International Research on Big Data and Computer Technology Vol 9 No 2 Ae September 2025 ISSN 2356-3974 DOI: http://dx. org/10. 53514/ir. PENGUJIAN WEBSITE BELAJAR NGAJI MENGGUNAKAN KATALON STUDIO DAN SYSTEM USABILITY SCALE (SUS) Riezan Syauqi Fanhas, 1Haerul Pebriyansyah 1Sekolah Tinggi Tekonologi Cipasung riezansfanhas@sttcipasung. ABSTRAK BelajarNgaji. id adalah website yang memudahkan masyarakat belajar mengaji dengan mencari ustadz/ustadzah kredibel dan jadwal fleksibel. Platform ini terus mengembangkan fitur agar berjalan optimal sesuai kebutuhan pengguna. Untuk menjaga kualitas, dilakukan pengujian fungsional dan non-fungsional. Dari aspek fungsional, pengujian GUI memakai Katalon Studio sebagai automation testing tool. Hasilnya, dari delapan fitur yang diuji, ditemukan bug pada registrasi akibat elemen tidak terbaca sistem, sementara fitur lain berjalan sesuai kebutuhan. Dari sisi usability, pengujian menggunakan System Usability Scale. Bagi guru ngaji, tingkat penerimaan sistem cukup rendah dengan skor 67,50 . ategori Aumarginal highA. , sehingga perlu peningkatan agar masuk tingkat AuacceptableAy. Sementara bagi murid, penerimaan sistem baik dengan skor 73,88, menandakan sistem sudah diterima pengguna. Keyword: Pengujian GUI. Usability Testing. Katalon Studio. System Usability Test 1 PENDAHULUAN Perwujudan dari visi STT Cipasung dalam bidang entrepreneurship, dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai institusi, salah satunya Alkademi. Alkademi sendiri merupakan lembaga bimbingan belajar teknologi dengan program pelatihan intensif . oding bootcam. untuk menyiapkan talenta digital menuju Indonesia 4. Melalui kerja sama tersebut, bersama para mahasiswa, dikembangkanlah sebuah aplikasi BelajarNgaji yang bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam mencari ustadz bagi siapa saja yang ingin belajar membaca Al Quran. Salah satu fitur yang disediakan dalam aplikasi ini adalah book by appointment. Melalui fitur tersebut, pengguna diberikan keleluasaan untuk mengatur jadwal mengaji sesuai dengan kesediaan waktu masing-masing dari mereka. Dalam sebuah pengembangan aplikasi, terdapat bagian yang paling penting yaitu pengujian perangkat lunak. Pengujian ini dilakukan sebelum aplikasi dirilis atau Dengan tujuan, untuk memastikan bahwa setiap fitur yang dibuat sudah sesuai dengan kebutuhan pengguna dan berjalan sesuai dengan fungsionalitasnya (Hijriyani dkk. Menurut Pradhan . dalam (Hasanah, 2. , mengungkapkan bahwa 60% dari total kode perangkat lunak telah digunakan untuk mengimplementasikan GUI, namun pengujian GUI untuk kebenaran fungsional perangkat lunak sebagian besar telah diabaikan. Sejalan dengan pernyataan yang diungkapkan oleh team leader development BelajarNgaji, bahwa pengujian GUI sangat perlu untuk dilakukan guna menganalisis kualitas website dari perspektif teknis. Proses pengujian GUI pun dapat dilakukan secara manual maupun otomatis. Namun, pengujian GUI dengan cara manual memiliki kelemahan, diantaranya yaitu penguji cenderung melakukan hal yang sama berulang-ulang, sehingga antarmuka yang lainnya tidak diuji serta membutuhkan banyak usaha dan lebih banyak orang dalam prosesnya. Pengujian otomatis dalam hal ini, dapat menutupi kelemahan dari pengujian manual Dalam melakukan pengujian otomatis, diperlukan sebuah alat otomatisasi . utomation tool. , seperti Katalon Studio. Selenium. Unified Functional Testing (UFT). TestComplete. Copyright @ 2025 Penulis https://e-jurnal. id/index. php/ir dan lain sebagainya. Selanjutnya, team leader development menambahkan bahwa dengan menggabungkan pengujian fungsional dan non fungsional, tim pengembang dapat memastikan bahwa perangkat lunak yang dikembangkan dapat benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna serta memberikan hasil yang komprehensif dari kualitas suatu GUI adalah antarmuka program yang bertindak sebagai media komunikasi antara pengguna dan perangkat Pengujian GUI mencakup semua elemen seperti menu, tombol, teks, ukuran, ikon, konten, dan beragam elemen widget pada GUI aplikasi (Indrayanti dkk. , 2. 2 METODOLOGI 1 Tahapan Penelitian Dalam penelitian ini, menerapkan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode Software Testing Life Cyle (STLC) untuk pengujian fungsional dan System Usability Scale untuk pengujian non fungsional yang terdiri dari beberapa tahapan utama sebagai berikut : Requirement Analysis Tahapan pertama yang dilakukan dalam Software Testing Life Cycle (STLC) yaitu menganalisis kebutuhan. Dalam tahapan ini, mengkaji persyaratan dimana identifikasi persyaratan yang dapat diuji berdasarkan sudut pandang Persyaratan-persyaratan yang dimaksud dibagi menjadi dua kategori, yaitu persyaratan fungsional yang berisi hal apa saja yang harus dilakukan perangkat lunak serta persyaratan non fungsional yang berisi kinerja sistem atau ketersediaan keamanan. Kegiatan tersebut meliputi (Arfan & Hendrik, 2. Test Planning Test planning merupakan tahapan dimana rincian setiap penguji dituangkan pada siklus STLC. pada tahapan ini dilakukan pengumpulan setiap persyaratan yang diperlukan seperti mengidentifikasi kebutuhan sistem dan mempersiapkan upaya pengujian. Test Case Development Pada tahap ini merupakan tahap pembuatan, verifikasi dan pengerjaan butir uji serta test script yang telah dipersiapkan pada test planning. Awal dari tahap ini adalah mengidentifikasi data uji serta ditinjau hingga kemudian dikerjakan ulang sesuai International Research on Big Data and Computer Technology dengan persyaratan yang telah dipenuhi. Aktivitas yang dilakukan adalah sebagai berikut: Membuat butir uji/test case. Meninjau kasus. Membuat data pengujian. Environment Setup Pada dasarnya tahap environment setup adalah untuk memastikan bahwa environment test yang dijalankan baik hardware maupun software, berjalan sesuai dengan rencana. Fase ini juga dapat dilakukan secara bersamaan dengan test case development. fase ini merupakan fase independen atau tidak terikat dengan fase yang lain. Aktivitas yang dilakukan pada tahapan ini adalah sebagai berikut Mempersiapkan hardware yang digunakan dalam Memilih perangkat lunak yang akan dipilih sebagai tools pengujian GUI. Mempersiapkan lingkungan pengujian. Mempersiapkan data uji yang sudah disepakati untuk . Test Execution Tahap ini merupakan tahap eksekusi berdasarkan test plan dan test case yang telah disiapkan sebelumnya. Tester akan memberikan keterangan pass untuk test case yang berhasil dieksekusi sesuai dengan harapan. Untuk test case yang tidak sesuai, maka akan diberi status fail. Temuan bug akan disampaikan kepada tim pengembang untuk dikoreksi. Test Cycle Closure Tahapan ini merupakan tahapan terakhir yang akan dilakukan dalam pengujian GUI. Pada tahap ini hal yang dilakukan yaitu membuat kesimpulan dari hasil pengujian yang telah dilakukan. Usability Testing Pengujian non fungsional yang dilakukan adalah pengujian kegunaan . sability testin. dengan menggunakan instrumen System Usability Scale (SUS). Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mendapatkan masukan dari pengguna terkait kemudahan akses website BelajarNgaji 3 HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian ini, peneliti memaparkan hasil dari pengujian GUI dengan menggunakan metode Software Testing Life Cycle (STLC) serta menyajikan hasil pengukuran kualitas website BelajarNgaji melalui usability testing dengan menggunakan System Usability Scale sebagai alat ukur 1 Pengujian GUI Pada tahap ini, menjelaskan hasil pengujian GUI dari setiap tahapan pada metode Software Testing Life Cycle (STLC). Requirement Analysis Pada tahapan ini peneliti akan melakukan analisis kebutuhan aplikasi baik fungsional maupun non-fungsional. Adapun kebutuhan fungsional dan non-fungsional yang digunakan pada aplikasi BelajarNgaji disajikan pada tabel 4. Tabel 1 Analisis Kebutuhan Aplikasi BelajarNgaji Fungsional Sistem dapat melakukan Sistem dapat melakukan Non - Fungsional Sistem ISSN 2356-397 pengguna (Usabilit. Sistem dapat melakukan Tampilan sistem responsif. Pengguna merasa puas Sistem dapat membuka dan dengan fitur - fitur yang menampilkan halaman Al Quran digital. BelajarNgaji Sistem dapat membuka dan menampilkan halaman iqro Sistem dapat menampilkan tampilan halaman Sistem dapat membuat jadwal mengaji Sistem dapat melakukan logout ke halaman login . Test Planning Pada tahapan ini akan dilakukan perancangan pengujian, dimulai dengan menentukan tools pengujian, parameter, dan objek yang akan diuji. Beberapa kegiatan yang akan dilakukan secara terstruktur dan berurutan akan digabungkan untuk membuat rencana proses pengujian. Adapun tahapan yang akan dilakukan ialah: Menentukan automation tools yaitu Katalon Studio . Memeriksa fungsionalitas dan kegunaan elemen desain bagi pengguna terhadap aplikasi yang diuji. Menentukan objek yang akan diuji. Adapun objek yang akan diuji adalah website BelajarNgaji. Test Case Development Pada tahap ini akan dibuat beberapa skenario pengujian untuk menguji fungsi sistem sesuai dengan perencanaan, sebagaimana dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2 Test Case Development Test Case TC01 TC02 TC03 TC04 TC05 TC06 TC07 TC08 Test Case Name Kasus uji registrasi Kasus uji login Kasus uji menampilkan halaman notifikasi Sistem dapat membuka dan menampilkan halaman iqro digital. Kasus uji membuka dan menampilkan Al Quran Kasus uji membuat jadwal mengaji Kasus uji melakukan pembayaran Kasus uji logout Setelah membuat skenario pengujian seperti yang tampak pada tabel 2, maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengambilan objek dengan metode web record and playback di aplikasi Katalon Studio seperti yang tampak pada gambar 1. Gambar 1 Web Record and Playback Pengujian Website Belajar Ngaji Menggunakan Katalon Studio Dan System Usability Scale International Research on Big Data and Computer Technology ISSN 2356-397 Selanjutnya, pada gambar 2 menunjukan pengambilan test case dari fitur registrasi untuk user santri, dimana pada gambar tersebut menunjukkan pengujian fungsionalitas user santri harus mendaftarkan diri dengan mengisi formulir agar mendapatkan hak akses sebagai pengguna. Gambar 6 Test Case Quran Digital Adapun gambar 7 merupakan test case untuk menampilkan fitur booking atau mengatur jadwal mengaji. Gambar 2 Test Case Registrasi Kemudian, gambar 3 menunjukkan pengambilan test case dari fitur login untuk user santri. Gambar 7 Test Case Mengatur Jadwal Mengaji Kemudian, gambar 8 merupakan test case untuk menampilkan halaman pembayaran biaya konsultasi. Gambar 3 Test Case Login Selanjutnya, gambar 4 merupakan test case untuk menampilkan halaman notifikasi user santri. Gambar 8 Test Case Pembayaran Selanjutnya, gambar 4. 9 merupakan tampilan untuk logout dari user santri. Gambar 4 Test Case Notifikasi Sementara itu, gambar 5 merupakan test case untuk menampilkan halaman iqro digital. Gambar 9 Test Case Logout . Environment Setup Pada fase ini, penguji akan memeriksa lingkungan pengujian, menyiapkannya, dan menyusun daftar persyaratan perangkat lunak dan perangkat keras yang diperlukan untuk Berikut tabel lingkungan pengujian yang dipakai : Tabel 3 Environment Setup Gambar 5 Test Case Halaman Iqro Digital Kemudian, gambar 6 merupakan test case menampilkan halaman Quran Digital. Aktivitas Mempersiapkan Memilih perangkat lunak yang akan dipilih sebagai tools pengujian GUI. Mempersiapkan lingkungan Mempersiapkan data uji yang sudah disepakati untuk diuji. Pengujian Website Belajar Ngaji Menggunakan Katalon Studio Dan System Usability Scale Spesifikasi Hardware: AMD Ryzen 5 PRO 3500U Gfx 2. 10 GHz. 16 GB RAM. 256 GB SSD. Katalon Studio Versi 8. Build Google Chrome Internet : Wifi Icon NET 20 Mbps Data uji pada tahap ini merujuk pada tahap test case sebelumnya International Research on Big Data and Computer Technology . Test Execution Setelah pembuatan test case selesai, maka test case tersebut siap untuk diujikan. Urutan pengujian bisa dilihat di log Centang hijau yang berada di sebelah test case menandakan bahwa test case berstatus pass atau sesuai dengan Namun apabila silang merah menandakan bahwa test case berstatus failed atau gagal. Test Cycle Closure Pada penelitian ini semua rangkaian pengujian telah selesai dilakukan mulai dari tahap planning hingga execution. Berdasarkan hasil dari delapan fungsionalitas yang diuji, tujuh fitur yang diuji memenuhi fungsionalitasnya. Bug ditemukan pada fitur registrasi tepatnya pada button Aulanjut pilihAy tidak dapat melanjutkan proses untuk melengkapi data di halaman Setelah melihat error yang terjadi ternyata hal tersebut dikarenakan adanya elemen yang tidak terdeteksi oleh sistem Katalon Studio. Berikut tabel kesimpulan dari hasil pengujian seluruh test case : Tabel 4 Kesimpulan Pengujian GUI Test Case Nama Fitur Hasil yang diharapkan Status Registrasi Failed Login Notifikasi Baca Iqra Baca Alquran Pilih Ustadz Pembayaran Logout User dapat melakukan pengisian form daftar dan memiliki akun ditandai dengan masuknya ke halaman login Login berhasil dan menampilkan menu home User dapat masuk ke halaman notifikasi sehingga bisa melihat pemberitahuan yang ada User dapat masuk ke halaman baca iqra dan muncul halaman iqro dari User dapat masuk ke dalam halaman baca alquran dan bisa menampilkan semua surat dan ayat yang ada pada al quran tersebut. User dapat masuk ke dalam halaman booking ustadz dan mampu men setting jadwal dengan ustadz yang dipilih User dapat melakukan pembayaran terhadap ustadz dengan masuk ke dalam halaman pembayaran User dapat kembali ke halaman login setelah selesai menjelajahi Passes Passes Passes Passes Passes Passes Passes 2 Usability Testing Pada bagian ini dilakukan penilaian dengan metode System Usability Scale (SUS) untuk mengetahui kualitas dari website BelajarNgaji dengan cara menyebar kuesioner kepada 20 pengguna yang terdiri dari guru ngaji dan murid. Hasil dari pengujian usability testing untuk responden guru ngaji dan murid, dimana diperoleh hasil skor rata-rata sebesar Skor tersebut termasuk ke dalam kategori AuGoodAy, dengan acceptability ranges yang diperoleh adalah AuacceptableAy. Berdasarkan hasil tersebut, menunjukkan tingkat usability website BelajarNgaji sudah dapat diterima oleh ISSN 2356-397 3 Pembahasan Pengujian Aplikasi BelajarNgaji yang dikembangkan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Cipasung menggunakan metode STLC untuk memastikan bahwa perangkat lunak yang dikembangkan dapat benar - benar sesuai dengan kebutuhan pengguna serta memberikan hasil yang komprehensif dari kualitas suatu website. Proses pengujian fungsional pada aplikasi BelajarNgaji ini menggunakan aplikasi Katalon Studio yang memberikan hasil dari 8 test case yang telah dibuat 7 diantaranya memenuhi Bug ditemukan pada fitur registrasi tepatnya pada button Aulanjut pilihAy tidak dapat melanjutkan proses untuk melengkapi data di halaman selanjutnya. Setelah melihat error yang terjadi ternyata hal tersebut dikarenakan adanya elemen yang tidak terdeteksi oleh sistem Katalon Studio. Proses Pengujian non fungsional pada aplikasi BelajarNgaji ini menggunakan usability testing untuk mengetahui tingkat kegunaan aplikasi dari sisi pengguna atau user. Berdasarkan hasil tersebut diperoleh hasil yang masuk kedalam kategori AuGoodAy, dengan acceptability ranges yang diperoleh adalah AuacceptableAy. Ini membuktikan bahwa sistem dapat diterima oleh pengguna. 4 KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengujian fungsional dan non fungsional yang telah dilakukan pada penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Hasil Pengujian Fungsionalitas untuk Aspek GUI pada Website BelajarNgaji Menggunakan Katalon Studio Pengujian fungsionalitas pada website BelajarNgaji dilakukan dengan menggunakan Katalon Studio. Total fitur yang diuji adalah berjumlah delapan fitur. Adapun fitur atau test case yang gagal pada saat pengujian, ditemukan bug pada fitur registrasi tepatnya pada Aubutton_lanjutkanAy yang disebabkan karena terdapat elemen yang memang tidak terbaca oleh sistem. Hal tersebut pun menjadi laporan terhadap team development untuk segera ditindak lanjuti. Adapun hasil dari pengujian fungsional atau test case yang berhasil, tujuh pengujian test case memberikan hasil bahwa fitur sudah benar atau sesuai dengan perilaku yang diharapkan oleh pengguna. Hasil Pengujian Non-Fungsionalitas untuk Aspek Kegunaan dari Perspektif Pengguna pada Website BelajarNgaji Menggunakan System Usability Scale. Pengujian non-fungsionalitas yang dilakukan pada website BelajarNgaji adalah usability testing dengan menggunakan System Usability Scale sebagai alat ukur. Adapun diperoleh hasil sebesar 74. 21 untuk pengujian yang dilakukan kepada guru ngaji dan murid. Bila dianalisis dari interpretasi skor SUS, maka skor tersebut termasuk ke dalam kategori AuGoodAy, dengan acceptability ranges yang diperoleh adalah AuacceptableAy. Dengan hasil skor tersebut, menunjukkan tingkat usability website BelajarNgaji dapat diterima oleh pengguna. REFERENSI