %) . Menabung dan berinvestasi Ae min 10% . Cicilan hutang Ae maksimal 30% . Kebutuhan rutin Ae maksimal 60% . Pengeluaran lifestyle Ae maksimal 20% Mulai Sedini Mungkin Jangan menunggu waktu yang tepat untuk mulai merencanakan keuangan. Waktu yang tepat adalah sedini mungkin. Semakin cepat kita membuat rencana financial, semakin lama waktu yang kita miliki untuk mewujudkannya. Membuat tujuan finansial jangka panjang dan pendek Setiap orang memiliki tujuan finansial dalam hidup, dan bagaimana cara meraihnya disusun melalui rencana finansial. Tuliskan apa saja tujuan finansial yang ingin dicapai, baik itu jangka panjang maupun jangka pendek. Jika kita sudah bisa membedakan apa yang ingin kita raih dalam waktu panjang dan Akan lebih jelas jalan apa yang harus kita tempuh untuk mewujudkannya. Membuat program tabungan Misalnya, kita menetapkan untuk menabung 10% dari gaji saat ini. Sebelum menggunakan gaji untuk keperluan lain, sisihkan dahulu untuk menabung. Jika gaji atau pendapatan semakin meningkat maka jumlah uang yang ditabung juga harus naik. Sisihkan dana untuk kebutuhan-kebutuhan penting Tidak hanya membuat rencana tabungan, kita juga harus merencanakan bagaimana menghabiskan uang dengan cara yang benar. Artinya kita harus memilih prioritas, mana yang harus didahulukan dan mana yang harus ditunda. Agar rencana finansial besar berhasil, kita harus menetapkan rencana pengeluaran ini dengan sungguh-sungguh. Jika tidak benar-benar mendesak, jangan membuat pengeluaran yang tidak kita catat sebelumnya. Buat rencana pengeluaran dan terapkan sungguh-sungguh Kita bisa mengalami krisis finansial kapan saja, secara tiba-tiba, dan tanpa peringatan. Penting untuk menyisihkan dana darurat, sebagai back up saat kita kehilangan pekerjaan atau mengalami kesulitan Idealnya dana darurat setara dengan pengeluaran selama 6 sampai 12 bulan. Sisihkan sedikit demi sedikit hingga mencapai target yang telah ditetapkan. Financial Check Up Setelah menentukan tujuan finansial, hal yang harus dilakukan adalah mencatat seluruh pengeluaran dan pendapatan bulanan maupun tahunan sesuai periode yang ditentukan. Selain itu, dengan mencatat seluruh pengeluaran dan pendapatan bisa membantu dalam membuat laporan keuangan bulanan menjadi lebih mudah. Karena banyak kasus dimana seseorang ingin membuat laporan keuangan bulanan kesulitan akibat pencatatan pengeluaran dan pendapatan yang tidak disimpan. Dari laporan keuangan itu dapat dilakukan financial checkup terhadap kekayaan dan hutang, serta sumber pendapatan dan jumlah pengeluaran. Proses ini penting guna mengetahui apa yang menjadi kekurangan setelah beberapa waktu melakukannya dan bermanfaat untuk mengetahui seberapa sehat kondisi keuangan kita. Mengevaluasi kondisi saat ini Setelah melakukan financial checkup, bisa dilihat apakah dana darurat sudah cukup, bagaimana tingkat hutang, apa mampu membayar, apa hutangnya terlalu banyak hutang konsumtif, bagaimana diversifikasi asset terutama asset investasi dan persiapan pensiun. Ada berbagai manfaat yang bisa didapatkan dengan melakukan evaluasi seperti ini yaitu: Mengetahui ketimpangan yang terjadi antara perencanaan pengeluaran dengan pelaksanaan yang Melihat jenis-jenis pengeluaran yang bisa ditekan jumlahnya atau bisa jadi jenis pengeluaran tersebut bisa ditiadakan untuk memperbesar jumlah sisa uang diakhir periode. Memperbaharui daftar pemasukan serta pengeluaran yang bisa berubah sewaktu-waktu. Setelah menyampaikan materi, tim memberikan pengarahan mengenai bagaimana cara membuat perencanaan keuangan keluarga secara sederhana. Berdasarkan observasi awal, diketahui bahwa sebagian peserta . bu rumah tangg. memiliki kendala dalam hal mengidentifikasi dan mengalokasi kebutuhan rumah Hal ini ditandai dengan jumlah pengeluaran rumah tangga yang lebih besar dari penghasilan rumah Di akhir sosialisasi, tim pengabdian masyarakat mengharap agar semua peserta selalu mencatat penghasilan dan pengeluaran rumah tangga setiap hari. Kegiatan selanjutnya adalah evaluasi yang dilakukan dengan cara diskusi dan tanya jawab. Beberapa peserta menyampaikan bahwa mereka sudah melakukan tetapi belum sesuai dengan tips pengelolaan keuangan yang diberikan oleh pemateri. Mereka tidak lakukan Financial Checkup serta tidak melakukan Dari diskusi tersebut juga diketahui bahwa ada seorang ibu yang mengalokasikan kebutuhan rumah Wahab. Rerung. Dkk. Vol. No. September 2024:1-7 Wahab. Rerung. Dkk, e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598 tangganya sesuai dengan konsep pemetaan kebutuhan keluarga. Bahkan sudah menentukan sejumlah tertentu dari pendapatannya setiap hari yang wajib ditabung dan apabila terlewati maka itu menjadi kewajiban yang harus dipenuhi pada hari berikutnya. Kesimpulan Pentingnya pengelolaan keuangan rumah tangga menjadi hal yang belum banyak diketahui oleh ibuibu rumah tangga di Kampung Nawaripi Distrik Wania Kabupaten Mimika. Tidak adanya kebiasaan dalam mencatat pendapatan dan pengeluaran dan tidak adanya penyusunan anggaran rumah tangga sederhana untuk masa depan menjadi permasalahan yang mereka hadapi. Dengan kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memberikan solusi atas permasalahan pengelolaan keuangan keluarga khususnya dengan memberikan pemahaman tentang pengelolaan keuangan keluarga serta kemampuan praktis menyusun perencanaan keuangan keluarga. Ada tiga langkah mudah untuk menjadikan keuangan keluarga yang lebih sejahtera. Tetapkan apa saja tujuan keuangan dalam rumah tangga, prioritaskan yang lebih penting, gunakan faktor kebutuhan dibanding keinginan. Lakukan periksa dompet secara berkala setidaknya 1 tahun sekali, agar tahu di bagian mana keuangan yang terdeteksi kurang sehat dan cari solusi agar keuangan lebih sehat. Buatlah anggaran rumah tangga secara bulanan untuk mengalokasikan dan mengelola pendapatan yang diterima, sebaiknya tabungan dan investasi diikutsertakan untuk membantu meraih impian masa depan. Masyarakat Kampung Nawaripi Distrik Wania Kabupaten Mimika sangat antusias mengikuti pemaparan yang diberikan oleh pemateri terutama berkaitan dengan langkah-langkah dan tips perencanaan keuangan keluarga. Dapat disimpulkan bahwa setelah mengikuti program ini peserta memiliki pengetahuan serta pemahaman mengenai perencanaan keuangan keluarga. Meskipun demikian, diperlukan program lanjutan agar peserta dapat memiliki pemahaman yang lebih baik dan mampu membuat/menyusun rencana keuangan rumah tangga dengan membedakan kebutuhan rumah tangga berdasarkan prioritas kebutuhan dengan keinginan konsumsi rumah tangga. Rekomendasi Sebagai langkah awal perencanaan keuangan keluarga, seseorang bisa memulainya dengan membuat perencanaan budget. Seiring dengan berjalannya waktu, bisa mulai berinvestasi dan juga membeli asuransi yang sesuai dengan kebutuhannya. Perencanaan keuangan dimulai sejak dini untuk mengajarkan tentang pentingnya perencanaan serta bagaimana cara mengaturnya. Pengabdian dengan tema Perencanaan Keuangan Keluarga ini masih sangat terbatas, sehingga sebaiknya ditindaklanjuti dengan pelatihan dan pendampingan lebih intensif. Daftar Pustaka