e-ISSN 2746-3656 doi: https://doi. org/10. 24114/jfi. Jurnal Fibonaci Volume 05. : 20 - 28, 2024 Pengembangan Modul Ajar Problem Based Learning pada Materi SPLTV Ika Yulia Pratiwi1. Wilda Mahmudah2 Program Studi Pendidikan Matematika. FKIP Universitas Qomaruddin. Kode Pos 61152. Jl. Raya Bungah No. 01 Bungah. Gresik. Jawa Timur. Indonesia 1ikayuliap97@gmail. Diterima 29 April 2024, disetujui untuk publikasi 28 Mei 2024 Abstrak. Modul ajar adalah perangkat penting untuk mendukung kurikulum merdeka di sekolah. Menurut beberapa penelitian, terdapat guru yang belum membuat modul ajar yang sesuai dengan ciri siswanya. Dengan demikian, diperlukan modul ajar problem based learning untuk materi SPLTV. Tujuan studi ini adalah menghasilkan modul ajar problem based learning yang valid, praktis, dan efektif pada materi SPLTV. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan model ADDIE. Subjek penelitian adalah 27 siswa kelas X-1 MA Manbaul Ulum. Data penelitian diperoleh dari wawancara, lembar validasi, kuesioner guru dan siswa, serta hasil asesmen sumatif. Hasil wawancara digunakan untuk analisis awal. Rata-rata skor hasil validasi adalah 4,38 yang dapat dikategorikan sebagai sangat valid. Hasil analisis kuesioner guru dan siswa dinilai sangat praktis dengan rata-rata skor berturut-turut adalah 4,41 dan 4,47. Hasil asesmen sumatif seluruh kelas X-1 diperoleh nilai rata-rata 92,5 yang dapat dikategorikan sebagai sangat efektif. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa modul ajar dengan model problem based learning pada materi SPLTV yang dihasilkan layak digunakan sebagai alat pembelajaran. [PENGEMBANGAN MODUL AJAR PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI SPLTV] (Jurnal Fibonaci, 05. : 20 - 28, 2. Kata Kunci: Modul Ajar. Problem Based Learning. SPLTV Pendahuluan media, dan ketersediaan fasilitas yang ada di Salah satu komponen penting untuk sekolah (Rindayati et al. , 2. Keberhasilan menciptakan pembelajaran berkualitas pada pada kurikulum merdeka tidak hanya dilihat kurikulum merdeka adalah modul ajar. Pada dari peran guru saja, tetapi respon siswa terhadap pembelajaran juga menjadi salah kebebasan untuk mengembangkan modul satu kunci dalam menciptakan pembelajaran Guru dapat menyesuaikan dan Pada pembelajaran berkualitas, memilih modul ajar dari pemerintah pusat. siswa lebih diarahkan untuk memiliki minat Namun, penyesuaian tersebut tetap harus dan motivasi tinggi dalam belajar dengan memperhatikan ciri atau karakteristik siswa menciptakan situasi yang menyenangkan. Tetapi, dari hasil analisis peneliti diketahui Berdasarkan hasil wawancara respon dan minat siswa kelas X-1 MA Manbaul peneliti, ditemukan bahwa masih terdapat Ulum terhadap pembelajaran matematika guru yang belum menggunakan modul ajar masih minim. Sebagian besar siswa pasif yang sesuai dengan kebutuhan dan minat dalam pembelajaran. Studi lain juga menunjukkan bahwa Dalam masih ada kendala bagi sebagian guru dalam mengembangkan modul ajar yang cocok dengan karakteristik siswa. Kendala dalam memungkinkan setiap siswa untuk menggali potensinya masing-masing. Satu contoh model kesulitan menyesuaikan isi topik, penggunaan berdiferensiasi yang dapat membangkitkan Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Negeri Medan Ika Yulia Pratiwi. Wilda Mahmudah minat siswa dan model pembelajaran yang ini adalah untuk meningkatkan minat dan disarankan dalam kurikulum merdeka adalah pembelajaran yang berorientasi pada masalah matematika, membantu siswa agar lebih (Ariyani & Kristin, 2. Model pembelajaran mudah memahami materi SPLTV melalui LKPD, dapat digunakan guru sebagai bahan keterampilan siswa yang mereka peroleh dari ajar yang akan membimbing siswa dalam segala sumber untuk memecahkan masalah. Manfaat yang didapat dari penggunaan model problem based learning bagi siswa yaitu dapat memudahkan guru dalam menumbuhkan kemandirian karena siswa didorong untuk aktif mencari informasi dan tidak mengandalkan guru sebagai sumber Tinjauan Teoretis Kurikulum Merdeka adalah Model problem based learning pendidikan yang bervariasi, dimana materi juga meningkatkan keterampilan bekerja sama akan disusun dengan lebih baik sehingga dan keaktifan belajar karena siswa akan berkolaborasi dengan teman lainnya untuk menemukan solusi. (Kemendikbud, 2. Struktur kurikulum Berdasarkan beberapa masalah diatas, mengacu pada pengaturan dari peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengembangkan modul ajar problem jumlah materi yang harus dipelajari. Capaian based learning pada materi SPLTV yang pembelajaran (CP) adalah kemampuan yang diharapkan memberikan solusi untuk masalah harus dicapai siswa pada setiap fase. Modul ajar yang dikembangkan ini mencakup serangkaian keterampilan dan topik yang dibuat secara rinci yang berbentuk deskripsi (Kemendikbud, 2. Topik yang dipilih dalam penelitian Modul ajar adalah sebuah perangkat ajar ini adalah SPLTV karena pada penelitian dari dengan rencana pelaksanaan pembelajaran Azzahra dan Pujiastuti . diketahui bahwa yang membantu siswa mencapai capaian terdapat siswa yang menghadapi masalah pembelajaran (CP). Menurut Kemendikbud . , modul ajar adalah kumpulan alat atau rencana penyelesaian pada topik sistem media, metode, instruksi, dan panduan yang persamaan linear. Topik ini sering kali disusun dengan baik dan menarik. Modul ajar disajikan dalam bentuk soal cerita karena digunakan sebagai implementasi dari alur mempunyai relevansi yang erat dengan situasi tujuan pembelajaran (ATP) kehidupan sehari-hari. berdasarkan dari capaian pembelajaran (CP). Tujuan dari penelitian pengembangan Pengembangan yang dibuat modul ajar problem based learning pada materi berdasarkan alur dan tujuan pembelajaran. SPLTV ini yaitu menghasilkan modul ajar serta memperhatikan profil pelajar Pancasila yang valid, praktis, dan efektif. Modul ajar sebagai target. Dalam proses pengembangan yang dihasilkan dapat digunakan dalam modul, seorang guru perlu menyelaraskan modul yang dibuat dengan kurikulum yang memperbaiki kualitas pembelajaran pada Institusi pendidikan mempunyai kurikulum merdeka. Manfaat dari penelitian kewenangan untuk menyusun, membuat. Jurnal Fibonaci C Volume 05 C Nomor 1 C Januari - Juni 2024 Pengembangan Modul Ajar Problem Based Learning Pada Materi SPLTV memilih, dan mengubah modul ajar sesuai ciri Peneliti menyiapkan tiga konten daerah, kebijakan institusi, dan kebutuhan materi berbeda yang berupa narasi, gambar. Modul ajar mencakup elemen dasar dan video. Ada lima sintaks dalam model problem based learning yang disajikan pada tabel Modul mencakup tujuan pembelajaran, prosedur . ermasuk Tabel 1. Sintaks PBL diferensiasi yang dapat dilakukan yaitu Aktivitas Guru Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Guru memotivasi siswa untuk terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah nyata yang dipilih atau ditentukan. iferensiasi konte. Guru membantu siswa untuk mendefinisikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah yang sudah diorientasikan pada tahap sebelumnya. Guru mendorong siswa untuk informasi yang tepat, eksperimen untuk penjelasan dan pemecahan masalah. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan hasil karya yang sesuai. Guru membantu siswa melakukan evaluasi terhadap proses pemecahan masalah yang telah dipelajari. diferensiasi konten, proses, dan produk. Pada Sumber : (Fathurrohman M, 2. , asesmen, serta informasi dan referensi tambahan yang bisa membantu guru Sintaks PBL Orientasi siswa pada dalam melakukan proses pembelajaran. Menurut Tomlinson Kemendikbud, . alam diferensiasi atau differentiated learning adalah suatu metode belajar dalam kelas yang kebutuhan belajarnya disesuaikan dengan Pembelajaran Mengorganisasikan siswa untuk belajar siswa untuk belajar materi berdasarkan minat, kemampuan, dan kebutuhan mereka sendiri sehingga siswa tidak merasa frustasi atau gagal dalam proses studinya. Problem Based Learning adalah model pembelajaran yang Penerapan Problem Based Learning dengan menggunakan masalah terbuka dan tidak sistematis Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok membantu siswa memperluas pengetahuan dan meningkatkan pemikiran kritis mereka (Fathurrohman M. Model PBL yakni pembelajaran yang memprioritaskan keaktifan siswa dengan memanfaatkan masalah sebagai stimulus yang meningkatkan motivasi dan mendorong siswa Mengembangkan dan menyajikan hasil menggunakan pengetahuannya. Pembelajaran Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah Ada tiga strategi pembelajaran studi ini, peneliti hanya melakukan strategi diterapkan melalui sintaks PBL. Pembelajaran diferensiasi konten pada studi ini yaitu siswa Metode Penelitian Ini adalah studi yang termasuk dalam Jurnal Fibonaci C Volume 05 C Nomor 1 C Januari - Juni 2024 Ika Yulia Pratiwi. Wilda Mahmudah (Research and Development atau R&D). Menurut Borgg dan Gall . alam Sugiono. Analisis mengenai karakteristik siswa dan analisis kurikulum merupakan tahap pertama Semua dengan metode R&D ialah metode penelitian dikumpulkan melalui wawancara dengan yang digunakan untuk memvalidasi dan guru matematika kelas X-1 MA Manbaul menambahkan nilai pada produk. Hasil dari Ulum. penelitian ini adalah pembuatan modul ajar. pengembangan adalah desain. Pada titik ini. Studi ini dilakukan pada semester genap tahun 2023/2024 di MA Manbaul Ulum. Subjek Selanjutnya hasil rancangan ini penelitian ini adalah siswa kelas X-1 MA akan dikembangkan menjadi modul ajar yang Manbaul sesuai digunakan dalam proses pembelajaran. berupa pedoman wawancara, lembar validasi. Setelah modul ajar dibuat, dilakukan validasi kuesioner guru dan siswa, serta tes asesmen kepada validator kemudian direvisi sesuai dengan masukan dari validator. Ulum. Penelitian Instrumen Tahap Untuk dengan tahapan model ADDIE yaitu : Analysis, kepratisan, peneliti membutuhkan kuesioner Design, dengan skala likert yang dikategorikan sebagai Development. Implementation Evaluation yang dapat digambarkan pada prosedur penelitian sebagai berikut. Tabel 2. Kriteria Penskoran Skala Likert Skor Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Untuk menghitung hasil uji validasi dianalisis dengan menggunakan rumus . cycoycuyc ycycuycycayc. ycycoycuyc = . caycaycuycycayco ycaycycycnyc ycaycuyciycoycey. Hasil skor masing-masing validator selanjutnya akan dicari rata-rata nilai akhir menggunakan rumus yang diadaptasi dari Riduwan . alam Asa, 2. sebagai berikut: Oc ycycoycuyc ycycaycoycnyccycaycycuyc ycuI = ycaycaycuycycayco ycycaycoycnyccycaycycuyc Kemudian hasil validasi yang didapat validitas yang diadaptasi dari Widoyoko . alam Lestari, 2. Tabel 3. Kriteria Pengkategorian Kevalidan Modul Ajar Gambar 1. Prosedur Penelitian Model ADDIE Jurnal Fibonaci C Volume 05 C Nomor 1 C Januari - Juni 2024 Skor Kevalidan ycuI > 4,206 3,402 < ycuI O 4,206 Kategori Sangat Valid Valid Pengembangan Modul Ajar Problem Based Learning Pada Materi SPLTV 2,598 < ycuI O 3,402 1,749 < ycuI O 2,598 ycuI O 1,749 Cukup Valid Kurang Valid Sangat Tidak Valid Berdasarkan tabel 3, modul ajar yang telah dibuat dianggap layak dari segi kevalidan untuk diuji cobakan jika minimal tingkat kevalidan berdasarkan hasil validasi masuk dalam kategori valid. Setelah modul ajar dinyatakan valid, pengembangan yaitu implementasi. Pada tahap implementasi, modul ajar diuji coba di kelas X-1. Uji coba ini dilakukan untuk menilai tingkat kepraktisan dan keefektifan modul ajar kriteria pengkategorian keefektifan modul ajar, yang di adaptasi dari Hobri . alam Wibowo, 2. Kriteria penilaian hasil ratarata tes siswa disajikan dalam tabel berikut. Tabel 5. Kriteria Penskoran Keefektifan Interval Skor Kategori 90 O yaI O 100 Sangat Efektif 75 O yaI < 90 Efektif 60 O yaI < 75 Cukup 40 O yaI < 60 Rendah ya < 40 Sangat Rendah Hasil asesmen sumatif dikatakan efektif jika minimal hasil dari asesmen memenuhi kriteria efektif. Tahapan terakhir yaitu evaluasi. Peneliti Untuk melakukan analisis kepraktisan, informasi diperoleh melalui kuesioner yang diisi guru dan siswa. Rata-rata tanggapan yang diberikan dalam kuesioner guru dan siswa dihitung menggunakan rumus : cycoycuyc ycycaycuyci yccycnycyyceycycuycoyceE. ycycaycyca Oe ycycaycyca = . cycycoycoycaEa ycaycaycuycycayco ycaycycycnyc ycaycuyciycoycey. Kemudian rata-rata kepraktisan modul ajar yang diadaptasi dari Widoyoko . alam Lestari, 2. sebagai Tabel 4. Kriteria Pengkategorian Kepraktisan Modul Ajar Interval Skor 4,2 O yc O 5,0 3,4 O yc < 4,2 2,6 O yc < 3,4 1,8 O yc < 2,6 1 O yc < 1,8 Kategori Sangat Praktis Praktis Cukup Praktis Kurang Praktis Sangat Kurang Praktis Berdasarkan tabel 4, modul ajar yang telah keefektifan modul ajar berdasarkan hasil asesmen sumatif, kuesioner guru dan siswa. Tujuan evaluasi ini adalah untuk menilai dan digunakan pada proses pembelajaran. Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Tujuan dari studi yang telah dibuat adalah membuat modul ajar problem based learning pada materi SPLTV yang valid, praktis, dan efektif. Studi ini mengikuti tahap pengembangan ADDIE yang dideskripsikan sebagai berikut. Pada tahap analisis, wawancara dilakukan untuk mendapatkan pemahaman awal tentang karakteristik siswa dan analisis kurikulum. Berdasarkan informasi bahwa kelas X di MA Manbaul Ulum dibuat dianggap praktis jika minimal tingkat sudah menggunakan kurikulum merdeka. Buku kepraktisan berdasarkan hasil kuesioner guru yang sering dipakai pembelajaran adalah LKS. dan siswa memenuhi kriteria praktis. Bahan ajar yang digunakan belum didesain Selanjutnya untuk mengetahui analisis dengan menyesuaikan minat siswa. Salah satu keefektifan didapat berdasarkan hasil asesmen materi di semester 2 adalah materi sistem Modul ajar dengan model problem persamaan linear tiga variabel (SPLTV). Adapun based learning dinyatakan efektif jika hasil rata- tujuan pembelajaran yang dirumuskan adalah rata dari asesmen sumatif telah memenuhi dari memodelkan masalah ke dalam SPLTV dan Jurnal Fibonaci C Volume 05 C Nomor 1 C Januari - Juni 2024 Ika Yulia Pratiwi. Wilda Mahmudah menyelesaikan masalah SPLTV. Sedangkan pembelajaran, asesmen, pengayaan dan remedial, analisis siswa diketahui bahwa karakteristik siswa refleksi siswa dan guru. Pada bagian lampiran kelas X-1 yang ditinjau dari gaya belajarnya rata- berisi LKPD yang sesuai dengan pendekatan rata memiliki gaya belajar kinestetik. Minat siswa problem based learning, bahan bacaan guru dan pada pembelajaran matematika sangat kurang. siswa, glosarium atau datar istilah, dan daftar Selain itu rata-rata kemampuan siswa masih Seringkali proses pembelajaran juga tidak Pada sesuai dengan yang diharapkan guru. Guru membuat modul yang sudah didesain. Modul sering menggunakan metode ceramah dan ajar yang sudah dibuat kemudian divalidasi sebagian besar respon siswa pasif. Berdasarkan kepada dua validator. Tujuan validasi adalah hal tersebut, maka dibutuhkan modul ajar yang untuk menguji kevalidan modul ajar yang sudah sesuai dengan minat siswa yang diharapkan dibuat sebelum diuji cobakan. Hasil penilaian dapat memperbaiki kualitas pembelajaran. Selain lembar validasi oleh dua validator diperoleh nilai itu diperlukan juga model pembelajaran yang rata-rata skor 4,38 yang berada dalam rentang ycuI > dapat meningkatkan minat dan keaktifan siswa 4,206 yang dapat disimpulkan bahwa modul ajar dalam belajar yaitu dengan model problem based yang dikembangkan masuk kategori sangat valid Hal ini senada dengan hasil penelitian sehingga layak untuk diuji cobakan. Mashuri. Djidu, & Ningrum . yang Setelah modul ajar dinyatakan sangat valid, menyebutkan bahwa penggunaan model PBL tahap selanjutnya adalah tahap implementasi yaitu uji coba. Uji coba dilakukan di kelas X-1 MA meningkatkan minat belajar siswa kelas VII-B Manbaul Ulum dengan 27 siswa selama dua kali Taman Dewasa Jetis Yogyakarta. Peningkatan Uji coba dilakukan sesuai dengan minat belajar disebabkan karena kedudukan sintaks model problem based learning dengan siswa dalam model PBL tidak lagi bersifat pasif dan hadirnya berbagai masalah matematika yang konteksnya lebih dekat dengan kehidupan sehari- penyampaian tujuan pembelajaran, penjelasan hari siswa yang membuat konsep matematika abstrak dapat lebih mudah untuk dipahami. Proses pembelajaran dilakukan sesuai Pada Pada tahap berikutnya yaitu tahap desain, sintaks model PBL dimana siswa berkelompok peneliti mengumpulkan referensi materi dari mengamati dan mengumpulkan informasi dari buku paket matematika kelas X. Kegiatan setelah konten yang disediakan sesuai gaya belajarnya. itu adalah perancangan desain modul ajar. Desain Kemudian mereka melakukan penyelidikan dan modul ajar yang direncanakan terdiri dari cover, berdiskusi untuk menyelesaikan LKPD yang informasi umum, komponen inti, dan lampiran. diberikan guru dan mempresentasikan hasil Pembuatan cover dibuat dengan bantuan aplikasi dalam bentuk laporan hasil kerja kelompok. Pada Canva dan seluruh isi modul dibuat dengan pertemuan kedua, dilanjutkan dengan presentasi bantuan aplikasi Microsoft Word. Pada bagian hasil diskusi kelompok yang lain dan kegiatan informasi umum dari modul mencakup identitas modul, kompetensi awal, profil pelajar pancasila. Selanjutnya siswa diberi asesmen sarana dan prasarana, sasaran siswa, dan model sumatif untuk mengukur keefektifan modul ajar. Sedangkan pada komponen inti Secara keseluruhan, kegiatan uji coba berjalan modul berisi tujuan pembelajaran, pemahaman dengan baik. Siswa belajar untuk menggali informasi dengan mandiri tetapi sebagian besar Jurnal Fibonaci C Volume 05 C Nomor 1 C Januari - Juni 2024 Pengembangan Modul Ajar Problem Based Learning Pada Materi SPLTV masih dibantu dengan guru. Kegiatan diskusi membantu dalam proses pembelajaran. Akan berjalan dengan antusias, banyak dari siswa yang saling aktif dan bertanya dengan kelompok lainnya dalam kegiatan presentasi hasil. Tetapi. Pada tahap itu, merupakan tahap dari uji coba tersebut ditemukan beberapa yang sulit dilakukan karena sebelumnya siswa masalah yaitu banyak siswa yang terlambat tidak sering berlatih untuk menggali informasi masuk kelas sehingga pada penelitian ini tidak secara mandiri. Selain itu, menggunakan melakukan asesmen awal dan asesmen kesiapan LKPD sebagai fasilitas belajar di kelas juga Selain itu, saat pertemuan pertama masih membutuhkan waktu yang lebih lama. Solusi terdapat siswa yang kebingungan dengan yang bisa ditawarkan pada masalah tersebut penerapan model PBL karena mereka terbiasa adalah dengan membiasakan siswa untuk dengan pembelajaran langsung. Solusi untuk belajar mandiri dengan menerapkan model masalah tersebut yaitu dengan memanfaatkan pembelajaran yang berpusat pada siswa, dan waktu secara optimal karena penerapan model guru bisa memberi arahan sebelumnya kepada PBL membutuhkan waktu yang cukup lama. siswa tentang materi yang akan dipelajari Selain itu, guru disarankan menerapkan model supaya mereka mempersiapkan sehingga pembelajaran yang lain dalam pembelajaran waktu jam pelajaran bisa digunakan secara matematika supaya pembelajaran tidak berpusat masalah pada tahap penyelidikan individu atau pada guru saja. Pada tahap ini, analisis kepraktisan dan Pembahasan keefektifan modul ajar dilakukan. Analisis Menurut analisis, modul ajar problem based kepraktisan didasarkan dari kuesioner guru dan learning pada materi SPLTV memiliki kelayakan siswa yang diberikan sesudah melaksanakan yang tinggi dalam hal kevalidan, kepraktisan, dan Hasil kuesioner guru dan siswa Uji kevalidan mencakup penilaian diperoleh nilai rata-rata skor berturut-turut terhadap kesesuaian materi, relevansi dengan adalah 4,41 dan 4,47. Nilai tersebut berada dalam pembelajaran, penilaian dan penggunaan bahasa. rentang 4,2 O yc O 5,0 yang dengan demikian. Hasil uji kevalidan menunjukkan rata-rata skor dapat disimpulkan bahwa modul ajar yang dalam kategori sangat valid, menandakan bahwa dibuat masuk kategori sangat praktis. Analisis modul ajar yang dibuat telah sesuai dengan keefektifan didasarkan pada hasil asesmen kurikulum merdeka dan pendekatan yang dipilih Asesmen ini dibagikan pada saat yaitu problem based learning. Seperti studi yang modul ajar sudah diterapkan. Rata-rata hasil dilakukan Ariyani & Kristin . yang asesmen sumatif adalah 92,5 yang berada dalam rentang 92 O yaI O 100 yang dengan mengatakan bahwa model pembelajaran berbasis demikian, dapat disimpulkan bahwa modul Selanjutnya uji kepraktisan didapat dari ajar yang dibuat masuk kategori sangat efektif. kuesioner guru dan siswa. Aspek pada kuesioner Pada tahap akhir yaitu evaluasi, dilakukan guru terdiri dari kebutuhan siswa dan kegiatan revisi terhadap modul ajar yang dibuat Sedangkan aspek pada kuesioner berdasarkan umpan balik yang diperoleh siswa terdiri dari materi, bahasa, dan ketertarikan. selama uji coba kelas yang dilakukan di kelas Hasil rata-rata kuesioner menunjukkan rata-rata X-1 MA Manbaul Ulum. Umpan balik yang skor dalam kategori sangat praktis. Hasil analisis diperoleh dari hasil kuesioner menyatakan kepraktisan menunjukkan bahwa modul ajar LKPD masalah disarankan dalam kurikulum merdeka. Jurnal Fibonaci C Volume 05 C Nomor 1 C Januari - Juni 2024 Ika Yulia Pratiwi. Wilda Mahmudah digunakan guru dan siswa dalam pembelajaran diharapkan dapat bermanfaat bagi beberapa Hal ini serupa dengan studi yang Bagi guru, modul ajar ini dapat digunakan dilakukan Khafidhoh & Mahmudah . yang dalam pembelajaran dan sebagai referensi dalam menunjukkan hasil kepraktisan pada modul ajar mengembangkan modul ajar yang lain. Bagi siswa, berbasis PBL memiliki tingkat kepraktisan yang dengan adanya modul ajar diharapkan dapat sangat tinggi. Pada uji keefektifan modul ajar didasarkan berpikir kritis, kreativitas, dan kerja sama dalam pada hasil asesmen sumatif. Modul ajar dikatakan menyelesaikan masalah matematika khususnya efektif jika rata-rata hasil asesmen sumatif minimal pada materi SPLTV. Sedangkan bagi penelitian masuk dalam kategori efektif. Rata-rata hasil asesmen sumatif pada penelitian ini menunjukkan penelitian dengan mengembangkan bahan ajar dalam kategori sangat efektif sehingga modul ajar berbasis problem based learning untuk diaplikasikan problem based learning pada materi SPLTV dapat pada materi lainnya. meningkatkan minat dan prestasi siswa. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan Sholihah . bahwa dalam pembelajaran matematika, model pembelajaran berbasis masalah efektif karena pembelajaran sehingga mereka lebih leluasa dalam belajar sesuai dengan minatnya. Selain itu penelitian dari Suprihatiningsih & Annurwanda menggunakan modul matematika dengan model problem based learning, dapat meningkatkan nilai hasil belajar siswa. PBL sangat efektif digunakan karena siswa bisa merancang pengetahuannya menyelesaikan masalah tersebut. Penutup Tujuan penelitian ini yakni menghasilkan modul ajar problem based learning pada materi SPLTV yang ditinjau dari aspek kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Hasil validasi oleh ahli media dan ahli materi telah menunjukkan bahwa modul ajar yang dihasilkan memenuhi standar validitas yang sangat valid. Data hasil uji kepraktisan yang diperoleh dari kuesioner guru dan siswa telah memenuhi standar kepraktisan Sedangkan keefektifan yang didapat dari hasil asesmen sumatif juga memenuhi standar keefektifan yang sangat efektif. Oleh karena itu, penelitian ini Jurnal Fibonaci C Volume 05 C Nomor 1 C Januari - Juni 2024 Daftar Pustaka