Volume 10 N0. 02 Tahun 2024 PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI MENGGUNAKAN PISANG AMBON REDUCING BLOOD PRESSURE IN HYPERTENSIVE ELDERLY USING AMBON BANANAS Indra Wijaya1. Edi Soesanto2. Yunie Armiyati3 Dosen Program Studi Keperawatan. STIKes Bhakti Husada Cikarang Dosen Program Studi Keperawatan. Universitas Muhammadiyah Kudus Dosen Program Studi Keperawatan. Universitas Muhammadiyah Semarang Corresponden email * wijayahendra256@gmail. Abstrak Latar Belakang: Terdapat beberapa faktor resiko hipertensi pada lansia salah satunya adalah konsumsi kalium yang kurang adekuat atau tidak sesuai dengan rekomendasi jumlah kalium yang harus dikonsumsi perhari oleh lansia. Salah satu tindakan pencegahan hipertensi pada lansia adalah mengkonsumsi buah pisang ambon. Pisang ambon hampir tidak mengandung natrium, tetapi banyak mengandung kalium serta B6. C, dan E. Vitamin E dan kalium berkhasiat meredakan ketegangan di dinding pembuluh darah sehingga mampu menurunkan tekanan darah, dan kalium juga membantu mengurangi kadar garam berelebih dalam tubuh dengan cara mengeluarkan melalui urine. Tujuan: Mengetahui Terapi pisang ambon Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita lansia Hipertensi. Metode: Metode yang digunakan adalah desain deskriptif dengan studi kasus asuhan keperawatan menggunakan terapi pisang ambon pada pasien hipertensi lansia. Responden yang diambil sebanyak dua pasien lanjut usia. Pengambilan data menggunakan spyhmomanometeraneroid dan stetoscope. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah dilakukan terapi pisang ambon selama 14 hari pagi dan sore hari dalam waktu 20 menit. Hasil: Setelah diberikan terapi terdapat penurunan tekanan darah pada kedua responden dengan nilai rata-rata penurunan nilai sistole 19 mmHg dan nilai diastole 14 mmHG. Kesimpulan: penerapan terapi pisang ambon efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien lansia hipertensi. Rekomendasi: Terapi pisang ambon efektif dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) pada pasien hipertensi. Kata Kunci: Pisang ambon. Hipertensi. Lansia Abstract Background: One of the developing countries is Indonesia. The prevalence of hypertension in Indonesia in 2018 based on the results of measurements in the population aged 18 years was 34. The estimated number of hypertension cases in Indonesia is 63,309,620 people. One of the measures to prevent hypertension in the elderly is to consume Ambon banana. Ambon bananas contain almost no sodium, but contain lots of potassium as well as B6. C, and E. Vitamin E and potassium are efficacious to relieve tension in the walls of blood vessels so that they can lower blood pressure, and potassium also helps reduce excess salt levels in the body by excreting it through blood vessels. Objective: To determine the therapy of Ambon bananas on reducing blood pressure in elderly patients with hypertension. Methods: The method used is a descriptive design with a case study of nursing care using Ambon banana therapy in elderly hypertensive patients. Respondents were taken as many as two elderly patients. Data retrieval using sphymomanometer aneroid and stethoscope. Blood pressure measurements were carried out before and after the Ambon banana therapy for 14 days in the morning and evening within 20 minutes. Results: After being given therapy there was a decrease in blood pressure in both respondents with an average decrease in systolic value of 19 mmHg and diastolic value of 14 mmHg. Conclusion: the application of Ambon banana therapy is effective in lowering blood pressure in hypertensive elderly patients. Recommendation: Ambon banana therapy is effective according to standard operating procedures (SOP) in hypertensive Keywords: Ambon banana. Hypertension. Elderly JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA ISSN 2503-264X Volume 10 N0. 02 Tahun 2024 Pendahuluan Kasus hipertensi sangat sering dijumpai Salah satu tindakan pencegahan hipertensi pada diberbagai belahan dunia, menurut World lansia adalah mengkonsumsi buah pisang Health Organization (WHO) mencatat tahun 2015 menunjukan satu milyar orang di dunia menderita Hipertensi, 2/3 diantaranya berada di mengandung kalium serta B6. C, dan E. Vitamin E dan kalium berkhasiat meredakan Pisang rendah sampai sedang (Baihaqi et al. , 2. Prevalensi hipertensi di Indonesia pada sehingga mampu menurunkan tekanan darah, tahun 2018 berdasarkan hasil pengukuran pada dan kalium juga membantu mengurangi kadar penduduk usia Ou 18 tahun sebesar 34,11%. garam berelebih dalam tubuh dengan cara Estimasi jumlah kasus hipertensi di Indonesia mengeluarkan melalui urine. (Yulianti, 2. 620 orang (Safitri et al. Penelitian Alini tahun 2015 menyatakan Prevalensi hipertensi 2021 penderita bahwa pisang ambon juga banyak mengandung hipertensi di Jawa Tengah pada penduduk umur serat, sehingga kalium, magnesium dan kalsium lebih dari 18 tahun sebanyak 8,4% (Sari et al. yang terkandung dalam pisang ambon dapat di serap baik sehingga mampu menurunkan Jumlah Kabupaten Demak menempati urutan nomor tekanan darah (Silalahi, 2. dua tertinggi di Jawa Tengah yaitu sebanyak Menurut penelitian (Suwandi, 2. 76,7%, setelah Kota Salatiga peringkat pertama Hasil penelitian setelah mengkonsumsi pisang yaitu sebanyak 77,72% (Soesanto & Marzeli, ambon setengah dari responden mengalami Penelitian pada tahun 2021 meneliti 96 hipertensi ringan yaitu 6 responden . %). responden lansia hipertensi di Desa Kangkung. Penurunan tekanan darah pada responden Mranggen. Demak, yang berusia di atas 60 terjadi akibat penambahan kalium pada pisang tahun dan menjalani terapi antihipertensi (Soesanto, 2. mengandung 435 mg kalium dan hanya 18mg natrium, sedangkan berat rata-rata satu buah hipertensi pada lansia salah satunya adalah pisang ambon A 140 g, sehingga dalam satu konsumsi kalium yang kurang adekuat atau buah pisang ambon mengandung A 600 mg tidak sesuai dengan rekomendasi jumlah kalium dengan demikian pisang ambon menjadi kalium yang harus dikonsumsi perhari oleh alternatifdalam peningkatan asupan kalium Kurangnya konsumis kalium setiap hari khususnya pada lansia. Menurut (Meiga, 2. Menurut Terdapat Megia efisiensi absorpsi dan metabolisme karena menyatakan bahwa ini dapat terjadikarena penurunan fungsi saluran pencernaan pada kandungan kalium yang sangat tinggi dalam lansia (Suwandi, 2. pisang akan meningkatkan konsentrasi dalam JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA ISSN 2503-264X Volume 10 N0. 02 Tahun 2024 intraseluler sehingga cenderung menarik cairan tekanan darah Ou 160/90 mmHg, lansia penderita dari bagian ekstraseluler beserta natrium hipertensi yang berusia Ou 60 tahun. Kriteria eksklusi lansia penderita hipertensi yang mengakibatkan peningkatkan ekskresi natrium minum obat, lansia penderita hipertensi yang dalam urin . dan menurunkan disertai dengan penyakit atau komplikasi. tekanan darah. Buah pisang mempunyai Pengukuran kandungan gizi cukup tinggi dibanding dengan menggunakan spyhmomanometeraneroid dan buah lain. stetoscope dilakukan pengukuran sebelum Studi kasus ini ini mengkonsumsi pisang intervensi hari 1, pada klien 1 170/110 mm hg ambon setiap pagi dan sore hari selama 14 hari. dan klien 2 180/100 mmHg Intervensi alasan pentingnya asuhan keperawatan dengan menerapkan EBNP pemberian pisang ambon mengkonsumsi pisang sehari 2 kali pagi dan pada lansia untuk Penurunan tekanan darah sore selama 14 hari. Keluarga juga di jelaskan pada lansia hipertensi menggunakan pisang waktu mengkonsumsi pisang ambon agar ketika klien lupa mengkonsumsi ada keluarga Metode Penelitian yang mengingatkan Metode yang digunakan studi kasus ini Pengukuran tekanan darah post intervensi yaitu deskriptif dengan pendekatan proses dilakukan pada hari ke 3 klien 1 tanggal 19 mei asuhan keperawatan. Studi kasus ini dimulai 2021 dan klien 2 tanggal 20 mei 2021 setelah subjek studi menyelesaikan semua tahapan intervensi pemberian implementasi dan evaluasi. Penerapan studi didapatkan post intervensi tekanan darah klien kasus ini dengan memberikan buah pisang 1 140/90 mmHg dan klien 2 130/90 mmHg. ambon pada lansia dengan hipertensi dan Instrumen yang digunakan pada studi kasus ini yaitu spyhmomanometeraneroid dan Pengukuran Subjek studi kasus ini yaitu pasien hipertensi di dilakukan setiap hari sebelum dan sesudah mengkonsumsi pisang ambon. Kangkung. Kecamatan Mranggen. Intervensi Kabupaten Demak. Subjek studi kasus ini mengkonsumsi pisang ambon dilakukan selama 14 hari dengan durasi setiap sesi selama 20 menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Pemeriksaan tekanan darah dilakukan 5 Studi kasus ini dilakukan selama 14 hari dimulai tanggal 6- 20 Mei 2021. Subjek pada pisang ambon dan dilakukan pengukuran kasus ini berjumlah 2 responden dengan kriteria tekanan darah selama 15 menit: Menjelaskan inklusi responden lansia penderita hipertensi kepada responden mengenai tujuan, manfaat, yang bersedia menjadi responden di desa indikasi dan tindakan yang akan dilakukan. Kangkung. Kabupaten Demak, lansia dengan Lalu, mempersiapkan alat yang digunakan. JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA ISSN 2503-264X Volume 10 N0. 02 Tahun 2024 Klien mengkonsumsi pisang ambon dan akan di Subyek II adalah perempuan berusia 65 ukur pre dan post mengkonsumsi pisang ambon tahun, berprofesi sebagai petani, dengan diagnosa medis Hipertensi. Peneliti melakukan spyhmomanometeraneroid dan stetoscope . pemeriksaan tekanan darah dan didapatkan Penerapan terapi ini dilakukan atas hasil 180/100 mmHg. Subyek II mengatakan persetujuan kedua subjek studi kasus dengan mengeluh nyeri kepala, sering pusing, klien mengisi lembar persetujuan . nformed consen. mengatakan sudah 5 tahun tidak mengkonsumsi setelah diberikan penjelasan mengenai tujuan, manfaat. Pengolahan dan penyajian data pada mengkonsumsi hati, jantung ayam, ketika klien kedua subjek studi kasus dilakukan dengan mengatakan jika nyeri kepala dan pusing yang proses keperawatan yang meliputi pengkajian, dilakukan dengan tiduran. Hal ini dibuktikan dengan klien menahan nyeri, dan memegangi Subyek Evaluasi keperawatan terdiri dari evaluasi terganggu dengan rasa nyeri tersebut karena formatif . dan evaluasi sumatif . menjadi kesulitan untuk berpindah tempat. Evaluasi formatif . dilihat berdasarkan Diagnosa keperawatan yang muncul dari Subjektif. Objektif. Assesment dan Plan adalah risiko penurunan curah jantung (Tim (SOAP). Evaluasi sumatif . dilihat Pokja SDKI DPP PPNI, 2. Hal ini berdasarkan perubahan perilaku atau status dibuktikan dengan adanya tanda dan gejala kesehatan klien pada akhir asuhan keperawatan. pada kedua subjek studi kasus seperti nyeri Hasil & Pembahasan kepala, pusing, tegang di tengkuk kepala. Subyek I adalah perempuan berusia 62 Subjek studi kasus 1 didapatkan nilai tekanan tahun, berprofesi sebagai petani, dengan darah yaitu 170/100 mmHg. Sementara itu pada diagnosa medis Hipertensi. Peneliti melakukan subjek studi kasus 2 didapatkan nilai tekanan pemeriksaan tekanan darah dan didapatkan darah yaitu 180/100 mmHg. Sehingga jika tidak hasil 170/100 mmHg. Subyek I mengatakan mengeluh nyeri kepala, pusing, tegang di penyembuhan lambat, gangguan mobilisasi dan tengkuk kepala, sudah 2 tahun ini klien tidak terjadi nyeri kronik (Pratigna, 2. mengkonsumsi obat hipertensi, keluarga klien mengatakan tidak mengetahui tentang diit Manajemen Elektrolit: Hipokalemia (Tim hipertensi dan sering memasakan lansia dengan Pokja SIKI DPP PPNI, 2. Antara lain makanan tinggi garam, klien mengatakan jika identifikasi tanda dan gejala penurunan kadar nyeri kepala dan pusing yang dilakukan hanya kalium, monitor intake dan out put cairan, klien terlihat meringis, dan monitor kadar kalium serum dan/ atau urine, gelisah, klien mengatakan merasa terganggu berikan suplemen kalium, sesuai indikasi, dengan keluhan tersebut hindari pemberian KCL jika haluan urine < 0,5 kesulitan beraktivitas. JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA ISSN 2503-264X karena menjadi Intervensi ml/kgBB/jam, hindari pemberian kalium secara Volume 10 N0. 02 Tahun 2024 intramuskuler, hindari pemberian kalium secara dan terdapat kembali penurunan tekanan darah bolus, anjurkan modifikasi diet tinggi kalium dan memberikan terapi pemberian pisang, dan misal pisang, jika perlu. Intervensi keperawatan selanjutnya memonitor tekanan darah post pada kedua studi kasus terdapat penambahan spesifik pada pengelolaan hipertensi yaitu Implementasi keperawatan dilakukan diberikan terapi Pemberian Pisang Ambon sehari 2 kali. Tindakan keperawatan pada Terhadap Tekanan Darah Pada lansia hipertensi subjek studi kasus 2 dilakukan pada pagi dan untuk menurunkan nilai tekanan darah. sore hari. Dilakukan selama 3 kali pengukuran Implementasi keperawatan dilakukan sehari 2 kali. Tindakan keperawatan pada subjek studi kasus 1 dilakukan pada pagi dan memberikan terapi pemberian pisang, dan sore hari. Pada pertemuan pertama dilakukan memonitor tekanan darah post tindakan. tanggal 5 Mei 2021 pada pagi hari. sore hari dimulai dengan mengukur tekanan dengan mengukur tekanan darah pre tindakan, memberikan terapi pemberian pisang dan pemberian pisang, dan memonitor tekanan memonitor tekanan darah post tindakan. darah post tindakan. sore hari dimulai dengan mengukur tekanan Setelah pisang ambon selama 14 hari pagi dan sore hari pemberian pisang dan memonitor tekanan dan dilakukan pre dan post tekanan darah darah post tindakan. Pada pertemuan kedua selama waktu 20 menit, terdapat penurunan dilakukan tanggal 12 Mei 2021 pada pagi hari tekanan darah pada kedua subjek studi kasus. dimulai dengan mengukur tekanan darah pre Perubahan tekanan darah pada kedua subjek tindakan, dan terdapat kenaikan tekanan darah studi dapat dilihat pada grafik di bawah ini: yang disebabkan karna banyak mengkonsumsi hari pemberian pisang ambon, pisang, memonitor tekanan darah post tindakan. Nilai rata-rata tekanan darah studi kasus 1 dan studi kasus 2 dan sore hari dimulai dengan mengukur tekanan darah pre tindakan, dan terdapat kembali darah post tindakan. Dan pertemuan akhir pada tanggal 19 Mei2021 WIB dimulai dengan mengukur tekanan darah pre tindakan, dan Sistolik Diastolik Pagi terapi pemberian pisang, memonitor tekanan Axis Title penurunan tekanan darah dan memberikan Sore banyak natrium, memberikan terapi pemberian Berdasarkan hasil evaluasi selama 14 Pagi Sore Pagi Sore Map terdapat penurunan tekanan darah, memberikan didapatkan analisis pada grafik 1. terapi pemberian pisang pada pagi hari, subjek studi kasus rerata tekanan darah sistolik memonitor tekanan darah post tindakan, dan pada pemeriksaan pertama pagi hari 175 sore hari mengukur tekanan darah pre tindakan, mmHg dan sore mmHg 165 mmHg, pada JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA ISSN 2503-264X Volume 10 N0. 02 Tahun 2024 pemeriksaan kedua pagi hari 165 mmHg dan menunjukkan bahwa kejadian hipertensi pada sore hari 155 mmHg, dan pemeriksaan ketiga perempuan dipengaruhi oleh kadar hormon pagi hari 145 mmHg, dan sore hari 135 mmHg. Hormon estrogen tersebut akan rerata tekanan darah diastolik pada subjek studi kasus pada pemeriksaan pertama pagi hari 100 memasuki usia tua . sehingga mmHg dan sore mmHg 95 mmHg, pada perempuan menjadi lebih rentan terhadap pemeriksaan kedua pagi hari 100 mmHg dan hipertensi, juga sejalan dengan penelitian. sore hari 100 mmHg, dan pemeriksaan ketiga Pada data pengkajian didapatkan bahwa pagi hari 95 mmHg, dan sore hari 90 mmHg. usia kedua subjek studi kasus yaitu 62 tahun Dan rerata MAP pada studi kasus pada dan 65 tahun, usia tersebut kategori usia lansia. pemeriksaan pertama pagi hari 125 mmHg dan Salah satu faktor resiko hipertensi adalah lansia sore mmHg 118 mmHg, pada pemeriksaan ini sejalan dengan penelitian (Adam, 2. kedua pagi hari 121 mmHg dan sore hari 118 kelompok lansia yang berusia manula memiliki mmHg, dan pemeriksaan ketiga pagi hari 111 mmHg, dan sore hari 105 mmHg. dalam hal ini peneliti berkesimpulan bahwa Berdasarkan Hipertensi semakin tua seseorang, maka lebih berisiko bahwa subjek studi kasus berjumlah 2 orang mengalami Hipertensi. Peneliti berasumsi dengan jenis kelamin perempuan. Pada kasus bahwa hal tersebut disebabkan karena seiring ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh (Kusumawaty et al. , 2. Jenis penurunan kemampuan organ-organ tubuh termasuk sistem kardiovaskuler dalam hal ini terjadinya hipertensi dimana pada wanita lebih jantung dan pembuluh darah. Pembuluh darah tinggi ketika seorang wanita mengalami menjadi lebih sempit dan terjadi kekakuan menopause, hal ini didukung juga oleh pendapat (Cortas 2. Mengatakan bahwa menyebabkan tekanan darah dapat meningkat. wanita yang belum mengalami menopause Hal ini sejalan dengan teori bahwa semakin dilindungi oleh hormon estrogen yang berperan meningkat umur seseorang maka risiko terkena dalam meningkatkan kadar High Density Hipertensi sangatlah besar, hal ini terjadi Lipoprotein (HDL). Kadar kolesterol HDL karena pada umur tua arteri besar kehilangan yang tinggi merupakan faktor pelindung dalam kelenturan dan menjadi kaku sehingga darah mencegah terjadinya proses aterosklerosis. yang dipaksa untuk melalui pembuluh darah Efek perlindungan estrogen dianggap sebagai penjelasan adanya imunitas wanita pada usia Hal ini sesuai dengan pendapat Tekanan darah tinggi banyak terjadi pada usia (Yuliarti 2. ,14 yang menyatakan bahwa ada dewasa tengah yaitu diatas 40 tahun. Juga hubungan yang signifikan antara jenis kelamin sejalan dengan penelitian (Andria, 2. dengan kejadian hipertensi. Hal tersebut Banyak faktor yang berperan untuk terjadinya JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA ISSN 2503-264X Volume 10 N0. 02 Tahun 2024 hipertensi meliputi risiko yang tidak dapat penurunan curah jantung tidak diatasi yaitu dikendalikan . dan faktor risiko yang menimbulkan komplikasi serius seperti syok dapat dikendalikan . Faktor risiko yang kardiogenik, episode trombo emboli, efusi tidak dapat dikendalikan . seperti keturunan, jenis kelamin, ras dan usia. (Kuswarhani, 2. Sedangkan Pelaksanaan intervensi . yaitu obesitas, kurang yang telah dilakukan selama 14 hari dari olah raga atau aktivitas, merokokminum kopi, tanggal 5-19 Mei 2021 untuk menangani sensitivitas natrium, kadar kalium rendah, masalah risiko penurunan curah jantung adalah alkohollisme, stres, pekerjaan, pendidikan dan pola makan. elektolit: hipokalemia atau non farmakologis Dari pengkajian yang telah di dapatkan, maka diagnosa keperawatan pada kedua studi menurunkan tekanan darah pada lansia, terapi kasus ini adalah risiko penurunan curah tersebut di pilih karena harganya terjangkau dan Risiko penurunan curah jantung banyak di temukan banyak di pasar. Pisang merupakan berisiko mengalami pemompaan ambon hampir tidak mengandung natrium, jantung yang tidak adekuat untuk memenuhi tetapi banyak mengandung kalium serta B6. C, dan E. Vitamin E dan kalium berkhasiat jantung rerata tekanan sistolik klien pagi 175 meredakan ketegangan di dinding pembuluh mmHg dan sore hari 165 mmHg, rerata tekanan darah sehingga mampu menurunkan tekanan darah diastolik klien pagi hari 100 mmHg dan darah, dan kalium juga membantu mengurangi sore hari 95 mmHg dan rerata MAP klien pada kadar garam berelebih dalam tubuh dengan cara pagi hari 125 mmHg dan 118 mmHg. Perumusan diagnosa dipilih risiko penurunan kalium yang sangat tinggi dalam pisang akan curah jantung dibuktikan dengan perubahan meningkatkan konsentrasi dalam intraseluler sehingga cenderung menarik cairan dari bagian pemeriksaan tekanan darah pasien, frekuensi, ekstraseluler beserta natrium sehingga terjadi CRT, hasil EKG pasien supraventrikular rhytm, pasien tampak lemas dan aktifitas di bantu peningkatkan ekskresi natrium dalam urin keluarga (Astuti & Oktariani, 2. dan menurunkan tekanan darah Penulis Kandungan (Saprila, 2. Penurunan tekanan darah penurunan curah jantung dapat mengakibatkan karena mengonsumsi pisang ambon sebanyak 2 nyeri dada, edema pada ekstremitas, sesak buah . per hari . agi dan sor. selama nafas, penurunan ouput urine, sianosis, gelisah. Penurunan ini disebabkan karena kombinasi kalium yang tinggi dan natrium yang rendah dalam pisang ambon yang berperan mengakibatkan edema paru. Dampak jika penting dalam menurunkan tekanan darah JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA ISSN 2503-264X Volume 10 N0. 02 Tahun 2024 (Lathifah & Ismiyeni, 2. Konsumsi 2 buah Penurunan aldosteron terjadi karena pisang ambon dalam sehari dengan dosis A280 penurunan sekresi renin yang berbanding gram perhari untuk mencukupi asupan kalium terbalik dengan kadar kalium. Kalium juga perhari yang dapat menurunkan tekanan darah mempunyai efek dalam pompa Na-K yaitu sistolik maupun diastolik sehingga dapat kalium dipompa ke dalam sel dan natrium ke mencegah terjadinya hipertensi serta dapat luar sel. Peningkatan natrium yang nanti akan memperpanjang harapan hidup. Selain itu, buah direabsorpsi di makula densa juga akan pisang ambon sangat baik dikonsumsi sebagai menghambat sekresi renin (Yulianti et al. alternatif pengganti obat antihipertensi karena cara kerjanya mirip dengan cara kerja obat Menurut Nisa antihipertensi dan bisa dimanfaatkan untuk menjelaskan tentang buah pisang ambon (Musa terapi nonfarmakologis yang berguna bukan Paradisiaca hanya sebagai pengobatan tapi juga bisa menurunkan tekanan darah dikarenakan, pisang konsumsi untuk membantu sistem pencernaan seperti sembelit (Desira et al. , 2. magnesium, fosfor, kalsium, dan zat besi. Pengaruh Lin. Pisang juga kaya vitamin A . eta karote. , terhadap penurunan tekanan darah pra lansia vitamin B . iamin, riboflavin, niasi. , dan menyatakan bahwa konsumsi pisang vitamin B6 . Menurut Schmidt 2012 ambon secara signifikan menurunkan tekanan dalam Shanti & Zuraida . , pisang darah sistolik dan diastolik pada pra lansia adalahbuah yang mengandung kalium tinggi. hipertensi sebesar 19 mmHg rata- rata Menurut Ramayulis . , pisang yang kaya penurunan sistolik dan 12 mmHg rata-rata akan kalium terdapat pada pisang ambon sebanyak 435 mg. Menurut WHO . Sapientum Hal menunjukkan bahwa konsumsi pisang ambon sebagai suplemen tambahan dalam terapi katalisator dalam reaksi biologis terutama hipertensi terbukti dapat menurunkan tekanan metabolisme energi dan sintesis glikogen serta darah secara signifikan bila dibandingkan terapi Kalium dapat menurunkan tekanan hipertensi tanpa konsumsi pisang ambon. darah pada pasien hipertensi, karena memiliki Pisang ambon merupakan buah yang memiliki ikatan kimia berupa kalium sitrat dan kalium kandungan kalium yang tinggi sehingga dapat menyebabkan penghambatan pada Sistem antihipertensif (Marse, 2. Renin- Angiotensin Evaluasi yang di dapatkan setelah penerapan mengonsumsi pisang ambon telah terjadi penurunan reabsorbsi natrium dan air di dilakukan pada kedua responsen hipertensi tubulus ginjal. Akibatnya, terjadi peningkatan pada lansia diperoleh hasil adanya penurunan diuresis yang menyebabkan berkurangnya tekanan darah, sebelum dan sesudah dilakukan volume darah diikuti menurunnya tekanan JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA ISSN 2503-264X Volume 10 N0. 02 Tahun 2024 selama 14 hari pagi dan sore, klien 1 dengan Daftar Pustaka hasil 170/100 mmHg menjadi 140/90 mmHg Adam. Determinan Hipertensi Pada Lanjut Usia. Jambura Health and Sport Journal, 1. , 82Ae89. https://doi. org/10. 37311/jhsj. Andria. Hubungan Antara Perilaku Olah raga. Stress dan Pola Makan dengan Tingkat Hipertensi Pada Lanjut Usia di Posyandu Lansia Kelurahan Gebang Putih Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya. 227Ae231. https://doi. org/10. 1109/IsTA. Astuti. , & Oktariani. Asuhan Keperawatan Pada Pasien Hipertensi Dalam Pemenuhan Kebutuhan Rasa Aman Dan Nyaman. Jurnal Keperawatan, 23. , 6. Baihaqi. Fahrurazi, & Rizal. Hubungan Pengetahuan. Pola Makan dan Aktivitas Fisik Masyarakat dengan Kejadian Hipertensi di Wilayah kerja Puskesmas 9 Nopember Tahun 2020. 1Ae6. Desira. Sulendri. Luthfiyah. , & Suhaema. Pemberian Puding Tomat Pisang Ambon Terhadap Penurunan Tekanan Darah Lansia Hipertensi Di Posbindu Wilayah Kerja Puskesmas Babakan. Kota Mataram. Jurnal Gizi Prima, 4. , https://doi. org/10. 32807/jgp. Kusumawaty. Hidayat. , & Ginanjar. Hubungan Jenis Kelamin dengan Intensitas Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Lakbok Kabupaten Ciamis. Jurnal Mutiara Medika, 16. , 46Ae51. Kuswarhani. Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lanjut Usia. Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lanjut Usia, 7(Jnc V. , 135Ae140. Lathifah. , & Ismiyeni. Pengaruh Konsumsi Pisang Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Di Desa Sinar Banten Kecamatan Talang Padang Kabupaten Tanggamus Tahun 2017. Jurnal Kebidanan, 3. , 217Ae223. Marse. Pengaruh Pemberian Jus Buah Semangka Kombinasi Pisang Ambon Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Lansia Yang Menderita Hipertensi di Unit Pelaksana Teknis Daerah Panti Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda. 148, 148Ae162. dan klien 2 180/100 mmHg menjadi 130/80 mmHg. Setelah diberikan intervensi pemberian pisang ambon selama 14 hari terjadi penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik, rerata penurunan tekanan darah sistolik sebesar 19 mmHg . urun 6 %) dan rerata penurunan tekanan darah diastolik sebesar 14 mmHg . urun 6 %). Kesimpulan & Simpulan Terapi non farmakologi pemberian pisang ambon yang dilakukan selama 14 hari dalam waktu 20 menit mampu menurunkan tekanan darah pada lansia yang mengalami Hasil kedua kasus di atas rata-rata tekanan darah kedua responden mengalami penurunan, rata-rata tekanan darah sistolik sistolik sebesar 19 mmHg dan diastolik sebesar mmHg. Perawat mengaplikasikan pemberian pisang ambon pada pasien usia lansia dengan hipertensi. Berdasarkan tindakan yang telah dilakukan pada kedua responden dapat disimpulkan bahwa terapi pemberian pisang ambon efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia. Ucapan Terima Kasih