614 EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Pengaruh Transaksi Dengan Pihak Berelasi. Thin Capitalization Dan Profitabilitas Terhadap Penghindaran Pajak Dimoderasi Oleh Koneksi Politik Ranti Febri Yanty Universitas Muhammadiyah Riau. Indonesia E-mail: rantifebriyabty@gmail. Article History: Received: 09 September 2025 Revised: 19 Oktober 2025 Accepted: 31 Oktober 2025 Keywords: Transaksi Pihak Terkait. Kapitalisasi Tipis. Profitabilitas. Penghindaran Pajak. Koneksi Politik Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh transaksi pihak terkait, kapitalisasi tipis, dan profitabilitas terhadap penghindaran pajak yang dimoderasi oleh koneksi politik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Data dianalisis menggunakan analisis regresi termoderasi dengan penghindaran pajak sebagai variabel dependen, koneksi politik sebagai variabel moderasi, dan tiga variabel independen, yaitu transaksi pihak terkait, kapitalisasi tipis, dan profitabilitas. Sampel terdiri dari 37 perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transaksi pihak terkait tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak, kapitalisasi tipis tidak profitabilitas berpengaruh terhadap penghindaran pajak, koneksi politik tidak memoderasi pengaruh transaksi pihak terkait terhadap penghindaran pajak, koneksi politik tidak memoderasi pengaruh kapitalisasi tipis terhadap penghindaran pajak, dan koneksi politik memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap penghindaran pajak. PENDAHULUAN Fenomena/kasus penghindaran pajak pada perusahaan yang terdaftar di BEI salah satunya sektor barang baku yaitu PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menerbitkan sebuah dokumen yang berisi pemeriksaan impor logam mulia yang dilakukan sebelas perusahaan, termasuk PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), pada periode 2019-2021. Potensi kerugian negara dalam impor tersebut mencapai Rp 2,9 triliun. Jumlah ini dihitung dari dugaan penggunaan harmonized system code (HS cod. yang tidak sesuai. Akibatnya, impor emas senilai total Rp 47,1 triliun itu tidak dikenai bea impor sebesar 5 persen dan pajak penghasilan (PP. impor sebesar 2,5 persen, sesuai dengan Penetapan Klasifikasi Sebelum Impor (PKSI) Nomor 03 Tahun 2008 dan 20 Tahun 2020. Padahal, jika kode diterapkan dengan benar. Bea Cukai diperkirakan akan memperoleh bea impor melalui perdagangan emas selama dua tahun itu sebesar Rp 2,35 triliun dari bea impor dan Rp 597 miliar dari PPh (Tempo, 2024. Selain itu terdapat fenomena koneksi politik antara direktur utama PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yaitu Arie Prabowo Ariotedjo merupakan Direktur Utama (Diru. PT Aneka Tambang (Anta. periode 2017-2019. Diketahui bahwa Arie Prabowo Ariotedjo merupakan ayah kandung a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpor. Dito Ariotedjo pada Pemerintahan Presiden Jokowi dan berlanjut pada pemerintahan Presiden Prabowo (Kompas, 2. Diketahui pula bahwa Dito Ariotedjo juga tergabung dalam Pratai Golkar dan menjabat sebagai Ketua Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif pada kepengurusan DPP Partai Golkar periode 2024-2029 (Tempo, 2024. Terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi penghindaran pajak. Faktor pertama yang mempengaruhi penghindaran pajak adalah Transaksi Dengan Pihak Berelasi yang merupakan bentuk transaksi yang dilakukan antara pihak yang memiliki relasi terkait serta dianggap terjadi ketika salah satu pihak memiliki kapabilitas untuk mengontrol pihak lain atau bahkan memiliki kekuasaan terhadap pengambilan keputusan keuangan dan operasional dari pihak tertentu. Dalam pelaksanaannya perusahaan memiliki kemampuan untuk terlibat dalam transaksi dengan pihak terkait, seperti anak perusahaan di bawah kendali yang sama dengan menggunakan metode transfer pricing atau melakukan penjualan aset dengan harga yang tidak wajar kepada pihak berelasi. Melalui tindakan ini, perusahaan dapat meminimalkan jumlah pajak yang harus dibayarkan dengan mengurangi liabilitas pajak perusahaan ataupun mengalihkan utang yang dimilikinya kepada pihak berelasi, sehingga hal ini dapat memunculkan konflik kepentingan antara manajemen perusahaan sebagai agen yang ingin meningkatkan keuntungan dan lembaga otoritas perpajakan sebagai prinsipal yang ingin memperoleh penerimaan pajak sesuai dengan regulasi yang berlaku (Rahayu & Riharjo, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Sofha dan Rohman . Malinda dan Mayangsari . menyatakan bahwa Transaksi Dengan Pihak Berelasi berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Namun berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Darma . yang menyatakan bahwa Transaksi Dengan Pihak Berelasi tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak Faktor berikutnya adalah Thin Capitalization yang merupakan mekanisme yang diterapkan untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan dengan memprioritaskan pada pendanaan melalui utang dibandingkan menggunakan ekuitas dalam struktur keuangannya (Rahayu & Riharjo, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Malinda dan Mayangsari . Darma . menyatakan bahwa Thin Capitalization berpengaruh positif terhadap penghindaran pajak. Namun berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Sofha dan Rohman . yang menyatakan bahwa Thin Capitalization tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Faktor berikutnya adalah Profitabilitas yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba yang dinyatakan dalam presentase. Profitabilitas dinilai sangat penting bagi kelangsungan hidup perusahaan. Tingginya profitabilitas dapat mendukung kegiatan operasional perusahaan secara maksimal (Hasibuan, 2. Dengan demikian, peningkatan profitabilitas dan efisiensi suatu perusahaan akan menyebabkan pajak yang harus dibayarkan lebih rendah. Dalam hal ini, rendahnya tarif pajak menandakan bahwa aktivitas penghindaran pajak oleh perusahaan cenderung meningkat seiring dengan peningkatan profitabilitas (Syahyunan, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Sofha dan Rohman . Ubaidillah . menyatakan bahwa Profitabilitas berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Namun berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Selviana dan Fidiana . yang menyatakan bahwa Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Pada penelitian ini menggunakan variabel moderasi yaitu koneksi politik yang merupakan hubungan khusus antara perusahaan dengan pemerintahan partai politik yang bertujuan untuk memperlancar operasi bisnis perusahaan. Hubungan ini terjadi pada sektor energi di Indonesia, a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 dimana perusahaan sektor ini memiliki hubungan dengan tokoh politik dan memiliki jabatan dalam pemerintahan. Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian yang dilakukan oleh Sofha dan Rohman . dengan judul AuPengaruh Thin Capitalization. Related Party Transaction, dan Profitabilitas Terhadap Tax Avoidance (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2. Ay. Perbedaannya dengan penelitian yang akan peneliti laksanakan adalah peneliti menambah 1 variabel moderasi yaitu variabel koneksi Variabel koneksi politik diambil sebagai variabel moderasi karena perusahaan yang memiliki koneksi politik cenderung merasa lebih aman dari pengawasan atau penegakan hukum, sehingga mereka lebih berani melakukan strategi penghindaran pajak. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka penulis melakukan penelitian ini dengan menetapkan judul AyPengaruh Transaksi Dengan Pihak Berelasi. Thin Capitalization dan Profitabilitas Terhadap Penghindaran Pajak dimoderasi oleh Koneksi PolitikAy. LANDASAN TEORI Agency Theory Teori Agensi pertama kali dicetuskan oleh Jensen dan Meckling pada tahun 1976. Jensen dan Meckling . dalam Scott . menyatakan bahwa agency theory merupakan ketidaksamaan kepentingan antara principal dan agent. Dalam perspektif agency theory, hubungan antara kantor pajak sebagai prinsipal dan manajemen perusahaan sebagai agen dapat dijelaskan melalui konflik kepentingan yang muncul dalam pengelolaan kewajiban pajak. Prinsipal dalam hal ini adalah otoritas pajak yang memiliki tujuan untuk memaksimalkan penerimaan negara melalui kepatuhan pajak yang tinggi. Sementara itu, agen yaitu manajemen perusahaan, bertugas melaksanakan kewajiban perpajakan atas nama perusahaan, tetapi juga memiliki kepentingan untuk memaksimalkan laba dan nilai perusahaan. Konflik muncul karena tujuan kedua belah pihak tidak sepenuhnya selaras. Kantor pajak . menghendaki pembayaran pajak sesuai ketentuan, sedangkan manajemen perusahaan . cenderung berusaha menekan beban pajak agar keuntungan bersih perusahaan lebih tinggi. Dari sudut pandang teori agensi, hal ini menimbulkan agency problem berupa perilaku oportunistik agen, yaitu melakukan praktik tax avoidance . enghindaran paja. dengan memanfaatkan celah hukum atau perbedaan interpretasi regulasi perpajakan. Dengan demikian, penghindaran pajak dapat dilihat sebagai bentuk ketidakseimbangan dalam hubungan agensi. Untuk mengurangi masalah ini, prinsipal . antor paja. biasanya menerapkan mekanisme monitoring seperti pemeriksaan pajak, kewajiban pelaporan, sanksi administratif, maupun penguatan regulasi, agar perilaku oportunistik agen dapat diminimalisasi. Di sisi lain, agen tetap berusaha mencari strategi efisiensi pajak selama masih berada dalam koridor legal. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor barang baku . asic material. yang terdaftar di BEI yang berjumlah 113 perusahaan pada tanggal 7 Agustus 2025. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2. Berikut ini kriteria yang digunakan untuk menentukan sampel pada penelitian ini adalah: Perusahaan sektor barang baku . asic material. yang secara berturut-turut yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari periode 2021-2024. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Perusahaan yang tidak mengalami kerugian selama periode 2021-2024. Perusahaan yang menggunakan mata uang rupiah. Berikut merupakan tabel penetapan sampel penelitian: Definisi Operasional Variabel Penelitian Penelitian ini membahas tentang variabel independen . ariabel beba. , yaitu Transaksi Dengan Pihak Berelasi (X. Thin Capitalization (X. , dan Profitabilitas (X. Variabel dependen . ariabel terika. , yaitu Penghindaran Pajak (Y) dan variabel moderasi adalah Koneksi Politik (Z). Tabel 1. Operasional Variabel Variabel Defenisi Variabel Indikator Variabel Transaksi Dengan Pihak Berelasi (X. Transaksi Pihak Berelasi = Total Related Party Transaction Liabilitas Total Liabilitas Thin Capitalization (X. Sumber: Martono dan Harjito Debt to Equity Ratio (DER) = Total Hutang Total Ekuitas Profitabilitas (X. Thin Capitalization adalah mekanisme untuk mendukung perusahaan dengan (Rahayu Riharjo, 2. Rasio profitabilitas perusahaan dalam (Kasmir, 2. Skala Pengukuran Rasio Rasio Sumber: Martono dan Harjito . Laba Bersih Setelah Pajak Total Aset Sumber: (Rahayu & Riharjo, 2. ROA = Rasio a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Variabel Defenisi Variabel Koneksi Politik (Z) Koneksi Politik adalah perusahaan yang dengan cara mempunyai ikatan secara politik atau adanya kedekatan dengan politisi atau pemerintah (Indarti et al. , 2. Penghindaran pajak . ax penghindaran pajak secara legal yang pajak dengan cara mengurangi jumlah pajak terutangnya . (Hutagaol, 2. Penghindaran Pajak (Y) Skala Pengukuran Koneksi Politik dioperasionalkan sebagai Dummy variabel dummy, bernilai satu jika suatu bank/perusahaan memiliki setidaknya satu direktur yang memiliki koneksi politik, dan nol jika tidak (Indarti et al. , 2. Indikator Variabel Beban pajak penghasilan Laba sebelum pajak Sumber : (Ubaidillah, 2. GAAP ETR= Rasio Jenis Dan Sumber Data Adapun jenis dan sumber data dalam penelitian ini adalah data data sekunder. sekunder yaitu data diperoleh dari laporan keuangan dan laporan tahunan yang telah diaudit periode 2021-2024 pada perusahaan sektor barang baku yang terdaftar di BEI (Sekaran, 2. Teknis Analisis Data Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear Pemprosesan data menggunakan aplikasi SPSS 24 (Ghozali, 2. Analisis Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif bertujuan untuk mengetahui gambaran deskripsi dari masingmasing variabel yaitu variabel independen . ariabel beba. , yaitu Transaksi Dengan Pihak Berelasi (X. Thin Capitalization (X. , dan Profitabilitas (X. , dan variabel dependen . ariabel terika. , yaitu Penghindaran Pajak (Y) dan variabel moderasi yaitu Koneksi Politik (Z). Statistik deskriptif meliputi nilai maksimum, nilai minimum, nilai mean dan nilai standar deviasi (Ghozali. Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik adalah persyaratan pengujian statistik yang harus dipenuhi dalam analisis regresi linear berganda atau data yang bersifat ordinary least square yang merupakan salah satu metode dalam analisis regresi berganda untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel tak bebas (Ghozali, 2. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Uji Normalitas Suatu persamaan regresi dikatakan baik apabila memiliki data variabel bebas dan variabel terikat yang berdistribusi mendekati normal atau normal sama sekali. Oleh karena itu perlu untuk melakukan suatu pengujian normalitas data. Untuk melakukan pengujian normalitas data, dilakukan dengan uji KolmogorovSmirnov . sample K-S) melalui SPSS 24 for windows, dengan kriteria sebagai berikut: (Ubaidillah, 2. Jika nilai asymp. Sig . -taile. < a . , maka secara signifikan data tidak berdistribusi Jika nilai asymp. Sig . -taile. > a . , maka secara signifikan data berdistribusi Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas . Salah satu cara untuk mendeteksi multikolinieritas adalah dengan melihat VIF dan tolerance (Ubaidillah, 2. Jika nilai VIF < 10 dan tolerance > 0,1 maka dapat dikatakan tidak ada masalah Multikolinieritas. Jika nilai VIF > 10 dan tolerance < 0,1 maka dapat dikatakan ada masalah Multikolinieritas. Uji Heteroskedastisitas Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dan residual pengamatan yang lain dengan dasar pengambilan keputusan adalah sebagai berikut: (Ubaidillah, 2. Jika ada data yang membentuk pola tertentu, seperti titik-titik yang membentuk pola tertentu dan teratur . ergelombang, melebar kemudian menyampin. maka telah terjadi Heteroskedastisitas. Jika tidak ada pola yang jelas serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 maka tidak terjadi Heteroskedastisitas. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam regresi linear ada korelasi antarkesalahan pengganggu . pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 . Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada masalah uji autokorelasi. Mendeteksi autokorelasi dengan menggunakan nilai Durbin Watson. Kriteria dalam pengujian Durbin Watson yaitu (Ubaidillah, 2. Jika 0 < d < dL, berarti ada autokorelasi positif Jika 4 Ae dL < d < 4, berarti ada auto korelasi negative Jika 2 < d < 4 Ae dU atau dU < d < 2, berarti tidak ada autokorelasi positif atau negatif Jika dL O d O dU atau 4 Ae dU O d O 4 Ae dL, pengujian tidak meyakinkan. Untuk itu dapat digunakan uji lain atau menambah data Jika nilai du < d < 4-du maka tidak terjadi autokorelasi Analisis Regresi Moderasi (Moderating Regresion Analysi. Penelitian ini terdiri dari tiga variabel independen, satu variabel dependen, dan satu variabel moderasi. Karena itulah digunakan moderating regression analysis. Analisis tersebut digunakan untuk melihat apakah variabel pemoderasi (XM) mempengaruhi pengaruh antara variabel X yaitu suatu variabel yang menekan/menerangkan variabel lainnya dan disebut sebagai variabel bebas . ndependen variabe. terhadap variabel Y . ariabel dependen/terika. yaitu: suatu variabel yang ditentukan atau diterangkan oleh variabel lainnya dari variabel ini disebut dengan a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 variabel tidak bebas . ependen variabe. Pengaruh ini selanjutnya dapat digunakan untuk mencari pengaruh variabel X terhadap variabel Y, kemudian melihat apakah variabel (XM) atau moderasi mempengaruhi hubungan antara variabel X terhadap Y (Ubaidillah, 2. Moderating Regression Analysis dinyatakan dalam dua bentuk persamaan sebagai berikut : Persamaan . Y= 1X1 2X2 3 X3 Persamaan . Y= 1X1 2X2 3X3 4 (X1*Z) 5 (X2*Z) 6 (X3*Z) Y = Penghindaran Pajak = Konstanta 1 Ae 6 = Koefisien Regresi yang menyatakan perubahan nilai Y apabila terjadi perubahan nilai X X1 = Transaksi Dengan Pihak Berelasi X2 = Thin Capitalization X3 = Profitabilitas Z = Koneksi Politik X1*Z = Koneksi Politik sebagai variabel moderasi dari Transaksi Dengan Pihak Berelasi X2*Z = Koneksi Politik sebagai variabel moderasi dari Thin Capitalization X3*Z = Koneksi Politik sebagai variabel moderasi dari Profitabilitas Uji Koefisien Determinasi (Adjusted R. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan adjusted R2 untuk mengukur besarnya kontribusi variabel X terhadap variasi . aik turunny. variabel Y. Pemilihan adjusted R2 tersebut karena adanya kelemahan mendasar pada penggunaan koefisien determinasi (R. Kelemahannya adalah bias terhadap jumlah variabel independen yang dimasukkan ke dalam model. Setiap tambahan satu variabel independen, maka R2 pasti akan meningkat tanpa melihat apakah variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Namun, nilai adjusted R2 dapat naik atau turun apabila jumlah variabel independen ditambahkan dalam model. Dengan demikian, pada penelitian ini tidak menggunakan R2 namun menggunakan nilai adjusted R2 untuk mengevaluasi model regresinya (Ubaidillah, 2. Pengujian Hipotesis (Uji . Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Kriteria hasil uji t adalah sebagai berikut: (Ubaidillah, 2. Berdasarkan t hitung dan t tabel, dengan ketentuan: Jika t hitung > t tabel, artinya variabel independen (X) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y). Jika t hitung < t tabel, artinya variabel independen (X) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y) . Berdasarkan nilai Signifikansi, dengan ketentuan: Jika Sig. < 0,05, artinya variabel independen (X) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y). Jika Sig. > 0,05, artinya variabel independen (X) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y). HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Statistik Deskriptif Gambaran mengenai variabel-variabel penelitian yaitu Transaksi Dengan Pihak Berelasi (X. Thin Capitalization (X. Profitabilitas (X. Koneksi Politik (Z) dan Penghindaran Pajak (Y) disajikan dalam tabel descriptive statistics yang menunjukkan angka minimum, maksimum, a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 mean dan standar deviasi yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Descriptive Statistics Transaksi Dengan Pihak 148 Berelasi (X. Thin Capitalization (X. Profitabilitas (X. Koneksi Politik (Z) Penghindaran Pajak (Y) Valid N . Tabel 1. Hasil Uji Statistik Deskriptif Minimum Maximum Mean Std. Deviation Sumber: Data olahan, 2025 Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa: Variabel Transaksi Dengan Pihak Berelasi (X. memiliki nilai minimum 0,0000, nilai 9661, mean 0. 149335, dan standar deviasi 0. Semakin besar transaksi dengan pihak berelasi, bisa berarti perusahaan sangat bergantung pada entitas dalam satu grup usaha atau pihak yang memiliki hubungan khusus. Hal ini dapat mengurangi independensi perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Nilai Standar Deviasi yang lebih besar dari nilai mean menunjukkan bahwa penyebaran data yang heterogen. Variabel Thin Capitalization (X. memiliki nilai minimum 0. 0423, nilai maksimum 11. 244097, dan standar deviasi 1. Semakin tinggi nilai Thin Capitalization maka artinya perusahaan lebih bergantung pada pendanaan berbasis utang ketimbang ekuitas. Nilai Standar Deviasi yang lebih besar dari nilai mean menunjukkan bahwa penyebaran data yang heterogen. Variabel Profitabilitas (X. memiliki nilai minimum 0. 0014, nilai maksimum 3. 0335, mean 235953, dan standar deviasi 0. Semakin tinggi nilai profitabilitas maka semakin banyak kentungan atau laba yang diperoleh perusahaan dari pemanfaatan seluruh asetnya. Nilai Standar Deviasi yang lebih besar dari nilai mean menunjukkan bahwa penyebaran data yang heterogen. Variabel Koneksi Politik (Z) memiliki nilai minimum 0. 00, nilai maksimum 1. 00, mean 2162, dan standar deviasi 0. Semakin tinggi Koneksi Politik artinya koneksi politik bisa memberikan AupayungAy bagi perusahaan dalam menghadapi regulasi yang ketat atau hambatan birokrasi, sehingga perusahaan relatif lebih aman dari intervensi kebijakan yang Nilai Standar Deviasi yang lebih kecil dari nilai mean menunjukkan bahwa penyebaran data yang homogen. Variabel Penghindaran Pajak (Y) memiliki nilai minimum -12. 6809, nilai maksimum 0. 094579, dan standar deviasi 1. Semakin tinggi nilai Penghindaran Pajak maka semakin menunjukkan bahwa manajemen agresif dalam mengatur laporan keuangan untuk kepentingan perusahaan jangka pendek, meskipun bisa berdampak buruk jangka Nilai Standar Deviasi yang lebih besar dari nilai mean menunjukkan bahwa penyebaran data yang heterogen. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Untuk melakukan pengujian normalitas data, dilakukan dengan uji Kolmogorov Smirnov . sample K-S) melalui SPSS 26 for windows, dengan kriteria sebagai berikut (Ghozali, 2. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Jika nilai asymp. Sig . -taile. < a . , maka secara signifikan data tidak berdistribusi Jika nilai asymp. Sig . -taile. > a . , maka secara signifikan data berdistribusi normal. Berikut adalah hasil uji normalitas dengan SPSS Tabel 2. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Unstandardized Residual Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Sumber: Data olahan, 2025 Dari hasil Tabel 2 menunjukkan bahwa nilai Signifikan 0,177 > 0,05 yang artinya data berdistribusi normal. Uji Multikolinieritas Salah satu cara untuk mendeteksi multikolinieritas adalah dengan melihat VIF dan tolerance (Ghozali, 2. Jika nilai VIF < 10 dan tolerance > 0,1 maka dapat dikatakan tidak ada masalah Multikolinieritas. Jika nilai VIF > 10 dan tolerance < 0,1 maka dapat dikatakan ada masalah Multikolinieritas. Hasil uji multikolonieritas dapat dilihat pada tabel di bawah ini Tabel 3. Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa Model 1 (Constan. Collinearity Statistics Tolerance VIF Transaksi Dengan Pihak Berelasi (X. Thin Capitalization (X. Profitabilitas (X. Koneksi Politik (Z) X1. X2. X3. Dependent Variable: Penghindaran Pajak (Y) Sumber: Data olahan, 2025 Dari tabel 3, dapat dilihat bahwa nilai VIF semua variabel dalam penelitian ini memiliki nilai < 10 dan nilai tolerance semua variabel > 0,10 artinya tidak terjadi multikolinieritas pada penelitian ini. Uji Heteroskedastisitas Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dan residual pengamatan yang lain dengan dasar pengambilan keputusan adalah sebagai a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 berikut: (Ghozali, 2. Jika ada data yang membentuk pola tertentu, seperti titik-titik yang membentuk pola tertentu dan teratur . ergelombang, melebar kemudian menyampin. maka telah terjadi Heteroskedastisitas. Jika tidak ada pola yang jelas serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 maka tidak terjadi Heteroskedastisitas. Hasil uji heteroskedastisitas dapat dilihat pada Gambar 4. 1 di bawah ini. Sumber: Data olahan, 2025 Gambar 1. Hasil Uji Heteroskedastisitas Dari Gambar 1 terlihat data menyebar secara acak di atas dan di bawah titik 0 pada sumbu Y, maka dapat disimpulkan tidak terdapat masalah heteroskedastisitas pada penelitian ini. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam regresi linear ada korelasi antarkesalahan pengganggu . pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 . Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada masalah uji autokorelasi. Mendeteksi autokorelasi dengan menggunakan nilai Durbin Watson (Ghozali, 2. Tabel 4. Hasil Uji Autokorelasi Model Summary Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate Durbin-Watson Predictors: (Constan. X3. Thin Capitalization (X. Transaksi Dengan Pihak Berelasi (X. X2. X1. Koneksi Politik (Z). Profitabilitas (X. Dependent Variable: Penghindaran Pajak (Y) Sumber: Data olahan, 2025 Dari tabel 4, dapat dilihat bahwa nilai DW -2 < 1. 938 < 2 artinya tidak terjadi multikolinieritas pada penelitian ini. Analisis Regresi Penelitian ini terdiri dari tiga variabel independen, satu variabel dependen, dan satu variabel moderasi. Karena itulah digunakan moderating regression analysis. Berdasarkan hasil perhitungan dengan Program SPSS for Windows versi 26. 0 diperoleh koefisien-koefisien pada persamaan Regresi Linear Moderasi sebagaimana tabel berikut : Tabel 5. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Sig. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 1 (Constan. Transaksi Dengan Pihak Berelasi (X. Thin Capitalization (X. Profitabilitas (X. Dependent Variable: Penghindaran Pajak (Y) Std. Error Beta Sumber: Data olahan, 2025 Berdasarkan Tabel 5 maka dapat diketahui bahwa persamaan regresi linear berganda dalam analisis ini adalah : Y = -0,129 0,892 X1 - 0,044 X2 0,617 X3 e Arti persamaan regresi linear tersebut adalah : Nilai konstanta sebesar -0,129 menunjukkan bahwa apabila Transaksi Dengan Pihak Berelasi (X. Thin Capitalization (X. Profitabilitas (X. konstan atau tetap maka Penghindaran Pajak (Y) sebesar -0,129. Nilai koefisien regresi variabel Transaksi Dengan Pihak Berelasi (X. sebesar 0,892 menunjukkan bahwa apabila nilai variabel Transaksi Dengan Pihak Berelasi (X. naik 1 satuan maka Penghindaran Pajak (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 0,892 dengan asumsi variabel lainnya tetap atau konstan. Nilai koefisien regresi variabel Thin Capitalization (X. sebesar -0,044 menunjukkan bahwa apabila nilai variabel Thin Capitalization (X. naik 1 satuan maka Penghindaran Pajak (Y) akan mengalami penurunan sebesar 0,044 dengan asumsi variabel lainnya tetap atau konstan. Nilai koefisien regresi variabel Profitabilitas sebesar 0,617 menunjukkan bahwa apabila nilai variabel Profitabilitas naik 1 satuan maka Penghindaran Pajak (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 0,617 dengan asumsi variabel lainnya tetap atau konstan. Tabel 6. Hasil Uji Regresi Moderasi Coefficientsa Model 1 (Constan. Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Transaksi Dengan Pihak Berelasi (X. Thin Capitalization (X. Profitabilitas (X. Koneksi Politik (Z) X1. X2. X3. Dependent Variable: Penghindaran Pajak (Y) Sig. Sumber: Data olahan, 2025 Berdasarkan Tabel 6 maka dapat diketahui bahwa persamaan Moderating Regresion Analysis dalam analisis ini adalah : Y = -0,226 0,327 X1 - 0,080 X2 1,565 X3 0,149 Z 0,836 X1*Z 0,118 X2*Z - 1,372 X3*Z Arti persamaan regresi linear tersebut adalah : Nilai konstanta sebesar -0,226 menunjukkan bahwa apabila Transaksi Dengan Pihak Berelasi (X. Thin Capitalization (X. Profitabilitas (X. dan Koneksi Politik (Z) konstan atau tetap maka Penghindaran Pajak (Y) sebesar -0,226. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Nilai koefisien regresi variabel Transaksi Dengan Pihak Berelasi (X. sebesar 0,327 menunjukkan bahwa apabila nilai variabel Transaksi Dengan Pihak Berelasi (X. naik 1 satuan maka Penghindaran Pajak (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 0,327 dengan asumsi variabel lainnya tetap atau konstan. Nilai koefisien regresi variabel Thin Capitalization (X. sebesar -0,080 menunjukkan bahwa apabila nilai variabel Thin Capitalization (X. naik 1 satuan maka Penghindaran Pajak (Y) akan mengalami penurunan sebesar 0,080 dengan asumsi variabel lainnya tetap atau konstan. Nilai koefisien regresi variabel Profitabilitas sebesar 1,565 menunjukkan bahwa apabila nilai variabel Profitabilitas naik 1 satuan maka Penghindaran Pajak (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 1,565 dengan asumsi variabel lainnya tetap atau konstan. Nilai koefisien regresi variabel Koneksi Politik (Z) sebesar 0,149 menunjukkan bahwa apabila nilai variabel Risiko Keuangan naik 1 satuan maka Penghindaran Pajak (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 0,149 dengan asumsi variabel lainnya tetap atau konstan. Uji Hipotesis (Uji . Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Kriteria hasil uji t adalah sebagai berikut: (Ghozali, 2. Berdasarkan t hitung dan t tabel, dengan ketentuan: Jika t hitung > t tabel, artinya variabel independen (X) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y). Jika t hitung < t tabel, artinya variabel independen (X) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y) . Berdasarkan nilai Signifikansi, dengan ketentuan: Jika Sig. < 0,05, artinya variabel independen (X) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y) . Jika Sig. > 0,05, artinya variabel independen (X) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y) Hasil uji parsial . atas variabel bebas tersebut adalah sebagai berikut: Tabel 7. Hasil Uji t Hipotesis 1, 2 dan 3 Coefficientsa Model 1 (Constan. Transaksi Dengan Pihak Berelasi (X. Thin Capitalization (X. Profitabilitas (X. Dependent Variable: Penghindaran Pajak (Y) Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber: Data olahan, 2025 Berikut adalah perhitungan t tabel t tabel = jumlah sampel Ae variabel bebas Ae 1 . 0,05 t tabel = 148 Ae 3 Ae 1 . 0,05 t tabel = 144 . 0,05 t tabel = 1,976 Berikut ini dapat diuraikan mengenai hubungan antara variabel bebas terhadap variabel terikat dalam penelitian ini : ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Variabel Transaksi Dengan Pihak Berelasi (X. memiliki nilai t hitung 1,984 > t tabel 1,976 dan nilai signifikansi sebesar 0,049 > 0,05, artinya Transaksi Dengan Pihak Berelasi berpengaruh terhadap Penghindaran Pajak. Variabel Thin Capitalization (X. memiliki nilai t hitung 0,735 < t tabel 1,976 dan nilai signifikansi sebesar 0,464 > 0,05, artinya Thin Capitalization tidak berpengaruh terhadap Penghindaran Pajak. Variabel Profitabilitas (X. memiliki nilai t hitung 2,054 > t tabel 1,976 dan nilai signifikansi sebesar 0,042 < 0,05, artinya Profitabilitas berpengaruh terhadap Penghindaran Pajak. Tabel 8. Hasil Uji t Hiptesisi 4, 5 dan 6 Coefficientsa Model 1 (Constan. Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Transaksi Dengan Pihak Berelasi (X. Thin Capitalization (X. Profitabilitas (X. Koneksi Politik (Z) X1. X2. X3. Dependent Variable: Penghindaran Pajak (Y) Sig. Sumber: Data olahan, 2025 Berikut adalah perhitungan t tabel t tabel = jumlah sampel Ae variabel bebas Ae 1 . 0,05 t tabel = 148 Ae 4 Ae 1 . 0,05 t tabel = 143 . 0,05 t tabel = 1,976 Berikut ini dapat diuraikan mengenai hubungan antara variabel bebas terhadap variabel terikat dalam penelitian ini : Variabel Transaksi Dengan Pihak Berelasi (X. memiliki nilai t hitung 0,575 < t tabel 1,976 dan nilai signifikansi sebesar 0,566 > 0,05, artinya Transaksi Dengan Pihak Berelasi tidak berpengaruh terhadap Penghindaran Pajak. Variabel Thin Capitalization (X. memiliki nilai t hitung 1,186 < t tabel 1,976 dan nilai signifikansi sebesar 0,237 > 0,05, artinya Thin Capitalization tidak berpengaruh terhadap Penghindaran Pajak. Variabel Profitabilitas (X. memiliki nilai t hitung 2,838 > t tabel 1,976 dan nilai signifikansi sebesar 0,005 < 0,05, artinya Profitabilitas berpengaruh terhadap Penghindaran Pajak. Variabel X1*Z memiliki nilai t hitung 0,640 < t tabel 1,976 dan nilai signifikansi 0,523 > 0,05, artinya koneksi politik (Z) tidak memoderasi pengaruh Transaksi Dengan Pihak Berelasi (X. terhadap Penghindaran Pajak (Y). Variabel X2*Z memiliki nilai t hitung 0,744 < t tabel 1,976 dan nilai signifikansi 0,458 > 0,05, artinya koneksi politik (Z) tidak memoderasi pengaruh Thin Capitalization (X. terhadap Penghindaran Pajak (Y). Variabel X3*Z memiliki nilai t hitung 0,640 < t tabel 1,976 dan nilai signifikansi 0,523 > 0,05, artinya koneksi politik (Z) memoderasi pengaruh Profitabilitas (X. terhadap Penghindaran Pajak (Y). ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Koefisien Determinasi (Adjusted R. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan adjusted R2 untuk mengukur besarnya kontribusi variabel X terhadap variasi . aik turunny. variabel Y. Pemilihan adjusted R2 tersebut karena adanya kelemahan mendasar pada penggunaan koefisien determinasi (R. Kelemahannya adalah bias terhadap jumlah variabel independen yang dimasukkan ke dalam model. Setiap tambahan satu variabel independen, maka R2 pasti akan meningkat tanpa melihat apakah variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Namun, nilai adjusted R2 dapat naik atau turun apabila jumlah variabel independen ditambahkan dalam model. Dengan demikian, pada penelitian ini tidak menggunakan R2 namun menggunakan nilai adjusted R2 untuk mengevaluasi model regresinya (Ghozali, 2. Hasil koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 9. Hasil Uji Koefisien Determinasi (Adjusted R. Model Summaryb Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate Durbin-Watson Predictors: (Constan. X3. Thin Capitalization (X. Transaksi Dengan Pihak Berelasi (X. X2. X1. Koneksi Politik (Z). Profitabilitas (X. Dependent Variable: Penghindaran Pajak (Y) Sumber: Data olahan, 2025 Berdasarkan Tabel 9 dapat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi (Adjusted R. sebesar 0,083 atau 8,3%. Hal ini menunjukkan bahwa Transaksi Dengan Pihak Berelasi (X. Thin Capitalization (X. Profitabilitas dan Koneksi Politik (Z) berpengaruh sebesar 8,3% terhadap Penghindaran Pajak (Y) dan sisanya sebesar 91,7% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak terdapat dalam penelitian. Pembahasan Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa Transaksi Dengan Pihak Berelasi (X. memiliki nilai t hitung 0,575 < t tabel 1,976 dan nilai signifikansi sebesar 0,566 > 0,05, artinya Transaksi Dengan Pihak Berelasi tidak berpengaruh terhadap Penghindaran Pajak. Pada hasil uji deskriptif menunjukkan bahwa Transaksi Dengan Pihak Berelasi memiliki nilai mean sebesar 0,149335 ini artinya nilai ini menggambarkan rata-rata tingkat transaksi yang dilakukan perusahaan dengan pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa, misalnya entitas anak, perusahaan afiliasi, atau pemegang saham pengendali. Angka 0,149335 menunjukkan bahwa porsi transaksi dengan pihak berelasi relatif kecil dibandingkan keseluruhan aktivitas keuangan perusahaan. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa Thin Capitalization (X. memiliki nilai t hitung 1,186 < t tabel 1,976 dan nilai signifikansi sebesar 0,237 > 0,05, artinya Thin Capitalization tidak berpengaruh terhadap Penghindaran Pajak. Pada hasil uji deskriptif menunjukkan bahwa Thin Capitalization memiliki nilai mean sebesar 1,244097 ini artinya secara rata-rata perusahaan sampel memiliki rasio utang terhadap ekuitas yang cukup tinggi, yaitu lebih dari 1. Artinya, struktur pendanaan perusahaan lebih banyak bertumpu pada utang dibandingkan modal sendiri. Kondisi ini menggambarkan bahwa perusahaan cenderung memanfaatkan pembiayaan melalui pinjaman eksternal untuk mendukung operasional maupun ekspansi bisnis. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa Profitabilitas (X. memiliki nilai t hitung 2,838 > t tabel 1,976 dan nilai signifikansi sebesar 0,005 < 0,05, artinya Profitabilitas berpengaruh terhadap Penghindaran Pajak. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Pada hasil uji deskriptif menunjukkan bahwa Profitabilitas memiliki nilai mean sebesar 0,235953 ini artinya secara rata-rata perusahaan sampel mampu menghasilkan laba bersih sekitar 23,5% dari total aset atau modal yang dimilikinya . ergantung proksi profitabilitas yang digunakan, misalnya ROA atau ROE). Angka ini mencerminkan bahwa tingkat keuntungan perusahaan cukup tinggi, sehingga perusahaan memiliki kinerja yang baik dalam memanfaatkan sumber daya yang dimiliki untuk menghasilkan laba. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa X1*Z memiliki nilai t hitung 0,640 < t tabel 1,976 dan nilai signifikansi 0,523 > 0,05, artinya koneksi politik (Z) tidak memoderasi pengaruh Transaksi Dengan Pihak Berelasi (X. terhadap Penghindaran Pajak (Y). Koneksi Politik tidak memoderasi pengaruh Transaksi Dengan Pihak Berelasi terhadap Penghindaran Pajak karena transaksi antar pihak berelasi pada umumnya lebih ditujukan untuk efisiensi operasional, integrasi bisnis, dan sinergi dalam kelompok usaha, bukan semata-mata untuk tujuan penghindaran pajak. Dengan demikian, keberadaan koneksi politik tidak memberikan pengaruh tambahan dalam memperkuat atau memperlemah hubungan antara transaksi pihak berelasi dengan praktik penghindaran pajak (Mardiasmo, 2. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa X2*Z memiliki nilai t hitung 0,744 < t tabel 1,976 dan nilai signifikansi 0,458 > 0,05, artinya koneksi politik (Z) tidak memoderasi pengaruh Thin Capitalization (X. terhadap Penghindaran Pajak (Y). Koneksi politik tidak memoderasi pengaruh Thin Capitalization terhadap penghindaran pajak karena penggunaan utang dalam struktur pendanaan perusahaan pada umumnya lebih didorong oleh kebutuhan likuiditas, ekspansi usaha, maupun pengelolaan struktur modal yang optimal, bukan semata-mata untuk tujuan penghindaran pajak. Dengan demikian, sekalipun perusahaan memiliki koneksi politik, faktor tersebut tidak serta-merta memperkuat atau memperlemah hubungan antara thin capitalization dengan praktik penghindaran pajak (Hutagaol, 2. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa X3*Z memiliki nilai t hitung 0,640 < t tabel 1,976 dan nilai signifikansi 0,523 > 0,05, artinya koneksi politik (Z) memoderasi pengaruh Profitabilitas (X. terhadap Penghindaran Pajak (Y). Koneksi politik memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap penghindaran pajak karena perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas tinggi pada dasarnya memiliki insentif lebih besar untuk melakukan penghindaran pajak. Hal ini sejalan dengan teori bahwa semakin tinggi laba yang diperoleh, semakin besar pula beban pajak yang harus ditanggung perusahaan. Oleh karena itu, manajer . akan berupaya mencari celah untuk meminimalkan kewajiban pajak demi menjaga tingkat laba bersih (Rahayu & Riharjo, 2. Namun, adanya koneksi politik memperkuat atau memfasilitasi upaya penghindaran pajak Koneksi politik memberikan akses istimewa bagi perusahaan terhadap pembuat kebijakan, regulator, maupun aparat perpajakan. Dengan koneksi tersebut, perusahaan dapat memperoleh perlindungan atau kelonggaran tertentu dalam praktik perpajakan, sehingga tindakan penghindaran pajak yang dilakukan tidak mudah terdeteksi ataupun dikenakan sanksi. Dengan kata lain, koneksi politik berfungsi sebagai AuperisaiAy yang memperkuat hubungan antara profitabilitas tinggi dengan kecenderungan perusahaan untuk menghindari pajak (Hutagaol, a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan pada bab sebelumnya dapat disimpulkan Transaksi Dengan Pihak Berelasi tidak berpengaruh terhadap Penghindaran Pajak. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan dengan Transaksi Dengan Pihak Berelasi tinggi ataupun rendah tidak berpengaruh terhadap tinggi atau rendahnya Penghindaran Pajak. Thin Capitalization tidak berpengaruh terhadap Penghindaran Pajak. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan dengan Thin Capitalization tinggi ataupun rendah tidak berpengaruh terhadap tinggi atau rendahnya Penghindaran Pajak. Profitabilitas berpengaruh terhadap Penghindaran Pajak. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan dengan Profitabilitas tinggi ataupun rendah berpengaruh terhadap tinggi atau rendahnya Penghindaran Pajak. Koneksi Politik tidak memoderasi pengaruh Transaksi Dengan Pihak Berelasi terhadap Penghindaran Pajak. Koneksi Politik tidak memoderasi pengaruh Thin Capitalization terhadap Penghindaran Pajak Koneksi Politik memoderasi pengaruh Profitabilitas terhadap Penghindaran Pajak. DAFTAR REFERENSI Ainisha. , & Meidawati. Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Dan Pengendalian Internal Terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Aplikasi Bisnis, 19. , 189Ae200. Anthony. , & Govindarajan. Sistem Pengendalian Manajemen. Salemba Empat. Creswell. Research Design Pendekatan Kualitatif. Kuantitatif, dan Mixed. Pustaka